• Tidak ada hasil yang ditemukan

ETIKA KEPERAWATAN HAK DAN KEWAJIBAN KLIE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ETIKA KEPERAWATAN HAK DAN KEWAJIBAN KLIE"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Aborsi dapat dikatakan sebagai pengguguran kandungan yang di sengaja dan saat ini menjadi masalah yang hangat diperdebatkan. Pengertian aborsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996) abortus (aborsi) didefinisikan sebagai terjadi keguguran janin; melakukan abortus sebagai melakukan pengguguran (dengan sengaja karena tak menginginkan bakal bayi yang dikandung itu).

Menurut Potter&Perry (2010), setengah dari kehamilan di Amerika Serikat adalah tidak direncanakan; sebagian besar kehamilan yang tidak direncanakan terjadi pada remaja, wanita berusia di atas 40 tahun, dan wanita Afrika-Amerika yang berpenghasilan rendah. Hampir setengah dari kehamilan yang tidak diharapkan berakhir dengan aborsi.

Sementara itu, kendati dilarang, baik oleh KUHP, UU, maupun fatwa MUI atau majelis tarjih Muhammadiyah, praktik aborsi (pengguguran kandungan) di Indonesia tetap tinggi dan mencapai 2,5 juta kasus setiap tahunnya dan sebagian besar dilakukan oleh para remaja.

Aborsi atau pengguguran kandungan seringkali identik dengan hal-hal negatif bagi orang-orang awam. Bagi mereka, aborsi adalah tindakan dosa, melanggar hukum dan sebagainya. Namun, sebenarnya tidak semua aborsi merupakan tindakan yang negatif karena ada kalanya aborsi dianjurkan oleh dokter demi kondisi kesehatan ibu hamil yang lebih baik.

Ketika seorang wanita memilih aborsi sebagai jalan untuk mengatasi kehamilan yang tidak diinginkan, maka wanita tersebut dan pasangannya akan mengalami perasaan kehilangan, kesedihan yang mendalam, dan/atau rasa bersalah.

(2)

asas etik keperawatan yang ada untuk membantu pasien menghadapi pilihan yang telah dipilih (aborsi).

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa saja prinsip dan asas etik keperawatan? 2. Apa definisi aborsi?

3. Apa saja jenis-jenis aborsi?

4. Apa penyebab yang mendorong terjadinya aborsi? 5. Bagaimana dampak aborsi?

6. Apa contoh kasus aborsi yang terjadi di Indonesia?

7. Bagaimana menanggapi kasus yang ada berdasarkan prinsip dan asas etik keperawatan?

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Keperawatan Dasar 1 1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mengetahui prinsip dan asas etik keperawatan 2. Mengetahui definisi aborsi

3. Mengetahui faktor yang mendorong terjadinya aborsi 4. Mengetahui dampak aborsi

5. Mengetahui contoh kasus aborsi yang terjadi di Indonesia

(3)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Teori

2.1.1 Prinsip dan Asas Etik Keperawatan A. Pengertian Prinsip Etika Keperawatan

Prinsip etika keperawatan merupakan asas, kebenaran yang jadi pokok dasar atau patokan seorang perawat untuk berpikir, bertindak membuat keputusan yang mengarahkan tanggung jawab moral yang mendasari pelaksanaan praktek keperawatan dimana seorang perawat selalu berpegang teguh terhadap prinsip-prinsip etika keperawatan sehingga kejadian pelanggaran etika dapat dihindarkan. B. Prinsip-Prinsip Asas Etik Keperawatan

Dalam memberikan setiap asuhan keperawatan perawat harus selalu berpedoman pada nilai-nilai etik keperawatan dan standar keperawatan yang ada serta ilmu keperawatan. Prinsip utamanya adalah moral dan etika keperawatan. Untuk menghindari kesalahan dalam pelaksanaan peran ini maka perawat harus berpegangan pada prinsip-prinsip etik keperawatan yang meliputi:

a. Otonomi (Autonomy)

(4)

kebebasan individu yang menuntut pembedaan diri. Praktek profesional merefleksikan otonomi saat perawat menghargai hak-hak klien dalam membuat keputusan tentang perawatan dirinya.

b. Berbuat baik/asas manfaat (Beneficience)

Beneficience berarti, hanya melakukan sesuatu yang baik dan setiap tindakan yang diberikan kepada klien harus bermanfaat bagi klien dan menghindarkan dari kecacatan. Kebaikan, memerlukan pencegahan dari kesalahan atau kejahatan, penghapusan kesalahan atau kejahatan dan peningkatan kebaikan oleh diri dan orang lain. Terkadang, dalam situasi pelayanan kesehatan, terjadi konflik antara prinsip ini dengan otonomi.

c. Keadilan (Justice)

Prinsip keadilan dibutuhkan untuk tercapai yang sama dan adil terhadap orang lain yang menjunjung prinsip-prinsip moral, legal dan kemanusiaan. Nilai ini direfleksikan dalam praktek profesional ketika perawat bekerja untuk terapi yang benar sesuai hukum, standar praktek dan keyakinan yang benar untuk memperoleh kualitas pelayanan kesehatan.

d. Tidak merugikan (Nonmaleficience)

Prinsip ini berarti tidak menimbulkan bahaya/cedera fisik dan psikologis pada klien.

e. Kejujuran (Veracity)

(5)

f. Menepati janji (Fidelity)

Prinsip fidelity dibutuhkan individu untuk menghargai janji dan komitmennya terhadap orang lain. Perawat setia pada komitmennya dan menepati janji serta menyimpan rahasia klien. Ketaatan, kesetiaan, adalah kewajiban seseorang untuk mempertahankan komitmen yang dibuatnya. Kesetiaan, menggambarkan kepatuhan perawat terhadap kode etik yang menyatakan bahwa tanggung jawab dasar dari perawat adalah untuk meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit, memulihkan kesehatan dan meminimalkan penderitaan.

g. Karahasiaan (Confidentiality)

Aturan dalam prinsip kerahasiaan adalah informasi tentang klien harus dijaga privasi klien. Segala sesuatu yang terdapat dalam dokumen catatan kesehatan klien hanya boleh dibaca dalam rangka pengobatan klien. Tidak ada seorangpun dapat memperoleh informasi tersebut kecuali jika diijinkan oleh klien dengan bukti persetujuan. Diskusi tentang klien diluar area pelayanan, menyampaikan pada teman atau keluarga tentang klien dengan tenaga kesehatan lain harus dihindari. Jadi, apa yang dilaksanakan oleh perawat harus didasarkan pada tanggung-jawab moral dan profesi dan merahasiakan apapun tentang pasien kecuali jika sebagai saksi dalam kasus hukum ().

h. Akuntabilitas (Accountability)

Akuntabilitas merupakan standar yang pasti bahwa tindakan seorang profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak jelas atau tanpa terkecuali.

i. Respek

a) Perilaku perawat yang menghormati / menghargai pasien /klien. hak – hak pasien,penerapan inforned consent

(6)

C. Teori Etik Keperawatan 1) Teleologik

Pendekatan teleologik adalah suatu doktrin yang menjelaskan fenomena dan akibatnya, dimana seseorang yang melakukan pendekatan terhadap etika dihadapkan pada konsekuensi dan keputusan – keputusan etis. Secara singkat, pendekatan tersebut mengemukakan tentang hal – hal yang berkaitan dengan the end justifies the ineans (pada akhirnya, yang membenarkan secara hukum tindakan atau keputusan yang diambil untuk kepentingan medis). Contoh : seorang perawat yang harus menghadapi kasus kebidanan karena tidak ada bidan dan jarak untuk rujukan terlalu jauh, dapat memberikan pertolongan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya demi keselamatan pasien.

2) Deontologi

Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.

Pendekatan deontologi berarti juga aturan atau prinsip. Prinsip-prinsip tersebut antara lain autonomy, informed consent, alokasi sumber-sumber, dan euthanasia. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.

Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting

Ada tiga prinsip yang harus dipenuhi :

a) Supaya tindakan punya nilai moral, tindakan ini harus dijalankan berdasarkan kewajiban

(7)

c) Niscaya dari tindakan yang dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal

Bagi Kant, Hukum Moral ini dianggapnya sebagai perintah tak bersyarat (imperatif kategoris), yang berarti hukum moral ini berlaku bagi semua orang pada segala situasi dan tempat.

a) Perintah Bersyarat adalah perintah yang dilaksanakan kalau orang

menghendaki akibatnya, atau kalau akibat dari tindakan itu merupakan hal yang diinginkan dan dikehendaki oleh orang tersebut.

b) Perintah Tak Bersyarat adalah perintah yg dilaksanakan begitu saja tanpa syarat apapun, yaitu tanpa mengharapkan akibatnya, atau tanpa mempedulikan apakah akibatnya tercapai dan berguna bagi orang tsb atau tidak.

2.1.2 Aborsi

1. Pengertian Aborsi

Pengertian aborsi menurut Kamus Bahasa Indonesia (2008) adalah terpencarnya embrio yang tak mungkin lagi hidup (sebelum habis bulan keempat dari kehamilan).

Pengertian aborsi menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana di Indonesia adalah : 1) Pengeluaran hasil konsepsi pada stadium perkembangannya sebelum masa kehamilan yang lengkap tercapai (38-40 minggu); 2) Pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (berat kurang dari 500 gram atau kurang dari 20 minggu).

Pada UU kesehatan, pengertian aborsi dibahas secara tersirat pada pasal 15 (1) UU Kesehatan Nomor 23/1992 disebutkan bahwa dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa ibu hamil atau janinnya, dapat dilakukan tindakan medis tertentu. Maksud dari ‘tindakan medis tertentu, yaitu aborsi.

(8)

Apabila janin lahir selamat sebelum 38 minggu namun setelah 20 minggu, disebut kelahiran prematur.

Wanita dan pasangannya yang menghadapi kehamilan yang tidak diinginkan biasanya mempertimbangkan aborsi. Alasan untuk memilih aborsi berbeda-beda, termasuk mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan atau ketika mengetahui janin memiliki kelainan (Perry&Potter,2010).

2. Jenis Aborsi

Klasifikasi abortus atau aborsi berdasarkan dunia kedokteran, yaitu: 1. Abortus spontanea

Abortus spontanea merupakan abortus yang berlangsung tanpa tindakan. Aborsi ini dibedakan menjadi 3 yaitu :

1. Abortus imminens, pada kehamilan kurang dari 20 minggu terjadi perdarahan dari uterus atau rahim, dimana janin masih didalam rahim, serta leher rahim belum melebar (tanpa dilatasi serviks).

2. Abortus insipiens, istilah ini kebalikan dari abortus imminens, yakni pada kehamilan kurang dari 20 minggu,terjadi pendarahan,dimana janin masih didalam rahim, dan ikuti dengan melebarnya leher rahim(dengan dilatasi serviks)

3. Abortus inkompletus, keluarnya sebagian organ janin yang berusia sebelum 20 minggu, namun organ janin masih tertinggal didalam rahim

4. Abortus kompletus, semua hasil konsepsi(pembuahan) sudah di keluarkan

5. Abortus provokatus

(9)

Abortus provakatus dibagi menjadi 2 jenis:

a) Abortus provokatus medisinalis/artificialis/therapeuticus. Abortus yang dilakukan dengan disertai indikasi medis. Di indinesia yang dimaksud dengan indikasi medik adalah demi menyelamatkan nyawa ibu. Indikasi medis yang dimaksud misalnya: calon ibu yang sedang hamil tapi punya penyakit yang berbahaya seperti penyakit jantung, bila kehamilan diteruskan akan membahayakan nyawa ibu serta janin, sekali lagi keputusan menggugurkan akan sangat dipikirkan secara matang.

b) Abortus provokatus kriminalis, istilah ini adalah kebalikan dari abortus provokatus medisinalis, aborsi yang sengaja dilakukan tanpa adanya indikasi medik (ilegal). Dalam proses menggugurkan janin pun kurang mempertimbangkan srgala kemungkinan apa yang akan terjadi kepada wanita / calon ibu yang melakukan tindakan aborsi ilegal. Biasanya pengguguran dilakukan dengan menggunakan alat-alat atau obat-obat tertentu.

1. Abortus habitualis

Abortus habitualis termasuk abortus spontan namun habit ( kebiasaan) yang terjadi berturut-turut tiga kali atau lebih.

1. Missed abortion

Kematian janin yang berusua sebelum 20 minggu, namun janin tersebut tidak dikeluarkan selama 8 minggu atau lebih, dan terpaksa harus dikeluarkan. Missed abortion digolongkan kepada abortus imminens.

1. Abortus septik

(10)

3. Penyebab Aborsi

Setiap tindakan pasti ada yang menyebabkannya. Berikut beberapa penyebab aborsi dilakukan :

1. Umur

Umur menjadi pertimbangan seseorang wanita memilih abortus. Apalagi untuk calon ibu yang merasa masih terlalu muda secara emosional,fisik belum matang, tingkat pendidikan rendah dan masih terlalu tergantung pada orang lain masalah umur yang terlalu tua untuk mengandungpun menjadi penyebab abortus

1. Jarak hamil dan bersalin terlalu dekat

Jarak kehamilan yang terlalu rapat menjadi alasan abortus, karena jika tidak dilakukan abortus akan menyebabkan pertumbuhan janin kurang baik, bahkan menimbulkan pendarahan hal itu disebabkan karena keadaan rahim yang belum pulih benar

1. Paritas ibu

Paritas adalah banyaknya kelahiran hidup (anak) yang dimiliki wanita. Resiko paritas tinggi , banyak wanita melakukan abortus.

1. Riwayat kehamilan yang lalu

Wanita yang sebelumnya pernah abortus, kemungkinan besar akan dilakukan abortus lagi . penyebabnya yang lainnya masih banyak, seperti calon ibu yang memiliki penyakit berat hingga takut bila ia melahirkan anaknya, anaknya akan tertular penyak it pula, ada juga masalah ekonomi banyak anak banyak pengeluaran dan lain sebagainya.

(11)

1. Kelainan kromosom, terutama trisomi autosom dan monosomi 2. Lingkungan sekitar tempat implantasi kurang sempurna.

3. Pengaruh teratogen akibat radiasi, firus, obat-obatan, tembakaou dan alkohol

b) Kelainan pada plasenta, misalnya enderteritis vili korialis karena hipotensi menahun.

c) Faktor maternal, seperti pneumonia, tifus, anemia berat, keracunan, toksoplasmosis.

d) Kelainan traktus genitalia, seperti inkompetensi serviks (untuk abortus pada trimester kedua), retroversi uteri, dan kelainan bawaan uterus.

4. Resiko Aborsi

Aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun keselamatan seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa jika seseorang melakukan aborsi ia “tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang”. Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi.

Ada 2 macam resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi: 1. Resiko kesehatan dan keselamatan secara fisik

2. Resiko gangguan psikologis

1. Resiko kesehatan dan keselamatan fisik

Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko yang akan dihadapi seorang wanita, seperti yang dijelaskan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd yaitu:

(12)

3. Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan 4. Rahim yang sobek (Uterine Perforation)

5. Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.

6. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita) 7. Kanker indung telur (Ovarian Cancer)

8. Kanker leher rahim (Cervical Cancer) 9. Kanker hati (Liver Cancer)

10. Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.

11. Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi (Ectopic Pregnancy) 12. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)

13. Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) 2. Resiko kesehatan mental

Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.

Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam “Psychological Reactions Reported After Abortion” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review (1994).

Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal seperti berikut ini:

1. Kehilangan harga diri (82%) 2. Berteriak-teriak histeris (51%)

(13)

5. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang (41%) 6. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual (59%)

Diluar hal-hal tersebut diatas para wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya. Rasa bersalah tersebut dapat menyebabkan stres psikis atau emosional, yaitustres yang disebabkan karena gangguan situasi psikologis (Hidayat, 2007).

2.2 Kasus Aborsi

MAHASISWI ABORSI PAKAI PIL SAKIT KEPALA

TERNATE, KOMPAS.com — Warga Kota Ternate Utara, Kamis (3/5/2012), dibuat heboh dengan kasus aborsi yang dilakukan seorang mahasiswi di salah satu universitas ternama di Ternate berinisial IK. IK diketahui merupakan anak seorang pegawai di Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai.

IK diketahui hamil bersama kekasihnya J yang juga sebagai salah satu mahasiswa di universitas berbeda di Ternate. Keduanya langsung dibekuk polisi ke Mapolres Ternate, Kamis. Di hadapan penyidik, J mengisahkan, awalnya dia mengajak IK untuk menikah lantaran mengetahui kekasihnya hamil dua bulan.

Namun, IK yang mengaku takut kepada keluarganya memilih menggugurkan kandungan dengan meminum pil sakit kepala yang dicampur dengan minuman bersoda. Namun, diduga IK tidak hanya mengaborsi sendiri dengan cara meminum obat sakit kepala dicampur minuman bersoda. “Waktu saya datang ke rumahnya, semua sudah bersih (sudah diaborsi),” ungkap J.

(14)

Warga makin heboh saat aroma tindakan tak terpuji itu mulai terungkap. J dan IK bahkan sempat menjadi amukan beberapa anggota keluarganya. Petugas polisi baru mengetahuinya pada Kamis ini, dan langsung membekuk keduanya ke Mapolres Ternate.

“Kita belum bisa berikan keterangan karena masih dalam penyelidikan,” ucap seorang penyidik. Untuk kepentingan penyelidikan, sang mahasiswi ini dibawa ke rumah sakit guna menjalani visum. “Agar bisa dipastikan apakah yang digugurkan itu janin atau ari-ari,” tambah petugas penyidik tersebut.

Editor :

Aloysius Gonsaga Angi E

2.3 Pembahasan

Kasus aborsi di atas merupakan kasus aborsi illegal. Karena dilakukan atas dasar malu atau takut terhadap keluarga pelaku, bukan dari saran dokter karena janin memiliki kelainan atau membahayakan kesehatan si ibu. Selain itu, proses aborsi yang dilakukan pun tidak sesuai bidang kedokteran dengan meminum pil sakit kepala bercampur minuman bersoda.

(15)
(16)

BAB III ROLE PLAY

A. Judul : Aborsi

B. Sinopsis : Anes dan Soni adalah sepasang remaja SMA yang sedang menjalin cinta.

Keduanya terbelenggu dalam indahnya cinta yang semu. Keduanya berjanji sehidup semati dan menjaga cinnes mereka. Namun dalam perjalanan cinnes mereka, terjadilah hal yang tidak diinginkan. Anes dan Soni melakukan hubungan layaknya suami istri yang menyebabkan Anes hamil.

C. Pemeran:

Kelompok A Kelompok B

1 Teman klien Amson Megian Dela Wahyu Kusuma

2 Dokter Awal Ludin Diki Aryadi

3 Perawat Aderia Damayanti Danu Priambodo

4 Klien Anesia Putri Dwi Koernia Putri

5 Kekasih klien Ahmad Soni Saputra Edo Andika 6 Teman klien Annisa Murya Dewi Diah Ayu Sari

7 narator Arif Syaepudin Edi Julianto

D. Skenario

Adegan 1

Anes : “Soni, aku mau ngomong sesuatu sama kamu.” Soni : “mau ngomong apa Nes?”

Anes terdiam sejenak sambil menundukkan kepala. Lalu dengan keberanian dia menganeskan hal yang mungkin tidak ingin Soni dengar.

Anes : “Aku telat 3 bulan” (sambil meneteskan sedikit air mata dipipinya) Soni : “Maksud kamu apa Nes?”

Anes : “Aku hamil son!!” (nesngis pecah)

(17)

mencoba meyakinkan apa yang baru saja dia dengar) Anes : “aku gak bercanda Son. Ini semua kenyanesan.”

Soni : “tapi itu gak mungkin terjadi. Kita Cuma ngelakuin itu sekali, jadi mana mungkin kamu bisa hamil secepat itu?”

Anes : “aku juga gak tahu kenapa hal ini bisa terjadi. Aku bingung harus gimana Son.” (Anes terus saja menangis)

Soni : “aaaaa…kamu jangan menangis terus dong Nes, aku jadi tambah pusing.”

Anes : “Aku gak mau anak ini, Son. Aku gak ingin semua ini terjadi. Kamu harus

tanggung jawab.” (sambil menangis didepan Soni)

Soni : “Ini bukan cuma tanggung jawabku tapi ini nesnggung jawab kita berdua.”

Mereka berdua terdiam tanpa kanes dan ssayak dengan pikiran mereka masing-masing.

Soni : “kita gugurin aja janin itu.”

Anes : “apa? Gila kamu ya Son? Kamu harusnya nesnggung jawab bukannya malah membunuh anak kamu sendiri.”

Soni : “loh..bukannya kamu sendiri yang bilang kalau kamu gak mau anak itu? Aku Cuma nurutin kanu karna aku juga gak mengharapkan anak itu ada.”

Anes : “tapi kan bukan seperti itu caranya Son!”

Soni : “sekarang kamu pikir baik-baik. Kita masih kelas 2 SMA, kita masih harus sekolah dan apa kamu mau kita berdua dikeluarin dari sekolah kalau kamu ketahuan hamil? Apa kamu juga mau merelakan waktumu untuk main hanya untuk mengurus anak yang gak kita harapkan itu?”

Anes hanya terdiam sambil menangis tersedu-sedu mendengar kanes-kanes Soni.

(18)

meninggalkan Anes yang masih duduk terdiam tanpa tahu harus bagaimana)

Adegan 2

Keesokan harinya. Anes menangis sendiri di dalam kelas dan danesnglah sahabat terdekatnya, Annisa. Annisa mendekati Anes yang sedang menangis.

Annisa : “Anes, kamu kenapa menangis?” Amzein :”iya nes kamu kenapa?”

Anes : “Aku gak apa-apa kok Nis zen.”

Annisa : “gak mungkin kamu menangis tanpa sebab. Aku kenal kamu udah lama dan aku tahu gimana kamu kalau lagi ada masalah. Jangan coba bohong sama aku Nes.”

Anes : “kamu benar Nis. Aku lagi ada masalah dan aku gak punya jalan keluarnya.” (Anes menangis sambil memeluk Annisa)

Amzein :”tuhkan kamu kenapa sih?”

Annisa : “gak ada masalah yang gak ada jalan keluarnya Nes. Cerita lah sama aku, siapa tahu aku bisa bantu kamu.”

Anes : “aku malu mau cerita sama kamu Nis, zein. Aku merasa udah gak pantes jadi sahabat kamu.”

Annisa : “apa yang bikin kamu malu? Cerita aja semuanya. Aku bisa terima apapun

keadaan kamu dan kita tetep jadi sahabat selamanya.”

Anes : “aku gak tahu harus mulai darimana untuk menceritakan semua ini.” (sambil terus menangis)

Annisa : “pelan-pelan aja kamu ceritanya. kita dengerin baik-baik kok.”

Anes terdiam sejenak dan mengatur nafasnya agar ia bisa menceritakan apa yang telah terjadi kepada sehabatnya itu. Dan perlahan Anespun mulai bercerita.

Anes : “aku melakukan itu.” (anes memulai ceritanya dengan sisa air matanya)

Annisa : “melakukan apa Nes?” (ekspresi bingung)

(19)

Annisa : “maksud kamu, kamu udah melakukan hubungan intim?” (kaget dan tidak percaya)

Amzein :”ya gak mungkinlah nis” Anes “tapi iya zen” (menutup muka) Anissa :”bener itu nes?”

Anes : “iya Nis. Aku khilaf, aku terbujuk rayuan setan, aku gak sadar udah sejauh itu nis dan sekarang aku udah telat 2 bulan.”

Annisa : “apa? Telat 3 bulan nes?” (sedikit berteriak)

Anes :”pelan-pelan dong Nis, nanti pada tahu. Iya Annisa. Aku positif hamil.” (menangis tersedu-sedu)

Annisa : “ya ampun Nes, kenapa bisa jadi kayak gini? Terus apa yang mau kamu lakukan?”

Anes : “Soni nyuruh aku gugurin kandungan ini, Nis.” Amzein :”mau aku samperin dia nes, seenaknya dia bilang gitu”

Annisa : “Apa ?, udah dapet enaknya sekarang gak mau nesnggung jawab.” Anes : “aku bingung Nis, zein, aku gak tahu harus gimana sama janin ini.

Aku gak mengharapkan dia ada dirahim aku secepat ini tapi aku juga gak mau membunuh dia.”

Annisa : “gimana ya? Kalau udah kayak gini kamu harus cepat mengambil keputusan dan aku harap itu keputusan yan tepat untuk kamu, Soni dan juga janin kamu.”

Anes : “aku benar-benar bingung Nis. Soni ngotot minnes aku gugurin kandungan ini.”

Annisa : “kamu jangan Cuma manut sama dia, kamu harus pikirin ini baik-baik. Kalau menurut aku, kamu harus tenesp lanjutin kehamilanmu walaupun resikonya masa depanmu terancam.”

Anes : “tapi Soni maksa aku Nis.”

Annisa : “udah gak usah ikutin kata dia. Besok kamu ikut aku ketempat tetanggaku, dia seorang dokter, insyaallah dia bisa bantu kamu menyelesaikan masalah ini.”

Anes : “iya Annisa. Makasih banget ya.”

(20)

Keduanya berpelukan dan bel masukpun berdoknyi nesnda dimulainya pelajaran hari itu.

Adegan 3

Keesokan harinya adalah hari minggu. Annisa mengajak Anes pergi ke klinik yang rumahnya tidak jauh dari rumah Annisa. Awalnya Anes ragu, namun Annisa berusaha untuk meyakinkan Anes dan akhirnya Anes mau menuruti darinya.

Anes : “kamu yakin ngajak aku kesini?”

Annisa : “yakin banget Nes. Kamu gak usah malu dan canggung sama dokter.”

Kemudian Annisa mengetuk pintu rumah dokter Awal.

Annis a : “selamat siang, sus.”

Perawat : “selamat siang mbak. Ada yang bisa saya bantu?.” Annis a : “dokter Awalnya ada di tempat sus?.”

Perawat : “kebetulan dr. Awal sedang keluar sebentar” Annisa : “oh begitu ya sus. Kira-kira lama gak ya sus?”

Perawat :”beliau sedang dalam perjalanan pulang mbak, mbak silahkan tunggu saja”

Annisa :”iya sus terima kasih ya sus” Perawat :Iya sama- sama mbak”

30 menit kemudian dr.Awal datang

Perawat : “selamat siang dok, maaf dok ada pasien yang sudah menuggu dokter”

dokter “iya sus suruh masuk ruangan saya” perawat :”baik dok”

(21)

Di ruang Dokter Awal

Dokter : “bagaimana Annisa, apa yang bisa saya bantu?”

Annisa : “begini dok, sebenarnya teman saya yang ingin konsultasi sama dokter. Dia baru ditimpa masalah dok.”

Dokter : “oyaya…siapa nama kamu mbak?”

Anes : “nama saya Anes, dok. Saya teman sekolahnya Annisa.”

Dokter : “bagaimana mbak Anes, apa yang bisa saya bantu? Ada keluhan apa?” Anes : “saya malu dok mau cerita sama dokter. Masalah saya ini terlalu

memalukan untuk diceritakan.”

Annisa : “Anes, jangan bilang kayak gitu dong. Udah cerita aja sama dokter. Beliau lebih mengerti hal yang kamu alami sekarang.”

Anes : “iya iya,Nis. Sebentar to, aku belum siap.”

Dokter : “yasudah kalian jangan ribut. Sekarang minum dulu dan tenangin pikiran kamu, saya bisa menunggu sampai kamu siap untuk cerita sama saya.”

Anes : “iya dok, terima kasih.”

Setelah mereka meminum minuman yang diberikan Dokter Awal dan menenangkan pikiran, akhirnya Anes siap untuk menceritakan masalah yang sedang dihadapinya kepada dokter Awal.

Dokter : “gimana Anes, udah agak tenang?” Anes : “iya dok, sudah lumayan tenang.”

Dokter : “bagaimana, apa yang sedang kamu alami?”

Anes : “jadi begini dok, saya sudah telat 3 bulan dan kemarin saya cek ternyata positif.” (Anes mulai menitikan air mata)

Dokter : “ya,lanjutkan ceritamu Anes.”

(22)

menolak kehadiran anak itu.”

Anes : “sebenarnya saya sedang bingung dok, kemarin pacar saya meminta saya menggugurkan kandungan ini dan dia sangat ngotot dok. Saya tidak ingin jadi pembunuh tapi saya juga tidak ikhlas menerima dia, saya masih ingin menikmati masa muda saya seperti Annisa dan teman-teman saya yang lain dok. Sekarang saya harus bagaimana dok? Saya bingung dan gak tahu harus bagaimana.”

Dokter : “sabar Anes, saya paham betul apa yang sedang kamu alami sekarang. Jangan bingung dan jangan putus asa. Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Tuhan memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan hamba-Nya.Semua ini sudah terjadi dan kenyanesan ini harus kamu hadapi dengan ketegaran hati. Sekarang, apa kamu udah memikirkan apa yang terjadi bila anak dalam kandungan itu kamu gugurkan seperti keinginan pacarmu dan juga apa yang terjadi bila kamu mempertahankan anak itu?” (sambil duduk mendekati Anes) Anes : “iya dok, saya sedang berusaha tegar dengan kesabaran saya. Saya

belum memikirkan semua itu dok, saya masih bingung mengambil keputusan yang terbaik.”

Dokter : “begini Anes, mungkin sekarang kamu sedang dalam posisi yang sulit tapi kamu bisa mengatasi semua ini dengan berbagai pertimbangan yang dapat membuat keadaan lebih baik. Semua ini sudah terjadi, telah ada janin dalam rahim kamu dan sudah selayaknya kamu merawat janin itu hingga ia lahir. Walaupun kamu masih berusia cukup muda tapi sekarang kamu sudah menjadi calon saya dan janin dalam rahim kamu itu sudah mempunyai hak untuk hidup. Jika kamu ingin menggugurkannya, maka kamu akan merebut hak hidupnya dan hal itu sangatlah tidak disukai atahu bahkan diharamkan oleh Tuhan. Menurut kesehatanpun hal itu sangat tidak dianjurkan karena banyak resiko fisik dan mental bagi seseorang yang melakukan aborsi.”

(23)

bisa membantu kamu dalam mengambil keputusan. Kalau kamu tetap ingin menggugurkan kandunganmu, maka akan ada resiko untuk kesehatan fisik dan mentalmu. Kamu bisa saja mengalami kematian akibat perdarahan yang hebat atau pembiusan yang gagal. Bukan hanya itu, kamu juga bisa mengalami rahim yang sobek, kerusakan leher rahim yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya, kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita) , kanker indung telur, kanker leher rahim, kanker hati, kelainan pada plasenta/ari-ari yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya dan bisa juga menjadi mandul, infeksi rongga panggul, dan juga nfeksi pada lapisan rahim.”

Anes : “apakah sebegitu mengerikannya resiko yang akan saya terima dok?”

Dokter : “saya tidak menakut-nakuti kamu, Anes, tapi saya hanya

menyampaikan apa yang saya tahu. Sekarang coba kamu pikirkan, apakah kamu akan tenang jika janin itu berhasil kamu gugurkan? Apa kamu tidak akan merasa dihantui oleh anak itu?”

Anes : “saya tidak tahu dok, saya jadi takut menggugurkan bayi ini.

Bagaimanapun juga dia anak saya dok. Tapi apa saya sanggup jika harus membesarkan anak ini dengan keadaan saya yang seperti ini? Sedangkan ayah dari anak ini tidak ingin anak ini bertahan di rahim saya.”

Dokter : “Anes, kamu tidak perlu khawatir dengan hal itu. Kamu lihat

(24)

Anes : “apakah orangtua saya akan menerima keadaan saya yang seperti ini dok? Saya sudah membuat mereka sangat kecewa. Saya takut mereka tidak menganggap saya anak mereka lagi. Dan juga bagaimana sekolah saya dok?” (Anes kembali menangis)

Dokter : “insyaallah hal itu tidak akan terjadi. Bagaimanapun keadaan kamu, kamu tetap anak mereka dan lambat laun mereka juga akan menerima anak dalam kandungan kamu sebagai cucu mereka. Bicaralah baik-baik pada mereka berdua, beri mereka penjelasan apa yang sudah terjadi padamu.dan masalah sekolahmu, kamu bias melanjutkan setelah anak itu lahir dan kamu bias tetap menggapai cita-citamu.”

Anes : “baiklah dok Dokter, saya akan mencobanya dan saya akan berusaha mempertahankan anak ini. Apapun kendala yang akan saya hadapi saya akan mencoba menghadapinya.”

Dokter : “iya, saya harap kamu bisa mengambil keputusan yang tepat untuk masa depanmu dan anakmu.”

Anes : “iya dokter, terimakasih adok atas masukannya dan terimakasih sudah mau mendengarkan cerita saya ini.”

Dokter : “iya Anes, sama-sama. Sudah kewajiban saya menjadi seorang dokter untuk membantu kaum wanita dan memberinya motivasi.”

Annisa : “yasudah kalau begitu terimakasih ya dok dokter. Maaf jika kami menyita waktu saya.”

Anes : “iya dok, sekali lagi terimakasih dan kami mohon pamit.”

(25)

Dokter : “selamat siang..”

Anes telah mendapatkan penjelasan dari dokter Awal dan kini ia sudah yakin dalam menentukan keputusan yang akan ia ambil untuk masalahnya tersebut.

(26)

3.1 Kesimpulan

Aborsi dapat dikatakan sebagai pengguguran kandungan yang di sengaja dan saat ini menjadi masalah yang hangat diperdebatkan. Klasifikasi abortus atau aborsi berdasarkan dunia kedokteran, yaitu: abortus spontanea, abortus provokatus, abortus habitualis, missed abortion dan abortus septik. aborsi dapat terjadi karena beberapa sebab,yaitu: kelainan pertumbuhan hasil konsepsi, kelainan pada plasenta, faktor maternal, kelainan traktus genitalia dan malu (aborsi ilegal).

Berdasarkan asas autonomy (otonomi), keputusan aborsi yang diambil pada kasus aborsi adalah hak klien (orang yang melakukan aborsi). Tetapi, pada kasus aborsi ilegal seperti contoh, hal tersebut melanggar asas beneficience (asas manfaat / berbuat baik) sebab, aborsi ilegal bukan perbuatan baik dan dapat membahayakan kesehatan pelaku aborsi tersebut.

3.2 Saran

Saran penulis, seorang perawat yang sedang merawat klien yang akan melakukan aborsi, hendaknya ciptakan suasana yang membuat klien dapat berdiskusi secara terbuka tentang aborsi, agar tidak terjadi pelanggaran terhadap asas-asas yang ada.

(27)

o Hidayat, A.A. Alimul. 2007. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta:Salemba Medika.

o Ismani, Nila. 2000. Etika Keperawatan. Jakarta:Widya Medika.

o Magnis, Franz Dr. Suseno. 1989. Etika Dasar/ Masalah-masalah pokok filsafat moral, Yogyakarta : Pustaka Filsafat.

o Mansjoer, Arif., Kuspuji T.,dkk. 2010. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1. Jakarta:Media Aesculapius.

o Mansjoer, Arif., Kuspuji T.,dkk. 2010. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2. Jakarta:Media Aesculapius.

o Mohammad, Kartono. 1998. Kontradiksi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan

o Potter, Patricia A. dan Anne G. Perry. 2010. Fundamental Keperawatan Buku 2. Jakarta:Salemba Medika.

Sumber Online:

o Aborsi.org. 2004. Resiko Aborsi. Alamat : http://www.aborsi.org/resiko.htm.

Referensi

Dokumen terkait

Hak atas ”privacy” dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya kecuali apabila ditentukan berbeda menurut peraturan yang berlaku Hak untuk memperoleh

Menurut salah satu ibu-ibu yang pernah menderita penyakit sipilis tersebut mengatakan bahwa obat penyakit sipilis wanita yang terbaik adalah pada diri sendiri?.

Prognosis adalah perkiraan kemungkinan yang akan dihadapi penderita berdasarkan perjalanan penyakit yang dipengaruhi oleh tindakan yang pernah diberikan. Prognosis akan lebih

Selanjutnya dikatakan pula dalam al-Qur’an bahwa (pria adalah pemimpin bagi wanita) dan wanita (isteri) itu mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara

Untuk mengetahui secara pasti bahwa seorang wanita dapat ditempatkan pada tempat calon isteri dalam rukun nikah secara hukum terutama bagi wanita yang sebelumnya pernah

Dosen mempersilahkan kelompok mahasiswa yang ditugaskan untuk melakukan presentasi dan membahasnya di depan kelas. Melakukan tanya jawab dengan

Jika timbul kemungkinan besar bahwa diperlukan arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan suatu unsur yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai kewajiban

HALAMAN PENGESAHAN Skripsi yang berjudul: PENGARUH DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS ANGGOTA KOPERASI WANITA SETIA BHAKTI WANITA SURABAYA Yang dipersiapkan dan disusun