• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN AGAMA PADA MASA REMAJA TENG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERKEMBANGAN AGAMA PADA MASA REMAJA TENG"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN AGAMA PADA MASA REMAJA

TENGAH

Dosen Pengampu : Muna Erawati S.Psi, M.Si

Disusun Oleh :

M. Fauzil „Adzim (111

-14-120)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

(2)

BAB I

PENDAHULUHAN

A. Latar Belakang

Kehidupan remaja tengah kita saat ini sering dihadapkan pada berbagai masalah yang amat banyak yang tentunya sangat perlu mendapatkan perhatian kita semua. Salah satu masalah tersebut adalah semakin turunnya tatakrama kehidupan sosial dan etika moral remaja tengah dalam praktek kehidupan, baik dirumah, sekolah maupun lingkungan sekitarnya. Itu mengakibatkan timbulnya efek negatif di masyarakat yang akhir ini semakin merisaukan. Semakin banyaknya penyimpangan di berbagai norma kehidupan, baik agama maupun sosial. Dan itu terwujud dalam bentuk-bentuk perilaku antisosial seperti tawuran, pencurian, pembunuhan, pilok-pilokan lulusan sekolah serta perbuatan amoral lainnya.

Perubahan zaman telah mengubah gaya hidup para remaja tengah, terutama di kota-kota besar. Kebanyakan remaja sekarang sangat aktif melahap media. Dari media itulah remaja sangat gampang terpengaruh. Remaja sangat diperlukan adanya pemahaman, pendalaman serta ketaatan terhadap ajaran-ajaran agama yang dianut.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian remaja tengah ?

2. Apa saja masalah-masalah yang dihadapi pada masa remaja tengah ? 3. Bagaimana perkembangan jiwa remaja tengah ?

(3)

C. Tujuan Masalah

1. Definisi remaja tengah

2. Mengetahui masalah-masalah yang dihadapi pada masa remaja tengah 3. Mengetahui perkembangan jiwa pada remaja tengah

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

REMAJA TENGAH

1. Pengertian Remaja Tengah

Remaja berasal dari kata istilah Latinya “puber” berasal dari “pubes berarti rambut-rambut kemaluan, yang menandakan kematangan fisik (Singgih D.Gunarsa, 1995 : 201). Masa remaja tengah adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak yang sudah tercapainya masa persiapan fisik dan menuju masa persiapan diri, yakni dari umur 15 sampai 18 tahun. Remaja tengah harus benar-benar bisa mempersiapkan dirinya, karena ini yang menentukan baik dan buruknya moral seorang remaja menuju masa dewasa besok.

Pada masa ini remaja mengalami penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga sangat mudah menyimpang dari norma-norma sosial dikalangan masyarakat. Terkadang sikap dan tingkah laku bila tidak dapat dikontrol akan terjerumus pada suatu hal yang negatif. Hal ini sangat mengacu pada remaja agar dapat mempersiapkan dan mencari jati dirinya dengan baik.

(5)

Dalam ajaran agama Islam remaja di istilahkan dengan sebutan Baligh, karena tidak dikenal secara khusus batasan usia remaja. Dalam bahasa Arab pengertian remaja dapat dikategorikan dengan kata (

ب

اَش

) yang artinya pemuda. Unsur baligh yang memisahkan antara kesempurnaan dan kekurangan akal. Seseorang dapat membedakan antara baik dan buruknya tingkah laku.

Dalam masa pralihan ini, remaja menjalani dalam kehidupan, perasaan dan emosi yang sangat dahsyat. Ketidakstabilan tersebut begitu nampak jelas dalam berbagai aspek. Untuk itu remaja butuh perhatian, bimbingan orang tua, guru dan masyarakat sosial sangatlah penting.

2. Masalah Remaja Tengah dan Pembinaanya

Masalah Remaja Tengah

Masalah remaja tengah sebenarnya bukanlah masalah baru dan bukan pula masalah satu bangsa saja, tapi masalah yang dihadapi oleh beberapa bangsa. Bahkan setiap manusia diberi oleh Allah umur sampai melewati masa remaja. Karena ini menyangkut semua aspek kehidupan dari setiap orang pasti melewati masa tersebut jika dikehendaki Allah SWT, mulai dari aspek jasmani sampai kepada aspek rohani (mental). Hanya saja segi-segi yang menonjol pada masa tersebut diberbagai bangsa itu berbeda-beda. Sehingga menimbulkan perbedaan dalam pemahaman tentang remaja itu (Daradjat Z, 1976 : 113).

(6)

a. Masalah yang menyangkut jasmani

Pada permulaan masa remaja tengah mengalami perubahan jasmani sangat cepat, dari masa kanak-kanak menuju ke masa dewasa. Pertumbuhan jasmani yang sangat cepat, membawa goncangan bagi remaja tengah. Dengan berubahnya kelenjar-kelenjar pada tubuh yang berganti antara kelenjar kanak-kanak dengan kelenjar dewasa. Prores pergantian tersebut mengakibatkan pertumbuhan seks pada remaja tersebut, dengan tanda-tandanya haidh dan mimpi.

b. Masalah hubungan dengan orang tua

Orang tua masih memperlakukan anaknya seperti biasa yang mereka lakukan lakukan, serta kurangnya pengertian terhadap anak tentang perubahan yang sedang dilaluinya tersebut. Itu yang seringkali menimbulkan kekecewaan terhadap remaja.

c. Masalah akhlak

Zaman sekarang ini kita melihat kelakuan remaja tengah semakin memprihatinkan. Dimana-mana ada sebagian anak remaja yang tidak mempunyai akhlak sama sekali. Sekarang narkoba telah menjadi tradisi, berjudi menjadi budaya dan pacaran sudah hal yang lumrah dimata remaja sekarang. Itu semua disebabkan adanya pengaruh-pengaruh buruk melalui berbagai macam media yang canggih.

Pembinaan Remaja

(7)

a. Meningkatkan pengertian remaja akan dirinya

Remaja hendak memahami pertumbuhan jasmaninya yang relatif singkat, tidak stabil atau kurang serasi itu. Begitu juga dengan orang tuanya dapat memahami pertumbuhan jasmani anaknya dan tidak melempar perkataan atau tindakan yang menyebabkan kecemasan bertambah. Orang tuanya harus dapat meyakinkan bahwa pertumbuhan yang dilaluinya itu kehendak Allah, serta dia dapat menunggu masa pertumbuhan tersebut sempurna dalam bebarapa tahun mendatang. b. Menciptakan hubungan yang harmonis dengan orang tua

Hubungan harmonis dan sikap terbuka dengan orang tua akan memudahkan bimbingan dan pembinaan remaja. Apabila anak memiliki masalah yang dirasakan dapat dicurahkan secara terbuka kepada orang tuanya. Dan orang tuanya dapat menaggapi dan membantunya dalam menghadapi masalah tersebut. Akan tetapi jika hubungan mereka kurang baik, maka dia (remaja) akan mencari orang untuk mencurahkan masalah atau perasaan cemas dari jiwanya. Keadaan ini dapat memicu hal-hal yang negatif mudah masuk.

c. Bimbingan pendidikan Agama dan Sosialisasi masyarakat

(8)

Iman dan akhlak, remaja dapat mengontrol dengan sendirinya dengan baik.

Setiap remaja ingin merasa dirinya berguna dan berharga dalam masyarakat lingkungan. Karena itu maka remaja hendaknya aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Supaya mereka dapat bergerak dalam masyarakat sosial yang cocok dengan bakat dan kemampuanya.

3. Perkembangan Jiwa Remaja Tengah

Perkembangan adalah perubahan bersifat kualitatif yang terus-menerus secara tetap yang berhubungan dengan jasamani, mental, intelektual dan lain-lain. Sedangkan pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif yaitu dalam struktur dan ukuran tubuh remaja. Perkembangan dan pertumbuhan itu saling berkaitan, karena pertumbuhan fisik seorang remaja itu juga diikuti dengan perkembangan jasmaninya, tetapi terkadang tidak seimbang.

Syamsu Yusuf (Dalam Syafaat Aat, Sahrani & Muslih, 2008 : 103-106) mengemukakan bahwa pada masa remaja terjadi beberapa perkembangan diantaranya sebagai berikut.

a. Perkembangan Fisik

Pada masa ini remaja mengalami berbagai perubahan fisik. Perubahan fisik berhubungan dengan perkembangan dan kematangan seksual. Masa remaja juga merupakan salah satu diantara dua masa rentangan kehidupan untuk menuju masa dewasa. Masa pertama terjadinya pada masa pranatal dan bayi.

(9)

Perkembangan intelektual seorang remaja tengah sudah mencapai tahap operasi formal. Yang mana remaja dapat berpikir logis tentang berbagai gagasan yang bersifat abtrak. Remaja dapat memecahkan masalah secara sistematis dan ilmiah daripada berpikir sekara konkret (nyata).

Pertumbuhan fisik seorang remaja terutama organ-organ seksual yang mempengaruhi perkembangan emosi (perasaan). Itu semua merupakan puncak emosional seorang remaja. Dan mendapatkan dorongan yang baru dialaminya seperti perasaan cinta, rindu dan keinginan untuk berkenalan dengan lawan jenis.

c. Perkembangan Sosial dan Moral

Semenjak mereka memasuki masa remaja dan meninggalkan masa kanak-kanak yang penuh bergantungan, mereka mulai ada peningkatan kepada lingkungan sekitar. Pada permualaan masa remaja, mereka tertarik untuk bergaul dengan teman-teman sebaya. Karena mereka butuh teman curhat untuk membicarakan tentang keadaan dirinya yang sama-sama mengalami perubahan tersebut. Mereka sangat gampang terpengaruh oleh teman dan lingkungan dimana mereka tinggal.

Mereka juga muncul dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat dinilai baik oleh orang lain atau sebaliknya. Biasanya remaja berperilaku untuk memenuhi kebutuhan fisik dan psikologisnya. Oleh karena itu kebutuhan fisik dan psikologis saling berkaitan.

d. Perkembangan Kepribadian

(10)

Karena kepribadian merupakan sistem yang dinamis dari fisik, sikap kebiasaan yang menghasilkan tingkat konsistensi respons yang berbeda-beda. Faktor-faktor terjadinya perubahan kepribadian pada masa remaja tengah, meliputi :

1) Mendapatkan pertumbuhan fisik yang menyerupai dewasa, maka remaja harus bisa menerima keadaan fisiknya tersebut.

2) Kesadaran diri, keinginan untuk mengarahkan diri dan mengevaluasi kembali tentang standar (norma) tujuan cita-citanya.

3) Kematangan seksual yang disertai dengan dorongan-dorongan dan emosi (perasaan) baru.

4) Kebutuhan menjalin persahabatan yang bersifat heteroseksual (ketertarikan seksual), berteman dengan teman pria atau wanita. 5) Munculnya konflik sebagai dampak dari masa transisi seorang remaja

(11)

PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI REMAJA

TENGAH

1. Pentingnya Pendidikan Agama Islam Bagi Remaja Tengah

Nasir Sahilun A (Dalam Syafaat Aat, Sahrani & Muslih, 2008 : 15-16) mengemukakan bahwa,

“Pendidikan Agama Islam adalah suatu usaha yang sistematis dan pragmatis dalam membimbing anak didik yang beragama Islam. Supaya ajaran-ajaran Islam itu benar-benar menjiwai dalam dirinya. Dapat menyakini kebenaranya, menjadi pedoman hidupnya, menjadi pengontrol perbuatanya, pemikiran dan mental."

Pendidikan agama Islam itu sangat penting bagi masa remaja tengah. Remaja tengah membutuhkan pengajaran dan bimbingan tentang pendidikan agama Islam. Dan nilai-nilai Islam juga harus ditumbuhkan dalam diri remaja memalui proses transformasi pendidikan. Supaya remaja dapat memahami, menghayati serta menjadikan pendidikan tersebut sebagai jalan kehidupan mereka, baik kehidupan pribadi maupun kehidupan masyarakat.

(12)

2. Fungsi dan Prinsip Pendidikan Agama Islam bagi Remaja

Tengah

Pada saat seseorang menginjak masa remaja tengah, mereka akan mengalami kegoncangan jiwa yang tidak mudah untuk mengatasi. Karena itu pendidikan Agama dapat membantu para remaja dalam menghadapi berbagai macam masalah yang dihadapi dalam hidupnya tersebut.

Pendidikan agama hendaknya dapat mewarnai kepribadian remaja. Pendidikan agama itu benar-benar mencerminkan dalam sikap, tingkah laku, cara berpakaian, berbicara, menghadapi persoalan dan keseluruhan pribadinya. Sehingga pendidikan agama tersebut akan menjadi pengendali dan dapat menentramkan batin dalam kehidupannya dikemudian hari apabila pendidikan agama itu tumbuh dan berkembangan dalam pribadi remaja.

Fungsi pendidikan Islam yang sekaligus suatu proses sosialisasi pada lingkungan atau lembaga pndidikan lembaga keluarga, menurut Zakiah Darajat (Dalam Syafaat Aat, Sahrani & Muslih, 2008 : 173-174), antara lain sebagai berikut.

a. Pembekalan, yaitu untuk membimbing anak dalam menentukan

akhlak.

b. Penerangan, yaitu membantu anak untuk mengetahui prinsip-prinsip

dan hukum agama agar dalam melakukan sesuatu sesuai dengan ajaran agama.

c. Perbaikan, yaitu untuk menolong anak dalam membina akidah yang

(13)

d. Penyandaran, yaitu untuk memberikan pemeliharaan remaja agar

memahami dan mampu menjaga kesehatan, baik jasmani maupun rohani.

e. Pengajaran, yaitu menyiapkan peluang untuk mengamalkan nilai-nilai

agama dan akhlak dalam kehidupan remaja tengah.

Beberapa prinsip-prinsip pendidikan Islam yang menjadi pokok dasar remaja untuk berpikir, bertindak dan sebagainya.

a. Prinsip yang memandang bahwa segala yang ada dialam ini adalah hasil ciptaan Allah dan tunduk pada mekanisme sebagai sunnahtullah. Oleh sebab itu manusia harus dididik agar mampu menghayati dan mengamalkan nilai-nilai dalam hukum Allah tersebut. Seorang remaja wajib mendasari kehidupannya dengan keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah. Keimanan ini diyakini dengan hati, diucapkan dengan lisan dan dilakukan dengan perbuatan.

b. Prinsip yang memandang manusia sebagai makhluk yang paling mulia, karena manusia memiliki harkat, martabat dan hawa nafsu. Jika seorang remaja dapat menguasai hawa nafsu maka derajatnya dia sama dengan malaikat atau melebihinya. Tetapi, jika ia kalah dengan hawa nafsunya maka derajatnya sama dengan binatang atau lebih rendah darinya. Oleh karena itu mereka ditempatkan pada kedudukan yang mulia. Ini ditegaskan dalam Al Quran :

ميوقت نسحا ىف ناسنلإا انقلخ دقل

Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia itu dalam bentuk yang

(14)

c. Prinsip selanjutnya adalah pandangan bahwa manusia sebagai makhluk sosial yang berarti harus hidup berhubungan dengan sesama manusia dalam suatu ikatan keluarga. Karena umat islam adalah ummatan wahidatan, yang bersatu dalam tali ukhwah

islamiyyah.

Dijelasakan dengan Firman Allah SWT:

َنومح رت مكلعل الله اوقتاو مكيوخأ نيب اوحلص أف ةوخإ نونمؤملا امنا

Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu,

damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah

supaya kamu mendapat rahmat. (QS Al Hujurat : 10)

d. Prinsip moralitas yang memandang bahwa seseorang mampu melakukan nilai-nilai moral agama dalam hidupnya. Tanpa nilai-nilai moral agama, kehidupannya akan menyimpang dari fitrah Allah. Remaja memiliki banyak kecenderungan, yaitu kecenderungan menjadi orang baik dan kecenderungan menjadi orang buruk. Agar tidak cenderung menjadi orang tidak baik, maka remaja harus memiliki nilai-nilai moral. Meletakkan pola dasar pendidikan Islam berarti harus meletakkan nilai-nilai dasar agama dalam mencapai tujuan yang baik.

3. Pandangan Remaja Tengah Terhadap Agama

(15)

terhadap Allah kadang-kadang tidak terasa apabila jiwa mereka dalam keadaan aman tentram dan tenang. Tetapi remaja sangat membutuhkan Allah apabila mereka dalam keadaan gelisah, karena menghadapi bahaya yang mengancam, ketika takut akan gagal ataupun karena merasa berdosa.”

Pandangan remaja terhadap agama tidak bisa dipastikan atau diberi suatu patokan secara pasti, karena setiap pandangan remaja dapat berubah sesuai kondisi kejiwaannya. Apabila kondisi jiwanya stabil maka agama dianggap baik baginya. Sebaliknya, bila kondisi kejiwaannya sedang kacau, maka agama tidak berguna. Namun, semuanya tergantung ajaran agama yang diterima oleh remaja. Artinya bila ajaran agama baik dan kondisi lingkungan mendukung, maka agama selalu dianggap baik dan dibutuhkan.

4. Agama dan Kehidupan Remaja Tengah

Remaja tengah pada satu sisi mempunyai peranan yang sangat penting, karena remaja sebagai generasi penerus bangsa dan agama. Dari dalam diri remaja harus berhadapan dengan kondisi psikologinya, yaitu berada dalam kegoncangan perasaan akibat proses transisi. Disamping itu yang menggelisahkan remaja adalah perbedaan antara nilai-nilai akhlak yang diajarkan oleh agama dalam kelakuan orang dalam masyarakat.

(16)

kurang sopan terhadap orang yang lebih tua, serta gemar berfoya-foya yang tidak ada manfaatnya.

Dalam menghadapi problemnya, para remaja harus memiliki bekal pertahanan berupa kekuatan mental spiritual agama untuk mengatasi masalahnya. Remaja juga membutuhkan nilai-nilai moral dan agama sebagai pedoman dalam menentukan sikap, arah dan haluan dalam mengarungi derasnya samudra kehidupan. Karena saat ini remaja jarang mempunyai pemahaman dan keyakinan yang kuat terhadap agama akan mudah terpengaruh oleh teman dan lingkungan.

Untuk itu, agama berfungsi sebagai terapi bagi jiwa yang gelisah dan terganggu. Agama berperan sebagai pencegah dari gangguan kejiwaan dan merupakan pembinaan mental bagi remaja tengah. Dengan demikian, agama dan keyakinan merupakan kebutuhan jiwa yang penting bagi remaja yang dapat memberikan bantuan untuk melepaskan diri dari goncangan jiwa dan gejolak-gejolak jiwa yang hebat.

(17)

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Remaja Tengah adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak yang sudah tercapainya masa persiapan fisik dan menuju masa persiapan diri, yakni dari umur 15 sampai 18 tahun. Pada masa ini remaja mengalami penuh gejolak emosi dan tekanan jiwa sehingga sangat mudah menyimpang dari norma-norma sosial dikalangan masyarakat. Terkadang sikap dan tingkah laku bila tidak dapat dikontrol akan terjerumus pada suatu hal yang negatif.

Dalam menghadapi problem-problemnya, remaja harus memiliki bekal pertahanan berupa kekuatan mental spiritual agama untuk mengatasi masalahnya. Untuk itu, pendidikan agama Islam sangatlah penting bagi masa remaja tengah. Remaja tengah membutuhkan pengajaran dan bimbingan tentang pendidikan agama Islam. Pendidikan agama berfungsi sebagai terapi bagi jiwa yang gelisah dan terganggu. berperan sebagai pencegah dari gangguan kejiwaan dan merupakan pembinaan mental bagi remaja tengah.

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Darajat Zakiah. (1976). Cet ke-2. Pembinaan Remaja. Jakarta : Bulan Bintang. .(1996). Cet ke-15. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta : Bulan Bintang. D. Gunarsa Singgih & Yulia Singgih D (1995). Cet ke-7. Psikologi Perkembangan

Anak dan Remaja. Jakarta : Gunung Mulia.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan rumusan masalah peran guru pendidikan agama Islam, bentuk-bentuk kenakalan remaja, dan strategi guru pendidikan agama Islam dalam menanggulangi kenakalan

Dengan rumusan masalah peran guru pendidikan agama Islam, bentuk-bentuk kenakalan remaja, dan strategi guru pendidikan agama Islam dalam menanggulangi kenakalan

a. Pertumbuhan pikiran dan mental. Ide dan dasar keyakinan beragama yang diterima remaja dari masa kanak-kanaknya sudah tidak begitu menarik bagi mereka. Sifat kritis

Pendidikan agama Islam sangat penting sekali keberadaannya bagi moral remaja, karena dengan penghayatan pendidikan agama islam dengan baik dapat mengarahkan dan membentuk

Dari pengertian tersebut diatas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa yang di maksud dengan kontribusi Pendidikan Agama Islam pada remaja kelas XI SMA Negeri 14 Makassar

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Karakteristik remaja yang masuk sebagai responden dalam penelitian ini dan hasil kuesioner sebelum serta sesudah diberikan pendidikan Agama Hindu dapat

Mengembangkan keterampilan koping stres yang baik dapat membantu remaja putri dalam menghadapi tantangan hidup dengan lelbih baik dan menjaga keseimbangan emosional KESIMPULAN

Ditemukan hasil yang menunjukkan bahwa ada sebuah proses yang harus dilakukan untuk mendidik, membina dan membimbing remaja karena remaja mengalami berbagai macam perkembangan,