• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah tugas teknologi bahan bangunan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah tugas teknologi bahan bangunan"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNOLOGI BAHAN KONSTRUKSI

TULISAN ILMIAH

Aditya Wisnu Utama 4214210004

Amri Fatur Rahman 4214210011

Arthur Manuputy 4214210015

Bernardus Wetipo 42142110025

Atikah Mulya Fahmi 4214210016

Bahri Wahabi 4214210022

Enggar Pramudyantara 4214210033

Faiz Ramadhan 4214210036

(2)

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat

menyelesaikanmakalah mata kuliah “teknologi bahan konstruksi”. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.

Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah teknologi bahan konstruksi di program studi teknik sipil Fakultas teknik pada Universitas pancasila. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ir Imam Hagni Puspito,mt selaku dosen pembimbing mata kuliah teknologi bahan konstruksi dan kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.

Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

jakarta, januari 2015

(3)

BAB I

1.1 Latar Belakang

Sebagai mana yang kita ketahui bahan konstruki bangunan jalan adalah aspal. semua masyarakat tahu akan material pembuat jalan seperti aspal. Akan tetapi tidak semua material bangunan jalan itu terbuat dari aspal. mengenai aspal . aspal memiliki berbagai macam jenis dan memiliki struktur dari material tersebut dimana kita sebagai pengguna jalan harus tahu dan paham akan material yang digunakan.

1.2 Permasalahan

Banyak permasalahan jalan yang menggunaka material aspal adalah keretakan dan lain lain dan itu bias di cegah dan ada cara untuk menanganinya .

1.3 Makud dan Tujuan

(4)

BAB II

2.1. PENGERTIAN dan DEFINISI

Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive),

berwarna hitam kecoklatan, tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan lapis perkerasan lentur. Aspal berasal dari aspal alam (aspal buton} atau aspal minyak (aspal yang berasal dari minyak bumi). Berdasarkan konsistensinya, aspal dapat diklasifikasikan menjadi aspal padat, dan aspal cair.

(5)

2.2. JENIS ASPAL

Aspal Alam :- Aspal Gunung (Rock Asphalt) ex : Aspal P. Buton

- Aspal Danau (Lake Asphalt) ex : Aspal Bermudez, Trinidad

Aspal alam ada yang diperoleh di gunung-gunung seperti aspal di pulau buton, dan ada pula yang diperoleh di pulau Trinidad berupa aspal danau. Aspal alam terbesar di dunia terdapat di Trinidad, berupa aspal danau. Indonesia memiliki aspal alam yaitu di Pulau Buton, yang terkenal dengan nama Asbuton (Aspal Pulau Buton). Penggunaan asbuton sebagai salah satu material perkerasan jalan telah dimulai sejak tahun 1920, walaupun masih bersifat konvensional. Asbuton merupakan batu yang mengandung aspal. Asbuton merupakan material yang ditemukan begitu saja di alam, maka kadar bitumen yang dikandungnya sangat bervariasi dari rendah sampai tinggi.

Produk asbuton dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu :1) Produk asbuton yang masih mengandung material filler, seperti asbuton kasar,asbuton

halus,asbuton mikro, dan butonite mastik asphalt.2) Produk asbuton yang telah dimurnikan menjadi aspal murni melalui proses ekstrasi atau proses kimiawi

Aspal Buatan :Aspal Minyak

Merupakan hasil destilasio minyak bumi Berdasarkan jenis bahan dasarnya

 Asphaltic base crude oil

 Bahan dasar dominan aspaltic  Parafin base crude oil

 Bahan dasar dominan parafin

(6)

 Bahan dasar campuran asphaltic dan parafin

Berdasarkan bentuknya

Aspal keras/panas (Asphalt cemen)

Aspal yang digunakan dalam keadaan panas dan cair, pada suhu ruang berbentuk padat

*) Aspal keras pada suhu ruang (250 – 300 C) berbentuk padat

*) Aspal keras dibedakan berdasarkan nilai penetrasi (tingkat kekerasannya). *) Aspal keras yang biasa digunakan :

- AC Pen 40/50, yaitu aspal keras dgn penetrasi antara 40 – 50 - AC pen 60/70, yaitu aspal keras dgn penetrasi antara 60 – 79 - AC pen 80/100, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 80 – 100 - AC pen 200/300, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 200-300

*) Aspal dengan penetrasi rendah digunakan di daerah bercuaca panas, volume lalu lintas tinggi.

*) Aspal dengan penetrasi tinggi digunakan untuk daerah bercuaca dingin, lalu lintas rendah.

*) Di Indonesia umumnya digunakan aspal penetrasi 60/70 dan 80/100.

Aspal dingin / Cair (Cut Back Asphalt)

Aspal yang digunakan dalam keadaan dingin dan cair, pada suhu ruang berbentuk cair

*) Aspal cair merupakan campuran aspal keras dengan bahan pencair dari hasil penyulingan minyak bumi

*) Pada suhu ruang berbentuk cair

(7)

1. RC (Rapid curing cut back )

Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan bensin (premium), RC merupakan curback asphal yang paling cepat menguap.

RC cut back asphalt dugunakan sebagai: - Tack coat (Lapis perekat)

- Prime Coat (Lapis resap pengikat) 2. MC (Medium Curing cut back)

Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan minyak tanah (Kerosine). MC merupakan cutback aspal yang kecepatan menguapnya sedang.

3. SC (Slow Curing cut back)

Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan solar, SC merupakan cut back asphal yang paling lama menguap.

SC Cut back asphalt digunakan sebagai: - Prime coat

- Dust laying (lapis pengikat debu)

Cut back aspal dibedakan berdasarkan nilai viscositas pada suhu 600 (makin kental)

ex :

RC 30 – 60 MC 30 – 60 SC 30 – 60 RC 70 – 140 MC 70 – 140 SC 70 - 140

Aspal emulsi (emulsion asphalt)

Aspal yang disediakan dalam bentuk emulsi dandigunakan dalam kondisi dingin dan cair.

*) Aspal emulsi adlah suatu campuran aspal dengan air dan bahan pengemulsi. *) Emulsifer agent merupakan ion bermuatan listrik (Elektrolit), (+) Cation ; (-) Annion.

(8)

*) Partikel aspal melayang-layang dalam air karena partikel aspal diberi muatan listrik.

*) Berdasarkan muatan listriknya, aspal emulsi dapat dibedakan atas ; 1. Kationik

Disebut juga aspal emulsi asam, merupakan aspal emulsi yang bermuatan arus listrik posirif.

2. Anionik,

Disebut juga aspal emulsi alkali, merupakan aspal emulsi yang bermuatan negative.

3. Nonionik,

Merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi, berarti tidak mengantarkan listrik.

*) Yang umum digunakan sebagai bahan perkerasan jalan adalah aspal emulsi anionik dan kationik.

*) Berdasarkan kecepatan pengerasannya aspal emulsi dibedakan atas - Rapid Setting (RS), aspal yang mengandung sedikit bahan pengemulsi sehingga pengikatan cepat terjadi. Digunakan untuk

Tack Coat

- Medium Setting (MS), Digunakan untuk Seal Coat

- Slow Seeting (SS), jenis aspal emulsi yang paling lambat menguap, Digunakan Sebagai Prime coat

Aspal Buton

(9)

Fungsi Aspal Dalam Konstruksi Perkerasan Jalan *) Sebagai Bahan Pengikat:

Memeberikan ikatan yang kuat antara aspal dengan agregat dan antara aspal itu sendiri

*) Bahan Pengisi

Mengisi rongga antara butir-butir agregat dan pori-pori yang ada antara agregat itu sendiri.

Langkah langkah pembuatan jalan aspal

pembersihan dan perataan lahan

(10)

Excavator

setelah lahan dibersihkan kemudian dilakukan pekerjaan perataan tanah dengan menggunakan alat bulldozer

bulldozer untuk memindahkan tanah bekas galian maka digunakan dump truk.

Penghamparan material pondasi bawah

Penghamparan material pondasi bawah berupa batu kali menggunakan alat transportasi dump truk kemudian diratakan dan dipadatkan dengan

(11)

Tandem roller

pekerjaan perataan dengan tandem roller di lakukan lagi pada saat penghamparan lapis pondasi atas, dan lapir permukaan. Pada saat

penghamparan material pondasi dilakukan pekerjaan pengukuran elevasi urugan dengan alat teodolit dan perlengkapanya.

Penghamparan lapis asphalt

setelah lapisan pondasi bawah selesai dikerjakan, proses selanjutnya adalah penghamparan asphalt yang sebelumya sudah dipanaskan terlebih dahulu sehingga mencair. untuk menghamparkan asphalt digunakan alat asphalt finisher

(12)

pekerjaan selanjutnya adalah finishing pemadatan dan perataanjalan raya dengan alat peneumatic roller

jalan raya sudah jadi dengan konstruksi sebagai berikut:

Kelebihan jalan aspal

 Jalan lebih halus, mulus dan tidak bergelombang sehingga enak dalam berkendara.

 Warna hitam aspal memepengaruhi psikologi pengendara menjadi lebih teduh dan nyaman.

 Untuk penggunaan pada jalan dengan lalu lintas kendaraan ringan, jalan aspal lebih murah dibanding konstruksi jalan beton.

(13)

Kekurangan jalan aspal

 Tidak tahan terhadap genangan air, sehingga memerlukan saluran drainase yang baik untuk proses pengeringan jalan aspal pasca hujan atau banjir.

(14)

BAB III

Masalah:

 Menurut Manual Pemeliharaan 1alam No : 03/MN/B/1983 yang

dikeluarkan oleh Direktorat 1enderal Bina Marga, kerusakan jalan dapat dibedakan at as :

1 Retak (cracking) 2 Distorsi (distortion)

3 Cacat permukaan (disintegration) 4 Pengausan (polished aggregate) 5 Kegemukan (bleeding orflushing)

6. Penurunan pada bekas penanaman utilitas (utility cut depression)

Retak (cracking) dan penyebabnya Retak yang terjadi pada lapisan permukaan jalan dapat dibedakan atas:

Retak halus (hair cracking), lebar celah lebih kecil atau sarna dengan 3 mm, penyebab adalah bahan perkerasan yang kurang baik, tanah dasar atau bagian perkerasan di bawah lapis permukaan kurang stabil. Retak halus ini dapat meresapkan air ke dalam lapis permukaan. Untuk pemeliharaan dapat dipergunakan lapis latasir, atau buras. Dalam tahap perbaikan sebaiknya dilengkapi dengan perbaikan sistem drainase. Retak rambut dapat berkembang menjadi retak kulit buaya.

Retak kulit buaya (alligator cracks), lebar celah lebih besar atau sarna dengan 3 mm. Saling merangkai membentuk serangkaian kotak-kotak kecil yang

(15)

jenuh air (air tanah baik). Umumnya daerah dimana terjadi retak kulit buaya tidak luas. Jika daerah dimana terjadi retak kulit buaya luas, mungkin hal ini

disebabkan oleh repetisi beban lalulintas yang melampaui beban yang dapat dipikul oleh lapis an permukaan tersebut. Retak kulit buaya untuk sementara dapat dipelihara dengan mempergunakan lapis burda, burtu, ataupun lataston, jika eelah~ 3 mm. Sebaiknya bagian perkerasan yang telah mengalami retak kulit buaya akibat air yang merembes masuk ke lapis pondasi dan tanah dasar diperbaiki dengan eara dibongkar dan membuang bagian-bagian yang basah, kemudian dilapis kembali dengan bahan yang sesuai. Perbaikan harus disertai dengan perbaikan drainase di sekitarnya. Kerusakan yang disebabkan oleh beban lalulintas harus diperbaiki dengan memberi lapis tambahan. Retak kulit buaya dapat diresapi oleh air sehingga lama kelamaan akan menimbulkan lubang-lubang akibat terlepasnya butir-butir.

Retak pinggir (edge cracks), retak memanjang jalan dengan atau tanpa cabang yang mengarah ke bahu jalandan terletak dekat bahu. Retak ini disebabkan oleh tidak baiknya sokongan dari arah samping, drainase kurang baik, terjadinya penyusutan tanah, atau terjadinya settlement di bawah daerah tersebut. Akar tanaman yang tumbuh di tepi perkerasan dapat pula menjadi sebab terjadinya retak pinggir ini. Di lokasi retak, air dapat meresap yang dapat semakin merusak lapis permukaan.Retak dapat diperbaiki dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir. Perbaikan drainase harus dilakukan, bahu jalan diperlebar dan dipadatkan. Jika pinggir perkerasan mengalami penurunan, elevasi dapat diperbaiki dengan mempergunakan hotmix. Retak ini lama kelamaan akan bertambah besar disertai dengan terjadinya lubang-Iubang.

(16)

bahu atau perkerasanjalan, atau akibat lintasan trucklkendaraan berat di bahu jalan. Perbaikan dapat dilakukan seperti perbaikan retak refleksi.

Retak sambungan jalan (lane joint cracks), retak memanjang yang terjadi pad a sambungan 2lajur lalulintas. Hal ini disebabkan tidak baiknya ikatan sambungan kedua lajur. Perbaikan dapat dilakukan dengan memasukkan campuran aspal cair dan pasir ke dalam celah-celah yang terjadi. Jika tidak diperbaiki, retak dapat berkembang menjadi lebar karen a terlepasnya butir-butir pada tepi retak dan meresapnya air ke dalam lapisan.

Retak sambungan pelebaranjalan (widening cracks), adalah retak memanjang yang terjadi pada sambungan antara perkerasan lama dengan perkerasan pelebaran. Hal ini disebabkan oleh perbedaan daya dukung di bawah bagian pelebaran dan bagian jalan lama, dapat juga disebabkan oleh ikatan antara sambungan yang tidak baik. Perbaikan dilakukan dengan mengisi celah-celah yang timbul dengan campuran aspal cair dengan pasir. Jika tidak diperbaiki, air dapat meresap masuk ke dalam lapisan perkerasan melalui celah-celah, butir-butir dapat lepas dan retak bertambah besar.

Retak refleksi (reflection cracks), retak memanjang, melintang, diagonal, atau membentuk kotak. Terjadi pada lapis tambahan (overlay)yang menggambarkan pol a retakan di bawahnya. Retak refleksi dapat terjadi jika retak pada

perkerasan lama tidak diperbaiki secara baik sebelum

pekerjaan overlay dilakukan. Retak refleksi dapat pula terjadi jika gerakan vertikal/horozontal di bawah lapis tambahan sebagai akibat peru bah an kadar air pada jenis tanah yang ekspansif.Untuk retak memanjang, melintang, dan digonal perbaikan dapat dilakukan dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir. Untuk retak berbentuk kotak perbaikan dilakukan dengan

(17)

Retak susut (shrinkage cracks), retak yang saling bersambungan membentuk kotakkotak besar dengan sudut tajam. Retak disebabkan oleh perubahan volume pada lapisan permukaan yang memakai aspal dengan penetrasi rendah, atau perubahan volume pada lapisan pondasi dan tanah dasar. Perbaikan dapat dilakukan dengan mengisi celah dengan campuran aspal cair dan pasir dan melapisi dengan burtu.

Retak selip (slippage cracks), retak yang bentuknya melengkung seperti bulan sabit. Hal ini terjadi disebabkan oleh kurang baiknya ikatan antara lapis

permukaan dengan lapis di bawahnya. Kurang baiknya ikatan dapat disebabkan oleh adanya debu, minyak, air, atau bend a non-adhesif lainnya, atau akibat tidak diberinya tack coat sebagai bahan pengikat di antara kedua lapisan. Retak selip pun dapat terjadi akibat terlau banyaknya pasir dalam campuran lapisan

permukaan, atau kurang baiknya pemadatan lapis permukaan. Perbaikan dapat dilakukan dengan membongkar bagian yang rusak dan menggantikannya dengan lapisan yang lebih baik.

Solusi;

Solusi pertama

Dipisah antara saluran drainase jalan dan saluran pembuangan air kotor

pemukiman mungkin sulit diterapkan karena selain keterbatasan juga umumnya masalah tersebut terjadi pada daerah terbangun yang cukup padat. Untuk desain pembanguan drainase jalan atau perbaikan drainase jalan perlu memperhatikan kondisi tata guna lahan disekitarnya. Konsekuensinya jika melakukan perbaikan drainase jalan di kawasan padat, perlu dipertimbangkan untuk membuat yang lebih dalam, termasuk sistem inlet-nya untuk mereduksi aliran sampah ikut masuk ke dalam drainase.

(18)

Untuk mengatasi masalah air, memang akhirnya solusinya dengan beton. Musuh utama aspal adalah air, sedangkan air buat beton adalah teman. Dengan air, semen bisa mengeras dan merekat. Kalau di Sipil, ada istilah proses

pematangan semen bereaksi dengan air sehingga menjadi beton yang kuat. Proses ini secara konvensional memerlukan waktu dua minggu lebih. Jadi pada selama itu, beton itu harus dalam keadaan basah, agar proses pematangannya baik. Kalau airnya kurang, kekuatan beton menjadi kurang.

Untuk jalan-jalan yang sering kebanjiran, solusinya adalah menggunakan jalan beton. Walaupun menurut saya pribadi itu ironis. Kenapa bukan sistem

drainasenya yang diperbaiki, tapi malah jalannya yang dibeton. Perbaikan drainase, selain membuat jalan menjadi lebih awet juga membuat lingkungan menjadi bebas banjir. Jalan dibeton memang jadi awet tapi tetap saja kebanjiran. Ironi kan?

Sebenarnya dengan memperbaiki sistem drainase banjirnya bisa hilang, jalannya tetap baik. Ini lebih baik. Tapi mungkin pemerintah punya pendapat yang lain ya. Untuk masalah drainase ini bukan tanggung jawab bina marga. Di situ ada dinas pengairan, tata kota, dan lain-lain. Artinya, untuk urusan drainase di kota itu sudah urusan multi-instansi. Nah, kalau sudah banyak yang terkait seperti ini susah. Kelemahan birokrasi kita adalah masalah koordinasi antar instansi. Kalau kita tinjau lagi, beton itu bagus, tahan banjir, bahkan relatif murah biaya pemeliharaannya. Lamanya proses pembuatan jalan dengan beton menjadi masalah, khususnya di jalan-jalan di kota padat seperti Bandung ini.

Pembuatan jalan menggunakan aspal mulai dari penghamparan sampai siap untuk dilewati kendaraan hanya membutuhkan waktu sekitar dua-tiga jam. Tapi kalau jalan beton, normalnya secara teori dapat lebih dari dua minggu.

(19)

Macet akan bertambah. Inilah kendalanya. Jadi untuk betonisasi, pemda harus mikir dua kali juga. Jangan sampai ada social cost akibat kemacetan yang bertambah karena penutupan jalan dan pengalihan lalu lintas.

(20)

BAB IV

4.1. KESIMPULAN

Material bangunan jalan seperti aspal memiliki suatu komposisi serta struktur tertentu sehingga memiliki karakteristik tertentu .baik dalam hal kekuatan

maupun ketahanan hingga berapa lama . dan dalam pemasangan aspal di jalan menggunakan berbagai macam alat berat. Lalu aspal memiliki beberapa

kelebihan dan kekurangan .

4.2. SARAN

Untuk di jembatan aspal sangat cocok digunakan karena komponennya lebih ringan ketimbang beton, sedangkan untuk di jalan raya aspal memiliki kelibihan dengan permukaannya yang lebih rata katimbang beton yang memiliki

(21)

DAFTAR PUSTAKA

dangzt iman. 2014. Jenis- Jenis Aspal.

http://civilkitau.blogspot.com/2014/03/jenis-jenis-aspal.html

dangzt iman. 2014. Komposisi, Kandungan secara fisik, Fungsi, dan Sifat-sifat Aspal. http://civilkitau.blogspot.com/2014/03/komposisi-kandungan-secara-fisik-fungsi-dan-sifat-sifat-aspal.html

Endarwati setyaningrum. 2011. JENIS KERUSAKAN PADA PERKERASAN LENTUR.http://hanyasebatascatatan.blogspot.com/2011/12/terusan-2.html

Mr.moera.2014. Nama-nama Alat Berat Pembuat Jalan Raya dan

Prosesnya.http://www.kaskus.co.id/thread/52e22ce80d8b4612298b463e/nama-nama-alat-berat-pembuat-jalan-raya-dan-prosesnya

Pt arti sentral global . 2014. Langkah langkah proses pembuatan jalan aspal . http://www.alatberat.com/blog/langkah-langkah-proses-pembuatan-jalan-aspal/

Sipil, media. 2009-2014.Perbandingan jalan beton dan aspal. http://www.ilmusipil.com/perbandingan-jalan-beton-dan-aspal

Sipil, media. 2009-2014 . Proses pembuatan jalan raya. http://www.ilmusipil.com/ proses-pembuatan-jalan-raya

Sugeng . 2013. Contoh susunan makalah yang baik dan benar .

http://dilihatya.blogspot.com/2014/05/contoh-susunan-makalah-yang-baik-dan.html

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian daya tahan aerobik atlet porda bola basket putra Kabuaten Indramayu yang diukur dengan Multystage Fitness Test, atlet yang daya tahan aerobiknya

1) Ease of use (dorongan untuk menggunakan sistem) berkaitan dengan kepuasan dan kenyamanan dalam menggunakan PADE. Indikator tersebut dilihat dari kemudahan yang

Dengan kata lain, sukses terbesar lebih mudah diperoleh bagi mereka yang berkonsentrasi pada e- business untuk menciptakan produk atau jasa yang dapat dijual

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Kemampuan Degradasi Dari

No.  Tiga Sub kelompok yang mengalami inflasi atau kenaikan indeks terbesar pada bulan ini adalah sub kelompok bumbu-bumbuan, sub kelompok transportasi dan sub

Berdasarkan uraian di atas maka apakah kinerja keuangan yang dalam hal ini meliputi liquidity ratio, rasio pertumbuhan , DPS min1, rasio aktivitas , dan ukuran

NIM.. Hal ini berdampak pada tingkat keberhasilan perukyat dalam rukyatul hilal. Judhistira AU dan Binta menerapkan faktor akuitas ini ke dalam visibilitas hilal

Reaktor sakarifikasi berfungsi mengkonversi dekstrin menjadi dekstrosa oleh enzim glukoamilase (amiloglukosidase). Dalam reaktor ini ditambahkan HCl 0,1 M dari tangki F-143