• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKRO & MIKRO MINERAL SUKMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "MAKRO & MIKRO MINERAL SUKMA"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

MAKRO & MIKRO

MINERAL

(3)

Mineral

Mineral

Mineral : adalah unsur

2

dlm tubuh manusia

selain bahan organik dan air.

Klasifkasi :

Mineral makro : mineral yg dibutuhkan tubuh

> 100mg/hari, yaitu: Na, K, Ca, Mg, P, Cl dan

S

Mineral mikro : mineral yg diutuhkan tubuh <

100 mg/hari, yaitu; Fe, Zn, I, Cu, Se, F,Co, Cr,

Mo.

(4)

Fungsi Umum :

memelihara fungsi tubuh, dari Tk. Sel s/d

organ.

Metabolisme : kofaktor aktiftas enzim

mengatur pekerjaan enzim.

Keseimbangan asam - basa

membentu

trnsfer

ikatan

2

melalui

mebrans sel,

memelihara kepekaan otot, syaraf thd

(5)

Mineral makro

Mineral makro

Natrium (

Natrium (

Na)

Na)

Kation utama dlm tubuh.

Absorbsi di dlm usus dan mrp absobsi aktif.

3 - 7 g/hari Na diabsobsi dlm tubuh.

Pengaturan taraf Na dlm tubuh diatur ginjal & hormon

aldosteron.

Fungsi :

menjaga keseimbangan cairan elektrolit ektra sellular,

bekrjasama dg K dlm sel.

Menjaga Ph .

Transmisi syaraf & otot.

Absorbsi glukosa & alat angkut zat gizi lain (

sodium

pump

).

(6)

Natrium (Na)

Akibat kekurangan :

kejang, apatis & kehilangan nafsu

makan.

Akibat kelebihan :

(7)

Kalium (

Kalium (

K)

K)

Kation utama dlm sel.

Perbandingan Na : K intrasellular 1 : 10,

sedangkan ektrasellular 28 : 1

Taraf K dlm tubuh diatur ginjal & hormon

(8)

KALIUM

Fungsi :

Bersama Na menjaga keseimbangan cairan

elektrolit serta Ph

Bersama K & Ca sbg transmisi syaraf dan

relaksasi otot.

Katalisator metabolisme sel; energi, glikogen

dan protein.

Pertumbuhan sel.

Menjaga

tekanan

darah

dlm

kondisi

(9)

KALIUM

Sumber : bahan segar ; buah & sayur serta

kacang

2

an.

Kekurangan tjd karena sekunder; Gg. Ginjal

saluran GI tract.

Kekurangan menimbulkan; lesu, nafsu makan

hilang, kelumpuhan, mengingau, konstipasi.

Jantung berdebar & penurunan kemampuan

memompa darah.

(10)

Klor (Cl)

Anion utama cairan intrasellular.

Absorbsi ; usus halus.

Fungsi :

(11)

CLOR

Memelihara suasana asam lambung u/

bekerjanya enzim

2

.

Membantu pengeluaran CO

2

dari dlm

tubuh.

Cl diduga mengatur sistem

renin-angiotensin

.

Sumber; Garam dapur, beberapa sayuran

dan buah.

(12)

Kalsium (Ca)

Kalsium (Ca)

Mrp mineral yg paling banyak dalam tubuh 1.5 -

2% BB orang dewasa sekitar 1 kg.

99% ada dalam jaringan tulang.

Di dlm cairan intra & ektrasellular mengatur

fungsi sel, ; transmisi syaraf, kontraksi otot,

penggumpalan darah, & menjaga permiabilitas

membran sel. Ca juga mengatur pekerjaan hormon

& faktor pertumbuhan.

Absorbsi terjadi terutama di usus halus 12 jari,

pada pH 6.

Absorbsinya aktif menggunakan protein pengikat

kalsium.

(13)

•Kalsium dlm urin = Ca yg diabsorbsi.

•Peningkatan absorbsi Ca krn faktor

2

sbb :



kebutuhan &

persediaan.

•Vitamin D aktif.

•Suasana asam, asam amino tertentu,

aktiftas fsik.

(14)

Faktor penghambat aborbsi Ca :

•Kekurangan Vitamin D.

•Asam oksalat pada ; bayam, kakao. Demekian

pula dg asam phitat & phitat.

•Stress fsik & mental.

•Inaktiftas & proses menua.

•Phosfor dlm suasana alkali.

•Obat-obatan.

(15)

Fungsi Kalsium :

•Pembentukan tulang & gigi

•Mengatur pembekuan darah

•katalisator reaksi biologik

(16)

Sumber kalsium utama ; susu dan hasil

olahannya (keju), ikan yg dimakan dg tulang

sedangkan sayur hijau, tahu, serealia,

kacang

2

an, tempe mrp sumber yg baik pula

hanya bahan penghambatnya juga banyak;

serat, phitat dan oksalat.

Susu yg paling ideal adalah susu non fat

karena

bioavailabality

tinggi

.

Akibat kekurangan ; Gg. Pertumbuhan,

tulang kurang kuat, mudah bengkok dan

rapuh (osteoporosis), osteomalacea, tetani,

kepekaan syaraf meningkat.

Akibat kelebihan; batu ginjal & Gg. Ginjal,

(17)

Phospor (P)

Phospor (P)

Mrp mineral ke dua terbanyak pada tubuh

manusia sekitar 1% BB tubuh.

Mrp bagian asam nukleat DNA & RNA.

P dlm fosfolipid ; struktur membran sel.

Sebagai

fosfat

organik

penting

dlm

penyimpanan & pelepasan energi.

Absorbsi di dlm usus halus setelah dicerna oleh

enzim alkalin fosfatase scr aktif oleh vit D dan

difusi pasif.

Absorbsi dihambat oleh; asam fosfat serealia,

(18)

Fe+2, asam fosfat dlm serealia dan sam lemak tidak jenuh serta

antasid. •Fungsi P ;

•Kalsifkasi tulang dan gigi •mengatur pengalihan energi

•absorbsi dan transportai zat gizi; glikogen, fosfolipid.

•Bagian dari ikatan tubuh essensial; komponen DNA & RNA. Pengaturan keseimbangan asam basa.

•Sumber P; hampir semua B.M terutama protein; daging, ayam, telur, susu, kacang2an .

•Akibat kekurangan; kerusakan tulang dg gejala ; rasa lelah, kurang nafsu makan dan kerusakan tulang.

(19)

Magnisium (Mg)

Kation terbanyak ke dua setelah Na.

Absorbsi di usus halus mungkin scr aktif dan difusi pasif.

Faktor yg meningkatkan absorbsi Mg sama dengan Ca kecuali Vit D.

Fungsi Mg ;

Penting bagi lebih dari tiga ratus sintesa enzim dlm tubuh.

Terlibat seluruh reaksi biologik jaringan lunak; KH, lemak, protein dan nukleat, degradasi, dan stabilisasi bahan gen DNA.

Ektrasellular sebagai transmisi syaraf (melemaskan) , kontraksi otot (relaksasi) dan pembekuan darah (mencegah pembekuan).

Sumber Mg ; sayuran hijau, serealia tumbuk, biji2an, kacang2an.

Akibat kekurangan; nafsu makan turun, Gg. Pertumbuhan, mudah tersinggung, gugup, kejang/tetanus, Gg. Sistem syaraf pusat, halusinasi, koma dan gagal jantung.

Sulfur (S)

(20)

Serta asam amino metionin & sistein.

•Berperan dlm menstabilkan struktur protein.

•Sulfur diabsorbsi sbg bagian dari asam amino /sulfat anorganik.

•Sulfur mrp bagian dari enzim glutation, sbg koenzim vitamin dan vitamin termasuk KoA.

•S mrp elektrolit cairan ektrasellular.

Mineral mikro Besi (Fe)

•Mineral mikro terbanyak dlm tubuh manusia (3-5 g ).

•Absorbsi terjadi di usus halus (duodenum) dengan bantuan alat angkut protein (transferin & ferritin).

•Sebelumnya dilepas di lambung dari proetin kemudian direduksi dari feri menjadi fero dlm suasana asam (HCL) dan vit C.

(21)

Hem : hewani ; hemoglobin & Mioglobin.

Non hem : nabati.

Absorbsi besi hem : s/d 25%

Absorbsi besi non hem s/d 5%.

Zat besi berupa gugus feri sulit diabsorbsi (sulit terlarut)

Zat besi berupa gugus ferro mudah diserap.

Sebagian besar transferin mengangkut besi ke sumsum tulang.

Kelebihan besi dapat mencapai 200 - 1500 mg, disimpan sebagai protein ferritin dan hemosiderin.

Ferritin menggambarkan simpanan besi di dalam tubuh.

Faktor yg mempercepat penyerapan zar besi :

Bentuk besi : Hem > non Hem, jika makanan mengandung bersama-sama (hem dan non hem ) penyerapannya dpt ditingkatkan . Ini tidak tdp pada ; Susu sapi, telur dan keju.

Asam organik ; Vit C.

Ph asam lambung.

Faktor instrinsik lambung (mirip vit B12.

(22)

•Faktor penghambat penyerapan zat besi : •Asam ftat

•Tanin •pH basa

•Fungsi zar besi :

•Alat angkut oksigendari paru-paru ke jaringan. •Alat angkut elektron di dlm sel

•bagian terpadu reaksi enzim di dlm jaringan (oksidasi reduksi).

•Metabolisme energi; bekerja dengan protein pengangkut elektron u/ menghasilkan energi maka zat besi berperan dlm produktivitas (peran enzim dan oksigenasi).

•Sbg pengantar neurotransmiter syaraf (daya konsentrasi, daya ingat, kemampuan belajar, fungsi kelenjar tiroid dan mengatur suhu).

(23)

Pelarut obat-obatan (melarutkan obat-obatan yg tidak larut air)dibutuhkan enzim-enzim mengandung besi.

Sumber zat besi ; hewani ; daging, ayam, ikan. Nabati: kacang-kacangan, sayuran hijau.

Akibat kekurangan :

Anemia gizi bezi (pucat, lemah, letih, pusing, kurang nafsu makan, menurunnya kebugaran dan kemampuan bekerja, kekebalan, serta penyembuhan luka.

Kemampuan mengatur suhu menurun.

Menurunnya konsentrasi dan belajar.

Akibat kelebihan :

Hemosiderosis

keracunan : nek, m,untah diare, denyut jantung meningkat, sakit kepala, mengigau dan pingsan.

Iodium (I)

Iodium ada dlm jumlah sangat sedikit (0.00004%).

Iodium mudah diabsorbsi dalam bentuk iodida.

(24)

•Mekanisme pengaturan sintesa hormon tiroksin diatur hormon tyroid stimulating hormon (TSH) dan hormon tirotrofn (TRH).

•Fungsi utama iodium adalah komponen bagian integral dari hormon tiroksin triiodotironin (t3) dan tetraiodotironin (t4), fungsi utama hormon ini sbb:

•mengatur opertumbuhan & perkembangan •mengatur suhu tubuh

•reproduksi

•pembentukan sel erytrosit •fungsi otot dan syaraf.

•Mengubah karoten menjadi vit A aktif. •Sintesa protein & absorbsi karbohidrat •sintesis kolesterol.

•Sumber utama iodium adalah produk laut : ikan, udang, ganggang, tanaman yg tumbuh di daerah laut.

•Akibat kekurangan ; •pembesaran goiter •kretinisme

(25)

Mangan (Mn)

Mekanisme absorbsi s/d sekarang belum diketahui.

Fe dan Ca menghambat absorbsi Mn.

Protein pengangkut : transaminganin.

Fungsi Mn sebagai kofaktor enzim metabolisme spt; glutamin sintetase, superoksid desmutase, pyrivat karboksilase dlm metabolisme KH & Lipid.

Sintesa ureum, pembentukan jar. Ikat, tulng dan pencegahan dari peroksidasi lipida oleh radikal bebas.

Sumber ; semua prouk nabati.

Akibat kekurangan; belum terlihat pada manusia.

(26)

Krom (Cr)

•Krom :mrp mineral dlm metabolisme lemak dan KH. •Cr yg mudah diabsorbsi Cr+++.

•Absorbsi : mekanisme belum diketahui.

•Absorbsi dibantu asam amino u/ mencegah Cr mengendap dlm suasana basa di usus.

•Protein pengangkut : transferin. •Fungsi Cr :

•Dibutuhkan metabolisme lemak & KH (bekerjasama dg insulin memasukan glukosa dlm sel.

•Sumber Cr yg baik: makanan nabati (sayuran, biji2an, serealia, daging

dan hasil laut.

•Akibat kekurangan ; penurunan toleransi glukosa s/d mirip diabetes melitus.

(27)

Selenium (Se)

Selenium merupakan bagian dari enzim essensial glutation peroksidase.

Absorbsi : dlm makanan ada dlm bentuk selenometionin & selenosistein. Absorbsi terutama tjd di bagian atas usus halus secara aktif.

Protein pengangkut : albumin dan alfa-2 globulin.

Se dlm enzim glutation peroksidase adalah katalisator pemecah peroksida yg toksik menjadi tidak toksik.

Berperan sbg antioksidan bersama vitamin E (se berperan mencegah terbentuknya radikal bebas & menurunkan konsentrasi peroksidase.

Se dan Vit E melindungi membran sel dari oksidasi oksidatif, membantu reaksi oksigen & hidrogen pada akhir metabolisme, memindahkan ion melalui membran, membantu sintesa imunoglobulin dan ubikuinon.

Pencegah penyakit kanker dan degeneratif.

Mrp komplek asam amino RNA.

(28)

Akibat kekurangan; dari china dilaporkan penyakit keshan

(kardiomiopati/degenerasi otot jantung).

Akibat kelebihan ; muntah, diare, rambut dan kuku rontok, luka kulit dan sistem syaraf.

Fluor (F)

terdapat ditanah, air tumbuhan dan hewan.

Fungsi : mineralisasi tulang dan pengerasan email gigi (mengganti

hidroksiapatit menjadi fuoroapatit yg tahan kerusakan.

Kekurangan F menyebabkan kerusakan gigi/karies gigi dan keropos tulang.

F diduga mencegah osteoporosis pada manula.

Kelebihan F menimbulkan keracunan, fuorosis (gigi menjadi kuning, mulas, diare, sakit daerah dada, gatal dan muntah.

Mineral trace element Seng (Zn)

Zn terdapat dlm tubuh 2 - 2.5 g tersebar di semua jaringan

Yg paling banyak: hati, pengkreas, ginjal, otot dan tulang, mata, prostat, spermatozoa, kulit, kuku dan rambut.

Absobsi mirip Fe : di duodenum

(29)

“Metalotionein”

Di pankreas Zn diubah menjadi enzim pencernaan.

Faktor yg mengatur absorbsi :

Status dlm tubuh.

Protein histidin membantu absorbsi Zn.

Cu dlm jumlah berlebiham menghambat absorbsi.

Serat dan ftat mrp penghambat absorbsi.

Albumin serum penentu absorbsi Zn

Kejenuhan transferin.

Fungsi Zn :

Kofaktor dari > 200 enzim yg berperan pada berbagai aspek metabolisme seperti; KH. Lemak, protein dan asam nukleat.

Pemeliharaan asam basa dg membantu pengeluaran CO2 .

Berperan dlm pengeluaran amonia.

Berperan dlm enzim pencernaan protein.

(30)

•Bagian integral dari enzim sintesa DNA Dan RNA.

•Bagian dari enzim kolagenase (sistesis dan degradasi).

•Pembentukan kulit & metabolisme jaringan ikat dan penyembuhan luka. •Pengembangan fungsi reproduksi dan spermatogenesis.

•Zn & Cu dlm superoksid desmutase memunahkan anion superoksida yg merusak.

•Detoksifkasi alkohol dan metabolisme vit A. •sintesis pengangkut vit A (RBP).

•Imunologi : pembentukan antibodi sel B. •Berperan dlm metabolisme tulang.

•Mencegah hipogeusia & hipomia (kehilangan indra bau).

(31)

Akibat kekurangan : Gg. Pertumbuhan dan pematangan seksual, Gg. Sal. Cerna, pembentukan chylomikron, diare, dan fungsi kekebalan.

Kekurangan kronis menimbulkan : Gg. Metabolisme syaraf dan fungsi otak, defsiensi vit A, mengangu fungsi kelenjar tiroid dan laju metabolisme, nafsu makan turun, kelambatan penyembuhan luka dan penurunan indra perasa.

Akibat kelebihan : degenerasi otot jantung karena rendahnya Cu, mempercepat atherosklerosis. Gejala lain muntah, diare, kelelahan yg sangat, anemia, gg. Reproduksi.

Sumber Zn: protein hewani: daging, hati, kerang, telur. Tembaga (Cu)

Dlm fungsinya banyak berinteraksi dg ; Mo, S, dan Vit C.

Absorbsi sedikit di lambung dan sebagian besar di usus halus secara aktif dan pasif.

Alat angkutnya; pengikat tembaga metalotionein dlm absorbsinya.

(32)

•Ada interaksi vit C , Zn dan Fe dengan Cu. •Fungsi :

•bagian dari enzim reaksi penggunaan oksigen dan radikal oksigen. •Bagian enzim metaloprotein u/ oksidasi di mitokondria, sintesis

protein komplek kolagen, neurotransmitter.

•Dalam sel darah merah sbg metaloenzim speroksida desmutase (antioksidan).

•Mencegah anemia (berperan merangsang sintesa Hb, absorbsi Fe dan Melepas simpanan Fe.

•Membuat pigmen kulit dan rambut (tirosin mjd melanin). •Sintesa kolagen

• Sumber : tiram, kerang, hati, ginjal, kacang-kacangan, unggas, biji2an,

(33)

Akibat kekurangan pada anak-anak; Gagal tumbuh dan metabolisme, demineralisasi tulang, anemia, penurunan kekebalan, osteoporesis, hernia (pelebaran pembuluh darah), depigmentasi kulit dan rambut.

Akibat kelebihan : Nekrosis hati/sirosis hati, keracunan (muntah dan diare), perdarahan intra vaskular, gagal ginjal dan dlm dosis tinggi : kematian.

Kobalt (Co)

diperlukan dlm pembentukan vitamin B12.

Molibden (Mo)

mrp kofaktor enzim : xantin oksidase, sulfat oksidase, dan aldehid oksidas, u/ reaksi oksi-reduktasi aldehid purin, pirimidin serta xantin dan sulft.

Oksidasi sulft berperan dlm pemecahan sistein dan metionin serta katalisasi pembentukan sulfat dan sulft.

Gejala kekurangan : mudah tersinggung, pikiran kacau, peningkatan, peningkatan laju pernafasan, denyut jantung dan pingsan.

Kelebihan mirip; sindrom mirip gout, pe uric acid dan oxidase xantin darah.

(34)

KESEIMBANGAN CAIRAN TUBUH & ELEKTROLIT

•Air mrp bagian tubuh utama yaitu 55-60% dari orang dewasa dan 75% dari Berat badan bayi baru lahir.

•Kandungan air manusia berbeda-beda tergantung proporsi jaringan otot dan lemak, jenis kelamin, usia.

•Distribusi air/cairan : • Cairan intrasellular • Cairan ektrasellular :

•interstisial/intersellular •intravaskular.

•Setiap waktu cairan tubuh mengalami kehilangan dan pergantian, namun selalu diupayakan komposisi cairan selalu dipertahankan (homeostasis tetap).

•Keseimbangan cairan menentukan volume dan tekanan darah. •Cairan tubuh total :  45 l

(35)

 Intravaskular 3 l dg Na : K = 28 : 1

 Intersellular 12 l dg Na : K = 28 : 1.

 Fungsi air :

Pelarut dan alat angkut

Biokatalisator

Pelumas

Fasilitator pertumbuhan

Pengatur suhu tubuh

Peredam benturan.

 Keseimbangan cairan : keseimbangan antara air yg masuk dan air yg keluar.

 Air yg masuk berasal dari : makanan (700-1000ml), air (550-1500ml)dan sisa metabolisme (200-300ml) total (1450-2800ml).

 Air yg keluar : urin(500-1400), air di feses(150ml), air yg keluar paru2 (350ml), kulit(450-900ml) Total (1450-2800ml).

 Pengaturan pengeluaraan air diatur ginjal dan otak.

 Hipotalamus mengatur konsentrasi garam di darah merangsang pengeluaran hormon ADH.

 ADH dikeluarkan bila :

Konsentrasi garam tinggi

vol/T darah rendah.

 Jika air banyak yg hilang:Vol/T darah turun, ginjal mengeluarkan renin

(36)

Angiotensin  adrenalin aldosteron (menahan air dan Na).

Jumlah air yg hilang rata-rata 2 1/5 l/hari.

Kebutuhan air : dinyatakan dengan proporsi terhadap jumlah energi yg dikeluarkan dlm lingkungan rata-rata.

Dewasa : 1.0-1.5 ml/kkal.

Bayi 1.5 ml/kkal

Mineral makro tdp dlm ikatan garam yg larut dlm cairan tubuh.

Sel tubuh mengatur garam menetapkan kemana cairan mengalir (osmosis).

Cairan tubuh mengandung larutan elektrolit (ada keseimbangan anion dan kation).

Tubuh menggunakan larutan elektrolit mengatur keseimbangan cairan :

 Dlm sel : terutama Na & K

 Luar sel : K, Mg, HPO4=, SO 4=.

 Kation dan anion menarik air di sekitarnya.

Air bergerak ke larutan elektrolit yg konsentrasinya > tinggi (osmosis).

Garam harus dipelihara dlm jumlah konstant.

(37)
(38)

Organ yang terlibat dalam keseimbangan

Air

Hypotalamus

(39)

-Pengaturan Keseimbangan Air & Elektrolit

Oleh Otak dan Ginjal

Aliran Darah <<

Renin

Angiotensinogen active angitensin

Adrenal melepas Aldosteron

Vasokontriksi dan T

Ginjal menahan Na dan Air shg Tekanan darah

Konsentrasi Garam <<

(40)

Prinsip Pengendalian Air dan Elektrolit

• Pada saat << air

ginjal me

Reabsorbsi air

Hypotalamus

haus

(41)

Gangguan Keseimbangan Air & Elektrolit

Ada dua jenis Gangguan keseimbangan air :

• Kelebihan air : Overhidrasi

• Kekurangan air : Dehidrasi

Komposisi Air & Elektrolit :

>>> air extrasellular : Oedema

Kekurangan Air :

(42)

Dehidrasi

Kekurangan air & elektrolit

Na & K

K,

Mg,

(43)

1. Kekurangan Air

Kehilangan air

<< Air > Kehilangan elektrolit

Extracellular > Pekat & Hypetonik Dehidrasi Intrasellular

Sympstom :

(44)

2. Kekurangan Elektrolit

Pemberian air >> tanpa elektrolit (K+)

Na + exstrasellular <<<<

Oedema Extrasellular

Volume Extrasellular <<<<

Sympstom :

• Tekanan darah , Volume darah 

• Aliran darah 

(45)

3. Gangguan Gastrointestinal

Kekurangan Cairan dan elektrolit : • Gangguan GIT bagian atas :

• Muntah2 hebat

• Obstruksi usus, Stenosis Pylorus

• Penyedotan lambung terus menerus

Kehilangan Cl= >> Na+

Gangguan GIT bagian Bawah : • Diare >>>

• Kehilangan cairan • Na+, HCO

(46)

Referensi

Dokumen terkait

Hidrogen peroksidayang berada dalam madu berasal dari reaksi oksidasi glukosa, oksigen dan air serta memiliki hasil lain yaitu gluconic acid (Ahuja A dan Ahuja V et al,