• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROBLEMATIKA GURU DALAM MENERAPKAN MODEL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROBLEMATIKA GURU DALAM MENERAPKAN MODEL"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS !!!

PEMBELAJARAN MICRO TEACHING

“PROBLEMATIKA SEORANG GURU DALAM MENERAPKAN MODEL

PEMBELAJARAN INOVATIF (PROBLEM SOLVING) DALAM PROSES PEMBELAJARAN”

OLEH : RISKA NOVIANTY

A1A 313 046

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

(2)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ...

DAFTAR ISI ... i

A. LATAR BELAKANG ... 1

B. PEMBAHASAN (ISI) ... 5

C. KESIMPULAN ... 8

(3)

A. LATAR BELAKANG

Penyelenggaraan sistem pendidikan di Indonesia pada umumnya lebih mengarah pada

model pembelajaran yang dilakukan secara massal dan klasikal, dengan berorientasi pada

kuantitas agar mampu melayani sebanyak-banyaknya peserta didik sehingga tidak dapat

mengakomodasi kebutuhan peserta didik secara individual di luar kelompok. Pendidikan

hendaknya mampu mengembangkan potensi kecerdasan serta bakat yang dimiliki peserta didik

secara optimal sehingga peserta didik dapat mengembangkan potensi diri yang dimilikinya

menjadi suatu prestasi yang mempunyai nilai jual yang tinggi.

Untuk mencapai tujuan pendidikan diatas, maka diperlukannya paradikma yang baru

oleh seorang guru dalam melaksanakan proses interaksi belajar dan mengajar, dimana yang

mulanya pembelajaran hanya berpusat pada guru saja diubah menjadi pembelajaran yang

inovatif dan berpusat pada siswa. Perubahan tersebut dapat diawali dari segi kurikulum, model

pembelajaran, ataupun cara mengajar seorang guru.

Pada dasarnya model pembelajaran inovatif ialah model pembelajaran dimana siswa

dilibatkan secara aktif dan bukan hanya dijadikan sebagai objek semata, pembelajaran tidak

lagi berpusat pada guru, akan tetapi pada siswa. Dalam hal ini, guru wajib memfasilitasi siswa

untuk belajar sehingga mereka lebih leluasa untuk belajar. Dalam pembelajaran inovatif,

metode yang digunakan bukan lagi bersifat monoton seperti metode ekspositori atau metode

ceramah, melainkan metode yang sudah bersifat fleksibel dan dinamis sehingga dapat

memenuhi kebutuhan siswa secara keseluruhan.

Model pembelajaran inovatif problem solving (pemecahan masala) ialah suatu model

pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan

(4)

Dalam hal ini, untuk menerapkan model pembelajaran inovatif problem solving, seorang

guru pasti memiliki kendala-kendala ataupun problematikanya tersendiri, dilihat dari tingkat

kesukarannya dalam penerapan model ini seorang guru dituntut untuk memfasilitasi setiap

kebutuhan siswa didalam proses pembelajaran, agar siswa dapat mencari atau menemukan cara

menyelesaikan masalah yang diberikan serta agar proses pembelajaran semakin menyenangkan

(5)

B. PEMBAHASAN

Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas difokuskan pada tiga aspek, yaitu kemampuan

guru mengelola pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran inovatif problem solving,

tahapan pelaksanaan pembelajaran, dan partisipasi anak dalam pembelajaran.

Secara umum, kemampuan guru-guru dalam mengelola pembelajaran sudah baik.

Tahapan-tahapan pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut. (1) Guru mendata

kehadiran siswa. (2) Guru menyiapkan masalahyang akan dibahas di LKS. (3) Guru

mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok dan memberikan LKS. (4) Guru

menyuruh siswa secara berkelompok melakukan pengamatan terhadap masalah yang ada di

LKS. (5) Siswa mengamati masalah yang diberikan sesuai dengan pengalaman dikehidupan

sehari-harinya. (6) Guru menugaskan siswa untuk mengevaluasi pemngamatannya. (7) Guru

menyuruh siswa untuk memberikan kesimpulan dari jawaban yang diberikan sebagai hasil

akhir. (8) Guru menerapkan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku

sebagai pengujian kebenaran pemecahan masalah tersebut untuk dapat menuju hingga

kesimpulannya.

Namun demikian, tidak semua tahapan pembelajaran dapat dilakukan dengan baik oleh

semua guru. Beberapa guru masih mengalami beberapa hambatan dalam menerapkan model

pembelajaran dengan model pembelajaran problem solving pada langkah-langkah tertentu.

Adapun langkah-langkah yang belum dapat dilaksanakan secara sempurna adalah (1) merespon

hasil pengamatan siswa, (2) mengajukan masalah berdasarkan hasil pengamatan siswa, (3)

membimbing siswa dalam mengamati masalah yang berhubungan di dalam kehidupan

(6)

menunjukkan bahwa guru kurang mempunyai keterampilan mendayagunakan situasi

pembelajaran yang muncul di kelas secara tiba-tiba. Dalam melanjutkan pelajaran, guru

cenderung terpaku pada persiapan pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Sebagai

akibatnya, hal-hal inovatif atau hasil kreativitas siswa yang muncul belum dapat dimanfaatkan

sebagai bagian dari proses pembelajaran secara utuh.

Hambatan-hambatan lain yang terpantau dalam observasi kelas, antara lain memerlukan

cukup banyak waktu, melibatkan lebih banyak siswa, dapat mengubah kebiasaan peserta didik

belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru, dapat diterapkan secara

langsung yaitu untuk memecahkan masalah, beberapa pokok bahasan sangat sulit untuk

menerapkan metode ini, kemampuan guru mengatur siswa yang jumlahnya banyak, merespon

tanggapan siswa, dan menggunakan respon siswa sebagai acuan menuju tahapan pembelajaran

selanjutnya. Dalam tahap pengamatan awal, siswa yang jumlahnya relatif banyak memerlukan

waktu pengamatan yang cukup lama. Dalam hal ini guru telah mengatasi dengan pelaksanaan

pengamatan secara berkelompok, namun dengan jumlah kelompok antara 5 – 7 kelompok hasil

pengamatan tiap-tiap kelompok tidak dapat ditampung di papan tulis. Kejadian semacam ini

pada pembelajaran berikutnya diperbaiki dengan menuliskan hasil pengamatan siswa di papan

tulis secara acak dengan mengambil 3 atau 4 kelompok dari 7 kelompok yang ada.

Selain dari pada itu hambatan juga terjadi ketika seorang guru belum menguasai ke 4

syarat yang harus dipenuhi dalam menambahkan soal yang digunakan sebagai sarana dalam

pembelajaran. Adapun syarat yang harus dipenuhi yaitu (1) Siswa belum tahu cara

penyelesaian soal tersebut. (2) Materi persyaratan sudah diperoleh siswa. (3) Penyelesaian soal

terjangkau oleh siswa dan (4) Siswa berkehendak untuk memecahkan soal tersebut.

Dalam hal ini untuk meminimalisir hambatan-hambatan yang mungkin terjadi seperti apa

yang telah terpaparkan di atas, seorang guru dituntut agar lebih berlatih dalam menggunakan

(7)

IPTEK sekarang ini yang semakin bertambah maju dan modern. Dimana sebagai seorang guru,

kita dapat memanfaatkan perkembangan tersebut dalam pembelajaran, walaupun tidak semua

guru yang memanfaatkannya itu dikarenakan oleh adanya guru yang masih menggunakan

strategi dam metode pembelajaran yang mengacu pada zaman dahulu. Akibatnya, guru menjadi

malas untuk melakukan inovasi. Padahal, dalam pembelajaran inovasi sangat diperlukan,

karena tidak akan mungkin sistem pembelajaran dari tahun ke tahun hanya seperti itu saja dan

tidak mengalami perubahan. Jika seperti itu, pendidikan akan tertinggal jauh dari

perkembangan zaman. Pengaruh itu bukan hanya dalam pendidikan, melainkan banyak aspek,

seperti politik, ekonomi, sosial, teknologi, dan lain-lain.

Sebagai seorang guru yang setiap hari berinteraksi dengan muridnya dapat melakukan

inovasi dalam proses pembelajarannya. Guru yang memiliki kemampuan dalam menggali

metode didalam proses pembelajaran, akan menciptakan model-model pembelajaran yang

baru, sehingga murid tidak mengalami kebosanan serta dapat menggali pengetahuan dan

pengalaman secara maksimal. Selain itu, guru juga dapat mengembangkan potensi yang

(8)

C. KESIMPULAN

Secara umum, kemampuan guru-guru dalam mengelola pembelajaran sudah baik.

Tahapan-tahapan pembelajaran yang dilakukan adalah sebagai berikut. (1) Guru mendata

kehadiran siswa. (2) Guru menyiapkan masalahyang akan dibahas di LKS. (3) Guru

mengelompokkan siswa menjadi beberapa kelompok dan memberikan LKS. (4) Guru

menyuruh siswa secara berkelompok melakukan pengamatan terhadap masalah yang ada di

LKS. (5) Siswa mengamati masalah yang diberikan sesuai dengan pengalaman dikehidupan

sehari-harinya. (6) Guru menugaskan siswa untuk mengevaluasi pemngamatannya. (7) Guru

menyuruh siswa untuk memberikan kesimpulan dari jawaban yang diberikan sebagai hasil

akhir. (8) Guru menerapkan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi sekaligus berlaku

sebagai pengujian kebenaran pemecahan masalah tersebut untuk dapat menuju hingga

kesimpulannya.

Fakta-fakta tersebut menunjukkan bahwa guru kurang mempunyai keterampilan

mendayagunakan situasi pembelajaran yang muncul di kelas secara tiba-tiba. Dalam

melanjutkan pelajaran, guru cenderung terpaku pada persiapan pembelajaran yang telah dibuat

sebelumnya. Sebagai akibatnya, hal-hal inovatif atau hasil kreativitas siswa yang muncul

belum dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran secara utuh

Sebagai seorang guru yang setiap hari berinteraksi dengan muridnya dapat melakukan

inovasi dalam proses pembelajarannya. Guru yang memiliki kemampuan dalam menggali

metode didalam proses pembelajaran, akan menciptakan model-model pembelajaran yang

baru, sehingga murid tidak mengalami kebosanan serta dapat menggali pengetahuan dan

pengalaman secara maksimal. Selain itu, guru juga dapat mengembangkan potensi yang

(9)

D. DAFTAR PUSTAKA

Aris Shoimin. 2016. 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yokyakarta : Ar-Ruzz Media

Aril, Zainal.2010. Micro Teaching. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Hasibuan, JJ & Moedjiono.1993. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Marno,dkk.2008. Strategi dan Metode Pengajaran. Jogjakarta: Aruzzmedia.

Usman, M.Uzer. 2010. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam menjalin diberlakukannya tindakan korektif, yakni segera mengetahui apa yang salah, dimana terjadinya kesalahan tersebut serta siapa yang bertanggung jawab

Dengan penanaman karakter ini maka dapat menekan angka penyelewengan terhadap anak yang menyimpang dari peraturan Madrasah, sehingga peserta didik. Di MTs N Sumbang sudah

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyusutan peralatan laboratorium komputer, menganalisa penyusutan nilai peralatan komputer dengan membandingkan

Inovasi produk adalah hasil pengembangan produk baru oleh suatu perusahaan atau industri, baik yang sudah ada atau belum,dari produk lama yang telah mencapaititik

[r]

1 Mengetahui indikator yang berpengaruh terhadap variabel kualitas pelayanan, kepuasan, kepercayaan, komplain serta citra rumah sakit.. terhadap loyalitas pasien 2

Dari hasil wawancara yang saya lakukan, dapat disimpulkan bahwa terjadi miss komu- nikasi antara masyarakat yakni panitia pemekaran dengan Pemerintah Kab.Bone Selatan,

Kegunaan secara praktis, Diharapkan hasil penelitian yang berupa skripsi ini bisa dijadikan sebagai bahan masukan kepada para pemikir hukum Islam di masa modern, para