TUGAS MANDIRI
PENGANTAR MANAJEMEN
Nama Mahasiswa : Imelda Manalu NPM : 170910217 Kode Kelas : 171-MN048-N10
Dosen : Realize, S.Kom., M.SI.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas kesehatan dan ilmu pengetahuan yang Ia berikan sehingga saya sebagai penyusun mampu menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Manajemen Strategik”, yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini disusun oleh penyusun dengan berbagai permasalahan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Diluar itu, penyusun sebagai manusia biasa menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan maklah ini, baik dari segi tata bahasa, susunan kalimat, maupun isi. Oleh sebab itu, dengan segala kerendahan hati saya selaku penyusun menerima segala kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih, semoga makalah yang berjudul “Manajemen Strategis” ini dapat berguna bagi pembaca dan dapat menjadi panutan masyarakat.
Batam, 29 Desember 2017
Imelda Manalu
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Rumusan Masalah...1
1.3 Tujuan... 2
BAB II PEMBAHASAN...3
2.1 Manajemen Strategis...3
2.2 Konsep Dasar Manajemen Strategis...4
2.3 Proses Manajemen Strategis...4
2.4 Fungsi, Tujuan, Manfaat, dan Tugas Manajemen Strategis...7
2.5 Tingkatan Manajemen Strategis...9
BAB III PENUTUP...15
3.1 Kesimpulan...15
3.2 Saran... 16
DAFTAR PUSTAKA...17
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam bidang ekonomi khususnya dilingkungan bisnis yang mengembangkan manajemen secara teoretis dan praktis, manajemen strategis telah cukup lama dikenal dan dikembangkan. Manajemen strategis kini menjadi kebutuhan yang penting bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan pengambilan keputusan yang akan menentukan apakah suatu perusahaan itu unggul dan dapat bertahan hidup atau menghadapi kematiannya. Strategi ini dapat berjalan dengan baik ketika manajer mampu menggunakan sebaik-baiknya sumber daya perusahaan dalam lingkungan yang berubah-ubah. Disamping itu, kebutuhan atau pentingnya manajemen strategik antara lain: 1. Manajemen strategis membantu perusahaan melihat lebih dulu ancaman
dan peluang di masa depan.
2. Manajemen strategis menyediakan sasaran yang jelas serta arah untuk masa depan perusahaan.
3. Riset dalam manajemen strategis dapat membantu para manajer, dan hal ini kelihatannya mengesankan bahwa perencanaan formal membantu keberhasilan.
Dengan demikian, strategi dapat dipandang sebagai suatu alat yang dapat menentukan langkah perusahaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang dan mengarah pada upaya menciptakan keunggulan bersaing. Strategi sendiri diartikan sebagai rencana yang disatukan, menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi perusahaan dengan tantangan lingkungan dan dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh perusahaan. Dengan kata lain, strategi dapat dikatakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan akhir (sasaran).
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa itu Manajemen Strategis?
2. Bagaimana konsep dasar Manajemen Strategis? 3. Bagaimana proses Manajemen Strategis?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengertian dari Manajemen Strategis 2. Untuk mengetahui konsep dasar Manajemen Strategis 3. Untuk mengetahui proses dari Manajemen Strategis
BAB II
Istilah “manajemen strategis” sebenarnya berasal dari dua suku kata yaitu “manajemen” dan “strategi”. Sedangkan kata strategik adalah kata sifat, adjektif dari kata strategi. Dalam pengertian perusahaan (korporasi), manajemen merupakan individu atau sekelompok orang yang bertanggung jawab menganalisis dan membuat keputusan serta mengerahkan tindakan yang tepat guna mencapai tujuan organisasi. Sebagai sekelompok fungsi, manajemen mencakup fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penerapan (actuating), dan pengawasan
(controlling). Kata “strategi” diartikan sebagai keputusan dan tindakan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam setiap level organisasi. Dan sebagai catatan, kata sifat “strategik” memiliki asosiasi dengan istilah “tingkat tinggi”, “berdampak besar”, “bersifat jangka panjang”, ditambah lagi dengan suatu semangat untuk tidak mau didikte oleh keadaan.
Manajemen strategis dapat diartikan pula sebagai, sejumlah keputusan dan tindakan yang mengarah pada penyusunan suatu strategi atau sejumlah strategi yang efektif untuk membantu mencapai sasaran perusahaan. Manajemen strategis dapat dipandang sebagai seni dan ilmu dari pembuatan
(formulating), penerapan (implementing) dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan strategis antar fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan masa mendatang (Jauch dan Glueck, 1998, Wheelen dan Hunger, 2010, Ireland, Hoskisson, dan Hitt, 2011).
Dengan demikian, merujuk pada batasan diatas, pada hakikatnya manajemen strategik mengandung dua hal penting, yaitu:
1. Manajemen strategis terdiri dari: tiga macam proses manajemen yaitu pembuatan strategi, penerapan strategi, dan evaluasi/kontrol terhadap strategi.
2. Manjemen stategis berfokus pada penyatuan atau penggabungan aspek-aspek pemasaran, riset dan pengembangan, keuangan,/akuntansi dan produksi/operasional dari sebuah bisnis.
2.2 Konsep Dasar Manajemen Strategis
Ada beberapa konsep yang selalu muncul dan dipergunakan dalam manajemen strategis seperti:
1. Strategic Competitiveness
Hal ini tercapai bila suatu perusahaan berhasil memformulasikan dan mengimplementasikan suatu strategi yang menciptakan “nilai”. Nilai dalam konteks ini adalah sesuatu yang dicari konsumen, yaitu harga yang murah, produk yang berkualitas, merk yang terkenal, keunikan, dan pelayanan purna jual, dan sebagainya.
2. Strategi
Sejumlah keputusan aksi yang ditujukan untuk mencapai tujuan dan menyesuaikan sumber daya organisasi dengan peluang dan tantangan yang dihadapi dalam lingkungan industrinya.
3. Sustained Competitive Advantage
Ini terjadi bila suatu perusahaan mengembangkan strategi dimana para pesaing tidak mengimplementasikannya secara bersamaan, melakukan sesuatu yang lebih baik daripada pesaing lain, atau melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh pesaing lain. Keunggulan kompetitif yang berkelanjutan berarti menunjukkan upaya perusahaan atau organisasi dalam jangka panjang yang mampu mempertahankan posisi keunggulan kompetitif dalam industri.
4. Above Average Returns
Diatas rata-rata menunjukkan komparasi kinerja yang melebihi perusahaan yang lain dalam industri yang sama. Dalam jangka panjang, ketidakmampuan untuk menghasilkan sesuatu yang minimal sama dengan rata-rata keuntungan dalam suatu industri yang menyebabkan kegagalan.
2.3 Proses Manajemen Strategis
Proses manajemen strategis merupakan proses delapan langkah yang mencakup perencanaan, implementasi, dan evaluasi strategis. Meskipun keenam langkah pertama mencerminkan proses perencanaan, implementasi dan evaluasi juga sama pentingnya. Strategi yang baik sekalipun akan dapat gagal jika tidak diimplementasikan dan dievaluasi sebagaimana mestinya. Proses delapan langkah yang dimaksud terdiri dari:
1. Mengidenifikasi misi (tujuan) dan strategi terkini organisasi
memaksa manajer untuk secara cermat mengidentifikasi lingkup produk atau jasa yang ditawarkan organisasi.
Penting pula bagi manajer untuk mengidentifikasi sasaran terkini yang ada dan strategi yang sekarang digunakan. Sebagai dasar perencanaan, sasaran menjadi target kinerja (yang dapat diukur) dan diusahakan untuk dapat dicapai oleh karyawan. Dengan mengetahui sasaran terkini organisasi, manajer memiliki dasar untuk menentukan apakah sasaran tersebut perlu diubah. Demikian juga, penting bagi manajer untuk mengidentifikasi terkini organisasi.
2. Menganalisis lingkungan eksternal organisasi
Menganalisis lingkungan merupakan langkah yang menentukan keberhasilan proses strategi karena sebagian besar lingkungan organisasi mendefinisikan pilihan-pilihan yang tersedia bagi manajemen. Strategi dikatakan berhasil jika strategi tersebut bersesuaian dengan lingkungan. Tujuan utama dilakukannya analisis lingkungan adalah untuk megidentifikasi peluang yang harus segera mendapat perhatian serius dan pada saat yang sama perusahaan menentukan beberapa kendala ancaman yang perlu diantisipasi.
Dalam menganalisis lingkungan, para manajer perlu mengetahui apa saja yang telah dan sedang dilakukan oleh para pesaing (aspek persaingan), undang-undang apa yang berlaku mempengaruhi organisasi (aspek peraturan), serta bagaimana pasokan tenaga kerja di tempat organisasi beroperasi (aspek politik). Disamping itu, adalah juga penting bagi manjer untuk melihat kecenderungan dan perubahan apa saja yang sedang terjadi saat ini dalam industri yang digeluti organisasi (aspek teknologi, ekonomi dan sosial).
3. Mengidentifikasi peluang dan ancaman
Setelah menganalisis lingkungan eksternal organisasi, para manajer selanjutnya mengidentifikasi peluang apa saja yang dapat dimafaatkan oleh organisasi, termasuk ancaman apa saja yang harus dihadapinya.
Peluang adalah kecenderungan positif faktor-faktor lingkungan eksternal, sedangkan ancaman adalah kecenderungan negatif faktor-faktor lingkungan eksternal. Lingkungan yang sama dapat memberikan peluang bagi organisasi tertentu dan kebalikannya dapat menjadi ancaman bagi organisasi lain dalam industri yang sama mengingat adanya perbedaan dalam pengelolaan sumber daya dan kemampuan masing-masing organisasi.
4. Menganalisis sumber daya dan kemampuan organisasi
manajer untuk mengidentifikasi apa saja yang merupakan kekuatan maupun kelemahan organisasi.
Analisis internal ini memberi manajer informasi berharga tentang sumber daya dan kemampuan spesifik organisasi. Apabila keterampilan atau sumber daya yang dimiliki organisasi tergolong unggul atau unik, maka keterampilan atau sumber daya tersebut akan menjadi kompetensi inti organisasi yang mampu menciptakan nilai tersendiri bagi organisasi bersangkutan.
5. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
Kekuatan adalah setiap keunikan sumber daya atau setiap keunggulan fungsional yang dimiliki organisasi, sedangkan kelemahan adalah tidak dapat berjalannya kegiatan fungsional secara baik atau tidak dimilikinya sumber daya yang sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh organisasi.
Para manjer seharusnya menyadari bahwa antara budaya yang kuat dan budaya yang lemah mempunyai pengaruh yang berbeda terhadap strategi. Dalam budaya yang kuat, dapat dipastikan bahwa semua karyawan mempunyai pemahaman yang baik mengenai kegiatan utama organisasi. Pada organisasi dengan budaya yang kuat juga mempermudah para manajer dalam meyampaikan pesan kepada karyawan baru mengenai kompetensi inti dan kekuatan yang dimiliki organisasi.
6. Merumuskan strategi
Suatu strategi merupakan sejumlah tindakan yang terintegrasi dan terkoordinasi yang diambil untuk mendayagunakan kompetensi inti serta memperoleh keunggulan bersaing. Perumusan strategi harus sesuai dengan spesifikasi produk, pasar dan pemasarannya, sumber daya organisasi dan teknologi.
Strategi perlu disusun baik pada tingkatan korporasi, tingkatan perusahaan (unit bisnis), maupun tingkatan fungsional. Perumusan strategi dilakukan dengan cara yang sama seperti halnya proses pengambilan keputusan.
7. Mengimplementasikan strategi
Implementasi strategi adalah sebuah tindakan pengelolaan bermacam-macam sumber daya organisasi dan manajemen yang mengarahkan mengendalikan pemanfaatan sumber daya perusahaan (keuangan, manusia, peraalatan). Strategi dikatakan berhasil jika implementasinya juga berhasil. 8. Mengevaluasi hasil
Strategi yang baik sekalipun akan dapat gagal jika tidak diimpleentasikan dan dievaluasi sebagaimana mestinya.
2.4 Fungsi, Tujuan, Manfaat, dan Tugas Manajemen Strategis 1. Fungsi Manajemen Strategis
Fungsi manajemen strategis dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut: a. Perencanaan (planning), yaitu proses kegiatan memikirkan hal-hal
yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki dan menentukan prioritas ke depan agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan dasar organisasi.
b. Pengorganisasian (organizing), yaitu proses penyusunan pembagian kerja dalam unit-unit kerja dan fungsi-fungsinya serta penempatan orang yang menduduki fungsi-fungsi tersebut secara tepat.
c. Pengarahan (directing), yaitu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi.
d. Pengevaluasian (evaluating), yaitu proses pengawasan dan pengendalian performa organisasi untuk memastikan bahwa jalannya organisasi sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
2. Tujuan Manajemen Strategis
Secara umum tujuan manajemen strategis adalah sebagai berikut:
a. Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang dipilih secara efektif dan efisien.
d. Meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bisnis yang ada.
e. Melakukan inovasi atas produk agar selalu sesuai dengan selera konsumen.
3. Manfaat Manajemen Strategis
Adapun manfaat dari manajemen strategik adalah sebagai berikut: a. Memberikan arah jangka panjang yang akan dituju .
c. Membuat suatu organisasi menjadi lebih efektif.
d. Mengidentifikasi keunggulan komparatif suatu organisasi dalam lingkungan yang semakin beresiko.
e. Aktivitas pembuatan strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan untuk mencegah munculnya masalah dimasa datang. f. Keterlibatan karyawan dalam pembuatan stategi akan lebih memotivasi
mereka pada tahap pelaksanaannya. g. Aktivitas yang tumpang tindih dikurangi.
h. Keengganan untuk berubah dari karyawan lama dapat dikurangi 4. Tugas Manajemen Strategis
Pearce dan Robinson (2005:3) memberikan penjelasan tentang tugas penting dari manajaemen strategik, yaitu:
a. Menyusun misi perusahaan, termasuk di dalamnya pernyataan mengenai maksud pendirian perusahaan, filosofi perusahaan dan tujuan perusahaan.
b. Melakukan analisis untuk mengetahui kondisi internal dan kemampuan perusahaan.
c. Melakukan penilaian terhadap lingkungan eksternal perusahaan yang mencakup didalamnya penilaian terhadap situasi persaingan dan konteks usaha secara umum yang akan mempengaruhi efektivitas perusahaan dalam mencapai tujuan.
d. Melakukan analisis terhadap alternatif pilihan strategi perusahaan dengan membandingkan kesesuaian antara sumber daya yang dimiliki perusahaan dengan lingkungan yang dihadapi perusahaan.
e. Melakukan identifikasi terhadap alternatif pilihan strategi yang diinginkan melalui evaluasi masing-masing pilihan strategi disesuaikan dengan misi dan tujuan perusahaan.
f. Memilih sekumpulan tujuan jangka panjang berikut strategi utama
(grand strategy) yang paling memungkinkan untuk mencapai tujuan perusahaan.
g. Membuat tujuan tahunan (annual objectives) dan strategi jangka pendek yang mendukung pencapaian tujuan jangka panjang dan strategi utama.
i. Melakukan evaluasi terhadap keberhasilan penerapan strategi sebagai Strategy. Masing-masing tingkatan strategi tersebut memiliki keterkaitan yang saling mendukung.
1. Corporate Level Strategy ( Strategi Pada Tingkat Perusahaan)
Strategi pada tingkat perusahaan berbicara mengenai apa yang seharusnya dimasuki atau ingin dimasuki perusahaan. Strategi ini dilakukan perusahaan sehubungan dengan persaingan antar perusahaan dalam sektor bisnis yang dijalankannya secara keseluruhan. Strategi ini juga berpengaruh dalam menentukan arah yang akan dituju organisasi dan peran yang akan dimainkan oleh tiap unit bisnis organisasi dalam melakukan investasi diberbagai sektor bisnis. Strategi ini dilakukan dengan landasan bahwa jika suatu ketika satu sektor bisnis mengalami kerugian, bisa jadi kerugian itu dapat ditutupi dari keuntungan pada sektor lain. Beberapa cara yang dapat dilakukan pada strategi portofolio ini adalah:
1) Pengambilalihan perusahaan tertentu (acquisition)
2) Diversifikasi yang tidak berhubungan (unrelated diversification) 3) Penentuan strategi berdasarkan analisis Matriks BCG
4) Cash Cow
5) Dogs b. Strategi Utama
1) Strategi Stabilitas
Merupakan strategi pada tingkat korporasi yang dicirikan oleh tidak adanya perubahan yang berarti. Sebagai contoh dari strategi stabilitas adalah strategi yang secara terus menerus tetap fokus pada klien yang sama dengan menawarkan produk atau jasa yang sama pula, mempertahankan pangsa pasar dan tingkat pengendalian investasi yang telah diraihnya.
Strategi ini akan dijalankan oleh manajer ketika kinerja organisasi tampak memuaskan, dan lingkunga eksternal organisasi tampak stabil. Dengan kata lain, strategi stabilitas dijalankan untuk melanjutkan apa yang sedang berlangsung dan tidak ada alasan untuk melakukan perusahaan. Strategi Pertumbuhan
Strategi pertumbuhan juga merupakan strategi pada tingkat korporasi, dimana strategi ini berusaha meningkatkan atau mengembangkan operasi organisasi. Strategi ini mencakup peningkatan pendapatan penjualan, peningkatan pangsa pasar, dan lain sebagainya.
Pertumbuhan melalui ekspansi langsung dapat dicapai secara internal melalui peningkatan penjualan, peningkatan kapasitas produksi atau penambahan jumlah tenaga kerja. Dengan kata lain, dalam petumbuhan melalui ekspansi langsung ini tidak ada perusahaan langsung yang dibeli ataupun yang gabung lewat peleburan usaha, melainkan perusahaan memilih untuk tumbuh melalui operasi bisnisnya sendiri.
2) Strategi Pengurangan
Strategi pengurangan juga merupakan strategi korporasi, dimana strategi ini dirancang untuk membantu organisasi mengurangi kerugian lebih lanjut, memulihkan kerugian keuangan, dan mengatasi penurunan kinerja.
Strategi ini membantu organisasi untuk mengatasi atau menstabilkan operasinya dari keterpurukan dan penurunan kinerja, serta memulihkan sumber daya dan kemampuan organisasi agar mampu untuk bangkit (bersaing) kembali.
2. Business-Unit Strategy ( strategi pada tigkat bisnis )
dalam melakukan analisis ini adalah model 5 faktor pendorong kompetisi dari Michael Porter atau dikenal sebagai Five Porces Factor Model. Terdapat berbagai strategi yang dapat dilakukan pada tingkat bisnis diantaranya:
a. Strategi Pemosisian (Positioning Strategy)
Strategi ini dapat dilakukan oleh perusahaan untuk memastikan dengan cara bagaimana perusahaan dapat memperoleh perhatian dari pelanggan atau memenangkan persaingan. Menurut Porter, ada 3 jenis strategi umum yang dapat dilakukan, yaitu strategi keunggulan biaya (cost leadership strategy), strategi diferensiasi (differentiation strategy),dan strategi fokus (business focus strategy).
1. Strategi Keunggulan Biaya
Strategi ini bisa dilakukan perusahaan jika perusahaan memungkinkan untuk melakukan penghematan biaya dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaaan pesaingnya. Misalnya mampu mendapatka harga yang lebih murah dari pemasok dibandingkan dengan pesaingnya. Keunggulan strategi ini memungkinkan perusahaan kemudian menawarkan harga produk yang lebih murah pada pelanggaan sehingga pelanggan yang rasional akan cenderung memilih perusahaan kita dibandingkan dengan pesaing lain.
2. Strategi Diferensiasi
Strategi ini dilakukan untuk mempengaruhi proses persaingan perusahaan dengan perusahaan pesaing. Diferensiasi bisa dilakukan dengan diferensiasi dari segi kualitas, merek produk ataupun juga melalui keunikan barang ynag ditawarkan. Dengan strategi ini memungkinkan perusahaan tersebut memperoleh pangsa pasar yang lebih besar dikarenakan alternatif produk yang ditawarkan di pasaran lebih banyak sehingga pelanggan memperoleh kebebasan untuk memilih alternatif yang lebih banyak dari sekedar memilih satu produk saja. Hanya saja untuk melakukan strategi diferensiasi, biaya yang dikeluarkan perusahaan cenderung lebih besar sehingga strategi ini biasanya dapat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang sudah mapan dan cukup besar.
3. Strategi Fokus
ditujukan pada kemajuan bisnis tersebut. Alasan lain melakukan strategi fokus ini juga untuk mempertegas ketidakpastian pelanggan yang akan memberi produk kita. Dengan dilakukannya strategi ini, maka perusahaan dapat dengan mudah menetapkan rencana dan strategi dalam bisnisnya dibandingkan jika strategi lain dilakukan.
b. Strategi Penyesuaian (Adaptive Strategy)
Strategi ini dilakukan perusahaan dengan tujuan untuk memilih strategi yang paling sesuai ketika perusahaan berhadapan dengan berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis yang sedang dijalankan. Terdapat 4 jenis strategi penyesuaian yaitu, strategi defenders, strategi prospectors, strategi analyzers, dan strategi reactors.
1. Strategi Defenders
Strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk mempertahankan perusahaan agar dapat tetap bertahan dalam bisnis yang sedang dijalankan, daripada harus gulung tikar. Strategi ini biasanya menekankan pada perbaikan internal perusahaan dalam rangka perbaikan pelayanan kepada pelanggan.
2. Strategi Prospectors
Strategi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengejar pertumbuhan secara lebih agresif. Strategi ini memungkinkan untuk dilakukan jika perusahaan mendapat peluang untuk mengembangkan bisnis ke arah yang lebih luas lagi. Perusahaan yang melakukan strategi ini biasanya selalu menjadi perusahaan pertama yang mengenalkan produk-produk baru.
3. Strategy Analyzers
Strategi ini merupakan gabungan antara strategi defenders dan strategi prospectors. Perusahaan menjawab peluang-peluang yang ada hanya terbatas pada beberapa peluang saja. Tidak setiap peluang kemudian dijawab oleh perusahaan dengan mengembangkan bisnis baru. Tujuan yang ingin dicapai adaalah pertumbuhan pada bisnis yang sedang dijalankan sambil melakukan minimalisasi resiko. 4. Strategy Reactors
ini hanya cocok untuk jenis bisnis yang sifatnya tidak tetap atau musiman.
3. Strategi pada tingkat fungsional
Strategi di tingkat fungsional sering kali dinamakan sebagai strategi langsung atau direct strategy. Hal ini disebabkan perusahaan cenderung melakukan persaingan pada jeni bisnis tertentu yang sedang dijalankan dan tidak pada tingkat perusahaan maupun sektor bisnis yang diperdagangkan. Terdapat dua faktor yang menentukan bagaimana strategi di tingkat fungsional perlu dilakukan yaitu kesamaan pasar dan kesamaan sumber.
Strategi pada tingkat fungsional ini berbicara mengenai cara mendukung strategi pada tingkat unit bisnis. Strategi yang ada pada tingkat fungsional pemasaran, produksi, keuangan, riset dan pengembangan, sisstem informasi, dan sumber daya manusia haruslah mendukung strategi unit bisnis.strategi fungsional, sama seperti strategi pada tingkatan unit bisnis maupun korporasi merupakan bagiaan dari proses manajemen strategis yang memainkan peran penting dalam keberhasilan organisasi. Menurut Dess dan Miller (1993), strategi fungsionl terbagi atas 6 jenis yaitu:
a. Strategi produksi, menetepakan hal-hal yang menjadi produk unggulan, produk kompetitif, produk baru, sesuai dengan kompetensi pokok yang dimiliki
b. Strategi Pemasaran, menetapkan pasaar yang akan digarap, kondisi pasar yang diinginkan dan sebagainyaa.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Manajemen strategis adalah cara terbaik untuk mencapai beberapa sasaran. Untuk menentukan mana yang terbaik tersebut akan tergantung dari kriteria yang digunakan. Sedangkan taktik adalah pilihan pilihan yang dimiliki dalam mengimplementasikan sebuah strategi. Pilihan-pilihan manajemen strategsk ini akan bekerja atau tidak bekerja tergantung dari kriteria yang digunakan dan pilihan-pilihan tersebut adalah yang
berlangsung lama, tidak mudah diubah dan mencakup situasi yang sangat terstruktur.
Tujuan manajemen strategis pada umumnya didefinisikan sebagai sesuatu yang ingin dicapai dalam jangka panjang seperti bertahan hidup, keamanan, dan memaksimalkan profit. Sasaran lebih nyata yaitu
pencapaian hal-hal yang penting untuk mencapai tujuan. Mencapai sasaran akan lebih mendekatkan pada tujuan. Sasaran pada umumnya lebih
spesifik dan harus dapat diukur dan biasanya mencakup kerangka target dan waktu.
Manajemen strategis juga merupakan himpunan keputusan
keputusan dan tindakan manajerial yang mentukan kinerja jangka panjang suatu organisasi. Manajemen strategik sebagai bidang studi mencakup perhatian yang intergratif mengenai kebijakan organisasi publik dengan penekanan yang lebih berat kepada lingkungan dan strategik.
Disamping itu, pengertian manajemen strategis yang disebutkan terakhir dapat diambil beberapa kesimpulan:
1. Manajemen strategis diwujudkan dalam bentuk perencanaan dalam skala besar dalam arti mencakup seluruh komponen lingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana strategis yang dijabarkan menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
2. Visi misi pemilihan strategis induk dan tujuan strategik organisasi dalam jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategis.
3. Rencana strategik berorientasi pada jangkauan masa depan.
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Amirullah. (2015). Pengantar Manajemen. Jakarta: Mitra Wacana Media. Dr. Imam Machail, M., & A. H. (2016). The Handbook of Education
Management. Jakarta: Pt Fajar Inter Pratama Mandiri.
Hery S.E., M. (2016). Soal Jawab Management. Jakarta: Pt Grasindo. Mawari, H. (2012). Manajemen Strategik. Yogyakarta: Gajah Mada
University Press.
BIODATA
Nama : Imelda Manalu
Tempat,tanggal lahir : BATAM, 29 Mei 1998
Npm : 170910217
Prodi : Manajemen Bisnis
Semester : Satu
Tahun ajaran : 2017/2018
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Kristen Khatolik
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : Bengkong Asrama Blok e2 No 3
Riwayat pendidikan : -SDS Eben Haezer Batam -SMPN 4 Batam
-SMAS Katolik Budi Murni 1 Medan