• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahasa dalam Model Relational

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Bahasa dalam Model Relational"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

Bahasa dalam M odel Relat ional

Bahasa Query adalah bahasa yang digunakan unt uk model relasional

Bahasa Query merupakan suat u bahasa yang menyediakan fasilit as bagi user unt uk mengakses informasi dari basis dat a.

Pada umumnya level bahasa ini lebih t inggi dari bahasa pemrograman st andar.

Bahasa query dapat dikat egorikan menjadi 2 :

1. Prosedural

2. Non-Prosedural.

(2)

Bahasa Prosedural dan Non Prosedural

1. Bahasa Prosedural : user menginst ruksikan ke sist em agar membent uk serangkaian operasi dalam basis dat a unt uk mengeluarkan hasil yang diinginkan.

Yg t ermasuk bahasa query prosedural :

1. Aljabar Relasional

2. Bahasa Non-Prosedural: user mendeskripsikan informasi yang diinginkan tanpa memberikan prosedur det ail unt uk menghasilkan informasi.

Yang t ermasuk bahasa non-prosedural :

1. Kalkulus relasional tupel 2. Kalkulus relasional domain

(3)

Bahasa Prosedural

1. Aljabar Relasional adalah sebuah bahasa query prosedural yang t erdiri dari sekumpulan operasi dimana masukkannya adalah sat u at au dua relasi dan keluarannya adalah sebuah relasi baru sebagai hasil dari operasi t ersebut .

Operasi-operasi dasar dalam aljabar relasional adalah :

1.Select

2. Project ion

3.Union

4. Set difference

5. Cart esian product , selain it u ada beberapa operasi t ambahan Yait u set int ersect ion, nat ural join, division dan t het a join.

(4)

Operasi Dasar Aljabar Relasional

1. Select

Operasi select dapat didefiniskan sebagai ” Kumpulan semua t uple-t uple/ record-record dalam suat u t abel yang memenuhi kondisi seleksi t ert ent u”.

Operasi select berfungsi unt uk menyeleksi t uple-t uple yang memenuhi predikat yang diberikan dari sebuah t abel relasi.

Simbol sigma “

σ

” digunakan unt uk menunjukkan operasi select.

Argumen diberikan dalam t anda kurung yang mengikut i

σ

dan berisi t abel relasi yang dimaksud.

(5)

Cont oh penggunaan operasi

select

M isalkan ada 3 tabel, yait u tabel dosen, tabel matakuliah dan tabel mengajar sepert i berikut :

NIP Nama_dosen Jenis_kelamin Alamat Kota

95001 Bambang Pria Jl. Mawar Jakarta Selatan 95002 Asri Wanita Jl. Anggrek Jakarta Selatan 95003 Hesti Wanita Jl. Bungur Jakarta Timur 95004 Dimas Pria Jl. Kemuning Cikarang

Kd_mk Nama_mk Sks

Tabel M atakuliah Tabel M engajar

(6)

Cont oh penggunaan operasi

select

NIP Nama_dosen Jenis_kelamin Alamat Kota

95001 Bambang Pria Jl. Mawar Jakarta Selatan 95004 Dimas Pria Jl. Kemuning Cikarang

Hasil:

Cont oh

1. Tampilkan daft ar dosen yang berjenis kelamin pria dari t abel Dosen.

Aljabar relasional :

σ

Jenis_kelam in=Pria(Dosen)

2. Tampilkan daft ar dosen yang kot a asalnya Jakart a Selat an Aljabar relasional :

σ

kota=Jakarta Selatan(Dosen)

NIP Nama_dosen Jenis_kelamin Alamat Kota

95001 Bambang Pria Jl. Mawar Jakarta Selatan

95002 Asri Wanita Jl. Anggrek Jakarta Selatan

(7)

Cont oh penggunaan operasi

select

Hasil:

Cont oh

1. Tampilkan daft ar mat akuliah yg sksnya lebih dari at au sama dengan 3

2. Aljabar relasional :

σ

(sks>=3)(M at akuliah)

Kd_mk

Nama_mk

Sks

MKB3

BDT

3

MKB4

ASD

3

M KB5 PTI 4

(8)

Operasi Dasar Aljabar Relasional

2. Project

Operasi project berfungsi unt uk memilih nilai at ribut -at ribut t ert ent u saja dari sebuah t abel relasi.

Simbol phi “

π

” digunakan unt uk menunjukkan operasi project ion.

Predikat muncul sebagai subscript dari

π

dan hanya nama at ribut yang diinginkan yang dit ulis dalam predikat .

(9)

Cont oh penggunaan operasi

project

1. Tampilkan NIP dan Nama_dosen dari t abel Dosen Aljabar relasional :

π

NIP,Nam a_dosen(Dosen)

NIP Nama_dosen 95001 Bambang 95002 Asri

95003 Hesti

95004 Dimas

2. Tampilkan NIP, Nama_dosen, dan kot a dari t abel Dosen, dari

dosen-dosen yang bert empat t inggal di kot a Jakart a Selat an.

Aljabar relasional :

π

NIP,Nam a_dosen,Kota(

σ

Kota=Jakarta Selatan(Dosen)

IP Nama_dosen Jenis_kelamin Kota

95001 Bambang Pria Jakarta Selatan

95002 Asri Wanita Jakarta Selatan

(10)

Operasi Dasar Aljabar Relasional

3. Union

Operasi union berfungsi unt uk mendapat kan gabungan nilai at ribut dari sebuah t abel relasi dengan nilai at ribut dari t abel relasi lainnya.

Simbol “

” digunakan unt uk menunjukkan operasi union.

Operasi union bernilai benar bila t erpenuhi 2 kondisi, yait u :

Derajat dari 2 t abel relasi yang dioperasikan harus sama dan

(11)

Operasi Dasar Aljabar Relasional

NIP Nama_dosen Jenis_kelamin Alamat Kota

95001 Bambang Pria Jl. Mawar Jakarta Selatan

95002 Asri Wanita Jl. Anggrek Jakarta Selatan

95003 Hesti Wanita Jl. Bungur Jakarta Timur

95004 Dimas Pria Jl. Kemuning Cikarang

NIP Kd_mk Kelas

Cont oh penggunaan operasi union :

(12)

Bahasa dalam M odel Relat ional

4. Set Difference

Operasi set difference berfungsi unt uk mendapat kan nilai yang ada disebuah t abel relasi, tapi tidak ada dalam t abel relasi lainnya.

(13)

Contoh penggunaan operasi

set difference

NIP 95001

NIP Nama_dosen Jenis_kelamin Alamat Kota

95001 Bambang Pria Jl. Mawar Jakarta Selatan 95002 Asri Wanita Jl. Anggrek Jakarta Selatan 95003 Hesti Wanita Jl. Bungur Jakarta Timur 95004 Dimas Pria Jl. Kemuning Cikarang

Tabel Dosen

Tampilkan NIP (dari t abel Dosen) Set-difference dari NIP (dari t abel M engajar).

(14)

5. Cartesian Product

5. Cartesian Product

Operasi cart esian product berfungsi unt uk mengkombinasikan informasi yang ada dalam 2 t abel relasi dan menghasilkan sebuah t abel relasi yang baru.

Simbol “x“ digunakan unt uk menunjukkan operasi cart esian product.

Contoh penggunaan operasi cartesian product :

Tampilkan Kode_mk, Nama_mk, Sks (dari t abel M atakuliah), Kelas (dari t abel M engajar) dimana kelas yang diajar adalah kelas A.

Aljabar relasional:

π

Kode_mk,Nama_mk,Sks,Kelas

Kelas=A ^

M engajar.Kode_m k=M atakuliah.Kode_m k(M engajar x M at akuliah))

atau

σ

M engajar.Kode_m k=M atakuliah.Kode_m k

(15)

Contoh penggunaan operasi

cartesian product

Kd_mk Nama_mk Sks Kelas

MPK1 PKN 2 A

(16)

6. Intersection

6. Intersection

Set int ersect ion / Int ersect ion (

) t ermasuk ke dalam operator t ambahan, karena operat or ini dapat diderivikasi dari operator dasar sepert i berikut :

A

B = A - ( A – B ), at au A

B = B - ( B – A )

Operasi set int ersect ion berfungsi unt uk mendapat kan nilai yang ada dalam sebuah t abel relasi dan juga ada dalam t abel relasi lainnya.

(17)

Contoh penggunaan operasi

set intersection

Tampilkan NIP (dari t abel Dosen) Set Int ersect ion dengan NIP (dari t abel M engajar).

Aljabar relasional:

π

NIP (Dosen)

π

NIP (M engajar)

NIP Nama_dosen Jenis_kelamin Alamat Kota

95001 Bambang Pria Jl. Mawar Jakarta Selatan 95002 Asri Wanita Jl. Anggrek Jakarta Selatan 95003 Hesti Wanita Jl. Bungur Jakarta Timur 95004 Dimas Pria Jl. Kemuning Cikarang

(18)

7. Natural Join

Operasi nat ural join berfungsi unt uk m enggabungkan

operasi select ion dan cart esian product m enjadi 1 operasi saja.

Sim bol “

“ digunakan unt uk m enunjukkan operasi nat ural join.

Operasi nat ural join hanya m enghasilkan t upel yang m em punyai nilai

yang sam a pada 2 at ribut yang bernam a sam a pada 2 tabel relasi yang

(19)

7. Natural Join

7. Natural Join

Kd_mk Nama_mk Sks NIP Kelas

MKB3 BDT 3 95002 A

Cont oh penggunaan operasi nat ural join

Tam pilkan seluruh dat a yang ada pada t abel M at akuliah dan t abel M engajar.

Aljabar relasional : M at akuliah

M engajar.Kode_mk=M atakuliah.Kode_mk M engajar

(20)

7. Theta Join

Operasi t het a join berfungsi unt uk mengkombinasikan t upel dari 2 t abel relasi dimana kondisi dari kombinasi t ersebut t idak hanya nilai dari 2 at ribut bernama sama, t et api kondisi yang diinginkan juga bisa menggunakan operator relasional

(≤,

<, =, >,

≥)

.

(21)

7. Theta Join

Cont oh penggunaan operasi t het a join:

Tampilkan seluruh dat a yang ada pada t abel M at akuliah dan t abel M engajar.

Aljabar relasional :

M at akuliah

M engajar.Kode_m k=M atakuliah.Kode_m k M engajar

Kd_mk Nama_mk Sks NIP Kd_mk Kelas

MKB3 BDT 3 95002 MKB3 A

MKB4 ASD 3 95002 MKB4 A

MPK1 PKN 2 95003 MPK1 A

MPK1 PKN 2 95003 MPK1 B

MKB4 ASD 3 95004 MKB4 B

(22)

Bahasa Non-Prosedural

Bahasa

query non-prosedural

: user menent ukan query

berdasarkan

APA

yang diingingkan (

Relational Algebra

:

user

menent ukan

query

berdasarkan

Bagaimana

melakukannya)

Kalkulus relasional dibagi menjadi dua, yait u:

1. Kalkulus

Relasional

Tupel

(

Tuple

Relational

Calculus)

(23)

1. Kalkulus Relasional Tupel

Bahasa ini mendeskripsikan informasi yang diinginkan

t anpa

memberi

prosedur/ cara

secara

det il

unt uk

mendapat kan informasi t ersebut .

Konsep dasar kalkulus relasional t upel adalah konsep

variable t upel.

(24)

1. Kalkulus Relasional Tupel

Kalkulus relasional t upel merupakan basis unt uk bahasa

query

QUEL

.

Sintaks

{ t | P(t) }

art inya, semua t uple

t

sedemikian sehingga

predikat P adalah benar unt uk

t

.

T

: t uple variables

(25)

Lanjut ..

Dalam kalkulus relasional ada 2 not asi yang pent ing

1. “ t erdapat beberapa (

t here exist s

)” yang dit ulis :

t

r ( Q(t) ),

art inya, t erdapat beberapa t uple

t

anggot a relasi

r

sedemikian sehingga bahw a predikat

Q(t)

adalah benar.

2. “ unt uk seluruh (

for all

)” yang dit ulis :

t

r ( Q(t) ),

art inya, unt uk seluruh t upel

t

anggot a relasi

r

(26)

Lanjut ...

Ciri-ciri relasi kalkulus :

First order calculus

menggunakan simbol-simbol predikat

dan simbol-simbol fungsi. Unt uk kait annya dengan basis

dat a : simbol fungsi t idak diperlukan dan predikat

diint erprest asikan sebagai relasi.

Formula

pada

first order calculus

dapat dibedakan ke

dalam dua kelas :

1.

Open formula (

free variable

)

(27)

Lanjut ...

2.

Closed Formula

atau

Sentences

yang memiliki variable

terbatas.

Karena kalkulus dipergunakan sebagai bahasa

query

dan basis dat a bert ujuan unt uk inst ant maupun relasi

lainnya, maka

closed formulas

t idak diperhat ikan.

Dalam kalkulus relasional t upel digunakan variabel dari

t upelnya.

Variabel dari suat u t upel adalah daerah yang t erdefinisi

(28)

Kalkulus Relasional

Berikut ini cont oh kalkulus relasional t uple yang dit erapkan

pada SQL.

SELECT Dosen.nid,dosen.nama_d,Dosen.gajipokok

FROM Dosen W HERE Dosen.jkelamin=‘Pria’ AND Dosen.gajipokok>1000000

Pada query di atas menyatakan dua hal :

(29)

Kalkulus Relasional

M enampilkan

at ribut

t ert ent u

yait u

nid,

nama_d,

gajipokok.

Dengan

demikian

Dosen.nid,Dosen.gajipokok

adalah

variabel-variabel t upel.

Bent uk umum dari kalkulus relasional t uple adalah:

TupleVariabel1 operat or[TupleVariabel2 | const ant ]

(30)

Kalkulus Relasional Domain

2. Kalkulus Relasional Domain

Kalkulus relasional domain juga adalah bahasa

query

yang

non prosedural

dan karenanya berhubungan dekat

dengan kalkulus relasional t upel.

Berbeda dengan kalkulus relasional t upel, bahasa ini

menggunakan variabel domain yang mengambil nilai

dari domain at ribut , bukan dari nilai seluruh t upel.

Kalkulus relasional domain merupakan basis unt uk

(31)

Kalkulus Relasional Domain

1. Sebuah ekspresi dalam kalkulus relasional

domain adalah berbent uk :

2. { < x

1

, x

2

, . . . , x

n

> | P(x

1

, x

2

, . . . , x

n

) } dimana

x

1

, x

2

, . . . , x

n

merepresent asikan

variabel-variabel / konst ant a domain.

3. P

merepresent asikan sebuah formula/ rumus2

yang t erdiri dari at om-at om.

(32)

Kalkulus Relasional Domain

- x

ϴ

y, dimana x dan y adalah variabel domain dan

ϴ

adalah operat or relasional

(≤,

<, =,

≠,

>,

≥)

. Kit a

membut uhkan at ribut x dan y mempunyai domain yang

bisa diperbandingkan dengan

ϴ

.

(33)

Kalkulus Relasional Domain

Cont oh :

t ampilkan nip,nama_d,gajipokok daridosen, dimana jenis

kelaminnya adalah Pria dan gaji pokoknya lebih besar

1200000.

(34)

Kalkulus Relasional Domain

Simbol yang muncul pada formula terdiri dari :

Konst an (elemen-elemen domain D)

Variabel (elemen-elemen dari himpunan berhingga V yang

dihubungkan dengan domain D),

Nama relasi (t abel) dan at ribut (berdasarkan skema basis

dat a),

Operat or perbandingan (=,

≠,

>, >=, <, <=),

Penghubung logika (

Λ

( dan / konjugsi)

(V at au/ disjungsi),

(not / negasi), ada/ beberapa(

), dan

(35)

Structured Query Language

(

SQL)

St ruct ured Query Language

(SQL) merupakan bahasa

yang banyak digunakan dalam

berbagai produk

database.

Penggunaan

SQL

pada

beberapa

bahasa

pemrograman secara umum relat if sama.

(36)

SQL

Saat

ini

organisasi

st andar

Am erica

(ANSI)

menet apkan st andar bahasa SQL yait u ANSI-92

st andard.

M asing-masing

vendor

dat abase

m emiliki

dialeknya sendiri sebagaian besar spesifikasinya

mengacu pada

(37)

SQL

Bagi seorang programmer, menguasai SQL

adalah

sebuah kewajiban

, karena program

jaman sekarang past i menggunakan

(38)

SQL

SQL

menyediakan

sekumpulan

stat emen

unt uk

melakukan proses penyimpanan, modifikasi, dan

pengambilan dat di dalam database.

(39)

SQL

Dengan PL/ SQL, diperbolehkan membuat prosedur,

fungsi, t rigger, dan konst ruksi standar prosedural

(40)

SQL

Sejarah SQL

Sejarah SQL dimulai dari art ikel seorang penelit i dari IBM

bernama

EF Codd

yang membahas t ent ang ide

(41)

SQL

Bahasa t ersebut kemudian diberi nama

SEQUEL

(

St ruct ured English Query Language

).

Set elah t erbit nya art ikel t ersebut , IBM mengadakan

proyek pembuatan basis data relasional berbasis

bahasa

SEQUEL

(42)

SQL

Di akhir tahun 1970-an, muncul perusahaan bernama

Oracle

yang membuat server basis data populer yang

bernama sama dengan nama perusahaannya.

Naiknya kepopuleran Oracle, maka SQL juga ikut

populer sehingga saat ini menjadi

standar de facto

(43)

SQL

Standarisasi

Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986, ditandai

dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI.

Standar ini sering disebut dengan SQL86.

Standar t ersebut kemudian diperbaiki pada tahun

(44)

Pemakaian Dasar

Secara umum, SQL terdiri dari dua bahasa :

1.

Data Definit ion Language (DDL)

2.

Data M anipulat ion Language (DM L).

(45)

1. Data Definit ion Language (DDL)

1. CREATE (unt uk membent uk basis data, table atau

index)

2. DROP (unt uk mengubah st rukt ur table)

3. ALTER (unt uk menghapus basis data, table atau

(46)

CREATE

CREATE

digunakan unt uk membuat basis data maupun

objek-objek basis data. SQL yang umum digunakan

adalah:

CREATE DATABASE <nama_basis_data>

(47)

CREATE

CREATE TABLE <nama_t abel>

CREATE TABLE

digunakan unt uk membuat t abel

baru pada basis dat a yang sedang akt if.

Secara umum, perint ah ini memiliki bent uk :

CREATE TABLE [nama_t abel]

(

nama_field1 t ipe_dat a [const raint s][,

nama_field2 t ipe_dat a,

(48)

CREATE

at au

CREATE TABLE [nama_t abel]

(

nama_field1 t ipe_dat a [,

nama_field2 t ipe_dat a,

...]

(49)

CREATE

nama_field

adalah nama kolom (field) yang akan

dibuat .

Beberapa sist em manajemen basis dat a

mengizinkan penggunaan

spasi

dan

karakt er

nonhuruf

pada nama kolom.

Tipe dat a t ergant ung implement asi sist em

manajemen basis dat a.

(50)

CREATE

Constarints

adalah

bat asan-bat asan

yang

diberikan unt uk t iap kolom.

Tergant ung

implement asi

sist em

manajemen

basis dat a, misalnya NOT NULL, UNIQUE, dan

sebagainya.

Ini dapat digunakan unt uk mendefinisikan kunci

primer (primary key) dan kunci asing (foreign key).

Sat u t abel boleh t idak memiliki kunci primer sama

(51)

CREATE

Cont oh:

CREATE TABLE user

(

username VARCHAR(30) CONSTRAINT PRIM ARY

KEY,

passwd VARCHAR(20) NOT NULL,

t anggal_lahir DATETIM E

);

(52)

ALTER

(53)

CONTOH

Sintaks untuk menambahkan kolom

ALTER TABLE t able_nam e ADD colum n_nam e dat at ype;

Contoh: Unt uk m enam bahkan kolom " pengalam an" ke m eja karyawan, query akan sepert i

ALTER TABLE em ployee ADD experience num ber(3);

Sintaks untuk menjatuhkan kolom

ALTER TABLE t able_nam e DROP colum n_nam e;

Contoh: Unt uk m enjat uhkan kolom " lokasi" dari t abel karyawan, query akan sepert i

ALTER TABLE em ployee DROP locat ion; Sint aks unt uk m em odifikasi kolom

ALTER TABLE t able_nam e M ODIFY colum n_nam e dat at ype;

Contoh: Unt uk m engubah gaji kolom dalam t abel karyawan, query akan sepert i

(54)

DROP

1. Drop t able

DROP TABLE <NAM A_TABLE>;

2. Drop dat abase

DROP DATABASE <NAM A_DATABASE>;

DROP TABLE

mhs;

(55)

2. Data M anipulation Language

DM L digunakan unt uk memanipulasi dat a yang

ada dalam suat u t abel. Perint ah yang umum

dilakukan adalah:

• SELECT unt uk menampilkan dat a.

• INSERT unt uk menambahkan dat a baru.

• UPDATE unt uk mengubah dat a yang sudah ada.

(56)

SELECT

SELECT adalah perint ah yang paling sering

digunakan pada SQL, sehingga kadang-kadang

ist ilah query dirujukkan pada perint ah SELECT.

SELECT digunakan unt uk menampilkan dat a dari

sat u at au lebih t abel, biasanya dalam sebuah

basis dat a yang sama.

(57)

SELECT

SELECT [

nama_t abel| alias.]nama_field1 [AS alias1]

[, nama_field2

, ...]

FROM nama_t abel1 [AS alias1]

[INNER| LEFT| RIGHT JOIN t abel2 ON

kondisi_penghubung]

[, nama_t abel3 [AS alias3], ...]

[WHERE kondisi]

[ORDER BY nama_field1 [ASC| DESC][,

nama_field2 [ASC| DESC], ...]]

(58)

SELECT

Ket erangan :

• Kondisi adalah syarat yang harus dipenuhi

suat u dat a agar dit ampilkan.

• Kondisi_aggregat adalah syarat khusus unt uk

fungsi aggregat .

Kondisi dapat dihubungkan dengan operat or

(59)

Tabel user

username Password t gllahir t rasaksi t ot al t ransaksi

Aris 6487AD5EF 09-09-1987 6 10.000 Budi 97AD4erD 01-01-1994 0 0

Charlie 548794654 06-12-1965 24 312.150 Daniel FLKH947HF 24-04-1980 3 0

(60)

SELECT

Cont oh 1: Tampilkan seluruh dat a.

SELECT * FROM user

Cont oh 2: Tampilkan pengguna yang t idak pernah bert ransaksi.

SELECT * FROM user WHERE t ot al_t ransaksi = 0

Cont oh 3: Tampilkan username pengguna yang bert ransaksi

kurang dari 10 dan nilainya lebih dari 1.000.

SELECT username FROM user WHERE jml_t ransakai < 10 AND

(61)

SELECT

Cont oh 4: Tampilkan t ot al nominal t ransaksi yang sudah t erjadi.

SELECT SUM (t ot al_t ransaksi) AS t ot al_nominal_t ransaksi FROM

user

Cont oh 5: Tampilkan seluruh dat a diurut kan berdasarkan jumlah

t ransaksi t erbesar ke t erkecil.

(62)

UPDATE

Unt uk mengubah data

Sintaks:

UPDATE [NAM A_TABLE] SET

[NAM A_KOLOM ]=[NILAI] WHERE [KONDISI]

Cont oh:

(63)

DELETE

Delete digunakan untuk menghapus data

sint aks:

DELETE FROM [NAM A_TABLE] [KONDISI]

(64)

Fungsi aggregate

Beberapa SM BD m em iliki fungsi aggregat , yait u fungsi-fungsi khusus yang m elibat kan sekelom pok dat a (aggregat ).

Secara umum fungsi aggregat adalah:

• SUM unt uk m enghit ung t ot al nom inal dat a

• COUNT unt uk m enghit ung jum lah kem unculan dat a • AVG unt uk m enghit ung rat a-rat a sekelom pok dat a

• M AX dan M IN unt uk m endapat kan nilai m aksim um/ m inimum dari sekelom pok dat a.

Fungsi aggregat digunakan pada bagian SELECT. Syarat unt uk fungsi aggregat dilet akkan pada bagian HAVING, bukan WHERE.

(65)

JENIS JENIS JOIN SQL :

1. INNER JOIN : hanya akan menampilkan baris unt uk dat a

yang memiliki nilai yang sama pada field kunci dengan

t abel yang berelasi

2. LEFT JOIN : hanya menampilkan dat a dengan mengacu

pada t abel yang ada disebelah kiri.

3. RIGHT JOIN : hanya menampilkan dat a dengan mengacu

pada t abel yang ada disebelah kanan

(66)

3. Data Control Language(DCL)

(67)

GRANT

GRANT : Perint ah ini digunakan unt uk memberikan hak / izin akses oleh administ rat or (pemilik ut ama) server kepada user (pengguna biasa).

Hak akses t ersebut berupa hak membuat (CREATE), mengambil (SELECT), menghapsu (DELETE), mengubah (UPDATE) dan hak khusus berkenaan dengan sist em dat abasenya.

Sint aks : GRANT privileges ON t bname TO user

(68)

REVOKE

REVOKE

: perint ah ini memiliki kegunaan t erbalik dengan

GRAND, yait u unt uk menghilangkan at au mencabut hak

akses yang t elah diberikan kepada user oleh administ rat or.

Gambar

Tabel dosen
Tabel M engajar
Tabel M atakuliah
Tabel M engajar
+3

Referensi

Dokumen terkait

Macam-macam model data adalah Flat File, Hirarkis, Jaringan, Relasional, Relasi-Entitas, Berbasis Objek.. Model Data

SQL (Structured Query Language) adalah sebuah bahasa yang dipergunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional, MySQL adalah salah satu perangkat lunak sistem

Sebuah survei dilakukan t erhadap sekumpulan siswa. Dari survei t ersebut didapat bahwa 133 orang menyukai sedikit nya sat u dari 3 pelaj aran Fisika, Mat emat ika at au

Jika Tipe Asosiasi adalah banyak ke banyak, maka atribut key (Primary Key) dari entitas kesatu dan entitas kedua digabungkan ke Relasi baru sebagai

Sekuen yang disusun sedemikian rupa hingga m embent uk sat u gerakan t ubuh yang ut uh. Sebuah adegan t unggal dapat t erdiri dari beberapa kali shot. Di sini

sekumpulan aktivitas dan kejadian yang dirangkai sebagai sebuah rangkaian kausalitas yang membahas seputar tema, yang menggambarkan kepribadian tokoh dan pergulatannya dengan

Data Manipulation Language (DML) adalah sebuah metode query yang dapat digunakan apabila DDL telah terjadi, sehingga fungsi dari query ini adalah untuk melakukan

PEMBAHASAN Untuk mengidenfikasi proses relasional being, data klausa Banyumasan perlu dicerminkan dengan realisasi klausa tersebut dalam bahasa Inggris, mengingat “being” adalah verba