• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN A (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN A (1)"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL DI PUSKESMAS GONDANG REJO KARANGANYAR

DISUSUN OLEH:

ZEPLEN CHITRA ELPIOLITA NIM. SN14049

PROGRAM PROFESI NERS

(2)

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN ANTENATAL A. Definisi Antenal

 Antenatal Care adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim (Haen Forer, 2009).

 Asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi,edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil,untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan ( Muchtar Rustam, 2008).

 Antenatal care adalah perawatan selama masa kehamilan sebagai suatu manajemen kehamilan di mana ibu dan anaknya diharapkan sehat dan baik (Wiknjosastro, 2002)  Antenatal care adalah pemeriksaan kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa

keadaan ibu dan janin secara berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan (Depkes RI, 2007).

B. Tanda dan Gejalan Antenatal

MenurutHaen Forer, (2009) beberapa tanda dan gejala antenatal yaitu : 1. Tanda Tidak Pasti/Tanda Mungkin Kehamilan

a. Persumtif Sign ( subyektif)  Amenorhoe ( tidak mendapat haid)

 mual muntah (morning sicknes) merupakan respon awal terhadap tingginya kadar progesterone dan menghilang setelah tiga bulan.

 letih,sakit kepala

 merasakan gerakan janin terjadi sekitar 22 minggu gestasi atau 20 minggu pada wanita hamil pertama.

 perubahan pada mamae

 frekuensi berkemih meningkat karena adanya kongesti darah pada organ-organ pelvic sehingga meningkatkan sensitivitas jaringan, tekanan uterus pada kandung kencing menstimulasi saraf sehingga BAK.

 lekore/keputihan peningkatan sekresi vaginal oleh efek stimulasi hormone estrogen dan progesterone pada kelenjar dan peningkatan suplay darah ke pelvic .

b. Probabilitas ( objektif)  Pembesaran uterus

(3)

- Servik terasa lebih lunak (tanda Goodell”s) diketahui melalui pemeriksaan bimanual - tanda ballotemen : pantulan yang terjadi saat jari pemeriksa mengetuk janin yang

mengapung dalam uterus,bayi menjauh kemumudian ke posisi semula.

- Kontraksi Braxton hicks yaitu kontraksi intermiten yang mungkin terjadi selama hamil dan tidak terasa sakit.

 Perubahan warna kulit oleh

Chloasma : warna kulit yang kehitam-hitaman pada dahi,punggung hidung dan kulit daerah tulang pipi terutama pada warna kulit hitam hal ini disebabkan oleh stimulasi MSH ( Melanosyt Stimulating Hormone).

Striae gravidarum ;regangan kulit abdomen terlihat garis tak teratur.  Hcg(Human Chronic Gonadotropin) meningkat

2. Tanda positif kehamilan

 Terdengar DJJ. DJJ dapat didengar dengan stetoskop laenec pada minggu 17-18. Dengan stetoskop ultrasonik (doppler), DJJ dapat didengarkan lebih awal lagi, sekitar minggu ke-12. Normal DJJ 120-160 kali permenit.

 adanya gerakan janin pada palpasi  Teraba bagian janin pada palpasi

 Adanya kantong kehamilan (gestasional sac) dalam rongga uterus pada pemeriksaan USG ,adanya skelet janin pd gmbr X Ray.

3. Tes Kehamilan

 Tes hCG ( hormone chorionic gonadotropin). Dilakukan dengan mendeteksi hormone hCG dalam urin.kadar terendah yang memberi hasil positif yaitu 0,5 hCG per ml urin, kadar tertinggi 500 SI hCG.

C. Perubahan dan Adaptasi Fisiologi pada Masa Kehamilan a. Perubahan Fisik Pada Ibu Hamil

Ketika hamil, seorang wanita akan mengalami beberapa perubahan. Menurut George Adriaanz (2008), perubahan yang terjadi ketika hamil antara lain:

a. Uterus

(4)

peningkatan yang nyata dari jaringan elastin dan akumulasi dari jaringan fibrosa sehingga struktur dinding uterus menjadi lebih kuat terhadap regangan dan distensi. Hipertrofi myometrium juga disertai dengan peningkatan vaskularisasi dan pembuluh limfatik. Peningkatan vaskularisasi, kongesti dan edema jaringan dinding uterus dan hipertrofi kelenjar serviks menyebabkan berbagai perubahan yang dikenali sebagai tanda Chadwick, Goodell dan Hegar.

b. Payudara

Konsentrasi tinggi estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh plasenta menimbulkan perubahan pada payudara (tegang dan membesar), pigmentasi kulit dan pembesaran uterus. Adanya chorionic gonadotropin (hCG) digunakan sebagai dasar uji imunologik kehamilan. Chorionic somatotropin (Human Placental Lactogen/HPL) dengan muatan laktogenik akan merangsang pertumbuhan kelenjar susu di dalam payudara dan berbagai perubahan metabolik yang mengiringinya.

Secara spesifik, estrogen akan merangsang pertumbuhan sistem penyaluran air susu dan jaringan payudara. Progesteron berperan dalam perkembangan sistem alveoli kelenjar susu. Hipertrofi alveoli yang terjadi sejak 2 bulan pertama kehamilan menyebabkan sensasi noduler pada payudara. Chorionic somatotropin dan kedua hormon ini menyebabkan pembesaran payudara yang disertai dengan rasa penuh atau tegang dan sensitif terhadap sentuhan (dalam dua bulan pertama kehamilan), pembesaran puting susu dan pengeluaran kolostrum (mulai terlihat atau dapat diekspresikan sejak kehamilan memasuki usia 12 minggu). Hipertrofi kelenjar sebasea berupa tuberkel Montgomery atau folikel disekitar areola mulai terlihat jelas sejak dua bulan pertama kehamilan. Pembesaran berlebihan dari payudara dapat menyebabkan striasi (garis-garis hipo atau hiperpigmentasi pada kulit). Selain membesar, dapat pula terlihat gambaran vena bawah kulit payudara.

c. Kulit

(5)

area hiperpigmentasi akan memudar tetapi guratan pada kulit akan menetap dan berwarna putih keperakan

d. Sistem gastrointestinal

Hal lain yang terkait dengan perubahan hormonal dan dikaitkan dengan tanda kehamilan adalah rasa mual dan muntah yang berlebihan atau hiperemesis. Walaupun demikian, kondisi ini juga tidak dapat dikategorikan sebagai tanda pasti kehamilan karena berbagai penyebab metabolik lain dapat pula menimbulkan gejala yang serupa. Hiperemesis pada kehamilan digolongkan normal apabila terjadinya tidak lebih dari trimester pertama

i. Perubahan Fisik pada Trimester I a. Morning Sickness, mual dan muntah.

Hampir 50% wanita hamil mengalami mual dan biasanya mual dimulai sejak awal kehamilan. Mual muntah di usia kehamilan muda disebut morning sickness tetapi mual muntah ini dapat terjadi setiap saat. Mual ini biasanya akan berakhir pada 14 mingggu kehamilan. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga.

b. Pembesaran Payudara

Payudara akan membesar dan mengencang, karena terjadi peningkatan hormon kehamilan yang menimbulkan pelebaran pembuluh darah dan untuk mempersiapkan pemberian nutrisi pada jaringan payudara sebagai persiapan menyusui.

c. Sering buang air kecil

Keinginan sering buang air kecil pada awal kehamilan ini dikarenakan rahim yang membesar dan menekan kandung kencing. Keadaan ini akan menghilang pada trimester II dan akan muncul kembali pada akhir kehamilan, karena kandung kemih ditekan oleh kepala janin.

d. Konstipasi atau Sembelit

Keluhan ini juga sering dialami selama awal kehamilan, karena peningkatan hormon progesteron yang menyebabkan relaksasi otot sehingga usus bekerja kurang efisien. Adapun keuntungan dari keadaan ini adalah memungkinkan penyerapan nutrisi yang lebih baik saat hamil.

e. Sakit Kepala/Pusing

(6)

akan mengubah posisi dari duduk / tidur ke posisi yang lain (berdiri) tiba-tiba, sistem sirkulasi darah merasa sulit beradaptasi. Sakit kepala / pusing yang lebih sering daripada biasanya dapat disebabkan oleh faktor fisik maupun emosional. Pola makan yang berubah, perasaan tegang dan depresi juga dapat menyebabkan sakit kepala.

f. Kram Perut

Kram perut saat trimester awal kehamilan seperti kram saat menstruasi di bagian perut bawah atau rasa sakit seperti ditusuk yang timbul hanya beberapa menit dan tidak menetap adalah normal. Hal ini sering terjadi karena adanya perubahan hormonal dan juga karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim dimana otot dan ligamen merenggang untuk menyokong rahim.

g. Meludah

Keinginan meludah yang terjadi pada ibu hamil yang terus menerus dianggap normal sebab hal ini termasuk gejala morning sickness.

h. Peningkatan Berat Badan

Pada akhir trimester pertama wanita hamil akan merasa kesulitan memasang kancing / rok celana panjangnya, hal ini bukan berarti ada peningkatan berat badan yang banyak tapi karena rahim telah berkembang dan memerlukan ruang juga, dan ini semua karena pengaruh hormon estrogen yang menyebabkan pembesaran rahim dan hormon progresteron yang menyebabkan tubuh menahan air.

ii. Perubahan Fisik pada Trimester II a. Perut semakin membesar

Setelah usia kehamilan 12 minggu, rahim akan membesar dan melewati rongga panggul. Pembesaran rahim akan tumbuh sekitar 1 cm setiap minggu. Pada kehamilan 20 minggu, bagian teratas rahim sejajar dengan pusar (umbilicus). Setiap individu akan berbeda-beda tapi pada kebanyakan wanita, perutnya akan mulai membesar pada kehamilan 16 minggu.

b. Sendawa dan buang angin

(7)

c. Rasa panas di perut

Rasa panas diperut adalah keluhan yang paling sering terjadi selama kehamilan, karena meningkatnya tekanan akibat rahim yang membesar dan juga pengaruh hormonal yang menyebabkan rileksasi otot saluran cerna sehingga mendorong asam lambung kearah atas.

d. Pertumbuhan rambut dan kuku

Perubahan hormonal juga menyebabkan kuku bertumbuh lebih cepat dan rambut tumbuh lebih banyak dan kadang di tempat yang tidak diinginkan, seperti di wajah atau di perut. Tapi, tidak perlu khawatir dengan rambut yang tumbuh tak semestinya ini, karena akan hilang setelah bayi lahir.

e. Sakit perut bagian bawah

Pada kehamilan 18-24 minggu, ibu hamil akan merasa nyeri di perut bagian bawah seperti ditusuk atau tertarik ke satu atau dua sisi. Hal ini karena perenggangan ligamentum dan otot untuk menahan rahim yang semakin membesar. Nyeri ini hanya akan terjadi beberapa menit dan bersifat tidak menetap. f. Pusing

Pusing menjadi keluhan yang sering terjadi selama kehamilan trimester kedua, karena ketika rahim membesar akan menekan pembuluh darah besar sehingga menyebabkan tekanan darah menurun.

g. Hidung dan Gusi berdarah

Perubahan hormonal dan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk ke daerah hidung dan gusi selama masa kehamilan akan menyebabkan jaringan disekitarnya menjadi lebih lembut dan lunak. Akibatnya, hidung dan gusi akan bisa berdarah ketika menyikat gigi. Keluhan ini akan hilang setelah melahirkan.

h. Perubahan kulit

(8)

i. Payudara

Payudara akan semakin membesar dan mengeluarkan cairan yang kekuningan yang disebut kolostrum. Putting dan sekitarnya akan semakin berwarna gelap dan besar. Bintik-bintik kecil akan timbul disekitar putting, dan itu adalah kelenjar kulit.

j. Sedikit Pembengkakan

Pembengkakan adalah kondisi normal pada kehamilan, dan hampir 40% wanita hamil mengalaminya. Hal ini karena perubahan hormon yang menyebabkan tubuh menahan cairan. Pada trimester kedua akan tampak sedikit pembengkakan pada wajah dan terutama terlihat pada kaki bagian bawah dan pergelangan kaki. Pembengkakan akan terlihat lebih jelas pada posisi duduk atau berdiri yang terlalu lama.

iii. Perubahan Fisik pada Trimester III a. Sakit bagian tubuh belakang

Sakit pada bagian tubuh belakang (punggung-pinggang), karena meningkatnya beban berat dari bayi dalam kandungan yang dapat memengaruhi postur tubuh sehingga menyebabkan tekanan ke arah tulang belakang.

b. Konstipasi

Pada trimester ini sering terjadi konstipasi karena tekanan rahim yang membesar kearah usus selain perubahan hormon progesteron.

c. Pernafasan

Karena adanya perubahan hormonal yang memengaruhi aliran darah ke paru-paru, pada kehamilan 33-36 minggu, banyak ibu hamil akan merasa susah bernapas. Ini juga didukung oleh adanya tekanan rahim yang membesar yang berada di bawah diafragma. Setelah kepala bayi turun kerongga panggul ini biasanya 2-3 minggu sebelum persalinan pada ibu yang baru pertama kali hamil akan merasakan lega dan bernapas lebih mudah, dan rasa panas diperut biasanya juga ikut hilang, karena berkurangnya tekanan bagian tubuh bayi dibawah diafragma/tulang iga ibu.

d. Sering buang air kecil

(9)

e. Varises

Peningkatan volume darah dan alirannya selama kehamilan akan menekan daerah panggul dan vena di kaki, yang mengakibatkan vena menonjol, dan dapat juga terjadi di daerah vulva vagina. Pada akhir kehamilan, kepala bayi juga akan menekan vena daerah panggul yang akan memperburuk varises. Varises juga dipengaruhi faktor keturunan.

f. Kontraksi perut

Braxton-Hicks atau kontraksi palsu ini berupa rasa sakit di bagian perut yang ringan, tidak teratur, dan akan hilang bila ibu hamil duduk atau istirahat.

g. Bengkak

Perut dan bayi yang kian membesar selama kehamilan akan meningkatkan tekanan pada daerah kaki dan pergelangan kaki ibu hamil, dan kadang membuat tangan membengkak. Ini disebut edema, yang disebabkan oleh perubahan hormonal yang menyebabkan retensi cairan.

II. Perubahan Psikologis Pada Ibu Hamil

Menurut Sulistyawati,2009, perubahan psikologis pada ibu hamil menurut trimester adalah:

1. Perubahan Psikologis pada Trimester I (Periode Penyesuaian)

a. Ibu merasa tidak sehat dan kadang-kadang merasa benci dengan kehamilannya b. Kadang muncul penolakan, kecemasan dan kesedihan. Bahkan kadang ibu berharap

agar dirinya tidak hamil saja

c. Ibu akan selalu mencari tanda-tanda apakah ia benar-benar hamil. Hal ini dilakukan sekedar untuk meyakinkan dirinya

d. Setiap perubahan yang terjadi dalam dirinya akan selalu mendapat perhatian dengan seksama

e. Oleh karena perutnya masih kecil, kehamilan merupakan rahasia seseorang yang mungkin akan diberitahukannya kepada orang lain atau bahkan merahasiakannya Berikut ini adalah perubahan-perubahan psikologis lain yang dapat terjadi:

a. Reaksi – reaksi psikologis dan fokus perhatiannya, perasaan “Well being” menyadari bahwa kehamilan akan mudah dikenal orang lain.

b. Penerimaan terhadap kehamilan.

(10)

Reflikasi berlanjut, peran model yang diperlukan untuk pergerakan janin, internalisasi dan fantasi.

d. Fantasi

Berlanjut, membantu untuk mengenal perannya. e. Hubungan dengan ibu

Semakin erat dan penting, tukar pengalaman, perlu penerimaan ibunya yang membutuhkan support.

f. Hubungan dengan janin

Sadar dengan adanya pergerakan janin, memulai perilaku kontak dengan janin, gerak janin diartikan sebagai “Bentuk komunikasi yang rutin”.

g. Body image

Janin merupakan bagian yang terpisah dari ibu, tanda-tanda kehamilan mulai dapat diobservasi.

h. Waktu dan jarak

Kehamilan tidak akan lama lagi berakhir, ibu berfokus pada janinnya, ibu mungkin menarik diri dari orang lain.

2. Perubahan Psikologis pada Trimester II (Periode Kesehatan Yang Baik)

a. Ibu merasa sehat, tubuh ibu sudah terbiasa dengan kadar hormone yang tinggi b. Ibu sudah bisa menerima kehamilannya

c. Merasakan gerakan anak

d. Merasa terlepas dari ketidaknyamanan dan kekhawatiran e. Libido meningkat

f. Menuntut perhatian dan cinta

g. Merasa bahwa bayi sebagai individu yang merupakan bagian dari dirinya

h. Hubungan sosial meningkat dengan wanita hamil lainnya atau pada orang lain yang baru menjadi ibu

i. Ketertarikan dan aktivitasnya terfokus pada kehamilan, kelahiran, dan persiapan untuk peran baru

3. Perubahan Psikologis pada Trimester IIII

a. Rasa tidak nyaman timbul kembali, merasa dirinya jelek, aneh, dan tidak menarik b. Merasa tidak menyenangkan ketika bayi tidak lahir tepat waktu

(11)

d. Khawatir bayi akan dilahirkan dalam keadaan tidak normal, bermimpi yang mencerminkan perharian dan kekhawatirannya

e. Merasa sedih karena akan terpisah dari bayinya f. Merasa kehilangan perhatian

g. Perasaan mudah terluka (sensitif) h. Libido menurun

Berikut ini adalah perubahan psikologis yang dapat dialami oleh ibu dan ayah selama trimester III:

1) Perubahan Psikologis Ibu

a. Penerimaan terhadap janin meningkat b. Fantasi terhadap perubahan peran

c. Rasa cemas akan keadaan janin meningkat d. Fokus perhatian pada persalinan

e. Menaruh perhatian pada persalinan 2) Perubahan Psikologis Ayah

a. Butuh perhatian, kecemasan meningkat, merasa kehilangan, personal freedom, covvod sindrom berat

b. Parent hood, fantasi, bicara dengan calon ayah lain

D. Patofisiologi

Setiap bulan wanita melepaskan 1 atau 2 sel telur (ovum) dari indung telur (ovulasi), yang di tangkap oleh umbai-umbai (fimbriae) dan masuk ke dalam sel telur, waktu persetubuhan, cairan semen tumpah ke dalam vagina dan berjuta-juta sel mani (sperma) bergerak memasuki rongga rahim lalu masuk ke saluran telur.

Pembuahan sel telur oleh sperma biasanya terjadi di bagian yang mengembang oleh tuba falofi. Disekitar sel telur banyak berkumpul sperma yang mengeluarkan ragi untuk mencairkan zat-zat yang melindungi ovum. Kemudian pada tempat yang paling mudah dimasuki, masuklah salah satu sel mani dan kemudian bersatu dengan sel telur. Peristiwa ini disebut pembuahan (konsepsi = fertilitas).

(12)

kehamilan harus ada ovum (sel telur), spermatozoa (sel mani), pembuahan (konsepsi (konsepsi = fertilitas), nidasi dan plasenta, (Handerson 2006)

III. PATHWAY ANC

Perubahan psikologis Perubahan fisiologis

(13)

TRIMESTER II

Perubahan fisiologis Perubahan

psikologis

Retensi H2O & Na+ volume plasma

Saliva & asam lambung

Perubahan fisiologis Perubahan

psikologis

Pembesaran uterus Sistem endokrin

Retensi H2O & Na+

(14)

Perub.pusat gravitasi tubuh

Menekan saraf sekitar

Pelepasan mediator nyeri (prostaglandin, histamin)

Nyeri

nafas tekanan

hidrostatik menurun

Edema ekstremitas

Kelebihan volume cairan

Hipertrofi ventrikel

Penurunan cardiac output

Resiko cidera janin & maternal

E. Komplikasi Kehamilan

Macam-macam komplikasi kehamilan Menurut Depkes RI (2007) yaitu, jika tidak melaksanakan ANC sesuai aturan dikhawatirkan akan terjadi komplikasi-komplikasi yang terbagi menjadi 3 kelompok sebagai berikut :

Komplikasi Obstetrik Langsung, meliputi : 1) Perdarahan

2) Pre-eklampsia/eklampsia

3) Kelainan Letak (Letak Lintang/Letak Sungsang) 4) Hidramnion

5) Ketuban Pecah Dini

Komplikasi Obstetrik Tidak Langsung: 1) Penyakit Jantung

2) Tuberculosis 3) Anemia 4) Malaria

Komplikasi yang Tidak Berhubungan Dengan Obstetrik komplikasi akibat kecelakaan (kendaraan, keracunan, kebakaran) (Dewi, 2009).

F. Penatalaksanaan Medis

i. Diet dan Pengawasan Berat Badan

(15)

janin dan kesehatan ibu. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, perdarahan pasca persalinan dan sebagainya. Sedangkan makanan berlebihan karena dianggap untuk 2 orang (ibu dan janin), dapat mengakibatkan komplikasi seperti gemuk, pre-eklamsi, janin besar dan sebagainya (Mochtar, 19998). Anjurkan wanita tersebut makan secukupnya saja. Bahan makanan tidak perlu mahal, akan tetapi cukup mengandung protein baik hewani maupun nabati. Seperti diketahui, kebutuhan akan gizi selama kehamilan meningkat. Adapun kebutuhan ini dipergunakan untuk pertumbuhan plasenta, pertambahan volume darah, mammae yang membesar, dan metabolisme basal yang meningkat. Sebagai pengawasan akan kecukupan gizi ini dapat dipakai kenaikan berat badan wanita hamil tersebut. Kenaikan berat badan wanita hamil rata-rata 6,5 kg sampai 16 kg (Wiknjosastro, 2002).

ii. Merokok

Merokok adalah kebiasaan yang dilarang keras, baik saat hamil maupun tidak hamil dan baik merokok secara pasif maupun aktif. Adalah kenyataan bahwa wanita-wanita yang terlalu banyak merokok melahirkan anak yang lebih kecil, atau mudah mengalami abortus dan partus prematurus. Maka dari itu, sebaiknya wanita hamil dilarang merokok (Wiknjosastro, 2002).

iii. Obat-obatan

Jangan memberikan obat yang tidak perlu benar, terutama pada triwulan I dan II kehamilan. Ada obat yang teratogenik sehingga dapat menimbulkan kelainan teratogenik pada janin, misalnya thalidomide, yang sekarang telah ditarik dari peredaran (Wiknjosastro, 2002).

iv. Kebersihandan Pakaian

Kebersihan harus selalu dijaga pada masa kehamilan. Mandi diperlukan untuk kebersihan/ hygiene terutama perawatan kulit, karena fungsi ekskresi dan keringat bertambah. Dianjurkan menggunakan sabun yang lembut/ ringan. Mandi berendam tidak dianjurkan (Mochtar, 1998). Baju hendaknya yang longgar dan mudah dipakai. Sepatu atau alas kaki lain dengan tumit yang tinggi sebaiknya jangan dipakai, oleh karena tempat titik berat wanita hamil berubah, sehingga mudah tergelincir atau jatuh (Wiknjosastro, 2002).

v. Koitus

(16)

diperbolehkan pada masa kehamilan jika dilakukan dengan hati-hati. Pada akhir kehamilan, jika kepala sudah masuk ke dalam rongga panggul, koitus sebaiknya dihentikan karena dapat menimbulkan perasaan sakit dan perdarahan (Wiknjosastro, 2002).

vi. PerawatanGigi

Pada triwulan pertama wanita hamil mengalami enek dan muntah (morning sickness). Keadaan ini menyebabkan perawatan gigi tidak diperhatikan dengan baik, sehingga timbul karies, gingivitis, dan sebagainya. Bila kerusakan gigi ini tidak diperhatikan dengan baik, hal itu dapat mengakibatkan komplikasi, seperti nefritis, septicemia sepsis peurperalis, oleh karena infeksi di rongga mulut, misalnya pulpitis yang telah menahun, dapat menjadi sarang infeksi yang dapat menyebar kemana-mana. Maka dari itu bila keadaan mengijinkan, tiap wanita hamil harus memeriksakan giginya secara teratur sewaktu hamil (Wiknjosastro, 2002).

vii. Imunisasi

Tiap wanita hamil yang akan berpergian ke luar negeri dan di dalam negeri dibolehkan mengambil vaksinasi ulangan terhadap cacar, kolera, dan tifus. Dahulu di Indonesia pencacaran merupakan suatu keharusan, maka untuk wanita hamil pencacaran merupakan pencacaran ulang dan tidak membahayakan. Tapi bila ada wabah, maka pencacaran walaupun untuk pertama kali tetap dilakukan untuk melindungi ibu dan janin. Virus vaksin dapat melintasi plasenta dan dapat menimbulkan kerusakan-kerusakan pada macam-macam alat dan plasenta. Biasanya infeksi transplasenta hanya terjadi pada wanita hamil yang baru pertama sekali dicacar. Maka dari itu, dianjurkan agar pencacaran pertama sebaiknya dilakukan sebelum tua kehamilan melewati 20 minggu. Untuk melindungi janin yang akan dilahirkan terhadap tetanus neonatonum dewasa ini dianjurkan untuk diberikan toxoid tetanus pada ibu hamil (Wiknjosastro, 2002).

viii. PerawatanPayudara

(17)

masuk ke dalam, hal ini diperbaiki dengan jalan menarik-narik keluar (Mochtar, 2008).

G. Asuhan Keperawatan pada Ibu Hamil a. Pengkajian

1. Anamnesa

 Ciptakan hubungan terapeutik perawat dank lien  Ada Planing terlebih dahulu

 Tujuan komunikasi pada topik tertentu : untuk mengumpulkan data, interpretasi pasien terhadap status kesehatan ( data Subyektif), hasil observasi perawat.

 Subyektif data meliputi :identitas, Keluhan utama ,HPHT,riwayat kesehatan saat ini, Riwayat kehamilan saat ini, riwayat persalinan yang lalu,riwayat kontrasepsi,riwayat kesehatan keluarga,riwayat psikososial,persiapan persalinan.

 Pemerikasaan fisik Ibu Hamil

- penampilan umum (postur tubuh,penampilan,kesadaran)

- TTV (TD,Nadi,RR,BB,TB)

- Wajah dan kepala

 Wajah : ada tidaknya edema, cloasma gravidarum

 Mata : ada tidaknya anemis pada konjungtiva, ikhterik

pada sclera.

 Mulut : bibir pucat/tidak, kelembaban bibir, stomatitis,ginggivitis, adakah gigi yang tanggal, caries gigi, bau mulut.

- Leher : ada pembesaran kelenjar thyroid/tidak, pembesaran slauran limfe.

- Dada

 Paru : kaji keadaan paru-paru pasien

 Jantung :kaji keadaan jantung pasen

 Payudara : adakah benjolan/tidak,ksimetrisan, putting susu menonjol/datar/masuk, ASI sudah keluar/belum, kebersihan areola mamae.

- Abdomen

Sebelum memulai pemeriksaan abdomen, ibu dianjurkan untuk mengosongkan kandung kemihnya bila perlu.

(18)

 Pemeriksaan palpasi leopod I - IV - Ekstremitas

Atas : oedem,refleks bisep/trisep,skin fold,tonus otot

Bawah : oedem,reflek patella,reflek homman sign,kekuatan tonus otot,kram kaki.

- Vulva- vagina

Luka/benjolan,Edema pd vulva/vagina,leukore,keluaran cairan/darah dr jalan lahir,hemoroid,tanda Chadwick,godell sign,hegar sign.

 Persiapan persalinan

 Obat-obatan yang di pakai saat ini  Hasil pemeriksaan penunjang

b. Diagnosa Keperawatan Yang Mungkin Muncul I. TRIMESTER I

a. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b. Ansietas

c. Perubahan pola eliminasi urin d. Perubahan pola seksual e. Kekurangan volume cairan f. Perubahan proses keluarga g. Koping individu tidak efektif II. TRIMESTER II

a. Gangguan citra tubuh b. Gangguan pola nafas c. Kurang pengetahuan d. Resiko cidera janin III. TRIMESTER III

a. Nyeri akut

(19)

c. Intervensi Keperawatan

Dx

Keperawata n

(20)

Tri semester

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 2x24 jam kekurangan nutrisi klien tercukupi

Kriteria hasil :

 Nafsu makan klien meningkat

 Klien tidak mual dan muntah

 Nilai laboratorium

(transferin, albumin, dan elektrolit) dalam batas normal

NOC: kontrol kecemasan dan coping, setelah dilakukan perawatan selama 2x24 jam cemas ps hilang atau berkurang dg:

Indikator: Ps mampu:

 Mengungkapkan cara mengatasi cemas  Mampu menggunakan

coping  Dapat tidur

 Mengungkapkan tidak ada penyebab fisik yang dapat menyebabkn cemas

Manajemen Nutrisi

 Anjurkan masukan kalori sesuai kebutuhan

 Ajari klien tentang diet yang benar sesuai kebutuhan tubuh

 Monitor catatan makanan yang masuk atas kandungan gizi dan jumlah kalori

 Timbang berat badan secara teratur

 Anjurkan penambahan intake protein, zat besi dan vit C yang sesuai

 Pastikan bahwa diet mengandung makanan yang berserat tinggi untuk mencegah sembelit

 Beri makanan protein tinggi , kalori tinggi dan makanan bergizi yang sesuai

 Pastikan kemampuan klien untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Penurunan kecemasan Aktifitas:

1. Bina Hub. Saling percaya 2. Libatkan keluarga

3. Jelaskan semua Prosedur 4. Hargai pengetahuan ps

tentang penyakitnya 5. Bantu ps untuk

mengefektifkan sumber support

Berikan reinfocement untuk menggunakan Sumber Coping yang efektif

a. tentukan frekuensi/beratnya mual/muntah.

b. Tinjau ulang riwayat

kemungkinan masalah medis lain (ex ; ulkus peptikum, gastritis, kolesistitis)

(21)

Kebutuhan volume cairan terpenuhi. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x 24 jam dengan kriteria hasil :

 Tidak ada mual muntah  Turgor kulit DBN

 Tidak ada tanda dehidrasi  Pasien mau makan dan

minum

 TTV dalam batas normal

membrane mukosa, TD, suhu, masukan/haluran.

d. Anjurkan klien mempertahankan

masukan/haluaran, tes urin dan penurunan BB setiap hari.

e. Anjurkan peningkatan masukan minuman berkarbonat, makan enam kali sehari dengan jumlah yang sedikit dan makanan tinggi karbohidrat (popcorn, roti kering sebelum bangun tidur.

Tri Semester ii

Gangguan pola nafas

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x24 jam, diharapkan : yang paten RR 16-20 x/m

Airway management  Posisikan klien u/

memaksimalkan ventilasi  Identifikasi klien perlunya

pemasangan alat jalan nafas buatan

 Lakukan fisioterpi dada jika perlu

 Keluarkan sekret

 Dengan batuk atau suction  Auskultasi suara nafas, catat

(22)

Tri Semester

Klien dapat toleransi terhadap aktivitas setelah dilakukan tindakan keperawatan 1 x 24 jam , dengan kriteria hasil

 Klien mampu memenuhi aktivitas sehari-hari  Pasien mengerti akifitas

apa saja yang boleh dilakukan selama kehamlan

 Ttv dalam batas normal  Hb dalam batas normal  Tidak ada anemis

Kelebihan volume cairan teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan 2 x 24 jam , dengan kriteria hasil :

 Indeks massa tubuh dalam batas normal  TTV dalam batas normal  Tidak ada tanda-tanda

Hak

Pasien mengerti akan terjadi perubahan eliminasi urin selama kehamilan , Setelah dilakukan tindaka keperawatan

Dengan kriteria hasil :

 Klien mengerti tentang perubahan perkemihan selama kehamilan denga

Manajemen energi

1. Observasi kemampuan klien

2. Bantu klien dalam pemenuhan ADL

3. Ajarkan pada keluarga tentang pentingnya perawatan diri

4. Observasi TTV

sebelum dan sesudah aktivitas 5. Kolaborasi pada

keluarga pemberian pengawasan ekstra

6. tentukan siklus tidur bangun yang normal dan komitmen terhadap pekerjaan, keluarga, komunitas dan diri sendiri.

7. Anjurkan tidur siang 1 sampai 2 jam setiap hari.

8. Pantau kadar Hb. Jelaskan peran zar besi dalam tubuh ; anjurkan mengkonsumsi suplemen zat besi setiap hari, sesuai indikasi.

a.Pantau berat badan secara teratur.

b. Kaji adanya tanda-tanda HAK, perhatikan tekanan darah, pantau lokasi/luasnya edema, masukan atau haluaran cairan.

c. Berikan informasi tentang diet (mis ; peningkatan protein, tidak menambahkan garam meja, menghindari makanan dan minuman tinggi natrium).

d. Anjurkan meninggikan

ekstremitas secara periodic selama sehari.

(23)

tri semester ketiga

 Pasien mengerti perlunya masukan cairan sesuai kebutuhan

ketiga.

b. Berikan informasi mengenaia perlunya masukan cairan 6 – 8 gelas sehari.

c. Berikan informasi mengenai bahaya menggunakan diuretic dan penghilangan natrium dan diet.

d. Anjurkan klien untuk

melakukan posisi miring kiri saat tidur, perhatikan keluhan-keluhan nokturia.

e. Anjurkan klien untuk menghindari posisi tegak atau supine dalam waktu yang lama.

DAFTAR PUSTAKA

Asrinah, dkk 2010, Asuhan kebidanan : masa kehamilan, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Bagian Obstetri dan Ginekologi FK Unpad Bandung. (2000). Obstetri Fisiology. Bandung: Elemen.

Departemen Kesehatan RI. 2003. Pedoman Pelayanan Antenatal. http://perpustakaan.depkes.go.id:8180/bitstream//123456789/768/4/BK2007-G59.pdf. Diakses tanggal 18 Januari 2014. Pukul 19.37 WIB.

George Andriaanz. 2008. Asuhan Antenatal.

http://www.pkmi-online.com/download/ASUHAN%20-ANTENATAL.pdf. Diakses tanggal 18 januari 2014. Pukul 19.14 WIB.

Hadi, RA 2009, Kupas tuntas kehamilan dan melahirkan, Vivo Publisher, Ungaran.

Haen Forer. 2009). Perawatan Maternitas Edisi 2: Jakarta: EGC.

Handerson, C 2006, Buku ajar konsep kebidanan, EGC, Jakarta.

Israr, Yayan, dkk. 2009. Makalah Antenatal Care dan Preeklampsia.

(24)

Manuaba, IBG 2008, Buku ajar patologi obstetri untuk mahasiswa kebidanan, EGC, Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

Gejala akibat pertumbuhan Gejala akibat perubahan Kistektomi Perdarahan intra tumor Putaran tungkai Infeksi.. Rasa berat dan Gangguan Tekanan Hiperestrogen

Obat-obatan yang digunakan : ibu klien mengatakan selama panas kurang lebih 5 hari yang lalu klien diberi obat penurun panas/bodrexin. Riwayat Masa

Tamponade jantung merupakan kompresi akut pada jantung yang disebabkan oleh peningkatan tekanan intraperikardial akibat pengumpulan darah atu cairan dalam pericardium dari

Berbaring tengkurap juga tidak baik karena tindakan ini akan menyebabkan tekanan yang cukup besar pada rahim yang sedang membesar,sehingga terjadi

Cerebral hipoksia dapat diseBABkan karena tenggelam, tekanan darah rendah, cedera lahir, serangan jantung, pencekikan, sesak napas akibat menghirup asap, pendarahan

2) Echokardiogram: menggunakan gelombang suara untuk mengetahui ukuran dan bentuk jantung, serta menilai keadaan ruang jantung dan fungsi katup jantung. Sangat

Hasil asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny ”A” selama kehamilan trimester III dengan keluhan sering kencing tidak ditemukan adanya komplikasi saat kehamilan, pada

Udara masuk ke rongga pleura saat ekspirasi terjadi karena udara ekspirasi mempunyai tekanan lebih tinggi dari rongga pleura, terlebih jika klien batuk, tekanan udara di bronchus akan