• Tidak ada hasil yang ditemukan

DIKTAT PENGANTAR DAN PENDIDIKAN SENI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DIKTAT PENGANTAR DAN PENDIDIKAN SENI "

Copied!
75
0
0

Teks penuh

I. BAB I PENGETAHUAN DASAR SENI

Bab ini memberikan fondasi pemahaman tentang seni, mencakup wawasan, hakikat, fungsi, dan jenis-jenis seni. Pentingnya memahami konteks seni dalam kehidupan, bukan hanya secara tekstual, ditekankan. Definisi seni diuraikan secara luas, menekankan pada ekspresi perasaan dan unsur keindahan yang mempengaruhi orang lain. Wawasan seni dibahas sebagai pandangan dan pendekatan terhadap prinsip-prinsip berkesenian, mencakup pemahaman tentang fungsi, tujuan, perkembangan, dan media seni. Hakikat seni dikaji melalui berbagai perspektif, termasuk asal usul kata "seni", perbedaan seni murni dan terapan, dan peran seni dalam merefleksi realitas. Fungsi dan kedudukan seni dalam masyarakat tradisional dan modern dijabarkan, mencakup fungsi ritual, tuntunan, hiburan, ekspresi diri, pendidikan, industri, terapi, dan komersial. Bab ini diakhiri dengan pengelompokan jenis-jenis seni menjadi seni pertunjukan (musik, tari, teater), seni rupa (murni dan terapan), dan seni sastra, disertai diagram yang mengilustrasikan cabang-cabang seni.

1.1 Wawasan Seni

Bagian ini menguraikan pengertian wawasan seni sebagai pandangan dan pendekatan terhadap prinsip-prinsip berkesenian. Ditekankan pentingnya memahami ruang lingkup seni yang luas, meliputi seni itu sendiri dan perannya dalam kehidupan manusia serta pendidikan. Pemahaman ini membantu mahasiswa dalam mengajar kesenian di sekolah dan menjelaskan berbagai cabang seni kepada siswa, mengarahkan pada pemahaman kontekstual seni dalam kehidupan, bukan hanya pemahaman tekstual cabang-cabang seni. Definisi umum seni sebagai ungkapan perasaan dalam bentuk gerak, rupa, nada, dan syair, yang mengandung unsur keindahan, diberikan sebagai pengantar. Esensi seni sebagai ekspresi kreativitas manusia dan mengandung unsur keindahan juga dijelaskan. Kesulitan menjelaskan dan menilai seni karena sifat estetisnya yang relatif juga disinggung.

1.2 Hakikat Seni

Bagian ini membahas asal-usul kata "seni" dari berbagai bahasa dan perspektif, menjelaskan seni sebagai karya seni, kemahiran, dan kegiatan manusia. Perbedaan seni sebagai karya yang menghasilkan kesenangan, dengan unsur transendental atau spiritual, dijelaskan. Pemahaman seni sebagai kemahiran dikaitkan dengan pencapaian tujuan tertentu, sedangkan seni sebagai kegiatan manusia dijelaskan melalui perspektif Leo Tolstoy tentang penyampaian perasaan kepada orang lain. Seni sebagai ekspresi jiwa manusia dalam berbagai bentuk karya, yang sarat simbol, dijelaskan. Pembagian seni menjadi seni murni dan seni terapan juga dijelaskan, dengan penjelasan masing-masing jenis. Definisi seni dari Ki Hajar Dewantara dan Akhdiat K. Miharja turut diberikan untuk memperkaya pemahaman.

1.3 Fungsi dan Kedudukan Seni dalam Kehidupan Masyarakat

Bagian ini menjabarkan fungsi seni dalam masyarakat tradisional dan modern. Dalam masyarakat tradisional, fungsi seni meliputi pemujaan/ritual, tuntunan, dan tontonan/hiburan. Penjelasan lebih detail diberikan pada masing-masing fungsi, termasuk contoh-contohnya. Fungsi seni dalam masyarakat modern lebih beragam dan kompleks, meliputi ekspresi/aktualisasi diri, pendidikan, industri, terapi, dan komersial. Masing-masing fungsi dijelaskan secara rinci dengan contoh-contoh yang relevan, menekankan peran seni yang lebih luas dari sekedar hiburan.

1.4 Jenis-Jenis Seni

Bagian ini mengklasifikasikan seni menjadi tiga kelompok utama: seni pertunjukan (musik, tari, teater), seni rupa (murni dan terapan), dan seni sastra. Penjelasan singkat tentang setiap kategori diberikan, menekankan perbedaan media dan sifat "sesaat" dari seni pertunjukan. Diagram yang mengilustrasikan cabang-cabang seni disertakan untuk memperjelas klasifikasi dan hubungan antar cabang seni.

II. BAB II KEMAMPUAN DASAR DAN KARAKTERISTIK SENI

Bab ini membahas kemampuan dasar dan karakteristik seni dalam konteks pembelajaran di sekolah. Tujuannya adalah meningkatkan persepsi tentang proses berkarya dan hasil karya seni siswa serta membantu guru mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran seni. Kemampuan dasar seni diuraikan meliputi aspek intelektual, emosional, sosial, perseptual, estetika, dan kreatif. Masing-masing aspek dijelaskan secara rinci, dengan mengacu pada teori-teori perkembangan kognitif dan psikologis. Karakteristik seni dibahas melalui perspektif musik, tari, drama, dan seni rupa, menekankan perbedaan karakteristik setiap cabang seni dan pengaruhnya pada proses pembelajaran.

2.1 Kemampuan Dasar Seni

Bagian ini menjelaskan tujuh kemampuan dasar seni: intelektual, emosional, sosial, perseptual, estetika, dan kreatif. Kemampuan intelektual dijelaskan melalui teori Piaget, mencakup kematangan, aktivitas, transmisi sosial, dan equilibration. Aspek emosional diuraikan sebagai suasana batin yang dinamis, dibedakan menjadi emosi sensoris dan psikis. Kemampuan sosial dikaitkan dengan interaksi dengan orang lain dan lingkungan. Kemampuan perseptual dijelaskan sebagai kombinasi kognitif dan afektif, meliputi daya tangkap dan tanggapan terhadap informasi eksternal. Karakteristik estetika dijelaskan sebagai perasaan terhadap keindahan, dan kemampuan kreatif diuraikan melalui berbagai perspektif, mencakup aspek pribadi kreatif, proses kreatif, dan produk kreativitas, dengan penjelasan terperinci tentang fluency, flexibility, originality, dan elaboration, serta fase-fase proses kreatif menurut Hawkins.

2.2 Karakteristik Seni

Bagian ini membahas karakteristik umum dan khusus dari berbagai cabang seni, meliputi musik, tari, drama, dan seni rupa. Karakteristik musik dijelaskan melalui tiga pendekatan pembelajaran: belajar dengan seni, belajar melalui seni, dan belajar tentang seni. Karakteristik tari dibahas dengan membedakan tari representasional dan non-representasional, serta gerak murni dan maknawi. Karakteristik drama dijelaskan melalui definisi, fungsi, klasifikasi (tragedi, melodrama, komedi, dagelan), dan unsur-unsur drama (sastra dan pertunjukan). Karakteristik seni rupa dijelaskan dengan membedakan karya dua dan tiga dimensi, seni murni dan terapan, serta proses pembuatan karya seni rupa yang berbeda antara lukisan dan patung.

III. BAB III KONSEP PENDIDIKAN SENI

Bab ini membahas konsep Pendidikan Seni di sekolah, mencakup pendidikan tentang seni, konsep Pendidikan Seni di sekolah, dan fungsi Pendidikan Seni. Pendidikan tentang seni dijelaskan sebagai pelatihan tentang karya seni, proses berseni, dan apresiasi seni, menekankan pentingnya memahami sejarah perkembangan seni dan hubungannya dengan perkembangan sosial kemasyarakatan. Konsep Pendidikan Seni di sekolah dikaitkan dengan pengembangan otak kanan dan otak kiri, dengan menjelaskan peranan seni dalam melatih rasa keindahan, ekspresi, dan kreativitas. Fungsi Pendidikan Seni dijabarkan meliputi media ekspresi, komunikasi, pembinaan kreativitas, dan pengembangan hobi dan bakat.

3.1 Pendidikan Tentang Seni

Bagian ini membahas Pendidikan Seni dari tiga sudut pandang: karya seni, proses berseni, dan apresiasi seni. Ditekankan pentingnya memahami sejarah perkembangan seni dan hubungannya dengan perkembangan ide dan masyarakat. Pembahasan juga mencakup pentingnya Pendidikan seni dalam mengembangkan rasa keindahan dan manfaatnya bagi kehidupan manusia, menjawab pertanyaan tentang manfaat belajar seni dan peran seni dalam menyeimbangkan kerja otak kanan dan kiri. Pandangan filsuf Hegel dan Herbert Read tentang keindahan turut diuraikan.

3.2 Konsep Pendidikan Seni di Sekolah

Bagian ini menjelaskan konsep Pendidikan Seni di sekolah dalam konteks pengembangan otak kanan dan kiri, dengan mengklasifikasikan mata pelajaran berdasarkan pelatihan berpikir dan pelatihan rasa. Peran seni dalam melatih rasa keindahan, ekspresi, dan kreativitas dijelaskan secara rinci, mencakup bagaimana seni membantu pelatihan pengembangan daya pikir dan kepekaan rasa, serta membangkitkan karsa anak. Pentingnya keseimbangan antara pengembangan rasa dan pikiran ditekankan, serta kesalahan yang sering terjadi dalam Pendidikan kesenian, yaitu kurangnya pemahaman guru tentang tujuan pembelajaran seni.

3.3 Fungsi Pendidikan Seni

Bagian ini membahas fungsi Pendidikan Seni sebagai media ekspresi (menurut Jhon Dewey), komunikasi, pembinaan kreativitas (menurut Herbert Read), dan pengembangan hobi dan bakat. Penjelasan rinci diberikan untuk masing-masing fungsi, menekankan pentingnya seni dalam membantu anak mengekspresikan diri, berkomunikasi secara efektif, mengembangkan kreativitas, dan menemukan bakat serta hobi.

IV. BAB IV TEKNOLOGI DALAM BERKARYA SENI

Bab ini membahas tentang teknologi dalam berkarya seni, mencakup istilah teknologi, ruang lingkup teknologi, dan model pemanfaatan teknologi dalam berkarya seni. Meskipun detail isi bab ini tidak tersedia dalam teks yang diberikan, struktur bab ini menunjukkan fokus pada bagaimana teknologi dapat meningkatkan dan memperluas proses berkarya seni.

4.1 Istilah Teknologi

Bagian ini akan mendefinisikan istilah teknologi dalam konteks seni, mungkin dengan membandingkan definisi teknologi umum dengan aplikasi spesifiknya dalam dunia seni. Ini akan memberikan dasar pemahaman bagi bagian-bagian selanjutnya.

4.2 Ruang Lingkup Teknologi

Bagian ini akan menguraikan berbagai jenis teknologi yang dapat diterapkan dalam berkarya seni. Ini mungkin termasuk perangkat lunak desain grafis, peralatan digital untuk musik dan tari, serta teknologi percetakan dan fabrikasi untuk seni rupa. Pembahasan mungkin juga mencakup dampak teknologi terhadap seni dan proses kreatif.

4.3 Model Pemanfaatan Teknologi dalam Berkarya Seni

Bagian ini akan membahas berbagai cara teknologi dapat diintegrasikan dalam proses berkarya seni. Ini mungkin meliputi contoh-contoh kasus, studi kasus, atau studi literatur tentang bagaimana seniman memanfaatkan teknologi untuk menciptakan karya seni yang inovatif. Pembahasan dapat mencakup aspek-aspek praktis dan estetis penggunaan teknologi dalam seni.

V. BAB V PENDIDIKAN SENI MUSIK

Bab ini khusus membahas Pendidikan Seni Musik, meliputi seni musik dalam perspektif pendidikan. Meskipun isi detailnya tidak tersedia dalam teks yang diberikan, struktur bab ini menunjukkan fokus pada peran dan pentingnya musik dalam konteks pendidikan.

5.1 Seni Musik dalam Perspektif Pendidikan

Bagian ini akan membahas peran seni musik dalam pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Pembahasan mungkin akan mencakup manfaat musik untuk perkembangan kreativitas, ekspresi diri, dan pemahaman budaya. Berbagai pendekatan pembelajaran musik di sekolah kemungkinan akan dijelaskan.

VI. BAB VI PENGETAHUAN DASAR DAN KETERAMPILAN MUSIK

Bab ini membahas pengetahuan dasar dan keterampilan musik, meliputi pengertian musik, jenis musik, dan keterampilan musik. Meskipun isi detailnya tidak tersedia dalam teks yang diberikan, struktur bab ini menunjukkan fokus pada pemahaman fundamental dan kemampuan praktis dalam musik.

6.1 Pengertian Musik

Bagian ini akan memberikan definisi musik, kemungkinan mencakup berbagai perspektif dan pendekatan dalam memahami musik. Pembahasan mungkin akan mencakup elemen-elemen dasar musik, seperti melodi, harmoni, ritme, dan bentuk musik.

6.2 Jenis Musik

Bagian ini akan mengklasifikasikan musik ke dalam berbagai genre dan gaya, mungkin mencakup musik klasik, musik tradisional, musik populer, dan musik kontemporer. Karakteristik masing-masing jenis musik mungkin akan dijelaskan.

6.3 Keterampilan Musik

Bagian ini akan membahas berbagai keterampilan musik yang perlu dikuasai, mungkin mencakup keterampilan vokal, keterampilan instrumental, keterampilan membaca notasi musik, dan keterampilan komposisi musik. Pembahasan mungkin mencakup metode pembelajaran dan latihan untuk mengembangkan keterampilan musik.

VII. BAB VII PENGETAHUAN DASAR DAN WAWASAN SENI TARI

Bab ini membahas pengetahuan dasar dan wawasan seni tari, meliputi pengertian tari dan unsur-unsur tari. Meskipun isi detailnya tidak tersedia dalam teks yang diberikan, struktur bab ini menunjukkan fokus pada pemahaman fundamental seni tari.

7.1 Pengertian Tari

Bagian ini akan mendefinisikan tari, mungkin mencakup berbagai perspektif dan pendekatan dalam memahami tari sebagai bentuk seni. Pembahasan mungkin akan mencakup perbedaan tari tradisional dan kontemporer, serta fungsi tari dalam konteks budaya dan sosial.

7.2 Unsur-Unsur Tari

Bagian ini akan menguraikan unsur-unsur dasar tari, seperti gerak, irama, ruang, dan waktu. Pembahasan mungkin mencakup bagaimana unsur-unsur ini dikombinasikan untuk menciptakan karya tari yang bermakna. Mungkin juga akan membahas elemen-elemen lain seperti kostum, musik, dan setting.

VIII. BAB VIII PENGETAHUAN DASAR DAN WAWASAN SENI RUPA

Bab ini membahas pengetahuan dasar dan wawasan seni rupa, meliputi pengertian seni rupa, fungsi seni rupa, dan ragam seni rupa. Meskipun isi detailnya tidak tersedia dalam teks yang diberikan, struktur bab ini menunjukkan fokus pada pemahaman fundamental seni rupa.

8.1 Pengertian Seni Rupa

Bagian ini akan mendefinisikan seni rupa, kemungkinan mencakup berbagai perspektif dan pendekatan dalam memahami seni rupa sebagai bentuk seni. Pembahasan mungkin akan mencakup elemen-elemen dasar seni rupa, seperti garis, bentuk, warna, tekstur, dan ruang.

8.2 Fungsi Seni Rupa

Bagian ini akan membahas fungsi seni rupa, kemungkinan mencakup fungsi estetis, fungsi komunikatif, fungsi edukatif, dan fungsi sosial. Pembahasan mungkin akan mencakup bagaimana seni rupa dapat mengekspresikan ide, menyampaikan pesan, dan mencerminkan nilai-nilai budaya.

8.3 Ragam Seni Rupa

Bagian ini akan mengklasifikasikan seni rupa ke dalam berbagai jenis dan teknik, mungkin mencakup lukisan, patung, grafis, kriya, dan seni instalasi. Karakteristik masing-masing jenis seni rupa mungkin akan dijelaskan.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, pengetahuan tentang seni budaya dalam lingkup seni rupa itu sendiri bukan merupakan sekumpulan fakta atau kebenaran yang dapat di transfer kepada peserta

Mengaplikasikan pengetahuan dan kefahaman bahasa seni visual, media serta proses dan teknik dalam penghasilan corak teknik lukisan secara kreatif.. Membuat appresiasi karya

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi penciptaan yang berjudul “PROFIL DEPARTEMEN PENDIDIKAN SENI RUPA FAKULTAS PENDIDIKAN SENI DAN. DESAIN ( Penciptaan Video

Bahkan mampu menggeser seni murni dengan menempati posisi sebagai panglima dalam perkembangan Pendidikan Tinggi Seni Rupa saat ini.. Seputar tahun

Jika kita mendengar perkataan seni maka kita akan membayangkan ia merupakan suatu karya dalam bentuk lukisan, muzik, bangunan dan benda-benda indah yang dihasilkan

Dengan demikian, pengetahuan tentang seni budaya dalam lingkup seni rupa itu sendiri bukan merupakan sekumpulan fakta atau kebenaran yang dapat di transfer kepada peserta

Sebuah karya seni yang akan diciptakan harus mempunyai orisinalitas yang berarti keaslian atau kemurnian karya itu sendiri dan memang sengaja dibuat oleh seorang penciptanya

PENDAHULUAN Kita seringkali dihadapkan dengan dua sudut pandang atau lebih tentang sebuah pemaknaan mengenai pendidikan seni, dan karya seni itu sendiri, Jika kita tinjau dari satu