• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peneletian - Pengaruh Pendidikan Pemakai Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan di Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang (IAIN IB Padang)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peneletian - Pengaruh Pendidikan Pemakai Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan di Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang (IAIN IB Padang)"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Metode Peneletian

Metode penelitian merupakan cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan

data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Menurut Arikunto (2002 : 136), “metode

penelitian ini adalah cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data

penelitiannya”. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini

adalah metode kuantitatif.

Jenis penelitian yang penulis lakukan adalah pendekatan kuantitatif berjenis

asosiatif sebab akibat dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Untuk

itu penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh antara dua variabel yang

diteliti yaitu pendidikan pemakai dan pemanfaatan perpustakaan di Perpustakaan

IAIN IB Padang. Dimana hubungan antara variabel dalam penelitian akan dianalisis

dengan menggunakan ukuran-ukuran statistika yang relevan atas data tersebut untuk

menguji hipotesis.

3.2Lokasi Penelitian

Berdasarkan judul penelitian ini, maka lokasi penelitiannya berada di

Perpustakaan IAIN IB Padang yang terletak di Jl.Prof. Dr. Mahmud Yunus Kampus

Lubuk Lintah Padang.

3.3Populasi dan Sampel

(2)

3.3.1 Populasi

Populasi adalah objek atau sumber data yang diperlukan dalam suatu

penelitian. Sugiyono (2009 : 115) menyatakan bahwa “populasi adalah wilayah

generalisasi yang terdiri atas/objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik

tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik

kesimpulannya”.

Berdasarkan pendapat di atas, maka populasi penelitian ini adalah seluruh

mahasiswa yang terdaftar sebagai anggota aktif Perpustakaan IAIN IB Padang yaitu

berjumlah 12.568 orang. Populasi ini selanjutnya akan digeneralisasikan, sehingga

penelitian ini akan dilakukan terhadap sebagian populasi sekaligus menjadi sampel

dalam penelitian ini.

3.3.2 Sampel

Penentuan sampel dalam sebuah penelitian merupakan langkah awal

berhasilnya sebuah penelitian. Sampel yang diambil dari populasi harus benar-benar

dapat mewakili populasi. Menurut Sugiyono (2009 : 116), “Sampel adalah bagian

dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi”. Dari jumlah populasi

12.568 orang maka besarnya sampel berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat

kesalahan 10% adalah 99 orang.

n = N

1+ Ne2 Keterangan:

n = ukuran sampel

(3)

e = taraf kesalahan sebesar 10%

1 = konstanta

Apabila perhitungan sampel di lakukan sesuai dengan rumus Slovin tersebut,

maka sampel dalam penelitian ini adalah:

n = N

1+ Ne2

n = 12.568

1+12.568(0.1)2

n = 12.568

1+12.568(0.01)

n = 12.568

126,68

n = 99,21 dibulatkan menjadi 99 orang

Teknik penentuan sampel penulis menggunakan metode Proportionate

Stratified Random Sampling. Menurut Sugiyono (2009 : 119) “Proportionate

Stratified Random Sampling digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang

tidak homogen dan berstrata secara proporsional”. Sub populasi dalam penelitian ini

(4)

Tabel-3.1 : Penentuan Sampel Penelitian No Fakultas Sub Populasi Sampel

1 Adab 1.562 1562

12568 x 99 =13

2 Ushuludin 2.550 2550

12568x 99 = 20

3 Dakwah 2.140 2140

12568 x 99 = 17

4 Tarbiyah 3.540 3540

12568 x 99 = 27

5 Syariah 2.776 2776

12568 x 99= 22

Jumlah Populasi 12.568 Jumlah Sampel 99

3.4Teknik Pengumpulan Data

Teknik mengumpulkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:

1. Angket, yang diberikan kepada responden yaitu pengguna Perpustakaan IAIN

IB Padang.

2. Studi kepustakaan, yaitu mengumpulkan buku, jurnal, majalah, laporan

tahunan dan dokumen lain yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

3.5Jenis dan Sumber Data

Jenis sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data Primer adalah data yang langsung diperoleh dari responden melalui

angket.

2. Data sekunder adalah data yang mendukung data primer yang diperoleh

melalui buku, jurnal, majalah, serta dokumen-dokumen lain yang berkaitan

dengan penelitian.

3.6Definisi Operasional Variabel

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diukur yaitu pendidikan

(5)

sebagai variabel terikat/dependent (Y), lebih jelasnya defenisi dari masing-masing

variabel penelitian ini adalah:

1. Variabel pendidikan pemakai (X)

Pendidikan pemakai adalah program pelatihan bagi pemakai perpustakaan

dalam memanfaatkan perpustakaan. indikator dari variabel ini adalah:

a. Tujuan Pendidikan Pemakai

b. Metode Pendidikan Pemakai

c. Materi Pendidikan Pemakai

d. Manfaat Pendidikan Pemkai

e. Peran Pustakawan

f. Program Pendidikan Pemakai

2. Variabel Pemanfaatan Perpustakaan (Y)

Pemanfaatan perpustakaan adalah proses atau cara, perbuatan untuk

menggunakan semua layanan dan fasilitas yang tersedia di perpustakaan.

Indikator dari variabel ini adalah:

a. Tujuan Pemanfaatan

b. Frekuensi Pemanfaatan

c. Cara Pemanfaatan

d. Faktor Kunjungan

3.7Skala Pengukuran Variabel

Pengukuran variabel dilakukan dengan menggunakan satuan ukuran Skala

(6)

sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena

sosial.” Bobot untuk semua jawaban yang diberikan responden dari setiap pertanyaan

adalah sebagai berikut:

a. Jawaban “sangat setuju mempunyai skor 5

b. Jawaban “setuju” mempunyai skor 4

c. Jawaban “kurang setuju” mempunyai skor 3

d. Jawaban “tidak setuju” mempunyai skor 2

e. Jawaban “sangat tidak setuju” mempunyai skor 1

3.8 Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Untuk memperoleh data yang baik dalam penelitian, maka angket yang dijadikan sebagai instrument dalam pengumpulan data diuji terlebih dahulu validitas dan reliabilitasnya.

3.8.1 Uji Validitas Instrumen

Validitas data penelitian dapat ditentukan oleh pengukuran yang akurat.

Instrument pengukuran dapat dikatakan valid apabila instrument tersebut mengukur

apa yang seharusnya diukur. Menurut Sugiyono (2009 : 177), validitas instrumen

diuji dengan menggunakan korelasi skor butir dengan skor total 'Product Moment

(Pearson) ". Analisis dilakukan terhadap semua butir instrumen. Kriteria

pengujiannya dilakukan dengan cara membandingkan r hitung dengan r tabel pada

taraf a = 0,03.

Rumus korelasi Product Moment dari Karl's Pearson dalam Arikunto (2009 :

(7)

=

) )(

( 2 2

Y X

xy rxy

dengan Keterangan :

rxy = Koefisien Korelasi yang dicari

xy = perkalian dari x dengan y

Jika hasil perhitungan ternyata r hitung > r tabel maka butir instrumen dianggap

valid, sebaliknya jika r hitung < r tabel maka dianggap tidak valid (invalid) , sehingga instrumen tidak dapat digunakan dalam penelitian. xyr 30.

Adapun koefisien korelasi validitas ini yaitu :

1. Jika 𝑟𝑟ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 > 𝑟𝑟𝑖𝑖𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡, maka pernyataan dikatakan valid

2. Jika 𝑟𝑟ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 < 𝑟𝑟𝑖𝑖𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡𝑡, maka pernyataan dikatakan tidak valid

3.8.2 Uji Reliabilitas Instrumen

Suatu kusioner dikatakan reliabel atau handal apabila jawaban dari responden

terhadap pertanyaan selalu konsisten atau stabil dari waktu kewaktu. Ghozali (2005 :

20) menyatakan bahwa pengukuran reliablitas dapat dikatakan dengan 2 cara, yaitu:

1. Repeated Measure atau pengukuran ulang dilakukan dengan cara memberikan

kuesioner (pernyataan) yang sama pada waktu yang berbeda dan kemudian

dilihat apakah responden tetap konsisten dengan jawabannya.

2. One Shot atau pengukuran sekali saja dilakukan dengan hanya sekali saja

kuesioner diberikan kepada responden dan kemudian hasilnya dibandingkan

pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan.

Pengujian reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan one shot

(8)

Cronbach alpha. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan

nilai Cronbach alpa > 0,60 (Sunyoto, 2013 : 114). Pengujian validitas dan realibilitas

data dilakukan terhadap 30 orang mahasiswa diluar sampel.

3.9Analisis Data

Analisisis data dimaksudkan untuk memahami apa yang terdapat dibalik

semua data tersebut, mengelompokkannya, meringkasnya menjadi sesuatu yang

kompak dan mudah mengerti, serta menemukan pola umum yang timbul dari data

tersebut. Dalam penelitian kuantitatif, analisis data merupakan kegiatan setelah data

dari seluruh responden terkumpul.

3.9.1 Analisis Deskriptif

Mengingat penelitian ini terdiri dari dua variabel pendidikan pemakai dan

pemanfaatan perpustakaan, maka data yang dikumpulkan melalui angket selanjutnya

dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif mengenai subjek penelitian

berdarkan data. Data diperoleh ditabulasi dengan menyusun kedalam table kemudian

dihitung presentasenya, selanjutnya dianalisis dan di interpresentasikan. Untuk

menghitung presentasi jawaban yang diberikan responden digunakan rumus yang

dibuat oleh Mahfoedz (2009 :123):

P = f X 100% N

Keterangan:

P = Persentase

f = Jumlah jawaban yang diperoleh

(9)

Untuk menafsirkan besarnya presentase yang didapatkan dari tabulasi data,

penulis menggunakan metode penafsiran yang dilakukan oleh Supardi (1979 : 20) :

1-25 % : Sebagian kecil 26-49 % : Hampir setengah 50 % : Setengah

51-75 % : Sebagian besar 76-99 % : Pada umumnya 100 % : Seluruhnya

3.9.2 Analisis Regresi Linier

Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi linier sederhana untuk

mengetahui pengaruh pendidikan pemakai terhadap pemanfaatan perpustakaan di

Perpustakaan IAIN IB Padang. Dalam pengolahan data menggunakan SPSS

(Statistical Product and Solution) versi 20.0. persamaan regresi linier sederhana

yang digunkan, sebagai berikut:

Ŷ = a + bX

dimana:

Ŷ = pemanfaatan perpustakaan

a = Harga Y bila X (bilangan konstan)

b = bilangan koefesien

X = Pendidikan pemakai (nilai variabel prediktor)

(Arikunto, 2009 : 372).

3. 9.3. Uji Signifikan

Untuk mengetahui signifikansi pengaruh pendidikan pemakai terhadap pemanfaatan perpustakaan dilakukan dengan uji-t (uji secara parsial).

(10)

Pengujian ini dilakukan untuk menentukan tingkat signifikan dari variabel X

(Pendidikan pemakai) terhadap variabel Y (Pemanfaatan Perpustakaan). Pengujian

koefisien regresi variabel pendidikan pemakai (X).

Menentukan Ho dan Ha

a. Ho : ρ = 0 (tid ak terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan pemakai

terhadap pemanfaatan perpustakaan di Perpustakaan IAIN IB Padang).

b. Ha : ρ ≠ 0 (terdapat pengaruh yang signifikan antara pendidikan pemakai terhadap

pemanfaatan perpustakaan di Perpustakaan IAIN IB Padang).

Taraf keyakinan digunakan dalam penelitian ini adalah 95%.

Kriteria pengujian :

Ho diterima Jika – t hitung < t tabel

Ha ditolak jika – t hitung > t tabel

3.10 Koefisien Determinasi ( R2 )

Pengujian kontribusi pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat

(Y) dapat dilihat dari koefesien determinasi ( R2) dimana 0< R<1. Hal ini

menunjukan nilai R semakin mendekati nilai 1, maka pengaruh variabel bebas ( X)

terhadap variabel ( Y) semakin kuat. Sebaliknya jika nilai R semakin dekat pada nilai

0 maka pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat ( Y) semakin lemah.

Pedoman pemberian interpretasi koefisien korelasi oleh Situmerang (2014: 163)

Nilai Interpretasi

0,0 – 0,19 0,2 – 0,39 0,4 – 0,59 0,6 – 0,79 0,8 – 0,99

Sangat Tidak Erat Tidak Erat

Cukup Erat Erat

(11)

BAB IV

HASILDAN PEMBAHASAN 4.1 Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan penelitian ini berdasarkan pengamatan, angket dan studi kepustakaan. Pada bab ini, yang menjadi pembahasan adalah pengumpulan data berdasarkan angket, dengan cara memberi daftar pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Angket diberikan kepada pengguna perpustakaan IAIN IB Padang, jumlah sampel penelitian yaitu 99 orang responden.

Penyebaran angket dilakukan untuk mengukur pengaruh pendidikan pemakai terhadap pemanfaatan perpustakaan di Perpustakaan IAIN IB Padang. Setiap variabel penelitian memiliki beberapa indikator berdasarkan teori-teori kemudian setiap indikator memiliki beberapa butir pernyataan yang akan diolah menggunakan metode statistik.

4.2 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen

Dalam penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, kualitas pengumpulan data sangat ditentukan oleh kialitas instrument atau alat pengumpul data yang digunakan. Suatu instrument penelitian dikatakan berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan jika sudah terbukti validitas dan reliabilitasnya.

4. 2. 1 Pengujian Validitas Instrumen

Pengujian validitas merupakan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui keakuratan atau ketepatan data dari setiap variabel yang diteliti. Pengujian perlu dilakukan untuk mengetahui apakah ada pernyataan pada angket yang dianggap tidak valid sehingga perlu dibuang. Menguji validitas angket untuk setiap butir pernyataan angket dilakukan dengan mengkorelasikan skor pada tiap-tiap butir pernyataan dengan skor total jawaban responden. Untuk menganalisisnya digunakan r Product MomentCorrelation, dengan kriteria:

(12)

Apabila rhitung < rtabel dengan taraf signifikansi 5%, dan df = n – k, maka butir pernyataan tersebut adalah tidak valid.

Dimana: df = degree of freedom n = jumlah sampel k = banyaknya variabel

Pengujian validitas instrumen variabel X dan Y dilakukan dengan menganalisis uji coba instrumen yaitu dengan angket. Jumlah butir pernyataan yang diuji coba untuk variabel X adalah sebanyak 22 butir pernyataan, dan Y sebanyak 17 butir pernyataan.

(13)

Tabel 4.1 Ringkasan Hasil Pengujian Validitas

Variabel Butir Pernyataan rtabel rhitung Kesimpulan Pendidikan

(14)

Dari tabel 4.1 di atas dan berdasarkan hasil perhitungan tersebut yang dilakukan terhadap 30 responden ternyata dari 22 butir pernyataan angket pada variabel X diperoleh 13 butir pernyataan yang valid serta 9 butir pernyataan yang drop atau ditolak yaitu nomor 2,5,6,8,12,16,19,20, dan 21, sementara untuk variabel Y dari 17 butir pernyataan angket diperoleh 9 butir pernyataan yang valid serta 9 butir pernyataan yang drop atau ditolak yaitu nomor 2,3,5,7,12,13,16, dan 17.

4. 2. 2 Pengujian Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu angket yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Setelah semua butir pernyataan dinyatakan valid, maka uji selanjutnya adalah menguji reliabilitas (kehandalan) instrumen. Reliabilitas instrumen digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan menunjukkan konsistensi di dalam mengukur gejala yang sama.

Uji reliabilitas dapat dilakukan bersama-sama terhadap seluruh butir pernyataan untuk lebih dari satu variabel, namun sebaiknya uji reliabilitas dilakukan pada masing-masing variabel sehingga dapat diketahui konstruk variabel mana yang tidak reliabel. Suatu konstruk dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60.

Hasil pengujian reliabilitas instrumen ditunjukkan pada tabel 4.2 berikut ini. Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen

Instrumen Variabel Nilai Cronbach Alpha Keterangan

Pendidikan pemakai 0,714 Reliabel

Pemanfaatan Perpustakaan 0,705 Reliabel Sumber: Hasil Penelitian 2014

(15)

4.3 Analisis Deskriptif

4.3.1 Karakteristik Responden

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Adapun jumlah pernyataan adalah seluruhnya adalah 22 pernyataan yang terdiri dari 13 butir untuk pernyataan variabel X dan 9 butir untuk variabel Y. Sebagaimana tujuan dari penelitian ini, angket disebar kepada responden yang berisikan pernyataan-pernyataan mengenai pengaruh pendidikan pemakai terhadap pemanfaatan Perpustakaan di Perpustakaan IAIN IB Padang. Dari angket tersebut juga diperoleh gambaran umum responden pada penelitian ini.

4.3.2 Gambaran Responden

Gambaran responden berdasarkan fakultas dapat dilihat pada table 4.3 Di bawah ini.

Tabel 4.3

Gambaran Umum Responden

No Fakultas Jumlah Persentase

1 Adab 13 13,2%

2 Ushuludin 20 20,3%

3 Dakwah 17 17,1%

4 Tarbiyah 27 27,2%

5 Syariah 22 22,2%

Jumlah Populasi 99 100

Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa responden fakultas ilmu Adab sebanyak 13 orang (13,2%), fakultas Ushuludin 20 orang (20,3%), Fakultas Dakwah sebanyak 17 orang (17,1%), Fakultas Tarbiyah sebanyak 27 orang (27,2%), dan Fakultas Syariah sebanyak 22 orang (22,22%).

Berdasarkan uarian di atas dapat disimpulkan bahwa responden Fakultas Tarbiyah yang paling banyak memanfaatkan perpustakaan IAIN IB Padang.

4.3.3 Tanggapan Responden Terhadap Pendidikan Pemakai (Variabel X)

(16)

manfaat pendidikan pemakai, peran pustakawan, program pendidikan pemakai. Untuk mengetahui tanggapan responden mengenai pendidikan pemakai pada perpustakaan IAIN IB Padang dapat diketahui melalui jawaban responden pada pernyataan angket nomor 1 (satu) sampai 13 (tigabelas).

4.3.3.1Tanggapan Responden Terhadap Tujuan Pendidikan Pemakai

Pendapat responden terhadap indikator tujuan pendidikan pemakai pada perpustakaan IAIN IB Padang dapat dilihat dari jawaban responden pada Tabel 4.4 sampai dengan Tabel 4.5

Tabel 4.4

Meningkatkan Keterampilan Temu Balik Informasi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Tujuan Sayan mengikuti

Berdasarkan data pada Tabel 4.4 di atas menunjukkan bahwa tujuan mengikuti program pendidikan pemakai perpustakaan adalah untuk meningkatkan temu balik informasi yaitu sebanyak 13 responden (13,1%) menyatakan sangat setuju, 35 responden (35,4%) menyatakan setuju, 18 responden (18,2%) menyatakan kurang setuju, dan 27 responden menyatakan tidak setuju (27,3%), serta 6 responden menyatakan sangat tidak setuju (6,1 %).

(17)

dengan mengikuti pendidikan pemakai dapat meningkatkan temu balik informasi dari pengguna agar mampu memanfaatkan kemudahan dan sumber daya perpustakaan secara mandiri.

Tabel 4.5

Meningkatkan Dalam menemukan Informasi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(%) Saya mendapatkan kemudahan

dalam menemukan informasi dalam subjek tertentu setelah mengikuti program pendidikan

Dari data Tabel 4.5 di atas dapat diketahui 19 responden (19,2%) menyatakan sangat setuju bahwa tujuan mengikuti program pendidikan pemakai adalah untuk memudahkan dalam menemukan informasi dalam subjek tertentu, 31 responden (31,3%) menyatakan setuju, 15 responden menyatakan kurang setuju, dan 16 responden (16,2) menyatakan tidak setuju, serta 18 responden (18,2 %) menyatakan sangat tidak setuju.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.5, responden yang menyatakan setuju memudahkan dalam menemukan informasi dalam subjek tertentu adalah sebesar 50,5% dan angka tersebut bahwa setengah dari responden merasakan hal demikian. Hal ini sesuai dengan teori menurut Perpustakaan Perguruan Tinggi (2004,95) bahwa tujuan pendidikan pemakai adalah untuk menemukan informasi secara cepat dalam subjek tertentu.

4.3.3.2 Tanggapan Responden Terhadap Metode Pendidikan Pemakai

(18)

Tabel 4.6

Distribusi metode ceramah langsung pendidikan pemakai

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(%) Saya setuju dengan metode

ceramah yang dilakukan langsung saat pelaksanaan pendidikan pemakai

Sangat Setuju 11 11.1

Setuju 46 46.5

Kurang Setuju 8 8.1

Tidak Setuju 28 28.3

Sangat Tidak Setuju 6 6.1

Total 99 100

Dari data Tabel 4.6. dapat diketahui 11 responden (11,1%) menyatakan sangat setuju bahwa metode pendidikan pemakai dengan metode ceramah yang dilakukan langsung saat pendidikan pemakai, 46 responden (46,5%) menyatakan setuju, dan 8 responden (8,1%) menyatakan kurang setuju, serta 28 responden (28,3%) menyatakan tidak setuju, 6 responden (6,1 %) menyatakan sangat tidak setuju .

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.6, responden yang menyatakan setuju metode pendidikan pemakai dengan metode ceramah yang dilakukan langsung saat pendidikan pemakai adalah sebesar 58% dan angka tersebut sebagian besar dari responden menunjukkan mengerti dengan metode ceramah yang diberikan oleh pustakawan saat pendidikan pemakai.

4.3.3.2Tanggapan Responden Terhadap Manfaat Pendidikan Pemakai

(19)

Tabel 4.7

Mencari informasi Secara Cepat dan Tepat

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(%) Melalui program pendidikan

pemakai, saya dapat mencari informasi secara cepat dan tepat

Dari data Tabel 4.7 di atas, dapat diketahui 22 responden (22,2%) menyatakan sangat setuju bahwa melalui manfaat pendidikan pemkai dapat membantu mencari informasi secara cepat dan tepat, 42 responden (42,4%) menyatakan setuju, dan 15 responden (15,2%) menyatakan kurang setuju, 14 responden (14,1%) menyatakan tidak setuju serta 6 responden (6,1%) menyatakan sangat tidak setuju.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.7, responden yang menyatakan setuju bahwa manfaat pendidikan pemakai dapat membantu mencari informasi secara cepat dan tepat adalah sebesar 64,6% dan angka tersebut sebagian besar dari responden menunjukkan pendidikan pemakai memberikan manfaat kepada pengguna perpustakaan.

Tabel 4.8

Menggunakan OPAC untuk Menelusur Informasi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%) Saya bisa menggunakan

OPAC untuk menelusur informasi

(20)

OPAC untuk menelusur informasi, 50 responden (50%) menyatakan setuju, dan 13 responden (13,1%) menyatakan kurang setuju, serta 29 responden (29,3%) menyatakan tidak setuju, 4 responden (4,0 %) menyatakan sangat tidak setuju.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.8, responden yang menyatakan setuju bahwa manfaat pendidikan pemakai bisa menggunakan OPAC untuk menelusur informasi adalah sebesar 53,5% dan angka tersebut sebagian besar dari responden menunjukkan pengguna perpustakaan bisa menggunakan OPAC dalam menelusur informasi.

Tabel 4.9

Membantu Kebutuhan Informasi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(%)

Berdasarkan Tabel 4.9 di atas, dapat diketahui 11 responden (11,1%) menyatakan sangat setuju bahwa manfaat pndidikan pemakai dapat membantu kebutuhan informasi di perpustakaan, sedangkan 43 responden (43,4%) menyatakan setuju, 20 responden (20,2%) menyatakan kurang setuju dan 20 responden (20,2%) menyatakan tidak setuju, 5 responden (5,1%) menyatakaan sangat tidak setuju.

(21)

Tabel 4.10

Termotivasi Untuk Memanfaatkan Sumber Informasi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(%) Dengan pendidikan pemakai,

saya termotivasi untuk memanfaatkan sumber informasi yang ada di Perpustakaan.

Berdasarkan Tabel 4.10 di atas, dapat diketahui 24 responden (24%) menyatakan sangat setuju bahwa melalui pendidikan pemakai, pengguna termotivasi untuk memanfaatkan sumber informasi yang ada diperpustakaan, sedengakan 46 responden (46,5%) menyatakan setuju, dan 19 responden (19,2%) menyatakan kurang setuju, serta 8 responden (8,1 %) menyatakan tidak setuju, serta 2 responden (2,0) menyatakan sangat tidak setuju.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.10, responden yang menyatakan setuju bahwa melalui pendidikan pemakai, pengguna termotivasi untuk memanfaatkan sumber informasi yang ada diperpustakaan adalah sebesar 70,7% dan angka tersebut sebagian besar dari responden menunjukkan pengguna yang mengikuti program pendidikan pemakai dapat memotivasi pengguna untuk memanfaatkan sumber informasi yang ada di perpustakaan IAIN IB Padang.

4.3.3.3Tanggapan Responden Terhadap Peran Pustakawan

(22)

Tabel 4.11

Pustakawan bersikap professional

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Pustakawan bersikap

Berdasarkan Tabel 4.11 di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “Pustakawan bersikap professional ketika memberikan materi pendidikan pemakai” yaitu sebanyak 6 responden (6%) menyatakan sangat setuju, 57 responden (57,6%) menyatakan setuju, 16 responden (16,2%) menyatakan kurang setuju, dan 16 responden (16,2%) menyatakan tidak setuju, 4 responden (4%) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.11, responden yang menyatakan setuju bahwa pustakawan bersikap professional ketika memberikan materi pendidikan pemakai adalah sebesar 63,6% dan angka tersebut sebagian besar dari responden menunjukkan pustakawan bersikap professional saat memberikan meteri pendidikan pemakai.

Tabel 4.12

Pustakawan bersikap ramah

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(23)

Pada Tabel 4.12 di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “pustakawan bersikap ramah terhadap peserta pendidikan pemakai” yaitu sebanyak 6 responden (6,1%) menyatakan sangat setuju, 50 responden (50,5%) menyatakan setuju, dan 19 responden (19,2%) menyatakan kurang setuju, dan 20 responden (20,2%) tidak setuju, serta 4 responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.12, responden yang menyatakan setuju bahwa pustakawan bersikap ramah terhadap peserta pendidikan pemakai adalah sebesar 56,6% dan angka tersebut sebagian besar dari responden menunjukkan pustakawan bersikap ramah terhadap peserta pendidikan pemakai.

4.3.3.4Tanggapan Responden Terhadap Program Pendidikan Pemakai

Tanggapan responden terhadap program pendidikan pemakai dapat dilihat pada Tabel 4.13 dan Tabel 4.14 berikut ini:

Tabel 4.13

Jadwal Program Pendidikan Pemakai

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Jadwal program pendidikan pemakai perpustakaan yang saya ikuti tidak mengganggu aktivitas kuliah .

(24)

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.13, responden yang menyatakan setuju jadwal program pendidikan pemakai tidak mengganggu aktivitas kuliah adalah sebesar 66,7% dan angka tersebut sebagian besar dari responden menunjukkan jadwal yang diberikan panitia pendidikan pemakai tidak mengganggu aktifitas kuliah pengguna. Ini sesuai yang ada dilapangan bahwa perpustakaan IAIN IB Padang memberikan pendidikan pemakai dengan cara mahasiswa mendaftar dan menyesuaikan dengan waktu kuliahnya.

Tabel 4.14

Lokasi Pendidikan Pemakai

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(%)

Pada Tabel 4.14 di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “Lokasi pendidikan pemakai perpustakaan yang diadakan memberikan kenyamanan bagi saya” yaitu sebanyak 7 responden (7%) menyatakan sangat setuju, 59 responden (59%) menyatakan setuju, 17 responden (17,2%) menyatakan kurang setuju dan 12 responden (12,1%) menyatakan tidak setuju, serta 4 responden (4,0 %) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyatataan tersebut.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.14, responden yang menyatakan setuju lokasi pendidikan pemakai perpustakaan yang diadakan memberikan kenyamanan bagi pengguna adalah sebesar 66,% dan angka tersebut sebagian besar dari responden menunjukkan lokasiyang diberikan panitia pendidikan pemakai memberikan kenyamanan bagi pengguna.

(25)

4.3.3.5Tanggapan Responden Terhadap Materi Pendidikan Pemakai

Tanggapan responden terhadap materi pendidikan pemakai dapat dilihat pada Tabel 4.15 dan Tabel 4.16 berikut ini:

Tabel 4.15

Strategi Penelusuran Informasi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(%) Dengan pendidikan pemakai,

saya mengetahui strategi penelusuran informasi yang efektif dan efesien.

Sangat Setuju 24 24.2

Setuju 32 32.3

Kurang Setuju 21 21.2

Tidak Setuju 17 17.2

Sangat Tidak Setuju 5 5.1

Total 99 100

Pada Tabel 4.15 di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “dengan pendidikan pemakai, saya mengetahui strategi penelusuran informasi yang efektif dan efesien” yaitu sebanyak 24 responden (24,2%) menyatakan sangat setuju, 32 responden (32,3%) menyatakan setuju, 21 responden (21,2 %) menyatakan kurang setuju dan 23 responden (23%) menyatakan tidak setuju, serta 3 responden (3%) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

(26)

Tabel 4.16

Layanan di Perpustakaan

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(%) Dengan pendidikan pemakai,

saya mengetahui layanan apa saja di perpustakaan IAIN IB Padang

Pada Tabel 4.16 di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “dengan pendidikan pemakai, saya mengetahui layanan apa saja di perpustakaan IAIN IB Padang” yaitu sebanyak 24 responden (24,2%) menyatakan sangat setuju, 39 responden (39,4%) menyatakan setuju, 11 responden (11,1%) menyatakan kurang setuju dan 15 responden (15%) menyatakan tidak setuju, serta 6 responden (6%) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.16, responden yang menyatakan setuju dengan pendidikan pemakai, pengguna mengetahui layanan apa saja yang ada di perpustakaan adalah sebesar 56,5% dan angka tersebut sebagian besar dari responden bahwa pengguna perpustakaan mengetahui layanan apa saja yang ada di perpustakaan IAIN IB Padang.

4.3.4 Variabel Y (Tanggapan Responden Terhadap Pemanfaatan Perpustakaan)

(27)

4.3.4.1. Tanggapan Responden Terhadap Tujuan Pemanfaatan Perpustakaan Tanggapan responden terhadap tujuan memanfaatkan perpustakaan dapat dilihat pada Tabel 4.17 dan Tabel 4.18 berikut ini:

Tabel 4.17

Menambah Pengetahuan dan Wawasan

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi

(%) Tujuan memanfaatkan

perpustakaan IAIN IB Padang adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan.

Sangat Setuju 25 25.3

Setuju 39 39.4

Kurang Setuju 10 10.1

Tidak Setuju 22 22.2

Sangat Tidak Setuju 3 3.0

Total 99 100

Pada Tabel 4.17. di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “tujuan memanfaatkan perpustakaan IAIN IB Padang adalah untuk menambah pengetahuan dan wawasan”. yaitu sebanyak 25 responden (25,3%) menyatakan sangat setuju, 39 responden (39,4%) menyatakan setuju, 10 responden menyatakan kurang setuju dan 22 responden (22,2%) menyatakan tidak setuju, serta 3 responden (3,0%) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

(28)

Tabel 4.18

Layanan sarana tersedia

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Saya berkunjung ke

Perpustakaan IAIN IB Padang karena puas dengan dengan pelayanan dan sarana yang diberikan oleh pihak perpustakaan

Sangat Setuju 11 11.1

Setuju 43 43.4

Kurang Setuju 19 19.2

Tidak Setuju 24 24.2

Sangat Tidak Setuju 2 2.0

Total 99 100

Pada Tabel 4.18 di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “layanan dan sarana selalu tersedia dengan baik” yaitu sebanyak 11 responden (11,1%) menyatakan sangat setuju, 43 responden (43,4%) menyatakan setuju, 19 responden (19,2%) menyatakan kurang setuju dan 24 responden (24,2%) menyatakan tidak setuju, serta 2 responden (2,0%) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.18, responden yang menyatakan setuju layanan dan sarana selalu tersedia dengan baik adalah sebesar 54,5% dan angka tersebut sebagian besar dari responden bahwa pengguna perpustakaan IAIN IB Padang setuju dengan layanan dan sarana selalu tersedia dengan baik. Ini sesuai dengan perpustakaan IAIN IB yang ada dilapangan.

4.3.4.2 Tanggapan Responden terhadap Frekuensi Pemanfaatan

(29)

Tabel 4.19

Penelusuran Koleksi yang Mudah Meningkatkan Minat Pengguna

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Akses penelusuran koleksi yang mudah dapat meningkatkan minat untuk datang ke

perpustakaan IAIN IB Padang

Sangat Setuju 19 19.2

Pada Tabel 4.19 Di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “Akses penelusuran koleksi yang mudah dapat meningkatkan minat untuk datang ke perpustakaan” yaitu sebanyak 19 responden (19,2%) menyatakan sangat setuju, 44 responden (44,4%) menyatakan setuju, 22 responden (12,1%) menyatakan kurang setuju dan 12 responden (12,1%) menyatakan tidak setuju, serta 2 responden (2,0%) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.19, responden yang menyatakan setuju akses penelusuran koleksi yang mudah dapat meningkatkan minat untuk datang ke perpustakaan adalah sebesar 63,6% dan angka tersebut sebagian besar dari responden bahwa pengguna perpustakaan IAIN IB Padang sesuai bahwa koleksi yang mudah didapat meningkatkan minat pengguna untuk datang ke perpustakaan.

Tabel 4.20

Perpanjangan Peminjaman Koleksi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

(30)

Pada Tabel 4.20 di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “saya sering melakukan perpanjangan peminjaman koleksi” yaitu sebanyak 14 responden (14,1%) menyatakan sangat setuju, 51 responden (51,5%) menyatakan setuju, 14 responden (14,1%) menyatakan kurang setuju dan 17 responden (17,2%) menyatakan tidak setuju, serta 3 responden (3,0%) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.20, responden yang menyatakan setuju saya sering melakukan perpanjangan peminjaman koleksi adalah sebesar 65,6% dan angka tersebut sebagian besar dari responden bahwa pengguna perpustakaan IAIN IB Padang sering melakukan perpanjangan peminjaman koleksi perpustakaan.

4.3.4.3 Tanggapan Responden terhadap Cara Pemanfaatan

Tanggapan responden terhadap frekuensi memanfaatkan perpustakaan dapat dilihat pada Tabel 4.21 dan Tabel 4.23 berikut ini:

Tabel 4.21 Meminjam Koleksi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Saya selalu meminjam koleksi buku perpustakaan IAIN IB Padang

(31)

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.21, responden yang menyatakan setuju saya selalu meminjam koleksi perpustakaan IAIN IB Padang adalah sebesar 60,6% dan angka tersebut sebagian besar dari responden bahwa pengguna perpustakaan IAIN IB Padang selalu meminjam koleksi perpustakaan IAIN IB Padang.

Tabel 4.22 Membaca Koleksi

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Saya selalu membaca koleksi buku yang ada di perpustakaan IAIN IB Padang

Sangat Setuju 22 22.2

Setuju 49 49.5

Kurang Setuju 19 19.2

Tidak Setuju 5 5.1

Sangat Tidak Setuju 4 4.0

Total 99 100

Pada Tabel 4.22 di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “Saya selalu membaca koleksi buku yang ada di perpustakaan” yaitu sebanyak 22 responden (22,2%) menyatakan sangat setuju, 49 responden (49,5%) menyatakan setuju, 19 responden (19,2%) menyatakan kurang setuju dan 5 responden (5,1%) menyatakan tidak setuju, serta 4 responden (4,0) menyatakan dengan pernyataan tersebut.

(32)

Tabel 4.23

Menggunakan Fasilitas Perpustakaan

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Saya selalu menggunakan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan IAIN IB Padang

Sangat Setuju 21 21.2

Setuju 50 50.5

Kurang Setuju 16 16.2

Tidak Setuju 10 10.1

Sangat Tidak Setuju 2 2.0

Total 99 100

Pada Tabel 4.23 di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “saya selalu menggunakan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan IAIN IB Padang” yaitu sebanyak 21 responden (21,2%) menyatakan sangat setuju, 50 responden (50,5%) menyatakan setuju, 16 responden (16,2%) menyatakan kurang setujua dan 10 responden menyatakan tidak setuju (10,1%) serta 2 responden (2,0 %) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.23, responden yang menyatakan setuju saya selalu menggunakan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan IAIN IB Padang adalah sebesar 71,7% dan angka tersebut sebagian besar dari responden bahwa pengguna perpustakaan IAIN IB selalu menggunakan fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan.

4.3.4.3 Tanggapan Responden Terhadap Faktor Kunjungan

(33)

Tabel 4.24

Informasi Mudah didapat

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Tujuan berkunjung ke

Pada Tabel 4.24. Di atas, dapat diketahui bahwa tanggapan responden terhadap pernyataan “tujuan berkunjung ke perpustakaan adalah karena informasi yang dibutuhkan mudah didapat ” yaitu sebanyak 10 responden (10,1%) menyatakan sangat setuju, 54 responden (54,5%) menyatakan setuju, 15 responden (15,2%) menyatakan kurang setuju dan 15 responden menyatakan tidak setuju (15,2%), serta 5 reponden (5,1%) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.24, responden yang menyatakan setuju tujuan berkunjung ke perpustakaan adalah karena informasi yang dibutuhkan mudah didapat adalah sebesar 64,6% dan angka tersebut sebagian besar dari responden bahwa pengguna berkunjung ke perpustakaan karena informasi yang dibutuhkan mudah didapat.

Tabel 4.25

Informasi Selalu Tersedia

Pernyataan Pilih Jawaban Frek Persentasi (%)

Tujuan berkunjung ke

(34)

setuju, 30 responden (30,3%) menyatakan setuju, 17 responden (17,2%) menyatakan kurang setuju dan 31 responden (31,3%) menyatakan tidak setuju, serta 5 reponden (5,1%) menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Sesuai dengan kriteria interpretasi data Tabel 4.25, responden yang menyatakan setuju tujuan berkunjung ke perpustakaan adalah karena informasi yang dibutuhkan selalu tersedia adalah sebesar 46,5% dan angka tersebut hampir setengah dari responden bahwa pengguna berkunjung ke perpustakaan karena informasi yang dibutuhkan pengguna selalu tersedia..

4. 4 Pengolahan Data 4. 4. 1 Deskripsi Data

Deskripsi data yang akan diuraikan pada bagian ini berupa data variabel pendidikan pemakai (variabel X) sebagai variabel bebas dan data variabel pemanfaatan perpustakaan (variabel Y) sebagai variabel terikat. Deskripsi data yang diberikan mengenai nilai terendah dan nilai tertinggi yang secara empiris dicapai responden sehingga dapat dilihat rentangan datanya. Selain itu, dideskripsikan juga nilai rata-rata (Mean), nilai tengah (Median), standar deviasi (SD), jumlah kelas, range serta panjang kelas (interval).

a. Variabel Pendidikan Pemakai (Variabel X)

(35)

Tabel 4.26 Statistik Pendidikan Pemakai (Variabel X)

Statistics

Pendidikan Pemakai

N

Valid 99

Missing 0

Mean 44.97

Std. Error of Mean .637

Median 46.00

Mode 46

Std. Deviation 6.338

Variance 40.173

Range 26

Minimum 32

Maximum 58

Sum 4452

Percentiles

25 40.00

50 46.00

75 50.00

(36)

Tabel 4.27 Distribusi Frekuensi Data Variabel Pendidikan Pemakai (Variabel X) No. Kelas Interval Frekuensi

Absolut

Berdasarkan distribusi frekuensi data pada Tabel 4.27 maka dapat diinterpretasikan bahwa terdapat 23 responden (23,30%) yang berada pada kelompok rata-rata, 37 responden (37,3%) yang berada di atas kelompok rata-rata, dan 39 responden (39,40%) yang berada di bawah kelompok rata-rata. Dari hasil pengolahan statistik di atas menggambarkan bahwa untuk mengkaji lebih jauh mengenai pendidikan pemakai dapat diteliti tentang unsur-unsur tujuan pendidikan pemakai, metode pendidikan pemakai,manfaat pendidikan pemakai, peran pustakawan, program pendidikan pemakai, materi pendidikan pemakai.

Secara visual sebaran data variabel pendidikan pemakai dalam bentuk histogram dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut:

Gambar 4.1 Histogram Sebaran Data Pendidikan Pemakai

0

31,5 35,5 39,5 43,5 47,5 51,5 55,5 59,5

(37)

b. Variabel Pemanfaatan Perpustakaan (Variabel Y)

Data empiris mengenai variabel pemanfaatan perpustakaan yang diungkapkan di lapangan dan diolah secara statistik. Kemudian data diidentifikasikan dan diolah hasilnya yang dapat dilihat pada Tabel 4.27 berikut:

Tabel 4.28 Statistik Pemanfaatan Perpustakaan (Variabel Y)

Statistics

Pemanfaatan Perpustakaan

N Valid 99

Missing 0

Mean 32.69

Std. Error of Mean .350

Median 33.00

Mode 34

Std. Deviation 3.484

Variance 12.136

Range 13

Minimum 26

Maximum 39

Sum 3236

Percentiles

25 30.00

50 33.00

75 35.00

(38)

Tabel 4.29 Distribusi Frekuensi Data Variabel Pemanfaatan Perpustakaan (Variabel Y)

No. Kelas Interval Frekuensi Absolut

Berdasarkan distribusi frekuensi data pada Tabel 4.28 maka dapat diinterpretasikan bahwa terdapat 24 responden (24,3%) yang berada pada kelompok rata-rata, 31 responden (31,2%) yang berada di atas kelompok rata-rata, dan 44 responden (44,5%) yang berada di bawah kelompok rata-rata. Dari hasil pengolahan statistik di atas menggambarkan bahwa untuk mengkaji lebih jauh mengenai pemanfaatan perpustakaan dapat diteliti tentang unsur-unsur tujuan pemanfaatan, frekuensi pemanfaatan, cara pemanfaatan, faktor kunjungan .

Secara visual sebaran data variabel pemanfaatan perpustakaan dalam bentuk histogram dapat dilihat pada gambar 4.2 berikut:

Gambar 4.2 Histogram Sebaran Data Pemanfaatan Perpustakaan

0

25,5 27,5 29,5 31,5 33,5 35,5 37,5 39,5

(39)

4. 5 Pengujian Persyaratan Analisis

Sebelum pengujian hipotesis penelitian dilakukan, maka perlu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji linieritas. Pengujian tersebut akan dijabarkan berikut ini.

4. 5. 1 Uji Normalitas

Pengujian normalitas data dilakukan untuk melihat berdistribusi normal atau tidak sebaran data yang akan dianalisis. Pengujian normalitas ini menggunakan uji Liliefors. Dalam uji Liliefors, hipotesis diterima atau ditolak dilakukan dengan cara membandingkan Lhitung dengan Ltabel, dengan taraf signifikansi 0,05. Kriterianya adalah:

Ho diterima atau berdistribusi normal jika Lhitung < Ltabel Ho ditolak atau berdistribusi tidak normal jika Lhitung > Ltabel

Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas untuk variabel X maka diperoleh nilai tertinggi atau Lhitung = 0.087, sedangkan Ltabel =0.089 dengan n = 95 pada taraf α =0,05. Karena Lhitung lebih kecil dari Ltabel yaitu 0,087<0,089 maka dapat disimpulkan variabel pendidikan pemakai sampelnya berdistribusi normal. Sedangkan uji normalitas untuk variabel Y maka diperoleh nilai tertinggi atau Lhitung =0.082 , sedangkan Ltabel = 0.089 dengan n = 95 pada taraf α =0,05. Karena Lhitung lebih kecil dari Ltabel yaitu 0,082 < 0,089, maka dapat disimpulkan variabel pemanfaatan perpustakaan berdistribusi normal

Dari keseluruhan perhitungan uji normalitas terhadap variabel pendidikan pemakai (X) dan variabel pemanfaatan perpustakaan (Y) dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang, ternyata diperoleh nilai Lhitung < Ltabel. Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh data dari setiap variabel berdistribusi normal, dapat dilihat pada Tabel 4.30 berikut:

Tabel 4.30

Rangkuman Uji Normalitas

Variabel Penelitian N Lhitung Ltabel Keterangan

(40)

4. 5. 2 Uji Homogenitas

Uji Homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah populasi memiliki kesamaan atau tidak. Uji ini dilakukan sebagai pusat prasyarat dalam analisis independent t test dan ANOVA. Asumsi yang mendasari dalam analisis varian adalah bahwa bahwa varian dari populasi adalah sama. Sebagai kriteria pengujian, jika nilai signifikansi lebih dari 0.05 maka dapat dikatakan bahwa varian data adalah sama.

Test of Homogeneity of Variances

Pemanfaatan perpustakaan

Levene Statistic df1 df2 Sig.

1.544a 19 76 .094

Dari hasil di atas dapat diketahui signifikansi sebesar 0,94. Karena signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa kelompok data penelitian memiliki varian yang sama. Angka levene statistik menunjukan semakin kecil nilainya maka semakin besar homogenitasnya.

4. 5. 2 Uji Linieritas

Dalam menguji linieritas dilakukan antara variabel bebas dengan variabel terikat dalam persamaan regresi. Proses perhitungan uji linieritas menggunakan program SPSS 20.0. analisis menggunakan ANOVA. Hasil uji linieritas dapat dilihat pada Tabel 4.32 berikut:

Tabel 4.31 Uji Linieritas ANOVA Untuk Persamaan Y atau X

(41)

Dari data di atas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi pada Liniearity sebesar 0,000. Karena signifikansi kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel pendidikan pemakai dan pemanfaatan perpustakaan terdapat hubungan yang linier. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai F sebesar 1,508 dengan signifikansi 0,100 (di atas 0,05) hal ini berarti bahwa persamaan model regresi antara pendidikan pemakai dengan pemanfaatan perpustakaan adalah linier.

4.6 Uji Signifikansi secara Parsial (Uji-t)

4.6.1 Pengaruh Pendidikan Pemakai terhadap Pemanfaatan Perpustakaan di Perpustakaan IAIN IB Padang

Analisis regresi sederhana yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier sederhana. Analisis regresi ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendidikan pemakai terhadap pemanfaatan perpustakaan di perpustakaan IAIN IB Padang.

Tabel 4.32 Hasil Uji Statistik Koefisien Regresi Linier

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1

(Constant) 17.006 1.337 12.722 .000

Pendidikan

pemakai .335 .030 .753 11.282 .000

a. Dependent Variable: Pemanfaatan perpustakaan

Berdasarkan Tabel 4.33 di atas, dapat diketahui hasil persamaan regresi linier sederhana adalah:

Ŷ = 17,006 + 0,335X

Ŷ adalah pemanfaatan perpustakaan dan X adalah pendidikan pemakai.

(42)

b. Koefisien regresi X adalah sebesar 17,006 artinya jika peningkatan pendidikan pemakai meningkat maka akan diikuti dengan peningkatan pemanfaatan perpustakaan sebesar 0,335 ditambah dengan konstanta sebesar 17,006, untuk meningkatkan pemanfaatan perpustakaan maka indikator pendidikan pemakai berupa tujuan pendidikan pemakai, metode pendidikan pemakai, manfaat pendidikan pemakai, peran pustakawan, program pendidikan pemakai

Uji parsial dilakukan untuk mengetahui pengaruh signifikansi pendidikan pemakai terhadap pemanfaatan perpustakaan di perpustakaan IAIN IB Padang. Berdasarkan data yang diperoleh dari Tabel 4.32, diketahui bahwa nilai thitung 11,282 pada tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan ttabel pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) sebesar 1,660 karena thitung > ttabel atau 11,282 >1,660 maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Hal ini berarti pendidikan pemakai berpengaruh signifikan terhadap pemanfaatan perpustakaan di Perpustakaan IAIN IB Padang. Hal ini menunjukan bahwa pendidikan pemakai yang diberikan kepada responden dapat memberikan kemudahan dalam pemanfaatan perpustakaan.

4. 7 Pengujian Koefisien Determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pendidikan pemakai (Variabel X) terhadap pemanfaatan perpustakaan (Variabel Y). pengujian determinasi dapat dilihat pada Tabel 4.34 berikut:

Tabel 4.33 Hasil Uji Statistik Determinan (R2)

Model Summary

(43)

Dari Tabel 4.17 diketahui bahwa nilai R2 (R Square) adalah 0,567 yang

artinya pengaruh antara variabel X dengan variabel Y cukup erat. Nilai koefisien

determinasi (R2) sebesar 0,567 yang menunjukkan bahwa 56,7% variabel

pemanfaatan perpustakaan dapat dijelaskan oleh pendidikan pemakai. Sedangkan

selebihnya sebesar 43,3% diakibatkan oleh faktor lain di luar variabel yang

(44)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5. 1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data serta pembahasan yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Terdapat pengaruh yang positif dan signifikansi pada pendidikan pemakai terhadap pemanfaatan perpustakaan di perpustakaan IAIN IB Padang.

2. Diketahui nilai koefisien determinasi sebesar 0,567 yang artinya 56,7% variabel pemanfaatan perpustakaan dapat dijelaskan oleh pendidikan pemakai. Sedangkan selebihnya sebesar 43,3% diakibatkan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.

5. 2 Saran

Dari penelitian yang dilakukan dan merujuk pada kesimpulan maka penulis memberikan saran:

1. Oleh karena pendidikan pemakai diketahui memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pemanfaatan perpustakaan di Perpustakaan IAIN IB Padang, maka pihak perpustakaan diharapkan perlu lebih mengoptimalkan program pendidikan pemakai di Perpustakaan IAIN IB Padang sehingga khususnya pengguna dapat memanfaatkan semua fasilitas, koleksi, dan layanan yang disediakan oleh Perpustakaan IAIN IB Padang.

Gambar

Tabel 4.1 Ringkasan Hasil Pengujian Validitas
Tabel 4.4
Tabel 4.8
Tabel 4.9
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kecepatan rencana (Vr) pada ruas jalan adalah kecepatan yang dipilih sebagai. dasar perencanaan geometrik jalan yang memungkinkan

Pada hari ini Rabu tanggal Dua Puluh Lima, bulan Juli, tahun dua ribu dua belas, Kami selaku Panitia Pengadaan Barang / Jasa telah mengadakan Pembukaan Dokumen

Sistem pendidikan yang dibangun dalam Kuttab adalah menekankan pentingnya Iman sebelum Al-Qur’an dan Adab sebelum Ilmu. Hal ini tersebut bahwa kurikulum dalam Kuttab Al-Fatih

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Gamping 1 Sleman Yogyakarta, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:Sebagian besar responden

Abi Ja’far Muhammad bin Jarir Ath-Thabari (w. 310 H) mengatakan bahwa makna dari ayat ini adalah: janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang batil

Dalarn membahas permasalahan perubahan pelaksanaan ritual tabuik serta perubahan makna dan simbol yang terkandung dalam ritual tersebut digunakan.. teori

Fungsi komunikasi ke bawah dalam suatu organisasi dapat berupa menyampaikan informasi faktual dan non-kontroversial (tidak menjadi pokok pertentangan), dan tujuannya hanya semata –

Adapun penelitian dalam tesis ini ingin mengetahui bagaimana perilaku atau cara berpakaian remaja di Kabupaten Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan bagaimana