• Tidak ada hasil yang ditemukan

sejarah perkembangan akuntansi Tekstil dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "sejarah perkembangan akuntansi Tekstil dan "

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Akuntansi merupakan sebuah seni dalam pencatatan keuangan dalam organisasi. Begitu gambaran umum dari definisi disiplin ilmu akuntansi. Penggunaan ilmu akuntansi sangat mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan. Hal ini dikarenakan ilmu akuntansi berperan penting dalam mencatat, mengidentifikasikan, mengikhtisarkan setiap transaksi ekonomi perusahaan/organisasi sehingga bisa dilaporkan kepada berbagai pihak yang berkepentingan.

Perkembangan akuntansi pun hingga pada saat sekarang ini sudah menunjukkan fase terbaik dibandingkan fase-fase puluhan bahkan ribuan tahun yang lalu. Regulasi atau peraturan yang mengikat, prinsip-prinsip berlaku umum dan pencatatan berpasangan merupakan aspek yang terus dikembangkan melalui pemikiran-pemikiran kritis sehingga dapat diterapkan secara komprehensif di berbagai negara termasuk Indonesia.

Seiring dengan itu, pengaruh kemajuan ilmu dan teknologi memberikan efek positif bagi pencatatan akuntansi secara umum. Jika sekarang teknologi informasi mempermudah proses akuntansi, tentunya dahulu tidak demikian. Untuk itu, melalui makalah ini penulis mencoba membahas perkembangan akuntansi dengan menguraikan sejarah-sejarah yang pernah ada pada masa-masa dahulu hingga pada saat sekarang ini.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana perkembangan akuntansi di dunia?

2. Bagaimana perkembangan prinsip-prinsip akuntansi internasional khususnya negara Amerika ?

3. Bagaimana isu-isu intnasional terkait dengan akuntansi ?

(2)

1. Untuk mengetahui perkembangan akuntansi baik di dunia maupun Indonesia

2. Untuk mengetahui perkembangan prinsip-prinsip akuntansi internasional khususnya negara Amerika

1.4 Manfaat

1. Bagi penulis

Diharapkan dapat berguna sebagai bahan acuan atau referensi makalah selanjutnya. Hal ini karena tidak ada suatu batasan dalam ilmu pengetahuan yang semakin hari semakin maju mengikuti perkembangan zaman.

2. Bagi pembaca

Diharapkan makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan khususnya dalam bidang perkembangan akuntansi.

(3)

A. Sejarah Perkembangan Akuntansi

Berbagai percobaan telah dilakukan untuk menyatakan lokasi dan waktu dari lahirnya sistem pencatatan berpasangan yang telah menghasilkan skenario. Kebanyakan skenario tersebut mengakui adanya kehadiran suatu bentuk pelaksanaan pencatatan di sebagian besar kebudayaan sejak sekitar 3.000 tahun sebelum masehi. Termasuk didalamnya adalah kebudayaan Chaldean-Babilonia, Asiria dan Sumeria, yang menemukan pemerintahan teroganisasi pertama di dunia, termasuk juga beberapa bahasa tulisan tertua, dan catatan usaha tertua yang masih dapat diselamatkan, kebudayaan mesir, di mana para juru tulisnya menjadi “titik pusat dimana keseluruhan mesin perbendaharaan dan bagian-bagian lainnya berputar,” kebudayaan cina, dimana akuntansi pemerintahannya memainkan peranan yang vital dan rumit pada masa dinasti Chao (1122-256 SM), kebudayaan yunani, dimana Zenon, seorang manejer dari wilayah Appolonius yang luas, memperkenalkan di tahun 256 SM sebuah sistem akuntansi pertanggungjawaban yang terperinci. (Ahmed Riahi, 2006:2)

Pertemuan pertamanya berasal dari pedagang yang pertama dan tidak ada seorangpun yang layak mengklaim hal tersebut pada masa itu selain orang-orang Arab. Orang-orang Mesir menunjukkan kejayaannnya di dunia perdagangan, memperoleh pemikiran melakukan perdagangan tersebut melalui interaksinyadengan bangsa tersebut. Dari merekalah orang-orang Mesir melakukan suatu bentuk pertama akuntansi, yang menurut cara perdagangan yang umum, dikomunikasikan keseluruh kota-kota di Timur Tengah. Bisnis perdagangan, yang untuk setiap kota-kota perdagangan di Eropa dihubungkan oleh orang-orang Lombardia, ikut pula memperkenalkan metode mereka dalam pencatatan rekening, melalui penggunaan pencatatan berpasangan yang kini dikenal dengan sebutan pembukuan Italia. (Ahmed Riahi, 2006:3)

(4)

bertanggal sejak tahun 1340. Pembukuan pencatatan berpasangan ini lebih dahulu berkembang sekitar dua ratus tahundari pacioli. Raymond de Rover menggambarkan awal dari akuntansi di Italia sebagai berikut: (Ahmed Riahi 2006:3)

Pencapaian terbesar dari pedagang Italia, kira-kira berkisar antara tahun 1250 dan 1400, adalah penggabungan dari berbagai elemen yang heterogen ini kedalam sebuah sistem pengklasifikasian yang terintegrasi yang disebut sebagai rekening/perkiraan/akun (accounts) dan dikembangkan dengan berdasarkan pada prinsip dari pencatatan ganda untuk seluruh transaksi. Pada tahun 1400 pedagang telah mulai menggunakan akuntansi sebagai salah satu alat pengendalian manajemen. Seperti akrual dan hal-hal yang ditangguhan, dan dengan memberikan perhatian kepada audit atas neraca. (Ahmed Riahi 2006:4)

1. Kontribusi Luca Pacioli

Nama Luca Pacioli, seorang pastur dari ordo Fransiskus, pada umunya diasosiasikan dengan pengenalan pembukuan pencatatan berpasangan untuk pertama kalinya. Pada tahun 1494 ia menerbitkan bukunya, Summa de Arithmetica Geometria, Proportini yang didalamnya terdapat dua buah bab-de Computis et Scripturis- yang menjelaskan pembukuan pencatatan berpasangan. Risalahnya mencerminkan praktik-praktik yang berlakundi Venesia pada masa itu, yang kemudian dikenal sebagai “Metode Venesia” atau “Metode Italia.” Debit (adebeo) dan kredit (credito) digunakan dalam pencatatan untuk memastikan sebuah pencatatan berpasangan. (Ahmed Riahi 2006:4)

(5)

akan menyajikan jenis mata uang yang dipergunakan dan nilai tukarnya. (Ahmed Riahi 2006:4)

2. Perkembangan pembukuan pencatatan berpasangan

“Metode Italia” ini menyebar ke seluruh Eropa pada abad ke-16 dan 17, yang selanjutnya menerima karakteristik-karakteristik dan perkembangan-perkembangan baru, untuk menjadi apa yang kita kenal sekarang sebagai model pencatatan berpasangan. Dalam sebuah usaha untuk menunjukkan bahwa model pencatatan berpasangan telah mengalami evolusi dengan cara yang sangat mirip dengan ilmu pengetahuan secara umum, Cushing mencatatkan serangkaian perkembangan. Perkembangan tersebut meliputi hal-hal berikut ini: (Riadi Amet 2006:4)

1. Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan didalam teknik-teknik pembukuan.perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkannya jur-nal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda.

2. Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik. Sebagai tambahan di abad ke-17 dan 18 terjadi evolusi pada personifikasi dari seluruh akun dan transaksi,sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak pasti hubungannya dan abstrak.

(6)

4. Abad ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persedian yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda. Menurut Yamey buku Teori Akuntansi (2006:6)

Berbagai akun barang digabungkan dengan akun barang-barang lain dalam konsinyasi, barang di dalam kemitraan (“perusahaan”), dan akun dalam perjalanan mungkin dapat menjadi satu bagian yang besar di dalam buku besar.

5. Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya di-ikuti dengan perkembangan dari perusahaan tadi seiring dengan revo-lusi industri, akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, yang di-tunjukkan dengan adanya kebutuhan akan akuntansi biaya, dan keper-cayaan yang diberikan kepada konsep-konsep mengenai kelangsungan, periodisitas dan akrual.

6. Metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18. Menurut Yamey buku Teori Akuntansi (2006:6)

Pertama-tama aktiva itu dicatat sesuai dengan biaya perolehannya, perbedaan antara pembayaran “pendapatan” dan penerimaannya (contohnya perbaikan rumah dan pendapatan sewa yang diterima), yang umumnya dimasukkan kedalam akun aktiva, dipindahkan ke akun laba rugi pada saat tanggal neraca. Kedua akun aktiva yang berisi pencatatan-pencatatan mengenai pembiayaan-pembiayaan awal dan pengeluaran-pengeluaran serta penerimaan-penerimaan lain (termasuk penerimaan dari penjualan sebagai aktiva tersebut) ditutup pada saat tanggal neraca dan perbedaan antara total debit dan total kredit dibawa sebagai saldo akun.

7. Awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual. Terdapat bukti yang ditun-jukkan oleh Saliero pada tahun 1915, akan adanya metometode de-presiasi berikut ini:

(7)

8. Akuntansi biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revo-lusi industri. Akuntansi biaya ini diawali oleh pabrik-pabrik tekstil abad ke-15 D.R. Scott mencatat hasil berikut dari perkembangan pabrik di dalam bukunya, The Cultural Significance of Accounts

Catatan-catatan dari pabrik-pabrik tekstil dan perusahaan-perusahaan manufaktur raksasa di abad ke-19 dipakai untuk mendukung kedua hipotesis berikut ini:

a. Hipotesis pertama adalah meningkatnya penggunaan aktiva tetap memicu perkembangan dari akuntansi biaya pada industri. b. Hipotesis kedua adalah bahwa perubahan pada bagaimana ak-tivitas ekonomi diorganisasikan, dan bukan hanya untuk pe-rubahan sementara pada struktur biaya mereka, memicu perkembangan dari prosedur akuntansi biaya internal pada abad ke-19.

9. Pada paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik akuntansi untuk pembayaran dibayar dimuka dan akrual, seba-gai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba pe-riodik.

10. Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana 11. Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi

untuk isu-isu kompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akun-tansi untuk perhitungan bisnis, akunakun-tansi untuk inflansi, sewa jangka panjang dan pensiun, sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keungan (financial engineering)

3. Sejarah Akuntansi di Indonesia

Sofyan Syafri Harahap (2007:46-51) menjelaskan bahwa sejarah akuntansi di Indonesia dapat dibagi atas : Zaman kolonial dan zaman kemerdekaan.

1. Zaman Kolonial VOC

(8)

melakukan pencatatan. Pada waktu orang-orang Belanda datang ke Indonesia kurang lebih akhir abad ke-16, mereka datang dengan tujuan untuk berdagang kemudian mereka membentuk perserikatan Maskapai Belanda yang dikenal dengan nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC), yang didirikan pada tahun 1602, sebagai peleburan dari 14 maskapai yang beroprasi di Hindia Timur. Selanjutnya VOC membuka cabangnya di Batavia tahun 1619 dan di tempat-tempat lain di Indonesia. Kemudian dibentuk jabatan Gubernur Jenderal untuk menangani urusan-urusan VOC. Akhir abad ke-18 VOC mengalami kemunduran dan akhirnya dibubarkan pada 31 Desember 1799.

Dalam kurun waktu itu, VOC memperoleh hak monopoli perdagangan rempah-rempah yang dilakukan secara paksa di Indonesia, dimana jumlah transaksi dagangnya, baik frekuensi maupun nilainya terus bertambah dari waktu ke waktu. Pada tahun itu bisa dipastikan Maskapai Belanda telah melakukan pencatatan atas mutasi transaksi keuangan.

Dalam hubungan itu, Ans Saribanon Sapiie (1980), mengemukakan bahwa menurut Stible dan Stroomberg, bukti autentik mengenai catatan pembukuan di Indonesia paling tidak sudah ada menjelang pertengahan abad ke-17.

Hal itu ditunjukkan dengana adanya sebuah Instruksi Gubernur Jenderal VOC pada tahun 1642 yang mengharuskan dilakukan pengurusan pembukuan atas penerimaan uang, pinjaman-pinjaman, dn jumlah uang yang diperlukan untuk penegeluaran (eksplorasi) garnisun-garnisun dan galangan kapal yang ada di Batavia dan Surabaya.

2. Zaman Penjajahan Belanda

(9)

pembukuan Amphioen Socyteit di Batavia. Amphioen socyteit bergerak dalam usaha morfin (amphioen) yang merupakan usaha monopoli di Belanda.

Pada abad ke-19 banyak perusahaan Belanda didirikan atau masuk ke Indonesia dengan membuka cabang atau perwakilan, yang antara lain sebagai berikut :

a. Deli Maatschaappij (perkebunan) b. Biliton Maatschaappij (timah)

c. Bataafche Petroleum Maatschaappij (minyak)

d. Koninklijke Paketvaart Maatschaappij (pelayaran nusantara), setelah dinasionalisasikan oleh pemerintah RI menjadi perusahaan pelayaran nasional (PELNI)

e. Rotterdamsch Lloyd (maskapai atau agen pelayaran internasional), setelah dinasionalisasikan menjadi Djakarta Lloyd

f. Koninklijke Nederlands Indische Luhtvaart Maatschaappij (penerbangan nusantara), setelah dinasionalisasikan menjadi Garuda Indonesia Airways

g. Stoomvart Maatschaappij Nederlands h. Firma Ruys of de Oost

i. Nederlands Handel’s Bank j. Algeme Handel’s Bank

(10)

Catatan pembukuannya merupakan modifikasi sistem Venesia-Italia, dan tidak dijumpai adanya kerangka pemikiran konseptual untuk mengembangkan sistem pencatatan tersebut karena kondisinya sangat menekankan pada praktik-praktik dagang yang semata-,mata untuk kepentingan perusahaan Belanda. Sedangkan, segmen bisnis menengah kebawah dikuasai oleh pedagang keturunan, yaitu : Cina, India, dan Arab. Sejalan dengan itu, ada kebebasan dalam penyelenggaraan pembukuan sehingga praktik pembukuannya menggunakan atau dipengaruhi oleh sistem asal etnis yang bersangkutan.

Jadi, perkembangan akuntansi di indonesia pada awalnya dipengaruhi oleh adanya kekuasaan para penjajah yang secara langsung membawa tradisi pencatatan akuntansi di negaranya dan menerapkannya di Indonesia. Setelah masa-masa kemerdekaan, barulah Indonesia mulai mengembangkan akuntansi dari berbagai aspek. Sehingga pada masa sekarang dapat dikatakan bahwa Indonesia telah mensejajarkan diri dengan negara-negara lain terkait dengan penerapan Akuntansi Internasional.

B. Perkembangan Prinsip-Prinsip Akuntansi

1. Perkembangan Prinsip-Prinsip Akuntansi di Amerika

Di Amerika Serikat , dilakukan pengujian dan analisa pada prinsip dan teori akuntansi yang berkembang melalui 4 fase yakni :

1. Fase Kontribusi Manajemen (1900-1933)

(11)

bentuk dan isi pengungkapan akuntansi. Ketergantungan pada inisiatif manajemen menimbulkan konsekuensi sbb:

a) Sebagian besar teknik akuntansi tidak memiliki dukungan teoritis.

b) Pusat perhatian pada penentuan penghasilan kena pajak dan minimisasipajak penghasilan.

c) Teknik yang diadopsi adalah untuk meratakan pendapatan d) Penghindaran dari masalah-masalah kompleks dan solusi

berdasarkan kebijakan dianut.

e) Perbedaan perlakuan teknik akuntansi dari perusahaan yang berbeda untuk masalah yang sama.

Situasi ini menghasilkan ketidakpuasan, karena adanya tuntutan dalam peningkatan standar pelaporan keuangan dan meminta danya perlindunganterhadap investor.Perdebatan teoritis dan kontrofersi pada saat itu terutama menyangkut akuntansi kos untuk bunga.

Penentuan biaya overhead dalam kos produk menjadi isu utama seiring dengan alokasi kos produk yang realistis, meningkatnya investasi pada mesin-mesin dan kebutuhan modal untuk jangka panjang. Pendapat The American Institute of Accountants (AIA) menentukan bahwa tidak ada kos penjualan, beban bunga dan biaya administrasi yang dimasukkan dalam kos overhead pabrik. Perselisihan tentang akuntansi kos bunga dipandang sebagai konflik antara teorientitas (entity) dan kepemilikan (proprietary).

Peristiwa penting lain adalah pengaruh pajak penghasilan terhadap teori akuntansi yakni diakuinya pendapatan bersih atas dasar periode akuntansi dan metode akuntansi yang digunakan oleh pembukuan wajib pajak. Hal ini merupakan tahap awal harmonisasi antara akuntansi pajak dengan akuntansi keuangan.

(12)

Fase ini ditandai dengan timbulnya badan/institusi dan peningkatan peranannya dalam pengembangan prinsip akuntansi, sbb:

a) Tahun 1934 Kongres membentuk Securities and Exchange Commision (SEC) untuk melaksanakan berbagai peraturan investasi federal. Komisi ini dapat merumuskan hal-hal, informasi, metode-metode, yang harus ditunjukan dalam laporan keuangan.

b) Adanya usulan agar The American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) mulai melakukan kerjasama dengan bursa saham sehingga standar yang ditetapkan dalam laporan keuangan dapat sesuai dengan eksekutif perusahaan dan akuntan sesuai dengan praktek yang ada. Alternatif yang lebih praktis ini menyebabkan metode akuntansi berkembang secara luas dan konsisten. Selain itu dikenal pula prinsip-prinsip dewan May mencakup:

a. Bahwa akun pendapatan harusnya tidak dimasukkan dalam laba yang belum terealisir dan biaya yang dapat dibebankan pada pendapatan seharusnya tidak dibebankan.

b. Bahwa surplus modal seharusnya tidak dibebankan dengan jumlah yang dibebankan pada pendapatan. c. Bahwa laba ditahan yang diperoleh perusahaan anak

yang diciptakan sebelum konsolidasi bukan merupakan surplus yang diperoleh perusahaan induk konsolidasi.

d. Bahwa dividen atas saham treasury tidak dapat dibebankan pada pendapatan.

e. Bahwa piutang dari pejabat, pegawai, dan perusahaan afiliasi seharusnya tidak ditunjukan secara terpisah.

(13)

untuk memberdayakan Committee Accounting Procedure (CAP) menerbitkan Accounting Research Bulletins (ARBs). Adanya praktek-praktek akuntansi yang banyak dikritik, isu-isu yang tidak populer, kegagalan untuk mengembangkan pernyataan menyeluruh tentang prinsip akuntansi menyebabkan konflik antara SEC dengan CAP.

3. Fase Kontribusi Profesional (1953-1973)

Komite Khusus tentang Program Riset mengusulkan pembubaran CAP dan departemennya yang diterima oleh AICPA dan kemudian didirikan Accounting Principle Board (APB) dan The Accounting Research Division (ARD) untuk meneliti tentang isu-isu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum. APB kemudian menerbitkan berbagai pendapat untuk membahas isu-isu kontroversial , namun upaya tersebut tidak berhasil sehingga APB diserang dan dikritik karena opini yang bersifat kontroversial termasuk tentang akuntansi pensiun, alokasi pajak penghasilan, kredit pajak investasi, akuntansi untuk penggabungan usaha dan goodwill.

4. Fase Politisasi (1973-sekarang)

Keterbatasan asosiasi professional dan manajemen dalam merumuskan teori akuntansi mendorong diadopsinya pendekatan yang lebih deduktif dan politis. Dalam situasi tersebut FASB mengindikasikan proses penetapan standar akuntansi sebagai proses demokratik.

(14)

2. Perkembangan Prinsip Akuntansi di Indonesia

Pada waktu Indonesia merdeka, hanya ada satu orang akuntan pribumi yaitu Prof. Dr. Abutari, sedangkan Prof. Soemardjo baru menyelesaikan mendidikan akuntannya di Belanda pada tahun 1965. Akuntan indonesia pertama yang bukan merupakan lulusan dalam negeri adalah Basuki Siddaharta, Hendra Dermawan, Tan Tong Djoe Dan Go Tie Siem. Mereka lulus pada pertengahan tahun 1957. Profesi akuntan sendiri di Indonesia mulai berkembang dengan pesat sejak dikeluarkannya Undang penanaman Modal Asing tahun 1967 dan Undang-Undang Dalam Negeri tahun 1968. Peran pemerintahan membentuk tim koordinasi pengembangan akuntansi serta reformasi perpajakan tahun1948 telah mendorong kiat pesatnya perkembanagn profesi ini. Akuntansi sendiri pada mulanya dikenal mulai tahun 1642. Penghapusan Undang-Undang Tanam Paksa yang dilakukan pemerintah kolonial tahun 1870, memicu banyaknya kaum pengusaha Belanda menanamkan modal di Indonesia dan hal ini mendorong perkembangan akuntansi. (Winwin Yadiati, dkk, 2006:4)

Sedangkan untuk pembentukan Perkumpulan Akuntan Indonesia diprakasai oleh Basuki Siddaharta, Hendra Dermawan, Tan Tong Djoe Dan Go Tie Siem bersama Prof. Dr. Soemardjo. (Hery, 2009:21). Perkumpulan Akuntan Indonesia yang saat sekarang disebut Ikatan Akuntan Indonesia menyatakan bahwa Ikatan merupakan wadah organisasi profesi akuntansi di indonesia, berdiri di Jakarta pada tanggal 23 Desembar 1957. IAI berhasil menyusun dan menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia padatahun 1973 dengan maksud antara lain menghimpun prinsip-prinsip yang lazim berlaku di Indonesia dan sebagai prasarana bagi terbentuknya pasar uang dan pasar modal di Indonesia pada waktu itu (Sofyan Syafri H, 2007:52)

(15)

Indonesia terus melakukan pembenahan dan pengembamgan terhadap organisasi profesi tersebut. Terbukti, Tahun 1986 berdiri Ikatan Akuntan Kompartemen Manajemen dan Akuntan Pendidik. Dan pada tahun 2001 berdiri Kompartemen Akuntan Pemerintah. (Winwin Yadiati, 2006:6)

Pada tahun 1984 Prinsip Akuntansi Indonesia 1973 diganti dengan Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 dengan konsep yang sama, namun ada pembatasan pada hal-hal yang berhubungan dengan akuntansi keuangan yang diungkapkan secara garis besar atau berlaku umum, tidak mencakup praktik akuntansi untuk industri tertentu. Oleh karena itu prinsip-prinsip yang memerlukan penjabaran lebih lanjut diatur dengan “pernyataan” tersendiri.(Sofyan Syafri , 2007:55)

Pada tahun 1994, IAI melakukan revisi total terhadap PAI 1984 dan saat itu mengeluarkan serial standar keungan yang diberi nama Standar Akuntansi Keuangan (SAK). SAK ini untuk pertama kalinya diterbitkan pada tanggal 1 Oktober 1994, dimana mengadopsi pernyataan resmi dari Internasional Accounting Standards Committee (IASC). Pada tahun ini pula, komite PAI diubah namanya menjadi Komite Standar Akuntansi Keuangan (Komite SAK) untuk masa 1994-1998. (Hery 2009:23)

Jadi, dalam perkembangan peraturan dan prinsip akuntansi di Indonesia mengacu kepada Prinsip-pirinsip Akuntansi berlaku Umum secara Internasional. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) menjadi contoh bagi Indonesia dalam penerapan peraturan dan prinsip akuntansi terutama bagi perusahaan g public.

C. Relevansi Sejarah Akuntansi

(16)

Sejarah akuntansi sangat berguna untuk memberikan pemahaman dan apresiasi yang lebih baik mengenai bidang akuntansi dan evolusinya sebagai salah satu ilmu sosial. Satu pemikiran yang bagus akan relevansi dari sejarah akuntansi terhadap pedagogi yaitu:

1. Suatu profesi yang didasarkan pada tradisi yang dikembangkan selama berabada-abad seharusnya mendidik para anggotanya untuk lebih meng-hargai warisan intelektual yang mereka miliki.

2. Adanya impor keunggulan-keunggulan pemikiran, kontribusi-kontribusi besar pada literatur, dan studi-studi positif yang penting mungkin saja akan hilang, terfragmentasi, atau dipelajari secara tidak sempurna didalam jangka waktu yang lebih panjang kecuali jika mereka telah didokumen-tasikan dan digabungkan oleh orang-orang terpelajar yang memiliki keahlian sejarah.

3. Tanpa memiliki akses kepada analisis dan interpretasi dari sejarah perkembangan pemikiran dan praktik akuntansi, para empiris saat ini akan berisiko mendasarkan investigasi yang mereka lakukan pada klaim-klaim atas masa lalu yang tidak lengkap atau tidak berdasar.

Sejarah akuntansi melakukan peran yang instrumental dalam memberikan pemahaman yang lebih baik atas permasalahan-permasalahan akuntansi dan konteks institusionalnya, sekaligus juga dalam formulasi kebijakan umum.

Sejarah akuntansi dapat mmemberikan penilaian yang lebih baik atas praktik-praktik yang berlaku dengan melakukan perbandingan terhadap metode-metode yang pernah digunakan.

D. Isu-Isu Akuntansi

1. Definisi akuntansi internasional

Weirich dan beberapa penulis lainnya memberikan klarifikasi yang bermanfaat atas definisi-definisiini, dengan pengidentifikasian tiga konsep utama yang mereka lakukan:

a. Akuntansi untuk induk perusahaan dan anak perusahaan di luar negeri atau akuntansi untu anak perusahaan

(17)

Tujuan dari akuntansi internasional ini adalah untuk mendapatkan satu standarisasi Akuntansi Dunia. Akuntansi Internasional dianggap sebagi sebuah sistem universal yang dapat diterapkan disemua negara. Sebuah seperangkat prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting principls- GAAP) yang diterima diseluruh dunia.

Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan akuntansi internasional kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional didalam akuntansi. Hal ini meliputi:

a. Kesadran akan adanya keragaman internasionaldidalam akuntansi pe-rusahaan dan praktik-praktik pelaporan

b. Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing negara

c. Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada pelaporan keuangan.

Akuntansi internasional mencakup dua pendekatan deskriptif dan informatif. Akuntansi internasional meliputi seluruh jenis prinsip, metode dan standar akuntansi yang dimiliki oleh senua negara. Gabungan dari seluruh prinsip, metode dan standar dari seluruh negara dapat dinyatakan sebagai sistem akuntansi internasional.

Munculnya paradigma baru didalam akuntansi internasional memperluas keerangka kerja dan pemikiran untuk memasukkan ide-ide baru dari akuntansi internasional. Sebagia akibatnya, terbit daftar yang sangat panjang akan konsep-konsep dan teori-teori akuntansi yang dibuat oleh Amenkhienan untuk memasukkak hal-hal berikut;

a. Tori universal atau dunia, konsep ini dikembangkan oleh kaum pragmatis yang percaya bahwa pemecahan dari permasalahan-peermasalahan yang terjadi dalam pelaporan secara internal berada pada keseragaman akuntansi di seluruh dunia.

(18)

c. Teori komparatif, konsep ini menyarankan adanya klasifikasi analitikal atas sistem-sistem akuntansi tiap negar, seperti yang telah dilakukan di ilmu-ilmu sosial lainnya seperti ilmu ekonomi, politik dan hukum

d. Teori transaksi-transaksi internasional, konsep ini dibangun disekitar infor-masi akuntansi yang dibutuhkan didalam keputusan-keputusan perdagangan internasional dan investasi internasional

e. Teori translasi, konsep ini digunakan sebagai ciri-ciri pada akuntansi untuk in-duk perusahaan dan anak perusahaan di luar negeri.

Pengaruh akuntansi adala sasaran, standar, kebijakan dan teknik akuntansi yang dihasilkan oleh faktor-faktor lingkungan di tiap negara. Jika faktor lingkungan itu memiliki perbedaan yang signifikan ditiap-tiap negara, maka dapat diperkirakan bahwa konsep-konsep dan praktik akuntansi utama yang digunakan diberbagai negara tersebut berbeda. Kondisi-kondisi lingkungan yang memberikan dampak kepada penentuan dari standar akuntansi yang mencakup hal-hal berikut:

a. Relativisme kultural (cultural relativismi), dimana konsep-konsep akuntansi disuatu negara-negara tertentu adalah sama uniknya dengan ciri-ciri kebu-dayaan lainnya.

b. Relativisme linguistik(linguistic relativismi), dimana akuntansi-akuntansi su-atu bahasa dengan sifat leksikal dan tata bahasanya akan memngaruhi perilaku linguistik dan non linguistik dari para penggunanya.

c. Relativisme politik dan sipil (political and civil relativism), diman konsep-konsep akuntansi disetiap negara manapun akan bergantuing kepada konteks politik dan sipil dari negara tersebut.

d. Relativisme ekonomi dan demografis (economic and demographic relativism), dimana konsep-konsep akuntansi disetiap negara mana pun akan bergantung pada konteks ekonomi dan demografis negara tersebut.

e. Relativisme hukum dan perpajakan (legal and tax relativism), dimana konsep-konsep akuntansi disetiap negara mana pun bergantung kepada dasar hukum dan perpajakan dari negara tersebut.

2. Harmonisasi Standar Akuntansi

a. Arti harmonisasi standar akuntansi

(19)

sebuah rekonsiliasi atas berbagi sudut pandang yang berbeda. Definisi dari harmonisasi dianggap lebih realistis dan memiliki kemungkinan lebih besar untuk diterima dari pada standarisasi.

1. Bagi banyak negara belum terdapat suatu standar kodifikasi akuntansi dan audit yang memadai

2. Internasionalisasi yang berkembang dari perekonomian dunia dan meningkatnya saling ketergantungan dari negar-negara didalam kaitan-nya dengan perdagangan dan arus kas investasi internasional

3. Adanya kebutuhan dari perusahaan-perusahaan untuk memperoleh modal dari luar, mengingat tidak cukupnya jumlah lada ditahan untuk mendanai proyek-proyek dan pinjamna luar nrgeri yang tersedia, telah meningkatkan kebutuhan akan harmonisasi.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

(20)

hubungan perdagangan di negara-negara eropa. Perkembangan tersebut terus menjelajah ke seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Jalur perdagangan merupakan jalur utama masuknya akuntansi di Indonesia.

Prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum mulai muncul di Amerika dengan berbagai fase perkembangan. Pengendalian manajemen, hingga pada fase politisasi terus dikembangkan hingga pada saat ini. Di indonesia, Prinsip Akuntansi Berlaku umum atau PABU diterbitkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia. Sedangkan di Amerika, prinsip tersebut diterbitkan oleh AICPA.

Perkembangan usaha multinasional menyebabkan adanya penyesuaian relevansi akuntansi kearah internasional. Maka isu-isu akuntansi internasional terus dibahas dan dikaji agar pencatatan dan pelaporannya tidak melanggar Prinsip-Prinsip berlaku umum yang telah ditetapkan.

B. Saran

Penulis menyarankan kepada pembaca pada umumnya mahasiswa agar dapat menjadikan makalah ini sebagai referensi untuk meningkatkan wawasan keilmuan khsusnya tentang akuntansi dan mengumpulkan lebih banyak sumber bacaan.

DAFTAR PUSTAKA

Riahi Ahmed. 2006. Teori Akuntansi. (Jakarta : Salemba Empat) Heri. 2009. Teori Akuntansi. (Jakarta : Kencana)

Referensi

Dokumen terkait

Using a qualitative phenomenological study and acculturative stress model, this study adds to the body of knowledge on international students ‘acculturative

yang telah memberikan nikmat dan keridhaan-Nya sehingga Laporan Skripsi dengan Judul Analisis Matrix Acidizing dengan konsentrasi HCL 15 % pada sumur KTB-X di

Dahulu Kota Batu ialah termasuk dalam bagian Kabupaten malang. Yang dimana kemudian saat itu Kota Batu telah ditetapkan sebagai kota yang berdiri sendiri ialah

Tahapan analisis dalam penelitian ini dibagi menjadi lima tahap (Gambar 2) yaitu: 1) Identifikasi dan pemetaan wilayah endemik kekeringan untuk pengelolaan risiko

Hasil penelitian dapat disimpulkan (1) motif bertahan dimiliki oleh semua pihak pengelola sendratari ramayana, motif intrinsik antara lain adanya bakat dalam diri

Dalam rangka menunjang Kerjasama Ekonomi Sub-Regional ASEAN, dipandang perlu untuk menyempurnakan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 1996 tentang Pembayaran Pajak Penghasilan

Total Penghasilan di Luar

Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara pijat oksitosin dengan waktu pengeluaran kolostrum dan terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi menyusui bayi