Oleh:
Firgita Febriyani
I 0206063
JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
da
Pada bab an Sistematik
A. PENGERT
Dari judul dapat diura Sekolah1 a hidup ter kelangsung Surakarta Berpendud berwawasa Arsitektur L pendekata perancang memenuhi Secara surakarta
Kamus Besar Ba Butir-butir tata lin Kamus Besar Ba
b ini akan dib ka Pembahasa
TIAN JUDUL
“Sekolah Ber ikan sebagai adalah,
ah tempat di d.
gunan atau le mberi pelajaran an adalah car n adalah kes rmasuk dida gan perikehid adalah sala duk sekitar 50 an lingkungan Lansekap ada n-pendekatan gan dan pen
kebutuhan d a keseluruha dengan pen
ahasa Indonesia ngkungan, 1999 ahasa Indonesia
bahas menge an Konsep Pe
rwawasan Lin berikut :
mana terjadi
embaga untuk n.
ra pandang, c satuan ruang alamnya ma dupan dan kes
ah satu kota 00.000 jiwa.3 n.
alah bagian d n behavior, ngelolaan spa
asar manusia an dapat dia dekatan arsi
a Online, www.K 9
a Online, www.K
enai Pengertia erencanaan P
ngkungan de
proses belaja
k belajar dan
cara meninjau dengan sem nusia denga sejahteraan m a penting d
Yang direnca
ari ilmu dan s estetika d asial serta p a menurut Ma artikan bahw itektur lansek
KamusBahasaInd
KamusBahasaInd
PE
an judul, Lata Perancangan.
ngan Pendek
ar mengajar y
n mengajar s
u, cara meliha mua benda , d
an aktivitasn manusia serta
an terbesar anakan sebag
seni menata r dan ekosiste pengendalian
slow.4 wa sekolah b
kap adalah s
donesia.org_ 05
donesia.org_ 05
ENDAH
ar belakang,
katan Arsitek
yang terjadi a
serta tempat
at.
daya keadaan nya yang hidup lainnya kedua di J gai lokasi ban
ruang dengan em dalam
kualitas ling
berwawasan sebuah bang
0910, 22.00
0910, 22.30
HULUAN
Permasalaha
ktur Lansekap
antara guru da
menerima da
n dan makhlu mempengaru a.2
Jawa Tenga ngunan sekola
menggunaka perencanaa gkungan untu
lingkungan gunan sebag
B
pada peng terbuka di dengan pe
B. LATAR BE
1. Krisis L
Ling kini mem di kota – lingkung negatifny yang dig semakin diperpara peningka bermoto hidup ma lingkung
2. Lingku
Waktu waktu, s maka (E memiliki Masalah bahkan hayati, d
gembangan t imana bangu enyediaan tam
ELAKANG
Lingkungan
gkungan sem macu perkemb – kota besar
an yaitu me ya adalah hil gantikan oleh berkurang s ah dengan te atan polusi u r, industri pa asyarakat tida
an dengan m
ngan sebaga
dan ruang sedang adapt Emmelin, 199
cakupan ya sosial dan b tidak hanya an teknologi. -kotak, melain
tata ruang an unan tersebu man meliputi k
makin rusak, s bangan bisnis yang semak ngakibatkan angnya ruan h mal atau b sehingga uda rbatasnya lah dara. Penyum abrik. Untuk i
ak terus menu enghijaukan b
ai subyek pe
adalah kaida tasi berhakek 97) berpenda ang luas, da budaya denga sekedar dica Dengan dem nkan mempe
ntara massa t merupakan konstruksi dan
secara makro s industri yan kin meningkat penurunan k g-ruang hijau angunan kom ara segar sem han hijau seba mbang CO2 t
itu, diperluka urun. Diharap bangunan.5
endidikan
ah segala keh kat ruang (tem apat bahwa an tuntutanny an sendirinya akup, akan t mikian anak did
eroleh penget
bangunan fi n wadah fasi n perawatanny
o, globalisasi ng bergerak s t ternyata be kualitas hidup u/taman dan mersial. Poho makin sulit d agai paru-par terbesar saat n peraturan kan masyara
hidupan. Pro mpat). Mengin
lingkungan s ya akan ket a sudah terca tetapi dipadu dik tidak lagi d tahuan yang
isik dengan r litas yang be ya.
dan tren gay angat pesat. rdampak neg p di kota. Sa
digusurnya b on-pohon tam diperoleh. Kon
ru kota sehing ini berasal d yang konkret kat semakin p
ses dan evo ngat hakekat sebagai suby
terhitunganny kup dalam ilm kan dengan diberi bekal p
bulat menge
ruang – ruan ersifat eduka
ya hidup mas Pembanguna gative terhada alah satu efe bangunan lam man yang hija ndisi ini mak gga menamba dari kendaraa t agar kualita peduli terhada
olusi berhakik lingkungan i yek pendidika ya segala ha mu lingkunga
masalah fisi pengertian yan
6
Dan ada sumber b
- lingku
3. Pendidi
Ling keadaan mempen makhluk Sekolah sehingga karyawa lingkung Upaya m 1984. Pe dalam li (PPLH) Lingkungan-se
a beberapa fak belajar, misal ungan merupak
upan sehari-ha sudah ada mo ungan merupak ungan merupa
an kehidupan m
ikan Lingkun
gkungan hidu n dan makhl ngaruhi kelan
hidup lainnya merupakan a mendapat t
n, orang tua an hidup seki memperkenal endidikan mer ingkungan. M dapat berup gan sekolah
dalam be katkan kesada ng berkemba Lemahnya keb Lemahnya keb
bagai-sumber-b
ktor mengapa nya untuk 6 : kan sesuatu ya ari, dengan de oral dan minat s
kan sumber be akan tempat n mereka kelak.
ngan Hidup
up diartikan s ik hidup dida ngsungan pe
a.7
gerbang utam tugas berat u siswa dan s itarnya agar te kan siswa se rupakan salah Menurut Anon pa Visit Sch ke PPLH) d entuk wisata aran masyara
ngnya pendid bijakan pendid bijakan pendid
elajar-sains, ww
a lingkungan m
ang paling dek mikian apabila serta motivasi elajar yang san yata kehidupa
ebagai kesat alamnya term ri kehidupan
ma ilmu peng untuk menyad siswa itu sen
erpelihara den ekolah pada
h satu solusi t nim (2007) P hool (kunjung
an wisata P a) yang ke kat agar arif t dikan lingkung
dikan nasiona dikan daerah;
ww.pdf-book.com
mengapa bisa
kat dengan dun a guru mengaja belajar siswa. gat kaya an anak sehin
uan ruang de masuk manu
dan keseja
getahuan dan darkan setiap diri untuk sa ngan baik.
lingkungan t terhadap berb Program Pen gan PPLH LH (paket p esemuanya
erhadap lingk gan hidup dise al;
;
m_081209, 12.54
a dipilih sebag
nia siswa, suda ak mereka untu
gga diharapka
engan segala sia dan peri hteraan man
n tempat tran p warga seko
dar dan beru
elah dilakuka bagai persoal ndidikan Ling ke sekolah), endidikan lin mempunyai kungan sekita
ebabkan oleh
4
gai
ah dikenal dala uk mecermatiny
an akan releve
benda, day ilakunya, yan nusia termasu
nsfer informa olah baik gur usaha menjag
an sejak tahu lan yang terja gkungan Hidu
5). L
6). L
b. Penera Pen c. Keuntu 1) D m
hidup; Lemahnya m perwakilan ra lingkungan hi Lemahnya pro
terjadinya tra yang ada. apan Pendidik ndidikan lingk
n menyisipka pelajaran ya ara yang da e ceramah, t alan lingkunga
temen Pendid akatan bersa ngan dan kon apa langkah y
nya menetap pendidikan usun materi aj ntara dari p embangkan m ansi bahan aj
ngan. ungan Pendid Dapat membe menjaga lingk
masyarakat s akyat untuk m
idup;
oses-proses k nsfer nilai dan
kan Lingkung kungan hidup an materi pe ang telah ada pat dilakukan tetapi lebih a
an hidup. Da dikan Nasion ama didasar sep pembang yang perlu dit pkan kebijaka
dan pelatiha jar dan metod
ihak Kantor materi PLH, jar, serta me
dikan Lingkun erikan informa
ungan hidup
sipil, lembag mengerti dan
komunikasi d n pengetahua
an Hidup (PLH) dapat endidikan ling a mulai dari k n. Proses be
presiatif dan lam hal ini, p nal dengan k
ri kesadaran gunan berkela tempuh Depd an, pedoman n, meningkat de pembelajar Menneg-LH kerja sama elatih para gu
gan Hidup 9 asi-informasi
ga swadaya ikut mendoro
dan diskusi in an guna pemb
t diterapkan k gkungan hidu konsep peme elajar mengaj
aplikatif serta perlu kerjasam kantor Mentri
pentingnya anjutan sejak diknas agar pr n dan progra tkan kompete rannya. di antarany a dalam pel uru dan tena
kepada sisw
masyarakat ong terwujudn
ntensif yang m baruan kebija
ke dalam pen up (PLH) ke eliharaan ling
ar tidak lagi a peduli deng ma dan kesep Negara Ling
menumbuhk usia sekolah. rogram ini da am PLH, me ensi murid d
ya akan me laksanaannya aga kependid
a-siswa tenta
t, dan dewa nya pendidika
memungkinka kan pendidika
ndidikan form dalam mate kungan hingg menggunaka gan persoala pakatan anta gkungan hidu kan kesadara
.
pat berjalan, engembangka
an guru, ser
enetapkan da a, menyiapka ikan mengen
4. Pendidik
Mas untuk me Masa an mendata kanak-ka merupak pembent Penan harus di hidup ya perlu me agar sej kanak-ka mendata
5. Surakar
Di I mendapa dalam ke menerap di terapk
Dapat menget ingkungan se Memberikan k keterampilan, bekerja secara
kan lingkung
a kecil (anak-embentuk pen nak-anak mer ang. Untuk itu anak maka da kan masa me
tukan perilaku naman ponda ilakukan agar ang kokoh. G
endapatkan p ak dini mere anak merupa ang.10
rta dan pendi
Indonesia, kh at tempat yan egiatan pend pkan Pendidik kan.
tahui seberap kitarnya kesempatan sikap/perilak a individu.
gan hidup da
-anak) merup ngetahuan, pe rupakan perja u, jika benar
apat diharapk encari identita u yang positif. asi pendidikan r generasi m enerasi muda prioritas utam eka memaham
akan perjalan
idikan lingku
hususnya Sura ng baik. Pend didikan non fo
kan Lingkunga
pa besar rasa
bagi setiap o ku, motivasi
an anak didik
pakan masa p erilaku dan sik alanan yang
pengetahuan kan ketika ber as dan realisa
.
n lingkungan s muda memiliki a sebagai ase ma dalam me
mi hubungann nan yang kri
ungan hidup
akarta, pendid idikan lingkun ormal sedang
an Hidup dika
sensitifitas s
orang untuk m dan komitme
k
pembentukan kap di masa r kritis sebaga n dan cara ya rubah ke mas asi diri, menja
sejak usia din i bekal pema et pelaku pem enerima pend
nya dengan l itis sebagai
dikan lingkun ngan hidup ya gkan pada pe arenakan belu
iswa-siswa te
mendapatkan en, yang dip
yang mempe remaja dan de ai generasi ba ang ditanamk sa remaja dan
adi bekal pen
ni menjadi solu ahaman tenta
mbangunan d didikan lingku
lingkungan h generasi ba
gan hidup se ang dilakukan endidikan form
um adanya m
erhadap kondi
n pengetahua perlukan untu
eroleh informa ewasa. angsa di mas kan pada mas n dewasa,yan ngetahuan da
usi utama yan ang lingkunga di masa datan ngan hidup i idupnya. Mas ngsa di mas
11
direnca di eksp ruang-kota da Ruang fungsi ru suatu ke dapat be
UU No. 24/199
anakan maup politasi untuk -ruang alam a t manusia m ung batasan-b
oleh karena dentifikasian d aktivitasnya. Arsitektur Lan gunakan pen canaan, pera ngan untuk m ktur Lansekap
, karena arsi bukan hanya i dengan k
ertahankan k apat berjalan g-ruang hijau k uang hijau ad eseimbangan ertahan lama.1
92
pun tidak. Seh kepentingan akan berubah ulai menentu batasan ruang itu ilmu dan dan pemenuh
nsekap adala ndekatan-pen ancangan da emenuhi keb p melihat pers
itektur lansek pada hal fisik karakter ling
arakter ekolo dengan baik. kota merupak alah untuk m maka suatu
12
hingga ketika manusia dala dari natural k ukan batasan g itu melahirk
seni menata an kebutuhan
h bagian dar dekatan beh n pengelolaa utuhan dasar soalan sebua kap melihat s
k tetapi lebih gkungan eko gi kota dihara . (Gilbert Lang kan elemen pe mempertahank
kota atau k
wajah dan ka am pemenuha kepada ruang n-batasan ter
kan suatu dis ruang sanga n akan ruang
ri ilmu dan s havior, esteti
an spasial s r manusia
h tata ruang k suatu keberha kepada waja ologi kota t apkan keberla g Meason). enting dalam kan keseimba awasan yang
arakter ruang an kebutuhan yang telah te rhadap ruang siplin ilmu da t erat hubung yang nyaman
seni menata ka dan eko erta pengend
kota kepada h asilan pemba ah dan karakt tersebut. Ka angsungan ek
pembentukan ngan ekosiste g dikembangk
g alam itu mul manusia mak erbentuk.11 g, secara tida an seni mena
gannya denga n bagi manus
ruang denga osistem dala
dalian kualita
hal yang palin angunan ruan ter ruang yan arena denga kosistem dala
n karakter kot em kota, tanp kan tidak aka
D
Berdas bagaim peranc sarana mengk pende
2. Perso
a.
b.
c.
D. TUJUAN D
1. Tujuan
Mengh Berwaw perenc pembe
2. Sasara
Menen yang m a. Kon
sarkan latar b mana mengha cangan sebua a edukasi kondisikan lin
katan arsitekt
alan
Bagaimana Lingkungan Bagaimana besaran rua yang harus Bagaimana masa, ben Sekolah Be
DAN SASARA
n
hasilkan desa wasan Lingku canaan dan elajaran.
an
ntukan konsep meliputi:
nsep perenca
belakang dan asilkan konse ah Sekolah B
dalam men gkungan sek tur lansekap s
a konsep p n di kota Solo a perencanaa ang, organisa
dipenuhi. a konsep per
tuk dan tam erwawasan Lin
AN PEMBAH
ain yang m ungan di Sura
perancangan
p perencanaa
anaan, meliput
n fenomena d p pemilihan k Berwawasan L
nerapkan pe kitar baik fisik
sebagai media
pemilihan lok yang direnca an jenis kegi asi ruang, pola
rencanaan da mpilan bangun
ngkungan.
ASAN
mendasari pe akarta yang m
n lansekap
an dan peranc
ti:
diatas, maka kawasan site Lingkungan d endidikan li k maupun no a pembelajara
kasi dan s anakan.
iatan, pola k a peruangan,
an desain pe nan serta int
rencanaan d memanfaatkan pada kawas
cangan Sekola
muncul perm dan desain y di kota Solo s
ngkungan h n fisik yang an.
site Sekolah
kegiatan, keb dan persyara
erancangan ta terior yang s
dan peranca n lingkungan san site s
ah Berwawas
masalahan yai yang mendasa
sebagai wada hidup denga sesuai denga
Berwawasa
butuhan ruan atan lingkunga
ata ruang, ta sesuai denga
ngan Sekola sekitar denga sebagai med
E. LINGKUP
1. Lingku
a. Pe se
Konsep keg
Penen
Penen
Konsep per
Konse
Konse
Konse
Konse
Konsep pen
Interio
Ekster
Konsep Tam
Vegeta
Hards
Sanita
Draina Konsep stru Konsep ling Konsep util
Sistem
Sistem
Sistem
Sistem
DAN BATAS
up Pembaha
embahasan n erta fasilitas-fa
giatan ntuan jenis ke ntuan penzoni
ruangan ep besaran ru ep kebutuhan ep persyaratan ep pola hubun
nampilan ban or
rior
mpilan Kawas asi
cape asi
ase
uktur banguna gkungan seba
itas bangunan m air bersih, a m MEE m transportasi m keamanan b
SAN PERMAS
san
nantinya akan asilitas pendu
giatan ingan aktivitas
ang
ruang (maca n ruang ngan dan orga
gunan
san Site (pera
an
agai ruang lua n
air kotor dan s
i vertikal bangunan (pe
SALAHAN
n mengarah p kung dalam b
s
m dan jenis ru
anisasi ruang
ancangan lans
ar untuk pemb
sistem pengola
emadam keba
pada Sekolah bangunan ters
uang)
sekap)
belajaran
ahan limbah
akaran, penan
h Berwawasa sebut.
ngkal petir).
F
2. Batasa
a. Pe
1. Metode
Pemb kemudia a. tahap - te
O d m - S
al-hal di luar i ngkungan sep asyarakat, bu enjadi pertimb ota Surakarta ertimbangan d embahasan m khirnya akan m an Pembaha
embatasan pe ari usia dini ya embangunan eberadaanya.
embahasan je ang menduk enyenangkan asalah pembi
PEMBAHASA
Pembahasa
bahasan meng an ditarik kes p pengumpula eknik survey/o Observasi ke an system p mengajar Studi literatur m
ilmu arsitektu perti kurikulu udaya hidup bangan awal akan Sekola dalam proses mengacu pad menghasilkan
san
engguna diba aitu TK samp dalam me
enis kegiatan kung penge
bagi anak ayaan diangg
AN DAN STR
n
ggunakan me impulan yang an data dan in observasi
beberapa se pendidikan ya
meliputi:
r dalam pere m Pendidikan sehat, sumbe untuk mema
h Berwawasa perencanaan
a sasaran ya n konsep beru
atasi pada an ai tingkat pen nerapkan pe
n yang diwad embangan
gap tidak dipe
RATEGI DESA
etode analisis g ideal melalu
nformasi
ekolah untuk ang digunaka
ncanaan ban n Lingkungan er daya man
hami kondisi an Lingkunga n.
ang berupa t pa penyelesa
nak-anak usia ndidikan lanju endidikan lin
dahi dibatasi kreatifitas d
ermasalahkan
AIN
dengan pros i tahap-tahap
mendapatkan an mewadah
gunan sekola n Hidup, kond
usia, dan se dan kebutuh an yang selan
tinjauan serta ain masalah.
a jenjang pend ut, SMA sebag ngkungan h
pada kegiat dan pembe
.
es pemikiran berikut :
n data meng i aktivitas ke
ah berwawasa disi lingkunga bagainya aka an masyarak njutnya menja
a analisis yan
didikan dimul gai aset pelak idup disekit
tan lingkunga elajaran yan
deduktif, untu
enai kurikulu egiatan belaj
•
2. Strateg
a. Me
Buku-buku
Buku-buku arsitektur la dekatan Kons Analisis, me informasi dan relevan bagi p Sintesa, meru dan pengalam diolah menjad dekatan Ranc upakan kesim rjemahkan ke
gi Desain
ngingat bany ain pemecah jut terhadap k n perencanaa entasi tata s mana dapat me
nzoningan ke komunal
ngan (ruang ka)
mengenai sis
yang menu ansekap. sep
erupakan me n pengalama perencanaan upakan tahap man empiris di sebuah kon cangan
mpulan dari dalam desain
yaknya kegia an arsitektur kawasan site an penataan ite dengan p enjangkau se elompok keg
stem utilitas se
unjang pem
etode pengu an empiris ya
dan perancan penggabung yang telah d nsep perencan
proses sint n berupa gam
tan pendidika ral bangunan
lingkungan y lansekap. R pembagian b eluruh bangun giatan diutam
ekolah besert
bahasan sec
raian dan p ang kemudia ngan.
an dari data s dikaji pada ta
naan dan per
tesa, dimana mbar rancanga
an outdoor y , perlu peme yang terpilih d Ruang komu beberapa sirk nan yang diren makan pada
ta fasilitas pen
cara arsitekt
pengkajian d an digunakan
sumber di lap ahap analisis
rancangan
a kesimpulan an.
yang akan d ecahan perm dalam hal pen unal (open s
kulasi utama ncanakan.
setiap jenja Ba
nunjangnya.
tural terutam
dari data-dat sebagai da
angan, literat dan kemudia
n ini nantiny
ilakukan mak asalahan leb ngolahan tapa space) sebag
secara radi
ng pendidika ngunan kolah dan
ngelola
silitas gkungan utdoor
G
d. Pen dise
G. SISTEMAT
TAHAP
TAHAP
TAHAP
TAHAP
TAHAP
nampilan ban esuaikan dan
TIKA PEMBA
P I Pen
ngunan yang harus saling
AHASAN
ndahuluan mbahasan m ar belakang, saran, metodo udi Teori S
nsekap engemukakan
ran sekolah nyampaian l engenai lingku oses pembelaj r (lingkungan njauan Kota S elakukan tinja dah menerap engenai data f n jumlah sek ng menduku
gkungan di ko kolah Berwaw erumuskan Se enggunakan emanfaatkan
wa.
alisis Konsep
g berwawasa mendukung u
engenai pend perumusan p ologi pembah Sekolah Berw
pengertian sebagai ingkungan h ungan baik fis
jaran serta te ).
urakarta auan umum k pkan kurikulu
fisik dan non f kolah, Kondisi ung menge ota Surakarta wasan Lingkun
ekolah Berwa pendekatan lingkungan se
Perencanaan
an lingkunga untuk proses
dahuluan mel permasalahan asan, dan sis wawasan Li
dari lingkung sarana edu hidup disekit sik maupun no eori lansekap
kota Surakar m pendidikan fisik kota Sura i lingkungan enai prospe a.
ngan Yang D awasan Lingk n teori ar ekitar sebaga
n dan Peranc
an dan lanse kegiatan dida
iputi judul, pe n dan persoal stematika pem ingkungan d
gan hidup da ukasi terutam
tar siswa. on fisik yang sebagai pera
rta mengenai n lingkungan akarta melipu masyarakat, ek Sekolah
irencanakan kungan di Sur
rsitektur lan ai media pem
cangan
ekap kawasa alamnya.
engertian judu lan, tujuan da mbahasan.
dan Arsitekt
n menjelaska ma mengen
Tinjauan teo mempengaru ncangan ruan
sekolah yan . Pembahasa uti Luas wilaya dan peratura Berwawasa
rakarta denga nsekap yan mbelajaran ba
TAHAP
yan P VI Kon
Me me ditr
ng akan dicap nsep Perenca engungkapkan erupakan ha
ransformasika pai.
anaan dan Pe n konsep p asil akhir d
an dalam wuju
erancangan perencanaan
ari proses ud desain fisik
dan peran analisis un k bangunan.
ÞßÞ ××
Ì×ÒÖßËßÒ ÌÛÑÎ×
Pada bab ini akan dibahas mengenai Pendidikan Lingkungan Hidup, Sekolah Lingkungan dan teori Arsitektur Lansekap, sebagai acuan dalam mendesain Sekolah Berwawasan Lingkungan.
ßò ÐÛÒÜ×Ü×ÕßÒ Ô×ÒÙÕËÒÙßÒ Ø×ÜËÐ
Menurut menteri Pendidikan lingkungan hidup adalah upaya mengubah perilaku dan sikap yang dilakukan oleh berbagai pihak atau elemen masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat tentang nilai-nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang.1
ïò Í»¶¿®¿¸ л®µ»³¾¿²¹¿² л²¼·¼·µ¿² Ô·²¹µ«²¹¿² Ø·¼«° ¼· ײ¼±²»-·¿
Sehubungan dengan kegiatan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia, Kelompok Kerja Pendidikan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Lingkungan Hidup (Pokja PKSDH & L) telah membagi perkembangan kegiatan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia, yaitu 2 :
a. Periode 1969-1983 (periode persiapan dan peletakan dasar).
Salah satu kegiatan yang mempelopori pengembangan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia dilakukan oleh IKIP Jakarta yaitu dengan menyusun Garis-garis Besar Pendidikan dan Pengajaran (GBPP) bidang lingkungan hidup untuk pendidikan dasar. Pada tahun 1977/1978, GBPP tersebut kemudian diujicobakan pada 15 SD di Jakarta. Selain itu penyusunan GBPP untuk pendidikan dasar,
1 Kumpulan makalah tugas Jurusan Kehutanan, Univ. Petra
beberapa perguruan tinggi juga mulai mengembangkan Pusat Studi Lingkungan (PSL) yang salah satu aktivitas utamanya adalah melaksanakan kursus-kursus mengenai analisis dampak lingkungan (AMDAL).
b. Periode 1983-1993 (periode sosialisasi).
Pada periode ini, kegiatan pendidikan lingkungan hidup baik di jalur formal (sekolah) maupun di jalur non formal (luar sekolah) telah semakin berkembang. Pada jalur pendidikan formal, khususnya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta bangku perkuliahan, materi pendidikan lingkungan hidup dan konservasi SDA telah diintegrasikan ke dalam kurikulum 1984. Di samping itu, selama periode ini pula banyak LSM serta lembaga nirlaba lainnya yang didirikan dan ikut mengambil peran dalam mendorong terbentuknya kesadaran masyarakat akan pentingnya perilaku ramah lingkungan. Secara keseluruhan, perkembangan kegiatan pendidikan, penyuluhan, dan penyadaran masyarakat di atas tidak saja terjadi di Jakarta tetapi juga di daerah-daerah lainnya.
c. Periode 1993 – sekarang (periode pemantapan dan pengembangan).
Ditetapkannya Memorandum Bersama antara Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 0142/U/1996 dan No Kep: 89/MENLH/5/1996 tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup, tanggal 21 Mei 1996. Sejalan dengan itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Departemen P & K juga terus mendorong pengembangan dan pemantapan pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup di sekolah-sekolah melalui penataran guru, penggalakkan bulan bakti lingkungan, program sekolah, penyiapan Buku Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) asri dan lain-lain. Selain itu, berbagai insiatif dilakukan baik oleh pemerintah, LSM, maupun perguruan tinggi dalam mengembangkan pendidikan lingkungan hidup melalui kegiatan seminar, sararasehan, lokakarya, penataran guru, pengembangan sarana pendidikan seperti penyusunan modul-modul integrasi, buku-buku bacaan dan lain-lain.
Pendidikan lingkungan hidup (PLH) dapat diterapkan ke dalam pendidikan formal dengan menyisipkan materi pendidikan lingkungan hidup (PLH) ke dalam materi-materi pelajaran yang telah ada mulai dari konsep pemeliharaan lingkungan hingga cara-cara yang dapat dilakukan. Proses belajar mengajar tidak lagi menggunakan metode ceramah, tetapi lebih apresiatif dan aplikatif serta peduli dengan persoalan-persoalan lingkungan hidup. Dalam hal ini, perlu kerjasama dan kesepakatan antara Departemen Pendidikan Nasional dengan kantor Menteri Negara Lingkungan hidup. Kesepakatan bersama didasari kesadaran pentingnya menumbuhkan kesadaran lingkungan dan konsep pembangunan berkelanjutan sejak usia sekolah.
Beberapa langkah yang perlu ditempuh Depdiknas agar program ini dapat berjalan, di antaranya menetapkan kebijakan, pedoman dan program PLH, mengembangkan materi pendidikan dan pelatihan, meningkatkan kompetensi murid dan guru, serta menyusun materi ajar dan metode pembelajarannya.
Sesuai dengan misi pendidikan lingkungan yaitu meningkatan rasa kepedulian, memberikan prespektif baru, nilai, pengetahuan, keterampilan dan proses yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku dan kebiasaan yang mendukung pelestarian lingkungan hidup, maka pelaksanaan program pendidikan lingkungan hidup di sekolah harus memberikan atmosfir kepada siswa, sehingga ketika siswa berada di sekolah siswa selalu bersentuhan dengan pendidikan lingkungan hidup.
Þò ÍÛÕÑÔߨ ÞÛÎÉßÉßÍßÒ Ô×ÒÙÕËÒÙßÒ í
ïò л²¹»®¬·¿²
Sekolah berwawasan lingkungan adalah sebutan bagi sekolah yang menjadikan pendidikan lingkungan merupakan salah satu misi dalam mencapai tujuan sekolah. Program pendidikan lingkungan ini memberikan atmosfir di sekolah sehingga ketika siswa berada dalam lingkungan sekolah, siswa selalu bersentuhan dengan program ini. Jadi pendidikan lingkungan hidup sudah terintegrasi ke dalam program sekolah. Diharapkan dengan terintegrasinya pendidikan lingkungan hidup ini kedalam program sekolah menjadi proses pembiasaan sehingga diharapkan adanya pengembangan perilaku, sikap dari siswa untuk menghargai, mencintai dan memelihara lingkungan hidup yang di bawa sikap tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari.
îò Í·-¬»³ Ì¿¸¿°¿² ¼¿´¿³ л´¿µ-¿²¿¿² ÐÔØ ¼· Í»µ±´¿¸ ¾»®©¿©¿-¿² Ô·²¹µ«²¹¿²
Ketika program pendidikan lingkungan hidup di sekolah akan dimulai maka perlu dikembangkan suatu sistem yang dapat mengatur program ini. Sistem yang di kembangkan diharapkan dapat mengembangkan tingkat kepedulian siswa terhadap lingkungan, oleh karena itu sistem yang dibangun harus dapat melibatkan berbagai unsur sehingga program ini dirasakan menjadi milik seluruh warga sekolah.
3 Jurnal konsep Pendidikan Lingkungan Hidup, www.wordpress.com_ diakses 261109, 14.06
Bagan 2.1 : Tahapan pelaksanaan program PLH Sumber : Jurnal konsep PLH, www.wordpress.com
Diakses 261109, 14.00 pembentukan komite
lingkungan sekolah membuat misi lingkungan sekolah
membuat action Plan
monitoring program dan evaluasi
integrasi program kedalam kurikulum,
ekstrakulikuer dan program sekolah kemitraan dengan
a. Tahap Pembentukan Komite Lingkungan Sekolah,
Komite lingkungan sekolah merupakan suatu badan yang mewakili seluruh warga sekolah, yang memiliki peran :
sebagai penjamin semua warga sekolah (termasuk murid) merasa terwakili untuk mebuat keputusan dalam proses implementasi program;
untuk mendorong semua warga sekolah peduli terhadap eksistensi program; menjamin bahwa program di dukung oleh manajemen sekolah;
sebagai media untuk berhubungan atau melibatkan komunitas di luar sekolah dalam menjalan program ini.
b. Tahap membuat misi sekolah,
Misi lingkungan sekolah adalah suatu pernyataan yang jelas tentang harapan atau komitmen sekolah untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekolah dan terciptanya budaya peduli terhadap lingkungan.
c. Tahap membuat ¿½¬·±² °´¿²ô
ß½¬·±² °´¿² merupakan inti dari program pendidikan lingkungan. ß½¬·±² °´¿² harus dibuat mengacu kepada review kondisi lingkungan awal sekolah sehingga akan didapatkan aspek-aspek apa saja yang perlu ditingkatkan dan kemudian dibuat target apa saja yang harus di capai. Meliputi :
visi misi dan tujuan sekolah, tantangan realita,
identifikasi fungsi, analisis SWOT pemecahan masalah
serta rencana program dan anggaran d. Tahap monitoring program dan evaluasi kemajuan,
e. Tahap Integrasi program kedalam kurikulum (kegiatan intrakurikuler),
Pengintegrasian pendidikan lingkungan hidup kedalam kurikulum sifatnya fleksibel. Pengintegrasian bukan bersifat menyeluruh akan tetapi bisa dilakukan secara parsial atau dijadikan topik saja tanpa mengurangi makna dari tujuan proses pembelajaran setiap mata pelajaran. Sebagai contoh bagaimana mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup kedalam beberap mata pelajaran adalah sebagai berikut:
(1) Mata pelajaran Bahasa Inggris:
Diskusi membahas topik lingkungan, yang diharapkan mengugah opini, dan perubahan perilaku terhadap lingkungan.
Membuat tulisan berupa karangan, laporan liputan atau poster tentang lingkungan hidup.
(2) Mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam Membuat produk dengan barang daur ulang
Belajar mengenai sumber daya yang terperbaharui dan yang tidak terperbaharui.
(3) Mata pelajaran sejarah
Mempertimbangkan dampak perubahan lingkungan terhadap kesehatan berdasarkan waktu peride sejarah yang berbeda
Menggunakan foto, dokumen atau presntasi mengenai bagaimana perugahan lingkungan sekolah dari waktu ke waktu.
(4) Mata pelajaran Keterampilan
Membuat patung dari bahan kertas bekas
Membuat poster atau leaflet untuk kampanye lingkungan (5) Mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan
Partisipasi dalam aktivitas program pendidikan lingkungan dan keuntungannya bagi sekolah dan masyarakat
f. Pendidikan lingkungan sebagai kegiatan ekstrakurikuler,
Pendidikan lingkungan hidup dapat juga dikemas dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa berupa Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Pencinta Alam (PA), Pramuka, atau kegiatan ekstrakurikuler yang khusus seperti out bound, Pelatihan penelitian lapangan dll.
g. Pendidikan lingkungan terintergasi pada program sekolah,
program sekolah disini adalah program, kegiatan atau aturan yang dibuat sekolah selain kegiatan intra dan ekstra kurikuler. Misalnya peraturan kelas bersih, kegiatan operasi semut setiap hari jumat, Penghematan air dan listrik, Penghijauan sekolah dll. Program sekolah ini dibuat untuk memelihara lingkungan sekolah dan sekaligus sebagai pendidikan praktis bagi anak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Diharapkan dengan pelaksanaan program secara konsisten ada proses pembiasaan bagi siswa dan diharapkan bersamaan dengan proses tesebut dapat meningkatkan dan terjadi akselerasi perubahan sikap kepedulian siswa terhdap lingkungan.
h. Kemitraan dengan komunitas luar.
Ýò ÕÑÒÍÛÐÙÎÛÛÒ ÍÝØÑÑÔì
ïò л²¹»®¬·¿²
Konsep ‘Ù®»»² ͽ¸±±´Ž berdasar modul pengelolaan lingkungan oleh Departemen Pendidikan Nasional memiliki arti harfiah sekolah hijau, namun sebenarnya memiliki makna yang lebih luas . Ù®»»² -½¸±±´ bukan hanya tampilan fisik sekolah yang hijau rindang, tetapi wujud sekolah yang memiliki program dan aktivitas pendidikan mengarah kepada kesadaran dan kearifan terhadap lingkungan hidup. “Sekolah hijau” yaitu sekolah yang memiliki komitmen dan secara sistematis mengembangkan program untuk menginternalisasikan nilai-nilai lingkungan ke dalam seluruh aktifitas sekolah.
Tampilan fisik sekolah ditata secara ekologis sehingga menjadi wahana pembelajaran bagi seluruh warga sekolah untuk bersikap arif dan berprilaku ramah lingkungan. Program pendidikan dikemas secara partisipatif penuh, percaya pada kekuatan kelompok, mengaktifkan dan menyeimbangkan Feeling, Acting, dan Thinking, sehingga tiap individu bisa merasakan nilai keagungan inisiasinya. Secara konsep kelompok didorong untuk mampu melahirkan visi bersama dengan memahami apa yang menjadi penting (Definisi), menemukan dan mengapresiasi apa yang telah ada dan tentunya itu terbaik (Discovery), menemukan apa yang semestinya ada (Dream), menstrukturkan apa yang ada (Design) dan merawatnya hingga menjadi ada (Destiny).
Bahwa sebenarnya memahami makna Green school yang seharusnya adalah “berbuat untuk menciptakan kualitas lingkungan sekolah yang kondusif,ekologis, lestari secara nyata dan berkelanjutan, tentunya dengan cara-cara yang simpatik, kreatif, inovatif dengan menganut nilai-nilai dan kearifan budaya lokal“.
îò Ю±¹®¿³ Ù®»»² ͽ¸±±´
Program Green School (Green School Movement) harus disusun secara holistik dengan mengkaitkan keseluruhan program yang ada di sekolah serta mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat berpengaruh, baik factor pendukung
Bagan 2.2 : alur ProgramGreen School
Sumber : www. depdiknas.go.id/kewirausahaan10/materi/lingkungan_hidup.pdf. Diakses 281109, 10.00
atau faktor penghambatnya. Potensi internal sekolah yang berupa lahan, sumberdaya air, energi dan limbah serta potensi sekitar sekolah seperti tradisi masyarakat, kondisi bentang alam dan ekosistemnya akan menjadi objek-objek pengembangan dalam program Green School. Program Green School versi ŒÕÛØßÌ׌dikembangkan melalui lima kegiatan utama meliputi :
Pengembangan kurikulum berwawasan lingkungan Pengembangan pendidikan berbasis komunitas
Peningkatan kualitas kawasan sekolah dan lingkungan sekitarnya Pengembangan sistem pendukung yang ramah lingkungan Pengembangan manajemen sekolah berwawasan lingkungan
Program Green School merupakan bagian tak terpisahkan dari keseluruhan program pengembangan sekolah, oleh sebab itu program Green School akan terintegrasi ke dalam program pengembangan sekolah. Pengembangan kurikulum berwawasan lingkungan dan pendidikan berbasis komunitas terwadai dalam program µ«®·µ«´»®dan
»µ¬®¿ µ«®·µ«´»®. Sedangkan pengembangan kawasan sekolah dan pengembangan
sistem pendukung yang ramah lingkungan termasuk dalam program pengelolaan lingkungan fisik/ fasilitas. Selanjutnya pengembangan lingkungan sosial/lingkungan kerja merupakan bagian dari pengembangan manajemen sekolah. Secara diagramatis dapat digambarkan sebagai berikut :
KURIKULER Integrasi mat eri LH
• Analisis mat er i
• Menyusun RPP
EKSTRAKURIKULER Ident ifikasi kegiat an LH Kegiatan eks-kul berbasis LH
Perilaku peduli lingkungan
PENGELOLAAN LINGKUNGAN
• Lingkungan fisik sekolah
•Lingkungan non fisik sekolah
a. Kur mbelajaran te ntuk mata dik am struktur ntegrasi, diha nsep Lingkun mahaman, ke rta penemuan ajar yang d ngalaman bag stra Kulikuler
tuk Pembela ikuler dimana estarian fung gkungan hidu
n pembinaan
ngelolaan kolah rilaku peduli cara terus me sekolah ditem
Gamb S
Lingkungan erintegrasi. P klat (mata pe program kur arapkan siswa ngan hidup. etrampilan da n alternative
dirancang g gi siswa.
jaran lingkun a kegiatan ini gsi lingkungan
p, pembinaan prestasi mela
lingkungan m enerus, yang mpuh dengan p
bar 2.1 : alur Pr Sumber : www Diakses 02
hidup di Pembelajaran elajaran), nam
rikulum yang a memperole Selanjutnya alam penerap
pemecahan m uru sangat
ngan hidup l diarahkan ke n, dengan m n sikap melal alui Lomba Ka
merupakan ha dimulai dari u pelaksanan p
rogramGreen
w.adiwiyata.com 0110, 14.00
Indonesia d lingkungan mun diintegras
berlaku. Me h pengalama
diharapkan pan dan kepe
masalah. Car berpengaruh
ebih diarahk epada pemben menambah pe
ui kegiatan ny arya Lingkung
asil dari pros usia dini. Pem rogram kuriku
School
m
ditempuh de hidup tidak sikan ke selu elalui strateg an langsung d dapat menam ekaan analisi ra pengemas h terhadap
kan kepada k ntukan sikap engetahuan m
yata “ Ö»´¿¶¿¸
gan.
ses belajar d mbelajaran Lin
uler dan ekstra
engan strate dikemas dala uruh mata dik gi pembelajar dan aplikatif d mbah kekuat is kemungkin an pengalam kebermakna
kegiatan eks peduli terhad melalui ceram
¸ Ô·²¹µ«²¹¿
Lingkung
an pembiasa ngkungan Hid a kurikuler.
Upaya peningkatan efektivitas pembelajaran yang mengarah kepada pembentukan perilaku bagi siswa, ditempuh dengan pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan materi yang menyentuh kehidupan anak sehari-hari. Sedangkan lingkungan kehidupan sekolah harus dapat menjadi wahana pembiasaan berprilaku peduli lingkungan sehari-hari.
Üò ÌÛÑÎ× ßÎÍ×ÌÛÕÌËÎ ÔßÒÍÛÕßÐ
ïò л²¹»®¬·¿²ë
Arsitektur Lansekap adalah bagian dari ilmu dan seni menata ruang dengan menggunakan pendekatan-pendekatan behavior, estetika dan ekosistem dalam perencanaan, perancangan dan pengelolaan spasial serta pengendalian kualitas lingkungan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia (Maslow).
Arsitektur lansekap menjelaskan tentang perencanaan lingkungan yang terencana dan memberikan nilai kembali kepada suatu kota/daerah dalam pengertian merencanakan lingkungan yang lebih efisien, produktif dan menyenangkan (Landscape Architecture). Selain itu melihat persoalan sebuah tata ruang kota kepada hal yang paling dalam, karena arsitektur lansekap melihat suatu keberhasilan pembangunan ruang kota bukan hanya pada hal fisik tetapi lebih kepada wajah dan karakter ruang yang sesuai dengan karakter lingkungan ekologi suatu kota tersebut. Sehingga dengan mempertahankan karakter ekologi kota diharapkan keberlangsungan ekosistem dalam kota dapat berjalan dengan baik. (Gilbert Lang Meason).
îò Ó¿²«-·¿ ¼¿´¿³ Ô¿²-»µ¿° Ô·²¹µ«²¹¿² ê
Manusia secara insting mencari sesuatu yang indah, menarik dan menyenangkan. Sesuatu yang secara visual indah adalah sesuatu yang memiliki keharmonisan visual
5 Presepsi Ilmu Arsitektur Lansekap dalam ilmu dan seni Tata Ruang
yang tampak baik. Oleh karena itu, alam yang indah menciptakan keharmonisan dan kesenangan yang dapat kita terima. Sehingga manusia mulai berusaha dalam menjaga dan melestarikan lingkungan disekitarnya.
Disaat manusia mulai menentukan batasan-batasan terhadap ruang, secara tidak langsung batasan-batasan ruang itu melahirkan suatu disiplin ilmu dan seni menata ruang, oleh karena itu ilmu dan seni menata ruang sangat erat hubungannya dengan pengidentifikasian dan pemenuhan kebutuhan akan ruang yang nyaman bagi manusia dalam aktivitasnya yang sesuai dalam UU No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang yang menyatakan pentingnya persyaratan penataan ruang luar sebuah lingkungan wilayah ,perkotaan dan perumahan sebagai usaha terciptanya suatu lingkungan hidup yang selaras dan harmonis.
Lansekap secara terus-menerus berubah, secara perlahan berdasarkan kurun waktu tertentu, dalam waktu geologis dan evolusi dengan proses geomorfologi. Seluruhnya berubah dengan lebih cepat dengan pertgantian spesies secara lokal atau regional. Suatu pendekatan lansekap regional terhadap pelestarian, menuntut suatu integrasi metodologi ekologi yang mengkoordinasikan data dari spesies individual yang terdapat pada pola-pola lansekap regional.
Degradasi terhadap lansekap yang terjadi pada umumnya disebabkan oleh aktivitas manusia, sehingga menyebabkan perubahan yang jauh berbeda bila dibandingkan dengan gangguan pada lansekap alamiah.
Perkembangan terhadap perubahan lansekap dapat dibedakan menjadi 5 (lima) tipe, menurut Forman dan Gordon (1986) meliputi hal-hal berikut:
a. Lansekap Alamiah
b. Lan
nsekap Penge da lansekap ntuk-bentuk b adi. Hal ini enjadi terdegr
da lahan-laha
sekap Budida rkembangan
am pengelola ayah dan tran osesnya yaitu
n modem. B
elolaaan wilayah pen bercak yang
menyebabkan radasi, akibat
n terbuka unt
aya
budidaya us aaan bentang nsportasi. Ka
: tradisionil b Bersamaan d
tumbuh dan
bar 2.2 : Lanse er : www.word iakses 100110
bar 2.3 : Perom mber : www.wo
Diakses 02011
ngelolaan, ke berbeda dal n kerusakan t dilarutkan o tuk pembukaa
saha tani me g alam, yang rakteristik lan budidaya usa dengan dilaku
n berkemban
ekap Alami dPress.com
, 09.00
mbakan Hutan ordPress.com 10, 21.00
giatan pemb lam ukuran d dan terdeg oleh besaran aan lahan dan
erupakan tah g erat kaitann nsekap budida ha tani, komb ukannya keg ng bentuk-be
alakan hutan dan tingkat d radasi lahan
laju air limp n lokasi pemb
hap awal keg nya dengan aya ada tiga binasi tradisio giatan budida ntuk pemuki
n menyebabk degradasi ya . Hara mine pasan, terutam
ekalan.
giatan manu pengembang tahapan dala onil dan mode aya usaha ta man terpenc
ber anjutnya mem au perkotaan.
nsekap Pedes da lansekap i mana jumlah u rvariasi. Bent sil perubaha anusia, baik
rkarangan. Ke tinggi. Diban i yang kehidu is-jenis para irikan oleh ja gsi struktiur wa liar. nsekap Perkot
da saat pe degradasi me atu sisi cende rubahan lingk
Su
ur mengelom mbentuk perk
aan
ini masih dite ukuran dan be tuk bercak l an akibat g
dalam bentu elimpahan jen
ding dengan upan liar sepe
asit. Pada lur koridor se
matrik sanga
taan
erubahan ka enjadi bentuk erung menimb
ungannya.
Gambar 2.4 umber : www.w
Diakses 110
mpok, dan kampungan ke
emukan berca entuknya cuk ainnya meru gangguan a uk kebun, at nis dalam lan bercak yang erti gulma, da
lansekap in ebagai pengh at erat kaitan
arakteristik s alam perkota bulkan bercak
: Pertanian wordPress.com 0110, 10.00
G
pada akhim ecil dan beru
ak asli, hubung cende
nnya dengan
truktur lanse aan, sebagai k bercak baru
m
Gambar 2.5 : Sa Sumber : ba Diakses 010
ya mulai m bah menjadi
erung mening habitat dan
ekap dalam akibat dari ak u yang berpen
awah Pedesaan aliwww.com 0210, 22.00
menyatu. Unt pedesaaan d
gkat. Peranan sumber pak
bentuk ala ktifitas manus ngaruh terhad
Ber
dasarkan ura mperhatikan sanya dibedak dalam merenc g mempunya cana (tata) ru n kawasan rek n buatan manu
»° Ü¿-¿® л®
Pendekatan adi perhatian hanya berpi is dan ekolog menyenang uk yang mena
na tinjauan da ncangan tata an dan lingku g membutuh an yang berm
kungan terse
G Sumb
aian fregmentasi kan oleh ulah canakan ruan ai nilai spesia uang terbuka kreasi belaka usia sebagai r
®»²½¿²¿¿² Ô¿
n Perancang penting. Ke ikir secara te gis.Dalam ked
kan perlu dija arik atau menj ari sisi keilmu ruang luar ungan alami s
kan dan me manfaat bagi
but.
Gambar 2.6 : p er : bukuLand habitat yang manusia. ng, terbuka ja al terhadap k jalur hijau itu melainkan jug ruang luar sec
¿²-»µ¿°
an Lansekap sadaran ini t eknis melaink dudukan terse adikan perhat
aga keberada uan teori lans
secara ekolo sehingga dap enguntungkan kehidupan m
perkotaan
dscape in Japan
kini berlang
alur hijau perk kehidupan lia
, Hal ini buka ga untuk hub cara kesatuan
p yang berw telah mendo kan juga me ebut maka pe tian lebih sek aan landscape ekap berfung ogis dan est pat tercapai s n sehingga manusia dan
n
diatas, gsung pada k
kotaaan, sum ar harus diint an hanya untu
ungan antara n.
wawasan lin orong para pe engedepankan ertimbangan t
ksama, baik d e scenery ung gsi sebagai pe tetika dari su suatu proses
tercipta sebu mahluk hidu
deng kawasan alam
mber perkotaa egrasikan pa uk taman-tam a lansekap ala
7
7 www. Environ
hat alam seba an daur dan p ncangannya b
¿® Ó»²¼»-¿·²
kologi Bangun enghindarkan angunan yang alam bangun elaksanaan pr fisiensi Energ enggunaan s encahayaan a enghasil ene enggunaan pe
aterial dan sis ang hari dan
angan.
ment design col
S
agai sebuah prosesnya. Se berpegang pa
² Þ¿²¹«²¿² §
nan
n/mengurangi g mengandun an yang tida roduksi.
i
sumber daya alami, dan p ergi listrik d
eralatan listrik stem penyeka n dapat diper
laborative.com_
Gambar 2.7 Sumber : www Diakses 150
sistem, serta elain itu, salah da konsep ars
§¿²¹ Þ»®©¿©
produk m g racun karen ak sehat bag
matahari da penghawaan
an sistem k konvensiona
at energi mat rgunakan pad
_041209, 14.00
7 : Taman w taman .com
410, 15.00
a merencana h satu konsep sitektur berwa
©¿-¿² °¿¼¿ Ô
material bang na dapat mem gi penghunin
an arus ang alami.pemilih pencahayaan al yang cukup
ahari yang da da waktu ma
akan dan me p yang lebih m awasan lingku
Ô·²¹µ«²¹¿²é
gunan dan mpengaruhi ka
ya setelah b
gin sebagai p han alat yan n alami untu
p mahal. Sela apat menyimp alam hari se
rancang sesu menonjol adal ungan.
adalah :
sistem dala andungan uda beberapa tah
penghasil list ng efektif unt uk menguran ain itu pemilih pan panas pa bagai peman
c. M an dipakai.Se an tidak meng
ntuk Banguna ntuk bangunan
etasi, pola ikl n merespon k nyesuaikan d nghilangkan
sana atau kea sain yang Baik ini meliputi s nggunaanya, d
sa depan, ya em yang berk
S
material y lingkungan dari bahan pe elain itu, peng ghasilkan sisa
n
n yang meres lim. Desainny keadaan iklim dengan kead vegetasi yan adaan disekit k
eluruh bagian daur ulang, in aitu dengan m kualitas.
Gambar 2.8 : J Sumber :Lands yang berpen hidup yang d endaur ulanga gguanaan ma a berupa racu
spon lingkung ya dapat seca m mikro disek daan site, tid ng ada tetap tar dan didala
n yang dihuni ndah memerlu memperhatika
alan Setapak
scape in Japan ngaruh ama dapat tercapa an sehingga aterial tidak d un walaupun m
gan alam deng ara estetis me
itar bangunan dak harus m pi mempergu
m bangunan
. Bangunan y ukan sedikit e an detail sert
n secara ai. Misalnya,
lebih aman u diambil dari p
melalui proses
gan mendeka erefleksi alam
n. Bangunan merusak kont nakannya se agar menjadi
yang tahan lam energi, dan le ta mengguna
konsisten d dengan bah untuk diprodu erusakan hut s yang lama.
ati bentuk tana lokal / region yang dibang tur tanah, at ebagai pencip
nyaman.
Sedangkan dalam Urban Landscape Design, diperlukan harmonisasi urban landscape heritage dalam pembentukan harmonisasi living culture, yaitu hidup selaras dengan batasan alam melalui pertimbangan-pertimbangan bahwa lingkungan terbangun tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi dan struktur fisik, melainkan dalam terbentuknya aspek edukasi tentang kepedulian dan pemahaman pelestarian lingkungan. Sehingga dukungan intensif dari perilaku hijau melahirkan Urban Landscape Guidelines (Pedoman Lansekap Perkotaan) yang diharapkan dapat menjadi alat kendali bagi pembangunan kawasan kota. :
Aspek lingkungan atau environmental aspect yang di dukung oleh pemikiran terhadap sistem ekologi, restorasi sistem alam, penggunaan sumberdaya alam secara efisien, mengurangi polusi, limbah dan bencana.
Pengembangan estetika dan keindahan baik alam maupun kawasan terbangun, ‘Enjoyment’ atau kenikmatan atau kenyamanan hidup dan kenyamanan lingkungan hidup.
Karakteristik lansekap sebuah kawasan terdiri dari aspek-aspek yang kasat mata (tangible) dan tidak kasat mata (intangible). Aspek-aspek ini secara individual ataupun kolektif memberi karakter historis pada lansekap dan membantu pemahaman akan arti penting nilai kebudayaan. Karakteristik lansekap sangat beragam, dari pola berskala besar hingga hal-hal yang ber hubungan dengan detil dan material pada sebuah kawasan. Di bawah ini adalah µ±³°±²»² ¼¿´¿³ µ¿®¿µ¬»®·-¬·µ ´¿²-»µ¿° (Page, Robert. R, Cathy Gilbert, Susan A. Dolan, 1998, p; 53) yaitu ;
Sistem dan ciri alam øÒ¿¬«®¿´ ͧ-¬»³- ¿²¼ Ú»¿¬«®»-÷; ciri-ciri alam yang mempengaruhi perkembangan lansekap dan bentukan yang dihasilkan alam pada kawasan (geomorfologi, geologi, hidrologi, ekologi, iklim, vegetasi setempat).
Penggunaan lahan øÔ¿²¼ Ë-»÷å organisasi, bentuk dan bentukan lansekap terkait dengan penggunaan lahan.
Tradisi budaya øÝ«´¬«®¿´ Ì®¿¼· ¬·±²-÷å kegiatan kegiatan yang mem pengaruhi penggunaan dan pola pembagian lahan, bentuk bangunan, dan penggunaan material.
Penataan kluster øÝ´«-¬»® ß®®¿²¹»³»²¬÷å lokasi bangunan dan struktur lain dalam kawasan.
Sirkulasi øÝ·®½«´¿¬·±²÷åruang-ruang, fitur-fitur, dan material-material yang membentuk sistem pergerakan.
TopografiøÌ±°±¹®¿°¸§÷; konfigurasi tiga dimensi permukaan lansekap yang dicirikan oleh struktur yang terbentuk dan orientasinya.
Vegetasi øÊ»¹»¬¿¬·±²÷å tanaman-tanaman asli atau baru berupa pohon, semak, tanaman rambat, rum put, dan tanaman herbal.
Bangunan dan struktur øÞ«·´¼·²¹- ¿²¼ ͬ®«½¬«®»-÷å konstruksi tiga dimensi seperti bangunan umum, jalan, rumah, jembatan.
View dan vista øÊ·»©- ¿²¼ Ê·-¬¿-÷å fitur-fitur alami atau buatan yang dapat menciptakan kontrol pandangan.
Fitur-fitur air buatan øÝ±²-¬®«½¬»¼ É¿¬»® Ú»¿¬«®»-÷å fitur buatan dan elemen-elemen air untuk tujuan fungsional dan estetika.
Fitur-fitur berskala kecil øÍ³¿´´ ͽ¿´» Ú»¿¬«®»-÷å kombinasi fungsi dan estetik dengan elemen-elemen detil yang memberikan keanekara gaman.
4. Ê»¹»¬
8 materi kulia
¿-·è
Vegetasi tida ngsi untuk me
getasi sebaga egetasi meru ertumbuhan
naman, tekstu
engan demik ang terbuka naman jadi d engan waktu d anaman mem
tress) yang b ngkungan ya enggolongan
kelompokkan enutup tanah abitatnya atau
bantaran kali,
ah fungsi dan pe
Sum
ak hanya me ningkatkan ku ai Proses upakan mate
tanaman ak ur,dan warna
kian, akan terus b dalam peranc dan perubaha mpunyai peran banyak dideri ang nyaman, tanaman ya berdasarkan h (rerumputan
u umumnya , tanaman pen
eran vegetasi da
Gambar 2.9 mber : dokume
engandung/m ualitas lingkun
erial lansekap kan mempen
selama masa
erkembang d cangan lanse an karakteristi n untuk meng ta oleh pend , segar har ng ditanam d n sifat hidup n). Selain itu ditanam, seb nutup tanah, d
alam lansekap, w
: pohon entasi pribadi
mempunyai ni ngan. Adapun
p yang hidu garuhi ukura a pertumbuha
dan berubah s ekap, tanama
k tanaman. hilangkan ket duduk kota. T rum, menyen
dalam pengh pnya yaitu, u, dapat jug bagai tanama dan sebagain
www.wordPress.
ilai estetis s n fungsi veget
up dan terus an besar tan annya.
kualitas sesuai denga n sangat era
tegangan-kete Tanaman dap
nangkan, da hijauan di da
pohon, perd a digolongka an pelindung nya.
com_050310, 1
aja tetapi ju tasi adalah :
s berkemban naman, bent
dan kuantit an pertumbuh at hubungann
egangan men pat menciptak an sebagainy
lam kota dap du, semak d
an berdasark jalan, tanam
Gambar 2.10 : Naung
Sumber : Jurnal tata cara perencanaan lansekap jalan, DPU
b. Vegetasi sebagai Desain
Pohon atau perdu dapat berdiri sendiri sebagai elemen skluptural pada lansekap atau dapat digunakan sebagai enclosure, sebagai tirai penghalang pemandangan yang kurang baik, menciptakan privasi, menahan suara atau angin, memberi latar belakang suatu obyek atau memberi naung yang teduh di musim panas. Rumput tidak hanya digunakan sebagai elemen permukaan, tetapi dapat juga digunakan sebagai penahan erosi serta memberi berbagai variasi warna dan tekstur. Dalam perencanaan tapak, tanaman dapat dikategorikan berdasarkan : jenis (besar kecilnya pohon, perdu / semak, rumput), fungsi ( fungsi ekologis pohon, fungsi fisik pohon, fungsi estetis pohon), bentuk dan struktur (tinggi dan lebar pohon), ketahanan (keadaan tanah, iklim, topografi, penyakit), warna batang, bunga serta buahnya ( berguna atau tidak).
Pem
milihan jenis ncana penana
abila pola pen n warnanya m enyusun send
aman tersebu nis vegetasi pografi atau ke
nsisi antara p getasi (pohon rvariasi berga rletakan Poh ntulan sinar d embutuhkan k
etasi sebagai Nilai estet paduan ant ntuk fisik ta
k), tekstur mposisi tanam
eroleh dari sa g sejenis, k upun kombina dsekap lainny ngsi estetika ( Memberikan Richard L, De
tanaman mau aman yang ngelompokan masing-masin diri tata tanam
ut.
dapat juga d erena adanya
ermukaan lah – pohon) yan ntung pada b hon, Perdu, S
dari perkeras eteduhan.
estetis tika dari tan tara warna anaman (ba
tanaman, man. Nilai e atu tanaman, kombinasi tan
asi antara tan ya.
Aestethic Va Nilai Estetik esigning with P
upun cara pe disusun untu serta susuna ng telah diketa mnya berdasa
dikelompokan a struktur arsit han dan bang ng sudah ada besarnya poho
Semak, Grou san, air dan m
naman diper (daun,bata atang,percaba
skala tanam estetis tanam
sekelompok naman berba naman denga
lues) : ka dan Men
Plant, 1982.)
ngaturan pen uk memenuh an jenis tanam
ahui dengan arkan satu at
n dalam hub tektural atau d gunan. Batas
adalah 1,80m on dan kondis und cover d menahan jatu
roleh dari agai jenis an elemen
ingkatkan Ku
Gambar 2.1 Sumber : eboo
nanamannya h hi fungsi ser man, ukuran,
baik maka p tau beberapa
bungannya de dapat juga me antara lahan m, namun hal si tapak.
an rumput d uhnya sinar k
ualitas Lingk
1 : taman kota okGarden Des harus mengik rta estetikany
bentuk, tekst erencana dap a sifat tanama
engan keada embentuk sua
perkerasan d ini masih dap
dapat menah ke daerah ya
kungan (Aust
N
Nilai estetika perpaduan an bentuk fisik ta tekstur tanam tanaman. Ni diperoleh da tanaman ya berbagai je tanaman de Dalam konte menyebabkan Warna Warna dari s efek visual te jatuh pada t yang ditimb diuraikan se memberikan Sedangkan w tenang dan tanaman den dikomposisika
a dari tana ntara warna ( anaman (bata man, skala ta
ilai estetis ari satu ta ng sejenis, nis ataupun ngan eleme eks lingkunga
n nilai kualitas
suatu tanama ergantung pad tanaman ters ulkan dari ebelumnya, rasa senang, warna lembu
sejuk. Dan gan berbaga an akan meni
aman dipero (daun, batang ang, percaba
naman, dan dari tanama anaman, se
kombinasi n kombinas ent lansekap an, kesan e snya akan ber
an dapat me da refleksi ca sebut. Efek warna sep
yaitu warn gembira ser ut memberik bila beber i warna dipad mbulkan nilai
oleh dari g, bunga),
ng, tajuk), komposisi an dapat ekelompok tanaman haya yang psikologis erti telah na cerah rta hangat. kan kesan rapa jenis dukan dan estetis.
Gambar 2.12 Sumber : e
Gambar 2.1 Sumber : ebo
: Taman Bung ebookGarden
13 : Jenis Tanam ookGarden De
ga
man
Adapun - Tan
Kiara Pay
øÚ·´·½·«³ ¼
Bungur
øÔ¿¹»®-¬®±
- Tan
Angsana
øÐ¬¸»®±½¿®°
n jenis-jenis v naman Pened
yung
¼»½·°·»²-÷
±»³·¿÷
naman Penye
°¸«- ·²¼·½«-÷
vegetasi yang uh
Tanju
øÓ·³
Trem
øÍ¿³
rap Polusi
Akas
øß½½
dapat dikelom
ung
³«-±°- »´»²¹·÷
mbesi
³¿²»¿ -¿³¿²÷
sia
¿-·¿ ³¿²¹·«³÷
mpokkan seb
ø
÷
agai berikut :
Angsana
øÐ¬¸»®±½¿®°¸«-Kersen
øÓ«²¬·²¹·¿ ½¿´
Oleander
øÒ»®·«³ ±´»¿² - ·²¼·½«-÷
´¿¾«®¿÷
Bogenvil
øÞ±«¹»²ª
- Tan
Tanjung
øÓ·³«-±°
Kembang
øØ·¾·-½«-- Tan
Cemara
øÝ¿--«¿® ª·´´»¿ Ͱ÷
naman Penye
°- »´»²¹·÷
Sepatu
®±-¿ -·²»²-·-÷
naman Pemec
®·²¿ó»¯«·-»¬·º±´·
(᫨
rap Kebisinga
Kiara
øÚ·´·½
Boge
øÞ±«
cah Angin
·¿÷ò
Angs
øÐ¬¸»®
-tehan pangkas
¿´§°¸¿ -°÷
an
a Payung
½·«³ ¼»½·°·»²-÷
envil
«¹»²ª·´´»¿ Ͱ÷
sana
®±½¿®°¸«- ·²¼·½
s
÷
½«-÷
Glodogan (б´§¿´¬¸»¿ ´±²
Teh-tehan pan (ß½¿´§°¸¿ -°÷
Oleander
øÒ»®·«³ ±´»¿²
Tanjung
øÓ·³«-±°- »´ ²¹·º±´·¿÷
ngkas
÷
²¼»®÷
Kembang
øØ·¾·-½«-- Tan
Bambu
øÞ¿³¾«-¿
- Tan
Dadap (Û®§¬¸®·²¿
- Tan
Akasia
øß½½¿-·¿ ³
Sepatu
®±-¿ -·²»²-·-÷
naman Pemba
¿ -°÷
naman sebaga
¿ ª¿®·»¹¿¬»)
naman Penga
¿²¹·«³÷
Kiara
øÚ·´·½
atas Pandang
Cem
øÝ¿-ai Habitat Bur
Kiara
øÚ·´·½
man Daerah
Callian
(Ý¿´´·¿
a Payung
½·«³ ¼»½·°·»²-÷
g
mara
--«¿®·²¿ó»¯«·-rung
a Payung
½·«³ ¼»½·°·»²-÷
Miring
ndra Merah
¿²¼®¿ ½¿´±¬¸§®-÷
-»¬·º±´·¿÷ò
÷
-«-)
D (Û
Oleander
øÒ»®·«³ ±´»¿²
Beringin (Ú·½«- ¾»²¶¿³
Dadap
Û®§¬¸®·²¿ ª¿®·»¹ ²¼»®÷
³·²¿÷
- Tan
- Tan Krokot (Portulaca g
rumput
rumput gaja
flamboyan
naman penutu
naman perdu grandiflora)
ah
up tanah cempa
øÓ·½¸»
krokot
mirton
Lantan aka
»´·¿ -°ò ÷
na
A
øÐ
R
ka Angsana
Ь¸»®±½¿®°¸«- ·
Rumput landep
astuba
Gambar 2.14 : : Jenis Tanaman Sumber : www.jenis pohon.pdf, kehutanan IPB
Diakses 120909, 13.00
- Tanaman rambat
- Tanaman penghias taman kol banda
zodia
alamanda ceguk wundhani stephanot jingga
mawar aster lavender
melati
Û dikan internas rgarten, Prim m sekolah yan an pendekata
ar tempelan t
a bangunan apa massa in a yaitu kelomp pertama Nurs Primary. Kelo h fase sekola
Secondary. lainnya terd nal yang berf 0m2, massa b
theater yang
ÝØ Ó¿¹¿¦·²» -·¨
ni merupakan sional dengan mary dan Sec ng ada (kons
n kekinian ya etapi tetap be
terbagi me nti dalam dua
pok fase seko sery, Kinderg ompok yang ah 6 tahun k
Massa ban diri dari ban fungsi sebaga
bangunan int melingkar de
¨¬¸ ·--«»ô Ô»¿®²·
Gambar 2.15 Sumber : i a
n sekolah de n jenjang pen condary. Kon ep formal sim engan lingka
·²¹ »²ª·®±²³»²¬
: Sekolah Sevil arch magazine
Gambar Sumber :
engan kuriku ndidikan yang nsep peranca metris) sehing sekaligus pen ngan dengan s
a selain itu u i arch magazin
ulum yang m g diwadahi m angan menco gga perancan ngolahan fash sistem yang a
untuk olahrag tu ruang terb agai sirkulasi
n ne
mengacu siste meliputi Nurse
oba keluar d ngan sekolah
hion yang bu ada.
bangu
nan. Konsep esia, disampin
tapak. Sela enalan botani a keseluruha an modern y adaan bangu gian bangun dikan di sekita
Ò ï Ö»¬·-ô Þ¿²
SMA Neg ah Berwaw ukan berbaga ngan hidup se lamatan dan an dukunga gguhnya m ungkinkan ter
berkualitas un
an1jetis-bantul.s
Gamba
Sumbe p landscape d
ng itu konsep ain itu, juga asli Indonesia an, tipologi b yang mengim unan ini me nan yang op ar Pulomas Ja
²¬«´ïð
geri 1 Jetis wasan Ling
ai program un ecara produk meningkatkan an luas la
merupakan rciptanya ling ntuk kenyama
ch.id_110210, 1
r 2.18 : Pekara
r : www.sman1
diakses 2505
direncanakan p utamanya ya
sebagai ar a.
bangunan sek mplementasi w emberi damp ptimal di are akarta.
Bantul seba gkungan te ntuk mewujud
tif sebagai up n mutu hidup. ahan 3 he potensi y gkungan seko
nan belajar.
6.30
Gam
angan SMA N 1
1jetis bantul.s
510, 14.00
dengan pen ang menyatu rea pembelaj
kolah ini sim wadah sekola pak kesinamb
eanya serta Sumber : goog
1 Jetis
ch.id
nanaman jeni dan memberi jaran ruang
mpel dan fung ah berstanda
bungan lingk selaras den
eta Kawasan gle earth
is tanaman a i kerindangan luar terhad
gsional deng rt internasion kungan deng ngan bangun
Disisi lain lahan yang luas menuntut pengelolaan maupun pengamanan kebijakan secara bijak. Bila tidak sampah dedaunan menumpuk setiap hari, drainase tidak lancar, bungkus plastik jajanan siswa berserakan, aksi corat-caret dimana-mana, aksi kerusakan dan kehilangan sering terjadi, taman dan ruang-ruang tidak terawat. Terkait dengan hal tersebut, walaupun belum menerapkan kurikulum Pendidikan Lingkungan Hidup, SMA Negeri 1 Jetis telah memiliki komitmen dan strategi dalam mengelola lingkungan sekolah agar setiap masalah yang timbul dapat dipecahkan, salah satunya dengan program kegiatan ekstra kulikuler yang dilaksanakan seminggu sekali seperti membentuk klub pengolahan pupuk dan sampah oleh para siswa serta aksi tanam dan merawat pohon disekitar lingkungan sekolahòïï
Selain itu potensi lingkungan sekolah dapat ditingkatkan kualitasnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan serta mendatangkan kesejahteraan bagi warga sekolah dan lingkungan sekitarnya.
Fasilitas sekolah ini adalah : Fasilitas Ruang : 1. Ruang Kelas 2. Laboratorium Biologi 3. Laboratorium Fisika 4. Laboratorium Kimia 5. Laboratorium IPS Fasilitas Penunjang : 1. Masjid
2. Unit Kesehatan Siswa 3. Perpustakaan 4. HotSpot Area 5. Lapangan Upacara
11 wawancara dengan Bpk. Suradal, Guru SMAN 1 Jetis Bantul
6. Laboratorium Bahasa
7.Laboratorium Komputer/Internet 8. Ruang Audio Visual
9. Ruang Agama Non-Muslim
Fasiliatas Lain : 1. Koperasi Siswa 2. Kantin Sehat 3. Parkir Luas
4. Pengolahan Limbah Daun (Pengomposan)
5. Penunjang LifeSkil (Budidaya Lobster, Budidaya ikan tawar, Agronomi)
íò ÌÕ Ì¿³¿² Ý»²¼»µ·¿ ïî
TK Taman Cendekia adalah sekolah berwawasan lingkungan yang didirikan oleh Yayasan Sahabat Cendekia Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan akan sekolah PAUD dan Taman Kanak-kanak berkualitas tinggi dengan harga terjangkau bagi keluarga di daerah Cimanggis dan sekitarnya dan diharapkan dapat menjadi sekolah TK percontohan yang :
melibatkan orang tua dalam pendidikan anak dalam arti yang sebenarnya agar akhlak dan kepercayaan diri dibangun bersama di sekolah dan di rumah,
mendukung pendidikan berkelanjutan bagi para guru,
membuka diri untuk penelitian/PKL/magang/skripsi, dll. agar negara kita akan semakin maju apabila penelitian dan kesempatan berkembang mendapatkan dukungan yang layak,
mengundang sukarelawan untuk mendapatkan sumberdaya berkualitas yang baik bagi peningkatan kualitas pendidikan tanpa memberatkan biaya bulanan sekolah, berusaha mencapai sertifkasi sebagai sekolah berstandar internasional.
Dengan luas tanah 2800 m2, TK ini memiliki area belajar yang dekat dengan alam, di tengah kebun buah dan bunga, sejuk tanpa pendingin buatan, terang dari sinar matahari pagi yang baik bagi kesehatan. Area belajar luas, sehingga memungkinkan anak bergerak bebas mengasah kemampuan motorik mereka dan kecerdasan alamiah mereka. Selain itu didukung oleh fasilitas Taman Belajar Siang/Tempat
Penit
tipan Anak ya k siswa PAUD
ar berdisiplin meningkatk na mereka ak ga sore di baw
TK ini terdiri d hari Senin sam
Berdoa setiap Permainan m Permainan m Pelatihan pem Permainan pe Pelatihan berh Penanaman a Ekstra-kurikul kemampuan bahasa inggri
Gambar 2 Sumbe
ng dibuka pa D/TK yang d makan siang an kemampu kan bersama wah pengawa
dari anak-ana mpai Kamis. P p memulai dan
otorik kasar otorik halusPe mecahan mas eranPengemb
hitung akhlak dan pe
ler dirancan motorik, ber s, komputer,
2.19 : Pekarang er : www.sman Diakses 050
da hari Senin dititipkan hing g dan istiraha uan motorik, a teman-tema
san pendidik.
k usia 4-6 tah Program kegia n mengakhiri
elatihan meng salah sederha bangan penge
enambahan ko g untuk m bahasa, dan renang, outbo
gan TK Taman n1jetis bantul. 0510, 18.00
n- Kamis, Jam ga sore. Hal at siang di b bahasa, da an dari camp
hun yang mem atan yang dila
kegiatan
ggambar tingk na
etahuan meng
osa kata lewa eningkatkan bawah pengaw
an bersosialis puran kelas (
mulai kegiatan akukan di seko
kat dasar
genai lingkung
at cerita dan b rasa perca erti seni, iba
00 dimaksudk ung anak unt wasan pendi sasi anak-an PAUD dan T
n bersekolahn olah adalah :
gan