LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM
SEDIAAN SIRUP DAN DROP PARASETAMOL
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktikum Farmasetika Sediaan Likuida
KELOMPOK : 3 KELAS : B
1. AMALIA RACHMAYANTI (201310410311071)
1. TRIA WAHYU IRTANTI (201310410311123)
2. WITRI ROCHAENI HUSNIAR (201310410311145)
3. ASTRI SETYA ARIMBI (201310410311201)
4. HANNY UMMU IZZATI (201310410311207)
5. NUR AFIFA (201310410311214)
6. ROHA FAKRI NAUFAL I. (201310410311226)
7. AYU NINDY PRAMITHA (201310410311231)
8. AMALIA CHOIRUNNISA’ (201310410311236)
9. DEVI RETNO ANGGRAENI (201310410311245)
10. SELVIN NURFADITA HARLINANDA (201310410311267) 11. MELVY ROSALINA RITANSA (201310410311290)
12. M. MAHFUZZANUR (201210410311049)
DOSEN PEMBIMBING:
PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN
KATA PENGANTAR
Malang, November 2015
Penyusun
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Larutan merupakan suatu campuran homogen antara dua zat dari molekul, atom ataupun ion dimana zat yang dimaksud disini adalah zat padat, minyak larut dalam air. Dalam istilah farmasi, larutan didefinisikan sebagai sediaan “ cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, karena bahan- bahannya, cara peracikan atau penggunaannya tidak dimasukkan kedalam golongan produk lainnya”. Dalam bidang farmasi kelarutan sangat penting, karena dapat mengetahui dapat membantu dalam memilih medium pelarut yang paling baik untuk obat atau ombinasi obat, membantu mengatasi kesulitan- kesulitan tertentu yang paling baik untuk oobat atau kombinasi, membantu mengatasi kesulitan- kesulitan tertentu yang timbul pada waktu pembuatan larutan farmasetis dan lebih jauh lagi dapat bertindak sebagai standart atau uji kelarutan.
Menurut Farmakope Indonesia III, sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa, kadar sakarosa (C12H22O11) tidak kurang dari
64% dan tidak lebih dari 66%. Sirup adalah sediaan pekat dalam air dari gula atau perngganti gula dengan atau tanpa penambahan bahan pewangi dan zat obat. (Ansel, 1989)
Sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain yang berkadar tinggi (sirop simpleks adalah sirop yang hampir jenuh dengan sukrosa). Kadar sukrosa dalam sirop adalah 64-66% , kecuali dinyatakan lain (Syamsuni, 2007). Sirop adalah larutan pekat gula atau gula lain yang cocok yang di dalamnya ditambahkan obat atau zat wewangi, merupakan larutan jerni berasa manis. Dapat ditambahkan gliserol, sorbitol, atau polialkohol yang lain dalam jumlah sedikit, dengan maksud selain untuk menghalangi pembentukan hablur sakarosa, juga dapat meningkatkn kelarutan obat. (Anonim, 1978)
Beberapa keuntungan Sirup, yakni sesuai untuk pasien yang susah menelan obat dengan sediaan, dapat menarik keinginan pasien untuk minum obat karena rasanya yang enak dan baunya yang sedapSesuai untuk bahan obat yang bersifat higroskopis, merupakan campuran yang homogen, dosis dapat diubah ubah pembuatannya, mempunyai rasa manis, obat lebih mudah diabsopsi dalam tubuh.
yang sukar larut dalam air (biasanya di buat suspensi atau eliksir) eliksir kurang di sukai oleh dokter anak karena mengandung alkohol, suspensi stabilitasnya lebih rendah tergantung formulasi dan suspending agent yang di gunakan, tidak bias untuk bahan obat yang berbentuk minyak (minyak/oil biasanya di bentuk emulsi yang mana stabilitas emulsi juga lebih rendah, tidak sesuai untuk bahan obat yang tidak stabil, harga relatif mahal karena memerlukan khusus dan kemasan yang khusus pula.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana rancangan formulasi sediaan syrup dan drop Paracetamol? 2. Bagaimana cara pembuatan sediaan syrup dan drop Paracetamol?
3. Apa saja bahan tambahan yang cocok dalam pembuatan syrup dan drop Paracetamol?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui rancangan formulasi sediaan dry syrup Erythromycin 2. Mengetahui cara pembuatan sediaan dry syrup Erythromycin
3. Mengetahui bahan tambahan yang cocok dalam pembuatan dry syrup dengan cara kerja menghambat sintesis prostaglandin terutama di Sistem Syaraf Pusat (SSP) . Parasetamol digunakan secara luas di berbagai negara baik dalam bentuk sediaan tunggal sebagai analgetik-antipiretik maupun kombinasi dengan obat lain dalam sediaan obat flu, melalui resep dokter atau yang dijual bebas. (Lusiana Darsono 2002)
Parasetamol adalah paraaminofenol yang merupakan metabolit fenasetin dan telah digunakan sejak tahun 1893 (Wilmana, 1995). Parasetamol (asetaminofen) mempunyai daya kerja analgetik, antipiretik, tidak mempunyai daya kerja anti radang dan tidak menyebabkan iritasi serta peradangan lambung (Sartono,1993).
Hal ini disebabkan Parasetamol bekerja pada tempat yang tidak terdapat peroksid sedangkan pada tempat inflamasi terdapat lekosit yang melepaskan peroksid sehingga efek anti inflamasinya tidak bermakna. Parasetamol berguna untuk nyeri ringan sampai sedang, seperti nyeri kepala, mialgia, nyeri paska melahirkan dan keadaan lain. (Katzung, 2011)
Parasetamol tidak mempunyai daya kerja antiradang, dan tidak menimbulkan iritasi dan pendarahan lambung. Sebagai obat antipiretika, dapat digunakan baik Asetosal, Salsilamid maupun Parasetamol.
Diantara ketiga obat tersebut, Parasetamol mempunyai efek samping yang paling ringan dan aman untuk anak-anak. Untuk anak-anak di bawah umur dua tahun sebaiknya digunakan Parasetamol, kecuali ada pertimbangan khusus lainnya dari dokter. Dari penelitian pada anak-anak dapat diketahui bahawa kombinasi Asetosal dengan Parasetamol bekerja lebih efektif terhadap demam daripada jika diberikan sendiri-sendiri. (Sartono 1996) 2.2 Sirup
Sirup adalah salah satu bentuk sediaan cair yang dalam dunia farmasi yang dikenal luas oleh masyarakat. Saat ini, banyak sediaan sirup yang beredar di pasaran dari berbagai macam merk, baik yang generic maupun yang paten. Biasanya, orang-orang mengunakan sediaan sirup karena disamping mudah penggunaannya, sirup juga mempunyai rasa yang manis dan aroma yang harum serta warna yang menarik sehingga disukai oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak dan orang yang susah menelan obat dalam bentuk sediaan oral lainnya.
Sirup didefinisikan sebagai sediaan cair yang mengandung sakarosa. Kecuali dinyatakan lain, kadar sakarosa tidak kurang dari 64% dan tidak lebiih dari 66%. Secara umum, sirup dibagi menjadi 2 macam yaitu Non Medicated Syrup/Flavored Vehicle Syrup (Seperti cherry syrup, cocoa syrup, orange syrup) dan Medicated Syrup/Sirup Obat (Seperti sirup piperazina sitrat, sirup isoniazid). Non Medicated Sirup adalah sediaan syrup yang tidak mengandung bahan obat, melainkan hanya mengandung gula, perasa, pengawet dan perwarna sedangkan Sirup Obat mengandung bahan obat/Zat berkhasiat.
Definisi
Menurut farmakope Indonesia III, sirup adalah sedian cair berupa larutan yang mengandung sakarosa, C12H22O11, tidak kurang dari 64.0% dan tidak lebih dari 66.0%.
Sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dalam kadar tinggi (Anonim, 1995). Secara umum sirup merupakan larutan pekat dari gula yang ditambah obat atau zat pewangi dan merupakan larutan jernih berasa manis. Syrup adalah sediaan cair kental yang minimal mengandung 50% sakarosa (Ansel et al., 2005).
Dalam perkembangannya, banyak sekali pengertian mengenai sirup. Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa (Anonim, 1979). Sirup adalah sediaan cairan kental untuk pemakaian dalam, yang minimal mengandung 90% sakarosa (Voigt, 1984).
Penggolongan Sirup
1. Medicated Syrup (sirup obat)
Merupakan sirup yang mengandung satu atau lebih bahan obat. Sirup obat berupa preparat yang sudah distandarisasi, dapat diberikan berupa obat tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain. Contoh sirup obat antara lain: Sirup sebagai ekspektorans contohnya yaitu Sirup Thymi. Sirup Thymi et Serpylli = Sirop Thymi Compositus. Sirop Althae. Sirup sebagai antitusif, contoh sirup Codeini, mengandung 2 mg Codein/ml sirop.
2. Sirup sebagai anthelmintik
Contoh: sirup Piperazini, mengandung 1 g Piperazine dalam bentuk hexahydrat/citrat dalam tiap 5 ml sirop. Sirup sebagai antibiotik contohnya yaitu Sirup Kanamycin, mengandung 50 mg/ml, Sirup Chloramphenicol, umumnya mengandung 25 mg/ml, Sirup Ampicillin, umumnya mengandung 25 mg/ml, Sirup Amoxycillin, umumnya mengandung 25 mg/ml, Sirup Cloxacillin, umumnya mengandung 25 mg/ml.
3. Dry Syrup atau sirup kering,
berupa campuran obat dengan sakarosa, harus dilarutkan dalam jumlah air tertentu sebelum dipergunakan. Keuntungan sirup kering dari pada sirup cairan, biasanya sirup kering dapat tahan disimpan lebih lama. Contohnya Ampicillin trihydrate “dry syrup”, ekivalen dengan 25 mg/ml sirup cairan kalau sudah dilarutkan dalam jumlah air yang ditentukan.
4. Flavored Syrup (sirup korigen/pembawa),
Biasanya tidak digunakan untuk tujuan medis, namun mengandung berbagai bahan aromatis atau rasa yang enak dan digunakan sebagai larutan pembawa atau pemberi rasa pada berbagai sediaan farmasi lainnya, misalnya sebagai penutup rasa pahit pada Vitamin B Kompleks yang diberikan kepada bayi atau anak-anak. Sirup golongan ini, mengandung berbagai bahan tambahan, misalnya bahan antioksidan (antioxidant agent), pengawet (preservative agent), pewarna (coloring agent), pemberi rasa (flavoring agent), dan bahan pelarut (diluting agent). Sirup ini, ditambahkan sebagai korigens rasa untuk obat minum, cukup dalam jumlah 10-20 ml untuk tiap 100 ml larutan obat.
BAB III
KARAKTERISTIK BAHAN AKTIF DAN PEMILIHAN BAHAN AKTIF 3.1. Karakteristik Bahan Obat
a. Nama dan sinonim bahan obat
Nama bahan obat : Paracetamol
Sinonim bahan obat : Acetaminophen; N-Acetyl-p-aminophenol; Asetaminofen; 4′-Hydroxyacetanilide; N-(4-Hydroxyphenyl).
( Martindle 36 : 108 )
b. Stuktur kimia bahan obat
c. Monografi bahan obat
Rumus Molekul : C8H9NO2
Berat Molekul : 151,61
Kemurnian : Mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 100,0% C8H9NO2
Organoleptis : Warna : Putih
Bau : Tidak berbau Rasa : Sedikit pahit Bentuk Kristal : Serbuk hablur
Sifat fisika kimia : Titik Lebur : 168 0C - 172 0C Higroskopis : Tidak Higroskopis Kelarutan : Larut dalam air 1: 70 Larut dalam air panas 1: 20 Larut dalam alkohol 1: 7-10 Larut dalam aseton 1: 13 Larut dalam gliserol 1: 4 Larut dalam propilenglikol 1: 9
pKa : 9,5 (250C)
(Farmakope Indonesia V : 985 ) Sifat kimia dan stabilitas :
Parasetamol sangat stabil pada cairan yang mengandung air T ½ dalam larutan buffer pH 6 = 21,8 tahun
pH 2 = 0,73 tahun pH 9 = 2.28 tahun
Reaksi degradasi dikatalisis oleh asam dan basa, hasil degradasi berupa p-aminofenol dan asam asetat.
Penyimpanan, dalam wadah tertutup baik dan terlindung dari cahaya. (FI V : 985)
Pada keadaan kering,stabil sampai temperatur 450C. (Codex : 638) Terjadi degradasi bila ada p-aminofenol yang timbul akibat adanya
oksidasi oleh cahaya. Diidentifikasi dari warna pink-coklat-hitamdengan terbentuknya quinonimine. Parasetamol relatif stabil terhadap oksidasi. (Codex : 638)
3.2. Tinjauan Bahan Obat a) Tinjauan Farmakologi
Derivat para amino fenol yaitu fenasetin dan asetaminofen (parasetamol) merupakan metabolit fenasetin dengan efek antipiretik yang sama dan telah digunakan sejak 1893. Efek antipiretik ditimbulkan oleh gugus aminobenzena. Fenasetin tidak digunakan lagi dalam pengobatan karena penggunanya dikaitkan dengan terjadinya analgesik nefropatik. Anemia hemolitik dan mungkin kanker kandung kemih. Asetaminofen di Indonesia dikenal denngan nama parasetamol dan tersedia dalam obat bebas.
(Farmakologi dan Terapi FK UI hal 237) b) Efek Samping
Reaksi alergi terhadap derivat para-aminofenol jarang terjadi. Manifestasinya berupa eritema atau utikaria dan gejala yang lebih berat berupa demam dan lesi pada mukosa. Fenasetin dapat menyebabkan anemia hemolitik, terutama pada pemakaian kronik. Anemia hemolitik dapat terjadi berdasarkan reaksi autoimun defisiensi enzim GgDD dan adanya metabolit yang abnormal. Methemoglobinemia dan sulfemoglobinemia jarang menimbulkan masalah pada dosis terapi karena hanya kira-kira 1-3% Hb diubah menjadi met-Hb. Methemoglobinemia baru merupakan masalah pada takar layak.
(Farmakologi dan Terapi FK UI hal 237) c) Toksisitas Akut
mencerminkan bahaya yang mengancam. Anorexia, mual, muntah, sakit perut terjadipada 24 jam pertama dan dapat berlangsung seminggu atau lebih. Gangguan hepar dapat terjadi pada hari kedua, denagn gejala peningkatan serum transaminase, laktat dehidrogenase, kadar blirubin serum serta pemanjangan protombin. Aktifitas alkali fosfatase dan kadar albumin serum tetap normal. Kerusakan hati dapat mangakibatkan ensefalopati, koma dan kematian. Kerusakan hati tidak berat dapat pulih dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan.
Masa paruh parasetamol pada hari pertama keracunan merupakan petunjuk beratnya keracunan. Masa paruh lebih dari 4 jam merupakan petunjuk akan terjadinya nekrosis hati dan masa paruh lebih dari 12 jam meramalkan akan terjadinya koma hepatik. Penentuan kadar parasetamol sesaat kurang peka untuk meramalkan terjadinya kerusakan hati. Kerusakan ini tidak hanya disebabkan oleh parasetamol, tetapi juga oleh radikal bebas. Metabolit yang sangat reaktif yang berikatan secara kovalen dengan makromolekul vital sel hati. Karena itu hepatotoksisitas parasetamol meningkat pada pasien yang juga mendapat barbiturat antikonvulsi lain atau alkoholik yang kronis. Kerusakan yang timbul berupa nekrosis sentri lobularis. Keracunan akut ini biasanya diobati secara simtomatik dan suportif, tetapi pemberian senyawa sulfihidril tampaknya dapat bermanfaat, yaitu dengan memperbaiki cadangan glutation hati. N-asetil sistein cukup efektif bila diberikan, per-oral 24 jam setelah minum dosis toksik parasetamol.
(Farmakologi dan Terapi FK UI hal 237) d) Tinjauan Farmakodinamik
Efek analgesik perasetamol serupa dengan salisilat yaitu menghilangkan atau mengurangi nyeri ringan sampai sedang keduanya menurunkan suhu tubuh dengan mekanisme yang diduga juga berdasarkan efek sentral seperti salisilat. Efek anti-inflamasinya sangat lemah. Oleh karena itu parasetamol tidak digunakan sebagai antireumetik. Parasetamol merupakan penghambat pembentuk biosintesis PG yang lemah. Efek iritasi erosi dan pendarahan lambung tidak terlihat pada kedua obat ini. Demikian juga gangguan nafas dan keseimbangan asam-basa
(Farmakologi dan Terapi FK UI hal 237) e) Tinjauan Farmakokinetik
methemoglobinemia dan hemolisis eritrosit. Obat ini diekskresikan melalui ginjal sebagian kecil. Sebagian parasetamol (3%) dan sebagian besar dalam bentuk terkonjugasi
(Farmakologi dan Terapi FK UI hal 237) f) Indikasi
Di Indonesia penggunaan paracetamol sebagai analgesik dan antipiretik telah menggantikan penggunaan salisilat, Sebagai analgesik lainnya. Paracetamol sebaiknya tidak diberikan terlalu lama karena kemungkinan menimbulkan nefropati. Jika dosis terapi tidak memberikan manfaat, biasanya dosis lebih besar tidak menolong karena hampir tidak mengiritasi lambung. Paracetamol sering dikombinasikan dengan AINS untuk
analgesik.
(Farmakologi dan Terapi, FK UI, Edisi 5 hal 238) g) Dosis
Dosis Parasetamol
Dewasa : 0,5 – 1 g tiap 4 jam hingga maksimum 4 g sehari Anak-anak : 3 bulan – 1 tahun = 60 – 120 mg
1 – 6 tahun = 120 – 250 mg 7 – 12 tahun = 250 – 500 mg Diberikan 3 – 4 kali sehari.
( Martindale 28th Ed., 1982)
3.3. Tinjauan Eksipien Bahan Obat
Aquadest (FI III
Allura Red (Martindale 28th p.424)
Serbuk merah tua
Larut dalam air
BAB IV
PERSYARATAN UMUM SEDIAAN 1. Menurut Farmakope Indonesia Edisi III, tahun 1979 hal. 32
Sediaan sirup merupakan sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa kecuali dinyatakan lain, kadar sakarosa C12H22O4 tidak kurang dari 64,0% dan tidak lebih dari 66%. Pembuatan kecuali dinyatakan lain sirup dibuat sebagai berikut :
Buat cairan untuk sirup, panaskan, tambahkan gula, jika perlu didihkan hingga larut, tambahkan air mendidih secukupnya hingga diperoleh bobot yang dikehendaki, buang basa yang terjadi, serkai.
2. Keuntungan Sediaan sirup
Rasa bahan yang tidak enak dapat ditutupi
Memudahkan penggunaan bagi pasien yang memiliki kesulitan dalam menelan.
Proses absorbsi bahan obat lebih cepat karena sediaan berbentuk cair. 3. Syarat sediaan sirup (FI III, 1979)
Larutan berwarna jernih Berasa manis
BAB V
RANCANGAN SPESIFIKASI SEDIAAN 5.1. Spesifikasi Sediaan yang Diinginkan
Syrup
No Jenis Sediaan Spesifikasi Sediaan
yang Diinginkan
1 Bentuk sediaan Sirup
2 Viskositas 5 cps- 15 cps
3 Kadar Bahan aktif 95% - 105%
4 PH sediaan 5,5 – 6,5
5 Bau Strawberry
6 Rasa Manis
7 Warna Merah Muda (Pink)
8 Dosis 120mg/5ml
Drop
No Jenis Sediaan Spesifikasi Sediaan
yang Diinginkan
1 Bentuk sediaan Drop
2 Viskositas 5 cps- 15 cps
3 Kadar Bahan aktif 95% - 105%
4 PH sediaan 5,5 – 6,5
5.3. Bentuk Sediaan Terpilih Syrup
Jenis Spesifikasi yang
diinginkan
Ditujukan untuk pasien anak umur 1-12 tahun
Ditujukan untuk pasien anak umur 1-12 tahun
Ditujukan untuk pasien anak umur 1-12 tahun
Parasetamol stabil pada PH tersebut.
Drop
Jenis Spesifikasi yang
diinginkan
Ditujukan untuk pasien anak umur < 1 tahun
Ditujukan untuk pasien anak umur < tahun
6. Volume sediaan 7. Viskositas
15ml/botol 5 cps -15 cps
5.4. Dosis dan Kemasan Terkecil Syrup
Dosis Parasetamol
1 – 6 tahun = 125-250 mg 7 – 12 tahun = 250-500 mg,
Konsumen yang Dituju : Anak-anak Perhitungan Dosis
Dosis yang Diperlukan : 1. Anak-anak
1-6 tahun : 1xP = 125-250 mg 7-12 tahun : 1xP = 250-500 mg
Bila dalam satu sendok takar (5ml) dibuat sirup yang mengandung 250 mg paracetamol, pemakaian menjadi :
Anak-anak
1-6 tahun = ½ - 1 sendok takar
1 hari = ½ -1 sendok takar x 3 = 1,5- 3 sendok takar x5ml = 4,5-15 ml
3 hari = (4,5-15 ml) x 3 = 13.5-45 ml 7-12 tahun= 1 ½ - 2 sendok takar
1 hari = 1 ½ - 2 sendok takar x 3 = 4.5- 6 sendok takar x5ml = 22.5 - 30 ml
3 hari = 22.5 - 30ml x 3 = 67,5 - 90 ml
Maka, kemasan terkecil adalah 60 ml (250 mg/5 ml) Drop
Rata-rata
(Martindale ed 36, page 32)
Anak-anak sampai umur 1 tahun = 120 mg
Maka dosis yang diperlukan: 0 bulan – 3 bulan = 30.5 mg – 60 mg. 3 bulan – 1 tahun = 60 mg – 120 mg. Volume takaran pipet: 0.3 ml; 0.4 ml; 0.6 ml; 0.8 ml.
Volume takaran terkecil: 0.6 ml ~ 30.5 mg
0 bulan – 3 bulan = 0.6 ml – 1.2 ml. 3 bulan – 1 tahun = 1.5 ml – 2.4 ml. Volume kemasan terkecil:
Lama pengobatan : 3 hari
Pemakaian : 3-4 kali sehari
0 bulan – 3 bulan = 0.6 ml – 1.2 ml ~ 30.5 mg – 60 mg Kesimpulan: untuk kemasan terkecil adalah 15 ml.
5.5. Perhitungan Dapar
Sediaan yang diharapkan memiliki PH 6,0. Dapar yang kami pilih adalah dapar fosfat mempunyai 3 pka.
pKa1 (H2PO4) = 2,21 H3PO4 - Na3PO4 pKa2 (H2PO4ˉ) = 7,20 H2PO4ˉ - Na2HPO4 pKa3 (H2PO4²ˉ) = 12,67 HPO4²ˉ - NaH2PO4
pKa yang digunakan adalah pKa2 kareena paling mendekati PH larutan yang digunakan, dengan Na H2 PO4 sebagai asam dan Na2HPO4.
0,0631 = [ Na2HPO4 ] [NaH2PO4 ] 0,0631 [Na2HPO4] = [ NaH2PO4 ] Kapasitas dapar yang diinginkan : 0,02 pKa2 = 7,20 → Ka = 10ˉ7,20
pH = 6 → [ H3O+ ] = 10ˉ6,0 Masukkan dalam persamaan van slyke ß = 2,3 C x Ka [ H3O+ ]
( Ka + H3O+])² 0,02 = 2,3 C x 10ˉ7,2 0 [ 10ˉ6 ],0
((10ˉ7,20 + (10ˉ6,0))²)
C = 0,1558M
C = [ garam ] + [ asam ]
0,1558 = 0,0631 [ NaH2PO4] + [ NaH2PO4 ] = 1,0631 [ NaH2PO4 ]
[ NaH2PO4 ] = 0,1558 1,0631 = 0,1466 M
C = [ garam ] + [ asam ] 0,1558 = [ Na2HPO4 ] + [NaH2PO4] [ Na2HPO4 ] = 0,1590 - 0,1498
= 9,2 x 10-3 Untuk NaH2PO4 dalam 60 ml larutan
NaH2PO4 . 2H2O = [ Masaa ] x [ Masaa ] [ Mr ] [ Mr ] 9,2 x 10-3 = Massa x 1000
177,99 60 Massa = 0,0983 g
Untuk Na2HPO4 dalam 60 ml larutan
Na2HPO4 . 2H2O = [ Masaa ] x [ 1000] [ Mr ] [ Mr ] 0,1466 = massa x 1000
156,01 60 Massa = 1,3723 g
5.6. Perhitungan pengawet
PH efektivitas = 2-5
Konsentrasi = 0,02% - 0,5% (0,02%)
PKa = 4,19
3. Perhitungan
pH = pKa + Log [ Ion ] [ union ] 5 = 4,19 + Log [ 0,02 ]
[x ] 0,81 = Log [ 0,02 ]
[x ] 3,0976 x 10-3 = [ 0,02 ]
[100,81] x = 3,10 x 10-3 %
pH = pKa + Log [ garam ] [ asam ] 6 = 4,19 + Log [ x ]
[3,10 x 10-3 ] = 1,81
x = (3,10 x 10-3 ) (101,81) = 0,20%
Jadi pengawet Na Benzoat yang digunakan sebesar 0,20% Komponen Dapar
a. Na2HPO4
Pemerian : Hablur tidak berwarna, tidak berbau, rasa asin, dalam udara kering merapuh.
Kelarutan (air) → 1:5 , sukar larut dalam etanol 95%
Inkompatibilitas : garam alkaloid, striknin, kloralhidrat, ion asetat, fenasol, dan resorsinol
b. NaH2PO4
Pemerian : Hablur tidak berwarna, granul.
Kelarutan (air) → 1:1 , alkohol 1;30, glycerol 1:2, praktis tidak larut dalam eter.
Inkompatibilitas : asam mineral dengan karbonat, phosphat, sulfat, larutan terdekomposisi dengan pemanasan.
ADI : Up to 100 mmol of phospat daily. 5.7. Formula Standart
R/ Paracetamol 120 mg
Etanol 0,7 ml
Propilenglikol 0,5 ml
Air 0,5 ml
Gliserin 5 ml
R/ Paracetamol 1200 mg
Etanol 7 ml
Propilenglikol 5 ml
Air 5 ml
Gliserin 50 ml
Acetaminophen Elixir (Formularium Nasional Edisi 2 : 1) R/ tiap 5 ml mengandung :
Acetaminophen 120 mg
Glycerolum 2,5 ml
Propilenglikol 500
Sorbitol solution 70% 1,25 ml
Aethanolum 500
Zat tambahan yang cocok q.s
Aqua ad 5 ml
Pediatric paracetamol elixir (the pharmaceutical codex 12 th edition)
Paracetamol 24 g
Amarantha solution 2ml Chloroform spirit 20 ml Consentrate rusberry juice 25 ml
Etanol (96 %) 100 ml
Propilenglikol 100 ml
Invert syrup 275 ml
Gryserol to 1000 ml
Larutan paracetamol dalam campuran etanol, propilenglikol, dan kloroform spirit, dilute concentrated raiberry juice dengan invert sirup dan tambahkan kedalam larutan paracetamol, tambahkan laruta amaranth dan tambahkan gliserol sampai 1000 ml dan campurkan. Eliksir ini tidak boleh dicampur dan harus dihindarkan dari cahaya.
Acetaminophen Elixir Formularium Nasional ed. Kedua 1978 Eliksir Acetaminophen
Komposisi = tiap ml mengandung:
Acetaminophenum 120 ml
Glycerolum 2,5 ml
Propylenglycolum 500 ml Sorbitoli Solutio 1,25 ml
Aethanolum 500 ml
Zat tambahan yang cocok secukupnya
BAB VI
FORMULASI SEDIAAN 6.1. Rancangan Formulasi Sediaan Sirup
Formulasi Sirup Paracetamol 1
Nama Bahan Fungsi Kadar % digunakan Jumlah
Parasetamol Bahan Aktif 1,44 g
Propilen glikol Kosolven 10-25% 18% 11,2104 g
Gliserin Kosolven <50% 25% 18,93 g
PEG 400 Kosolven 15-25% 20% 13,44 g
Sorbitol Pemanis 20-35% 25% 22,35 g
NaH2PO4.2H2O Dapar 1,3723 g
Na2HPO4.2H2O Dapar 98,3 mg
Esense Anggur Perasa q.s q.s
Aquadest Pelarut Ad 60 ml
Perhitungan Pengambilan Bahan
a. Parasetamol 120 mg/ 5ml, Dibuat 60 ml
b. PEG 400 (20%)
; 12 ml x 1,120 g/ml = 13,44 g c. Gliserin (25%)
; 15 ml x 1,2620 g/ml = 18,93 g d. Propilenglikol (18%)
; 10,8 ml x 1,038 g/ml = 11,2104 g
e. Sorbitol (25%)
Propilenglikol =
=
Gliserin =
=
PEG 400 =
=
Total parasetamol yang larut 3,289 g Perhitungan Konstanta Dielektrik
Aquadest = 78,5 PEG 400 = 12,5 Propilenglikol = 32 Gliserin = 43
KD = = 46,875
Perhitungan ADI
1. Propilenglikol (25 mg/kg BB)
Bj = 1,035- 1,037 g/ml (FI III hal 534) 1,038 g/ml ( HPE hal 592)
Umur BB (Kg) 25mg/ Kg BB
1-5 tahun 10-15 kg 250 mg- 375 mg
6-12 tahun 16- 23 kg 400 mg- 575 mg
Umur 1-5 tahun
Propilenglikol = 18% x 60ml = 10,8 ml x 1,038 g/ml = 11,2104 g
Dalam 20 ml = = 3,6 ml (3,7368 g) Dalam 40 ml = = 7,2 ml (7,4736 g )
Umur 6- 12 tahun
Sehari = 4x (10 ml- 20 ml) = 40 ml- 80 ml Dalam 40 ml = = 7,2 ml (7,4736 g) Dalam 80 ml = = 14,4 ml (14,9472 g)
Kesimpulan : tidak masuk retang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digukan sehari- hari.
2. Gliserin (1,0- 1,5 mg/ kg BB) Bj = 1,2620 g/ml
Umur BB 1,0- 1,5 mg/ kg BB
1- 5 tahun 10- 15 kg (10-15) mg / (15- 22,5) mg
6- 12 tahun 16- 23 kg (16- 23) mg / (23-34,5) mg Gliserin = 25% x 60ml
= 15 ml x 1,2620 g/ml = 18,93 g
Sehari = 4x (5 ml- 10 ml) = 20- 40 ml Dalam 20 ml = = 5 ml (6,31 g) Dalam 40 ml = = 10 ml (12,62 g )
Umur 6- 12 tahun
Sehari = 4x (10 ml- 20 ml) = 40 ml- 80 ml Dalam 40 ml = = 10 ml (12,62 g) Dalam 80 ml = = 20 ml (25,24 g)
3. PEG 400 ( 10 mg/ kg BB) Bj = 1,120 g/ml
Umur BB (kg) 10 mg/ kg BB
1- 5 tahun 10- 15 kg 100 mg- 150 mg 6- 12 tahun 16- 23 kg 160 mg- 230 mg PEG 400= 20 % x 60ml
= 12 ml x 1,120 g/ml = 13,44 g
Umur 1-5 tahun
Sehari = 4x (5 ml- 10 ml) = 20- 40 ml Dalam 20 ml = = 4 ml (4,48 g) Dalam 40 ml = = 8 ml (8,96 g )
Umur 6- 12 tahun
Sehari = 4x (10 ml- 20 ml) = 40 ml- 80 ml Dalam 40 ml = = 8 ml (8,96 g) Dalam 80 ml = = 16 ml (17,92 g)
Kesimpulan : tidak masuk retang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digukan sehari- hari.
4. Sorbitol
Batas ADI = 200 g- 300 g Umur 1- 5 tahun
Sehari = 4x (5 ml- 10 ml) = 20- 40 ml Dalam 20 ml = = 5 ml (7,45 g) Dalam 40 ml = = 10 ml (14,9 g )
Batas ADI = 320 g- 460 g Umur 6- 12 tahun
Kesimpulan : tidak masuk retang tetapi masih diperbolehkan karea tidak digukan sehari- hari.
Formula Sirup Parasetamol 2
Nama Bahan Fungsi Kadar % digunakan Jumlah
Parasetamol Bahan Aktif 1,44 g
PEG 400 Pelarut 15- 25% 20% 13,44 g
Propilenglikol Pelarut 10- 25% 20% 12,456 g
Saccharin na Pemanis 0,10% 51,6 mg
Sorbitol Pemanis 20- 35% 20% 17,88 g
Na2HPO4.2H2O Dapar 98,3 mg
NaH2PO4.2H2O Dapar 1,3723 g
Essence Jeruk Perasa q.s q.s q.s
Pewarna Orange
Pewarna q.s q.s q.s
Aqua Pelarut Ad 60 ml
Perhitungan Pengambilan Bahan a. Parasetamol 120 mg/ 5ml
Dibuat 60 ml
b. PEG 400 (20%)
; 12 ml x 1,120 g/ml = 13,44 g c. Propilenglikol (20%)
; 12 ml x 1,038 g/ml = 12,456 g d. Sorbitol (20%)
; 12 ml x 1,49 g/ml = 17,88 g e. Saccharin na (0,10%)
; 12 ml x 0,86 g/ml = 51,6 mg Perhitungan kelarutan parasetamol:
=
PEG 400 =
=
Total parasetamol yang larut = 3,04 g Perhitungan Konstanta Dielektrik
Aquadest = 78,5 PEG 400 = 12,5 Propilenglikol = 32
KD = = 56
Perhitungan ADI
1. Propilenglikol (25 mg/kg BB)
Bj = 1,035- 1,037 g/ml (FI III hal 534) 1,038 g/ml ( HPE hal 592)
Umur BB (Kg) 25mg/ Kg BB
1-5 tahun 10-15 kg 250 mg- 375 mg
6-12 tahun 16- 23 kg 400 mg- 575 mg
Umur 1-5 tahun
Propilenglikol = 20% x 60ml = 12 ml x 1,038 g/ml = 12,456 g
Sehari = 4x (5 ml- 10 ml) = 20- 40 ml Dalam 20 ml = = 4 ml (4,152 g) Dalam 40 ml = = 8 ml (8,304 g )
Umur 6- 12 tahun
Dalam 80 ml = = 16 ml (16,608 g)
Kesimpulan : tidak masuk retang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari.
2. Saccharin a (2,5 mg/ kg BB)
Umur BB 2,5 mg/ kg BB
1- 5 tahun 10- 15 kg 25 mg- 37,5 mg
6- 12 tahun 16- 23 kg 40 mg- 80 mg
Sehari = 4x (5 ml- 10 ml) = 20- 40 ml Dalam 20 ml = = 0,02 ml (17,2 mg) Dalam 40 ml = = 10 ml (34,4 mg )
Umur 6- 12 tahun
Sehari = 4x (10 ml- 20 ml) = 40 ml- 80 ml Dalam 40 ml = = 0,04 ml (34,4 g) Dalam 80 ml = = 0,08 ml (68,8 mg) Kesimpulan : masuk retang ADI
1. PEG 400 ( 10 mg/ kg BB) Bj = 1,120 g/ml
Umur BB (kg) 10 mg/ kg BB
1- 5 tahun 10- 15 kg 100 mg- 150 mg 6- 12 tahun 16- 23 kg 160 mg- 230 mg PEG 400= 20 % x 60ml
= 12 ml x 1,120 g/ml = 13,44 g
Umur 1-5 tahun
Umur 6- 12 tahun
Sehari = 4x (10 ml- 20 ml) = 40 ml- 80 ml Dalam 40 ml = = 8 ml (8,96 g) Dalam 80 ml = = 16 ml (17,92 g)
Kesimpulan : tidak masuk retang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari.
2. Sorbitol
Batas ADI = 200 g- 300 g Umur 1- 5 tahun
Sehari = 4x (5 ml- 10 ml) = 20- 40 ml Dalam 20 ml = = 5 ml (7,45 g) Dalam 40 ml = = 10 ml (14,9 g )
Batas ADI = 320 g- 460 g Umur 6- 12 tahun
Sehari = 4x (10 ml- 20 ml) = 40 ml- 80 ml Dalam 40 ml = = 10 ml (814,9 g) Dalam 80 ml = = 20 ml (29,8 g)
Kesimpulan : tidak masuk retang tetapi masih diperbolehkan karena tidak digunakan sehari- hari.
Formula sirup Parasetamol 3
No Nama Bahan Fungsi Kadar %
digunakan
jumlah
1 Parasetamol Bahan Aktif 1,14 g
2 Gliserin Kosolven ≤20% 20% 0.01 g
3 Propilenglikol Kosolven 10% - 25% 25% 0.01 g
4 Saccarin Sodium Pemanis 0,04% - 0,25% 0,20% 0,20 g
5 Sodium Benzoat Pengawet 0,02% - 0,5% 0,5% 0,45 g
6 Na2HPO4 Dapar 0,10 g
7 NaH2PO4 Dapar 1,37 g
8 Esence Strawberry Perasa q.s q.s
10 Aquadest Pelarut ad 60 ml Perhitungan pengambilan bahan
a. Parasetamol =
b. Gliserin = –› 12 ml x 1,2620 = 15,144 g c. Propilenglikol = –› 15 ml x 1,038 = 15,17 g d. Saccarin Sodium = –› 0,12 ml x 1,70 = 0,204 g e. Sodium Benzoat = –› 0,3 ml x 1,497 = 0,4491 g
Perhitungan penggunaan kosolven
Gliserin = –›
Sisa Parasetamol = 1,44 g – 0,3 g = 1,44 g
Propilenglikol = –›
Sisa Parasetamol = 1,6667 g – 1,44 g = 0,5267 g Perhitungan konstanta dielektrik
Aquades = 78,5
Propilenglikol = 32
Gliserin = 43
Parasetamol = ( % aquades X konatanta dielektrik) + ( % gliserin X konatanta dielektrik) + ( % propilenglikol X konatanta dielektrik)
= = 59,78
Perhitungan ADI
Gliserin (1,0 – 1,5 mg / kg BB) –› BJ = 1,2620
Umur BB (Kg) 1,0-1,5 mg/kg BB
1-5 tahun 10-15 kg (10-15 mg) / (15-22,5 mg)
6-12 tahun 16-23 kg (16-24 mg) / (23-34 mg)
Batas ADI (10-15 mg) / (15-22,5 mg) –› umur 1-5 tahun
20 ml : –› 4 ml x 1,2620 = 5,048 g
40 ml : –› 8 ml x 1,2620 = 10,096 g
Pemakaian perhari = (5,048 g - 10,096 g)
Pemakaian parasetamol sehari : 4 x (10ml-20ml) = 40 ml – 80 ml Umur 6-12 tahun = (16mg – 23mg)/(23mg – 34,5 mg) Kandungan Gliserin
40 ml : –› 8 ml x 1,2620 = 10,096 g
80 ml : –› 16 ml x 1,2620 = 20,192 g
Pemakaian perhari = (10,096 g - 20,192 g) Kesimpulan : Masuk rentang ADI
Propilenglikol (25 mg/kg BB) –› BJ = 1,038
Umur BB (Kg) 25 mg/kg BB
1-5 tahun 10-15 kg 250-375 mg
6-12 tahun 16-23 kg 400-575 mg
Umur 1-5 tahun ADI = 250 mg – 375 mg
= –› 15 ml x 1,038 = 15,57 g
Pemakaian sehari = 4 x (5 ml – 10 ml) = 20 ml – 40 ml
20 ml : –› 5 ml x 1,038 = 5,19 g
40 ml : –› 10 ml x 1,038 = 10,38 g
Pemakaian perhari = (5,19 g - 10,38 g) Umur 6-12 tahun
ADI = 400 mg – 575 mg
Pemakaian sehari = 4 x (10 ml – 20 ml) = 40 ml – 80 ml
40 ml : –› 10 ml x 1,038 = 10,38 g
80 ml : –› 20 ml x 1,038 = 20,76 g
Pemakaian perhari = (10,38 g – 20,76 g)
Kesimpulan : Tidak masuk rentang, tetapi diperbolehkan karena tidak untuk digunakan sehari-hari.
Formula Drop Paracetamol 1
Nama Bahan
Fungsi Kadar % yang
digunakan
Jumlah 30 ml
Jumlah 60 ml
Paracetamol Bahan aktif 0,75 g 3 g
Propilenglikol Cosolvent 10 – 25 % 23 % 3,5811 g 14,3244 g
PEG 400 Cosolvent - 25 % 4,2 g 16,8 g
Glycerin Cosolvent < 20 % 15 % 2,8395 g 11,358 g Saccharin Na Pemanis 0,04 – 0,25 % 0,20 % 0,0258 g 0,1032 g
Perasa anggur Perasa q.s q.s q.s
Pewarna ungu Pewarna q.s q.s q.s
Sorbitol Pemanis ad 15 ml ad 60 ml
Perhitungan
1. Paracetamol = 30 mg/0,6ml
30mg/0,6ml X 15ml = 750mg = 0,75 g 2. Propilenglikol = 23mg/100ml X 15ml = 3,45ml
3,45ml X 1,038 g/ml = 3,5811 g 3. PEG 400 = 25mg/100ml X 15ml = 3,75ml
3,75ml X 1,120 g/ml = 4,2 g 4. Glycerin = 15 mg/100ml X 15ml = 2,25 ml
2,25ml X 1,2620 g/ml = 2,8395 g 5. Saccharin Na = 0,20mg/100ml X 15ml = 0,03 ml
Kelarutan Paracetamol dalam kosolven
1. Propilenglikol = 23mg/100ml X 15ml = 3,45ml 3,45ml/9ml X 1g = 0,383 g 2. PEG 400 = 25mg/100ml X 15ml = 3,75ml
3,75ml/7ml X 1g = 0,5357 g 3. Gliserin = 15mg/100ml X 15ml = 2,25ml
2,25ml/40ml X 1g = 0,0563 g
Konstanta Dielektrik = (% Propilenglikol X % konstanta dilektrik) + (% PEG 400 X konstanta dilektrik) + (% Gliserin X konstanta dielektrik ) + (% Sorbitol X konstanta dielektrik)
100
= (23x32) + (25x12,5) + (15x43) + (37x65) 100
= 40,985 % Perhitungan ADI
1. Propilenglikol
Umur BB (kg) ADI 25mg/kg BB
0 – 3 bulan 3,05 – 5,65 76,25 – 141,25
3 – 6 bulan 5,65 – 7,05 141,25 – 176, 25
6 – 12 bulan 7,05 – 7,85 176,25 – 196,25
Pengunaan umur 0 – 3 bulan
Sehari = (2,4ml – 4,8 ml) : 15 ml x 3,5811g = 0,5730 g – 1,1460 g Penggunaan umur 3 – 6 bulan
Sehari = (4,8 ml – 7,2 ml) : 15ml x 3.5811g = 1,1460 g – 1,7189 g Penggunaan umur 6 – 12 bulan
Sehari = ( 7,2 ml – 9,6 ml) : 15 ml x 3,5811g = 1,7189 g – 2,2919 g 2. PEG 400
Umur BB (kg) ADI 10mg/kg BB
0 – 3 bulan 3, 05 – 5, 65 30,05 – 56,5
3 – 6 bulan 5, 65 – 7, 05 56,5 – 70,5
Penggunaan umur 0- 3 bulan
Sehari = (2,4 ml – 4,8 ml) : 15 ml x 4,2 g = 0,672 g – 1,344 g Pengunaan umur 3 – 6 bulan
Sehari = (4,8 ml – 7,2 ml) : 15 ml x 4,2 g = 1,344 g – 2,0616 g Pengunaan umur 6 – 12 bulan
Sehari = ( 7,2 ml – 9,6 ml) : 15 ml x 4,2 g = 2, 06 g – 2, 688 g
Penggunaan umur 0- 3 bulan
Sehari = (2,4 ml – 4,8 ml) : 15 ml x 2,8395 g = 0,4543 g – 0,9086 g Pengunaan umur 3 – 6 bulan
Sehari = (4,8 ml – 7,2 ml) : 15 ml x 2,8395 g = 0,9086 g – 1,3630 g Pengunaan umur 6 – 12 bulan
Sehari = ( 7,2 ml – 9,6 ml) : 15 ml x 2,8395 g = 1,3630 g – 1,8173 g
Penggunaan umur 0- 3 bulan
Sehari = (2,4 ml – 4,8 ml) : 15 ml x 0,0258 g = 0,00413 g – 0,0083 g Pengunaan umur 3 – 6 bulan
Sehari = (4,8 ml – 7,2 ml) : 15 ml x 0,0258 g = 0,0083 g – 0,0124 g Pengunaan umur 6 – 12 bulan
Sehari = ( 7,2 ml – 9,6 ml) : 15 ml x 0,0258 g = 0,0124 g – 0,0165 g Formula Drop Paracetamol 2
Nama Bahan Fungsi Kadar % yang digunakan
Jumlah 30 ml
%
Perasa melon Perasa q.s q.s q.s
Pewarna hijau
Pewarna q.s q.s q.s
Sorbitol Pemanis ad 15 ml ad 60 ml
Perhitungan
1. Paracetamol = 15ml/0,6 ml x 0,03 g = 0,75 g 60ml/0,6ml x 0,03g = 3 g
2. Propilenglikol = 20/100 x15 ml = 3 ml x1,038 g/ml = 3,11 g 20/100 x 60 ml = 12 ml x1,038 g/ml = 12,46 g 3. PEG 400 = 25/100 x 15 ml = 3,75 ml x 1, 120 g/ml = 4,2 g 25/100 x 60 ml = 15 ml x 1, 120 g/ml = 16,8 g 4. Gliserin = 15/100 x 15 ml = 2,25 ml x 1,2620 g/ml = 2,84 g
15/100 x 60 ml = 9 ml x 1,2620 g/ml = 11,86 g 5. Saccharin Na = 0,1/100 x 15 ml = 0,015 ml x 0,86 g/ml = 0,0129 g
0,1/100 x 60 ml = 0,06 ml x 0,86 g/ml =0,0516 g Perhitungan penggunaan kosolven
1. Propilenglikol = 3 ml/ 9 ml x 1 g = 0,33 g 12 ml/9 ml X 1g = 1,33 g 2. PEG 400 = 3,75 ml/ 7 ml x 1g = 0,54 g
15ml/ 7ml x 1g = 2,14 g 3. Gliserin = 2,25ml/ 40 ml = 0,06 g
9 ml/ 40 ml x 1g = 0,225 g
Konstanta Dielektrik = (% Propilenglikol X % konstanta dilektrik) + (% PEG 400 X konstanta dilektrik) + (% Gliserin X konstanta dielektrik ) + (% Sorbitol X konstanta dielektrik)
100
= (20% x 32) + (25% x 12,5) + (15% x 43) + (40% x 65) 100
Perhitungan ADI 1. Propilenglikol
Umur BB (kg) ADI 25mg/kg BB
0 – 3 bulan 3,05 – 5,65 76,25 – 141,25 3 – 6 bulan 5,65 – 7,05 141,25 – 176, 25 6 – 12 bulan 7,05 – 7,85 176,25 – 196,25 Pengunaan umur 0 – 3 bulan
Sehari = (2,4ml – 4,8 ml) : 15 ml x 3,11g = 0,5 g – 0,99 g Penggunaan umur 3 – 6 bulan
Sehari = (4,8 ml – 7,2 ml) : 15ml x 3,11g = 0,99 g – 1,5 g Penggunaan umur 6 – 12 bulan
Sehari = ( 7,2 ml – 9,6 ml) : 15 ml x 3,11g = 1,5g – 1,99 g 2. Glycerin
Umur BB (kg) ADI 1,0 – 1,5 g/kg BB
0 – 3 bulan 3,05 – 5,65 3,05 – 8,48
3 – 6 bulan 5,65 – 7,05 8,48 – 10,58
6 – 12 bulan 7,05 – 7, 85 10,58 – 11, 78 Penggunaan umur 0- 3 bulan
Sehari = (2,4 ml – 4,8 ml) : 15 ml x 2,84 g = 0,45 g – 0,91 g Pengunaan umur 3 – 6 bulan
Sehari = (4,8 ml – 7,2 ml) : 15 ml x 2,84 g = 0,91 g – 1,36 g Pengunaan umur 6 – 12 bulan
Sehari = ( 7,2 ml – 9,6 ml) : 15 ml x 2,84 g = 1,36 g – 1,82 g 3. PEG 400
Umur BB (kg) ADI 10mg/kg BB
0 – 3 bulan 3, 05 – 5, 65 30,05 – 56,5 3 – 6 bulan 5, 65 – 7, 05 56,5 – 70,5 6 – 12 bulan 7, 05 – 7, 85 70,5 – 78, 5 Penggunaan umur 0- 3 bulan
Sehari = (2,4 ml – 4,8 ml) : 15 ml x 4,2 g = 0,672 g – 1,344 g Pengunaan umur 3 – 6 bulan
Sehari = (4,8 ml – 7,2 ml) : 15 ml x 4,2 g = 1,344 g – 2,0616 g Pengunaan umur 6 – 12 bulan
Umur BB/kg ADI 25mg/kgBB 0 – 3 bulan 3,05 – 5,65 7, 63 – 14,13 3 – 6 bulan 5,65 – 7,05 14,13 – 17,63 6 – 12 bulan 7,05 – 7, 85 17,63 – 19, 63 Penggunaan umur 0- 3 bulan
Sehari = (2,4 ml – 4,8 ml) : 15 ml x 0,03 g = 0,0048 g – 0,0096 g Pengunaan umur 3 – 6 bulan
Sehari = (4,8 ml – 7,2 ml) : 15 ml x 0,03 g = 0,0096 g – 0,0144 g Pengunaan umur 6 – 12 bulan
Sehari = ( 7,2 ml – 9,6 ml) : 15 ml x 0,03 g = 0,0144 g – 0,0192 g Formula Drop Paracetamol 3
Nama Bahan Fungsi Kadar % yang digunakan
Jumlah (15 ml)
Jumlah (60 ml)
Paracetamol Bahan aktif - - 0u,75 g 3 g
Propilenglikol Kosolven 10- 25% 20% 3,114 g 12,456 g Gliserin Kosolven < 50% 35% 6,6255 g 26,502 g
PEG 400 Kosolven 15- 25% 23% 3,864 g 15, 456 g
Saccharin Na Pemanis 0,04- 0,25% 0,20% 0,0258 g 0,1032 g
Perasa jeruk Perasa q.s q.s
Pewarna kuning
Pewarna q.s q.s
Sorbitol Pemanis Ad 15 ml Ad 60 ml
Perhitu ngan pengambilan bahan
Parasetamol = 30 mg/ 0,6 ml x 60 ml = 3 g
Propilenglikol = 20/ 100 x 60 ml = 12 ml x 1,038 g/ml = 12,456 g Gliserin = 35/ 100 x 60 ml = 21 ml x 1,2620 g/ml = 26,502 g PEG 400 = 23/ 100 x 60 ml = 13,8 ml x 1,120 g/ml = 15,456 g Saccahrin Na = 0,20/ 100 x 60 ml = 0,12 ml x 0,86 g/ml = 0,1032 g Perhitu ngan penggunaan kosolven
Perhitu ngan Ko nstanta Dielektrik
KD = = 44,25
Perhitungan ADI 1. Propilenglikol
Umur Berat Badan (kg) ADI 25 mg/kg BB 0 – 3 bulan 3,05 – 5,65 76,25 – 141,25 3 – 6 bulan 5,65 – 7,05 141,25 – 176,25 6 – 12 bulan 7,05 – 7,85 176,25 – 196,25
Penggunaan dalam sehari
0 – 3 bulan = 3,114 g = 0,4982 g – 0,9964 g
3 – 6 bulan = 3,114 g = 0,9964 g – 1,4947 g
6 – 12 bulan
=
3,114 g = 1,4947 g – 1,9929 g2. Gliserin
Umur Berat Badan (kg) ADI 1,0 – 1,5 g/kg BB
0 – 3 bulan 3,05 – 5,65 3,05 – 8,48 g
3 – 6 bulan 5,65 – 7,05 8,48 – 10,58 g
6 – 12 bulan 7,05 – 7,85 10,58 – 11,78 g
Penggunaan dalam sehari
0 – 3 bulan = 4,7325 g = 0,7572 g – 1,5144 g
6 – 12 bulan = 4,7325 g = 2,2716 g – 3,0288 g
3. PEG 400
Umur Berat Badan (kg) ADI 10 mg/kg BB
0 – 3 bulan 3,05 – 5,65 30,5 – 56,5
3 – 6 bulan 5,65 – 7,05 56,5 – 70,5
6 – 12 bulan 7,05 – 7,85 70,5 – 78,5
Penggunaan dalam sehari
0 – 3 bulan = 2,52 g = 0,4032 g – 0,8064 g
3 – 6 bulan = 2,52 g = 0,8064 g – 1,2096 g
6 – 12 bulan = 2,52 g = 1,2096 g – 1,6128 g
4. Sorbitol
Umur Berat Badan (kg) ADI 10 mg/kg BB
0 – 3 bulan 3,05 – 5,65 30,5 – 56,5
3 – 6 bulan 5,65 – 7,05 56,5 – 70,5
6 – 12 bulan 7,05 – 7,85 70,5 – 78,5
Penggunaan dalam sehari
0 – 3 bulan = 6,705 g = 1, 0728 g – 2,1456 g
3 – 6 bulan = 6,705 g = 2,1456 g – 3,2184 g
6 – 12 bulan = 6,705 g = 3,2184 g – 4,2912 g
No Nama Bahan Fungsi Kadar % digunakan jumlah
1 Parasetamol Bahan Aktif 5,76 g
2 Gliserin Kosolven ≤20% 20% 60,56 g
3 Propilenglikol Kosolven 10% - 25% 25% 62,28 g
4 Saccarin Sodium Pemanis 0,04% - 0,25% 0,20% 0,80 g
5 Sodium Benzoat Pengawet 0,02% - 0,5% 0,5% 1.80 g
6 Na2HPO4 Dapar 0,40 g
7 NaH2PO4 Dapar 5,48 g
8 Esence Strawberry
Perasa q.s q.s
9 Pewarna pink Pewarna q.s q.s
10 Aquadest Pelarut ad 240 ml
Formulasi scale up drop
Nama Bahan Fungsi Kadar % yang
Digunakan
Jumlah
Paracetamol Bahan aktif 30 mg/0,6 ml 12 g
Propilenglikol Kosolven 10 – 25% 20% 49,824 g
Gliserin Kosolven 50% 35% 106,008 g
PEG 400 Kosolven 15 – 25% 23% 61,824 g
Sakarin Na Pemanis 0,04% - 0,25%
0,20% 0,4128 g
Perasa jeruk Perasa q.s. q.s.
Pewarna oranye
Pewarna q.s. q.s.
BAB VII
RANCANGAN PRODUKSI 7.1. Cara Peracikan Formula
Formula sirup 1
1. Siapkan alat dan bahan 2. Kalibrasi botol ad 60 ml
3. Ditimbang propilenglikol sebanyak 11,2104 g, masukkan ke beaker glass
4. Ditimbang gliserin sebanyak 18,93 g, masukkan ke beaker glass no (3) 5. Ditimbang PEG 400 sebanyak 13,44 g, masukkan ke beaker glass no
(4), aduk ad homogen
6. Ditimbang parasetamol sebanyak 1,44 g, masukkan ke beaker glass no (5)
7. Ditimbang sorbitol sebanyak 22,35 g dimasukkan ke beaker glass no (6)
8. Ditimbang naH2PO4.2H2O sebanyak 1,3723 g, masukkan ke beaker glass
9. Ditimbang na2HPO4.2H2O sebanyak 98,3 mg, masukkan ke beaker glass no (8) tambahkan aquadest, aduk ad larut campurkan dengan beker no (7)
10. Ditambahkan pewarna dan perasa secukupnya 11. Dimasukkan ke dalam botol yang telah dikalibrasi
12. Ditambahkan aquadest ad tanda kalibrasi, kocok ad homogen 13. Diberi etiket dan label
Formula sirup 2
1. Siapkan alat dan bahan 2. Kalibrasi botol ad 60 ml
3. Ditimbang propilenglikol sebanyak 12,456 g, masukkan ke beaker glass
4. Ditimbang PEG 400 sebanyak 13,44 g, masukkan ke beaker glass no (3), aduk ad homogen
5. Ditimbang parasetamol sebanyak 1,44 g, masukkan ke beaker glass no (4) sedikit demi sedikit sambil diaduk ad homogen
6. Ditimbang sorbitol sebanyak 17,88 g, masukkan kedalam beker glass 7. Ditimbang saccharin na sebanyak 51.6 mg, masukkan kedalam beker
glass no (6), aduk ad larut, campurkan ke dalam beker glass no (5) aduk ad homogen
9. Ditimbang na2HPO4.2H2O sebanyak 98,3 mg, masukkan ke beaker glass no (8) tambahkan aquadest, aduk ad larut campurkan dengan beker no (7)
10. Ditambahkan pewarna dan perasa secukupnya 11. Dimasukkan ke dalam botol yang telah dikalibrasi
12. Ditambahkan aquadest ad tanda kalibrasi, kocok ad homogen 13. Diberi etiket dan label
Formula sirup 3
1. Siapkan alat dan bahan. 2. Kalibrasi botol ad 60 ml.
3. Ditimbang parasetamol sebanyak 1.44 g.
4. Ditimbang gliserin sebanyak 15.44 g, dimasukkan kedalam beker gelas.
5. Ditimbang propilenglikol sebanyak 15.57 g, dimasukkan kedalam beker gelas no (4), aduk ad homogen.
6. Dimasukkan parasetamol ke dalam campuran (5) sedikit demi sedikit sambil diaduk ad larut.
7. Ditimbang saccarin sodium sebanyak 0.20 g, dimasukkan ke campuran (6).
8. Ditimbang NaH2PO4 sebanyak 1.37 g, dimasukkan ke beker gelas. 9. Ditimbang Na2HPO4 sebanyak 0,10 g, dimasukkan ke beker gelas
no (8), dilarutkan dengan aquades dan dimasukkan ke campuran (7) aduk ad homogen.
10. Ditimbang Na. Benzoat sebanyak 0.45 g, dimasukkan ke beker no (9), aduk ad larut dan homogen.
11. Ditambahkan pewarna hijau dan esence melon q.s aduk ad homogen.
12. Dimasukkan kedalam botol yang telah dikalibrasi.
13. Ditambahkan aquades ad garis tanda kalibrasi, kocok ad homogen. 14. Diberi etiket dan label.
Formula drop 1
1. Disiapkan alat dan bahan.
2. Dikalibrasi botol ad tanda 15ml dan 60 ml.
3. Ditimbang masing-masing bahan yaitu kosolven dan PCT. 4. PCT dibagi menjadi 3 bagian aa, lalu masing-masing dilarutkan.
dengan kosolven (PEG 400, propilenglikol, gliserin) aduk ad larut. 5. Lalu campurkan ketiga bahan yang sudah tercampur merata.
6. Ditimbang Sacchari Na lalu dimasukkan ke dalam campuran (no 5) aduk ad homogen.
7. Ditambahkan sorbitol solutio pada campuran larutan ad 60 ml.
8. Ditambahkan essence anggur dan pewarna anggur pada (no 8) diaduk ad homogen.
10. Diberi label dan etiket putih Formula drop 2
1. Disiapkan alat dan bahan. 2. Dikalibrasi botol ad tanda 15ml.
3. Ditimbang PEG 400, propilenglikol dan gliserin, kemudian dimasukkan kedalam beaker glass diaduk ad homogen.
4. Ditimbang paracetamol, kemudian masukkan kedalam campuran no (no 3) diaduk ad larut dan homogen.
5. Ditimbang sorbitol, kemudian masukkan kedalam beaker glass aduk ad homogen.
6. Ditambahkan perasa melon dan pewarna hijau hingga didapatkan spesifikasi yang diinginkan.
7. Dimasukkan campuran kedalam botol yang telah dikalibrasi sebeumnya.
8. Diadkan sesuai tanda kalibrasi. 9. Diberi etiket dan label.
Formula drop 3
1. Siapkan alat dan bahan.
2. Kalibrasi botol 15 ml dan 60 ml. 3. Ditimbang paracetamol.
4. Ditimbang PEG 400. 5. Ditimbang propilenglikol. 6. Ditimbang gliserin.
7. PEG 400, propilenglikol, dan gliserin dicampur dalam beker glass. 8. Dimasukkan PCT kedalam campuran no (7) diaduk ad larut. 9. Ditimbang Saccharin Na.
10. Saccharin na dilarutkan dengan sorbitol ad larut, masukkan ke campuran no (8).
11. Ditambahkan perasa dan pewarna hingga didapatkan spesifikasi yang diinginkan.
14. Diberi label dan etiket. 7.2. Skema kerja Formula
Formula sirup 1
PEG 400 + Propilenglikol + Gliserin
Dicampur didalam beker glass
Ditimbang parasetamol
Dimasukkan ke beaker glass Aduk ad homogen
Ditimbang sorbitol Dicampurkan pada beker glass
Aduk ad homogen Ditimbang naH2PO4.2H2O
Ditimbang na2HPO4.2H2O
Dimasukkan ke dalam campuran dalam beker glass Dilarutkan dg aquades Ad larut aduk ad homogen
Ditambhakan pewarna dan perasa secukupnya Dimasukkan kedalam botol yang telah dikalibrasi
Dikocok ad homogen Diberi etiket dan label Formula sirup 2
PEG 400 + Propilenglikol
Dicampur didalam beker glass aduk ad homogen
Ditimbang parasetamol
Aduk ad homogen
Dicampurkan pada beker glass Aduk ad homogen
Ditimbang naH2PO4.2H2O Ditimbang na2HPO4.2H2O
Dimasukkan ke dalam campuran dalam beker glass Dilarutkan dg aquadest Ad larut aduk ad homogen
Ditambhakan pewarna dan perasa secukupnya Dimasukkan kedalam botol yang telah dikalibrasi
Formula sirup 3
Gliserin + propilenglikol
Beker, aduk ad homogen
+ parasetamol sedikit demi sedikit, aduk ad larut
+ saccarin sodium, aduk ad homogen
NaH2PO4 + Na2HPO4 + aquades, aduk ad larut
Aduk ad homogen
+ Na. Benzoat, aduk ad larut
+ pewarna hijau + essence melon q.s, aduk ad homogen
Masuk botol, + aquades ad 60 ml, kocok ad homogen
Formula drop 1
Formula drop 2
BAB VIII EVALUASI 8.1. Organoleptis
Formula Warna Rasa Bau
Syirup I Ungu Anggur Anggur
Syirup II Orange Jeruk Aroma jeruk
Syirup III Merah muda Strawberry Strawberry
Scale Up sirup Merah muda Strawberry Strawberry
Drop I Ungu Anggur Anggur
Drop II Hijau Melon Aroma Melon
Drop III Orange Jeruk Aroma jeruk
Scale Up Drop Ungu Anggur Anggur
8.2. Penetapan pH
Alat : pH meter
Prosedur :
a. Ambil pH meter, buka penutup KCl jenuh
b. Bilas elektrode dengan aquadest, lalu keringkan dengan kertas tisu halus.
c. Kalibrasi pH meter dengan larutan pH standar
d. Bilas elektrode dengan aquadest, lalu keringkan dengan kertas tisu halus.
e. Tuang sediaan dalam gelas beker ± 60 ml
f. Celupkan elektrode kedalam sediaan ad terbenam g. Baca dan catat pH yang tertera pada alat
Hasil penetapan pH
Formula pH
Syirup I 5,0
Syirup II 4,77
Syirup III 5,50
Scale Up Sirup 5,40
Drop I 5,20
Drop II 5,00
Drop III 6,50
8.3. Berat jenis
Alat : Piknometer dan timbangan analitik. Prosedur :
a. Bersihkan piknometer
b. Dinginkan piknometer ad suhu 20°C
c. Timbang piknometer kosong catat hasil penimbangan sebagai W1 d. Isilah piknometer dengan aquadest ad penuh lalu timbang pada suhu
20°C dan catat hasil penimbangan sebagai W2 aquadest.
e. Dibuang air dalam piknometer kemudian isilah piknometer dengan larutan uji ad penuh lalu timbang pada suhu 20°C dan catat hasil penimbangan sebagai W2 larutan. Lakukan sebanyak 3x pada masing-masing larutan uji.
f. Hitung berat jenis masing-masing dengan memasukkan data yang diperoleh dalam rumus, kemudian dirata-rata dan dicari standart devi-asinya
Rumus berat jenis : Keterangan :
= berat jenis
V = volume piknometer W1 = berat piknometer kosong W2 = berat piknometer + sediaan Hasil penetapan BJ
Formula Pikno
Kosong Pikno + Isi Isi BJ
Aquadest 32,91 57,43 24, 52 0,9960 g/ml
Syirup I 32,91 59,70 26,79 1,0881 g/ml
Syirup II 32,91 59,74 26,83 1,0898 g/ml
Syirup III 32,91 59,77 26,86 1,0910 g/ml
Rata-rata 1,0896 g/ml
Drop I 32,91 62,39 29,48 1,1974 g/ml
Drop II 32,91 62,48 29,57 1,2011 g/ml
V W W1 2
Drop III 32,91 62,50 29,59 1,2019 g/ml
Rata-rata 1,2001 g/ml
o BJ Scale Up Sirup : 1,09 g/ml o BJ Scale Up Drop : 1,20 g/ml
8.4. Viskositas
Alat : Viskosimeter Cap and Bob Cara kerja :
a. Cuci alat viskometer cap and bob dengan aquadest dan keringkan menggunakan tisu.
b. Masukkan zat uji sebanyak 100 ml ke dalam viskometer. c. Pasang pengaduk (paddle 3) pada rotor viskometer. d. Pastikan jarum pembaca skala pada posisi nol. e. Pilih skala terkecil yang ada pada alat.
f. Tekan tombol on untuk memutar rotor Hasil penetapan viskositas
Formula Viskometer
Syirup I 16 cps
Syirup II 18 cps
Syirup III 12 cps
Scale Up Sirup 10 cps
Drop I 34 cps
Drop II 36 cps
Drop III 30 cps
BAB IX
HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB X PENUTUP
BAB XI
RANCANGAN PENANDAAN
DAFTAR PUSTAKA
Darsono, Lusiana. 2002. Diagnosis dan Terapi Intoksikasi Salisilat dan Paracetamol. Jurnal Kimia Vol. 2, No. 1.
Departemen Kesehatan RI. 1995. Farmakope Indonesia ed IV. Departemen Kesehatan Republik Indonesia : Jakarta
Departemen Kesehatan RI 2015. Farmakope Indonesia ed V. Departemen Kesehatan Republik Indonesia : Jakarta
Gani swara, S.G. 1995. Farmakologi dan terapi. ed IV. Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta
Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia. 2008. ISO Indonesia volume 43 : Jakarta
Katzung, Bertram G et al. 2014. Farmakologi Dasar dan Klinik. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Raymond C. Rowe, Paul J shesky, Sian C owen. 2006. Handbook of Phamaceutical Excipients. 5th ed. the Pharmaceutical Press : London
Raymond C. Rowe, Paul J Shesky, Sian C owen. 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipients. 6th ed. The Pharmaceutical Press : London
Reynolds, J.E.F. 1982. Martindale The Extra Pharmacopoeia. 28th ed. the
Sartono., 1993. Pengaruh Pemberian Dosis Tunggal Parasetamol Terhadap Komposisi Metabolit Parasetamol Dalam Urin Tikus Jantan Malnutrisi. Dalam: Darsono, I., 2002. Diagnosis dan Terapi Intoksikasi Salisilat dan Parasetamol. Available From: http://cls.maranatha.edu. (Accesed: 31st March 2011)
Sean C sweetman. 2009. Martindale Thirty-six edition the complete Drug Reference. The Pharmaceutical Press : London