• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT TELEKOMU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT TELEKOMU"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA

PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK PERIODE 2005-2007

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Salah satu sarana untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang bersangkutan dapat dilakukan dengan menganalisa laporan keuangan. Informasi yang terdapat dalam laporan keuangan akan membantu berbagai pihak dalam merumuskan atau pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam hal keuangan. Laporan keuangan perusahaan umumnya terdiri dari laporan neraca, laporan rugi-laba. Laporan tersebut akan lebih berarti bagi pihak yang berkepentingan bila data tersebut diperbandingkan untuk dua periode atau lebih dan dianalisis lebih lanjut. Dengan menggunakan laporan yang diperbandingkan termasuk data-data tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam jumlah rupiah dan persentase maka beberapa rasio keuangan akan membantu dalam menganalisa dan

menginterprestasikan posisi keuangan suatu perusahaan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dipilih judul “ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK PERIODE 2005-2007 “

1.2 Rumusan Masalah 1. Rasio Likuiditas

Bagaimana kemampuan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dalam memenuhi kewajiban jangka pendek atau kewajiban yang harus segera dibayar selama periode 2005-2007?

2. .Rasio Profitabilitas

Bagaimana kemampuan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dalam dalam menghasilkan keuntungan dengan modal dan kekayaan yang dimiliki perusahaan periode 2005-2007 ?

3. Rasio Solvabilitas

(2)

Bagaimana kemampuan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk dalam mengelola modal yang ditanamkan investor selama periode 2005-2007 ?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui kemampuan rasio Likuiditas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2005-2007.

2. Untuk mengetahui kemampuan rasio Profitabilitas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2005-2007.

3. Untuk mengetahui kemampuan rasio Solvabilitas PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2005-2007.

4. Untuk mengetahui kemampuan rasio Modal Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk periode 2005-2007.

1.3 Batasan Masalah

Penelitian ini dibatasi pada model rasio likuiditas, profitabilitas, solvabilitas dan rasio modal saham, untuk menilai kinerja dan kesehatan perusahaan dan juga dalam pengelolaan modal yang ditanamkan investor pada periode tahun 2005 – 2007.

1.5 Manfaat Penelitian 1.Aspek Akademis

Hasil penelitian ini dapat dijadikan sumber referensi untuk mahasiswa 2. Aspek Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu fondasi dalam pengembangan ilmu tentang

3. Aspek Praktis

Referensi

Dokumen terkait

Kesimpulan yang diperoleh dari studi ini adalah dengan diketahuinya profit laboratorium yang ada di institusi Balai Labkesda, BTKL P2M, dan rumah sakit maka langkah tindak

Semoga hasil survey ini dapat membantu memberikan masukan yang positif bagi Pengadilan Negeri Semarapura dan sekaligus menjadi acuan untuk meningkatkan pelayanan bagi

Reorder point merupakan waktu dimana perusahaan perlu melakukan pemesanan kembali terhadap bahan baku, sehingga datangnya bahan baku tersebut bertepatan dengan

Dimana gas akan mengalir bila ada perbedaan energi, kemudian dengan dasar pendekatan de waard- rnilliams dapat diprediksi laju korosi pada saluran pipa gas alam itu sesuai

Kegiatan yang diawali oleh transaksi di PT Bursa Efek Surabaya (BES) sejak tanggal 1 Mei 2007 ini dilaksanakan dengan mekanisme yang sama dengan pelaksanaan penyelesaian

Gambar 4.6 MSE pengujian sistem yang hanya menggunakan pemodelan psychoacoustic Dari Gambar 4.6 dapat dilihat nilai MSE dari pengujian dengan hanya menggunakan pemodelan

 Jika sebuah gelombang memiliki simetri ½ gelombang, maka sembarang integral untuk menghitung koefisien Fourier dari harmonisa gasal dihitung hanya lewat ½ siklus dan hasilnya

Kecelakaan kerja yang terjadi di PT Kertas Leces (Persero) dikategorikan menjadi 2 macam yaitu, kecelakaan di dalam plant adalah kecelakaan kerja yang terjadi