• Tidak ada hasil yang ditemukan

Training Metode Mengajar untuk Guru

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Training Metode Mengajar untuk Guru"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Teachers’ Professional Development

Nyalakan Kelasmu: Creative-Effective Teaching

Training Outcomes:

1. Merencanakan metode pengajaran yang bervariasi;

2. Mengimplementasikan dan mengevaluasi kemampuan mengajar kreatif-efektif.

Training Duration: 3 hours

Rundown Program Overview

1. Introduction: outcomes training

2. Mengeksplorasi metode-metode mengajar

3. Fun Teaching: mempraktikkan metode kreatif-efektif 4. Evaluation: mengevaluasi metode mengajar

Testimony

Solo, 23 Augustus, 2014

"Pelatihan ini memberi masukan bagi saya, bahwa ternyata metode pembelajaran yang menyenangkan itu banyak sekali dan mudah untuk dilakukan.” Puji Asmawati, SMP Kristen 5 Solo.

“Seminar ini memberikan semangat baru, jadi dopping untuk mengajar.” Dwi Sri Sujarwati, SMPN 3 Boja, Kendal.

Semarang, 30 Augustus 2014

“ Wow... saya bisa merasakan menjadi siswa. Karena itu saya lebih memahami metode-metode sebelum diterapkan di kelas.” Raymondus, SMKN 3 Kendal.

“Pelatihan ini menambah wawasan kami tentang metodologi dan peran guru sebagai motivator dan fasilitator.” Carolus Tendy, SMAK Krista Mitra Semarang.

Yogyakarta, 6 September 2014

“ Banyak sekali metode yang didapat. Sangat membantu untuk lebih kreatif dalam memberikan materi.” Shinta Devi, SDK Bopkri Gondolayu, Yogyakarta.

“Sangat kaya.” Yudha Kurniawan, Sekolah Alam Indonesia.

Rengat, Riau, 27 Oktober 2014

“Sangat bagus. Saya terinspirasi untuk menjadi kreatif. Saya menemukan banyak metode yang sebelumnya saya tidak tahu.” Reny Nainggolan, SD Buddhis Paramita.

Invite Us:

Email: [email protected]

Phone / SMS 0822-2005-8998

Send a letter to: acarya-indonesia.com. Jl. Kalilarangan No. 51. Surakarta. 57152. Jawa Tengah.

Referensi

Dokumen terkait

Dari total pemakaian sendiri tahun 2015, UP Suralaya adalah unit yang paling banyak mengkonsumsi energi listrik untuk pemakaian sendiri yaitu sebesar 5,62%, kemudian UPJP Kamojang

[r]

kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, Mulyasa (2002: 4) berpendapat bahwa “pendidikan adalah kehidupan, untuk itu kegiatan belajar harus dapat membekali peserta didik

Hipotesis ketiga dalam penelitian ini dianalisa dengan analisa korelasi Karl Pearson atau the product moment coefficient correlation , berdasarkan analisa korelasi

Data hasil validasi menunjukkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran memiliki kategori sangat valid dengan skor 3,71; buku siswa memiliki kategori sangat valid

Berdasarkan persamaan matematis tersebut, maka dapat dihitung berapa kadar glukosa sebagai produk dari reaksi – reaksi enzim selulase terhadap substrat jerami padi pada

Penyebab penyakit masih belum jelas, tetapi diduga karena infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang menyebabkan infeksi laten dan persisten sehingga dapat mengaktivasi

Fakta ini berbeda dengan yang digambarkan Susanto (1999) bahwa nilai heritabilitas famili sifat diameter pada KBSUK Sengon umur 3 tahun di Candiroto mencapai 0,68 dan tinggi