• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Manfaat dan Elemen Penting Lite

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Definisi Manfaat dan Elemen Penting Lite"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Definisi, Manfaat dan Elemen Penting Literasi Digital

Oleh: Murad Maulana

Abstrak

Di setiap negara literasi digital memiliki definisi yang masih berbeda-beda karena

(2)

Pendahuluan

Perkembangan jumlah data berformat digital di abad sekarang ini begitu

menakjubkan. Ida Fajar Priyanto (2013) mengatakan bahwa setiap orang kini memiliki data yang luar biasa lebih banyak dibandingkan masyarakat kita sebelum beralih ke dunia digital. Josh James (2014) dalam Infographic berjudul Data Never Sleeps 2.0, bahwa di internet setiap menitnya ada pengguna Youtube mengupload 72 jam konten video baru, pengguna Facebook membagikan 2.460.000 potongan konten, pengguna Twitter membagikan 277.000 tweet, pengguna Instagram mengupload 216.000 foto dan pengguna Pinterest membagikan 3.472 gambar.

Sementara itu internetlivestats.com mencatat hingga pertengahan Juni tahun 2014 jumlah website di dunia sebanyak 2.925.249.355 laman. Jumlah tersebut sudah termasuk website yang tidak aktif namun hanya berupa laman parked domains. Sedangkan untuk dunia blog misalnya Wordpress dan Tumblr, menurut webpagefx.com bahwa ada 42.6 juta posting terbaru setiap bulannya, baik yang menggunakan self hosted maupun di hosted Wordpress itu sendiri. Kemudian ada 900 posting terbaru setiap detik di blog Tumblr. Kondisi itu belum ditambah dengan platform blog-blog lain misalnya seperti Blogger, Weebly, dan Livejournal. Dapat dibayangkan berapa banyaknya informasi yang tercipta dalam setiap menitnya itu.

Jumlah informasi yang tercipta di internet, baik dalam jenis numerik, teks, gambar, audio atau video adalah salah satu ciri bahwa di era ini setiap individu memiliki kebebasan untuk membuat sekaligus menyebarkan tanpa harus ada yang memeriksa ulang apakah

informasi tersebut layak memenuhi kriteria atau tidak. Akibatnya, dari tahun ke tahun jumlah informasi yang ada di internet itu akan terus mengalami peningkatan tanpa terkontrol hingga menyebabkan kelebihan informasi (information overload). Seorang filsuf Perancis, Paul Virilio menyebut kelebihan informasi sebagai bom informasi yang akan berdampak pada dehumanisasi (Kloock, 1997 dalam Bernhard Jungwirth, 2002). Pada akhirnya kelebihan informasi tersebut akan menyebabkan kesulitan bagi setiap individu dalam mencari informasi yang benar-benar bernilai.

(3)

Definisi Literasi Digital

Penelitian khusus yang membahas tentang definisi literasi digital dapat kita temukan

pada thesis dari Douglas Alan Jonathan Belshaw berjudul What is digital literacy? A

Pragmatic investigation. Dalam thesis doktoralnya mengulas secara lengkap tentang konsep

pengertian literasi digital. Walaupun di setiap negara memiliki definisi literasi digital yang berbeda-beda karena menyangkut sistem kebijakan dan kemajuan teknologinya, akan tetapi pada dasarnya memiliki konsep dasar yang sama yaitu kemampun dalam menggunakan dan memahami pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi misalnya dalam mendukung dunia pendidikan dan ekonomi.

Bisa dikatakan definisi tentang literasi digital masih dianggap belum final. Dalam artian masih terus akan ada pengembangan-pengembangan kedepannya. Definisi literasi digital itu bermacam-macam. Dalam hal ini dari definisi, istilah sering saling dipertukarkan; misalnya, 'melek', 'kelancaran' dan 'kompetensi' semua dapat digunakan untuk menggambarkan kemampuan untuk mengarahkan jalan melalui lingkungan digital dan informasi untuk menemukan, mengevaluasi, dan menerima atau menolak informasi (Fieldhouse & Nicholas, 2008 dalam Douglas Alan Jonathan Belshaw, 2011). Salah tokoh yang mempopulerkan istilah literasi digital adalah Paul Gilster yang menerbitkan bukunya pada tahun 1997 dengan judul Digital Literacy.

Menurut Paul Gilster (2007) dikutip Seung-Hyun Lee (2014) literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam banyak format dari berbagai sumber ketika itu disajikan melalui komputer. Sedangkan menurut Deakin

(4)

Sementara itu Commmon Sense Media (2009) menyinggung bahwa literasi digital itu mencakup tiga kemampuan yaitu kompetensi pemanfaatan teknologi, memaknai dan memahami konten digital serta menilai kredibilitasnya juga bagaimana membuat, meneliti dan mengkomunikasikan dengan alat yang tepat.

Dari beberapa definisi diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa dalam literasi digital itu bukan hanya sekedar kemampuan mencari, menggunakan dan menyebarkan informasi akan tetapi, diperlukan kemampuan dalam membuat informasi dan evaluasi kritis, ketepatan aplikasi yang digunakan dan pemahaman mendalam dari isi informasi yang terkandung dalam konten digital tersebut. Disisi lain literasi digital mencakup tanggung

jawab dari setiap penyebaran informasi yang dilakukannya karena menyangkut dampaknya terhadap masyarakat.

Manfaat Literasi Digital

Literasi digital memiliki manfaat yang penting bagi setiap individu bahkan dalam beberapa kasus literasi digital dapat mempengaruhi kinerja organisasi. Survey yang pernah dilakukan BCS, The Chartered Institute for IT menunjukan 90% pemilik perusahaan itu menganggap bahwa literasi digital bagi karyawan itu sangat bermanfaat bagi organisasi atau perusahaan karena saat ini hampir semua pekerjaan bergantung beberapa aspek teknologi.

Menurut Brian Wright (2015) dalam infographics yang berjudul Top 10 Benefits of

Digital Literacy: Why You Should Care About Technology, bahwa ada 10 manfaat penting

dari adanya literasi digital yaitu menghemat waktu, belajar lebih cepat, menghemat uang, membuat lebih aman, senantiasa memperoleh informasi terkini, selalu terhubung, membuat

keputusan yang lebih baik, dapat membuat anda bekerja, membuat lebih bahagia, dan dapat mempengaruhi dunia.

1.Menghemat waktu

(5)

pelayanan online juga akan menghemat waktu yang digunakan karena tidak harus mengunjungi langsung ke tempat layanannya.

2.Belajar lebih cepat

Pada kasus ini misalnya seorang pelajar yang harus mencari definisi atau istilah kata-kata penting misalnya di glosarium. Dibandingkan dengan mencari referensi yang berbentuk cetak, maka akan lebih cepat dengan memanfaatkan sebuah aplikasi khusus glosarium yang berisi istilah-istilah penting.

3.Menghemat uang

Saat ini banyak aplikasi khusus yang berisi tentang perbandingan diskon sebuah produk. Bagi seseorang yang bisa memanfaatkan aplikasi tersebut, maka ini bisa

menghemat pengeluaran ketika akan melakukan pembelian online di internet. 4.Membuat lebih aman

Sumber informasi yang tersedia dan bernilai di internet jumlahnya sangat banyak. Ini bisa menjadi referensi ketika mengetahui dengan tepat sesuai kebutuhannya. Sebagai contoh ketika seseorang akan pergi ke luar negeri, maka akan merasa aman apabila membaca berbagai macam informasi khusus tentang negara yang akan dikunjungi itu. 5.Selalu memperoleh informasi terkini

Kehadiran apps terpercaya akan membuat seseorang akan selalu memperoleh informasi baru.

6.Selalu terhubung

Mampu menggunakan beberapa aplikasi yang dikhususkan untuk proses komunikasi, maka akan membuat orang akan selalu terhubung. Dalam hal-hal yang bersifat penting dan mendesak, maka ini akan memberikan manfaat tersendiri.

7.Membuat keputusan yang lebih baik

Literasi digital membuat indvidu dapat membuat keputusan yang lebih baik karena ia memungkinkan mampu untuk mencari informasi, mempelajari, menganalisis dan membandingkannya kapan saja. Jika Individu mampu membuat keputusan hingga bertindak, maka sebenarnya ia telah memperoleh informasi yang bernilai. Ida Fajar

Priyanto (2013) mengatakan secara umum, informasi dipandang bernilai jika informasi tersebut mempengaruhi penerima untuk membuat keputusan untuk bertindak.

8.Dapat membuat anda bekerja

(6)

Power Point atau bahkan aplikasi manajemen dokumen ilmiah seperti Mendelay dan Zetero.

9.Membuat lebih bahagia

Dalam pandangan Brian Wright, di internet banyak sekali berisi konten-konten seperti gambar atau video yang bersifat menghibur. Oleh karenanya, dengan mengaksesnya bisa berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang.

10.Mempengaruhi dunia

Di internet tersedia tulisan-tulisan yang dapat mempengaruhi pemikiran para

pembacanya. Dengan penyebaran tulisan melalui media yang tepat akan memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan perubahan dinamika kehidupan sosial. Dalam

lingkup yang lebih makro, sumbangsih pemikiran seseorang yang tersebar melalui internet itu merupakan bentuk manifestasi yang dapat mempengaruhi kehidupan dunia yang lebih baik pada masa yang akan datang.

Elemen Penting Literasi Digital

Elemen penting literasi digital adalah menyangkut kemampuan apa saja yang harus dikuasai dalam pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi. Steve Wheeler (2012) dalam tulisannya yang berjudul Digital Literacies For Engagement In Emerging Online

Cultures, mengidentifikasi ada sembilan elemen penting dalam dunia litersi digital seperti social networking, transliteracy, maintaining privacy, managing identity, creating content,

(7)

Gambar 1. Sembilan elemen literasi digital menurut Steve Wheeler (2012)

1. Social Networking

Kehadiran situs jejaring sosial adalah salah satu contoh yang ada dalam social networking atau kehidupan sosial online. Kini tiap individu yang terlibat dalam kehidupan sosial online akan selalu dihadapkan adanya layanan tersebut. Seseorang yang memiliki

(8)

2. Transliteracy

Transliteracy diartikan sebagai kemampuan memanfaatkan segala platform yang berbeda khususnya untuk membuat konten, mengumpulkan, membagikan hingga mengkomunikasikan melalui berbagai media sosial, grup diskusi, smartphone dan berbagai layanan online yang tersedia.

3. Maintaining Privacy

Hal penting dalam literasi digital adalah tentang maintaining privacy atau menjaga privasi dalam dunia online. Memahami dari segala jenis cybercrime seperti pencurian

online lewat kartu kredit (carding), mengenal ciri-ciri situs palsu (phishing), penipuan via email dan lain sebagainya. Menampilkan identitas online hanya seperlunya saja untuk

menghindari sesuatu hal yang tidak di inginkan. 4. Managing Digital Identity

Managing digital identity berkaitan dengan bagaimana cara menggunakan identitas yang tepat diberbagai jaringan sosial dan platform lainya.

5. Creating Content

Creating content atau berkaitan dengan suatu ketrampilan tentang bagaimana caranya membuat konten di berbagai aplikasi online dan platform misalnya di PowToon, Prezi, blog, forum, dan wikis. Selain itu mencakup kemampuan menggunakan berbagai platform e-learning.

6. Organising and Sharing Content

Organising and sharing content adalah mengatur dan berbagi konten informasi agar lebih mudah tersebarkan. Misalnya pada pemanfaatan situs social bookmarking memudahkan penyebaran informasi yang bisa diakses oleh banyak pengguna di internet. 7. Reusing/repurposing Content

Mampu bagaimana membuat konten dari berbagai jenis informasi yang tersedia hingga menghasilkan konten baru dan dapat dipergunakan kembali untuk berbagai kebutuhan. Misalnya seorang guru yang membuat konten tentang mata pelajaran tertentu dengan lisensi creative common. Kemudian konten tersebut di unggah di website

Slideshare sehingga akan banyak yang mengunduhnya. Lalu konten tersebut bisa digunakan oleh orang lain yang membutuhkan dengan menambahkan informasi atau pengetahuan baru agar lebih lengkap sesuai kebutuhannya.

8. Filtering and Selecting Content

(9)

9. Self Broadcasting

Self broadcasting bertujuan untuk membagikan ide-ide menarik atau gagasan pribadi dan konten multimedia misalnya melalui blog, forum atau wikis. Hal tersebut adalah bentuk partisipasi dalam masyarakat sosial online.

Jika Steve Wheeler membagi sembilan elemen penting literasi digital, maka menurut Beetham, Littlejohn dan McGill (2009) dikutip Sarah Davies (2015), bahwa ada tujuh elemen penting terkait literasi digital yaitu information literacy, digital scholarship, learning skills, ICT literacy, career and identy management, communication and collaboration, media

literacy.

Gambar 2. Tujuh elemen literasi digital menurut Beetham, Littlejohn dan McGill (2009)

Information literacy menyangkut kemampuan bagaimana menemukan, menafsirkan,

(10)

communication and collaboration meliputi partisipasi aktif dalam jaringan digital untuk pembelajaran dan penelitian. Media literacy atau literasi media mencakup kemampuan kritis membaca dan kreatif komunikasi akademik dan profesional dalam berbagai media.

Penutup

Begitu pentingnya literasi digital di era ini mengingat data dan informasi akan terus bertambah tanpa terkontrol. Jika tiap individu tidak membekali diri dengan kemampun literasi digital, maka akan semakin sulit untuk mencari informasi yang benar-benar bernilai. Salah satu fungsi mendapatkan informasi bernilai adalah agar cepat mengambil keputusan yang baik hingga akhirnya dapat bertindak. Mendapatkan informasi yang bernilai merupakan salah satu manfaat dari literasi digital.

Disisi lain, literasi digital bukan hanya menyangkut tentang kemampuan dalam mencari, menemukan, mengevaluasi, membuat, memanfaatkan hingga menyebarkan kembali informasi tersebut. Namun demikian, jika melihat pada elemen literasi digital dari Steve Wheeler, Beetham, Littlejohn dan McGill, maka literasi digital mencakup banyak kemampuan lainya yang harus dimiliki misalnya bagaimana menjaga privasi dalam dunia online? Memahami dari segala jenis cybercrime seperti pencurian online lewat kartu kredit (carding), mengenal ciri-ciri situs palsu (phishing), dan penipuan via email. Bahkan dalam konsep yang lebih luas, literasi digital juga pada hakikatnya mencakup bagaimana menjaga etika dalam pemanfaatan teknologi informasi. Contoh yang paling sering dilihat adalah ketika seseorang menelpon sambil menyetir kendaraan mobil atau motor dijalan umum. Tanpa adanya literasi digital bukan tidak mungkin dimasa yang akan datang etika atau dalam bahasa

(11)

Daftar Pustaka

BCS, Digital literacy and employability: http://www.bcs.org/category/17854, diakses tanggal

5 Oktober 2015

Belshaw, Douglas A.J. (2011). What is digital literacy? A Pragmatic investigation, thesis. United Kingdom

Davies, Sarah (2015), Spotlight on digital capabilities: http://digitalcapability.jiscinvolve.org/wp/2015/06/05/spotlight-on-digital-capabilities/, diakses tanggal 5 Oktober 2015

Deakin Learning Futures (2013), Communication Skills:

http://www.deakin.edu.au/__data/assets/pdf_file/0017/38006/digital-literacy.pdf, diakses tanggal 5 Oktober 2015

Josh James (2014), Data Never Sleeps 2.0: https://www.domo.com/blog/2014/04/data-never-sleeps-2-0/, diakses tanggal 5 Oktober 2015

Jungwirth, Bernhard (2002), Information Overload: Threat or Opportunity?: http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.461.2076&rep=rep1&type=p

df, diakses tanggal 5 Oktober 2015

Lee, S. (2014). Digital Literacy Education for the Development of Digital Literacy, 5(September), 29–43. http://doi.org/10.4018/ijdldc.2014070103

Mohammadyari, S., & Singh, H. (2015). Computers & Education Understanding the effect of e-learning on individual performance : The role of digital literacy. Computers &

Education, 82, 11–25. http://doi.org/10.1016/j.compedu.2014.10.025

NetCraft and Internet Live Stats (2014), Total number of Websites: http://www.internetlivestats.com/total-number-of-websites/, diakses tanggal 5 Oktober 2015

Paul, Monty (2014), Delivering The New Primary Computing Curriculum:

(12)

Priyanto, Ida Fajar (2010), Era Zettabyte dan Matinya Etika:

https://www.academia.edu/4095654/Era_Zettabyte_dan_matinya_Etika, diakses tanggal

30 September 2015

__________, (2013), Nilai Informasi : https://www.academia.edu/4553433/Nilai_Informasi, diakses tanggal 30 September 2015

Sense, A. C. (2009). Digital Literacy and Citizenship in the 21st Century. San Francisco: Common Sense Media.

Shopova, T. (2010). Digital Literacy Of Students And Its Improvement At The University,

7(2), 2–3. http://doi.org/10.7160/eriesj.2014.070201.Introduction

Webpage FX (2014). The Internet in Real Time: http://www.webpagefx.com/internet-real-time/, diakses tanggal 5 Oktober 2015

Wheeler, Steve (2012). Digital literacies for engagement in emerging online cultures. eLC Research Paper Series, 5, 14-25.

Gambar

Gambar 1. Sembilan elemen literasi digital menurut Steve Wheeler (2012)
Gambar 2. Tujuh elemen literasi digital menurut Beetham, Littlejohn dan McGill (2009)

Referensi

Dokumen terkait

Anak- anak yang mengalami learning disabilities dituntut untuk dapat memahami dan ikut serta di dalam aktivitas yang terjadi pada kehidupan sosial dan bukan hanya berdiam diri

Sebenarnya perubahan sistem kapitalisme saat itu bukan hanya sekedar memberikan hak-hak rakyat yang selama ini terampas oleh keserakahan kaum kapitalis sebagaimana alasan diatas,

Dari beberapa definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Bimbingan dan Konseling Islam adalah usaha pemberian bantuan dalam rangka mencari solusi atas permasalahan

Berdasarkan pendapat para ahli diatas penulis menarik kesimpulan bahwa hubungan baik dengan media yang dilakukan oleh PR, tidak hanya untuk menyebarkan pesan

Dari beberapa definisi diatas, maka dapat ditarik kesimpulan tentang perencanaan pembangunan daerah tahunan dapat diartikan sebagai proses penyusunan rencana yang mempunyai

Berdasarkan beberapa definisi kepemimpinan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses pengarahan yang diberikan seorang pemimpin yang

Berdasarkan kedua hasil penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran konvensional yang hanya menggunakan metode pembelajaran yang monoton seperti metode

Dari definisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan oleh seseorang atau organisasi yang mempunyai manfaat, baik berupa