MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN OPERASI PERKALIAN DAN PEMBAGIAN
DENGAN METODE PERMAINAN
PADA SISWA KELAS IV SDN PURWOYOSO 03 SEMARANG TAHUN AJARAN 2006/2007
Tugas Akhir Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Kelulusan Program Diploma II
PGKSD FIP UNNES
Oleh:
Nama : Rodhiyah NIM : 1402204123
PENDIDIKAN GURU KELAS SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
HALAMAN PENGESAHAN
Tugas Akhir yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Operasi Perkalian dan Pembagian dengan Metode Permainan Pada Siswa Kelas IV SDN Purwoyoso 03 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007”.
Telah disetujui / disahkan pada : Hari :
Tanggal :
Menyetujui / Mengesahkan
Ketua UPP PGKSD Semarang Dosen Pembimbing
Drs. Jaino, M.Pd. Dra. Sri Hartati, M.Pd.
MOTTO
1. Berikhtiarlah sebelum kamu bertawakkal
2. Kelebihan orang yang berilmu dari orang yang beribadah adalah bagaikan kelebihan bulan pada malam purnama dari semua bintan di langit.
3. Bekerjalah kamu untuk kepentingan duniamu seolah-olah engkau akan hidup selamanya dan bekerjalah kamu untuk kepentingan akhiratmu seolah-olah engkau akan mati esok hari.
4. Hidup adalah perjuangan, tanpa perjuangan kita tidak mampu bertahan hidup.
5. Take your moment with smile and love
PERSEMBAHAN
Teruntuk Ayahanda dan Ibunda tercinta yang senantiasa mendoakanku Ini merupakan sebagian dari perjuangan dan cita
Dari tetesan keringat dan darahmu Tetaplah berharap untukku
Agar langkahku esok kan terus maju
Untuk Kakek dan Nenekku yang menyayangiku For my sister and my brother
Yang selalu memberiku memberiku motivasi dan mengiringi langkahku Karya ini merupakan sebuah cermin untukmu
Bahwa untuk menjadi maju Tak boleh ada rasa ragu
Walau kesulitan kerap membelenggu
For my friends khusunya temen-temen kos Putri “Nasir Cost” dan temen-temen PPL Ini bukan akhir persahabatan kita
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur peneliti haturkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, hidayah dan nikmatnya, terutama kesehatan sehingga peneliti dpt menyusun Tugas Akhir ini sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Diploma II Jurusan Pendidikan Guru Kelas Sekolah dasar.
Sholawat serta salam senantiasa peneliti sanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafa’atnya di yaumul qiyamah kelak.
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, meskipun telah direncanakan dan dilaksanakan dengan segala kemampuan yang ada, tentu tidak akan selesai dengan baik tanpa bantuan, bimbingan dan kebaikan yang tulus dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti menyampaikan terima kasih kepada: 1. Bapak Drs. Siswanto, Dekan FIP UNNES
2. Bapak Drs. Sutaryono, M.Pd, Ketua jurusan program D2 PGKSD FIP UNNES 3. Bapak Drs. Jaino, M.Pd, ketua UPP Semarang PGKSD FIP UNNES
4. Dra. Sri Hartati, M.Pd, selaku Dosen pembimbing 5. Drs. Aris Mujiono, M.Pd, selaku ketua pelaksana PPL
6. Bapak Sunarto, A.Ma.Pd, selaku Kepala Sekolah SD Kampus Purwoyoso 03, 04 dan 10
Kami menyadari bahwa penyusunan Tugas Akhir ini masih banyak kekurangannya, oleh karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari semua pihak.
Akhir kata kami mengharapkan semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama dalam turut memajukan dunia pendidikan.
Semarang, September 2006 Peneliti
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN... ... i
MOTTO…... ii
PERSEMBAHAN ……….. ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 2
C. Tujuan Penelitian... 3
D. Manfaat Penelitian... 3
BAB II LANDASAN TEORI A. Proses Pembelajaran Matematika di SD ……….. 4
B. Pentingnya Matematika di SD ………. 5
C. Pendekatan Pembelajaran Matematika ……… 5
D. Metode Pembelajaran ……….. 6
E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar ... 7
F. Upaya Membantu Siswa dalam Mengatasi Masalah Belajar.. 8
BAB III PAPARAN HASIL A. Persiapan... 9
2. Penentuan Sampel... 10
3. Alat Pengumpul Data... 10
B. Pelaksanaan Pengamatan... 11
C. Hasil Pengamatan... 12
D. Pembahasan... 13
BAB IV PENUTUP A. Simpulan ... 15
B. Saran ... 15
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu matematika diajarkan di segala jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA hingga bahkan di perguruan tinggi. Hal ini dilakukan karena manfaat matematika sangat banyak yaitu untuk kuantitatif, penataan cara berfikir dalam hal pembentukan kemampuan analitis, membuat sintesis, dan untuk evaluasi hingga kemampuan memecahkan masalah (Suhito, 2001:2). Ilmu matematika tidak hanya untuk matematika saja tetapi teori maupun pemakaiannya praktis banyak membantu dan melayani ilmu-ilmu lain (Ruseffendi dkk, 1993:106)
Peningkatan kemampuan siswa dalam menguasai penanaman konsep dan pemahaman konsep matematika terutama dalam menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian dilakukan dengan menggunakan berbagai media diantaranya yaitu tabel perkalian, kartu angka dan sedotan. Untuk peningkatan kemampuan ini menjadi lebih penting yaitu:
1. Peningkatan kemampuan dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian
2
Untuk peningkatan kemampuan selain dengan alat peraga juga tidak kalah pentingnya yaitu dengan menggunakan metode yang tepat yang dapat mengaktifkan siswa dan menanamkan pemahamannya terutama dalam menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian, salah satunya yaitu dengan metode permainan.
Dengan metode permainan siswa akan lebih memahami materi tentang operasi perkalian dan pembagian, selain itu siswa tidak akan mudah lupa karena metode permainan adalah hal yang dilakukan dan dilihat oleh siswa secara langsung. Dengan demikian tujuan pembelajaran akan tercapai, dan hal itu sangatlah bermanfaat baginya baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.
B. Rumusan Masalah
Dari uraian diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana langkah-langkah guru dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian dengan metode permainan?
3
C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian terhadap tingkat kemampuan belajar siswa dalam pembelajaran operasi perkalian dan pembagian sampai seratus dengan metode permainan, yaitu:
1. Memahami aktivitas guru dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam
pembelajaran operasi perkalian dan pembagian
2. Memahami aktivitas siswa untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa
dalam pembelajaran operasi perkalian dan pembagian.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini ada 2 macam, yaitu manfaat secara teoretis dan manfaat secara praktis:
1. Manfaat secara teoretis
a. Bagi guru merupakan masukan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran operasi perkalian dan pembagian
b. Bagi siswa meningkatkan pemahaman konsep operasi perkalian dan pembagian
2. Manfaat
a. Bagi guru dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam operasi perkalian dan pembagian dengan menggunakan metode permainan b. Bagi siswa dapat meningkatkan operasi perkalian dan pembagian
4
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Proses Pembelajaran Matematika di SD
Belajar adalah proses yang menimbulkan atau merubah perilaku melalui latihan atau pengalaman (Max Darsono dkk, 2004:4).
Pada dasarnya mengajar itu tentu ada objek yang diberi pelajaran yaitu peserta didik., dan ada subjek yang mengajar yaitu pengajar. Mengajar adalah penyampaian pesan atau pengetahuan agar dapat dipahami peserta didik (Herman Hudoyo, 1988:5)
Proses yang mempengaruhi terjadinya belajar matematika adalah peserta didik, pengajar, sarana dan prasarana, dan penilaian.
1. Peserta didik : Kesiapan dalam pelajaran, kondisi dan intelegensi siswa.
2. Pengajar : Pelaksanaan PBM berlangsung efektif, kemampuan pengaruh dalam menyampaikan matematika, penguasaan materi, pengalaman, kepribadian dan memotivasi siswa agar senang terhadap matematika.
3. Sarana Prasarana : Memadai dan nyaman
4. Penilaian : Untuk mengetahui tercapai tidaknya guru
5
B. Pentingnya Matematika di SD
Definisi matematika tidak ada yang baku. Matematika adalah ilmu pengetahuan abstrak dari ruang dan angka (Hawber dan Suyitno, 2000:1). Matematika adalah ilmu pasti atau ilmu tentang logika mengenai bentuk susunan, besaran dan konsep-konsep yang saling berhubungan satu sama lain dengan jumlah yang banyaknya terbagi ke dalam aljabar, analisis dan geometri (James dan Ruseffendi dkk, 1997:42).
Matematika dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari. Matematika tidak hanya sebagai alat bantu untuk matematika sendiri, tetapi banyak konsep-konsepnya yang digunakan oleh ilmu lain seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, teknik ekonomi dan farmasi.
Pola pikir yang diberikan kepada siswa adalah deduktif dan konsisten atau deduktif aksiomatris, yang berfungsi untuk:
1. Meningkatkan penalaran siswa yang dapat membantu memperjelas dan menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari
2. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bilangan dan simbol-simbol (Juknis mata pelajaran matematika, 1995:3)
C. Pendekatan Pembelajaran Matematika
6
hendaknya memilih dan menggunakan metode yang banyak melibatkan siswa agar mereka aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, maupun sosial. ( Depdikbud Juklak KBM, 1999 : 80 ).
D. Metode Pembelajaran ( Permainan )
Metode dapat berarti cara ilmiah, jalan, prosedur ilmiah, dengan istilah lain metode yaitu cara yang dianggap efisien yang digunakan guru untuk menyampaikan mata pelajaran agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif.
Metode pembelajaran matematika dengan permaianan yaitu suatu pembelajaran yang dilakukan dengan mengaktifkan siswa menggunakan alat peraga atau sesuai dengan kreatifitas guru sehingga menghasilkan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.
Aspek-aspek yang berhubungan dengan metode permainan diantaranya yaitu : pengamatan, menafsir, menerapkan, dan mengkomunikasikan pembelajaran dengan permainan.
Karakteristik Metode Permainan
• Lebih banyak mengaktifkan siswa
• Banyak menggunakan media/alat peraga, baik media asli maupun media
yang lain.
• Membutuhkan kreatifitas guru
7
• Dapat memotivasi siswa dalam pembelajaran
• Dapat menciptakan pemahaman siswa dan daya ingat siswa tidak akan
mudah hilang.
E. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar.
1). Faktor internal ( pada diri siswa itu sendiri ) antara lain : a. Gangguan fisik
b. Ketidakseimbangan mental c. Kelemahan emosional
d. Kelemahan yang disebabkan oleh kebiasaan dan sikap yang salah, seperti kurang perhatian dan minat terhadap pelajaran, malas belajar dan sering bolos sekolah.
2). Faktor eksternal (timbul dari luar), yaitu antara lain: a. Sekolah
• Sifat kurikulum yang kurang fleksibel
• Terlalu berat beban belajar (siswa) dan atau mengajar (guru).
• Metode mengajar yang kurang memadai
• Kurangnya alat dan sumber untuk kegiatan belajar.
b. Keluarga (rumah), antara lain:
• Keluarga tidak utuh atau kurang harmonis
• Sikap ortu yang tidak memperhatikan pendidikan anaknya
8
F. Upaya membantu siswa dalam mengatasi masalah belajar.
Siswa yang bermasalah dalam belajar perlu bantuan dan bimbingan, upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan:
• Pengajaran perbaikan/remidial
• Kegiatan pengayaan
• Peningkatan motivasi belajar
• Peningkatan keterampilan belajar
9
BAB III
PAPARAN HASIL
A. Persiapan
1. Variabel pengamatan
Menurut yatim riyanto (2001:11), variabel penelitian dapat diuraikan sebagai suatu konsep yang bervariasi ganda/faktor yang jika diukur akan menghasilkan skor yang bervariasi.
a. Variabel bebas
Menurut Anas Sudijono (1989:168) variabel bebas dapat diartikan bermacam-macam variabel yang dapat memberikan pengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Jadi, dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah pembelajaran dengan metode permainan pada operasi perkalian dan pembagian.
b. Varaibel terkait
10
2. Penentuan Sampel
Yang dimaksud dengan sampel yaitu objek yang diambil untuk dijadikan contoh dari keseluruhan objek penelitian. Penentuan sampel ini diambil dengan pertimbangan bahwa siswa ini merupakan salah satu siswa yang mendapatkan nilai kurang dari nilai rata-rata kelas. Siswa ini mudah untuk dimintai keterangan dan mudah dalam pemberian bimbingan kepadanya.
Biografi Siswa
Nama : Sabrina Heni
Jenis kelamin : Perempuan
TTL : Semarang, 27 September 1997
Anak ke : 1 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
3. Alat Pengumpulan Data a. Teknik tes
11
individu dan menggambarkan (mendiskripsikan) tingkah laku itu melalui skala angka/sistem kategori
Macam-macam teknik tes yang peneliti lakukan:
• Tes kecerdasan : kemampuan berfikir yang bersifat abstrak
• Tes prestasi belajar : tes untuk mengukur hasil
pembelajaran/kemajuan belajar siswa. b. Teknik nontes
Teknik nontes merupakan prosedur pengumpulan data yang dirancang untuk memahami pribadi siswa, yang pada umumnya bersifat kualitatif Teknik nontes yang peneliti gunakan diantaranya, yaitu:
• Observasi : teknik/cara untuk mengamati
keadaan/suatu kegiatan.
• Catatan anekdot : Catatan otentik hasil observasi, yang
menggambarkan tingkah laku murid atau kejadian dalam situasi khusus.
• Angket (kuesioner) : Alat pengumpul data siswa/identitas siswa.
B. Pelaksanaan Pengamatan 1. Waktu
12
Hari : Selasa Tanggal : 1 Agustus 2006 Alokasi waktu : 07.00 – 09.00 2. Tempat
Pelaksanaan pengamatan dan bimbingan di kelas IV SDN Purwoyoso 03 kecamatan Ngaliyan kota Semarang tahun ajaran 2006/2007.
C. Hasil Pengamatan 1. Sebelum bimbingan
Sebelum siswa ini mendapatkan bimbingan, keadaan siswa dan prestasi belajarnya, yaitu:
• Siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.
• Kurang memperhatikan pelajaran
• Kurang tertarik dalam mengikuti proses pembelajaran terutama
matematika
• Kurang memahami pelajaran dengan baik hal ini dibuktikan nilai hasil
ulangannya hanya mendapat kurang dari rata-rata nilai kelas.
• Kurang teliti dalam mengerjakan soal
2. Setelah bimbingan
Setelah siswa mendapatkan bimbingan, perubahan yang terjadi pada siswa yaitu:
• Siswa lebih aktif dalam mengikuti prose pembelajaran terbukti dia
13
siap dan benar dalam mengerjakan soal/pertanyaan yang diberikan oleh guru.
• Siswa lebih memahami pelajaran dan lebih semangat untuk mengikuti
pelajaran
• Siswa menjadi lebih tertarik dalam belajar matematika.
• Siswa lebih teliti dalam mengerjakan matematika karena pembelajaran
matematika ini disampaikan dan dikonsep menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan
• Nilai tes siswa menjadi lebih baik daripada yang sebelumnya yaitu
mendapat nilai 8
D. Pembahasan
Layanan bimbingan sangat penting diberikan terutama bagi siswa yang kurang dalam prestasi belajarnya. Bimbingan perlu diberikan sejak dini, hal ini dimaksudkan karena kemampuan siswa dapat lebih mudah diolah dan dikembangkan apalagi pada usia anak sekolah, daya pikir dan kemampuan otaknya sangat baik.
Layanan bimbingan pada siswa ini melalui metode permainan, yaitu dengan menggunakan media yang berupa sedotan, kartu bilangan dan tabel perkalian. Langkah-langkah pemberian bimbingan pada pembelajaran operasi perkalian dan pembagian, yaitu:
1. Siswa diminta maju kedepan, sejumlah yang dibutuhkan
14
3. Jumlah seluruh sedotan yang dibawa oleh siswa-siswa tersebut. 4. Guru menerapkan contoh tersebut ke dalam angka
Contoh 1: 3 x 5 = 5 + 5 + 5 = 15
• Guru menunjuk 3 anak maju, tiap anak diberi 5 sedotan kemudian
siswa yang lain menjumlahkannya Contoh 2: 15 : 3 = 5
• Guru memperlihatkan 15 sedotan kepada seluruh siswa, kemudian
membagikannya pada 3 anak, sehingga tiap anak mendapatkan 5 sedotan
Selain hal-hal diatas guru meminta siswa mengisi tabel perkalian sedangkan siswa yang lain mengoreksi hasil pekerjaan siswa tersebut.
15
BAB IV
PENUTUP
A. Simpulan
Dari paparan dan pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa:
1. Pembelajaran dengan menggunakan metode yang sudah terprogram
dengan baik akan menghasilkan pemahaman siswa yang baik pula.
2. Pembelajaran yang menarik dan menyenangkan akan lebih diminati dan
dipahami oleh siswa.
3. Peran bimbingan bagi anak yang kurang dalam prestasi belajarnya adalah
sangat penting untuk peningkatan prestasi belajar siswa.
4. Pembelajaran yang baik yaitu pembelajaran yang dapat melibatkan siswa untuk aktif mengikuti pelajaran.
B. Saran
Dari hasil pengamatan yang tersebut diatas, saran yang dapat peneliti berikan, yaitu diantaranya:
1. Dalam pemberian bimbingan seharusnya diceritakan dulu penyebab masalah yang menimpa anak sehingga prestasi belajarnya kurang.
16
3. Sebaiknya sebelum kita melakukan pembelajaran harus mempersiapkan terlebih dahulu rencana pembelajaran yang matang dan menggunakan metode yang baik yang menarik agar pembelajaran dapat berhasil
4. Seharusnya dalam pembelajaran siswa harus lebih diaktifkan dan
17
DAFTAR PUSTAKA
Sutawidjaja, Akbar dkk. 1991. Pendidikan Matematika III. Jakarta : Depdikbud Kartadinata, Sunaryo, dkk. 2002. Bimbingan di Sekolah Dasar. Bandung : CV.
Maulana
Darhim dkk. 1977. Pendidikan Matematika. Jakarta : UT Depdikbud Djajadisastra. 1981. Metode-Metode Mengajar. Bandung : Angkasa
Hudojo, Herman. 1988. Mengajar Belajar Matematika. Jakarta : Depdikbud Ruseffendi dkk. 1997. Pendidikan Matematika. Jakarta : MT Depdikbud
Suhito. 2001. Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. Semarang : Universitas Negeri Semarang
W. Gulo. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Grasindo
Depdikbud. 1993. Kurikulum Pendidikan Dasar GBPP Matematika SD. Jakarta : Direktorat Pendidikan Dasar
Nana Sudjana. 1997. Media Pengajaran. Bandung : Remaja Rosdakarya Sumarno. 2001. Gemar Berhitung. Bandung : Grafindo