• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seni di hari Senin (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Seni di hari Senin (2)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Seni di hari Senin

Kepada raga yang terabaikan, TERIMA KASIH telah menemani hidupku dengan cerita. Adalah dirimu, dimana nafasku berteduh disetiap malam.

Kau selalu menemaniku tampak cemerlang disetiap saat…

Serupa bengkala, aku selalu memberi kotoran sesaat dirimu rentan. Aku daun, kamu rintik hujan, aku hanyalah tempatmu singgah sebelum memeluk bumi.

Tertawalah, biarkan semua luka menjadi duka dan aku kan nyaman dipersembunyianku;

“DIAM”

21 November, ini kemenangan kita. Menarilah dan tangisi itu.

Aku takkan menunggu hujan hanya untuk sebuah pelangi. kan ku lukis dan kupandangi sesuka hati.

Aku akan pergi, kan kutitipkan ragaku pada pena ini, tengoklah ia sekali - kali, akan ada pesan yang kutitipkan.

"Semoga Kamu Tak Larut Dalam Keriangan"

Seni yang bersemi dihari senin, dan kita adalah kata yang terlambat tercipta kelak....

Selamat ulang tahun ragaku Selamat ulang tahun jiwaku dan Tuhan menyaksikan itu

Referensi

Dokumen terkait

Nilai nasionalisme merupakan jiwa bangsa Indonesia yang akan terus melekat selama bangsa Indonesia masih ada. Nasionalisme bukanlah suatu pengertian yang sempit

Saat melihat ke air yang mendidih dengan rasa ingin tahu akan waktu yang dibutuhkan untuk mematangkan telur itu, Emily berkata, “Sayang sekali kita tak bisa membuka telur itu

Dan hari lain yang tak perlu kita khawatirkan lagi adalah hari Besok.. → Hari di mana kita sangat penasaran akan banyak hal yang

32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal." 33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah

Sebab aku yakin, baik maut maupun hidup, malaikat- malaikat maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang maupun yang akan datang atau kuasa-kuasa, baik yang di