• Tidak ada hasil yang ditemukan

pemecahan masalah draw A picture

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "pemecahan masalah draw A picture "

Copied!
91
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Lusy Yusmaniar
    • Ai Herawati
    • Nuryanah
    • Fadhlah Mukhlisah
  • Pengajar:
    • Dori Lukman Hakim
    • S,Pd.,M,Pd
  • Sekolah: Universitas Negeri Singaperbangsa
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Matematika
  • Topik: Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Melalui Pembelajaran Matematika Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD ( Student Teams Achivement Divison )
  • Tipe: Proposal Penelitian
  • Tahun: 2014
  • Kota: Karawang

I. Pendahuluan

Bab ini memperkenalkan latar belakang penelitian yang menekankan rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, khususnya dalam materi persamaan garis lurus di SMPIT Al-Huda. Penelitian ini didorong oleh wawancara dengan guru matematika yang mengkonfirmasi rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal non-rutin. Penulisan proposal ini bertujuan untuk mengkaji peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Bab ini juga merumuskan masalah penelitian, membatasi ruang lingkup penelitian, menetapkan tujuan penelitian, menjelaskan manfaat penelitian, mendefinisikan istilah operasional, dan merumuskan hipotesis penelitian.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan masalah utama yaitu rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa di SMPIT Al-Huda, terutama dalam materi persamaan garis lurus. Hal ini dikaitkan dengan metode pembelajaran yang kurang sesuai, mengakibatkan siswa kesulitan dan menghindari pelajaran matematika. Wawancara dengan guru menguatkan temuan ini. Penelitian ini menawarkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai solusi potensial untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini diyakini dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pembelajaran matematika.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah penelitian difokuskan pada dua pertanyaan utama: (1) Bagaimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD? (2) Bagaimana perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara penggunaan model berbasis masalah dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD? Rumusan masalah ini terarah dan spesifik, membatasi fokus penelitian pada aspek peningkatan kemampuan pemecahan masalah melalui dua pendekatan pembelajaran yang berbeda.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah ditekankan pada tingkat pendidikan SMP kelas VIII, dengan fokus pada materi aljabar, khususnya persamaan garis lurus. Pembatasan ini memastikan fokus penelitian yang terarah dan terukur, sehingga hasil penelitian lebih akurat dan relevan dengan permasalahan yang dikaji. Batasan ini juga mempersempit ruang lingkup penelitian agar tidak terlalu luas dan kompleks.

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan membandingkan peningkatan tersebut dengan model pembelajaran berbasis masalah yang telah diterapkan sebelumnya. Tujuan penelitian dirumuskan secara jelas dan terukur, sehingga memudahkan dalam proses pengumpulan dan analisis data. Tujuan yang spesifik ini memastikan penelitian fokus pada dampak penerapan model pembelajaran STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dijelaskan dari tiga perspektif: bagi siswa (peningkatan pemahaman dan kemampuan pemecahan masalah), bagi guru (alternatif model pembelajaran yang efektif), dan bagi peneliti (penambahan pengetahuan tentang model pembelajaran kooperatif tipe STAD). Manfaat penelitian ini dijabarkan secara rinci dan terstruktur, sehingga memberikan gambaran yang jelas tentang kontribusi penelitian ini terhadap berbagai pihak yang terkait.

1.6 Definisi Operasional

Definisi operasional menjelaskan secara detail tentang 'kemampuan pemecahan masalah' dan 'pembelajaran kooperatif tipe STAD'. Definisi operasional ini penting untuk memastikan konsistensi dan pemahaman yang sama dalam penelitian. Definisi ini harus operasional, sehingga mudah diukur dan diamati dalam penelitian.

1.7 Hipotesis

Hipotesis penelitian dirumuskan dalam bentuk hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (H1) untuk kedua rumusan masalah. Hipotesis ini menunjukan dugaan peneliti tentang hasil penelitian. Hipotesis yang jelas dan terukur sangat penting untuk mengarahkan proses analisis data dan penarikan kesimpulan.

II. Kajian Teori

Bab ini mengulas teori-teori yang relevan dengan penelitian, meliputi pembelajaran kooperatif tipe STAD, kemampuan pemecahan masalah matematis, dan kesulitan siswa dalam materi persamaan garis lurus. Kajian teori ini memberikan landasan teoritis bagi penelitian dan menghubungkan penelitian dengan kajian-kajian ilmiah sebelumnya. Kajian teori ini juga memberikan penjelasan yang mendalam tentang konsep-konsep kunci dalam penelitian.

2.1 Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Bagian ini menjelaskan secara detail tentang model pembelajaran kooperatif tipe STAD, termasuk langkah-langkah penerapannya, kelebihan dan kekurangannya, serta berbagai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menggunakan model ini. Penjelasan ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang model pembelajaran STAD dan relevansi model ini dengan penelitian yang sedang dikaji.

2.2 Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis

Bagian ini mendefinisikan kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan berbagai teori dan perspektif. Penjelasan ini mencakup indikator-indikator kemampuan pemecahan masalah yang akan diukur dalam penelitian. Definisi yang komprehensif ini penting untuk memberikan pemahaman yang konsisten tentang variabel dependen dalam penelitian.

2.3 Kesulitan Materi Persamaan Garis Lurus

Bagian ini mengidentifikasi jenis-jenis kesulitan yang sering dialami siswa dalam memahami dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan persamaan garis lurus. Penjelasan ini memberikan konteks bagi penelitian dan membantu menjelaskan mengapa model pembelajaran kooperatif tipe STAD dianggap sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi kesulitan tersebut. Kesulitan yang diidentifikasi menunjukkan perlunya intervensi pembelajaran yang efektif.

III. Metode Penelitian

Bab ini menjelaskan secara detail metodologi penelitian yang digunakan, meliputi desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen penelitian, prosedur penelitian, dan teknik analisis data. Metodologi penelitian yang terstruktur dan sistematis sangat penting untuk memastikan validitas dan reliabilitas penelitian.

3.1 Metode dan Desain Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen true experimental design, specifically pretest-posttest control group design. Penjelasan ini memberikan alasan pemilihan metode dan desain penelitian yang tepat untuk menjawab rumusan masalah. Penjelasan desain penelitian juga memberikan gambaran tentang bagaimana data akan dikumpulkan dan dianalisis.

3.2 Populasi dan Sampel

Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII di SMPIT Al-Huda, sementara sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Penjelasan ini memberikan informasi tentang bagaimana sampel dipilih dan alasan pemilihan teknik sampling yang digunakan. Teknik sampling yang tepat memastikan representasi populasi yang baik.

3.3 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian terdiri dari tes (esai) dan non-tes (angket). Penjelasan ini memberikan detail tentang jenis tes dan angket yang digunakan, serta bagaimana instrumen tersebut divalidasi dan direliabilitasnya diuji. Instrumen yang valid dan reliabel penting untuk memastikan akurasi data yang dikumpulkan.

3.4 Instrumen Tes

Bagian ini menjelaskan secara detail tentang instrumen tes yang digunakan, termasuk kisi-kisi soal, pedoman penskoran, dan uji validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan indeks kesukaran soal. Penjelasan yang rinci ini memastikan transparansi dan objektivitas proses pengumpulan data.

3.5 Instrumen Non-Tes

Bagian ini menjelaskan instrumen non-tes berupa angket dengan skala Guttman. Penjelasan ini mencakup uji validitas dan reliabilitas angket. Penggunaan angket memberikan informasi tambahan selain data kuantitatif dari tes.

3.6 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian menjelaskan langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian, mulai dari observasi awal hingga penyusunan laporan. Penjelasan ini memberikan gambaran umum tentang tahapan penelitian dan kronologi kegiatan yang dilakukan.

3.7 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data menjelaskan metode analisis data kuantitatif (uji normalitas, uji homogenitas, indeks gain, uji-t) dan analisis data kualitatif (analisis deskriptif). Penjelasan ini mencakup rumus dan prosedur analisis yang digunakan. Analisis data yang tepat sangat penting untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis.

3.7.1 Teknik Analisis Data Tes

Bagian ini menjelaskan secara rinci teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis data kuantitatif dari tes, termasuk uji normalitas, uji homogenitas, dan perhitungan indeks gain. Penjelasan ini mencakup rumus-rumus statistik yang digunakan dan interpretasinya.

3.7.2 Teknik Analisis Data Non-Tes

Bagian ini menjelaskan teknik analisis data kualitatif yang digunakan untuk menganalisis data dari angket, termasuk uji validitas dan reliabilitas angket. Penjelasan ini mencakup rumus-rumus statistik yang digunakan dan interpretasinya.

3.8 Jadwal Penelitian

Jadwal penelitian menunjukan rencana pelaksanaan penelitian yang sistematis. Jadwal ini menunjukan waktu pelaksanaan setiap tahapan penelitian. Jadwal yang terencana penting untuk memastikan kelancaran penelitian.

IV. Daftar Pustaka

Bab ini memuat daftar pustaka yang dirujuk dalam penulisan proposal penelitian. Daftar pustaka yang lengkap dan akurat menunjukan sumber informasi yang digunakan dalam penelitian. Keabsahan referensi sangat penting untuk menjamin kredibilitas penelitian.

Gambar

Tabel 01
Tabel 1 Skor Jawaban Siswa Soal Nomor 1
Tabel 2 Skor Jawaban Siswa Soal Nomor 2
Tabel 3 Sebaran Strategi Aljabar Siswa
+5

Referensi

Dokumen terkait

1) Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika melaui strategi problem solving tipe draw a picture.. 2) Siswa diharapkan

strategi pemecahan masalah draw a picture lebih tinggi dari rata-rata kemampuan menyelesaikan soal cerita matematika siswa yang dalam. pembelajarannya menggunakan

serta mampu mengkomunikasikan gagasan atau ide-ide matematika. 52) menyatakan pentingnya pemecahan masalah dalam mengem- bangkan pengetahuan matematika. Pendapat

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diterapkan model pembelajaran Konstruktivisme dan model

Saran-saran yang dapat diberikan terhadap pengembangan perangkat pembelajaran khususnya dalam matematika yaitu: (1) perangkat pembelajaran berbasis masalah

Berdasarkan data dalam tabel 4 di atas, dapat disimpulkan bahwa secara multivariat matrik data kemampuan pemecahan masalah Matematika (Y1) dan kemampuan

Berdasarkan data dalam tabel 4 di atas, dapat disimpulkan bahwa secara multivariat matrik data kemampuan pemecahan masalah Matematika (Y1) dan kemampuan

Pemecahan masalah merupakan aktivitas yang memberikan tantangan bagi kebanyakan siswa, dan pemecahan masalah matematika akan dapat memotivasi minat siswa dalam belajar