BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Komunikasi dan kehidupan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Komunikasi berperan penting dalam perkembangan manusia dari zaman ke zaman. Bahkan komunikasi sudah dimulai sejak lahir. Komunikasi menurut McCubbin dan Dahl (1985) mendefinisikan komunikasi sebagai suatu prose tukar-menukar perasaan, keinginan, kebutuhan dan pendapat. Dengan komunikasi manusia dapat bersosialisasi satu dengan yang lainnya baik secara verbal maupun non verbal. Komunikasi menjadi media bagi manusia dalam berinteraksi. Komunikasi juga yang membantu manusia menyampaikan aspirasi, ide dan gagasan sebagai makhluk sosial. Melalui komunikasi juga manusia bisa mempelajari dan mengatur strategi untuk mempengaruhi situasi yang akan kita masuki. Agar dapat berkomunikasi dengan baik, diperlukan ketrampilan dalam berkomunikasi baik dengan mendengarkan, menulis dan berbicara yang sudah diajarkan kepada manusia sejak dari lahir. Begitu banyak faktor yang dapat memberi kesan pada komunikasi atau seperti memberi aksen terhadap penyampaian pesan dalam komunikasi sehingga dalam proses komunikasi itu terdapat faktor-faktor yang menghambat maupun membantu memperlancar proses berkomunikasi.
1.2 Tujuan Penulisan
Dari latar belakang penulis bertujuan untuk menjelaskan definisi hambatan secara umun maupun menurut para ahli, faktor yang mempengaruhi hambatan dalam komunikasi agar pembaca dapat memahami serta dapat dijadikan bahan pembelajaran oleh mahasiswa dan menambah pengetahuan.
1.3 Metode Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Hambatan
Hambatan dapat diartikan sebagai halangan atau rintangan yang dialami (Badudu-Zain, 1994:489), Dalam konteks komunikasi dikenal pula gangguan (mekanik maupun semantik), Gangguan ini masih termasuk ke dalam hambatan komunikasi (Effendy, 1993:45), Efektivitas komunikasi salah satunya akan sangat tergantung kepada seberapa besar hambatan komunikasi yang terjadi.
Didalam setiap kegiatan komunikasi, sudah dapat dipastikan akan menghadapai berbagai hambatan. Hambatan dalam kegiatan komunikasi yang manapun tentu akan mempengaruhi efektivitas proses komunikasi tersebut. Karena pada komunikasi massa jenis hambatannya relatif lebih kompleks sejalan dengan kompleksitas komponen komunikasi massa. Dan perlu diketahui juga, bahwa komunikan harus bersifat heterogen.
2.2 Hambatan Komunikasi
Hambatan umum antar pribadi yang terjadi dalam komunikasi meliputi Hambatan Internal, dan Hambatan Eksternal dalam artian :
1. Hambatan internal, adalah hambatan yang berasal dari dalam diri individu yang terkait kondisi fisik dan psikologis.
Contohnya, jika seorang mengalami gangguan pendengaran maka ia akan mengalami hambatan komunikasi. Demikian pula seseorang yang sedang tertekan (depresi) tidak akan dapat melakukan komunikasi dengan baik.
2. Hambatan eksternal, adalah hambatan yang berasal dari luar individu yang terkait dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya.
Contohnya, suara gaduh dari lingkungan sekitar dapat menyebabkan komunikasi tidak berjalan lancar.
3. Hambatan komunikasi secara interaksi
Dalam pengenalan komunikan tentu saja terjadi interaksi. Dalam interaksi inilah biasanya terjadi hambatan – hambatan yang dapat menyebabkan suatu komunikasi tidak berhasil dengan baik. Hambatan - hambatan yang biasa terjadi disebabkan karena adanya ketidaksiapan mental, waktu, dan psykologis seseorang. Selain itu factor kurang percaya terhadap cerita atau pesan yang disampaikan oleh komunikator juga menjadi penghambat dalam interaksi berkomunikasi, dan pada akhirnya proses penyampaian pesan tidak berhasil dengan baik.
4. Hambatan komunikasi secara situasional
Dalam berkomunikasi, seorang komunikator hendaknya memperhatikan situasi. Hambatan yang terjadi yang disebabkan oleh factor situasi. Yaitu apabila komunikan sedang berada pada kondisi yang sedang tidak ingin mendengarkan sebuah informasi atau pesan. Selain itu seorang komunikator harus memperhatikan situasi yang berhubungan dengan kondisi seorang komunikan. Misalnya saja seorang komunikator hendaknya tidak menyampaikan sebuah pesan yang bersifat mengecewakan apabila situasi komunikannya sedang tidak sehat atau sakit.
2.3 Hambatan Menurut Para Ahli
2.3.1 Hambatan-Hambatan Komunikasi Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james, A.F dan Charles Wankel
Kita sering melihat dua orang sahabat bertengkar hebat hanya karena masalah sepele. Banyak suami istri yang bercerai, padahal mereka saling mencintai, hanya karena ego dan tidak mau saling memahami. Organisasi bisa hancur dan pecah karena anggotanya tidak kompak. Dua pihak berseteru karena merasa yang paling benar. Semuanya itu berpangkal dari masalah komunikasi.
Seperti yang sudah dicontohkan, komunikasi tidak selalu berjalan lancar. Ada faktor-faktor yang membuat komunikasi dua pihak menjadi bermasalah. Faktor-faktor tersebut dinamakan hambatan-hambatan komunikasi. Hambatan-hambatan komunikasilah yang menyebabkan dua pihak berseteru. Hambatan-hambatan komunikasi juga menyebabkan perang dunia . Berikut ini merupakan hambatan-hambatan komunikasi Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james, A.F dan Charles Wankel .
1. Perbedaan Persepsi
Setiap orang memiliki kemampuan yang tidak sama dalam hal mengartikan sebuah pesan atau ungkapan. Ada orang yang mengartikan bentakan seseorang sebagai sebuah ketegasan. Namun, ada juga orang yang mengartikan bentakan tersebut sebagai sebuah kekejaman dan tindak kekerasan. Perbedaan persepsi inilah yang menjadi alasan mengapa dua pihak terlibat konflik. Kadang, perkataan yang sama bisa diartikan beda bila disampaikan pada orang yang berbeda. Setiap orang bisa mengartikan sebuah garis lurus sebagai tiang bendera , namun orang yang lainnya bisa mengartikan sebuah garis lurus tersebut sebagai tanda seru. Padahal, sama-sama garis lurus. 2. Budaya
Perbedaan budaya juga menjadi salah satu penghambat dalam komunikasi, terlebih bila masing-masing pihak tidak mengerti bahasa yang dipergunakan. Meskipun demikian, hal ini bukanlah masalah besar, tidak sebesar alasan nomor satu karena bisa diakali dengan cara menggunakan bahasa simbol atau saling mempelajari kebudayaan masing-masing.
3. Karakter Dasar
4. Kondisi
Kondisi saat berkomunikasi dengan kawan bicara juga menjadi sebab kesalahpahaman terjadi. Bisa saja saat komunikasi antara dua pihak sedang terjadi, pihak pertama sedang dalam kondisi yang tidak enak. Akibatnya, kondisi yang tidak enak tersebut mempengaruhi cara menangkap pesan dari kawan bicara sehingga terjadilah kesalahpahaman. Bila sudah tahu hambatan-hambatan yang ada pada komunikasi, kita akan tahu cara mengatasinya.
2.3.2 Hambatan-Hambatan Komunikasi Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton
Di dalam komunikasi selalu ada hambatan yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses komunikasi. Sehingga informasi dan gagasan yang disampaikan tidak dapat diterima dan dimengerti dengan jelas oleh penerima pesan atau receiver.
Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton, ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu adalah (1992,p.10-11) :
1. Status effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya. 2. Semantic Problems
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh: pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.
3. Perceptual distorsion
terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.
4. Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh: kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.
5. Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.
6. Poor choice of communication channels
Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.
7. No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.
2.4 Faktor-faktor Hambatan
1. Perbedaan latar Belakang:
Setiap orang ingin diperlakukan sebagai pribadi, dan memang setiap orang berbeda, berkaitan dengan perbedaan itu merupakan tanggung jawab komunikator untuk mengenal perbedaan tersebut dan menyesuaikan isi pesan yang hendak disampaikan dengan kondisi penerima pesan secara tepat, dan memilih media serta saluran komunikasi yang sesuai agar respon yang diharapkan dapat dicapai. Makin besar persamaan orang-orang yang terlibat dalam pembicaraan makin besar kemungkinan tercapainya komunikasi yang efektif. Perbedaan yang mungkin dapat menimbulkan kesalahan dalam berkomunikasi antara lain:
a) Perbedaan persepsi
b) Perbedaan pengalaman dan latar belakang
c) Sikap praduga/stereotip
2. Factor bahasa:
Bahasa yang digunakan seseorang verbal maupun nonverbal
(bahasa tubuh) ikut berpengaruh dalam proses komunikasi antara lain:
a) Perbedaan arti kata
b) Penggunaan istilah atau bahasa tertentu
c) Komunikasi nonverbal
3. Sikap pada waktu berkomunikasi:
a) Mendengar hanya apa yang ingin kita dengar
b) Mengadakan penilaian terhadap pembaca
c) Sibuk mempersiapkan jawaban
d) Bukan pendengar yang baik
e) Pengaruh factor emosi
f) Kurang percaya diri
g) Gaya/cara bicara dan nada suara
4. Faktor lingkungan:
Lingkungan dan kondisi tempat kita berkomunikasi juga ikut menentukan proses maupun hasil komunikasi tersebut, hal-hal yang berpengaruh antara lain:
a) Factor tempat
b) Factor situasi/ waktu
Menurut Wahyu Ilaihi, MA dalam bukunya Komunikasi Dakwah. Faktor penghambat komunikasi, yaitu :
1. Hambatan sosio-antro-psikologis
Konteks komunikasi berlangsung dalam konteks situasional. Komunikator harus memperhatikan situasi ketika komunikasi berlangsung, sebab situasi mata berpengaruh terhadap kelancaran komunikasi terutama
a. Hambatan sosiologis
Dalam kehidupan masyarakat terjadi dua jenis pergaulan yaitu gemeinschaft dan gesellschaft. Perbedaan jenis pergaulan tersebutlah yang menjadikan perbedaan karakter sehingga kadang-kadang menimbulkan perlakuan yang berbeda dalam berkomunikasi.
b. Hambatan antropologis
Hambatan ini terjadi karena perbedaan pada diri manusia seperti dalam postur, warna kulit, dan kebudayaan.
c. Hambatan psikologis
Umumnya disebabkan komunikator dalam melancarkan komunikasi tidak mengkaji dulu diri dari komunikan.
2. Hambatan semantic
Hambatan ini menyangkut bahasa yang digunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaannya pada komunikan.
3. Hambatan mekanik
Hambatan mekanis dijumpai pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi.
Jalaluddin Rakhmad (2001:129-138) mengemukakan beberapa faktor penghambat komunikasi interpersonal, antara lain:
Tidak menerima artinya tidak menyetujui semua perilaku orang lain,
menilai pribadi orang lain berdasarkan perilakunya yang tidak disenangi
Tidak empati artinya tidak merasakan apa yang dirasakan orang lain
Tidak jujur artinya sering menyembunyikan pikiran dan pendapat
2. Sikap tidak suportif
Evaluasi artinya penilaian terhadap orang lain seperti mengecam
Kontrol artinya berusaha membantu orang lain, mengendalikan
perilakunya, mengubah sikap, pendapat dan tindakannya
Strategi artinya penggunaan tipuan-tipuan atau manipulasi untuk
mempengaruhi orang lain
Netralitas artinya memperlakukan orang lain tidak sebagai personal
meainkan sebagai objek
Superioritas artinya sikap lebih tinggi lebih baik dari pada orang lain
karena status, kekuasaan, kemampuan intelektual, kekayaan, kecantikan atau ketampanan.
Kepastian artinya ingin menang sendiri dan melihat pendapatnya
sebagai kebenaran mutlak yang tidak dapat diganggu gugat
2.5 Strategis Mengatasi Hambatan
1. Mengatasi Hambatan-hambatan Internal
bahkan pikiran-pikiran negatif yang membuat kita tidak berani melangkah. Karena itu, agar langkah kita semakin mantap dalam mencapai cita-cita ataupun tujuan kita, terlebih dahulu atasi hambatan-hambatan internal seperti berikut ini:
1. Rasa takut
Rasa takut bisa bermacam-macam. Takut ditolak, takut gagal, atau rasa takut yang tidak jelas, hanya sekedar takut. Jika Anda percaya bahwa Anda harus melakukan sesuatu secara sempurna atau tidak melakukan sama sekali, Anda akan memberikan tekanan yang besar pada diri Anda. Dengan kata lain, ketika Anda tidak merasa yakin Anda mampu mendapatkan yang terbaik dalam hal yang Anda lakukan, lebih baik Anda tidak melakukannya. Pemikiran seperti ini yang akan membuat Anda tidak bisa mencapai kesuksesan, karena Anda tidak memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk sukses.
Untuk mengatasi rasa takut, mulailah dengan mengakui, ada rasa takut dalam diri Anda. Selama rasa takut itu ada di dalam alam bawah sadar Anda, rasa takut itu mempunyai kekuatan untuk melumpuhkan Anda. Kenali sumber-sumber keresahan Anda secara sadar, dengan begitu kekuatannya akan berkurang. Cobalah untuk berbicara dari hati ke hati dengan seorang teman, keluarga, ataupun terapis yang mengetahui bagaimana cara mengatasi hambatan emosionalnya sendiri.
2. Pikiran negative
ingatkan diri Anda bahwa untuk berubah diperlukan keberanian dan kegigihan. Dan bahwa Anda berani sekalipun hanya mencoba.
3. Rasa kewalahan
Atasi setiap tugas besar selangkah demi selangkah. Jangan biarkan kesulitan atau kebesaran itu mengintimidasi Anda. Dengan membagi tugas besar tersebut menjadi bagian-bagian kecil yang bisa diselesaikan, akan mendatangkan beberapa kesuksesan. Dan Anda akan tergerak untuk bergerak maju.
4. Kebiasaan menunda
Menunda pekerjaan atau tugas adalah hambatan sukses terbesar dalam bidang apa saja. Dan Anda mungkin harus membayar mahal untuk akibat yang ditimbulkannya. Rasa takut mengerjakan suatu tugas menghabiskan lebih banyak waktu dan energi dibandingkan yang digunakan untuk menyelesaikan tugas itu.
Cobalah atur waktu Anda, dan cobalah untuk mengerjakannya secara nonstop untuk menyelesaikannya. Di akhir jam yang ditentukan Anda sudah melakukan kemajuan. Gunakan energi Anda untuk membakar hasrat dan keinginan untuk terus bergerak maju untuk memenuhi impian.
5. Kurang fokus
Kita mudah tergelincir jika tujuan yang akan dicapai adalah beberapa bulan atau tahun yang akan datang. Oleh karena itu, ingatkan diri Anda akan tujuan Anda setiap hari. Dan lakukan setiap hari, bila tidak memungkinkan lakukan setiap minggu. Dengan cara ini, Anda akan tetap termotivasi dan membantu Anda mengatasi masalah atau kesulitan yang Anda hadapi sepanjang jalan yang Anda lalui. Saat Anda mencoba untuk mempelajari sesuatu hal baru, coba duduk dan bayangkan bagaimana kehidupan Anda pada tahun-tahun mendatang.
Anda. Lalu persiapkan diri untuk mencapai tujuan baru yang lebih tepat atau cocok untuk Anda.
Adapun cara lain dalam mengatasi hambatan dalam komunikasi, antaralain: 1. Gunakan umpan balik (feedback), Setiap orang yang berbicara memperhatikan umpan balik yang diberikan lawan bicaranya baik bahasa verbal maupun non verbal, kemudian memberikan penafsiran terhadap umpan balik itu secara benar.
2. Pahami perbedaan individu atau kompleksitas individu dengan baik. Setiap individu merupakan pribadi yang khas yang berbeda baik dari latar belakang psikologis, sosial, ekonomi, budaya dan pendidikan. Dengan memahami, seseorang dapat menggunakan taktik yang tepat dalam berkomunikasi.
3. Gunakan komunikasi langsung (face to face), Komunikasi langsung dapat mengatasi hambatan komunikasi karena sifatnya lebih persuasif. Komunikator dapat memadukan bahasa verbal dan bahasa non verbal. Disamping kata-kata yang selektif dapat pula digunakan kontak mata, mimik wajah, bahasa tubuh lainnya dan juga meta-language (isyarat diluar bahasa) yang membuat komunikasi lebih berdaya guna.
4. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah. Kosa kata yang digunakan hendaknya dapat dimengerti dan dipahami jangan menggunakan istilah-istilah yang sukar dimengerti pendengar. Gunakan pola kalimat sederhana (kanonik) karena kalimat yang mengandung banyak anak kalimat membuat pesan sulit dimengerti.
3.1 Kesimpulan
1. Komunikasi dapat dirumuskan sebagai proses penyampaian pesan dari satu sumberberita kepada penerima melalui saluran tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan tanggapan dari penerima.
2. Dalam suatu proses komunkasi dibutuhkan beberapa elemen diantaranya: sender, encoding, message, channel message, decoding, receiver, dan feedback. Dimana dalam suatu proses komunikasi pasti seringkali akan timbul hambatan-hambatan yang tidak diinginkan. Seperti persepsi yang berbeda, salah dalam mendengarkan, dalam penyampaian tidak menggunakan kata-kata yang sesuai, dan sebagainya.
4. Komunikasi sangat beragam jika ditinjau dari jenisnya, diantaranya dari lingkup organisasi, arah, tingkatan organisasi, sifat, media, dan cara penyampaian.
5. Ada beberapa cara untuk mengatasi hambatan dalam komunikasi, baik dari segi individu. Dalam berkomunikasi sebaiknya jangan menggunakan kata-kata asing yang tidak dimengeti apabila terpaksa menggunakan kata-kata asing, pengirim harus yakin bahwa pengertian kata tersebut juga dimengeti oleh penerima. Baik sebagai manajer tingkat atas, menengah, dan bawah maupun yang tidak mempunyai kedudukan, apabila mengadakan komunikasi satu dengan yang lain hendaknya tanpa mengingat kedudukan masing-masing. Konsentrasi hanya pada informasi yang disampaikan oleh masing-masing pihak, serta struktur harus sesuai dengan kebutuhan komunikasi.
Daftar Pustaka
Amanda Menda, komunikasi diakses pada
https://www.academia.edu/8450295/KOMUNIKASI diambil pada tanggal 5 Mei 2015 pukul 15:45 pm
Daniel Dwi Prasetyo, faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi diakses pada