TEMBAGA dan PADUANNYA
Disusun Oleh:
Dawam Putra Ardana
2114030060
Addina Wahyu Safitri
2115030082
Dendy Dwi Rohma 2115030089
Erydany Syafy Z.
2115030100
Kevin Distrian Dani 2115030114
Tembaga merupakan logam setelah baja yang
banyak digunakan sejak dahulu kala karena
memiliki kemampuan dimesin / dikerjakan yang
baik, daya tahan korosi, konduktor listrik dan
panas yang tinggi.
Tembaga banyak digunakan sebagai material
penghantar listrik / kawat listrik. Tembaga memilik
daya tahan korosi yang baik di dalam air, dalam
tanah maupun dalam air laut, hal ini disebabkan
adanya
lapisan
oksida
yang
melapisi
permukaannya.
KARAKTERISTIK TEMBAGA
SIFAT-SIFAT
TEMBAGA MURNI
Struktur kristal
FCC
Densitas pada 20°C (sat. 103kg/m3)
8.93
Titik cair (°C)
1083
Koefisien
mulur
panas
kawat
20°~100°C (10-6/K)
17.1
Konduktifitas panas 20°~400°C (W/
(m.K)
393
Tahanan listrik 20°C (10-8 KΩm)
1.673
Modulus elastisitas (GPa)
128
Tembaga murni (Unalloyed copper)
Brass/kuningan (Tembaga paduan seng)
Bronze/perunggu (T embaga paduan
timah)
Paduan Tembaga Berilium
Tembaga murni (Unalloyed
copper)
Tembaga murni atau
tembaga tak berpaduan
merupakan suatu
material teknik yang
Brass mengandung tembaga yang dipadu dengan seng antara 5 ~
40%.
Penambagan timbal (Pb) antara 0.5 ~ 3% dapat memperbaiki
kemampuan dimesin.
Kekuatan tarik tembaga yang telah dianil antara 234 ~374 MPa
dan dapat ditingkatkan kekuatannya dengan cara pengerjaan
dingin semacam pengerolan dingin.
Macam-macam brass:
1.
Paduan Cu - (5~20%) Zn, untuk material arsitektur, aksesoris
baju, peralatan rumah tangga
2.
Paduan Cu - (25~35%) Zn, disebut juga kuningan 7/3 dengan
sifat mudah dimesin dengan kekuatan yang memadai sehingga
tepat digunakan untuk komponen-komponen yang rumit.
3. Paduan Cu – (35~45%) Zn, disebut juga kuningan 6/4. Berharga
lebih murah dan banyak dikerjakan panas, dengan kekuatan yang
tinggi. Banyak digunakan untuk pengerjaan plat dan untuk
peralatan mesin.
4. Paduan Cu–Zn–Sn (Naval Brass, kuningan perkapalan) yang
mana kuningan 6/4 ditambahkan timah 0.5 ~ 1.5%. Namun bila
kuningan 7/3 ditambah timah sekitar 1% disebut Admiral Brass,
kuningan laksamana. Memiliki ketahanan korosi air laut yang
tinggi. Banyak digunakan untuk kondenser air, komponen kapal
laut.
5. Kuningan kekuatan tinggi (Cu-Zn-Mn), merupakan kuningan 6/4
yang dipadu dengan mangan 0.3 ~ 3% dan Al, Fe, Ni dan Sn di
bawah 1% untuk meningkatkan kekuatan dan memperbaiki daya
tahan korosi. Mn dan Fe melembutkan butiran logam sehingga
kekuatan meningkat. Al dan Sn meningkatkan daya tahan korosi
dan daya tahan aus. Nikel juga menaikkan kekuatan dan daya
tahan aus.
Bronze/perunggu (Tembaga paduan timah)
Bronze / perunggu
merupakan paduan
tembaga yang kuat, keras
dan memilik daya tahan
korosi yang tinggi.
Paduan Tembaga Berilium
Banyak
digunakan
untuk
peralatan yang membutuhkan
kekerasan yang tinggi dan
tidak menimbulkan bunga api
untuk industri kimia.
Memiliki daya tahan korosi,
sifat tahan lelah dan kekuatan
yang sangat baik sehingga
digunakan untuk pegas, roda
gigi, diafragma, katup.
PROSES
PEMBUATAN
TEMBAGA
PENGAPUNGAN
PEMANGGANGAN
REDUKSI
Proses pengapungan atau flotasi di awali dengan
pengecilan ukuran bijih kemudian digiling sampai
terbentuk butiran halus. Bijih yang telah dihaluskan
dimasukkan ke dalam campuran air dan suatu minyak
tertentu. Kemudian udara ditiupkan ke dalam
campuran
untuk
menghasilkan
gelembung-gelembung udara. Bagian bijih yang mengandung
logam yang tidak berikatan dengan air akan berikatan
dengan minyak dan menempel pada
gelembung-gelembung udara yang kemudian mengapung ke
permukaan.
Selanjutnya
gelembung-gelembung
udara yang membawa partikel-partikel logam dan
mengapung ini dipisahkan kemudian dipekatkan.
Bijih pekat hasil pengapungan selanjutnya
dipanggang dalam udara terbatas pada suhu
dibawah titik lelehnya guna menghilangkan air yang
mungkin masih ada pada saat pemekatan dan
belerang yang hilang sebagai belerang dioksida.
2Cu
2FeS
(s)+ 4O
2=> 2Cu
2S
(s)+ 2FeO
(s)+ 3SO
2(s)Campuran yang diperoleh dari proses
pemanggangan ini disebut
calcine
, yang
mengandung Cu
2S, FeO dan mungkin masih
mengandung sedikit FeS. Setelah itu calcine disilika
guna mengubah besi(II) oksida menjadi suatu sanga
atau slag besi(II) silikat yang kemudian dapat
dipisahkan. Reaksinya sebagai berikut :
FeO
(s)+ SiO
2=> FeSiO
3Tembaga(I) sulfida yang diperoleh pada tahap ini
disebut
matte
dan kemungkinan masih
mengandung sedikit besi(II) sulfide.
Cu
2S atau matte yang yang diperoleh kemudian
direduksi dengan cara dipanaskan dengan udara
terkontrol, sesuai reaksi :
2Cu
2S
(s)
+ 3O
2(g)
→ 2Cu
2O
(s)
+ 2SO
2(g)
Cu
2S
(s)
+ 2Cu
2O(
s
) → 6Cu
(s)
+ SO
2(g)
Tembaga yang diperoleh pada tahap ini disebut
blister atau tembaga lepuhan
sebab
mengandung rongga-rongga yang berisi udara.
Blister
atau
tembaga
lepuhan
masi
mengandung misalnya Ag, Au, dan Pt kemudian
dimurnikan dengan cara elektrolisis. Selama
proses elektrolisis berlangsung tembaga di anoda
teroksidasi menjadi Cu
2+kemudian direduksi di
katoda menjadi logam Cu.
Katoda : Cu
2+(
aq
) + 2
e
→ Cu(
s
)
Anoda : Cu(
s
) → Cu
2+(
aq
) + 2
e
Pada proses ini anoda semakin berkurang dan
katoda (tembaga murni) makin bertambah
banyak, sedangkan pengotor-pengotor yang
berupa Ag, Au, dan Pt mengendap sebagai
lumpur.
Klasifikasi Tembaga Paduan (Copper
Development Association System)
Tembaga Paduan
C1XXXX Tembaga dengan kandungan lebih dari 99.3% C2XXXX Tembaga paduan seng (brass, kuningan)
C3XXXX Tembaga paduan seng dan timbal (leaded brass, kuningan bertembaga) C4XXXX Tembaga paduan seng dan timah (tin brass, kuningan bertimah)
C5XXXX Tembaga paduan timah
C6XXXX Tembaga paduan aluminium (aluminum bronze), tembaga paduan silikon (siliconbronze) dan bermacam-macam tembaga paduan seng
C7XXXX Tembaga paduan nikel dan tembaga paduan nikel dan seng Tembaga Paduan Tuang (cor)
C8XXXX Tembaga tuang, tembaga murni cor, berbagai tipe kuningan cor, tembaga paduan mangan cor, dan tembaga paduan seng silikon cor.