SISTEM KENDALI JARAK JAUH UNTUK KONTROL BUKA DAN
TUTUP PINTU DENGAN MIKROKONTROLLER AT89S51
I .Pendahuluan
1.1. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi saat ini banyak memberikan kemudahan kepada pengguna untuk melakukan berbagai aktivitas mulai dari hal-hal yang mudah sampai yang rumit sekalipun. Hal ini terlihat pada kecenderungan pemakaian„remote control‟ atau pun tombol input sebagai salah satu pemancar sinyal yang terdapat pada beberapa alat elektronik misalnya remote tv, remote alarm mobil, remote AC (Air Conditioner), dan alat elektronik lainnya. Hal ini jelas menunjukkan bahwa saat ini terdapat kecenderungan untuk melakukan berbagai aktivitas menggunakan pengontrolan jarak jauh dan akan semakin popular pada berbagai aplikasi alat elektronik yang digunakan oleh para konsumen. Pada alat ini digunakan pengontrolan jarak jauh dengan remote control dengan inframerah sebagai pemancar, seperti yang terdapat pada pintu jarak jauh. Inframerah cukup efektif digunakan jika alat yang dikontrol terdapat pada lokasi yang sama dan tidak terlalu jauh. Penggunaan infra merah sebagai pemancar tidak dapat digunakan lagi jika peralatan yang ingin dikendalikan terhalangi oleh benda yang memiliki ketebalan misalnya dinding beton, yang
membatasi kerja dari infra merah tersebut. Dan pemancar inframerah akan diterima oleh penangkap cahaya yang bernama lampu led, lampu led inilah yang akan bekerja sesuai perintah yang ada pada setiap tombol-tombol perintah yang ada pada
remote control sebagai pengendalinya. Alasan mengapa orang menggunakan remote
control sebagai pengendali jarak jauh agar pengguna tidak perlu mengalami kesulitan ketika akan membuka/menutup pintu, dan menghidupkan alat elektronik lainnya. Mikrokontroller adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukkan dan keluaran, serta kendali dengan program, pemrograman yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus.
Selanjutnya, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam bidang rangkaian logic, maka remote control yang berupa ‟bel rumah‟ yang ada di rumah dapat digunakan untuk mengendalikan pintu terbuka dan tertutupnya pintu. Dalam hal keamanan adakalanya setiap orang membutuhkan sebuah ruangan pribadi di mana dalam ruangan tersebut disimpan peralatan-peralatan, bendabenda atau apa pun yang tidak ingin diketahui oleh orang lain.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang terdapat dalam latar belakang di atas, maka dalam skripsi ini penulis akan membuat sistem pengontrolan jarak jauh dengan infra merah sebagai pemancar.
1. Bagaimana konsep sistem kendali buka dan tutup pintu rumah dengan menggunakan Mikrokontroller AT89S51 sebagai pemroses data ?
2. Bagaimana membangun alat kendali jarak jauh untuk control buka dan tutup pintu dengan menggunakan Mikrokontroller AT89S51 sebagai pemrogram?
3. Bagaimana menerapkan Mikrokontroller AT89S51 sebagai pemroses data program masukan/keluaran untuk dapat mengendalikan pintu rumah dengan remote control ?
II. TEORI DASAR
2.1Pengendalian sistem
Gambar Blok Rangkaian Pengendalian System Mikrokontroler AT89S51
2.2 Sensor Inframerah
lingkungan. Sinar inframerah adalah gelombang elekromagnetik yang mempunyai frekuensi rendah. Pada sistem robot, sensor inframerah digunakan untuk mendeteksi jalur dan
mengukur jarak antara robot dan penghalang terdekat. Perangkat yang diperlukan untuk mengukur jarak antara robot dan dinding adalah LED dan penerima inframerah. Sinyal inframerah dipancarkan kemudian dideteksi oleh bagian penerima (Maman Abdurohman, 2010: 209).
2.3 LED (Light Emitteng Diode)
LED adalah komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya. LED merupakan
produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan
dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-n juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang dipakai adalah galium, arsenik, dan fosfor. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula. Pada saat ini warna-warna cahaya LED yang banyak adalah warna merah, kuning, dan hijau. LED berwarna biru sangat langka. Pada dasarnya semuanya warna bisa dihasilkan, namun akan menjadi sangat mahal dan tidak efisien. Dalam memilih LED selain warna, perlu diperhatikan tegangan kerja, arus maksimum dan disipasi dayanya. Rumah (chasing) LED dan bentuknya juga bermacam-macam, ada yang persegi empat, bulat, dan lonjong.
2.4 Mikrokontroler AT89C51
Mikrokontroler tipe AT89S51 merupakan mikrokontroler keluarga MCS-51 dengan 4K bytes memory flash, 128 byte RAM, 32 I/O, 2 buah timer dan 6 sumberinterupsi.
2.5. Bahasa Assembly
Assembler adalah program yang mengonversi kode program sumber kedalam bahasa mesin. Tulisan ini akan mengacu pada assembler yang membuat intruksi mesin untuk mikrokomputer IBM yang sesuai.Semua
komputer tersebuat mengunakan mikroprosesor keluaran inter, mulaidari intel 8088 sampai 80486. Program akan berjalan dibawah sistem operasi PC-DOS/MS_DOS vesi 3.0 atau lebih tinggi. Terdapat dua assembler yang dikenal baik untuk IBK-PC, yaitu MASM
menerjemahkan program yang tertulis dalam bahasa assembler ke dalam bahasa mesin, yang dapat dieksekusi oleh komputer. Tiap tipe komputer meiliki bahasa Assembler yang bereda, karena rancangan komputer memengaruhi instruksi yang dapat dieksekusi. Bahasa assembler disebut bahasa level-bawah karna dalam struktur dan fungsi dekat dengan bahasa mesin. Sebalikanya, bahsa tingkat tinggi seperti Pascal, Basic, Fortran dan Cobol mempunyai perinta-perinta yang andal yanag diterjemakan kedalam berbagai intruksi mesin oleh kompiler.
instruksi, antara lain yaitu : 1. Instruksi MOV
Perintah ini merupakan perintah untuk mengisikan nilai ke alamat atau register tertentu. Pengisian nilai dapat secara langsung atau tidak langsung. Contoh pengisian nilai secara langsung:
MOV R0,#20h .
Perintah di atas berarti : isikan nilai 20 Heksadesimal ke register 0 (R0). Tanda # sebelum bilangan menunjukkan bahwa bilangan tersebut adalah nilai.
Contoh pengisian nilai secara tidak langsung MOV 20h,#80h
... MOV R0,20h
Perintah di atas berarti : isikan nilai yang terdapat pada alamat 20 Heksadesimal ke register 0 (R0). Tanpa tanda # sebelum bilangan menunjukkan bahwa bilangan tersebut adalah alamat.
2. Instruksi DJNZ
Decreament Jump If Not Zero (DJNZ) ini merupakan perintah untuk mengurangi nilai register tertentu dengan 1 dan lompat jika hasil pengurangannya belum nol.
Contoh , MOV R0,#80h Loop: ... ...
DJNZ R0,Loop ...
R0 -1, jika belum 0 lompat ke loop, jika R0 = 0 maka program akan meneruskan ke perintah pada baris berikutnya.
3.1 AnalisaMasalah
Remote control merupakan salah satu kebutuhan user dalam Pengendalian jarak jauh dimaksudkan untuk lebih mengefisienkan waktu dan tenaga
manusia. Dengan demikian, pekerjaan manusia akan menjadi lebih mudah. Ada kalanya pengendalian jarak jauh dilakukan dengan menggunakan remote control, dengan program yang ditanamkan didalam mikro menggunakan bahasa assembly yang sudah di
Compile dari laptop ke downloader, dan dilanjutkan ke target yang nantinya program yang sudah di compile tadi akan menggerakan motor penggerak untuk buka dan tutup pintu sesuai dengan perintah dari remote User menggunakan remote control sebagai alat pengendali jarak jauh dengan menekan salah satu tombol perintah yang ada pada remote control, kemudian perintah dari remote control akan dikirim melalui gelombang inframerah, selanjutnya data yang dikirim akan diterima oleh led penerima gelombang inframerah, lalu data yang diterima led penerima data akan diproses oleh mikrokontroller, data yang sudah diproses di mikrokontroller menghasilkan perintah untuk mengaktifkan motor driver untuk menutup dan membuka pintu sesuai perintah dari user pengguna remote control.
IV. IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN 1. Algoritma
Algoritma dapat di sajikan dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk tulisan/bahasa dan dalam bentuk gambar. Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan haruslah menggunakan bahasa yang dapat dimengerti manusia dalam menyajikan langkahlangkah algoritma. Penyajian algoritma dalam bentuk tulisan juga dapat di lakukan menggunakan pseudocode.
Pseudocode berasal dari katapseudo yang berarti "mirip atau menyerupai" dan code yang berarti "kode program". Contoh bahasa pemrograman yang di gunakan untuk menyatakan pseudocode adalah BASIC, Pascal, C, dan lain-lain. Sedangkan, penyajian algoritma dalam bentuk gambar sering disebut flow chart.
a. Algoritma Sinar Inframerah
Input : Jumlah Objek
Output : Gelombang Inframerah Proses : {
<= 2 Then
“Gelombang Inframerah <=38 KHz”
If Led Penerima and jumlah objek =2 Then
“Gelombang Inframerah = 38 KHz” b. Algoritma Mikrokontroller
Input : Gelombang Inframerah Output : Pintu Terbuka dan Tertutup
Proses : {
If Led>= 38 KHz” Then “Pintu Terbuka”
If Led<=38 KHz”Then
“Pintu Tertutup” FlowChart Untuk Buka Dan Tutup pintu If Led =38 KHz”Then
“ Pintu Terbuka dan Tertutup”
c. Flowchart Untuk Buka dan Tutup Pintu
v. Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan
Dari hasil perancangan alat hingga pengujian dan pembahasan sistem maka penulis dapat menarik kesimpulan, antara lain:
1. Mikrokontroler AT89S51 digunakan sebagai
alat untuk memproses data dari sistem yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal dari pemancar ke penerima inframerah.
2. Pemancar inframerah yang digunakan adalah
LED Inframerah yang mengirimkan data berupa sinyal gelombang inframerah. 3. Pemakaian remote control atau pun tombol input
sebagai salah satu pemancar inframerah dalam skripsi ini terdapat pada beberapa alat, misalnya remote TV, remote alarm mobil, remote AC (Air Conditioner) dan juga pada pintu jarak jauh.
5.2 Saran
Setelah melakukan penulisan ini diperoleh beberapa hal yang dapat dijadikan saran untuk dapat dilakukan perancangan lebih lanjut, yaitu:
program, bagaimana kalau menggunakan mikrokontroller jenis lain misalnya ATMega 8535.
2. Jarak jangkauan sinar inframerah masih
terbatas, untuk perancangan alat berikutnya hendaknya jaraknya tidak dibatasi, sehingga dapat digunakan di berbagai tempat.
3. Remote Control Mikrokontroller AT89S51,