• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASPEK HUKUM ASUHAN BERFOKUS PADA PASIEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ASPEK HUKUM ASUHAN BERFOKUS PADA PASIEN"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

ASPEK HUKUM

ASUHAN BERFOKUS PADA PASIEN

K

E

L O

M

P

O

K

I

:

-S

R

I

S

U

G

I A

R

T

I

R

.

-D

I A

N

-A

L B

E

R

T

-A

U

L I

A

-H

A

P

P Y

(2)

STANDAR AKREDITASI RUMAH SAKIT

Kelompok Standar Pelayanan Berfokus Pada

Pasien

BAB 1.APK ( Akses Kepelayanan & Kontinuitas

Pelayanan )

BAB 2.HPK ( Hak Pasien dan Keluarga )

BAB 3. AP ( Assesmen Pasien )

BAB 4. PP ( Pelayanan Pasien )

BAB 5. PAB ( Pelayanan Anestesi dan Bedah )

BAB 6. MPO ( Manajemen dan Penggunaan

Obat )

(3)

UU NO.44 TTG. RUMAH SAKIT

Pasal 40 :

Dalam upaya peningkatan mutu

(4)

BAB 1.

APK ( AKSES KEPELAYANAN & KONTINUITAS PELAYANAN )

KEBIJAKAN

PANDUAN

UU/ PMK

Skrining dilaksanakan melalui kriteria triase, evaluasi visual atau pengamatan, pemeriksaan fsik atau hasil dari

pemeriksaan fsik, psikologik, laboratorium klinik atau diagnostik imajing.

Panduan Skrining Pasien PERMENKES N01438/MENKES /PER/IX/201O TTG.STANDAR PEIAYANAN KEDOKTERAN , pasal 10 ayat 4 ttg. Panduan Praktik Klinis Kedokteran

Kebutuhan darurat, mendesak, atau segera diidentifkasi dengan proses triase berbasis bukti untuk memprioritaskan pasien dengan kebutuhan emergensi.

Panduan Triase UU NO.44 TAHUN 2009 PASAL 10

Rumah sakit memiliki proses penerimaan pasien rawat inap dan pendaftaran pasien rawat jalan.

Panduan

Pendaftaran Pasien Rawat Jalan & Rawat Inap

Rumah sakit memberikan informasi apabila akan terjadi penundaan pelayanan atau pengobatan

Panduan Penundaan Pelayanan Pasien

Rumah sakit berupaya mengurangi hambatan fsik, bahasa, budaya, dan hambatan lainnya dalam pengaksesan dan pemberian layanan.

Panduan Pelayanan Pasien Difabel

UU NO 44 tahun 2009 Pasal 2 ayat 2

Penerimaan atau pemindahan atau dari unit yang

menyediakan layanan intensif atau layanan khusus ditentukan kriteria tertentu.

Pedoman Pelayanan Unit Intensif

Rumah sakit merancang dan melaksanakan proses agar dapat memberikan layanan perawatan pasien yang

berkesinambungan di rumah sakit dan mengoordinasikan kerja antarpraktisi perawatan kesehatan.

Panduan

Pelaksanaan Praktik Kedokteran

UU Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran

DPJP menentukan kesiapan pasien untuk dipulangkan setelah pasien masuk rawat inap.

Panduan Rencana Pemulangan Pasien

UU NO 44 TAHUN 2009 PASAL 32

Resume medis pasien pulang pasien disiapkan oleh DPJP Pedoman Pelayanan Unit Rekam Medis

UU 44, pasal 29 ayat 1h Permenkes 269/2008 Tentang Rekam Medis

Permenkes 1438/2010 Tentang Standar Pelayanan Kedokteran

Transfer pasien dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien akan perawatan berkelanjutan

Panduan Transfer (di dalam/ keluar RS) Pasien

Transportasi milik rumah sakit, harus sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku berkenaan dengan

pengoperasian, kondisi dan pemeliharaan

Panduan Pelayanan Ambulans

(5)

BAB 2.

HPK (

HAK PASIEN & KELUARGA )

KEBIJAKAN

PANDUAN

UU/ PMK

Rumah sakit memahami hak pasien dan keluarga sesuai dengan undang – undang dan peraturan yang berlaku.

Panduan Hak Pasien dan Keluarga

UU NO 44, pasal 32

Pelayanan dilaksanakan dengan penuh perhatian dan menghormati nilai – nilai dan kepercayaan pasien.

Panduan Pelayanan Kerohanian

Uu no 44 pasal 32

Pelayanan menghormati kebutuhan privasi pasien. Panduan Kebutuhan Privasi

UU NO 44 PASAL 32

Pelayanan melindungi barang milik pasien dari pencurian atau kehilangan.

Panduan Perlindungan Barang Milik Pasien

UU NO 44 PASAL 32

Pelayanan melindungi dari kekerasan fsik. Panduan Perlindungan terhadap Kekerasan Fisik

UU NO 44 PASAL 32

Rumah sakit menghormati kerahasiaan informasi

kesehatan pasien dengan memberikan hak sepenuhnya kepada pasien untuk memberikan perwalian kepada siapa informasi tentang kesehatannya dapat diberikan.

Panduan Perlindungan terhadap Kerahasiaan Informasi Pasien

UU NO36 TAHUN 2009 PASAL 8

Pasal 57.

Rumah sakit menghormati pasien dan keluarganya tentang keinginan dan pilihan pasien untuk menolak pelayanan atau memberhentikan pengobatan.

Panduan Penolakan Resusitasi (DNR)

UU NO 29 TAHUN 2004 PRAKTIK KEDOKTERAN PASAL 52

Semua pasien di skrining untuk rasa sakit dan dilakukan asesmen apabila ada rasa nyerinya.

Panduan Manajemen Nyeri

Rumah sakit mendukung hak pasien untuk mendapatkan pelayanan yang penuh hormat dan kasih sayang pada akhir kehidupannya

Panduan Pelayanan Pasien Terminal

UU PERAWATAN PALIATIF

Rumah sakit menghormati keluhan pasien tentang

pelayanan yang mereka terima, untuk kemudian keluhan tersebut ditelaah dan diselesaikan.

Panduan Penyelesaian keluhan/komplain

Semua tindakan kedokteran harus mendapat persetujuan pasien dan atau keluarga setelah mendapat penjelasan yang cukup tentang hal-hal yang berkaitan dengan tindakan tersebut.

Panduan Persetujuan Tindakan Kedokteran

UU NO 44 RUMAH SAKIT, pasal 37 ayat 1

(6)

BAB 3. AP ( ASSESMEN PASIEN )

KEBIJAKAN

PANDUAN

UU / PP

Semua pasien yang dilayani rumah sakit harus

diidentifkasi kebutuhan pelayanannya melalui suatu

proses asesmen yang baku.

Panduan Asesmen

Pasien

PMK NO. 169/ MENKES/ VIII/ 2011 TTG KESELAMATAN PAIEN, BAB IV Pasal 8

Pasien diperiksa status gizi dan kebutuhan

fungsionalnya dan dirujuk untuk asesmen dan

pengobatan lebih lanjut jika perlu.

Pedoman Pelayanan

Gizi

PMK NO.78 TAHUN 2013 TTG.

PEDOMAN PELAYANAN GIZI

Semua pasien rawat inap dan rawat jalan di skrining

untuk rasa sakit dan dilakukan asesmen apabila ada

rasa nyerinya.

Panduan Manajemen

Nyeri

UU NO 44

TAHUN 2009

Rumah sakit mendukung hak pasien untuk

mendapatkan pelayanan yang penuh hormat dan kasih

sayang pada akhir kehidupannya

Panduan Pelayanan

Pasien Tahap Terminal

Uu no.29 tahun

2004 ttg

kebijakan

perawatan

paliatif

DPJP harus menentukan kesiapan pasien untuk

dipulangkan 1 x 24 jam setelah pasien masuk rawat

inap.

Panduan Rencana

Pemulangan Pasien

UU NO 44

TAHUN 2009,

PASAL 32 ( Hak

Pasien )

Pelayanan laboratorium memenuhi kebutuhan pasien

dan semua jenis pemeriksaan sesuai dengan standar

nasional, undang-undang dan peraturan.

Pedoman Pelayanan

Laboratorium

UU NO.44 Pasal

10

Pelayanan laboratorium memenuhi kebutuhan pasien

dan semua jenis pemeriksaan sesuai dengan standar

nasional, undang-undang dan peraturan.

Pedoman

Pengorganisasian

Instalasi Laboratorium

UU NO.44 Pasal

10

Pelayanan radiologi dan pelayanan diagnostik imajing

memenuhi kebutuhan pasien dan semua jenis

pemeriksaan sesuai dengan standar nasional,

undang-undang dan peraturan.

Pedoman Pelayanan

Radiologi

Uu No 44 pasal

10

Pelayanan radiologi dan pelayanan diagnostik imajing

memenuhi kebutuhan pasien dan semua jenis

pemeriksaan sesuai dengan standar nasional,

undang-undang dan peraturan.

Pedoman

Pengorganisasian

Instalasi Radiologi

(7)

BAB 4. PP ( PELAYANAN PASIEN )

Rumah sakit memberikan asuhan yang seragam bagi semua pasien

Panduan Pelaksanaan Praktik Kedokteran

Komunikasi yang efektif di seluruh rumah sakit

Panduan Komunikasi Efektif UU NO 44 Pasal 29 PMK NO. 169/ MENKES/ VIII/ 2011 TTG

KESELAMATAN PAIEN, BAB IV Pasal 8

Rumah sakit mengidentifkasi staf untuk dilatih memberikan resusitasi yaitu staf medis dan non medis ( misalnya sekuriti, sopir, petugas registrasi, kasir dan

customer service)

Panduan Pelayanan Resusitasi

Rumah sakit mengatur penanganan, penggunaan, dan pemberian darah dan produk darah.

Panduan Pelayanan Darah dan Produk Darah

Rumah sakit mengatur perawatan pasien yang menggunakan alat bantu

kehidupan (life support) atau dalam keadaan koma.

Panduan Pelayanan Penggunaan Peralatan Bantuan Hidup Dasar

Rumah sakit mengatur perawatan pasien yang menderita penyakit menular

Panduan Kamar Isolasi

Rumah sakit mengatur perawatan pasien yang menjalani dialisis

Panduan Pelayanan Hemodialisis

Rumah sakit mengatur penggunaan alat pengekang (restraint) dan perawatan pasien yang memakai alat pengekang

Panduan Pelayanan Restraint

Rumah sakit mengatur perawatan pasien lanjut usia, orang dengan keterbatasan, anak-anak, dan populasi yang berisiko mendapat kekerasan fsik.

Panduan Perlindungan terhadap Kekerasan Fisik

Pasien diperiksa status gizi dan

kebutuhan fungsionalnya dan dirujuk untuk asesmen dan

pengobatan lebih lanjut jika perlu.

Pedoman Pelayanan Gizi

Semua pasien di skrining untuk rasa sakit dan dilakukan asesmen apabila ada rasa nyerinya.

Panduan Manajemen Nyeri

Rumah sakit mendukung hak pasien untuk mendapatkan pelayanan yang penuh hormat dan kasih sayang pada akhir kehidupannya

(8)

BAB 5.

PAB ( PELAYANAN ANESTESI DAN BEDAH )

KEBIJAKAN PANDUAN

Pelayanan anestesi yang

tersedia memenuhi

standar di rumah sakit,

standar nasional undang -

undang dan peraturan

serta standar profesional.

Panduan

Pelayanan

Anestesi

PMK 519

Pelayanan bedah yang

tersedia memenuhi

standar di rumah sakit,

standar nasional undang -

undang dan peraturan

serta standar profesional.

Panduan

Pelayanan

Bedah

Pelayanan kamar operasi

yang tersedia memenuhi

standar di rumah sakit,

standar nasional undang -

undang dan peraturan

yang berlaku.

Panduan

Pelayanan

Kamar

(9)

BAB 6.

MANAJEMEN DAN PENGGUNAAN OBAT

KEBIJAKAN

PANDUAN

Penggunan obat di rumah

sakit sesua dengan undang -

undang dan peraturan yang

berlaku dan diorganisir

untuk memenuhikebutuhan

pasien.

Pedoman

Pelayanan

Instalasi

Farmasi

UU NO 44, Pasal 15

PMK NO 58 Tahun

2014 : Standar

Palayanan

Kefarmasian di

Rumah Sakit.

Pedoman

Pengorganisasi

an Instalasi

Farmasi

PMK 889 Ijin SDM

kefarmasian

(10)

BAB 7.

( PPK ) PENDIDIKAN PASIEN DAN KELUARGA

KEBIJAKAN

PANDUAN

Rumah sakit

memberikan edukasi

utnuk menunjang

partisipasi pasien dan

keluarga dalam

pengambilan

keputusan dan proses

pelayanan.

Pedoman

Pelayanan &

Pengorganisasian

PKRS

Panduan

Komunikasi Yang

Efektif

(11)

UU 44/2009 PASAL 29

Setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban :

a. Memberi pelayanan kesehatan yang aman,

bermutu, anti diskriminasi, dan efektif dengan

mengutamakan kepentingan pasien sesuai

dengan standar pelayanan Rumah Sakit;

b. Membuat, melaksanakan, dan menjaga standar

mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit

(12)

UU 44/2009 TTG RUMAH SAKIT

Pasal 29 : Setiap Rumah Sakit mempunyai

kewajiban melindungi dan

memberikan bantuan

hukum

bagi semua petugas Rumah Sakit dalam

melaksanakan tugas

(13)

UU 44/2009 PASAL 36

SETIAP RUMAH SAKIT HARUS

MENYELENGGARAKAN TATA KELOLA RUMAH

SAKIT DAN TATA KELOLA KLINIS YANG BAIK

UU Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran

UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan

UU Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit

Permenkes 269/2008 Tentang Rekam Medis

(14)

UU 44/2009 PASAL 32 HAK PASIEN

a. Menggugat dan/atau menuntut Rumah Sakit

apabila Rumah Sakit diduga memberikan

pelayanan yang tidak sesuai dengan standar

baik secara perdata ataupun pidana; dan

(15)

Praktik kedokteran adalah

rangkaian kegiatan yang dilakukan

oleh dokter dan dokter gigi terhadap

pasien dalam melaksanakan upaya

kesehatan

UU NOMOR 29 TAHUN 2004

(16)

1) Setiap orang yang mengetahui kepentingannya

dirugikan atas tindakan dokter / dokter gigi

dalam menjalankan praktek kedokteran dapat

mengadukan secara tertulis kepada ketua

Majelis

Kehormatan

Disiplin

Kedokteran

Indonesia.

2) Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat

1 dan ayat 2 tidak menghilangkan hak setiap

orang untuk melaporkan adanya dugaan tindak

pidana kepada pihak yang berwenang dan atau

menggugat kerugian perdata ke pengadilan

UU NOMOR 29 TAHUN 2004

TENTANG PRAKTEK KEDOKTERAN

(17)

UU NOMOR 29 TAHUN 2004

TENTANG PRAKTEK KEDOKTERAN

PASAL 44

(1) Dokter

atau

dokter

gigi

dalam

menyelenggarakan praktik kedokteran

wajib

mengikuti

standar

pelayanan

kedokteran atau kedokteran gigi.

(2) Standar

pelayanan

sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) dibedakan

menurut

jenis

dan

strata

sarana

pelayanan kesehatan.

(18)

UU NOMOR 29 TAHUN 2004

TENTANG PRAKTEK KEDOKTERAN

PASAL 50

Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik

kedokteran mempunyai hak :

a.

memperoleh perlindungan hukum sepanjang

melaksanakan tugas sesuai dengan standar

profesi dan standar prosedur operasional;

b.

memberikan pelayanan medis menurut standar

profesi dan standar prosedur operasional;

c.

memperoleh informasi yang lengkap dan jujur

dari pasien atau keluarganya; dan

(19)

UU NOMOR 29 TAHUN 2004

TENTANG PRAKTEK KEDOKTERAN

PASAL 51

Dokter

atau

dokter

gigi

dalam

melaksanakan

praktik

kedokteran

mempunyai kewajiban :

a.

memberikan pelayanan medis sesuai dengan

standar profesi

dan

standar prosedur

operasional

serta kebutuhan medis pasien;

b.

merujuk pasien ke dokter atau dokter gigi

lain

yang

mempunyai

keahlian

dan

kemampuan yang lebih baik, apabila tidak

mampu melakukan suatu pemeriksaan atau

pengobatan;

c.

merahasiakan

segala

sesuatu

yang

diketahuinya bahkan juga setelah pasien itu

meninggal dunia;

d.

melakukan pertolongan darurat atas dasar

perikemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada

orang lain yang bertugas dan mampu

melakukannnya; dan

(20)

UU NOMOR 29 TAHUN 2004 TENTANG PRAKTEK KEDOKTERAN

HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN

Pasal 52

Pasien, dalam menerima pelayanan pada praktik kedokteran, mempunyai hak: a.

mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan

medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (3);

b. meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain;

c. mendapatkan pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis;

d. menolak tindakan medis; dan

e. mendapatkan isi rekam medis

Pasal 53

Pasien, dalam menerima pelayanan pada praktik kedokteran, mempunyai kewajiban :

a. memberikan informasi yang lengkap dan jujur tentang masalah

kesehatannya;

b. mematuhi nasihat dan petunjuk dokter atau dokter gigi;

c. mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana pelayanan kesehatan;

dan

(21)

UU NOMOR 29 TAHUN 2004

TENTANG PRAKTEK KEDOKTERAN

Pasal 67 Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran

Indonesia memeriksa dan memberikan keputusan

terhadap pengaduan yang berkaitan dengan disiplin

dokter dan dokter gigi.

Pasal 68 Apabila dalam pemeriksaan ditemukan

pelanggaran etika, Majelis Kehormatan Disiplin

(22)

UU NOMOR 29 TAHUN 2004

TENTANG PRAKTEK KEDOKTERAN

Pengaduan

Pasal 66 (1) Setiap orang yang mengetahui atau kepentingannya

dirugikan atas tindakan dokter atau dokter gigi dalam menjalankan

praktik kedokteran dapat mengadukan secara tertulis kepada Ketua

Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia.

KETENTUAN PIDANA

Pasal 75 (1) Setiap dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja

melakukan praktik kedokteran tanpa memiliki surat tanda registrasi

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan

pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak

Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Pasal 76 Setiap dokter atau dokter gigi yang dengan sengaja

(23)

PERMENKES

NO.1438/MENKES/PER/XI/ 2010

TENTANG STANDAR PEIAYANAN KEDOKTERAN

Untuk melaksanakan ketentuan Pasa l 44 ayat (3) UndangUndang

Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran perlu menetapkan

Peraturan Menteri Kesehatan tentang Standar Pelayanan Kedokteran

Pasal 1

Yang dimaksud dengan: Standar PelayanaKn edokteran adalah

pedoman yang harus diikuti oleh dokter atau dokter gigi dalam

rnenyelenggarakan

PRINSIP DASAR Pasal 3

(24)

PERMENKES N01438/MENKES /PER/IX/201 O

TTG.STANDAR PEIAYANAN KEDOKTERAN

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

Pasa|10

(4) SPO disusund alam bentuk Panduan Praktik Klinis

(clinical practice guidelines) yang dapat dilengkapdi

engan alur klinis (clinical pathway), algoritme,

protokol, prosedur atau standing order.

(5) Panduan Praktik Klinis sebagaimanad imaksud pada

ayat (4) harus memuat sekurang-kurangnya

(25)

UU RI NO. 36 TAHUN 2009

TENTANG KESEHATAN

Pasal 4

Setiap orang berhak atas kesehatan.

Pasal 8

Setiap orang berhak memperoleh informasi tentang data

(26)

UU RI NO. 36 TAHUN 2009

TENTANG KESEHATAN

Pasal 23

(1) Tenaga kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan pelayanan

kesehatan.

Pasal 24

(1) Tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23

harus memenuhi ketentuan kode etik, standar profesi, hak

pengguna pelayanan kesehatan, standar pelayanan, dan standar

prosedur operasional.

(27)

UU RI NO. 36 TAHUN 2009

TENTANG KESEHATAN

Perlindungan Pasien

Pasal 56

(1) Setiap orang berhak menerima atau menolak sebagian atau

seluruh tindakan pertolongan yang akan diberikan kepadanya

setelah menerima dan memahami informasi mengenai tindakan

tersebut secara lengkap.

Pasal 57

(1) Setiap orang berhak atas rahasia kondisi kesehatan pribadinya

yang telah dikemukakan kepada penyelenggara pelayanan

(28)

UU RI NO. 36 TAHUN 2009

TENTANG KESEHATAN

Pasal 58

(1) Setiap orang berhak menuntut ganti rugi terhadap

seseorang, tenaga kesehatan, dan/atau penyelenggara

kesehatan yang menimbulkan kerugian akibat kesalahan

atau kelalaian dalam pelayanan kesehatan yang

diterimanya.

(2) Tuntutan ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) tidak berlaku bagi tenaga kesehatan yang melakukan

tindakan penyelamatan nyawa atau pencegahan

(29)

PERMENKES NO. 1419/MENKES/PER/X/2005

TTG PENYELENGGARAAN PRAKTIK DOKTER & DOKTER

GIGI

IZIN PRAKTIK Pasal 2 (1) Setiap Dokter dan dokter gigi yang

akan melakukan praktik kedokteran pada sarana pelayanan

kesehatan atau praktik perorangan wajib memiliki SIP.

Pasal 14 (1) Dokter dan dokter gigi dapat memberikan

kewenangan kepada perawat atau tenaga kesehatan

tertentu secara tertulis dalam melaksanakan tindakan

(30)

Pasal 17 (1) Dokter atau dokter gigi dalam

memberikan pelayanan tindakan kedokteran atau

kedokteran gigi terlebih dahulu harus memberikan

penjelasan kepada pasien tentang tindakan

kedokteran yang akan dilakukan.

(2) Tindakan kedokteran sebagaimana dimaksud ayat (1)

harus mendapat persetujuan dari pasien.

PERMENKES NO. 1419/MENKES/PER/X/2005

(31)

PERMENKES NOMOR

290/MENKES/PER/III/2008

TTG.PERSETUJUAN TINDAKAN

KEDOKTERAN

Pasal 1

Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan

:

1. Persetujuan tindakan kedokteran adalah

persetujuan yang diberikan oleh pasien atau

keluarga terdekat setelah mendapat penjelasan

secara lengkap mengenai tindakan kedokteran

atau kedokteran gigi yang akan dilakukan

(32)

PERMENKES NOMOR 290/MENKES/PER/III/2008 TTG.PERSETUJUAN TINDAKAN KEDOKTERAN

Pasal 2

(1) Semua tindakan kedokteran yang akan

dilakukan terhadap pasien harus mendapat

persetujuan.

Pasal 3

(1) Setiap tindakan kedokteran yang mengandung

risiko tinggi harus memperoleh persetujuan

(33)

Referensi

Dokumen terkait

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik

Peraturan menteri kesehatan republic Indonesia nomor 512/menkes/per/IV/2007/tentang izin praktik dan pelaksanaan praktik kedokteran bab 1pasal 1 ayat 10 standar

Undang – undang Nomor 40 Tahun 2004 Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional Undang – undang Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit. Undang – undang Nomor 29 Tahun 2004

• Rancangan Permenristekdikti Tata Cara Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter Spesialis-SubSpesialis UU No.29/2004 tentang Praktik Kedokteran UU No.29/2004 tentang

29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, menyatakan:”Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh pelayanan kesehatan

Penjelasan umum Undang-undang Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran (selanjutnya disebut UU Praktik Kedokteran) menyebutkan landasan utama bagi

penyelenggaraan praktik kedokteran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, mewajibkan Setiap dokter

Pasal 1 ayat (10) Undang-Undang No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran menjelaskan bahwa “Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah