• Tidak ada hasil yang ditemukan

OPTIMALISASI IMPLEMENTASI KURIKULUM DI KELAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "OPTIMALISASI IMPLEMENTASI KURIKULUM DI KELAS"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

OPTIMALISASI IMPLE ME NTASI

KURIKULUM DI KE LAS

Oleh:

Anik Ghufron

Anik Ghufron

FAKULTAS ILMU PE NDIDIKAN

(2)

PE NDAHULUAN

1. Dunia serba berubah dan tak ada yang abadi, kecuali

perubahan itu sendiri.

2. Kurikulum selalu berubah secara terus menerus

mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi,

kebutuhan masyarakat dan peserta didik.

2

3. Shane (1993) mengilustrasikan perubahan kurikulum

menyerupai proses perubahan sains versi Thomas

Khun.

4. Implementasi kurikulum sangat berkaitan dengan

dinamika perubahan kehidupan masyarakat,

(3)

PROBLE M IMPLE ME NTASI KURIKULUM

1.

Kurikulum dapat berarti

rencana pembelajaran

, program kerja

program studi, tujuan yang terencanakan, dan pengalaman belajar.

2.

Implementasi kurikulum merupakan bagian dari kegiatan inovasi,

perubahan, dan pengejawantahan pengalaman belajar kepada

mahasiswa.

3.

Dalam konteks kegiatan pengembangan kurikulum, implementasi

kurikulum memiliki posisi sentral bagi keberhasilan

3

kurikulum memiliki posisi sentral bagi keberhasilan

pengembangan kurikulum di program studi.

4.

Bagaimana realita di lapangan? Implementasi kurikulum di

program studi belum mencerminkan kurikulum sebagai pedoman

perkuliahan atau pembelajaran.

(4)
(5)

OPTIMALISASI

1. Pahami makna implementasi dengan benar

2. Rumuskan kaitan desain kurikulum dengan

model pembelajaran

3. Aplikasikan pola implementasi kurikulum yang

3. Aplikasikan pola implementasi kurikulum yang

mendidik

(6)
(7)

LANGKAH-LANGKAH PE NGE MBANGAN KURIKULUM

KOMPETENSI

PERANCANGAN

KURIKULUM

IMPLEMENTASI

KURIKULUM

EVALUASI

KURIKULUM

KURIKULUM

(SILABUS)

KURIKULUM

(KBM)

KURIKULUM

(8)

MAKNA IMPLE ME NTASI KURIKULUM

1.

Beuchamp (1975: 164) mengartikan implementasi kurikulum

sebagai “a process of putting the curriculum to work”.

2.

Fullan (Miller dan Seller, 1985:246) mengartikan implementasi

kurikulum sebagai “the putting into practice of an idea,

program or set of activities which is new to the individual or

organizational using it”.

organizational using it”.

3.

Pembelajaran merupakan wujud implementasi kurikulum.

4.

Menurut Said Hamid Hasan (2002) dua persoalan utama

dalam implementasi kurikulum, yaitu karakteristik kurikulum

dan kemampuan guru.

(9)

KAI TAN KURI KULUM DENGAN PEMBELAJARAN

Kurikulum

Pembelajaran

Model dualist is (dualist ic)

Kurikulum Pembelajaran Pembelajaran Kurikulum

B A

(10)

KAI TAN KURI KULUM DENGAN PEMBELAJARAN

Model Concent ric

Kurikulum

Pembelajaran

Kurikulum Pembelajaran

Kurikulum Pembelajaran

B A

(11)
(12)

KAITAN MODEL PEMBELAJARAN DENGAN DESAIN KURIKULUM

Model

pembelaj aran

Kontribusi model pembelaj aran terhadap desain kurikulum

Disipl in il mu Kompet ensi Kepribadian Fungsi sosial Keb. individu

Communit y act ivit y L L F M F

Discussion-quest ioning

M L F F L

Group invest igat ion L L M M F

Independent l earning F F L F M

Inquiry t raining M L M L L

Inst ruct ional syst em design

F M L L L

Jurisprodent ial L L F M L

Lect ure M L L L L

Pract ice and dril l F M L L L

Programmed inst ruct ion

F M L L L

Rol e pl aying L M M M L

Simul at ion and games L M M M L

Synect ics L L F F M

(13)
(14)

IMPLE ME NTASI YANG ME NDIDIK

1. Implementasi kurikulum yang mendidik

merupakan pola implementasi kurikulum

berbasis nilai-nilai kemanusiaan.

2. Pertanyaan esensial; bagaimana nilai-nilai

kemanusiaan diposisikan sebagai jiwa,

kemanusiaan diposisikan sebagai jiwa,

baik dalam tindakan maupun aspek-aspek

substansial dari implementasi kurikulum.

3. Sasaran implementasi kurikulum adalah

(15)

IMPLE ME NTASI KURIKULUM

Desain

Nilai kemanusiaan

Desain

pembelajaran

pembelajaran

Penilaian

Hasil belajar

Monitoring dan evaluasi keberhasilan kurikulum

(16)
(17)

No. Pertanyaan-pertanyaan Kekuatan Kelemahan Catatan

1. Bagaimana kualitas rumusan kompetensi mata kuliah?

2. Bagaimana kejelasan dan rincian pengalaman belajar yang ada pada rumusan kompetensi mata kuliah?

3. Bagaimana integrasi kualitas kemampuan (kognitif, afektif, dan psikomotorik) pada setiap rumusan sub-sub

kompetensi?

4. Bagaimana kualitas rumusan sub-sub kompetensi?

RE F LE KSI TE RHADAP DE SAIN KURIKULUM

4. Bagaimana kualitas rumusan sub-sub kompetensi?

5. Bagaimana rumusan indikator keberhasilan pembelajaran?

6. Bagaimana pemilihan isi dan organisasi materi perkuliahan (sesuai indikator, sub-sub kompetensi)?

7. Bagaimana rancangan model pembelajaran yang dipakai?

8. Bagaimana sistem penilaian hasil belajar yang digunakan?

(18)

Aspek pembelajaran

Kriteria

Relevan dengan

rancangan E fektif E fesien Signifikan Pedagogik

Tahapan

Persiapan

Inti

RE F LE KSI TE RHADAP IMPLE ME NTASI KURIKULUM

(19)

Kriteria

Kualitas E fektif Relevansi E fisien Praktis

Prosedur

evaluasi

Kualitatif

RE F LE KSI TE RHADAP E VALUASI KURIKULUM

evaluasi

Kuantitatif

Aspek-aspek yang

dievaluasi

Desain

Impelemntasi

(20)

Referensi

Dokumen terkait

Meningkatkan Kemampuan Guru Kelas 3 dan Meningkatkan Prestasi Belajar Calistung Siswa dalam Pembelajaran Tematik di Gugus Cut Nyak Dien Kecamatan Wanasari Brebes,

Antibiotik yang digunakan sebagai pembanding adalah kloramfenikol untuk bakteri Escherichia coli sebagai kontrol positif, memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan

hipotesis pada penelitian ini adalah ada hubungan antara status gizi dan asupan. energi dengan kelelahan kerja pada pekerja

Kesimpuian: (1) penggunaan pupuk ekstrak kotoran kelelawar (pupuk Guano) pengaruh terhadap tanaman kantong semar {Nepenthes reinwardtiana), dimana penggunaan pupuk Guano 6grairi/

Pengelolaan sampah dapat pula dilakukan dengan melibatkan masyarakat penghasil sampah sebagai agen pengelola sampah sehingga suatu barang yang disebut sampah oleh masyarakat

Adab/Etika dan prinsip-prinsip permakultur inilah yang akan menjadi basis dari implementasi aktivitas Anoa Farm dalam mengembangkan Taman Hutan Pangan yang akan menjadi

1) Keseimbangan ( Balance ) ditunjukan pada bentuk ikan lumba-lumba yang dibuat melingkar ke tengah, sehingga membentuk keseimbangan terpusat pada tengah bidang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan persentase media cacing tanah perpengaruh nyata P>0,05 terhadap berat badan koloni cacing tanah, untuk media 100%