PERBAIKAN KUALITAS BODY BUS DENGAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS PADA PT. LAKSANA KAROSERI) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)
Teks penuh
Dokumen terkait
Target dari pengendalian kualitas Six Sigma Motorola, sebesar 3,4 DPMO seharusnya tidak diinterpretasikan sebagai 3,4 unit output yang cacat dari sejuta unit output
Motorola Company’s 6-Sigma Process Control yang mengijinkan adanya pergeseran rata – rata proses sebesar ± 1,5 sigma, diperlukan indeks kapabilitas proses yang tinggi yaitu
[r]
[r]
Setelah dilakukan perbaikan, nilai level sigma untuk proses blanking dan drawing 1 sebesar 5,06 dengan persentase produk cacat sebesar 0,05%.. Pada proses drawing 2, nilai level
Usulan perbaikan kualitas produk genteng dengan metode Six Sigma dan Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengurangi tingkat produk cacat (defect) dalam proses produksi yaitu
Six sigma digunakan untuk mengetahui jenis cacat pada proses produksi tempe, faktor penyebab kecacatan dan kaizen digunakan untuk memberi usulan perbaikan sehingga
Setelah dilakukan perbaikan, nilai level sigma untuk proses blanking dan drawing 1 sebesar 5,06 dengan persentase produk cacat sebesar 0,05%.. Pada proses drawing 2, nilai level