• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surat Edaran Menteri BUMN | JDIH Kementerian BUMN SE 02 MBU 11 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Surat Edaran Menteri BUMN | JDIH Kementerian BUMN SE 02 MBU 11 2016 "

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERI BARAN USAJ MILIK NEGARA

REPUBLIK INDONESIA

Yth. : Para Dewan Komisaris/Dewan Pengawas clan Direksi Badan

Usaha Milik Negara

di

Tempat

SURAT EDARAN

NOMOR : SE-02 /MBU/1112016

TENTANG

PENEGAKAN CITRA BADAN USAHA MILIK NEGARA BERSIH

A. Umum

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai

agent development

merupakan kepanjanga

tangan Pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, harus senantiasa menjalanka

praktek-praktek usaha yang sehat dan baik serta memenuhi kaidah-kaidah

good corporal

governance.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, perlu kiranya untuk meminta Dewan Komisaris/Dewa

Pengawas dan Direksi BUMN beserta jajarannya untuk senantiasa menjaga citra BUM/

sebagai badan usaha yang bersih terhindar dari perilaku-perilaku yang berindikasi pada korups

kolusi dan nepotisme.

B. Maksud dan Tujuan

Menjaga dan meningkatkan citra BUMN sebagai badan usaha yang yang mempunyai tata kelol

yang baik dan bersih dari perilaku korporasi yang menyimpang.

C. Ruang Lingkup

Larangan bagi Dewan Komisaris/ Dewan Pengawas, Direksi BUMN dan jajarannya melakukal

perilaku yang berindikasi pada korupsi, kolusi dan nepotisme.

D. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (Lembarai

Negara Tahun 2003 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4297);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2003 tentang Pelimpahan Kedudukan, Tugas dai

Kewenangan Menteri Keuangan pada Perusahaan Perseroan (PERSERO), Perusahaai

Umum (PERUM) dan Perusahaan Jawatan (PERJAN) kepada Menteri Negara Badan Usak

Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negat

Nomor 4305);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasai

dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara (Lembaran Negara Tahun 2005 Nomor 117

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4556);

(2)

MENTERI BADAN t fSAI EA MILIK NEGARA

REPUBLIK INDONESIA

-2-

E. Isi

1. Dengan ini Menteri BUMN meminta agar :

a. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas, Direksi BUMN dan jajarannya senantiasa menjag

perilaku dalam melaksanakan tugas-tugasnya dengan menghindari perbuatan-perbuata

korupsi, kolusi dan nepotisme, termasuk namun tidak terbatas pada perbuatan suar

pungutan liar dan mark up.

b. Direksi BUMN agar menjaga dan melakukan pengawasan kepada jajarannya terkai

dengan hal tersebut angka 1, serta menindak tegas jajarannya termasuk namun tidai

terbatas pada pemberhentian yang bersangkutan, apabila terindikasi, tertangkap dalan

operasi tangkap tangan dan/atau terbukti melakukan perbuatan korupsi, kolusi da

nepotisme, termasuk namun tidak terbatas pada perbuatan suap, pungutan liar da

mark up.

c. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan fungsi pengawasan terhadai

Direksi BUMN untuk memastikan bahwa Direksi BUMN telah menjalankan operasiona

perusahaan yang bebas dari perilaku-perilaku korupsi, kolusi dan nepotisme, termasul

namun tidak terbatas pada perbuatan suap, pungutan liar dan mark up.

2. Menteri BUMN akan melakukan tindakan tegas termasuk namun tidak terbatas

pad pe

-

non

-

aktifan

atau pemberhentian yang bersangkutan, terhadap Dewan Komisaris/Dewai

Pengawas dan Direksi BUMN yang terindikasi, tertangkap dalam operasi tangkap tangai

dan/atau terbukti melakukan perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme, termasuk namui

tidak terbatas pada perbuatan suap, pungutan liar dan mark up.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal

02 November 2016

MENTERI

BADAN USAHA MILIK NEGARA

WkalWrm

RINI M. SOEMARNO

Tembusan Yth. :

Referensi

Dokumen terkait

Setelah melakukan perjalan dinas ke luar negeri, dalam jangka waktu paling lambat 14 (empat belas) hari setelah pelaksanaan perjalanan dinas Direksi, Dewan Komisaris/Dewan

Sehubungan dengan hasil Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri BUMN pada tanggal 4 Maret 2014 (Raker), perlu mengingatkan

Mengtibah Pedoman Akuntansi PKBL BUMN sebagaimana ditetapkan dalam Surat Edaran Menteri Negara BUMN Nomor: SE-041MBU.S/2007 tanggal 17 Juli 2007 dengan Pedoman Akuntansi

Berkaitan dengan hal tersebut agar para Direktur Utama BUMN dapat melakukan pendataan, pemantauan dan pengkoordinasian pelaporan penerimaan gratifikasi bagi Pejabat BUMN

Sehubungan dengan surat Menteri Pertanian nonior: 04/PP.3 0/MI/2010 tanggal 15 Januari 2010 tentang pemohonan dukungan Kementerian BUMN bagi percepatan penganekaragaman

Sesuai dengan Pasal 4 Peraturan Bersama dimaksud, disebutkan bahwa BUMN menyampaikan Laporan Keuangan Perusahaan Negara Unaudited kepada Menteri Negara BUMN paling lambat tanggal

Bagi karyawan BUMN yang saat ird masih menjabat sebagai Direksi BUMN yang diangkat sebelum berlatatnya Peratunan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005, rnaka yang bersangkutan

Sebelum ditetapkan menjadi anggota Dewan Komisaris/Dewan Pengawas, yang bersangkutan harus menandatangani surat pernyataan mengundurkan diri dari jabatan lain yang dilarang