• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagi ternak ruminansia, kandungan nutrisi cukup baik sehmqqa dapat diolah sebagai komponen pakan sapi dan kambing walaupun kandungan serat kasar BIS c

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Bagi ternak ruminansia, kandungan nutrisi cukup baik sehmqqa dapat diolah sebagai komponen pakan sapi dan kambing walaupun kandungan serat kasar BIS c"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Bagi ternak ruminansia, kandungan nutrisi cukup baik sehmqqa dapat diolah sebagai komponen pakan sapi dan kambing walaupun kandungan serat kasar BIS cukup tinggi (Matruus et al. 2010). Atas dasar iru maka BIS dapat dikembangkan sebagai pakan penguat bersama bahan lokal lainnva dalam penggemukkan bakalan sap, Aceh dengan kornbinasl sumber protein sereal sebagai pelengkap nutrisi terkandung dan sekaligus untuk meningkatkan daya cerna dan eflsien pakan (Smidt, 2007). Walaupun BIS mudah diperoleh, namun BIS mengandung asam amino yang tidak seimbang dan rulat kecemaan yang rendah. Untuk itu, teknologi penggunaan BIS sebagai pakan temak terutama sapi potong dan sapi perah harus drsertai dengan suplernentast bahan kaya akan asam amino seperti halnya protein ekstrak sereal sehingga kelengkapan nutrisi dapat diformulasikan sesuai kebutuhan temak (Leng, 2004).

Melalui kornbfnasi penggunaan pakan penguat yang mengandung BIS dan amoniasi jerami padat diharapkan efisiensi penggunaan pakan bag, sapi potong lokal akan tercapat secara maksimal untuk menekan biaya pakan dan memperpendek masa penggemukan sekahgus meningkatkan keuntungan petemak

Tujuan penelitian adalah untuk rnernaksunurnkan penggunaan BIS dalam pakan penguat untuk memperpendek masa penggemukan sapi potol lokal dan juga mempercepat tercapainya berat komers,al sehingga lebih menguntungkanpetemak

MATERI DAN METODE

Penelit1an irn menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 pertakuan dan 4 ulangan. Maten penelitian berupa 12 ekor sapi Aceh bakalan penggemukan berumur 2 tahun dengan berat berkisar antara 200-210 kg Sebelum digunakan untuk pengambilan data. seluruh sap, diseleksi tertebih dahulu dan dibenkan pertakuan khusus untuk membebaskandan parasit eksternal Sap, ditempatkan di dalam kandang individual yang dilengkapi dengan saran tempat pakan dan air minum

330

(4)
(5)
(6)

pakan pada seluruh pertakuan tidak berbeda nyata sehingga fenomena

'

ini rnernbuknkan bahwa pernngkatan jurnlah BIS d1 dalam pakan penguat dan pemberian amoniasi jeram, sampa, 20% mampu meningkatkan metabolisme pakan di daiarn saluran pencemaan sehingga konversi ps ri meningkat Hal int terbukti bahwa pada pertakuan dirnana persentase BIS dan amoniasi mernngkat maka nilai konversi pakan akan semakin rendah sehmqqa eflsiensi pakan akan meningkat. Mernngkatnya konversi pakan merupakan salah satu faktor utama meningkatkan pertambahan berat badan harian dan berat badan akhir sapi penelitian Hal ini sesua, dengan pendapat Yaman et al (2012) dan Russel' (2002) yang menyatakan bahwa peningkatkan kualitas dan kuantttas pakan akan sangat mempengaruhi laju metabolisme dan altran nutnsi dalam tubuh ternak sehingga akan mampu dimanfaatkan secara optimal untuk memacu pertumbuhan dan perl<embangan. Bahan-bahan sumber nitrogen, protein, asam amino dan energi sangat berguna untuk mengaktifkan kena rmkroorqanisme rumen dan meningkatkan kecemaan sehingga akan sangat baik digunakan sebagai campuran pakan temak ruminansia (Tajima et al 2001). Hal mi sesuai dengan sifat BIS yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku pakan penguat pada proses penggemukkan bakalan sapi lokal Juga berfungsi sebagai pelengkap nutrisi terkandung, sekaltgus untuk meningkatkan daya cema dan efisiensi pakan (Corley, 2003). BIS mampu meningkatkan kandungan nutrisi dalam pakan karena mengandung 15.43% protein kasar, 1547%

serat kasar, 7.71% lemak, 0.83% Ca, 0.86% P, dan 3.79% Abu (Chin, 2002). Penggunaan arnoniasi jerarm dan bahan lainnya dalam campuran pakan penguat penggemukan sapi lokal telah mampu melengkapi fungsi BIS karena asam amino lisin menjadi faktor pembatas pada BIS sebagai

bahan pakan ternak, yang diikuti asam .arrmo yang mengandung sulfur (metionin, sistein) dan triptofan (Alimon & Bejo, 2005).

333

...

(7)

(%) .

Tabel 3. Pengaruh perlakuan terhadap parameter produks1

Perlakuan Perlakuan Perlakuan Paramater P er1a kuan A B

c o

Konsumsi pakan (kg/hari) 16.5 17 2 17 1 17.4 Pertambahan berat badan o.4a• 0_5

r

O 65b o.74b

(kg/hari)

Berat badan akhir (kg) 245.68 257.4b 265 5bc 273.6c

Konvers1pakan 33 9• 29 9b 26.2bc 23.6c

Keterangan . Superskrip dengan huruf yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<O 01).

Peningkatan paramater produksi sapi Aceh akibat peningkatan penggunaan BIS dalam pakan penguat dan arnoniast jeraml d1 dalam pakan selama proses penggemukan temyata berkaitan erat dengan peningkatan kecemaan bahan kering pakan khususnya protein kasar dan serat kasar (Tabel 3). Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kecemaan bahan kering, protein kasar dan serta kasar pakan sejalan dengan meningakatnya persentase kandungan BIS dalam pakan penguat dan jumlah amoniasi jerarn yang dikonsumsi sapi selama periode penggemukan. Has1I iru dapat memberikan gambaran bahwa te~ad1 proses saling melengkapi (supplementary effect) diantara pakan penguat yang mengandung BIS dan amoniasi jerami sebagai pakan tambahan

untuk mencukup kebutuhan serat kasar.

Tabel 4. Pengaruh perlakuan terhadap kecemaan pakan.

Perlakuan Perlakuan Perlakuan Perlakuan Paramater A B C D

Kecemaan bahan kering 69 1• 72.4ab 77_5bc 79_6c Kecemaan protein (%) 68 4• 71 9• . 76 4b 78.9bc Kecemaan serat kasar (%) 64 5• 73 5b 76 9bc 77.4c Keterangan : Superskrip dengan huruf yang berbeda pada kolom yang sama

rnenuruukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0.01 ).

Meningkatnya kecemaan bahan kering, protein kasar dan serat kasar pakan dengan pemberian amoruasi jerarni dan akibat penggunaan BIS d1 dalam pakan penguat telah rnembuktikan bahwa kombinasi kedua bahan tersebut mampu menstimulasi akbfitas mikroba rumen khususnya

334

(8)
(9)

Leng, R. A 2004. Requirements for protein meals for ruminant meat production in developing countries Expert consultation and workshop Food and agriculture organization of the United Nations Rome

Mathius, 1-W., Adiati. Suzana dan Maryono. 2010. Penggunaan pakan berbasis produk samping industri sawit pada sistem perbibitan model grat1 dengan tingkat kelahiran 75% Laporan Balitnak, Ciawi Bogor

M. Aman Yaman., Eka, M E., Yur1iasni dan Daud, M 2012 Kornbmasi aplikasi teknologi pencucian rumen dengan suplementasi protein ekstrak sereal f''i::S) dan fermentasi limbahkelapa sawit guna memacu kecepatan tumbuh dan eksprest genetik bakalan penggemukan sapi Aceh untuk mendukung swasembada daging nasional. Laporan penelitian MP3EI tahun 2012. Dikti-Jakarta

Russell, J. B. 2002. Rumen microbiology and its role in ruminant nutntion. J. B.

Russell, ed. Cornell University, Ithaca, NY

Tajima, K., R. I. Aminov, T. Nagamine, H Matsui, M Nakamura and Y. Benno.

2001. Diet-dependent shifts m the bacterial population of the rumen revealed v.1th real-time PCR Appl Environ Microbiol 67

Smidt, J. H. 2007. Life cycle assessment of rapeseed 011 and palm oil. Aalborg University, Denmark.

336

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan secara rinci adalah: (1) memacu pertumbuhan ekspor produk Indonesia non-migas melalui pertumbuhan pasar dalam negeri yang kompetitif, (2) meningkatkan pengembagan UKM

Dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh selebriti endorser (X 1 ) dan desain produk ( X 2 ) berpengaruh secara simultan dan secar parsial

Sistem formularium merupakan metode yang digunakan staf medik di rumah sakit yang bekerja melalui Komite Farmasi dan Terapi (KFT), mengevaluasi, menilai dan memilih dari berbagai

Evaluasi kadar air, aktivitas mananase maupun aktivitas sakarifikasi selama penyimpanan sampai 6 bulan memberikan hasil yang relatif stabil meskipun sedikit fluktuatif, hal

Oleh karena itu, dalam penelitian ini akan mengembangkan perangkat boost converter yang berfungsi menaikkan tegangan keluaran panel surya menjadi tegangan keluaran

1, Juni 2019 Dalam pertimbangan Mahkamah Konstitusi, Pasal ambang batas ( presidential treshold ) bukanlah pasal diskriminatif, bahwa menambahkan syarat ambang batas

Tokoh pembaharu Islam, Imam Al-Ghazali juga mengatakan bahwa yang dikatakan miskin adalah orang yang bekerja namun penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi

Pemberian motivasi sangat penting untuk dilakukan agar karyawan dalam berkerja dapat memberikan yang terbaik bagi perusahaan yang secara langsung akan dampak pula terhadap