• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN MEDIA REALITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGHITUNG VOLUME BANGUN RUANG | Tri Budiharto | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 6744 19153 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PEMANFAATAN MEDIA REALITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGHITUNG VOLUME BANGUN RUANG | Tri Budiharto | Jurnal Didaktika Dwija Indria (SOLO) 6744 19153 1 PB"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1) Mahasiswa Prodi PGSD FKIP UNS 2, 3) Dosen Prodi PGSD FKIP UNS

PENGGUNAAN MEDIA REALITA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGHITUNG VOLUME BANGUN RUANG

Mitayuanisya Dyahnisita Nurani1), Siti Kamsiyati2), Tri Budiharto3)

PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret, Jalan Slamet Riyadi 449 Surakarta e-mail: yuanisya@gmail.com

Abstract: The purpose of this study was to increase the volume calculation skill of geometry by using reality media in fifth grade student of Jampiroso Temanggung 2015/2016 academic year. This research was classroom action research. This research was held in three cycles. Every cycle consists of planning, implementing, observing, and reflecting the subject of this study was the teacher and the fifth grade students of Jampiroso Teamanggung 2015/2016 academic year about 44 students. The technique of collecting data was using interview technique, observation, test, and documentation. The data validity test was using data source triangulation and collecting data methods triangulation. Techniques validity of the data with descriptive techniques kompratif ( comparative descriptive statistics ) and critical analysis techniques, then data analysis was using data reduction, exposure data/ presentation of data, inference data/ verification. The conclusion of this study was the reality media able to increase the geometry calculation skill of the fifth grade students of Jampiroso Temanggung 2015/2016 academic year. The increase can be seen from the raise of each class rate score and final result of the study. The rate score on pre cycle was 61,86, and the final result about 38,64%. The rate score in cycle 1 was 76,77 and the final result was 61,86. the rate score in cycle II was 79,14 and the final result about 65,91. The rate score in cycle III was 79,50 and the final result about 81,82%.

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menghitung volume bangun ruang menggunakan media realita pada siswa kelas V SD Negeri 2 Jampiroso Temanggung Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SD Negeri 2 Jampiroso Temanggung Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 44 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Uji validitas data dengan menggunakan triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Teknik analisis data dengan menggunakan teknik deskriptif kompratif (statistik deskriptif komparatif) dan teknik analisis kritis, kemudian analisis data menggunakan reduksi data, paparan data/ sajian data, dan penyimpulan data/ verifikasi. Simpulan dalam penelitian ini yaitu Media Realita dapat meningkat kan keterampilan menghitung volume bangun ruang pada siswa kelas V SD Negeri 2 Jampiroso Temanggung Tahun Pelajaran 2015/2016. Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas dan ketuntasan belajar. Nilai rata pada prasiklus adalah 61,86, dengan ketuntasan sebesar 38,64%. Nilai rata-rata siklus I adalah 76,77 dengan ketuntasan sebesar 61,36%. Nilai rata-rata-rata-rata siklus II adalah 79,14 dengan ketuntasan sebesar 65,91%. Nilai rata-rata siklus III 79,50 dengan ketuntasan sebesar 81,82%.

Kata Kunci : Media Realita, Keterampilanh Menghitung, Volume Bangun Ruang

Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, yang mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan dapat memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, dan teori peluang. Untuk dapat menguasai teknologi dimasa depan diperlukan adanya penguasan matematika yang kuat dimulai sejak dini.

Matematika bukan sekedar pelajaran berhitung. Berhitung merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam matematika. Berhitung merupakan contoh kegiatan rutin dan sederhana yang hampir dikerjakan oleh

semua orang dalam kehidupan sehari-hari. Matematika tidak dapat dipisahkan dari kegiat-an berhitung. Sehingga sejak mulai pendidikkegiat-an dasar, siswa sudah diajari tentang keterampilan berhitung.

(2)

mengahafalkan rumus untuk memecahkan persoalan dari volume bangun ruang tersebut. Belum banyak yang menggunakan media atau memanfaatkan media saat menerangkan atau menyelaesaikan persoalan volume bangun ruang.

Berdasarkan dari hasil wawancara terhadap guru kelas dan siswa kelas V terungkap pula bahwa : (1) guru menerapkan metode pembelajaran yang dirasa sesuai dan mudah diterapkan tanpa memandang metode pembelajaran inovatif atau bukan; (2) media pembelajaran untuk materi bangun ruang jarang digunakan; (3) siswa merasa volume bangun ruang adalah materi yang susah.

Materi menghitung volume bangun ruang kebanyakan siswa mudah sekali lupa untuk menuliskan rumus volume sebuah bangun ruang, dikarenakan siswa dalam mendapatkan rumus volume bangun ruang diperoleh dengan menghafl sesuai dengan apa yang telah dituliskan guru di papan tulis, sehingga siswa hanya mengafalkan rumus tan tau bagaimana asalnya.

Pembelajaran bangun ruang kurang memaksimalkan adanya penggunaan media sehingga siswa kurang berminat dalam berlatih mengerjakan soal-soal,sehingga menurunkan keterampilan menghirung siswa. Dalam materi bangun ruang ini siswa masih memiliki beberapa kekurangan dalam menghitung volume.

Dengan adanya masalah tersebut perlu segera adanya solusi yang dapat mengatasi masalah tersebut sehingga pada akhirnya tidak meng-hambat siswa dalam pem-belajaran se-lanjutnya. Pada dasarnya belajar itu tidak hanya menghafal rumus saja, akan tetapi perlu pemahaman lebih dalam sehingga diharapkan bisa menumbuhkan keterampilan. Untuk itu perlu adanya media pembelajaran yang sesuai untuk mendukung dan mengatasi masalah yang mungkin terjadi pada proses pembelajaran tersebut. Media menutut Antonius Rachmad (2005) adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik untuk belajar. Siswa dirangsang oleh media untuk menggerakan inderanya untuk menerima informasi. Media realita adalah media yang sesuai dengan masalah yang ada, karena Media realita

menurut Indriana (2011) adalah benda yang digunakan sebagai bahan atau sumber belajar. Pemanfaatan dari media realita tidak harus dihadirkan secara nyata dalam ruang kelas melainkan dapat juga dengan cara mengajak siswa-siswa melihat langsung (observasi) benda nyata langsung ke lokasinya, sehingga menggunakan media realita dirasa siswa tidak hanya menghafal rumus akan tetapi siswa dapat menemukan sendiri rumus tersebut.

Media yang digunakan harus sesuai dengan materi yang sedang dibahas agar mendukung proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Materi yang dibahas kali ini adalah materi Volume Bangun Ruang. Media Realita yang digunakan disini adalah kubus satuan, karena media tersebut cocok di-gunakan untuk menghitung volume bangun ruang, selain itu dengan media tersebut siswa dapat menemukan sendiri bagaimana rumus volume bangun ruang tersebut.

Media realita adalah benda yang sebenarnya dalam bentuk utuh dan aslinya, misalnya; orang; binatang; tanaman; mata uang; peristiwa; peralatan; dan sebaginya. Ada dua cara belajar melaui benda sebenarnya, yaitu : “membawa kelas ke dunia luar” dan

“membawa dunia ke dalam kelas”. Untuk membawa ke dunia luar dapat melalui widya

wisata/ study tour, dan untuk membawa dunia

ke dalam kelas dapat dengan cara

menggunakan specimen atau contoh (Ngadino, 2010:50).

Media realita atau media sebenarnya nantinya akan membantu kendala atau ke-sulitan siswa seperti sering lupa dalam menentukan atau menuliskan rumus dalam mengerjakan soal bangun ruang karena siswa hanya dibiasakan mengahafal rumus. Media realita nantinya juga memahamkan siswa dalam mengerjakan soal yang behubungan dengan volume bangun ruang

Sehubungan dengan permasalahan tersebut, dapat dirumuskan masalah yaitu: apakah penggunaan Media Realita dapat me-ningkatkan keterampilan menghitung volume bangun ruang pada siswa kelas V SD Negeri 2 Jampiroso Temanggung Tahun Pelajaran 2015/2016?.

(3)

pada siswa kelas V SD Negeri 2 Jampiroso Temanggung Tahun Pelajaran 2015/2016.

METODE

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan di SD Negeri 2 Jampiroso, Temanggung. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah 44 siswa yang terdiri dari 25 laki-laki dan 19 perempuan. Waktu penelitian adalah selama 6 bulan Mei - Oktober tahun pelajaran 2015.

Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data yang termasuk dalam data kuantitatif dalam penelitian ini adalah nilai ke-terampilan menghitung volume bangun ruang siswa sebelum dan sesudah tindakan, nilai keaktifan siswa dalam pembelajaran, serta nilai proses pelaksanaan guru yang ada dalam pembelajaran. Data kualitatif yang ada pada penelitian ini adalah silabus Matematika kelas V semester I, RPP Matematika kelas V tentang materi volume bangun ruang, hasil wawancara terhadap guru kelas V SD Negeri 2 Jampiroso Temanggung sebelum dan juga sesudah menggunakan media realita.

Teknik pengumpulan dari data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik wawancara yang ada dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan keterangan mengenai pembelajaran yang se-lama ini telah berlangsung seperti cara me-ngajar guru dan metode yang digunakan guru dalam mengajar, serta keadaan siswa ketika pembelajaran berlangsung. Observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan merupakan kegiatan pemusatan perhatian terhadap sesuatu objek menggunakan seluruh alat indra” (Arikunto, 2006:156) untuk itu observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur atau menilai proses pelaksanaan pembelajaran guru kelas V SD Negeri 2 Jampiroso Temanggung dalam penggunaan media realita saat pembelajaran berlangsung dan menilai keaktifan siswa. Di dalam penelitian ini jenis tes yang digunakan yaitu tes tertulis. Tes ini digunakan untuk

mengetahui perkembangan keterampilan

menghitung volume bangun ruang siswa kelas V SD Negeri 2 Jampiroso Temanggung pada tahun pelajaran 2015/2016. Data dokumentasi penelitian ini digunakan untuk memperoleh

data antara lain Silabus pembelajaran, RPP, data nilai keterampilan menghitung sebelum dan juga sesudah penggunaan media, dan dokumentasi foto.

Validasi data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi sumber dan juga teknik pengumpulan data. Triangulasi sumber yang digunakan untuk menguji kredibilitas data dan dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Triangulasi teknik atau triangulasi metode digunakan untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Teknik analisi data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif komparatif, data hasil tes dianalisis secara diskriptif kemudian hasil tes antar siklus dibandingkan. Analisi data sesesuai dengan Sarwiji Suwandi (2009:61) dilakukan melalui tiga tahap, yaitu (1) reduksi data; (2) paparan data/ sajian data; dan (3) penyimpulan data/ verifikasi.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dengan menggunakan prosedur penelitian yang dilakukan melalui beberapa siklus-siklus tindakan. Pada Tiap-tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubagan yang

dicapai mencakup perencanaan (planning),

tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection).

HASIL

Sebelum melaksanakan dari tindakan, peneliti melakukan kegiatan wawancara dan memberikan pretes pada siswa. Hasil pretes tersebut menunjukan bahwa sebanyak 27 siswa atau 61,36% nilai keterampilan menghitung volume bangun ruang siswa masih di bawah KKM (70), serta nilai rata-rata ketuntasan hanya 61,86 (rendah). Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut :

Tabel 1. Frekuensi Data Nilai Prasiklus

Interval (fi) (xi) fi.xi (%) 38 - 45 13 41,5 539,5 19,82% 46 - 53 0 49,5 0 0,00% 54 - 61 14 57,5 805 29,57% 62 - 69 0 65,5 0 0,00% 70 - 77 1 73,5 73,5 2,70% 78 - 85 16 81,5 1304 47,91%

Jmlh 44 2722 100% Nilai Rata-rata 61,86

(4)

Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan yaitu 70. Dari 44 siswa, 27 siswa atau 61,36% siswa masih di bawah KKM, dan hanya 17 siswa atau 38,64% siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal. Dengan nilai terendah 40, nilai tertinggi 80, dan nilai rata-rata kelas 61,86.

Nilai keterampilaan menghitung

volume bangun ruang setelah menggunakan media realita pada siklus I menunjukan pe-ningkatan. Hasil secara lengkap nilai ke-terampilan menghitung volume bangun ruang pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 2 berikut :

Tabel 2. Frekuensi Data Nilai Siklus I

Interval (fi) (xi) fi.xi (%) 38 - 45 5 41,5 207,5 6,14% 46 - 53 1 49,5 49,5 1,47% 54 - 61 2 57,5 115 3,40% 62 - 69 9 65,5 589,5 17,45% 70 - 77 2 73,5 147 4,35% 78 - 85 7 81,5 570,5 1689% 86 - 93 7 89,5 626,5 18,55% 94 - 101 11 97,5 1072,5 31,75% Jumlah 44 3378 100,00% Nilai Rata-rata 76,77

Berdasarkan data pada Tabel 2 di atas, pada siklus I sebanyak 27 siswa mencapai nilai KKM atau presentasenya 61,36%, sedangkan 17 siswa memperoleh nilai dibawah KKM atau 38,64%. Nilai terendah 40 nilai tertinggi 100, dan rata-rata nilai menghitung volume bangun ruang sebesar 76,77. Dengan demikian, target pada indikator kinerja penelitian < 80% siswa belum mencapai KKM, sehingga diperlukan adanya tindek lanjut pada siklus berikutnya.

Data nilai keterampilan menghitung volume bangun ruang siswa pada siklus II menunjukan adanya peningkatan dari siklus sebelumnya. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut :

Tabel 3 Frekuensi Data Nilai Siklus II

Interval (fi) (xi) fi.xi (%) 46 - 53 3 49,5 148,5 4,26% 54 - 61 8 57,5 460 13,21% 62 - 69 4 65,5 262 7,52% 70 - 77 6 73,5 441 12,67% 78 - 85 1 81,5 81,5 2,34% 86 - 93 7 89,5 626,5 17,99% 94 - 101 15 97,5 1462,5 42,00% Jumlah 44 3482 100,00%

Nilai Rata-rata 79,14

Berdasarkan data pada Tabel 3 di atas pada siklus II ada 29 siswa yang mencapai nilai

KKM atau 65,91%, sedangkan sebanyak 15 siswa memperolah nilai di bawah KKM atau 34,09%. Nilai terendah 50, nilai tertinggi 100 dan nilai rata-ratanya sebesar 79,14. Hasil siklus II meningkat akan tetapi belum memenuhi ketuntasan < 80%, dengan demikian perlu adanya tindak lanjut lagi pada siklus berikutnya.

Data nilai keterampilan menghitung volume bangun ruang siswa pada siklus III menunjukan adanya peningkatan dari siklus sebelumnya. Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut :

Tabel 4 Freakuensi Data Nilai Siklus III

Interval (fi) (xi) fi.xi (%) 54 - 61 4 57,5 230 6,58% 62 - 69 4 65,5 262 7,49% 70 - 77 15 73,5 1102,5 31,52% 78 - 85 5 81,5 407,5 11,65% 86 - 93 8 89,5 716 20,47% 94 - 101 8 97,5 780 22,30% Jumlah 44 3498 100,00% Nilai Rata-rata 79,50

Berdasarkan data pada Tabel 4 di atas, pada siklus III ada 36 siswa yang mencapai nilai KKM atau 81,82%, sedangkan sebanyak 8 siswa memperoleh nilai di bawah KKM atau 18,18%. nilai terendah 57,5, nilai tertinggi 100, dan nilai rata-ratanya sebesar 79,50. Hasil siklus III meningkat dan telah memenuhi indikator kinerja penelitian yaitu ketuntasan klasikal > 80%, dengan demikian peneliti mengakhiri tindakan pada siklus III dalam me-ningkatkan keterampilan menghitung volume bangun ruang.

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data yang telah diperoleh, dapat dinyatakan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan media realita dapat meningkatkan keterampilan meng-hitung volume bangun ruang siswa. Anderson (1987:

183) berpendapat bahwa objek yang

sesungguhnya, atau benda model yang mirip

sekali dengan benda nyatanya, akan

(5)

pula media yang bersifat langsung dalam bentuk objek nyata atau realita (Ibrahim dan Syaodih, 2010:118).

Pada hasil pretest keterampilan meng-hitung volume bangun ruang siswa diperoleh nilai rata-rata kelas. Besarnya presentase ketuntasan siswa hanya 38,64%, sedangkan 61,36% masih belum memenuhi KKM. Nilai terendah pada pretest adalah sebesar 40, sedangkan nilai tertinggi yang siperoleh siswa adalah 80. Berdasarkan hasil pretest tersebut, maka dilakukan tindakan untuk meningkatkan keterampilan menghitung volume bangun ruang siswa.

Pembelajaran siklus I dengan meng-gunakan media realita menunjukan adanya peningkatan signifikan keterampilan meng-hitung volume bangun ruang. Hasil analisis data nilai keterampilan menghitung volume bangun ruang pada siklus I menunjukan bahwa presentase hasil tes siswa yang tuntas meningkat menjadi 61,36% dibandingkan sebelum ada tindakan dengan rata-rata kelas 76,77. Siswa yang tuntas pada siklus I sebanyak 27 siswa.

Peningkatan yang terjadi pada siklus I tersebut belum memenuhi target indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Sebagai tindak lanjut maka penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pe-ningkatan yang terjadi pada siklus I juga memiliki beberapa kekurangan yang nantinya bisa ditindak lanjuti pada siklus berikutnya. Bagi guru yang perlu ditindak lanjut (1) Aspek prapembelajaran, gurukurang mempersiapkan siswa dalam pembelajaran; (2) Aspek dari penguasaan materi, guru perlu me-ningkatkan penguasaan materi dan mengaitkan dengan realitas kehidupan; (3) Aspek pe-manfaatan dari media pem-belajaran perlu ditingkatkan; (4) Aspek penutup, perlu di-tingkatkan itu karena belum mengajak siswa untuk menarik kesimpulan. Bagi siswa (1) Aspek keaktifan, yaitu perlu di-tingkatkan karena masuh banyak siswa yang belum berani mengemukaan pendapat; (2) Aspek tanggung jawab, perlu ditingkatkan sebab beberapa siswa yang masih mengganggu temannya; (3) Aspek menyelesaikan sesuai dengan langkah-langkahnya, masih banyak siswa yang belum bisa menyelesaikan soal dengan benar dan tepat; (4) Aspek melaporkan informasi, perlu

ditingkatkan sebab siswa belum lancar melaporkan pekerjaan.

Setelah melihat pada hasil analisis serta refleksi pada pelaksanaan siklus I, maka pelaksanaan tindakan kelas ini dilanjutkan pada siklus selanjutnya yaitu siklus II. Setelah di lakukan analisis mengenai kekurangan pada pelaksanaan siklus I, maka disusun rencana pembelajaran siklus II agar kekurangan yang terjadi pada siklus I lebih dapat diminimalkan. Pelaksanaan tindakan pada siklus II berjalan lancar dan sesuai perencanaa.

Hasil analisisi pada siklus II

menunjukan adanya peningkatan keterampilan menghitung volume bangun ruang siswa, sebanyak 29 siswa atau 65,91% mencapai KKM, dengan nilai rata-rata kelas 79,14. Peningkatan tersebut akan tetapi belum memenihi target atau indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Sehingga akan ditindak lanjuti pada siklus berikutnya yaitu siklus III. pada siklus II terdaat beberpa kekurangan yang nantinya bisa di-tindak lanjut pada siklus III sebagai berikut. Bagi siswa (1) Aspek ke-aktifan, perlu ditingkatkan, beberapa siswa sudah mulai berani mengajukan pendapat; (2) aspek ketertarikan, perlu ditingkatkan, jumlah siswa yang ramai mulai berkurang, akan tetapi masih ada siswa yang tidak memperhatikan; (3) Aspek menyelesaikan soal sesuai waktu yang ditentukan, perluditingkatkan ada beberapa siswa yang belum mampu menyelesaikan soal tepat waktu dan sesuai langkahnya.

Setelah melihat pada hasil analisis serta refleksi pada pelaksanaan siklus II, maka pelaksanaan tindakan kelas ini dilanjutkan pada siklus selanjutnya yaitu siklus III. Setelah di lakukan analisis mengenai kekurangan pada pelaksanaan siklus II, maka disusun rencana pembelajaran siklus III agar kekurangan yang terjadi pada siklus II lebih dapat diminimalkan. Pelaksanaan tindakan pada siklus III berjalan lancar dan sesuai perencanaa.

(6)

Perbandingan nilai atau hasi tes ke-terampilan menghitung volume bangun ruang dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut :

Tabel 5. Perbandingan Hasil Tes Keterampilan Menghitung Volume Bangun

Ruang Prasiklus, Siklus I, Siklus II, dan Siklus III

Ket. Pra-siklus

Siklu s I

Siklus II

Siklus III Nilai

Terendah

40 40 50 57,5

Nilai Tertinggi

85 100 100 100

Nilai Rata-Rata

61,86 76,77 79,14 79,50

Ketuntasan 38,64% 61,36 %

65,91 %

81,82%

SIMPULAN

Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan sebanyak dua siklus pada kegiatan belajaran menghitung volume bangun ruang dengan menggunakan

media realita pada siswa kela V SD Negeri 2 Jampiroso Temanggung, telah dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pada keterampilan menghitung volume bangun ruang dari siswa.

Bukti dari peningkatan keterampilan menghitung volume bangun ruang siswa dapat diketahui dari nilai atau hasil tes keterampilan menghitung volume bangun ruang yang telah dilaksanakan pada prasiklus, siklus I, siklus II dan siklus III menunjukan peningkatan rata-rata dan persentase ketuntasan secara klasikal keterampilan menghitung volume bangun ruang siswa. Rata-rata dari nilai keterampilan menghitung volume bangun ruang siswa pada kondisi prasiklus sebesar 61,86, dengan ketuntasan klasikal sebesar 38,64%. Siklus I sebesar 76,77 dengan ketuntasan klasikal 61,36%, kemudaian siklus II sebesar 79,14 dengan ketuntasan klasikal 65,91%, dan siklus III sebesar 79,50 dengan ketuntasan klasikal 81,82%.

DAFTAR PUSTAKA

Anderson, Ronald H. (1987). Pemilihan dan Pengembangan Media Untuk Pembelajaran.

Jakarta: CV. Rajawali

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi VI). Jakarta: PT Rineka Cipta.

Ibrahim,R dan Syaodih, N. (2010). Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Indriana. (2011). Ragam Alat Bantu Media Pengajaran mengenal, merancang, dan

Mempraktikannya. Yogyakarta: DIVA Press

Ngadino. (2010). Media Pembelajaran.

Rachmad, Antonius. (2005). Pengantar Multimedia. Yogyakarta : Fakultas Teknik Informatika

Universitas Kristen Duta Wacana

Suwandi, S. (2009). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah.

Gambar

Tabel 2. Frekuensi Data Nilai Siklus I
Tabel 5. Perbandingan Hasil Tes

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Pada subbab ini, akan ditampilkan grafik daya pada konsumen, grafik daya pada dummy load, dan total daya yang terbentuk (jumlah daya konsumen ditambah daya dummy load)

layanan dengan prioritas lebih tinggi akan mendapatkan bandwidth terlebih dahulu dibanding kelompok yang memiliki layanan dengan prioritas lebih rendah. Penelitian

Setelah dipanaskan, terjadi perubahan warna pada 4 sampel (glukosa, fruktosa, laktosa, maltosa) menjadi berwarna oranye serta terdapat endapan merah bata,

Berdasarkan Pengumuman Pemenang Seleksi Sederhana Nomor : 02/KONSUL.13/ULP - POKJA I/LMD/IV/2014 tanggal 10 April 2014 dan Masa Sanggah Hasil Lelang telah

Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia.. Dalam reaksi

Tahun 2ol2 tentang organisasi dan Tata Kerja Universitas Negeri Malang (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2072 Nomor a%);. Keputusan Menteri Keuangan Nomor

Universitas