Akuntansi Sewa Akuntansi Sewa
KELOMPOK: IV KELOMPOK: IV
1.
1.
S Sr ri i W Wu ul la an nd da ar ri i ( (1 15 51 13 30 03 31 10 00 00 07 7) )
2.
2.
M M. . R Ri ic co o A Ar rd di i S Se et ti ia aw wa an n ( (1 15 51 13 30 03 31 10 00 01 11 1) )
3.
3.
B Ba ay yu u D De en nd di i P Pr ra at ta am ma a ( (1 15 51 13 30 03 31 10 00 02 22 2) )
4.
4.
Ainul Ainul Hidayatil Hidayatil Choiriah Choiriah (151303100 (15130310045) 45)
5.
5.
B Bo ob bb by y H He er rm ma aw wa an n ( (1 15 51 13 30 03 31 10 03 33 33 3) )
6.
6.
R Re en nd di i K Ku ur rn ni ia aw wa an n ( (1 15 51 13 30 03 31 10 03 33 34 4) )
KELAS: 4-A.1 AKUNTANSI
KELAS: 4-A.1 AKUNTANSI
Definis
Definis i Sewa i Sewa
Sewa adalah perjanjian antara
Sewa adalah perjanjian antara lessee lessee (penyewa) (penyewa) dengan lessor (pemberi sewa) di mana
dengan lessor (pemberi sewa) di mana lessee diberikan lessee diberikan hak oleh lessor untuk menggunakan aset milik lessor hak oleh lessor untuk menggunakan aset milik lessor pada periode yang
pada periode yang telah disepakati. Atas diperolehnya telah disepakati. Atas diperolehnya hak tersebut, lessee diharuskan melakukan pembayaran hak tersebut, lessee diharuskan melakukan pembayaran (serangkaian pembayaran) kepada lessor. Perjanjian
(serangkaian pembayaran) kepada lessor. Perjanjian sewa memungkan aset tersebut menjadi milik lessee sewa memungkan aset tersebut menjadi milik lessee atau dikembalikan kepada lessor pada akhir masa sewa.
atau dikembalikan kepada lessor pada akhir masa sewa.
Istilah sewa pada pembahasan
Istilah sewa pada pembahasan ini dulunya dikenal ini dulunya dikenal sebagai sewa guna usaha (leasing).
sebagai sewa guna usaha (leasing).
Definis
Definis i Sewa i Sewa
Sewa adalah perjanjian antara
Sewa adalah perjanjian antara lessee lessee (penyewa) (penyewa) dengan lessor (pemberi sewa) di mana
dengan lessor (pemberi sewa) di mana lessee diberikan lessee diberikan hak oleh lessor untuk menggunakan aset milik lessor hak oleh lessor untuk menggunakan aset milik lessor pada periode yang
pada periode yang telah disepakati. Atas diperolehnya telah disepakati. Atas diperolehnya hak tersebut, lessee diharuskan melakukan pembayaran hak tersebut, lessee diharuskan melakukan pembayaran (serangkaian pembayaran) kepada lessor. Perjanjian
(serangkaian pembayaran) kepada lessor. Perjanjian sewa memungkan aset tersebut menjadi milik lessee sewa memungkan aset tersebut menjadi milik lessee atau dikembalikan kepada lessor pada akhir masa sewa.
atau dikembalikan kepada lessor pada akhir masa sewa.
Istilah sewa pada pembahasan
Istilah sewa pada pembahasan ini dulunya dikenal ini dulunya dikenal sebagai sewa guna usaha (leasing).
sebagai sewa guna usaha (leasing).
Keunggulan
Keunggulan Sewa Sewa
Jika dibandingkan antara sewa dengan membeli tunai melal Jika dibandingkan antara sewa dengan membeli tunai melalui utang bank, maka sewa memiliki beberapa keuntunganui utang bank, maka sewa memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut
sebagai berikut
PenPendanadanaanan100100%%
TingkTingkat at bungabungatetaptetap
PerliPerlindunganndunganterhadaterhadappkeusangkeusanganan
FleksibelFleksibel
BuBungngaa lelebibihh rerendandahh
KeuKeuntunntunganganpajapajak k
PembiPembiayaanayaanoff-baoff-balance sheet lance sheet
Perkembangan Sewa di
Perkembangan Sewa di I Indonesia ndonesia
Sewa (leasing) sebagai salah satu bentuk pembiayaan mulai berkembang di indonesia pada tahun 1974 setelah terbitnya Sewa (leasing) sebagai salah satu bentuk pembiayaan mulai berkembang di indonesia pada tahun 1974 setelah terbitnya surat keputusan bersama (SKB) tiga menntri yaitu Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian , dan Menteri Perdagangan.
surat keputusan bersama (SKB) tiga menntri yaitu Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian , dan Menteri Perdagangan.
ber
berdasdasarkarkananlaplaporaoranndardariiAsoAsosiasiasisiperperusausahaanhaanpempembiabiayaayaannIndIndoneonesia (Asia (APPIPPI), pada), padatahutahunn2012013, piu3, piutantanggpembpembiayiayaanaan mel
melalualuii sewsewaa(le(leasiasing) mng) menemenempatipatiposposisiisikedukeduaa(33(33%) se%) seteltelahahpembpembiayiayaanaankonkonsumsumenen(64(64%). Wa%). Walaulaupunpunperpertumtumbuanbuannya nya tid
tidakaksebesebesarsarpembpembiayiayaanaankonkonsumsumen, en, nilnilaiaipiupiutantangglealeasinsing g dipdiperkerkirairakankanterterususmenmengalgalamiamipenipeningkngkatanatanpadapadatahutahunn 2012014.4.
Jenis-Jenis Sewa
Sewa operasi
Sewa pembiayaan
Kriteria sewa pembiayaan
Suatu transaksi yang secara substansi mengalihkan resiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset, biasanya memenuhi salah satu atau beberapa situasi berikut ini :
1.
Perjanjian sewa menyatakan adanya pengalihan kepemilikan aset kepada lessee pada akhir masa sewa.
2.
Lessee memiliki opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup rendah dibandingkan nilai wajar oada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan
3.
Masa sewa mencakup sebagai besar umur ekonomis aset meskipun hak milik tidak dialihkan.
4.
Pada awal sewa, nilai kini darijumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekati nilai wajar aset sewaan
5.
Aset sewaan besifat khusus dan hanya lessee yang dapat menggunakan nya tanpa perlu
modifikasi secara material.
Analisis Perjanjian Sewa
Contoh 20.1 Transaksi yang mengandung Sewa
PT A mengadakan kontrak pembelian BBM yang dihasilkan oleh kilang milik PT B. Kilang transaksi oleh PT B khusus menghasilkan BBM dalam rangka kontrak dengan PT A. Harga pembelian BBM yang dibayar oleh PT A jauh diatas harga pasar yang berlaku. PT B harus memenuhi permintaan BBM dari PT A dan tidak boleh memasok BBM tersebut dan kilang lain selain kilang yang dimaksud dalam kontrak PT B juga tidak dapat menjual BBM dari kilang tersebut kepada pihak lain. Pada akhir tahun ke 21 sebagian diserahkan kepada PT A.
Indikator lain juga mungkin ada pada sewa pembiayaan yang mencakup salah satu atau beberapa situasi berikut:
1. Sewa yang tidak dapat dibatalkan
2. Awal sewa
3. Awal masa sewa
4. Masa sewa
5. Pembayaran sewa minimum
6. Rental kontinjen
7. Nilai residu yang dijamin
8. Umur ekonomis
Akuntansi Sewa Untuk Lessee
Sewa Pembiayaan
Pengakuan awal dan pengukuran Pengakuan aset dan liabilitas
Pada sewa pembiayaan, lesse mengakui aset dan liabilitas di awal masa sewa sebesar nilai terendah antara nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembiayaan sewa minimum. Nilai aset dan liabilitas tersebut diakui pada nilai yang sama, kecuali jika terdapat uang muka atas sewa, maka liabilitas diakui stelah dikurangi uang muka.
Sebagai contoh, jika nilai wajar aset adalah Rp 100.000.000 dari nilai kini pembiayaan sewa minimum adalah Rp 97.000.000, maka jurnal yang dicatat lessee pada awal masa sewa adalah sebagai berikut,
Perhitungan nilai kini atas pembayaran sewa minimum dapat dilihat pada contoh 20.2. pada saat pengakuan awal, nilai liabilitas yang diakui sama dengan nilai aset kecualli telah terdapat pembayaran atas sebagian liabilitas.
Jika nilai wajar aset adalah Rp 97.000.000 dan lessee sudah membayar uang muka sebesar Rp 10.000.000 maka jumlahnya sebagai berikut.
Aset sewa pembiayaan 97.000.000
liabilitas sewa pembiayaan 97.000.000
Aset sewa pembiayaan 97.000.000
uang muka sewa
liabilita bia
10.000.000 87.000.000
Contoh 20.2 Sewa Pembiayaan bagi Lessee tanpa Nilai Residu
Pada tanggal 1 januari 2015, PT lessee menandatangani kontrak sewa sebuah mesin selama 4 tahun dengan PT Lessor. Nilai wajar mesin saat awal sewa sebesar Rp
150.000.000, tanpa nilai residu. PT Lesse telah menggunakan mesin tersebut pada tanggal 2 januari 2015. Pada akhir masa sewa mesin dikembalikan ke PT lessor yaitu tanggal 31 desember 2018. PT lessor menetapkan sewa dilakukan secara tahunan tiap awal periode mulai 2 januari 2015 sebesar Rp 41.933.445. PT lesse mambayar biaya langsung awal sebesar Rp 10.000.000 diluar pembayaran sewa. Tingkat bunga implisit yang ditetapkan PT lessor sebesar 8% (diketahui oleh PT lessor) sedangkan tingkat bunga inkremental bagi PT lesse adalah sebesar 10%. Umur ekonomik mesin
diestimasikan 5 tahun. Metode penyusutan yang digunakan untuk pencatatan adalah
garis lurus.
Langkah peertama yang harus dilakukan adalah melakukan analisis atas jenis sewa, yaitu sebagai berikut :
1. Perjanjian sewa menyatakan adanya pengalihan kepemilikan aset kepada lesse pada akhir masa sewa. Kriteria ini tidak terpenuhi karena aset dikembalikan ke PT lessor pada masa akhir sewa.
2. Lessee memiliki opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup rendah dibandingkan nilai
wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi bisa dilaksanakan. Kriteria ini juga tidak terpenuhi karena tidak ada opsi untuk membeli aset yang ditawarkan kepada PT lesse dalam perjanjian sewa.
3. Masa sewa mencakup sebagian besar umur ekonomis aset meskipun hak milik tidak dialihkan.
Kriteria ini terpenuhi karena masa sewa (4 tahun) meliputi sebaian besar umur ekonomis (5 tahun).
4. Pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara subtansional wajar aset sewaan. Kriteria ini tidak terpenuhi dengan perhitungan sebagai berikut :
Pembayaran sewa minimum Rp 41.933.445
Faktor nilai kini anuitas due of / (n = 4,1 = 8%*) Rp 35.730.369 Nilai kini pembayaran sewa minimum** Rp 150.000.000.000 Nilai wajar aset Rp 150.000.000.000
5. Aset sewaan bersifat khusus dan hanya lessee yang dapat menggunakan tanpa perlu dimodifikasi
secara material. Kriteria ini tidak terpenuhi karena tidak terdapat informasi terkait
Berdasarkan analisis di atas dapat disimpulkan bahwa jenis Sewa adalah sewa pembiayaan, sehingga PT lesse mengakui aset dan liabilitas terkait di awal masa sewa dengan jurnal sebagai berikut
2 Januari 2015 Asset sewa pembelian 160.000.000 Liabilitas sewa pembiayaan 150.000.000 Kas 10.000.000
Jika tidak terdapat biaya langsung awal, maka nilai aset yang diakui sama dengan nilai liabilitas nya. Perlu diperhatikan bahwa pengakuan hasil dilakukan pada awal masa sewa yaitu tanggal 2 Januari 2015, sedangkan tanggal 1 Januari 2015 adalah masa sewa. Untuk memudahkan pencatatan selanjutnya, sebaiknya menggunakan tabel amortisasi seperti pada tabel 20.1
Tanggal Penerimaan sewa Pendapatan bunga(8%)
Pengurangan pokok piutang
Piutang sewa
2/1/15 150.000.000
2/1/15 41.933.445 41.933.445 108.066.555
2/1/16 41.933.445 8.645.324 33.288.121 74.778.434
2/1/17 41.933.445 5.982.275 35.951.170 38.827.264
2/1/18 41 933 445 3 106 181 38 827 264