I Gusti Ngurah Agung Dicky Wibawa, Ida Bagus Putra Astika
Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Price to Book Value dengan Manajemen Laba sebagai Variabel Intervening 1687-1708
Kartika Widya Tri Dewanti, I Gusti Ngurah Agung Suaryana
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Amnesti Pajak Pada Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi 1709-1736
Komang Sudaarsa, I Ketut Jati
Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Komponen Good Corporate Governance pada Nilai Perusahaan yang Terdaftar di BEI 1737-1767
I Gusti Ayu Agung Dewi Kurnia Uthami, I Wayan Pradnyantha Wirasedana
Hubungan Kegunaan dan Kemudahan Penggunaan SAIBA dengan Kualitas Laporan Keuangan Kantor Wilayah DJP Bali 1768-1798
Budi Ismanto Prasetyo, I Dewa Gede Dharma Suputra
Opini Auditor Dan Solvabilitas Sebagai Pemoderasi Pengaruh Profitabilitas Terhadap Audit Delay 1799-1827
I Gede Ari Dewanto, Anak Agung Ngurah Bagus Dwirandra
Pengaruh Penggunaan SIMRS dan Kesesuaian Tugas Pada Kinerja Karyawan di RSUD Wangaya Kota Denpasar 1828-1857
Ni Made Ayu Maya Puspita, Dodik Ariyanto
Pengaruh Struktur Aset, Profitabilitas, Operating Leverage Dan Likuiditas Terhadap Struktur Modal Perusahaan Consumer Goods di BEI 1858-1879 I Komang Yusa Dharmadi, I Gusti Ayu Made Asri Dwija Putri
Pengaruh E-Commerce dan Efektivitas Kerja Pengguna Terhadap Kinerja Perusahaan Pada Usaha Kecil dan Menengah di Denpasar 1880-1907
Ni Made Werin Sarastyarini, I Ketut Yadnyana
Pengaruh Konservatisme Dan Investment Opportunity Set (IOS) Terhadap Kualitas Laba dengan Kepemilikan Manajerial Sebagai Pemoderasi 1908-1937
Putu Astri Yunita, Bambang Suprasto Herkulanus
Cokorda Istri Eka Pratiwi, I Dewa Nyoman Wiratmaja
Pengaruh Leverage dan Profitabilitas pada Pengungkapan Manajemen Risiko 1990-2022 I Putu Wahyu Saskara, I Gusti Ayu Nyoman Budiasih
Pengaruh Teknologi Informasi, Partisipasi Manajemen, Kemampuan Pemakai SIA, Pendidikan dan Pelatihan pada Kinerja Manajemen LPD 2023-2048 Ni Komang Diana Pradasari, Ida Bagus Dharmadiaksa
Pengaruh Metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital) Pada Nilai Perusahaan 2049-2072
Desak Made Gita Lestari, Made Gede Wirakusuma
Analisis Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi Pada Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kota Denpasar 2073-2095
Ida Bagus Gede Agastya Mahardika, I Made Sadha Suardhika
Pengaruh NPL, LDR, dan CAR padaROA Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI Tahun 2014-2016 2096-2120
Putu Intan Trisna Dewi, I Ketut Suryanawa
Pengaruh Tax Amnesty dan E-Filing pada Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di Kabupaten Badung 2121-2147
I Nyoman Toni Artana Putra, Ni Ketut Lely Aryani Merkusiwati
Pengaruh Volume Perdagangan Saham, Volatilitas Laba, Dividend Yield, dan Ukuran Perusahaan Pada Volatilitas Harga Saham 2148-2175
Ni Wayan Sekar Andiani, Gayatri Gayatri
Pengaruh Budaya Organisasi, Independensi, Objektivitas, Akuntabilitas, dan Pengalaman Kerja Pada Kinerja Pengawas LPD 2176-2196
Kadek Pipit Winarsih, I Ketut Alit Suardana
Pengaruh Idealisme, Relativisme, dan Etika pada Persepsi Mahasiswa Akuntansi atas Perilaku Etis Akuntan 2197-2225
Ni Made Hanny Ariyanti, A.A.G.P Widanaputra
Pengaruh Penerapan Good Corporate Governance dan Gaya Kepemimpinan pada Kinerja Keuangan 2226-2246
Putu Dewi Arina Pratiwi, I Ketut Budiartha
Pengaruh Besaran Fee Audit dan Independensi Terhadap Kualitas Audit dan Etika Profesi Auditor Sebagai Moderasi 2247-2273
Putu Putri Prabhawanti, Ni Luh Sari Widhiyani
Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas dan Free Cash Flow Sebagai Pemoderasi 2274-2303
I Made Adi Mahendra, Ni Gusti Putu Wirawati
Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Nilai Perusahaan dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi 2304-2332
Luh Putri Wedayanti, I Gde Ary Wirajaya
Pengaruh Corporate Social Responsibility Pada Manajemen Laba 2333-2359 Ni Luh Nia Ardiani, Putu Sudana
NI PUTU MEGA DARMA YANTI, I Dewa Nyoman Badera
Persepsi Etis Auditor pada Kantor Akuntan Publik dan Akuntan Pendidik pada Praktik Manajemen Laba 2414-2442
Putu Javani Sukma K, I Ketut Sujana
Pengaruh Pertumbuhan Kredit Terhadap Tingkat Kesehatan Koperasi Dengan Tingkat Perputaran Kredit Sebagai Variabel Pemoderasi 2443-2469
Kunigunde Viktoriana Radung, I Gede Juliarsa
the results of studies and research articles in the field of financial accounting, auditing, management accounting, government accounting, accounting information systems, taxation, behavioral accounting, bank accounting and rural credit institutions which have not been published in other media.
Tim Editor Editor-In-Chief:
Dodik Ariyanto, Faculty of Economics and Business, Udayana of University, Bali-Indonesia
Managing Editor:
1. I Gusti Ayu Eka Damayanthi, Faculty of Economics and Business, Udayana of University, Bali-Indonesia
2. Ayu Aryista Dewi, Faculty of Economics and Business, Udayana of University, Bali- Indonesia
Editorial Board:
1. I Dewa Nyoman Badera, Faculty of Economics and Business, Udayana of University,, Bali- Indonesia
2. Ni Putu Sri Harta Mimba, Faculty of Economics and Business, Udayana of University, Bali- Indonesia
3. Dewa Gede Wirama, Faculty of Economics and Business, Udayana of University, Bali- Indonesia
INDEXED BY
TOOLS
Pengaruh Penggunaan SIMRS Dan Kesesuaian Tugas Pada Kinerja Karyawan Di RSUD Wangaya Kota Denpasar
Ni Made Ayu Maya Puspita1 Dodik Ariyanto2
1Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali, Indonesia email: [email protected]/telp: +6281246748515
2Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Bali,Indonesia ABSTRAK
Kinerja karyawan merupakan tingkat keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai dengan target yang ditentukan. Kinerja karyawan dipengaruhi faktor penggunaan sistem informasi dan kesesuaian tugas. Kesehatan menjadi penting dalam perkembangan saat ini sehingga rumah sakit menggunakan sebuah sistem yang disebut dengan SIMRS.
Penelitian ini dilakukan di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 43 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteriayaitu tidak karyawan pengguna SIMRS secara keseluruhan di RSUD Wangaya Kota Denpasar dan karyawan pengguna SIMRS yang berhubungan dengan sistem transaksi keuangan pada RSUD Wangaya Kota Denpasar. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis linier berganda. Hasil akhir penelitian menyatakan bahwa adanya pengaruh positif antara variabel perceived usefulness pada penggunaan sistem informasi, perceived ease of use pada penggunaan sistem informasi, karakteristik tugas pada kesesuaian tugas, karakteristik teknologi pada kesesuaian tugas, penggunaan sistem pada kinerja karyawan, dan kesesuaian tugas pada kinerja karyawan.
Kata kunci:Penggunaan Sistem Informasi, SIMRS, kesesuaian tugas, kinerja karyawan.
ABSTRACT
Performanceemployeesissomeone achievement in performing tasks according to specified target.Performance employees influenced by use information systems and task conformance.Health is important in today's development so hospitals use a system called SIMRS.This research was conducted at Wangaya Hospital Denpasar City.The number of respondents used is 43 respondents were selected using purposive sampling technique with criteria is not a whole SIMRS users at RSUD Wangaya Denpasar City and SIMRS users associated with financial transaction system at RSUD Wangaya Denpasar City.Data collection method was using questionnaire.Data analysis technique used is multiple linear analysis.The final results indicate that a positive influence betweenperceived usefulnessvariablesin the use of information systems,perceived ease of usein the use of information systems, task characteristics in the task conformance, conformance task on technological characteristics, system usage on employee performance, and conformance task on employee performance.
Keywords: Use of Information System, SIMRS, task conformance, performance employee.
PENDAHULUAN
Kinerja karyawan merupakan tingkat keberhasilan seseorang dalam suatu periode tertentu dalam melaksanakan tugas sesuai dengan standar hasil kerja dan sasaran atau target yang telah disepakati bersama (Marlinawati, 2013). Kinerja karyawan dipengaruhi faktor sistem informasi dan kesesuaian tugas. Sistem informasi yang dikelola oleh perusahaan secara efektif dapat menjadi dasar untuk memperoleh keunggulan kompetitif. Maka dari itu, perusahaan memberikan perhatian khusus pada sistem informasi sebagai sumber pengumpulan dan penggunaan informasi secara efektif (Budiyanto, 2009).
Ditengah-tengah teknologi yang berkembang, Kota Denpasar sebagai ibukota Provinsi Bali tidak mau ketinggalan sebagai SmartCity. Pemerintah Kota berusaha untuk meningkatkan perkembangan Teknologi Informasi (TI). Oleh sebab itu, pemerintah kota pun melakukan terobosan pengembangan TIK salah satunya ialah dalam bidang kesehatan (Casmudi, 2017). Kesehatan masyarakat perlu mendapatkan suatu perhatian lebih. Terciptanya masyarakat yang sehat tentu juga akan meningkatkan tingkat kesejahteraan dan kenyamanan mereka (Admin 3, 2017). Agar terciptanya masyarakat yang sehat, maka pelayanan kesehatan harus dibenahi terlebih dahulu.
Rumah sakit sebagai salah satu wadah penyelenggara kesehatan dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dalam perubahan. Dalam hal lain rumah sakit sering mengalami kesulitan dalam pengelolaan informasi baik untuk kebutuhan internal
maupun eksternal sedangkan Direktorat Jendral yang menyelenggarakan urusan di bidang bina upaya kesehatan Kementrian Kesehatan membutuhkan informasi yang handal, tepat, cepat, dan terbarukan (up to date) untuk mendukung proses pengambilan keputusan dan penetapan kebijakan yang tepat (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013), maka dari itu Menteri Kesehatan mengeluarkan sebuah sistem informasi untuk mengatur segala macam kegiatan yang terdapat di dalam rumah sakit. Sistem itu sendiri dinamakan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS). Penggunaan sistem informasi berbasis teknologi membantu antar petugas di rumah sakit dalam mengakses informasi yang sama melalui komputer yang berbeda dengan menyambungkan melalui jaringan LAN, sehingga pekerjaan antar petugas pada bagian yang berbeda dapat terintegrasi dengan baik (Wulandari, 2015).
RSUD Wangaya sebagai Rumah Sakit Umum di Kota Denpasartelah dipercaya sebagai rumah sakit yang mengedepankan mutu pelayanan prima telah menggunakan sistem IT sejak tahun 2003 untuk membantu mengelola keuangannya dan baru mengalami penyempurnaan pada tahun 2010. RSUD Wangaya yang merupakan rumah sakit pendidikan yang telah dipercaya dapat mengelola keuangannya dengan baik oleh BPKP menggunakan SIMRS untuk mengelola keuangan agar lebih terakomodir dan transparan. SIMRS berguna untuk lebih memudahkan pengelolaan data dan pelaporan dalam mendapatkan data yang akuntabel (Wangaya, 2011).
Penelitian mengenai penggunaan dalam sistem informasi akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam optimalisasi pemanfaatan sistem informasi (Pirade, dkk, 2013). Pengguna akan menggunakan teknologi apabila teknologi tersebut berguna dan mudah untuk digunakan (Jogiyanto, 2017:111). Apabila teknologi sudah seusai dengan penggunanya dalam membantu menyelesaikan tugas maka pengguna akan cenderung menggunakan teknologi secara terus menerus sehingga kinerja menjadi bertambah karena tidak memerlukan usaha yang berlebih dengan bantuan penggunaan teknologi.
Tugas yang sesuai dengan teknologi yang digunakan juga perlu diperhatikan. Pemakai akan memberikan nilai evaluasi positif kepada sejauh mana sistem tersebut dipercaya dapat memenuhi kebutuhan tugas mereka dan sesuai dengan kebutuhan tugas mereka (Goodhue, 1995). Apabila tugas yang dikerjakan sudah sesuai dengan teknologi yang diterapkan, maka akan membantu karyawan dalam pengerjaan tugasnya sehingga teknologi yang diterapkan akan digunakan secara berkala oleh karyawan. Keseuaian tugas dengan teknologi dijadikan dasar dalam evaluasi pemakai untuk mengukur keberhasilan suatu sistem informasi.
Keberhasilan tersebut akan ditunjukkan dengan meningkatnya kinerja khususnya kinerja individu dalam organisasi.
Penelitian-penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan penelitian ini ialah Bangkara (2016), Aditya (2016),Supriyanti (2016), dan Handayani et al.(2017) menunjukan bahwa perceived usefulness dan perceived ease of use berpengaruh positif pada penggunaan sistem informasi. Sedangkan penelitian yang dilakukan
oleh Perangin-angin, dkk. (2016) dan (Amalia 2016) mengatakan bahwa perceived ease of use dan perceived usefulness tidak berpengaruh terhadap penggunaan sistem informasi. Penelitian yang dilakukan olehMaulina (2015), Ofani (2015),Goodhue (1995) mengatakan bahwa karakteristik tugas dan karakteristik teknologi berpengaruh terhadap kesesuaian tugas. Penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati (2008) dan Sugiantara (2017) mengatakan bahwa kesesuaian tugas berpengaruh positif pada kinerja karyawan. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Lindawati dan Irma(2012)serta Jin (2003) mengatakan bahwa kesesuaian tugas dengan teknologi tidak memiliki pengaruh pada kinerja karyawan.
Marlinawati (2013)dan Wijaya (2013) mengatakan bahwa penggunaan teknologi informasi dan kesesuaian tugas berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya terlihat pada digunakannya konstruk-konstruk awal dari penggunaan sistem informasi dan kesesuaian tugas yakni perceived usefulness dan perceived ease of use pada penggunaan sistem informasi serta karakteristik teknologi dan karakteristik tugas pada kesesuaian tugas-teknologi, serta adanya ketidaksesuaian dari hasil-hasil penelitian sebelumnya.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh perceived usefulness dan perceived ease of use terhadap penggunaan informasi, pengaruh karakteristik tugas dan karakteristik teknologi terhadap kesesuaian tugas, serta untuk mengetahui pengaruh penggunaan sistem informasi dan kesesuaian tugas terhadap kinerja karyawan. Secara teoritis, penelitian ini menjelaskan penggunan
sistem organisasi yang bersifat institusional atau diwajibkan melalui teori institusional, teori TRA dan pengertian penggunaan sistem informasi, mengenai perceived usefulness dan perceived ease of use yang terdapat pada teori TAM, menggenai karakteristik tugas dan teknologi serta kesesuaian tugas yang terdapat dalam teori TTF, pengertian umum sistem informasi akuntansi, serta pengertian umum kinerja karyawan. Secara praktis, penelitian ini memberikan kontribusi positif kepada pihak manajemen untuk mengetahui penggunaan sistem informasi dan kinerja karyawan khususnya dibagian yang menyangkut pengelolaan traksaksi keuangan yang ditentukan oleh persepsi kegunaan dan kemudahan pada pengguna sistem informasi serta karakteristik tugas dan karakteristik informasi pada kesesuaian tugas.
Teori institusional (Institutional Theory) didasarkan pada pemikiran bahwa untuk bertahan hidup, organisasi harus meyakinkan kepada publik atau masyarakat bahwa organisasi merupakan entitas yang sah (legitimate) serta layak untuk didukung (Meyer dan Rowan, 1977). Teori institusional berpendapat bahwa organisasi yang mengutamakan legitimasi akan memiliki kecenderungan untuk berusaha menyesuaikan diri pada harapan eksternal atau harapan sosial (Dimaggio dan Powell, 1983; Frumkin dan Galaskiewicz, 2004;(Ashworth et al., 2009) dimana organisasi tersebut berada.Teori institusional organisasi memprediksi bahwa organisasi akan menjadi lebih serupa karena tekanan institusional, baik dikarenakan adanya koersif (coercive), normatif (normative), dan mimetik (mimetic) (Dimaggio dan Powell, 1983).
Model Penerimaan Teknologi (Technology Acceptance Model atau TAM) merupakan suatu model penggunaan sistem informasi yang akan digunakan oleh pemakai. Venkatesh dan Davis (2000) mengatakan bahwa TAM berargumentasi penerimaan individual terhadap sistem teknologi informasi ditentukan oleh kegunaan persepsian (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan persepsian (perceived ease of use). Kegunaan persepsian dan kemudahaan penggunaan persepsian mempunyai pengaruh ke penggunaan sesungguhnya.
Pemakai teknologi akan mempunyai niat menggunakan teknologi jika merasa sistem teknologi bermanfaat dan mudah digunakan.
Teori tindakan beralasan (Theory of Reasoned Action atau disingkat TRA) dikembangkan oleh Icek Ajzen dan Martin Fishbein (1980) menjelaskan bahwa perilaku (behavior) dilakukan karena individual mempunyai niat atau keinginan untuk melakukannya(behavior intention). Niat perilaku masih merupakan suatu niat atau keinginan untuk melakukan perilaku, sedangkan perilaku (behavior) merupakan tindakan atau kegiatan nyata yang dilakukan. Jogiyanto (2007:32) mengatakan bahwa teori tindakan beralasan mengusulkan bahwa niat perilaku (behaviorintentional) adalah suatu fungsi dari sikap (attitude) dan norma-norma subjektif (subjetive norms) terhadap perilaku. Niat seseorang untuk melakukan perilaku (behaviorintention) diprediksi oleh sikapnya terhadap perilakunya (attitude atau attitude toward the behavior) dan bagaimana dia berfikir orang lain akan menilainya jika dia melakukan perilaku itu (disebut dengan norma-norma
subjektif). Sikap (attitude) dikombinasikan dengan norma-norma subjektifnyadan akan membentuk niat perilaku.
Kesesuaian tugas teknologi (Task-Technology Fit atau TTF) dikembangkan oleh D.L Goodhue pada tahun 1995 yang merupakan tingkat kemampuan teknologi dalam membantu individu dalam pengerjaan tugas-tugasnya. Lindawati dan Irma (2012)mengatakan bahwa kebutuhan tugas harus sesuai dengan kemampuan individu yang didukung dengan fungsi-fungsi teknologi sistem informasi. Sebagai alat pendukung tugas, karakteristik tugas mencerminkan sifat dan jenis tugas yang memerlukan bantuan teknologi, disisi lain karakteristik teknologi adalah sifat dan jenis komputer yang meliputi perangkat keras, perangkat lunak, dan data serta jasa pendukung yang meliputi pemakai.
Sistem Informasi Akuntansi merupakan kumpulan sumber daya, seperti manusia dan peralatan, yang dirancang untuk mengubah data keuangan dan data lainnya ke dalam informasi Bodnar dan Hopwood (2006). Dana dan Setiawati (2011) mengatakan sistem informasi akuntansi adalah sistem yang bertujuan untuk mengumpulkan dan memproses data serta melaporkan informasi yang berkaitan dengan transaksi keuangan.
Penggunaan teknologi sistem informasi berkaitan dengan perilaku. Perilaku merupakan penggunaan sesungguhnya dari teknologi. Thompsonet al. (1991) mengatakan bahwa penggunaan sistem informasi merupakan perilaku untuk menggunakan sistem informasi dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Reaksi dan persepsi pengguna teknologi sistem informasi akan mempengaruhi sikapnya dalam penerimaan
penggunaan teknologi sistem informasi.
Kesumman (2016) mengatakan bahwa kinerja ialah peningkatan kualitas yang baik, sehingga tugas yang diberikan kepada individu (karyawan) dalam suatu organisasi dapat dilaksanakan dengan tepat waktu. Murty dan Hudiwinarsih (2012) mengatakan bahwa Kinerja Karyawan merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja yang baik terlihat dari seseorang yang dapat melaksanakan dan menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Adanya penggunaan teknologi sistem informasi diharapkan dapat membantu menyelesaikan pekerjaan yang diberikan kepada seorang individu.
Perceived Usefulness didefinisikan sebagai seseorang akan menggunakan teknologi sistem informasi apabila teknologi tersebut berguna. Kesumman (2016) mengatakan bahwa kepercayaan atas kegunaan suatu sistem akan meningkatkan tindakan seseorang untuk menggunakan sistem tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Suarta dan Sudiadnyani (2014) mengatakan bahwa perceived usefulness berpengaruh signifikan terhadap penggunaan sistem informasi di LPD Bali. Hal ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Davis (1989), Chau (1996), Igbaria et al. (1997), dan Sun (2003) yang mengatakan bahwa konstruk perceived usefulness (kegunaan persepsian mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem informasi).
H1: Semakin tinggi perceived usefulness maka semakin meningkat penggunaan sistem informasi
Perceived Ease Of Use didefinisikan sebagai seseorang akan menggunakan teknologi sistem informasi apabila teknologi tersebut mudah untuk digunakan.
Bangkara (2016) mengatakan bahwa perceived ease of use berpengaruh signifikan terhadap penggunaan internet banking pada usaha dagang di Kota Denpasar.
Penelitian yang dilakukan Suarta dan Sudiadnyani (2014) juga mengatakan bahwa perceived ease of use berpengaruh signifikan terhadap penggunaan sistem informasi di LPD Bali. Penelitian yang dilakukan oleh Ramadhani (2008) mengatakan bahwa kemudahan menggunakan internet banking yang telah disediakan oleh bank mudah untuk dipahami dan mudah untuk digunakan. Hal ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Davis (1989), Chau (1996), Igbaria et al. (1997), dan Sun (2003) yang mengatakan bahwa konstruk perceived ease of use (kemudahan penggunaan persepsian) mempengaruhi secara positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem informasi.
H2: Semakin tinggi perceived ease of use maka semakin meningkat penggunaansistem informasi
Task-Technology Fit, karakteristik tugas merupakan alat pendukung tugas.
Karakteristik tugas mencerminkan sifat dan jenis tugas yang memerlukan bantuan teknologi. Ofani (2015) mengatakan bahwa karakteristik tugas berpengaruh signifikan terhadap kesesuaian tugas. Maulina (2015) mengatakan bahwa karakteristik tugas berpengaruh terhadap Task-TechnologyFit. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi karakteristik tugas maka akan semakin tinggi
kesesuaian tugas dikalangan pengguna. Hasil tersebut didukung dengan hasil penelitia Goodhue dan Thompson (1995) yang mengatakan bahwa karakteristik tugas berpengaruh terhadap kesesuaian tugas. Sesuainya teknologi yang diterapkan dengan tugas yang diberikan dapat mempermudah dan membantu pengguna dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.
H3 : Semakin berkarakter tugas maka semakin sesuai tugas yang dikerjakan.
Task-Technology Fit,karakteristik teknologi merupakan alat pendukung tugas. Karakteristik teknologi merupakan sifat dan jenis komputer yang meliputi perangkat keras, perangkat lunak, dan data serta jasa pendukung yang meliputi pemakai. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Widagdo dan Susanto (2015) dan Ofani (2015) mengatakan bahwa karakteristik teknologi berpengaruh positif terhadap kesesuaian tugas. Hal tersebut mendukung penelitian yang dilakukan oleh Goodhue dan Thompson (1995) dan Oliveira et al. (2014) yang mengatakan bahwa karakteristik teknologi berpengaruh positif terhadap kesesuaian tugas. Karakteriktik teknologi terhadap tugas merupakan perpektif rasional mengenai apakah teknologi yang digunakan dapat mengoptimalkan pekerjaan atau tugas pengguna.
H4: Semakin berkarakter teknologi yang digunakan maka semakin sesuai tugas yang dikerjakan
Penggunaan teknologi sistem merupakan tingkat dan cara seseorang atau staf dalam memanfaatkan kemampuan dari suatu sistem informasi (Petter, 2008).
Handayani (2007) mengatakan bahwa ketika suatu sistem dipercaya menjadi lebih berguna, lebih penting atau memberikan keuntungan relatif maka akan
menimbulkan minat seseorang untuk menggunakan sistem tersebut. Wijaya (2013) mengatakan bahwa penggunaan teknologi sistem informasi berpengaruh positif terhadap kinerja individual pada Circle K Kota Denpasar. Penelitian yang dilakukan oleh Davis (1989) mengatakan bahwa penggunaan sistem aplikasi spesifik akan meningkatkan kinerja dan menemukan hubungan kuat antara penggunaan komputer dengan tugas secara pasti. Penelitan yang dilakukan oleh Tan, dkk (2015) yang meneliti tentang kesuksesan penerapan sistem informasi keuangan (SIKD) di Kabupaten Jepara menemukan hasil bahwa penggunaan SIKD dapat mempengaruhi kinerja individu secara signifikan dan positif.
H5: Semakin meningkat penggunaan teknologi sistem informasi maka semakin meningkat kinerja karyawan.
Kesesuaian Tugas Teknologi lebih rinci dapat didefinisikan sebagai suatu profil ideal yang dibentuk dari suatu kumpulan ketergantungan-ketergantungan tugas yang konsisten secara internal dengan elemen-elemen teknologi yang digunakan akan berakibat pada kinerja individu tersebut (Jogiyanto 2007:495).
Astuti (2014) mengatakan bahwa kesesuaian tugas berpengaruh positif pada kinerja karyawan. Penelitian yang dilakukan oleh Marlinawati (2013) dan Putra (2016) mengatakan bahwa kesesuaian tugas berpengaruh signifikan pada kinerja karyawan. Penelitian yang dilakukan oleh Sugiantara (2017) mengatakan bahwa kesesuaian tugas berpengaruh pada kinerja karyawan hal ini berarti semakin tinggi tingkat kesesuaian tugas dengan teknologi yang digunakan maka akan menyebabkan peningkatan kinerja karyawan. Hal ini mendukung penelitian yang
dilakukan oleh Goodhue dan Thompson (1995) menyatakan bahwa kesesuaian tugas berpengaruh pada kinerja karyawan.
H6: Semakin sesuai tugas yang dikerjakan maka semakin meningkat kinerja karyawan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berbentuk penelitian asosiatif.
Pendekatan kuantitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, dengan analisis data yang bersifat kuantitatif/statistik yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2016: 13). Sedangkan penelitian asosiatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih.
Gambar 1.
Desain Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada RSUD Wangaya Kota Denpasar. RSUD Wangaya Kota Denpasar terletak di Jalan Kartini Nomor 133, Denpasar Utara.
Obyek pada penelitian ini adalah perceived usefulness, perceived ease of use, karakteristik tugas, karakteristik teknologi, penggunaan sistem informasi, kesesuaian tugas, dan kinerja karyawan.
Variabel dependen/terikat dalam penelitian ini adalah penggunaan sistem
Perceived Usefulness (X1) Perceived Ease of Use (X2)
Kesesuaian Tugas (Y2) Penggunaan Sistem
Informasi (Y1)
Kinerja Karyawan (Y3) Karakteristik Tugas (X3)
Karakteristik Teknologi (X4)
informasi (Y1) merupakan penggunaan keluaran suatu sistem informasi oleh penerima (Jogiyanto, 2007:19), kesesuaian tugas (Y2) merupakan kesesuaian antara teknologi yang diterapkan dengan karakteristik tugas dan kemampuan pemakai, sehingga dapat meningkatkan kinerja (Astuti, 2014), dan kinerja karyawan (Y3) merupakan pencapaian kinerja individual berkaitan dengan pencapaian serangkaian tugas-tugas individu dengan dukungan teknologi informasi yang ada (Goodhue dan Thompson, 1995), sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini adalah perceived usefulness (X1) yang merupakan tingkat keyakinan seseorang dengan menggunakan subyek tertentu dapat meningkatkan prestasi kerjanya (Jogiyanto, 2007:114), perceived ease of use (X2) ialah kemudahan penggunaan adalah tingkat keyakinan seseorang dalam menggunakan teknologi atau sistem tersebut dapat dengan mudah digunakan dan dipahami (Davis, 1989), karakteristik tugas (X3) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh individu dalam merubah input menjadi output (Ofani, 2015), karakteristik teknologi (X4) merupakan alat yang digunakan oleh seorang individu untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya (Goodhue, 1995), teknologi merujuk pada sistem komputer yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, dan data serta dukungan layanan yang disediakan untuk membantu para pemakai dalam melaksanakan tugasnya (Ofani, 2015). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ialah kuesioner dimana pada variabel perceived usefulness, perceived ease of use, dan karakteristik tugas terdapat enam instumen pernyataan, pada variabel karakteristik teknologi terdapat enam item pernyataan, pada variabel penggunaan sistem informasi terdapat tiga item
pernyataan, pada kesesuaian tugas terdapat tujuh item pernyataan, serta pada variabel kinerja karyawan terdapat sembilan item pernyataan.
Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan yang menggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit di RSUD Wangaya Kota Denpasar. Pemilihan sampel penelitian dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria tidak karyawan pengguna SIMRS secara keseluruhan di RSUD Wangaya Kota Denpasar dan karyawan pengguna SIMRS yang berhubungan dengan sistem transaksi keuangan pada RSUD Wangaya Kota Denpasar.
, maka diperoleh sampel sebagai berikut.
Tabel 1
Pengguna SIMRS Pada Transaksi Keuangan di RSUD Wangaya KotaDenpasar
Karyawan pengguna SIMRS 71
Karyawan pengguna SIMRS yang tidak berhubungan dengan bagian keuangan (18) Karyawan pengguna SIMRS yang berhubungan dengan transaksi keuangan:
Bagian Umum 38
Bagian Keuangan 6
Bagian Pelayanan Medik dan Keperawatan 9
Total sampel 53
Sumber: RSUD Wangaya 2017.
Model analisis data dan uji hipotesis dalam penelitian ini adalah model Analisis Linier Berganda. Persamaan yang dibentuk dari analisis linier berganda adalah sebagai berikut:
Y1 = α + β1X1 + β2X2+ ɛ ………(1) Y2 = α + β3X3 + β4X4+ ɛ ………....(2) Y3 = α + β5Y1 + β6Y2 + ɛ ………...(3) Keterangan:
Y1 = Penggunaan Sistem Informasi Y2 = Kesesuaian Tugas
Y3 = Kinerja Karyawan
X1 = Perceived Usefulness
X2 = Perceived Ease Of Use X3 = Karakteristik Tugas X4 = Karakteristik Teknologi
α = Konstanta
β1 – β6 = Koefisien regresi
ɛ = Standard error of estimate HASIL DAN PEMBAHASAN
Statistik deskriptif disajikan untuk memberikan informasi mengenai karakteristik variabel-variabel penelitian yang terdiri dari jumlah amatan, nilai minimum, nilai maksimum, nilai rata-rata, dan standar deviasi dari masing-masing variabel penelitian, Hasil statistik deskriptif dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel berikut.
Tabel 2.
Hasil Uji Statistik Deskriptif
Variabel N Min. Maks. Mean Std. Deviation
Perceived Usefulness (X1) Perceived Ease Of Use (X2)
43 43
6,00 6,00
22,06 16,92 5,59 21,53 16,82 5,58 Karakteristik Tugas (X3) 43 6,00 21,16 16,61 5,67 Karakteristik Teknologi (X4) 43 7,00 24,98 19,64 6,53 Penggunaan Sistem Informasi (Y1) 43 3,00 10,68 8,34 2,82
Kesesuaian Tugas (Y2) 43 7,00 25,68 20,18 6,51
Kinerja Karyawan (Y3) 43 9,00 32,04 25,08 8,39
Sumber: Data diolah, 2018
Pada Tabel 2 perceived usefulness memiliki nilai minimum sebesar 6,00 dan nilai maksimum sebesar 22,06. Nilai rata-rata 16,92 menunjukkan bahwa karyawan mempercayai SIMRS berguna untuk membantu menyelesaikan pekerjaan. Hal dapat dilihat dari nilai rata-rata lebih mendekati nilai maksimal, yang artinya sebagian besar responden cenderung menjawab setuju pada 6 item pernyataan dalam variabel perceived usefulness.
Variabel perceived ease of use (X2) memiliki nilai rata-rata sebesar 16,82dengan nilai minimun 6,00 dan maksimum 21,53. Hal ini menunjukkan bahwa karyawan menganggap sistem informasi yang digunakan mudah untuk dioperasikan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata lebih mendekati nilai maksimal, yang artinya sebagian besar responden cenderung menjawab setuju pada 6 item pernyataan dalam variabel perceived ease of use.
Variabel karakteristik tugas (X3) memiliki nilai rata-rata sebesar 16,61 dengan nilai minimun 6,00 dan nilai maksimum 21,16. Hal ini menunjukkan tugas yang dikerjakan dengan menggunakan SIMRS mempunyai karakteristik tertentu.
Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata lebih mendekati nilai maksimal, yang artinya sebagian besar responden cenderung menjawab setuju pada 6 item pernyataan dalam variabel karakteristik tugas.
Variabel karakteristik teknologi(X4) memiliki nilai rata-rata sebesar 19,64 dengan nilai minimun 7,00 dan maksimum 24,98. Hal ini menunjukkan bahwa SIMRS saling terintegrasi antar karyawan pengguna, sehingga dapat membantu menyelesaikan pekerjaan. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata lebih mendekati nilai maksimal, berarti sebagian besar responden cenderung menjawab setuju pada 6 item pernyataan dalam variabel karakteristik teknologi.
Variabel penggunaan sistem informasi (Y1) memiliki nilai rata-rata sebesar 8,34 dengan nilai minimum 3,00 dan nilai maksimum 10,68. Hal ini menunjukkan karyawan menggunakan SIMRS untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya.
Hal tersebut juga dapat dilihat dari nilai rata-rata yang lebih mendekati nilai
maksimal, yang artinya sebagian besar responden cenderung menjawab setuju pada 3 item pernyataan dalam variabel penggunaan sistem informasi.
Variabel kesesuaian tugas (Y2) memiliki nilai rata-rata sebesar 20,18 dengan nilai minimum 7,00 dan nilai maksimum 10,68. Hal ini menunjukkan bahwa data yang tersedia sesuai dengan tugas yang dikerjakan. Hal tersebut juga dapat dilihat dari nilai rata-rata yang lebih mendekati nilai maksimal, yang artinya sebagian besar responden cenderung menjawab setuju pada 7 item pernyataan dalam variabel kesesuaian tugas.
Variabel kinerja karyawan (Y3) memiliki nilai rata-rata sebesar 25,08 dengan nilai minimum 9,00 dan nilai maksimum 32,04. Hal ini menunjukkan kinerja karyawan akan meningkat dengan menggunakan SIMRS. Hal tersebut juga dapat dilihat dari nilai rata-rata yang lebih mendekati nilai maksimal, yang artinya sebagian besar responden cenderung menjawab setuju pada 9 item pernyataan dalam variabel kesesuaian tugas.
Pengujian validitas dapat dilakukan dengan cara menghitung korelasi antara skor masing-masing butir pernyataan dengan total skor sehingga didapat nilai pearsoncorrelation. Suatu instrumen dapat dikatakan valid apabila nilai r pearson correlation terhadap skor total diatas 0,30 (Sugiyono, 2016). Nilai pearson correlation instrumen pernyataan pada tiap variabel dalam penelitian ini berada
>0,30 yang mana menandakan bahwa instrumen pernyataan tersebut valid dan dapat digunakan. Uji reliabilitas dilakukan terhadap instrumen dengan melihat nilai koefisien cronbach’s alpha. Variabel dapat dikatakan reliabel jika memiliki nilai
Cronbach’s Alpha> 0,70 (Ghozali, 2013:48). Pada hasil uji reliabilitas seluruh variabel yang digunakan reliabel dibuktikan dengan nilai cronbach’s alpha yang didapat >0,70 pada setiap variabel.
Pengujian normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah di dalam sebuah model regresi, variabel terikat, variabel bebas atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Apabila Asymp. Sig lebih besar dari level of significant yang dipakai (0,05) maka data populasi dikatakan berdistribusi normal. Halis pengujian normalitas dari tiga model regresi yang diteliti dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.
Tabel 3
Hasil Uji Normalitas
No Model Regresi Asymp. Sig.
(2-tailed)
Keterangan 1. Y1 = α + β1X1 + β2X2+ ɛ 0,132 Normal 2. Y2 = α + β3X3 + β4X4+ ɛ 0,49 Normal 3. Y3 = α + β5Y1 + β6Y2 + ɛ 0,22 Normal Sumber: Data diolah, 2018
Berdasarkan Tabel 3 diatas terlihat bahwa signifikansi dari tiga model regresi yang diteliti nilainya lebih besar dari 0,05 maka data dikatakan berdistribusi normal. Pengujian multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas. Jika nilai toleransi lebih dari 0,1 (10%) atau VIF kurang dari 10 maka dikatakan tidak ada multikolinearitas.
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari variabel residual pengamatan ke pengamatan yang lain.
Jika tingkat signifikansi berada di atas 0,05 maka model regresi ini bebas dari masalah heterokedastisitas. Uji multikolinearitas dan heterokedastisitas terdapat
pada tabel dibawah ini.
Tabel 4
Hasil Uji Multikoleniaritas dan Uji Heterokedastisitas
Variabel Tolerance VIF Sig.
Model Regresi Pertama
Y1 = α + β1X1 + β2X2+ ɛ
Perceived Usefulness 0,764 1,310 0,451
Perceived Ease Of Use 0,764 1,310 0,731
Model Regresi Kedua
Y2 = α + β3X3 + β4X4+ ɛ
Karakteristik Tugas 0,779 1,284 0,407
Karakteristik Teknologi 0,779 1,284 0,881
Model Regresi Ketiga
Y3 = α + β5Y1 + β6Y2 + ɛ
Penggunaan Sistem Informasi 0,582 1,719 0,364
Kesesuaian Tugas 0,582 1,719 0,170
Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa nilai tolerance pada setiap variabel
>dari 10% atau nilai VIF <10 maka dapat dikatakan bahwa pada tiap variabel tidak terdapat gejala multikolinearitas, dapat dilihat juga bahwa nilai signifikan > dari 0,05 maka tidak terdapat gejala heterokedastisitas.
Model analisis data dalam penelitian ini ialah analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui dan menunjukkan pengaruh dari variabel perceived usefulness dan perceived ease of use terhadap penggunaan sistem informasi, pengaruh karakteristik tugas dan karakteristik teknologi terhadap kesesuaian tugas, dan pengaruh penggunaan sistem informasi dan kesesuaian tugas terhadap kinerja karyawan. Hasil analisis regresi linier berganda disajikan pada tabel 5, 6, dan 7 berikut ini.
Tabel 5
Analisis Regresi Linier Berganda Persamaan 1
Model Unstandardized
Coefficients (B)
Probabilitas (Sig.)
HasilUji Hipotesis
Constant 1,006 0,362
Perceived Usefulness 0,215 0,001 Diterima
Perceived Ease Of Use 0,219 0,001 Diterima
Adjusted R2 = 0,527 F = 24,400 (Sig. = 0,000)
Dependent Variabel : Penggunan Sistem Informasi (Y1)
Koefisien determinasi pada model regresi persamaan 1 dilihat dari nilai Adjusted R2 sebesar 0,527. Hal ini berarti bahwa sebesar 0,527 atau 52,7% variabel perceived usefulness dan perceived ease of use mampu menjelaskan variansi yang ada pada variabel penggunaan sistem informasi, sisanya sebesar 47,3% dipengaruhi oleh variabel lain selain kedua variabel tersebut.
Uji F dilakukan untuk melihat kelayakan model penelitian. Berdasarkan model yang telah dianalisis, diketahui Fhitung sebesar 24,400 signifikansi (p-value) sebesar 0,000. Berdasarkan nilai toleransi yang diberikan yaitu α=0,05 dengan nilai signifikan 0,000<0,005, hal ini mengandung arti bahwa seluruh variabel bebas mampu meprediksi atau menjelaskan fenomena persepsi penggunaan sistem informasi pada penggunaan sistem informasi di RSUD Wangaya Kota Denpasar.
Tabel 5 menunjukkan koefisien perceived usefulness (β1) sebesar 0,215 dengan nilai signifikan 0,001 lebih kecil dari α (0,001<0,05). Hal tersebut berarti hipotesis pertama (H1) diterima, yaitu semakin tinggi tingkat keyakinan karyawan bahwa SIMRS tersebut berguna maka semakin tinggi tingkat penggunaan sistem
informasi tersebut. Jawaban responden menunjukkan bahwa SIMRS tersebut berguna dalam pekerjaan responden serta produktivitas responden akan meningkat dengan menggunakan SIMRS. Hal tersebut menjelaskan bahwa responden percaya SIMRS tersebut berguna untuk meningkatkan produktivitas dalam bekerja, sehingga karyawan menggunakan SIMRS dalam membantu pekerjaannya.
Pada Tabel 5 koefisien perceived ease of use (β2) sebesar 0,219 dengan nilai signifikan 0,001 lebih kecil dari α (0,001<0,05). Hal tersebut berarti hipotesis kedua (H2) diterima, yaitu semakin besar tingkat perceived ease of use dari pemakai SIMRS maka akan semakin tinggi penggunaan SIMRS di RSUD Wangaya.
Jawaban responden menunjukkan bahwa berinteraksi dengan SIMRS sangat jelas dan mudah dipahami serta belajar mengoperasikan SIMRS merupakan hal yang mudah bagi responden. Hal tersebut menjelaskan bahwa pemakai akan mempunyai niat untuk menggunakan sistem teknologi selain karena bermanfaat juga karena mudah untuk dipahami.
Tabel 6
Analisis Regresi Linier Berganda Persamaan 2
Model Unstandardized
Coefficients (B)
Probabilitas (Sig.)
Hasil Uji Hipotesis
Constant 3,587 0,161
Karakteristik Tugas 0,450 0,002 Diterima
Karakteristik Teknologi
0,465 0,000 Diterima
Adjusted R2 = 0,519 F = 23,636 (Sig. = 0,000)
Dependent Variabel : Kesesuaian Tugas (Y2)
Koefisien determinasi pada model regresi persamaan 2 dilihat dari nilai Adjusted R2 sebesar 0,519. Hal ini berarti bahwa sebesar 0,519 atau 51,9% variabel karakteristik tugas dan karakteristik teknologimampu menjelaskan variansi yang
ada pada variabel kesesuaian tugas, sisanya sebesar 48,1% dipengaruhi oleh variabel lain selain kedua variabel tersebut.
Uji F dilakukan untuk melihat kelayakan model penelitian. Berdasarkan model yang telah dianalisis, diketahui Fhitung sebesar 23,636 signifikansi (p-value) sebesar 0,000. Berdasarkan nilai toleransi yang diberikan yaitu α=0,05 dengan nilai signifikan 0,000<0,05, hal ini mengandung arti bahwa seluruh variabel bebas mampu meprediksi atau menjelaskan fenomena karakteristik tugas dan karakteristik teknologi pada kesesuaian tugas di RSUD Wangaya Kota Denpasar.
Tabel 6 menunjukkan koefisien karakteristik tugas(β3) sebesar 0,450 dengan nilai signifikan 0,002 lebih kecil dari α (0,002<0,05). Hal tersebut berarti hipotesis ketiga (H3) diterima, karakteristik tugas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah data yang disediakan oleh rumah sakit kepada karyawan untuk dikerjakan dengan bantuan SIMRS. Semakin sesuai karakter data yang tersedia untuk dikerjakan melalui SIMRS maka semakin sesuai tugas yang dikerjakan dengan bantuan teknologi yang diterapkan. Jawaban dari responden menunjukkan bahwa tugas yang rumit yang dikerjakan melalui SIMRS memerlukan tambahan waktu pengerjaan dari standar waktu yang diberikan, hal tersebut menunjukkan bahwa apabila tugas atau data yang tersedia tidak sesuai dengan sistem yang digunakan maka tugas yang dikerjakan akan memerlukan tambahan waktu untuk diselesaikan.
Pada Tabel 6 koefisien karakteristik teknologi(β4) sebesar 0,465 dengan nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari α (0,000<0,05). Hal tersebut berarti hipotesis keempat (H4) diterima, yaitu semakin sesuai teknologi yang diterapkan dengan
tugas yang diberikan. Semakin sesuai tugas tersebut untuk dikerjakan dengan bantuan teknologi. Apabila teknologi yang diterapkan sudah sesuai dengan tugas yang dikerjakan oleh karyawan maka semakin sesuai tugas tersebut untuk dikerjakan dengan menggunakan bantuan teknologi sehingga dapat membantu dalam penyelesaian tugas. Jawaban responden menyatakan bahwa SIMRS yang digunakan oleh responden sangat membantu dalam menyelesaikan pekerjaan.
Tabel 7
Analisis Regresi Linier Berganda Persamaan 3
Model Unstandardized
Coefficients (B)
Probabilitas (Sig.)
Hasil Uji Hipotesis
Constant -0,119 0,953
Penggunaan Sistem Informasi 1,579 0,000 Diterima
Kesesuaian Tugas 0,596 0,000 Diterima
Adjusted R2 = 0,806 F = 88,212 (Sig. = 0,000)
Dependent Variabel : Kinerja Karyawan (Y3)
Koefisien determinasi pada model regresi persamaan 3 dilihat dari nilai Adjusted R2 sebesar 0,806. Hal ini berarti bahwa sebesar 0,806 atau 80,6% variabel penggunaan sistem informasi dan kesesuaian tugasmampu menjelaskan variansi yang ada pada variabel kinerja karyawan, sisanya sebesar 19,4% dipengaruhi oleh variabel lain selain kedua variabel tersebut.
Uji F dilakukan untuk melihat kelayakan model penelitian. Berdasarkan model yang telah dianalisis, diketahui Fhitung sebesar 88,212 signifikansi (p-value) sebesar 0,000. Berdasarkan nilai toleransi yang diberikan yaitu α=0,05 dengan nilai signifikan 0,000<0,05, hal ini mengandung arti bahwa seluruh variabel bebas mampu meprediksi atau menjelaskan fenomena penggunaan sistem inforamasi dan kesesuaian tugas pada kinerja karyawan di RSUD Wangaya Kota Denpasar.
Tabel 7 menunjukkan koefisien penggunaan sistem informasi(β5) sebesar 1,579 dengan nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari α (0,000<0,05). Hal tersebut berarti hipotesis kelima (H5) diterima.Apabila suatu sistem dipercaya dapat memberikan keuntungan bagi penggunanya atau menjadi lebih berguna dan lebih mudah maka minat seseorang untuk menggunakan sistem tersebut akan meningkat sehingga dapat meminimalisir usaha yang berlebih dalam menyelesaikan pekerjaan serta dapat mengoptimalkan kinerja yang dihasilkan. Semakin tinggi persepsi bahwa sistem informasi berguna dan bermanfaat sehingga digunakan, maka semakin optimal kinerja yang dirasakan. Jawaban dari responden menunjukkan bahwa SIMRS sangat membantu responden dalam menyelesaikan pekerjaan serta penggunaan SIMRS membantu meningkaykan kinerja yang berpengaruh terhadap kinerja lembaga atau perusahaan.
Pada Tabel 7 koefisien kesesuaian tugas(β6) sebesar 0,596 dengan nilai signifikan 0,000 lebih kecil dari α (0,000<0,05). Hal tersebut berarti hipotesis keenam (H6) diterima, yaitu semakin sesuai teknologi yang diterapkan dengan karakteristik tugas dan kemampuan pemakai maka semakin maksimal kinerja yang dihasilkan. Jawaban responden yakni sebagai berikut tugas yang diberikan dapat diseslesaikan tepat waktu karena didukung oleh SIMRS dan komputer yang memadai, selain itu didukung juga dengan pernyataan bahwa SIMRS yang disediakan rumah sakit dapat digunakan dan selalu tersedia 24 jam atau sewaktu- waktu ketika dibutuhkan.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui pengujian statistik serta pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa: Perceived usefulness berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem informasi. Perceived ease of use berpengaruh positif terhadap penggunaan sistem informasi. Karakteristik tugas berpengaruh positif terhadap kesesuaian tugas. Karakteristik teknologi berpengaruh positif terhadap kesesuaian tugas. Penggunaan sistem informasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Kesesuaian tugas berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka saran yang dapat diberikan bagi perusahaan berdasarkan hasil rata-rata skor penilaian responden yang diperoleh, nilai terkecil diperoleh oleh pernyataan tugas menjadi lebih produktif dan kreatif setelah menggunakan SIMRS. Hal tersebut berarti bahwa responden merasa bahwa tugas yang dikerjakan melalui SIMRS kurang produktif dan kreatif sehingga kinerja yang dihasilkan menjadi berkurang. Oleh karena hal tersebut peneliti menyarankan agar RSUD Wangaya lebih memperhatikan tugas yang diberikan kepada karyawan agar sesuai dengan sistem yang digunakan sehingga tugas tersebut menghasilkan output yang lebih produktif dan kreatif yang berguna untuk meningkatkan kinerja karyawannya. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian mengenai penggunaan sistem informasi dan
kesesuaian tugas khususnya pada rumah sakit di rumah sakit lain atau di daerah lain sebagai perbandingan. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian berdasarkan penilaian kinerja karyawan secara objektif.
REFERENSI
Aditya, Ricky, dan Aditya Wardana. 2016. Pengaruh Perceived Usefulness Dan Perceived Ease Of Use Terhadap Behavioral Intention Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) Pada Pengguna Instant Messaging LINE Di Indonesia.
Jurnal Siasat Bisnis, 20(1), hal: 24–32.
Admin 3. 2017. Kesehatan Bagian Penting Dalam Mewujudkan Denpasar Smart City.
https://www.denpasarkota.go.id/index.php/baca-artikel/340/Kesehatan-bagian-Penting- dalam-Mewujudkan-Denpasar-Smart-City. Diakses 25 Maret 2018.
Ajzen, I. dan Fishbein, M. 1980. Understanding Attitude and Predicting Social Behaviour.
Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Amalia, Syara Mutiara dan Dudi Pratomo. 2016. Perceived Usefulness Terhadap Kepuasan Pengguna Sistem Informasi Akuntansi (Studi Pada Pengguna Sistem Informasi Akuntansi Di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung) the Influence of Information System Quality , Information Quality, and Perceived Usefulness.e-Proceeding of Management, 3(1), hal: 1516–22.
Ashworth, Rachel, George Boyne, Dan, and Rick Delbridge. 2009. Escape From The Iron Cage? Organizational Change And Isomorphic Pressures In The Public Sector.Journal of Public Administration Research and Theory, 19(1) hal: 165–87.
Bangkara, Rajendra Prasadadan Ni Putu Sri Harta Mimba. 2016. Pengaruh Perceived Usefulness Dan Perceived Ease Of Use Pada Minat Penggunaan Internet Banking Dengan Attitude Toward Using Sebagai Variabel Intervening.E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 16(3), hal: 2408–34.
Bodnar, George H. Dan William Hopwood (Amir Abadi Jusuf dan Rudi Tambunan, Penerjemah). 2006. Sistem Informasi AkuntansiEdisiKeenam. Jakarta: Salemba Empat.
Budiyanto. 2009. “Evaluasi Kesuksesan Sistem Informasi Dengan Pendekatan Model Delone Dan McLean (Studi Kasus Implementasi Billing System Di RSUD Kabupaten Sragen).”
Tesis Surakarta: Universitas Sebelas Maret
Bodnar, George H. Dan William Hopwood (Amir Abadi Jusuf dan Rudi Tambunan, Penerjemah). 2006. Sistem Informasi AkuntansiEdisiKeenam. Jakarta: Salemba
Empat.
Casmudi. 2017. Denpasar, Smart City yang Memperkuat Jati Diri Kearifan Lokal.
https://www.kompasiana.com/casmudi/denpasar-smart-city-yang-memperkuat-jati- diri-kearifan-lokal_58a1cc12d47e61253302f0e3. Diakses 25 Maret 2018.
Chau, P.Y.K. 1996. An Empirical Assessment of a Modified Technology Acceptance Model.
Journal of Management Information System (13:2), pp. 185-204.
Dana, Anastasia dan Lilis Setiawati. 2011. SistemInformasiAkuntansi. Yogyakarta: Andi.
Davis, F.D. 1989. Technology Acceptance Model for Empirically Testing New End-User Information System Theory and Result. Unpublised Doctoral Dissertation, MIT.
Dimaggio, Paul J dan Walter W. Powell. 1983. The Iron Cage Revisited : Institutional Isomorphism and Collective Rationality in Organizational Fields.American Sosiological Review, 48(2), pp: 147–60.
Frumkin, Peter dan Joseph Galaskiewicz. 2004. Institutional Isomorphism and Public Sector Organizations. Journal of Public Administration Research and Theory,14(3), pp: 283–
307.
Goodhue and Thompson. 1995. Task Technology Fit and Individual Performance, Management Information System. Quartely, June page 213-236
Goodhue, Dale L. 1995. Understanding User Evaluations of Information Systems.”
Management Science, 41(12), pp: 1827–44.
Handayani, Rini. 2007. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Pemanfaatan Sistem Informasi dan Penggunaan Sistem Informasi. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 9, No. 2, Nopember 2007, hal: 76-87
Handayani, P. W., A.N. Hidayanto, A.A. Pinem, I. C. Hapsari, I. C, P.I. Sandhyaduhita, dan I. Budi. 2017. “Acceptance Model of a Hospital Information System. International Journal of Medical Informatics, 99, pp: 11–28.
Igbaria, M., N. Zinatelli, P.Cragg, dan A.L.M. Cavaye. 1997. Personal Computing Acceptance Factors in Small Firms: A Structural Equation Model. MIS Quarterly, 21(3), pp:279-305
Jin, Fung Tjhai. 2003. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Sistem informasi dan sistem informasi dan teknologi informasi dan Pengaruh Pemanfaatan Sistem informasi dan sistem informasi dan teknologi informasi terhadap Kinerja Akuntan Publik, Jurnal Bisnis dan Akuntansi, Vol. 5, No.1
Jogiyanto. 2007. Sistem Informasi Keprilakuan (Edisi Revisi). Andi: Yogyakarta
Marlinawati, Ni Made Ayu dan I.G.N. Agung Suaryana. 2013. Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi, Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi, Kepercayaan Atas Sistem Informasi Akuntansi, Dan Kesesuaian Tugas Pada Kinerja Karyawan Lembaga Pengkreditan Desa Di Kabupaten Badung.E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 2(2), hal: 388–401.
Maulina, Childa, Endang Siti Astuti, dan Kertahadi. 2015. Pengaruh Karakteristik Tugas , Teknologi Informasi Dan Individu Terhadap TTF, Utilisasi Dan Kinerja.JISIP Universitas Tribuwana Tunggadewi, 4(1), hal: 108–19.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 Tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. hal: 1–37.
Meyer, John W. dan Brian Rowan. 1977. Institutionalized Organizations: Formal Structure as Myth and Ceremony. American Journal of Sociology, 83(2), hal: 340–63.
Ofani, Wina Hastria, Endang Siti Astuti, dan Kertahadi. 2015. Pengaruh Karakteristik Tugas, Karakteristik Teknologi, Dan Karakteristik Individu Terhadap Task-Technology Fit (Survei Pada Karyawan PT. Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) Tbk. Kandatel Jombang).Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 1(1), h:1-10.
Perangin-angin, Widia Afriani, Agustini Dyah Respati, dan Maharani Dhian Kusumawati.
2016. Pengaruh Perceived Usefulness Dan Perceived Ease Of Use Terhadap Attitude Toward Using E-Faktur.Jurnal Riset Ekonomi dan Manajemen 16(2), hal: 307–22.
Pirade, Dominggus, A Karim Saleh, and dan Muhammad Yunus Amar. 2013. Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD) Terhadap Kinerja Pegawai Di Kabupaten Tana Toraja.”, Jurnal Analisi, 2(2), hal: 183–92
Petter, Stacie, Wiliam Delone and Epraim McLean. 2008. Measuring information systems success: model, dimensions, measure, and interrelationships.
EuropeanJournalofInformationSystem, 17, pp:236-263.
Rahmawati, Diana. 2008. “Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Pemanfaatan Teknologi Informasi.” Jurnal Ekonomi & Pendidikan,5(1), hal: 107–18.
Romney, Marshall B. dan Paul John Steinbart. 2014. Sistem Informasi Akuntansi Edisi 13.
Jakarta: Salemba Empat.
Scott, W.R., and J.W.Meyer. 1991. The Organization of Societal Sectors: Propositions and Early Evidence, in The New Institutionalism in Organizational Analysis, CA: Sage, pp:
129-154
Suarta, I Made dan I.G.A Sudiadnyani. 2014. Studi Faktor Penentu Penerimaan dan Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Pada Lembaga Perkreditasn Desa.
JurnalSistemInformasi, 10 (1), h:44-51.
Sun, H., dan P. Zhang. 2003. A New Perspective to Analyze User Technology Acceptance.
Working Paper, Syracuse University.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantatif, Kualitatif, dan R&D).
Bandung: Alfabeta
Sugiantara, Pande Putu Oka dan I Made Pande Dwiana Putra. 2017. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan Di DISPENDA Kota Denpasar.” E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 20(3) hal: 2509–258.
Supriyanti, dan Muhammad Cholil. 2016. Aplikasi Technology Acceptance Model Pada Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R.
Soeharso Surakarta.Jurnal Ekonomi Manajemen dan Sumber Daya, 8(1), hal: 42–51.
Tan, Djuhono, Suyatno dan Siti Aliyah. 2015. Pengujian Kesuksesan Sistem Informasi Model Delone & Mclean pada Sektor Publik. University Research Colloquium.
Thompson, Ronald L., Christopher A. Higgins dan Jane M. Howell. 1991. Personal Computing : Toward a Conceptual Model of Utilization1. Management Information System Research Center, University of Minnesota, 15(1), hal: 125–43.
Venkatesh, V. dan Fred D. Davis. 2000. A Theoretical Extension of Technology Acceptance Model: Four Longitudinal Field Studies. Management science, 46(2), hal: 186–204.
Wangaya. 2011. RSUD Buleleng Pelajari Sistem Keuangan Berbasis IT di RSUD Wangaya.https://rsudwangaya.denpasarkota.go.id/index.php/baca-
berita/4396/rsud.banglikab.go.id. Diakses pada 20 Januari 2018.
Widagdo, Patut Pamilih dan Tonu Dwi Susanto. 2015. Pengaruh Kesesuaian Teknologi Pada Tugas (Task-Technology Fit) Terhadap Kinerja Individu Dalam Menggunakan Teknologi Informasi (Studi Kasus: Universitas Mulawarman ). Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XXIII, h:1-12.
Wijaya, I Putu Hendra. 2013. Pengaruh Teknologi Sistem Informasi Dan Pengaruhnya Terhadap Kinerja Individual Di Circle K. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 3(1), hal: 34–54.
Wulandari, Dewi Septiana. 2015. Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi Pada SIMRS
(Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit).
http://dewiseptiana.web.ugm.ac.id/2015/04/14/pengaruh-perkembangan-teknologi- informasi-pada-simrs-sistem-informasi-manajemen-rumah-sakit/. Diakses 20 Januari 2018.