• Tidak ada hasil yang ditemukan

Volume 3 Number 0 Article 4

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Volume 3 Number 0 Article 4"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Global: Jurnal Politik Internasional Global: Jurnal Politik Internasional

Volume 3 Number 0 Article 4

December 1992

GENERASI DESEMBRIS MENUJU IDENTITAS RUSIA BARU GENERASI DESEMBRIS MENUJU IDENTITAS RUSIA BARU

Singkop Boas Boangmanalu

Jurusan Sastra Rusia, Fakultas Sastra UI, [email protected]

Follow this and additional works at: https://scholarhub.ui.ac.id/global Recommended Citation

Recommended Citation

Boangmanalu, Singkop Boas (1992) "GENERASI DESEMBRIS MENUJU IDENTITAS RUSIA BARU," Global:

Jurnal Politik Internasional: Vol. 3 : No. 0 , Article 4.

DOI: 10.7454/global.v3i0.173

Available at: https://scholarhub.ui.ac.id/global/vol3/iss0/4

This Article is brought to you for free and open access by the Faculty of Social and Political Sciences at UI Scholars Hub. It has been accepted for inclusion in Global: Jurnal Politik Internasional by an authorized editor of UI Scholars Hub.

(2)

GENERASI DESEMBRIS

Menuju Identitas Rusia Baru

Singkop B o as B

o

angman alu

Singlop Boas Boangmanalu adalah staf pengajar Sastra

Rlcia FStll yang lulus sarjana 51 tahun 1980 darr lulus 52 ilari Leidcn tahun 799-1.

Pendahuluan

Daru semenjak periode

Kive

sampai masa

Imperial Rusia yang berakhir pada Revo-

lusi

Oktober 7917, bangsawan (daorianstoo)

memegang posisi

kunci

dalam jajaran pe- merintahan. Sebagai mitra secara

turun

te-

murun memiliki tradisi pengabdian kepada negara sebagai rasion d'etre, syarat mutlak bagi affirmasi dan ekspresi

diri,

gengsi so-

sial dan

alasan kelangsungan

hidup.

Tra-

disi

"pengabdian negara"

dalam

konteks mitra pemerintah biasanya mengambil ben-

tuk

dalam jabatan sipil (prikazr) dan jajaran militer.

Rentang

waktu

berabad-abad ternyata

menggulirkan

"kerentangan pengabdian"

yang pada gilirannya melahirkan sindrom alienasi

dari

autokrasi (samoderzaol yang berkepanjangan dalam bentuk pertentangan historis,

konflik

laten, dan bersifat eksplo- sif. Sindrom alienasi tersebut mencapai pu- ncaknya pada masa Peter Agung ketika di- perkenalkannya sistem "jenjang kepangkat-

an"

(tabel

o

rangakh) menggantikan sistem mestnichestzto yaitu alokasi jabatan

sipil

dan

militer

berdasarkan garis keturunan yang menjadi dasar dari pengabdian negara. Jen- jang kepangkatan yang mengisyaratkan ba- kat, kemampuan, profesional dalam mema-

suki medan

pengabdian mengakibatkan bangsawan terpendam

dalam

ketidakber- dayaan, terpojok

pada

posisi

yang

tidak

menguntungkan makin mempertajam kon-

flik

laten, pertentangan historis yang ada.

Oposisi terhadap. negara

tidak

bisa dihin-

darkan.

Rangkaian perebutan kekuasaan dalam bentuk

kup

istana membuktikan hal

itu

setidak-tidaknya terjadi tiga

kali

dalam abad yang berbeda. Oposisi yang dimaksud mempunyai kesamaan

tujuan yaitu

yang menentang kekuasaan monarki absolut (Ri- chard Pipes 1974: 184). Ketiganya mempu- nyai motif yang identik

yaitu

sebagai per- panjangan

konflik laten

antara pangeran Moskwa

dan

kaum Boyars (sebutan bang- sawan sebelum Peter Agung)

dan

tragedi teror serta pembantaian kaum Boyars oleh Iwan IV (A. Yanov 1,981:6748).

Operasi pertama terjadi pada Masa Ge-

lap

(smutnoe aremja) ketika integritas Rusia teracam akibat pupusnya

ahli

waris dinasti

Rurik. Kaum

Boyars mengundang putra mahkota Polandia menjadi Tsar Rusia. Aki- batnya perang dalam negeri Rusia berko-

bar.

Zemskij Sobor berhasil mengatasi ke- risauan

politik dan

mengangkat Mikhail Rumanov sebagai Tsar

baru

pada 21 Juli

1613 (N.V. Ryasanovsky 7972: 189). Oposisi kedua

terjadi tahun

1730.

Prins

Golytsin

dan

Dolgoruki berhasil mengadakan kup istana dan mengangkat Anna sebagai Em- press. Berkat bantuan

dan

dukungan ma- yoritas bangsawan

dalam Konsul

Agung

Khusus, Anna

merobek-robek perjanjian yang membatasi kekgasaan Monark yang diusulkan oleh pimpinan kup. Kedua pim-

pinan krp

akhirnyar ditangkap

dan

ber-

akhirlah

masa kekuasaan

oligarki

Rusia

(3)

yang pertama

dan

terakhir dalam sejarah

Imperial Rusia (L. Kochan 1962: 128). Opo- sisi ketiga terjadi pada 14 Desember 1825.

Pemberontakan

ini

disebut "Pemberontakan Desembris" didalangi oleh perwira-perwira muda mewakili Generasi Desembris mela- wan autokrasi penobatan Nikholas

I

seba-

gai Emperor. Pemberontakan dalam sekejap

mata ditumpas. Semenjak

itu

sebutan De- sembris (dekabr) resmi d ipeqgunakan.

Windu pertama abad XIX melahirkan pe-

ristiwa unik dalam sejarah imperialis Rusia.

Sejarawan Rusia terkenal,

V

Kliuchevsky, mengatakan bahwa

di

Rusia telah menetas

suatu generasi

baru

(nooc* pokolenie). Ge-

nerasi

baru

tersebut dinamakan

juga

se-

bagai

generasi

anak yang sarat

dengan sifat-sifat khas

yang

berdistingsi

dari

ge-

nerasi ayah pada masa pemerintahan Ka- terina Agung.

Ungkapan Kliuchevsky tentang kelahiran generasi anak yang dimaksudkan tepatnya tertorehkan sebagai:

V esel aj a kos mopoli t i ce skaj a sen t i me n t ab ro st' of coo preobratilas' teper' o detjax strastno xotelos' stat' francuzami; sinotja byli po ztospitano fi'ancuzyi kotoryrn strastno xotelos' stat' russkimi'. (V.

Kliuchevsky 1958: 2tl9) ("sentimenhalis kos-

mopolitan yang dimiliki oleh generasi ayah sekarang mentransformasikannya

ke

dalam

diri

anak-anaknya (detjax) keinginan keras

untuk menjadi Prancis; putra-putra (synouja)

mereka yang mengalami pendidikan Prancis

justru

berkeinginan keras

untuk

menjadi Rusia")

Awal abad XIX yang mengalami generasi anak (selanjutnya disebut sebagai Generasi Desembris) yang berkeinginan 'keras men-

jadi

Rusia secara diametrial berlawanan de- ngan generasi ayah yang memuja-muja ser-

ta

meniru

dan

bahkan berkeinginan keras

menjadi Prancis merupakan peristiwa ber- sejarah bagi Rusia. Kerinduan untuk men-

jadi Rusia merefleksikan

pengalaman traumatis Gcnerasi Desembris yang melihat

total pertambahan nilai-nilai

budaya adiluhung Rusia oleh Katerina Agung. Bu- daya Prancis secara sempurna berkecambah

di

Peterburg dan meliputi ragangan pemi- kiran generasi ayah sementara budaya asli

Rusia

(samoLrytnost)

dan nilai-nilai

adilu-

hung

Rusia tergeser sampai pada tataran yang memprihatinkan sangat disayangkan oleh Generasi Desembris.

Hal ini

merupa- kan salah satu unsur penting bagi Generasi Desembris untuk merancang sosok identitas Rusia Baru.

Generasi Desembris menampilkan siluet

yang

berbeda

dari

generasi sebelumnya.

Bertolak belakang dengan generasi ayah za-

man Katerina Agung,

anak-anak muda yang mencapai kedewasaannya pada awal kekuasaan Alexender

I

secara

definitif

me- madukan konsep

moral Aufklarung

dan Filsafat Prancis dengan sentuhan passi na- tionalisme

dan

entusias sentimentalisme

dan awal

romantisme. Generasi

ini

me-

rupakan generasi strum und drang, namun juga lebih sarat dengan keterlibatan terha- dap rasionalisme dan larut dalam masalah- masalah

sosial

enlightenmenf

abad

XVIII"

Yang paling hakiki adalah bahwa Generasi Desembris tersebut mempersepsikan perbu- dakan Rusia

dari titik

pandang yang ber-

beda. Menurut mereka budak

adalah

manusia dengan keluhuran jiwa

dan kebutuhan-kebutuhannya sebagai makhluk agung mendorong Generasi pesembris ber-

upaya untuk menolong mereka

dalam mencapai

tingkat

kebudayaan

yang

lebih

tinggi dan

kesejahteraan

yang

memadai.

Berbeda dari generasi ayah, mereka meng- hampiri masalah-masalah sosial dan politik secara terbuka

dan

rasional

dan

menda- sarkan argumen serta

ideal

mereka pada ragangan pemikiran humanitarianisme Ka- terina (Marc Raeff 7977:30-31).

Langkah-langkah yang diambil oleh Ge-

nerasi Desembris

seperti yang telah

di- sebutkan dimaksudkarl

untuk

melabuhkan satu

jalan

menuju pembentukan identitas

Rusia Baru tanpa meng

adiluhung Rusia

(_*

hilang akibat sifat

irn zaman Katerina

Agrr,t

terbentuk suatu nilai

tr

budaya yang

mengai

unsur-unsur lama dala Rusia (sazdtytnost) sec

berikan peluang bagi tr"

bangnya unsur-unsur tr

dari luar.

Suatu prose

dan

reseptif

dan

akon-r

daran

dan

tanggung [i munculan

satu siluet t

Maera, 1984:

23)

Rctc Rusia barangkali tepat

ciri

karakteristik lain Ca

bris. Restorasi

).ang

masukan-masukan nila i-l asing. Dengan kata lain { berpatokan

pada

huku

yaitu

senantiasa terbuka pretasi tanpa tendensi m

definitif

keabsahaan ser

pemikiran atau

nilai

dai

dayaan, sejarah,

dan

kc bukaan merupakan potel Generasi Desembris dai;

serta meletakkan kedudu Rusia Baru

di

tengah-ten mannya pada awal abaC

Akar Gerakan Desembri:

Gerakan Desembris rane Pemberontakan Desembi tanggal

14

Desember

lI

balikan kepada kehidupa:

XVIII yaitu pada masa

K

tika pertama kali mernp,cr inspirasi dari enlighttnrtc ping

itu

tidak dapat

di:tu

papun kecilnya, berpcnsr

volusi

Amerika yung

i.

mangat dan kesadaran ko bangsa

dan rakyat

Rusia

36

(4)

Rusia Baru tanpa menghilangkan nilai-nilai

adiluhung Rusia

(samobytnost) hampir

hilang akibat sifat imitatif

generasi ayih zaman Katerina Agung. Dengan demikian terbentuk suatu nilai baru melalui rekayasa

budaya yang

mengagumkan

di

mana

unsur-unsur lama dalam bagan

nilai

asli

Rusia

(samobytnost) secara mekanis mem- berikan peluang bagi tumbuh dan berkem- bangnya unsur-unsur budaya yang berasal

dari luar.

Suatu proses inoentioitas kreatif

dan

reseptif

dan

akomodatif dalam kesa-

daran dan

tanggung jawab

etis bagi

pe- munculan

satu siluet baru

Rusia.

(p.

O,- Maera, 1984: 23) Restorasi

nilai-nilai

asli Rusia barangkali

tepat

dikatakan sebagai

ciri

karakteristik lain

dari

Generasi Desem-

bris. Restorasi yang terkait

dengan masukan-masukan nilai-nilai dan pemikiran asing. Dengan kata lain Generasi Desembris berpatokan

pada

hukum-hukum heuristik

yaitu

senantiasa terbuka bagi suatu inter- pretasi tanpa tendensi membenarkan secara

definitif

keabsahaan

serta

legalitas suatu pemikiran atau

nilai

dalam konteks kebu- dayaan, sejarah,

dan

konsep

ilmu.

Keter- bukaan merupakan potensi dan kehandalan Generasi Desembris dalam mengantisipasi serta meletakkan kedudukan serta identitas Rusia Baru

di

tengah-tengah tantangan za- mannya pada awal abad XIX.

Akar

Gerakan Desembris

Gerakan Desembris yang berpuncak pada Pemberontakan Desembris yang gagal pada

tanggal

14

Desember 1825 dapat dikem- balikan kepada kehidupan intelektual abad

XVIII yaitu pada masa Katerina Agung ke- tika pertama kali memperoleh gagasan atau inspirasi dari enlightenment Prancis. Di sam-

ping

itu

tidak dapat diabaikan bahwa beta- papun kecilnya, berpengaruh juga oleh Re-

volusi

Amerika

yang

membangkitkan se-

mangat dan kesadaran komitmen terhadap bangsa

dan rakyat

Rusia. Demikian juga

filsafat

idealisme Jerman

awal abad

XIX dan sosialisme utopis Prancis

turut

mewar- nainya. Walaupun Gerakan Desembris bu-

kan

merupakan bagian integral

dari

arus perkembangan pemikiran

dan

kemasyara-

katan

Eropa Barat/

namun terkait

sejajar dengan kecenderungan gejala perkembang-

an

organisasi rahasia Eropa Barat seperti Tugenbund

di

Jerman yang berorientasi se-

penuhnya mendukung

program

pemerin- tah, mitra pemerintah secara nonformal; ge- rakan Carbonmy

di

Italia yang revolusioner

dan

organisasi

politik liberal di

Spanyol

yang

berupaya merongrong kewibawaan pemerintah

yang sah (V. Philip

Pomper (1934: 16). Gerakan Desembris

juga

erat kaitannya dengan organisasi Freemason dan berbagai aliran atau sekte kepercayaannya,

mistik yang

berkecambah

di

Rusia pada abad XVIII. Oqganisasi Rahasia yang mun-

cul

sebagai

mitra nonformal

pemerintah dan yang beroposisi

di

atas merupakan re- fleksi dari kebangkitan nasionalisme Eropa Barat setelah akhir Perang Napoleon pada tahun 1815. Sementara Organisasi Rahasia Rusia

oleh

beberapa sejarawan mengkait-

kannya

deangan

oposisi warisan

prins Colytsin dan Dogaruki abad

XVIII

walau- pun berumur sangat pendek berhasil men- dirikan pemerintahan oligarki (Paul Dukes, 7974:7?3).

Revolusi Prancis sangat dominan dalam Gerakan Desembris. Demikian juga gerakan radikal Eropa Selatan dan Amerika Selatan dalarn upaya perebutan kekuasaan dengan seniata serta tujuan perubahan sosial dan sistem pemerintahan. Kerusuhan dan pem- berontakan Eropa Selatan dan Amerika Se-

latan merupakan inspirasi bagi mereka. pa-

da tahun

1817

terjadi

pemberontakan re- publikan

di

Brasilia disusul oleh portugal;

tahun

1815-1819 berlangsung berjuangan

konstitusi di

Biurtenbeqg.

Pada

Musim Bunga 1821 muncul perlawanan terhadap kekuasan Pedmont Austria, dan pada mu-

sim

rontok pccah pemberontakan

di

Turki

1 s

(5)

di bawah

kekuasaan Junani. Setahun se- belumnya

yaitu

pada musim bunga 1820

meletus revolusi

di

Spanyol dan pada mu- sim rontok tahun yang sama

di

Nepal, Por- tugal, San Domigo. Rangkaian pemberonta-

kan dan revolusi

tersebut sangat dipuji

oleh kaum

Desembris.

"Apa yang

mem- pesona adalah

revolusi"

(cto pocta,

to

re-

aoliutc) tulis Dekabris N.I. Turgenev dalam buku hariannya (S.S.

Volk

1958: 3L33).

Munculnya oqganisasi rahasia dimung- kinkan oleh pergaulan akrab dalam militer.

Anak-anak muda saling bertemu,

dan mempunyai kepentingan yang sama dalam mengadakan oposisi terhadap kebijaksana- an pemerintah pascaperang. Bangkitnya ke- sadaran

di

kalangan mereka banyak diten- tukan oleh

klub

diskusi soizasanij

Artel

di dalam Rezimen Semenovsky. Dalam klub

ini

mereka makan bersama-sama, berdis-

kusi

secara bebas, membaca majalah luar negeri, membicarakan rnasalah-masalah po-

litik

dan berbagai kekisruhan birokrasi pe- merintahan dan sekaligus mencari jalan ke-

luar atau

pemecahan masalah

(A.

Mazor, 1964:65).

Ideologi Desembris tahun 1820-an tidak diragukan

dipacu oleh tumbuh dan

ber- kembangnya kesadaran nasionalisme Rusia setelah berhasil mengusir Napoleon tahun 1812. Timbul kebanggaan

di

kalangan per-

wira

muda dan kaum intelektual dan me- reka menyebut

diri

mereka sendiri sebagai

"anak tahun 1872' (My lryli deti

1812).

Patriotisme

yang tiada tara

berkecambah pada tahun-tahun perang pembebasan, ke-

tika

ancaman dahsyat,

tulis N.P.

Cher-

nesevky, "membangunkan Rusia ke dalam kchidupan

baru"

(proltudili

k

konaoi zizni

Russkuju naciu) muncul

di

kalangan per-

wira

progresif yaitu suatu perasaan takzim

dan

bangga tcrhadap tanah

air,

aspirasi

tradisi dan

nasionalisme.

Hampir

seluruh

anggota

Desembris

termasuk

Yakhuskin mcngakui bahwa "perang tahun -l812 mem- bangkitkan seluruh bangsa Rusia ke dalam

suatu kehidupan

baru dan

bersama-sama meletakkan periode

penting dalam

kehi-

dupan politik

(aoina 1812 godu probudilo narod russkii k zizni

i

sostaaljaet ttaznyi period

o

ego politiceskom suschesuooanii) (S.S.

Volh

1958: 31.-32 dan juga Ya.S. Starixa, 195"1.: 7).

Nasionalisme Rusia

distimulir

oleh Perang Napoleon

tahun

1812

dan

kekalahan ter-

akhir

Prancis

ketika

gerakan

maju

keme- nangan Rusia

di

Eropa Barat. Kekalahan

total

Prancis

serta

konsesi-konsesi baru yang

diraih

dalam kongres

Wina

tentang perubahan peta

politik

dan geografis Eropa banyak andilnya dalam menumbuhkan rasa bangga

diri

mereka. Peran Rusia dalam se-

jarah dunia tidak lagi

di

seputar teori, akan tetapi terbukti secara rneyakinkan. Rusia te-

lah

berhadapan dengan Eropa Barat dan bahkan mengalahkan Eropa Barat. Sebutan sebagai bangsa besar menggema dalam sa- nubari setiap Rusia. Kalangan militer bang- ga atas kemenangan yang menentukan itu.

Akan tetapi sekembali ke Rusia mereka ke- cewa dan putus asa. Rusia telah membuk- tikan kehandalannya terhadap Barat tetapi masih tetap mempertahankan sistem Peme- rintahan autokrasi dan melanggengkan per- budakan yang jelas-jelas merendahkan de- rajat, harkat,

dan

martabat manusia (N.V.

Ryasnovsky, 1952: 3).

Kemenangan atas Napoleon

tidak

lepas

dari

partisipasi serta dukungan penuh dari seluruh rakyat. Pengorbanan harta, materi, dan bahkan

jiwa

adalah taruhan yang Pa- ling mulia. Sementara pemerintah tetaP me-

nutup

mata terhadap kemiskinan

dan

ke- timpangan sosial

yang

ada. Rasa kecewa semakin memuncak

ketika

Alexander se-

telah tahun 1815 semakin memperkuat sen- sor,

Kecenderungan Pietisme dan obskuratis-

me yang

merambah segala

bentuk

pemi-

kiran

liberal,

kontrol politik

yang mence- kam; perkampungan

militcr

yang sengaia

didirikan oleh Alexahder

dipersepsikan

oleh

kaum Desembris sebagai suatu kebi-

jakan yang

keliru

dan hapuskan (Richard Pip

of

Modern History, .r-t

samping tuntutan

pe pungan militer, merek ngurangan masa dina kuman badan (Masanl Bangkitnya kesadarr

pa

Barat

yang

semak nyakan hak-hak indir,l merintah sepenuhnva Desembris

untuk

mer fleksikan kecenderungi ngan kondisi Rusia. I(r

nah air

semakin men

tapan pada

tingkat (Paul Dukes 1974:

78

pada gilirannya mendc

tuk membuka

simpr.r

sampai pada tataran v;

pa

Bar4t. Kontak lang Barat terutama ketika 1

da

memasuki

kota

Pa

lahirkan tekad padu u-r tasikan pengalaman rr dang kehidupan tahun

suatu

perubahan rner

Gercen menyebutkan ubah, ide-ide baru

terl nah

terjadi sebelumnvi rupakan

titik balik

uar kan dalam sejarah R.'.r--

16).

Sukses

dalam

peflnI

Eropa

dari

tiran Nap'-otr

sembris dipersepsikan

nya

kebebasan set'a*a

jalan pada takzim

kep

keinginan

untuk

mengl

an dan

mengakhiri

k demikian

Dekabrist F.

7949:252).

Di

samping keingin plementasikan pengalar

di luar

negeri, pada I lahirkan perpecahan,J,

(6)

jakan yang

keliru

dan

untuk itu

harus di- hapuskan (Richard Pipes dalam The Journal

of Mdem

History,

vol. XXII, no. 3).

Di

samping tuntutan

penghapusan perkam- pungan militer, mereka juga menuntut pe- ngurangan masa dinas/ pengurangan hu- kuman badan (Masaryk 1955: 98).

Bangkitnya kesadaran nasionalisme Ero-

pa

Barat

yang

semakin

kritis

memperta- nyakan hak-hak

individu

dan legislatif pe- merintah sepenuhnya menyadarkan kaum Desembris

untuk

merenung ulang, mere- fleksikan kecenderungan yang

identik

de- ngan kondisi Rusia. Kecintaan terhadap ta-

nah air

semakin memperlihatkan keman-

tapan pada tingkat yang

mengesankan (Paul Dukes 7974: 128). Rasa nasionalisme pada gilirannya mendorong keberanian un-

tuk

mernbuka

simpul-simpul

kebebasan sampai pada tataran yang terdapat

di

Ero-

pa

Bar4t. Kontak langsunp; dengan Eropa Barat terutama ketika perwira-perwira mu-

da

memasuki

kota

Paris

tahun

1814 me- lahirkan tekad padu untuk mengirnplemen- tasikan pengalaman mereka

di

segala bi- dang kehidupan tahun 1812 menampilkan

suatu

perubahan mendasar

dan

hakiki.

Gercen menyebutkan "sesuatu

telah

ber- ubah, ide-ide baru berkecambah tidak per-

nah

terjadi sebelumnya". Tahun 1812 me-

rupakan

titik balik

yang

paling

menentu- kan dalam sejarah Rusia (P. O'Maera 1984:

16).

Sukses

dalam

pembebasan

Rusia

dan Eropa

dari tiran

Napoleon ofeh kaum De- sembris dipersepsikan sebagai tergelarkan-

nya

kebebasan sebagai

yang

melabuhkan

jalan pada takzim

kepada tanah

air

dan keinginan

untuk

menghapuskan perbudak-

an dan

mengakhiri kesengsaraan rakyat,

demikian

Dekabrist Rayevski

(P.

Beiscov '1949:252).

Di

samping keinginan

untuk

mengim- plementasikan pengalaman selama berada

di luar

negeri, pada gilirannya

juga

me-

lahirkan

perpecahan dengan negara yang

selama

ini

merupakan bagian

yang

tidak terpisahkan dari tradisi pengabdian negara.

Kekecewaan mereka semakin

akut

tatkala

melihat

Alexander

yang semula

mereka agungkan lebih mementingkan kedudukan Rusia sebagii ganderme Eropa. Ia telah ter-

jerat dalam

keyakinannya sebagai arsitek

utama bagi proyek

raksasa

untuk

me- nyatukan Eropa dalam solidaritas suci mo- narki Kristen (wischanij soyud).Terikat pada komitmen monark se Eropa mendorongnya

untuk

menghadiahkan

konstitusi

terbatas

kepada Polandia

dan bagi

negara-negara Eropa Barat

lain

termasuk kepada Prancis

yang diduduki,

sementara

Rusia

tetap mempertahankan autokrasi (Robert Aunty 1976:176).

Peristiwa akbar

dan

bersejarah kebang-

kitan

nasionalisme

Rusia

mengantarkan

kaum

Desembris

pada

proses identifikasi

diri untuk

selanjutnya coba merumuskan

suatu

sosok Rusia

Baru.

Kekecwaan ter-

hadap

Alexander tersublimasikan dalam bentuk keinginan

untuk

menolong rakyat.

Tradisi pengabdian negara

mengalami transformasi dalam

bentuk opsi

terhadap rakyat.

Opsi terhadap rakyat

Pengaruh pemikiran Barat terutama ide-ide enlightenment Prancis jelas tampak dalam pembentukan sikap

dan

tingkah

laku

De- sembris. Mereka menginternalisasikan ide-

ide

tercebut dan

ingin

mengaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Unsur-unsur rasionalistik

dan

voluntaristik abad XVIII dirasakan seabagai

yang

bersifat emansi- parotis

dan

membahagiakan tatkala dite- rapkan dalam konteks membantu sesama manusia terutama rakyat Rusia.

Selama

ini

mereka menyadari bahwa me-

reka

telah menjadi ; orang asing

dan

ber- sikap tidak etis terhadap mereka. Pengab-

dian

negara yang 'selama

ini

merupakan

dominasi mereka

dipersepsikan sebagai

(7)

yang salah kaprah. Perasaan aneh

dan

ti- dak aman serta berdosa semakin menghan-

tui

mereka. Sebagai konsekuensi logis dari- padanya mereka semakin menyadari tun- tutan untuk berbuat sesuatu kepada rakyat

dan

petani

budak

yang selama

ini

terlu-

pakan. Perasaan aneh, alienasi, rasa tidak aman dan perasaan bersalah menyatu men-

jadi

satu kekuatan dahsyat, merupakan fe- nomena

baru bagi

mereka.

Kondisi

ke-

jiwaan

tersebut

paling sedikit

disebabkan oleh

tiga

faktor. Pertama, ketakutan nalu-

riah

terhadap rakyat yang selama

ini

me-

reka tindas dan eksploitasikan. Kedua, pa- da tingkat yang lebih tinggi mereka merasa

dan tidak

menyadari kepedulian terhadap

lingkungan di mana mereka

meniadi

"modern"

justru

dalam lingkungan masya- rakat

"primitif"

dan tradisional' Ketiga, pa- da tingkat paling tinggi, mereka terjerat da-

lam

perasaan

tidak

aman bercampur de- ngan perasaan bersalah karena menterlan- tarkan petani budak

dan tidak

mengantar mereka pada tingkat peradaban Eropa Ba- rat (Begoslovsky 1956: 517).

Pergeseran atau transportasi pengabdian negara menjadi pengabdian rakyat. Trans- portasi pengabdian oleh Marc Raeff disebut sebagai

upaya

menebus segala kesalahan mereka yang selama berabad-abad dirasa-

kan

sebagai sesuatu yang seharusnya ter-

jadi.

Pergeseran persepsi terhadap petani merupakan terobosan

baru.

Cenerasi De- sembris merasa terpanggil

untuk

beroleh

kesernpatan membantu

rakyat dan

me-

nyumbangkan pengabdian mereka secara

langsung dan mendatangkan kep;unaan ba-

gi

rakyat pada umumnya (Marc Raeff 19(16:

147). Secara tepat Marc Raeff menandaskan bahwa:

"Kesadaran aknn dnsar-dtsar kcternsingan nto'nka

dni raLyat, elit bangsatonn lro'ltaraP matnPu nrc- nyunrbangkan makna baru bagi negm'n tanTtn ha-

rus

morgorbanknn tradisi yengnltdim nra'ekn yang telah merupaknn uilsur Pcflttattor kelternda- an nrcraka. Orang ynng nrencopai kedeu'nsannnya

pada tahun limabelasan autal abad XIX mewmisi karakteristik intelektual dan sit'at Vsikologis bang- satuan abad XVIII. Akan tetapi merekalah yang per"tanm kali mengaktualisasikan sit'at-sifat ter' sebut secarn definitif dalam konteks kehidupan ntasyarakat dan pribadi. Dalam hal

ini

nrcreka

nrengikuti jajak A. Railislrchea yang peiama kali

ntoruik kesimpulan praVis hubungan elit bang-

sau:an dengan negara (Philip Pomper 1E34:

4)-.

Generasi Desembris memperoleh affirma-

si diri

sebagai yang berpegang teguh pada komitmen kemanusiaan seperti Percamaan hak mendorong mereka menjadi agen Pem-

baru atau

berfungsi sebagai pengemban amanat

atau

aspirasi

rakyat'

Sikap kritis, analisis

dan

rasionalistik

dari

pencerahan Prancis

dan

semangat romantisme. Rusia cenderung merujuk pada tradisi lama, se- mangat kebebasan yang menjadi

milik

Ru-

sia

semeniak

periode Kiev

kesemuanya

mengantarkan terciptanya proses identifika- si

diri

menuju identitas Rusia Baru. Tradisi keilmuan

dari

generasi ayah zaman Kate-

rina

Agung memperoleh bobot dan makna

baru tidak

sebagai kesenangan pribadi,

kontemplasi falsafati, serta

kebanggaan atau gengsi sosial semata akan tetapi lebih menitikberatkan arahan

untuk

bertindak sebagai rancangan pola tingkah laku untuk diaktualisasikan ke dalam konteks kehidup-

an

nyata. Aktualisasi

ide

pada gilirannya rnerupakan pilihan etis. Tegasnya generasi Desembris meletakkan panggilan moral me- reka yang baru

untuk

opsi kepada rakyat.

Dengan demikian mereka merasa telah me- rnenuhi panggilan sebagai

"putra

bangsa"

(J.G. Garrard 7973: 45 ).

Transformasi pengabdian mencapai ke-

matangannya Pada masa

kekuasaan

Alexander

I

sebenarnya telah

dirintis

oleh Freemason Rusia abad

XVIII.

Dasar-dasar pengabdian rakyat terletak pada sifat pilan- tropis dan voluntaristik Freemason selaniut-

nyi

menjadi pegangan

Lta,

pedoman Ge- nerasi Desembris. Dan perlu diingat bahwa

40

I

tl

hampir seluruh Des anggota

Loji

Mason

di

Eropa Barat.

Freemason sebagai t

Freemason merupal sekularisasi agama I

tegrasi masyarakat r

reja. Lahirnya Freer

kan runtuhnya ikata percayaan religiu-<

menjadi wakil agam;

dengan hirarki atura menjadi sejenis rvaki

nya

dengan agama nalisasi pengalaman

rong

manusia

ke

ar

perlahan-lahan.

Dp

menarik manusia l<.i menjauhkan mereka

filsafat

rasionalLsrnr Mazour 1988; 19).

Loji Mason

merr

deist supra konveru<1,

ayomi anggota-ang51

an budi.

Mason jug

gilan luhur dan

mi.

tidak

terdapat dalan berikan suatu tafsr

ide-ide

enlightenrner warkan dimensi ken'

pengakuan kebenara

kegiatan

pilantrcp kongkret

dari

priruci

pencapaian kesempu 1977:

245).

Freema:

singung sebelumn_,,-a

humanis dan seka,;g

pirasi

intelektual. Fr

ruang

gerak

yang

l.

tanya dalam pergum

hidupan batin

serta

dari

Voltairisme dirc menguburkan nilai-ni rzosf Rusia (V.V. Zen

(8)

hampir seluruh Desembris pernah menjadi anggota

Loji

Mason ketika mereka berada

di

Eropa Barat.

Freemason sebagai titiktolak.

Freemason merupakan bentuk kehidupan sekularisasi agama tertentu; produk desin- tegrasi masyarakat feodal dan otoritas ge-

reja. Lahirnya Freemason

juga

merefleksi- kan runtuhnya ikatan pribadi terhadap ke- percayaan

religius

tradisional. Freemason rnenjadi wakil agama sementara Loji Mason dengan hirarki aturan dan elaborasi kultus menjadi sejenis wakil gereja. Dalam kaitan-

nya

dengan agama resmi .

melalui

rasio- nalisasi pengalaman religius dapat mendo-

rong

manusia

ke

arah sekularisme secara

perlahanJahan.

Dipihak lain dapat

pula menarik manusia kembali

ke

agama dan menjauhkan mereka

dari

sekularisme dan

filsafat

rasionalisme "enlightenrnent

"

(A.

Mazour 1988: 19).

Loji Mason

merupakan sejenis gere.ia

deist supra konversional yang dapat meng- ayomi anggota-anggotanya dalam keluhur-

an budi.

Mason

juga

menimbulkan pang-

gilan luhur dan

misteri sakramental yang

tidak

terdapat dalam tradisi gereja. Mem- berikan suatu tafsir simbolik baru tentang

ide-ide

enlightenment abad

XVIIL

Mena- warkan dimensi kemisteriusan inisiasi dan pengakuan kebenaran untuk melaksanakan

kegiatan pilantropis sebagai

jabatan kongkret

dari prinsip

penyucian

diri

dan pencapaian kesempurnaan (J.H. Bellington 1,971:

245).

Freemason Seperti

telah

di- singung sebelumnya juga merupakan aliran humanis dan sekaligus membangunkan as-

pirasi

intelektual. Freemason memberikan

ruang

gerak

yang lebar

terhadap anggo- tanya dalam pergumulan bebas tentang ke-

hidupan batin serta

membebaskan Rusia

dari

Voltairisme

ditolak

karena tegas-tegas menguburkan nilai-nilai adiluhung samobyt-

nosf Rusia (V.V. Zenskovsky 1976: 19). Di

bawah pimpinan

I.

Schearz

dan

Novikov, Freemason melakukan sejumlah kegiatan dan program kerja yang bersifat voluntaris-

tik

dan pilantropis. Menolong orang sakit,

korban

kelaparan

dan

berbagai bantuan cuma-cuma kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan pada masyarakat

tidak

ha-

nya dalam bentuk kebutuhan

sewaktu, akan tetapi berupa sasaran jangka panjang

yaitu

memberikan pendidikan formal bagi orang

miskin,

menyebarkan bacaan yang baik melalui penerbitan, gedung perpusta- kaan dan balai penerjemahan buku baik di

Moskwa maupun di propinsi-

propinsi.

Akan tetapi karena kegiatan Freemason sa-

ma

sekali berada

di luar

campur tangan dan pengawasan pemerintah menyebabkan organisasi tercebut dicurigai.

Aktivitas

pi- lantropis dan bantuan voluntaristis sering menyudutkan pemerintah karena apa yang dilakukan oleh Mason dan Freemason se-

benarnya menjadi tugas pemerintah. Kate-

rina

Agung memerintahkan agar menang-

kap

hampir semua

tokoh

Freemason ter- masuk

Ivan

Turgenev,

Nikolay

Novikov

dan Labzin (M. Raeff

1971: 42). Tradisi pilantropis dan voluntaristis Freemason di- lanjutkan

oleh

Cenerasi Desembris pada

awal

abad XIX.

Di

samping

itu

Generasi

Desembris

juga

banyak dipengaruhi oleh tradisi "kenotik kristiani" yang sudah ber- akar

di

Rusia semenjak masuknya agama Kristen ke Rusia abad X.

Tafsir kenotik kristiani

Pembentukan identitas baru Rusia oleh Ge- nerasi Desembris dianggap sebagai suatu keharusan setelah melampaui

tingkat

per- kembangan sejarah

Rusia yang

ternyata mampu mengalahkan Barat. Barat yang di- kalahkan adalah suatu kenyataan, akan te-

tapi

setelah kekalahan tersebut sekaligus Barat harus

pula

dimenangkan. Perwira- perwira muda meylkini hal tersebut karena bagaimanapun tingkat kemajuan

dan

per-

(9)

adaban Barat jauh lebih unggul dari Rusia

yang mengalahkannya.

Untuk

membentuk Rusia Baru dibutuhkan suatu sikap dan tin- dakan kongkret

yaitu

merekayasa budaya baik yang merupakan nilai-nilai adiluhung

€rygqyqg!! Rusia maupun

segala

sesuatu yang menjadi unggulan Barat ter- utama dalam pemikiran

dan

institusi pe- merintahan.

Ciri

Generasi Desembris yang takzim kepada semboyan Socrates dan ke-

rinduan

menjadi Rusia dianggap sebagai suatu keniscayaan setelah terlebih dahulu bertekad

untuk

menolong

rakyat

melalui transformasi pengabdian. Sukses transfor-

masi

pengabdian selanjutnya harus disti-

mulir oleh

suatu kekuatan

dan

dorongan kesadaran "hakiki" yang, inheren dalam bu- daya Rusia sendiri

yaitu

suatu tradisi pe- nafsiran kekristenan. Daya-daya sublim dan sifat transendental dan pesan-pesan "biblis"

terutama yang menyangkut prinsip "kasih"

harus diformulasikan dan dijabarkan secara

kongkret ke dalam kehidupan duniawi, im- manensi. Kasih harus bersifat membebas-

kan manusia dalam segala dosa. Menolong sesama manusia tanpa harus

larut

dalam doktrin-doktrin buku kekristenan. Penjabar- an "kasih" yang merupakan esensi "perjan- jian baru" ke dalam problematik kehidupan

riil

merupakan panggilan moral baru yang telah berakar dalam budaya Rusia. Tafsir atau eksegesi kenotik kristiani merujuk pa-

da tradisi

panjabaran "kasih". dalam kon-

teks

"perjanjian

baru"

yang dimaksudkan menekankan pada pengorbanan dan keko- songan

diri

(sef abncgation). Pengosongan

diri

mengandung makna pengabdian dan penghambaan

diri

kepada sesama manusia seperti yang telah dicontohkan oleh Kristus

di

kayu salib. Manusia-manusia dosa telah terselamatkan

melalui

pengorbanan diri.

Kuasa

iblis di dunia

secara sempurna di- kalahkan

diganti

dengan kuasa Tuhan di bumi, damai dan dunia. Pintu menuju ke- selamatan bukan

lagi

merupakan l-ral yang

muskil dan niskala akan tetapi hampir pas-

ti

menjadi suatu keniscayaan. Pengosongan dan penghambaan

diri

demi perolehan ke- bahagiaan merupakan hakikat ajaran Kris- ten (D.G. Dawe 7952:67J2).

Dalam

sejarah

Kristen

Ortodoks Rusia

tafsir kenotik telah

mengakar. Nadezhda Gorodetsky dalam "study"-nya tentang Ru- sia abad XIX mengatakan bahwa tafsir ke- notik mernainkan peran penting dalam ke- salahan dan teologi ortodoks Timur. Peran yang dimaksud bukan

lagi

kegiatan gere-

jani

akan tetapi lebih jauh telah merambat ke dalam pemikiran dan budaya. Tema ke-

notik

tersebar dalam kesusastraan, liturgi

atau

kebaktian gereja ortodoks,

dan

pe- mikiran teologi formal. Nilai-nilai yang di- angBap agung dan mulia terletak pada ke- rendahan hati, kehendak dan kesediaan un- tuk menghambakan

diri;

sikap terbuka dan pasrah menerima penderitaan, kemiskinan dan kesediaan

pula

menerima dan melak- sanakan panggilan pelayanan bagi sesama seperti yang telah dilakukan oleh Kristus.

(tbid: 749-50).

Pada masa kekuasaan

Iwan III

terdapat kecenderungan geraja

memiliki harta

ke- kayaan

dan

tanah

luas.

Pimpinan gereja

tertinggi St.

Sergius

dari

Radonetz yang meninggal

pada tahun

1392

dalam

masa hidupnya telah memulai suatu tradisi

biru

yaitu meniadi petapa suci.

Ia

mengajarkan

bahwa

kekristenan

yang

sesungguhnya adalah memantangkan harta kekayaan du- nia yang selama

ini

menumpuk

di

tangan gereja. Kekristenan harus sepenuhnya ber- orientasi pada penekanan kebaikan/ peng- hambaan

dan

pengosongan

diri

serta ke- sediaan merendahkan

diri; belajar

dan mengagungkan kontemplasi serta penyuci-

an diri

merupakan bagian terpenting dari

aiaran Kristen (N.V.

Ryasanovsky 1972:

r 34).

Kewajiban menolong.sesama merupakan

suatu

keharusan

bagi'

Freemason abad

XVIII.

Kekristcnan

yang

berpatokan pada

priruip

kebajikan mer masi

bagi

kemuliaan orang. pada awal kek

pat

tradisi inisiarif pri

untuk

memperbaiki

h

sial dan menolong ses;

balan dan

keuntunga abad

XWII

secara fc.,n

disi yang bersifat priba tersebut

menjadi

su.it

Para pakar

F.e"mu.., Novikov dan Labzin r:rt

menuangkannya meni":.

Freemason. dlembagrk an masyarakat. Merei<a kukan,,rasionalisasi-,Car ideal kesalahan kristian

dipanut oleh

Generasi

abad XIX (Marc

Rae.f masa kepangeranan

II:t

penderitaan dan peno.=

clengan pengorbanan ir:

kan oleh Boris dan Glel

Chronical" tertulis, bahi, dang berjuang melar*.an mendengar tentang

kcri

kembalinya

ke Kier, i:

r

saudaranya Sviatopolk n:

membunuhnya dengan

dan

menguasai tanahr.,,;

= tidak

memperlihatkan

n nya ia

menerima seca.J

9:ti

kematiannyd 1-r,,3n 173). Boris adalah -\dl:(j : nakan

prinsip

passi

i\r;

terptsy) yang memperl.:: :

ma

dan

cinta

persaud.:=.

Rusia (Il,rd: 777). Tafsir

^" menekankan

prinsip

L.,r.i

layani" iejak

Kristus,J.:r

sebaga

i

ya

ng

tcrd .r p.: :

(James

H.

Bcllington

l-- rnr

menjadi

panutin C-:

dalam transformasi

nvn:::

rakyat (Marc Raeef

ia,*

:

menekankan

pengabdl;r

t

42

(10)

priruip

kebajikan merupakan

kartu

legiti- masi

bagi

kemuliaan

dan

kesalehan sese-

orang. Pada awal kekristenan Rusia terda-

pat

tradisi inisiatif pribadi orang perorang

untuk

memperbaiki berbagai penyakit so-

sial dan menolong sesama tanpa

motif

im-

balan dan

keuntungan

pribadi.

Freeson

abad

XVIII

secara formal menjadikan tra- disi yang bersifat pribadi menolong sesama

tersebut

menjadi suatu

gerakan massal.

Para pakar

Freemason

seperti

Schwarz, Novikov dan Labzin memformulasikan dan menuangkannya menjadi

ciri

karakteristik Freemason. Dlembagakan dalam kehidup- an masyarakat. Mereka secara resmi mela- kukan "rasionalisasi" dan "institusionalisasi,,

ideal

kesalahan

kristiani

yang selanjutnya

dipanut oleh

Generasi Desembris awal

abad XIX (Marc

Raeef 1966; 163). Pada masa kepangeranan Moskow tradisi kultus penderitaan

dan

pengosongan

diri

seturut dengan pengorbanan Kristus telah dilaku- kan oleh Boris

dan

Gleb. Dalam "Primary Chronical" tertulis, bahwa Boris

yang

se-

dang berjuang melawan tentara Pechen, ia

mendengar tentang kematian ayahnya. Se-

kembalinya ke Kiev,

ia

mengetahui bahwa saudaranya Sviatopolk merencanakan ingin membunuhnya dengan motif ingin merebut

dan

menguasai tanahnya.

Ia

sama sekali

tidak

memperlihatkan rasa cemas sebalik-

nya ia

menerima secara pasrah mengha-

dapi

kematiannya (Joanna

Hubbs

1988:

173). Boris adalah yang pertama melaksa- nakan

prinsip

passi penderitaan (starsto- terptsy) yang memperlihatkan etos kerja sa-

ma

dan cinta persaudaraan dalam sejarah Rusia (Ilrid: 777). Tafsir kenotik Rusia lebih menekankan prinsip "mengikuti" atau "me-

layani"

jejak Kristus dan bukan

"meniru"

sebagai

yang terdapat di Eropa

Barat flames

H.

Bellington 1966:

6647).

Prinsip

ini

menjadi panutan Generasi Desembris dalam transformasi pengabdiannya kcpada rakyat (Marc Raeef 196d: 16a).

Di

samping menekankan pengabdian transformatif sc-

bagai keinginan terciptanya Rusia Baru ter-

dapat jrga

kecenderungan

untuk

tidak mengulangi kecenderungan generasi ayah yang terjebak dalam

sifat imitatif naif

ter-

hadap

Prancis.

Untuk itu

Generasi De- sembris menurut kembali kepada akar bu-

daya, nilai-nilai adiluhung

(samolrytnost),

tradisi

Kiev

dan

prinsip

"kebebasan" Nov- gorod dan Pskov. Generasi Desembris me- noleh ke sejarah masa lampau.

Tolehan masa lampau

Tema pokok yang menjadi pergumulan da- lam diskusi

di

kalangan generasi Desembris terletak pada studi tentang masyarakat kota abad pertengahan Barat dan kota-kota awal

Rusia adalah

terpusat, ,

pada

"kebebasan"

(aolnosti). Kebebasan dipersepsikan oleh Generasi Desembris sebagai raison d'etre masyarakat komunal Rusia Kuno yang ter-

cermin dalam setiap institusi

kota-kota abad pertengahan, terutama dalam kotapar-

ja Rusia dan dalam institusi

pedesaan.

Novgorod

dan

Pskov ditampilkan sebagai sosok republik-kota yang sarat dengan sim-

bol

kebebasan

lokal dan

mencerminkan nuansa kebijakan dan sifat demokratis asli Rusia.

Bentuk organisasi masyarakat komunal Rusia awal merupakan rujukan utama bagi tokoh-tokoh Dcsembris dalam merumuskan masalah-masalah sosial, politis, agraris, per- ekonom.ian

dan

terutama rancang bangun pemerintahan

dan

kenegaraan. Sejarawan

A.P. Pypin, V.I.

Semeevskij

dan

Neckina

yang

memfokuskan

diri dalam

kajian Desembris sampai

pada satu

kesimpulan bahwa tokoh-tokoh Desembris yang Lergu- mul dengan perumusan pencarian identitas

dan jati diri

Rusia men.rju

suatu

sosok Rusia Baru senantiasa menolch

pada

se-

jarah masa lampad.

Kesadaran nasional

yang

berkgcambah rpada

awal abad

XIX, kcrakyatan (Narttdnost), pengabdian trans- formatif dan kerinduan

untuk

menjadi Ru-

(11)

sia atau putra bangsa sejati harus berpijak

dan berakar pada nilai-nilai

adiluhung Rusia (sarrofurfnosf) dengan berpatokan pa-

da prinsip

inventivitas

kreatif.

Ragangan

sosok identitas Rusia Baru

dengan de- mikian merupakan sabur-limbur atau sim- biose unsur dalam dan luar Rusia' Ruiukan pada sejarah masa lampau oleh sejarawan tersebut dirumuskan

dalam satu

kalimat

yaitu

"Takzim pada Veche Republik Nov- gorod" merupakan karakteristik umum Ce- nerasi Desembris (P.K. Christoff 1970: 80).

Tokoh

Desembris

dari sayap

Radikal Sayap Utara, Pavel Pestel yang semula ma-

sih

mempertahankan

pemikiran

tentang

monarki

ditobatkan

oleh Denis

Fonvizin

dan

berbalik menjadi Penganut sistem re-

publik

yang fanatik. Rujukan pada Yunani dan Roma ketika menjadi republik ternyata bbrhasil mencapai puncak kejayaannya dan setelah

itu

mengalami kemunduran dan ke- hancuran. Rekaman sejarah tersebut sema-

kin

meyakinkan Pestel akan nilai lebih dari

sistem

pemerintahan

repulik dan

secara

mantap

dan pasti

menjadikan sistem re-

publik

sebagai satu-satunya alternatif da-

lam

proyek konstitusi Masyarakat fulatan.

Ketika Rusia

di

bawah naungan republik- kota Nogorad Raya (Velikij Noz.rgorod) rak-

yat

sepenuhnya akrab dengan kebebasan.

Hanya dengan menganut sistem republik-

lah Rusia akan

mengalami kejayaannya kembali (Dymtryshyn 7967: 776-77). Ruiuk-

an pada

negara republik-kota Novgorod

dan

Pskov ditafsirkan oleh Pestel sebagai

yang bebas

dari

perbudakan

dan

absolut- isme.

' Larut dalam pergumulan intcns mencari identitas

diri

mcnuju Rusia Baru dan peng- agungan

akan prinsip

kerakyatan adalah tujuan utama Generasi Desembris. Kesadar- an nasional dan kerakyatan,

tulis

Neckina, merupakan obsesi mereka.

Takzim

pada

'

republik-kota Novgorod

yang

berpatokan , pada veche adalah

sifat

karaktcristik Ce-

ncrasi Dcsembris cinta pada tanah

air

dan

nasionalisme menuntut terbentuknya Per- juangan

politik

dengan menurut pada pe- ninggalan masa lampau adalah suatu ke-

nariian

sejarah

Rusii p.x.

Christoff 1970:

80).

Konsep dasar 'kebebasan' bukanlah me- rupakan dominasi Eropa Barat yang selama

ini diperkirakan orang.

Gercen dengan

banggi

mengatakan bahwa

dari

semenjak

dahulu,

kebebasan

bukanlah

merupakan barang asing bagi kita dan veche Novgorod serta Boyar

Duma

membuktikan

hal

ter- sebut (Leonardo S. Schapiro 1967:31). Se' mentara tokoh Desembris Fonvizin menan- daskan bahwa:

"Obscnina

lll

mwticipalnie

i

oolnoaosti lryli tt

dreunei rossi oo osei sile, kogdo eschjo zapadnaja eoropa ostalos podmom feoclalizm (S'S' Volk 1959: 327-22). (obschina atau irstitusi kota praja sarat dengan kebebasan dengan segala Lekuasaan yang dikandungnya akrab dengan Rusia Kuno, pada saat Eropa Barat masih dalam sistem feodalisme)"'

Tradisi kebebasan yang menjadi

ciri

khas Rusia Kuno selain

di

Novgorod

juga

ter-

dapat

di

negara kota kecil lainnya seperti

di

Pskov,

Kiev, Vladimir, Moskwa

dan

kota-kota

lainnya

(Ibid).

Inl

membuktikan bahwa Rusia tidak harus menoleh ke Eropa Barat tetapi terdapat suatu keharusan un-

tuk

meluruskan

jalannya sejarah

Rusia yang selama

ini

terlupakan. Tolehan ke Ba-

rat

dilakukan sebagai memperkuat prinsip dasar kebebasan yang berwajah Rusia Ku- no.

Hilangnya kebebasan khas Rusia Kuno tersebut disebabkan karena perjalanan se- jarah Rusia

itu

sendiri' Kemenangan autok- rasi pada abad ke-16 adalah penyebab uta- ma hilangnya tradisi tersebut. Kemenangan autokrasi

oleh

Generasi Desembris diper- sepsikan sebagai kemeilangan

politik

bang- sa Tartar yang sama sgkali asing bagi jiwa Rusia (A. Walicki 1968: 68).

Kedaulatan dan prinsip kebebasan veche

44

berakar kuat di \or

g--:.,

Pangeran Yang

berku:i: :-

rl ewenang sebatas

vrr':

::

dalam Perianiian sehclu;:-- ''r d inobatkan menjadi F= :

i'j

gorod dan Pskov'

Perjaniian

tahun

1i-

-

:

bahwa DmitrY dari

lr{osk":

memerintah atas Nor g' : -.: ' Tver berkuasa atas PsL'

' ::

kekuasaan terbatas' Sl'-'-'::

1949: 11-13).

D

Novgorod, PoFrc:::

pegawainYa hanva ITrr r^ I - terbatas. SetiaP Panger3r'

x

meniadi Penguasa

h;:-::

kontrak

Perianiian

d::' I

untuk

melaksanakan

'l:-

:

baga Pemerintahan

r'r::

menyukai

Pangeran lrrir:

hak untuk

mencabut

itk wenang Yang telah r

pangeran. Kekuasaan

r::' tatai militer

dan judiie '

ditandatangani oleh P:: :=

gai berikut:

"Dan saudara tidnk

o

"

nrrnunjuk Pemcintalt

:-':

-

suatu ttaktat tatryra :i:'::"' (George Vernadskt' 19i::

Atas

dasar

inilah

sr:

sawan

terhadaP aut'

\::

abad XIX, Pemberonial:r dikatakan sebagai refl e r'-':

bangsawan Rusia; seba'::

politik

laten, Pertentang::

maksudkan dalam Penisl Radixhchev (1749-180:

anutan

Generasi De:e

r

bahwa bagaimanaPun r Novgorod dan Pskor' n-"

dan Patut untuk

dika:t

Dalam

"Puteschesetr e

Moskvu"

secara menar

(12)

o a

k

a h

m th

berakar kuat di Novgorod dan

Pskov.

Pangeran yang berkuasa hanya mempunyai wewenang sebatas

yang telah

ditentukan dalam perjanjian sebelum ia diundang serta

dinobatkan

menjadi

penguasa

atas

Nov- gorod dan Pskov.

Perjanjian

tahun

7371 memperlihatkan bahwa Dmitry dari Moskwa diundang untuk memerintah atas Novgorod dan Mikhail dari Tver berkuasa atas Pskov hanya mempunyai kekuasaan terbatas. Sigismund

(N.

Volk 1949:11-13).

Di

Novgorod, pangeran

dan

pegawai- pegawainya hanya mempunyai kekuasaan terbatas. Setiap pangeran sebelum diangkat menjadi pengtiasa

harus

menandatangani

kontrak

perjanjian

dan

pangeran berjanji

untuk

melaksanakan dan memelihara lem- baga pemerintahan.

Apabila rakyat

tidak

menyukai

pangeran

mereka

mempunyai

hak untuk

mencabut kekuasaan

dan

we-

wenang yang telah diberikan

kepada pangeran. Kekuasaan pangeran hanya se-

batas

militer

dan

judikal.

Perjanjian yang ditandatangani oleh pangeran adalah seba-

gai berikut:

"Dan saudara tidak akntt nrcrtgndili, jttgn tidnk menunjuk pemerintah yopinsi ntrut nrclaksomkmt suatu traktat tanpa seizin unlikota (posadnik)"

(George Vernadsky 1959: 34-35).

Atas

dasar

inilah

setiap oposisi bang-

sawan terhadap autokrasi sampai

awal abad XIX, pemberontakan Desembris boleh dikatakan sebagai refleksi obsesi kekuasaan bangsawan Rusia; sebagai pengejawantahan

politik

laten, pertentangan historis yang di- maksudkan dalam pendahuluan. Alexander Radixhchev (1749-1802) merupakan tokoh

anutan

Generasi Desembris menegaskan bahwa bagaimanapun'republik pedagang Novgorod dan Pskov' menjadi kebanggaan

dan patut untuk dikagumi

serta diturut.

Dalam

"Puteschesetve

iz

Peterbuqg v

Moskvu"

secara

menawan

memaparkan

suatu

citra

pemerintahan rakyat yang de- mokratis, penuh kebebasan. Novgorod dan Pskov berdaulat penuh. Pangeran yang ber- kuasa

memiliki

kekuasaan terbatas. Keha- dirannya sebagai penguasa antara

lain

se-

mata-mata

hanya

melaksanakan mandat rakyat

dan

mengembangkan aspirasi serta kepentingan masyarakat

kota,

melindungi hak-hak

walga dan

mempertahankan ke- kakayaan rakyat dari serangan musuh serta memajukan perdagangan (A. Walicki 1988:

s7).

Tolehan masa lampau diwarnai oleh si-

kap

takzim pada tokoh-tokoh masa silam yang berjuang

untuk

kemanusiaan. Selain mengidentifikasikan

diri

dengan tokoh se-

jati

sebagai pahlawan gerakan romantik re- volusioner

di

mana Diego

dan

Sands se-

bagai protagonis masanya Generasi Desem- bris

juga

merujuk pada tokoh,tokoh kuno terutama Yunani

dan

para idealis seperti:

Brutus; Yakhuskin yang pertama menawar-

kan diri untuk

membunuh Alexander ke-

tika

berlangsung Kongres Moskwa senan-

tiasa

menyimpan

buku-buku yang

berisi pesan dan surat-surat Brutus kepada Cicero dalam kepustakaannya. Surat-surat tersebut dibacakan kepada teman- temannya. "Sen-

jata

Baja

Putih"

sebagaimana

halnya

"sa-

habat berhati baja"

dan simbul

kebebasan

juga sebagai senjata melawan tirani sangat diagungkan oleh Yyleev, Phuskin dan Ler- mantov. Y.D. Yakhuskin

(hal

26) panutan pada tokoh, patriot bangsa

lain

dimaksud-

kan untuk

menggalang

ikatan

solidaritas terpadu serta menumbuhkan semangat per- juangan Generasi Desembris. Keterbukaan

(glasnost) menerima budaya

luar

merupa-

kan

suatu keharusan

untuk tidak

tedebak pada sindrom francopail generasi ayah, dan menghindari tumbuhnya nasionalisme sem-

pit.

Keterbukaan menekankan sifat reseptif, dewasa dan rasionalitas akan memperkaya

budaya lokal

(samolrytnost). Generasi De- sembris rnengutamhkan'iventivitas kreatif' berupa perakitan unsur-unsur nilai budaya no

5e-

rk- ta-

;an

€r- ng- wa che

(13)

percampuran amalSaman menuju identitas

diri

Rusia

Baru

sesuai dengan dorongan menjadi Rusia.

Spektrum kekuatan nilai lokal dipadukan dengan

nilai

asing bergerak secara sentri- fugal menuju pembentukan konservatif ko- hesif budaya baru per se men?;ejawantahan identitas Rusia. Dalam upaya pembentukan ragangan identitas Rusia Baru Generasi De- sembris bertindak sebagai seorang pelukis dengan

cat

ide-ide camPuran

siap

meno-

rehkan kuas kup militer,

pemberontakan Desembris 1825 yang gagal pada dataran kanvas kekisruhan

politik

Rusia pada awal abad XIX. Penorehan kreatif ragangan iden- titas Rusia Baru yang termaktub dalam dua

proyek konstitusi

Masyarakat

Utara

dan Masyarakan Selatan merefleksikan obsesi

mereka terhadap

pengalaman traumatis perambahan nilai asli Rusia abad XVIll.

A.

Radishchev penuh dengan passi na- sionalisme menuntut kembali tapak sejarah budaya Rusia

Kuno.

Menoleh masa keja- yaan Novgorod dan Pskov dengan institusi veche yang sarat dengan kebebasan senan- tiasa menggema dalam

hati

sanubari rak-

yat.

"Vechevoi

kolokol

palladium volnosti

Novgorodskoi"

@e

nta

aeche merupakan

palladium kebebasan Novgorod). Menatap

ke depan dan

menoleh masa

silam

me- rupakan gambaran

umum untuk

Generasi Desembris. Antisipasi ke depan dengan to- lehan ke belakang selanjutnya bertekad un-

tuk

menghancurkan autokrasi dan pengha- pusan perbudakan.

Menurut Berdeiev yang menaruh perha-

tian

pada perkembangan pemikiran Rusia awal abad XIX mengatakan bahrva bangkit-

nya

rasa nasionalisme Rusia abad XIX di- tandai oleh kesadaran menp;adakan oposisi terhadap Imperator Rusia merupakan ga- bungan

dari

ide-ide Barat (zLtytLtdnosf) dan :radisi atau pemikiran bangsa Slavia (siaa- jansfiloa) (Berdeiv 7964: 28).

Desembris Kakhovsky menegaskan bah-

"va

'rapat rakyat'

tampaknya

tidak

hanya

merupakan dominasi Rusia Kuno akan te- tapi fuga menjadi

milik

bangsa-bangsa Sla-

via lain

yang masih

hidup

hingg dewasa

ini

dalam bentuk rapat desa 'perkumpulan Mie' (Mirskij SxoQ.Ia sendiri.secara pribadi mengahadiri rapat-rapat tersebut

yang

ia sebut sebagai

'republik kecil'. M.A.

Fon-

vizin

seperti halnya Radishchev menyata- kan bahwa pengaturan kebebasan obschina merupakan

dasar dari awal

"demokrasi murni" merupakan sifat deasar bangsa Sla-

via. Ia

sangat bergairah menulis tentang

"rapat-rapat rakyat" yang sederhana pada masa Rusia

Kuno

(S.S.

Volk

1949: 325.

Lihat juga uraian lebih rinci pada

A.N.

Radishchev 1941:145).

Desembris Bestuzev secara cermat mem- pelajari kronik republik veche. Ia mengakui bahwa hatinya. tertambat pada kenyataan sejarah

di

mana dalam

kronik

Pskov dan Novgorod merupakan temPat Pertemuary diskusi yang

intern

tentang keadilan (S-S.

Volk 1958: 55).

Demokrasi Veche

kuno

sebagai sejarah menjadi dasar bagi sistem demokrasi baru.

Pada masa Rusia

Kuno

keseluruh rakyat, warga kota berkumpul dalam "veche" dan berpartisipasi

aktif dalam

merumuskan masalah-masalah

politik.

Veche

itu

sendiri tidak mungkin dipeqgunakan oleh pemerin- tah, akan tetapi seluruh,warga dari distrik- distrik boleh mengadakan rapat pada "rapat

rakyat"

(Neckina 1958: 55).

Baikm

Pestel maupun Murav'ev dalam proyek konstitusi mereka mencantumkan istilah-istilah archaik

seperti

narodhrn zteche, Zemskij Sobranija, Posadniki dan berbaliai istilah lainnya. Kedua

tokoh

organisasi masyarakat

Utara

dan masyarakat Selatan tersebut sangat hormat pada berbagai peristiwa dan aktivitas revolu- sioner yang terekam pada sejarah Rusia. Me- reka mengagungkan dan menjunjung tinggi perjuangan soverinitas imelawan kekuasaan absolut (samoolesti) (S.S.

Volk

1949: 55). Se-

bagai ungkapan takzinl pada masa lampau, tolehan serta tuntutan terhadap tapak sejarah

budaya Rusia Kuno

h

Desembris dalam pro tumkan "Nizhny Norl Pilihan terhadap Nizj ibukota mempun.rai historis,

politis

dan historis Nizhny Novgr

jadi

Vladimir. Pengga sudkan

untuk

meng€

besar yang pertama I

ke Rusia pada abad X

AIasan historis lain gorod merupakan tel Rusia Baru. Pada tatl keadaan gebalau dar

bang monarki,

rak-,'-;

mengorganisir perlar'

berhasil

mernbeba-ck bangsa Iain yang t'eke Boyars Rusia.

Inisiatif

pertarna u rasa nasionalisme Ru bangsawan @ogarsl

orang

pedagang dag 1971:31).

Patriotisme Rusia t

lup

(smutnoe urr'n,.::,

oleh Kuzna

Minin

d:

harsky berhasil men3+

tangguh

dengan me

keagamaan Kristen C ngacau Polandia. Sck

dua

oqganisasi raha=i berusaha mengub,ah (N.V. Ryasanovskv 19

Dari dimensi panrs lihat potensi Nizhni-

]

dampak ganda. Kota kentungan politis dan ekonomi

kota

tersebu

kali untuk

pertumburt

dustri

serta perdaean yang strategis.

Dari

a

kan kondisi yang

I membangkitkan serna

kalangan

rakyat

lelar

46

Referensi

Dokumen terkait

Walaupun terdapat beberapa pendapat para ahli yang mempertanyakan kembali mengenai fungsi kelembagaan bank syariah sebagai “bank” atau “perusahaan investasi” namun demikian

Dalam metode Bry-Boschan, penentuan titik puncak (peak) dan titik lembah (trough) dilakukan dengan kriteria : (i) periode dengan nilai yang lebih tinggi atau lebih rendah dari

Kode etik tidak akan efektif kalau di drop begitu saja dari atas yaitu instansi pemerintah atau instansi-instansi lain; karena tidak akan dijiwai oleh cita-cita dan

Hasil analisis finansial usaha peternakan ayam ras petelur jantan dengan kepadatan kandang yang berbeda 10, 12, 14 dan 16 ekor/m 2 selama 6 minggu pemeliharaan

Artinya dalam satu wilayah koridor udara tersebut terdapat dua status kontrol yang saling tumpeng tindih antara kedaulatan wilayah udara nasional Indonesia dengan

Dalam kasus normalisasi hubungan diplomatik antara Turki dan Rusia, keputusan Turki untuk melakukan normalisasi dengan Rusia dalam kebijakan luar negerinya

Opini publik, kepercayaan para elit politik, dan kegagalan Rusia menjadi bahan pembelajaran bagi Rusia untuk mengambil kebijakan luar negeri yang menunjukan peran Rusia sebagai

Kembali ke soal Bougainville, aPa yang terjadi di Bougainville saat ini merupakan tumpukan masalah yang tak terselesaikan secara tuntas pada 1975, seperti