• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMAN 1 MAZINO

Mata Pelajaran : Matematika Wajib Kelas/Semester : XII /Ganjil

Tema : Kaidah Pencacahan

Sub Tema :

Kombinasi

Alokasi Waktu : 10 Menit A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

 Memahami konsep kaidah pencacahan

 Mengidentifikasi fakta pada aturan pencacahan (aturan penjumlahan, aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi) melalui masalah kontekstual

 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan kaidah pencacahan (aturan penjumlahan, aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi)

 Menyajikan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan kaidah pencacahan (aturan penjumlahan, aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi)

B. Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan Pendahuluan (1 Menit)

Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya serta mengajukan pertanyaan untuk mengingat dan

menghubungkan dengan materi selanjutnya.

Menyampaikan motivasi tentang apa yang dapat diperoleh (tujuan & manfaat) dengan mempelajari materi :

Statistika

Menjelaskan hal-hal yang akan dipelajari, kompetensi yang akan dicapai, serta metode belajar yang akan ditempuh,

Kegiatan Inti ( 8 Menit ) Kegiatan

Literasi

Peserta didik diberi motivasi dan panduan untuk melihat, mengamati, membaca dan menuliskannya kembali. Mereka diberi tayangan dan bahan bacaan terkait materi Konsep Kaidah pencacahan

Critical Thinking

Guru memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin hal yang belum dipahami, dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik. Pertanyaan ini harus tetap berkaitan dengan materi Konsep Menghitung rata-rata nilai

Collaboration Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan,

mengumpulkan informasi, mempresentasikan ulang, dan saling bertukar informasi mengenai Konsep Kaidah pencacahan

Communication Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompok atau individu secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan kemudian ditanggapi kembali oleh kelompok atau individu yang mempresentasikan

Creativity Guru dan peserta didik membuat kesimpulan tentang hal-hal yang telah dipelajari terkait Konsep Menghitung rata-rata nilai. Peserta didik kemudian diberi kesempatan untuk menanyakan kembali hal-hal yang belum dipahami

Kegiatan Penutup (1 Menit)

Guru membuat rangkuman/simpulan pelajaran.tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.

C. Penilaian Hasil Pembelajaran

- Penilaian Pengetahuan berupa tes tertulis pilihan ganda & tertulis uraian, tes lisan / observasi terhadap diskusi tanya jawab dan percakapan serta penugasan

- Penilaian Keterampilan berupa penilaian unjuk kerja, penilaian proyek dan penilaian portofolio

Nias Selatan, 19 April 2022 Guru Mata Pelajaran

Syahrani, S.Pd.

NIP 199003102019031011

(2)

Lampiran : Teknik Penilaian

Sikap

- Penilaian Observasi

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap

N

o Nama Siswa

Aspek Perilaku yang Dinilai

Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai

BS JJ TJ DS

1 Soenarto 75 75 50 75 275 68,75 C

2 ... ... ... ... ... ... ...

Keterangan :

• BS : Bekerja Sama

• JJ : Jujur

• TJ : Tanggun Jawab

• DS : Disiplin Catatan :

1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria:

100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Cukup 25 = Kurang

2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400 3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai - Penilaian Diri

Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

Skor

Skor Sikap

Kode Nilai

1 Selama diskusi, saya ikut serta

mengusulkan ide/gagasan. 50

250 62,50 C

2

Ketika kami berdiskusi, setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk berbicara.

50

3 Saya ikut serta dalam membuat

kesimpulan hasil diskusi kelompok. 50

4 Dst ....

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50 4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C)

(3)

00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan - Penilaian Teman Sebaya

Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya :

Nama yang diamati : ...

Pengamat : ...

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah

Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 1 Mau menerima pendapat teman. 100

450 90,00 SB 2 Memberikan solusi terhadap

permasalahan. 100

3 Memaksakan pendapat sendiri kepada anggota kelompok.

100

4 Marah saat diberi kritik. 100

5 Dst ....

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00 4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K) - Penilaian Jurnal (Lihat lampiran) a. Pengetahuan

- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda (Lihat lampiran)

- Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan Praktek Monolog atau Dialog

Penilaian Aspek Percakapan No Aspek yang Dinilai

Skala

Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 25 50 75 100

1 Intonasi 2 Pelafalan 3 Kelancaran 4 Ekspresi 5 Penampilan 6 Gestur

- Penugasan (Lihat Lampiran) Tugas Rumah

a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik

b. Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan tugas rumah dengan baik

(4)

c. Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk mendapatkan penilaian.

b. Keterampilan

- Penilaian Unjuk Kerja

Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian

No Aspek yang Dinilai

Sangat Baik (100)

Baik (75)

Kurang Baik

(50)

Tidak Baik

(25) 1 Kesesuaian respon dengan pertanyaan

2 Keserasian pemilihan kata

3 Kesesuaian penggunaan tata bahasa 4 Pelafalan

Kriteria penilaian (skor) 100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik

Cara mencari nilai (N) = Jumalah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali skor ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

1 Penguasaan materi diskusi

2 Kemampuan menjawab pertanyaan 3 Kemampuan mengolah kata

4 Kemampuan menyelesaikan masalah

Keterangan :

100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik

- Penilaian Proyek (Lihat Lampiran) - Penilaian Produk (Lihat Lampiran) - Penilaian Portofolio

Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan, PR, dll Instrumen Penilain

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

1 2

1. Instrumen Penilaian (terlampir) a. Pertemuan Pertama

b. Pertemuan Kedua c. Pertemuan Ketiga

(5)

2. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan a. Remedial

Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya sebagai berikut :

1) Jelaskan tentang Sistem Pembagian Kekuasaan Negara!

2) Jelaskan tentang Kedudukan dan Fungsi Kementerian Negara Republik Indonesia dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian!

3) Jelaskan tentang Nilai-nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan pemerintahan!

CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ………..

Kelas/Semester : ………..

Mata Pelajaran : ………..

Ulangan Harian Ke : ………..

Tanggal Ulangan Harian : ………..

Bentuk Ulangan Harian : ………..

Materi Ulangan Harian : ………..

(KD / Indikator) : ………..

KKM : ………..

No

Nama Peserta

Didik

Nilai Ulangan

Indikator yang Belum Dikuasai

Bentuk Tindakan Remedial

Nilai Setelah Remedial

Keterangan

1 2 dst

b. Pengayaan

Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :

1) Membaca buku-buku tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara yang relevan.

2) Mencari informasi secara online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

3) Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

4) Mengamati langsung tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara yang ada di lingkungan sekitar.

Nias Selatan, 19 April 2022 Mengetahui

Kepala SMA Negeri 1 Mazino Guru Mata Pelajaran

Serius Zai, S.Pd., MM Syahrani, S.Pd.

NIP.198202052008041001 NIP 199003102019031011

(6)

SANJI

NAMI LUFFY

ZORR O

USOP

Jika guru matematika memilih Sanji dan Nami untuk mengikuti olimpiade, hal ini sama saja dengan guru tersebut memilih Nami dan Sanji. Kasus ini adalah jenis kasus yang tidak memperhatikan urutan.

Menemukan Konsep Kombinasi

Analisis

Alternatif Penyelesaian:

Adapun pilihan-pilihan yang mungkin sebagai peserta olimpiade tingkat kota adalah sebagai berikut:

... - ... ... - ... ... - ...

... - ... ... - ... ... - ...

... - ... ... - ... ... - ...

... - ...

Lampiran 2

Masalah 1

Dari 5 orang siswa Kelas II SMA N 1 Percut yang lulus seleksi pra olimpiade matematika, akan dipilih 2 orang sekaligus untuk mengikuti olimpiade tingkat kota. Berapa banyak pilihan siswa yang mungkin sebagai peserta olimpiade tingkat kota?

KAMI SIAP MENGIKUTI UJIAN OLIMPIADE!!!

(7)

Untuk memilih 1 pasangan ganda campuran berarti memilih 1 atlit wanita dari 3 atlit wanita dan memilih 1 atlit laki-laki dari 4 atlit laki- laki.

Terdapat ... pilihan siswa sebagai peserta olimpiade tingkat kota.

Dengan menggunakan faktorial, ... cara yang ditemukan dapat dijabarkan sebagai berikut:

10 atau 10

( ) ( )

Pada suatu pusat pelatihan atlit bulu tangkis, terdapat 3 atlit perempuan dan 4 atlit laki-laki yang sudah memiliki kemampuan yang sama. Untuk suatu pertandingan akbar, tim pelatih ingin membentuk 1 pasangan ganda campuran. Berapa banyak pasangan yang dapat dipilih oleh tim pelatih?

Analisis

Alternatif Penyelesaian:

Misalkan 3 atlit wanita kita beri inisial: AW

1

, AW

2

, AW

3

dan 4 atlit laki-laki kita beri inisial: AL

1

, AL

2

, AL

3

, AL

4

. Dengan menggunakan metode diagram, banyak pilihan ganda campuran dinyatakan sebagai berikut

Masalah 2

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

...

Terdapat ... pasangan ganda

campuran yang dapat dipilih

(8)

Dengan menggunakan faktorial, penjabaran .... cara dengan menerapkan pola (#) adalah:

12 (

) (

)

( ) ( )

(

) (

)

Dari pembahasan Masalah 1 dan 2, memilih k unsur dari n unsur tanpa memperhatikan urutan unsur yang dipilih disebut kombinasi.

Selesaikanlah kombinasi di bawah ini.

1.

( )

2.

( )

3.

( )

4.

( )

5.

( )

Dari pembahasan kombinasi di atas, dapat disimpulkan sifat berikut ini:

𝐶

𝑘𝑛

( − )

Kombinasi k unsur dari n unsur biasa dituliskan 𝐶

𝑘𝑛

;

n

𝐶

𝑘

; C (n, k) atau

𝑛𝑘

Banyak kombinasi k unsur dari n unsur yang tersedia, tanpa memperhatikan urutan susunannya dapat ditentukan dengan :

dengan n ≥ k, n, k merupakan bilangan asli.

KESIMPULAN

Diketahui 𝐶

𝑘𝑛 (𝑛 𝑘) 𝑘 𝑛

dengan n ≥ k.

1. Jika n – k = 1, maka 𝐶

𝑘𝑛 (𝑛 𝑘) 𝑘 𝑛

.

2. Jika k = 1, maka 𝐶

𝑘𝑛 (𝑛 𝑘) 𝑘 𝑛

.

3. Jika n = k, maka 𝐶

𝑘𝑛 (𝑛 𝑘) 𝑘 𝑛

Sifat Kombinasi

(9)

Akan dipilih 6 orang dari 12 orang yang akan dijadikan pemain cadangan.

Penerapan Konsep Kombinasi

Analisis

Alternatif Penyelesaian:

Misalkan .... orang tersebut A,B,C,D,…,L. Dipilih ... orang sebagai pemain cadangan yaitu : A,B,C,D,E,F, hal ini sama saja dengan memilih F,E,C,D,B,A, karena bagaimanapun cara memilihnya 6 orang inilah pemain cadangannya. Ini adalah kasus yang tidak memperhatikan urutan, yaitu kasus kombinasi .

( − )

Jadi, terdapat ... cara memilih.

Dari 5 pria dan 7 wanita dibentuk komite yang terdiri dari 2 pria dan 3 wanita. Ada berapa macam cara yang berbeda dapat dibentuk apabila:

a. setiap pria dan wanita itu dapat dipilih;

b. salah seorang pria harus terpilih;

c. dua orang pria tidak boleh menjadi anggota komite?

Alternatif Penyelesaian:

a. Akan dipilih ... dari ... pria dan ... dari .... wanita. Sehingga banyaknya cara yang mungkin adalah

( − ) ( − )

AKTIVITAS II

Masalah 1

Sebuah tim basket memiliki 12 orang pemain.

Dalam suatu pertandingan akan dipilih 6 orang sebagai pemain cadangan. Berapa banyak carakah untuk memilih pemain cadangan?

Masalah 2

(10)

b. Terdapat ... pria dan seorang pria harus terpilih, sehingga sisanya ... pria dipilih untuk diposisikan pada 1 posisi di komite (satu posisi sudah ditempati pria yang terpilih). Sehingga banyaknya cara yang mungkin adalah:

( − ) ( − )

c. Terdapat ... pria dan ... orang pria tidak boleh menjadi anggota komite. Sehingga pilihan/calon komite dari pria tinggal ... orang untuk diposisikan pada 2 posisi di komite.

Sehingga banyaknya cara yang mungkin adalah:

( − ) ( − )

(11)

Lampiran 3:

Soal Latihan : Pilihan Berganda

1. C (12,3) ...

a. 1320 b. 820 c. 220 d. 130 e. 15

2. Jika C (n, 2 )= 28, n adalah ...

a. 9 b. 8 c. 7 d. 6 e. 5

3. Dari 10 orang siswa akan dipilih 4 orang yang akan mewakili jambore. Banyak cara memilih siswa tersebutadalah ...

a. 105 b. 210 c. 420 d. 5040 e. 5400 Essay

1. Dalam sebuah kotak terdapat 7 bola merah dan 4 bola berwarna kuning. Tentukan Banyak cara

mengambil 2 bola merah dan 2 bola kuning .

(12)

Alternatif Penyelesaian

No. Jawaban

Rubrik Penilaian ( Skor)

1. PG c 10

2. PG B 10

3. PG C 10

1. Essay C (7,2) = 7!/(7-2)!.2!

=7X6X5!/5!.2

=42/2

=21

C (4,2) = 4!/(4-2)!.2!

=4X3X2!/2!.2

=12/2

=6

21 X 6 = 126

10 10

10 10 10

10

10

Total Skore 100

Referensi

Dokumen terkait

Kuatnya dominasi politik dalam pertarungan ruang dan kuasa ini mendorong media untuk ikut tereduksi atau mereduksikan diri ke dalam pusaran ragam kepentingan politik

Hipotesis yang menjadi asumsi awal penelitian adalah bahwa ada hubungan antara penguasaan kosakata bahasa Indonesia dan kemampuan memahami unsur intrinsik cerita

Perlakuan salinitas yang berbeda tidak hanya berpengaruh terhadap tingkat penetasan telur (HR) larva kerang mutiara tetapi juga berpengaruh terhadap tingkat

Disamping itu supaya penelitian ini dapat terarah sesuai dengan sasaran dan tujuan yang diharapkan, maka faktor-faktor yang diduga mempengaruhi keberhasilan program PLP dibatasi

8 Sedangkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang terpapar media informasi berpeluang 1,52 kali lebih besar untuk menggunakan kondom saat melakukan

Penelitian ini bertujuan menilai validitas SVV dengan USCOM sebagai prediktor fluid responssiveness pada pasien dengan VM, serta menentukan titik potong optimal SVV

Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa terdapat pengaruh motivasi berprestasi dan kompetensi profesional terhadap kepuasan kerja guru, dengan koefisien

Dimensi perencanaan berkaitan dengan proses perencanaan dengan indikator antara lain: adanya organisasi yang melakukan perencanaan TIK, adanya sistem perencanaan