• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN NASIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN NASIONAL"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

KUMPULAN ABSTRAK JURNAL

KOLEKSI E-DEPOSIT PERPUSTAKAAN

NASIONAL

TEMA KOMUNIKASI 2020

Penyusun: Anisa Kristiani Tarigan

Penyunting: Wenny Altje Palar

(2)

SADRANAN SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI SOSIAL

Hanun Wuryansari, Puji Lestari, Isbandi Sutrisno

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk komunikasi sosial di upacara tradisi Sadranan. Metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara, observasi, dokumentasi dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik validitas triangulasi-sumber. Penelitian ini menyelidiki pra-prosesi, kinerja dan pasca-upacara Sadranan. Nilai-nilai yang disajikan dalam upacara Sadranan diantaranya kekeluargaan dan sikap tolong-menolong. Penelitian ini mengacu pada Teori Symbol, Teori Budaya, dan Interaksionisme simbolis. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah upacara Sadranan, sebagai simbol yang memiliki konsep ganda yaitu konsep umum sebagai kuburan-haji dan konsep sebagai rasa syukur kepada Tuhan, menyambut Ramadhan, berdoa pengampunan bagi roh leluhur, dan memelihara hubungan sosial selama prosesi Sadranan. Upacara Sadranan adalah salah satu elemen komunikasi dengan mendesak orang-orang untuk bertemu dan berkomunikasi.

Upacara Sadranan sebagai budaya asli yang tetap dilakukan sampai saat ini dan mengembangkan adat asli desa Karangturi. Dapat disimpulkan juga bahwa upacara Sadranan telah melalui modifikasi nilai yang dimasukkan dengan prinsip Islam.

Kata kunci : upacara, Sadranan, komunikasi sosial

Nama jurnal : Jurnal Komunikasi ASPIKOM Volume : Vol 2, No 3 (2014)

Doi : http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v2i3.70

Link pdf jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/70/69:

(3)

MODEL KONSTRUKSI MAKNA PERAN DAN POSISI PEREMPUAN INDONESIA PELAKU KAWIN CAMPUR

Benazir Bona Pratamawaty, Deddy Mulyana, Dadang Sugiana

ABSTRAK

Penelitian ini difokuskan pada perkawinan antara perempuan Indonesia dan laki-laki bule yang berasal dari budaya Barat. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan makna peran dan posisi diri perempuan Indonesia yang menikah dengan laki-laki bule. Perspektif individu mengenai peran dan posisi gender dalam sebuah perkawinan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, masyarakat, terutama keluarga. Proses pemaknaan peran dan posisi gender bagi perempuan Indonesia ini merupakan bagian dari bentukan masyarakat. Penelitian ini menggunakan perspektif fenomenologi, khususnya interaksi simbolik dan teori konstruksi sosial atas realitas. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan pengamatan terhadap tujuh informan. Informan penelitian ditentukan menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menemukan model konstruksi makna peran dan posisi perempuan indonesia pelaku kawin campur. Melalui interaksi informan dengan sang suami, informan kemudian mendefinisikan peran dan posisi diri informan dalam kehidupan perkawinan sejalan dengan prinsip kesetaraan yang diberlakukan oleh suami yang terbagi atas empat pemaknaan kesetaraan yang berbeda, yakni setara parsial, setara kodrati, setara mutlak, dan setara pragmatis. Kontribusi penelitian ini adalah penemuan model konstruksi makna peran dan posisi perempuan dalam keluarga dan masyarakat bagi perempuan Indonesia pelaku kawin campur.

Kata kunci : fenomenologi, interaksi simbolik, komunikasi lintasbudaya, perkawinan lintasbudaya

Nama jurnal : Jurnal Komunikasi ASPIKOM Volume : Vol 3, No 4 (2018)

Doi : http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v3i4.253

(4)

DISTRIBUSI DAN EKSIBISI FILM ALTERNATIF DI YOGYAKARTA, RESISTENSI ATAS PRAKTEK DOMINASI FILM DI INDONESIA

Budi Dwi Arifianto, Fajar Junaedi

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dan pola distribusi sinema ngamen di Yogyakarta. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam yang melibatkan pelaku sinema di Yogyakarta, studi pustaka dan dokumen yang relevan. Penelitian ini menemukan data sebagai bahwa komunitas film menjadi basis dalam distribusi film pendek atau alternatif di Yogyakarta.

Komunitas film ini bisa berasal dari kampus maupun luar kampus. Dalam jalur distribusi, penggiat film Yogyakarta memutar film dari satu tempat ke tempat lain dengan jalur festival, pemutaran di kampus dan pemutaran di luar kampus. Perkembangan teknologi internet memudahkan dalam mencari kantung budaya yang layak dan bisa dijadikan pemutaran film.

Melalui internet, sineas Yogyakarta mencari komunitas film lain yang bersedia memutarkan filmnya.

Kata kunci : film, distribusi, eksebisi.

Nama jurnal : Jurnal Komunikasi ASPIKOM Volume : Vol 2, No 2 (2014)

Doi : http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v2i2.61

Link pdf : jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/61/60

(5)

INDONESIAN STUDENTS’ CROSS-CULTURAL ADAPTATION IN BUSAN, KOREA

Deddy Mulyana, Bertha Sri Eko

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adaptasi lintasbudaya dari mahasiswa Indonesia di Busan, Korea Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan U-kurva (model empat-tahap penyesuaian lintas-budaya yang terdiri dari fase-fase awal, krisis, pemulihan dan penyesuaian). Penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan 10 mahasiswa Indonesia di Busan. Studi ini menemukan bahwa model U-Curve dalam adaptasi lintas budaya masih berguna. Dalam konteks pengalaman informan, karakteristiknya ditandai dengan hambatan utama yang meliputi perbedaan bahasa dan nilai-nilai persahabatan, stereotip lintas- budaya dan prasangka yang menyebabkan diskriminasi. Penelitian ini juga mengidentifikasi kejutan budaya yang dihadapi oleh beberapa informan serta strategi mengatasi kejutan budaya mereka.

Kata kunci : adaptasi lintasbudaya, hambatan komunikasi, diskriminasi, kejutan budaya

Nama jurnal : Jurnal Komunikasi ASPIKOM Volume :Vol 3, No 2 (2017)

Link pdf : jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/135/110

(6)

STUDI NETNOGRAFI PADA AKSI BEAT PLASTIC POLLUTION OLEH UNITED NATIONS ENVIRONMENT DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM

Serra Annisa

ABSTRAK

World Environment Day (WED) diperingati setiap tanggal 5 Juni bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di seluruh dunia untuk peduli lingkungan sekitar. Tema WED tahun 2018 adalah “Beat Plastic Pollution”, aksi mengajak penduduk di seluruh dunia untuk mengurangi beban polusi plastik, salah satunya dengan mengajak semua pihak terutama yang menggunakan internet untuk membagikan informasi mengenai aksi ini dengan mengunggahnya di media sosial menggunakan hashtag #BeatPlasticPollution. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konten aksi Beat Plastic Pollution. Penelitian ini menggunakan metode netnografi dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi online. Hasil dari penelitian ini diantaranya memberikan gambaran mengenai konten yang diunggah yaitu pemilihan penggunaan visual dalam format foto, desain atau video, cara penyampaian pesan (caption), engagement rate, dan keterlibatan aktivis lingkungan serta selebriti yang turut serta dalam aksi Beat Plastic Pollution ini. UN Environment telah membuat keputusan yang tepat dengan menggunakan Instagram sebagai media untuk menjalankan aksi Beat Plastic Pollution. Subtansi penelitian ini adalah kebijakan bagi praktisi media sosial dan bagi institusi lokal untuk mengetahui konten di media sosial Instagram yang memiliki engagement rate tinggi.

Kata kunci : netnografi, Instagram, beat plastic pollution.

Nama jurnal : Jurnal Komunikasi ASPIKOM Volume : Vol 3, No 6 (2019)

Doi : http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v3i6.411

Link pdf : jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/411/175

(7)

MOTIF PENGGUNAAN GADGET SEBAGAI SARANA PROMOSI BISNIS ONLINE DI KALANGAN MAHASISWA UIN SUNAN KALIJAGA

Nurul Izzati

ABSTRAK

Kehadiran gadget terutama dalam bentuk smartphone telah banyak memberikan konstribusi dalam kehidupan sehari-hari, gadget sebagai media pencarian informasi, melakukan interaksi, mendapatkan hiburan, bahkan hingga untuk keperluan kegiatan berbisnis secara online untuk saat ini memang banyak digunakan di kalangan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif penggunaan gadget sebagai sarana promosi bisnis online dikalangan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga. Adapun pendekatan penelitian menggunakan pendekatan secara kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, fokus penelitian yaitu motivasi penggunaan gadget di kalangan mahasiswa. Penentuan responden dengan purposive sampling.

Hasil penelitian ditemukan motif penggunaan gadget sebagai sarana promosi bisnis online yaitu : Pertama, penggunaan gadget dianggap lebih nyaman, mudah dan simple dalam melakukan promosi, Kedua, Bisnis Online cocok dijalankan untuk usaha kecil dengan menjual beragam produk . Ketiga, Berbisnis secara online menggunakan gadget merupakan inisiatif atau kesadaran diri dari informan dalam mencukupi sebagian kebutuhan serta melatih diri untuk menjadi sosok yang mandiri.

Kata kunci : motif, gadget, bisnis online

Nama jurnal : Jurnal Komunikasi ASPIKOM Volume : Vol 2, No 5 (2015)

Doi : http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v2i5.88

(8)

KOMUNIKASI RITUAL GAREBEG DI KERATON YOGYAKARTA

Yohanes Arie Kuncoro

ABSTRAK

Penelitian ini membahas tentang komunikasi ritual dalam upacara Garebeg di Keraton Yogyakarta. Garebeg dilakukan pada perayaan hari besar umat Islam yakni Idul Fitri (Garebeg Syawal), Idul Adha (Garebeg Besar), Maulid Nabi (Garebeg Mulud). Upacara Garebeg selalu identik dengan Pareden (Gunungan), artinya bahwa Keraton Yogyakarta menjaga tradisi dan budaya nenek moyang. Pelestarian tradisi ini dilakukan dengan memberikan Pareden kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) mengetahui sistem nilai norma, sikap dan kepercayaan masyarakat di Keraton Yogyakarta dalam upacara Garebeg, 2) mengetahui sifat dan makna ritual budaya Jawa, 3) mengetahui acara dan pola komunikasi upacara Garebeg.

Penelitian ini menggunakkan paradigma konstruktivistik dan metode etnografi komunikasi dengan metode speaking yang dikemukakan oleh Dell Hymes sebagai acuan dasarnya. Hasil penelitian ini berupa tujuh peristiwa komunikasi dalam upacara Garebeg, yaitu Tumplak Wajik, Yasa Pareden, Gladen, Garebeg Pareden, Ngabekten, Sekaten dan Garebeg Mulud Dal.

Penelitian ini memberikan kontribusi berupa konsep baru mengenai pola komunikasi dalam upacara Garebeg. Pola komunikasi dalam upacara Garebeg terdiri dari tiga pola yakni pola komunikasi hajad dalem, pola komunikasi tanda yekti dan pola komunikasi syiar Islam.

Penelitian ini memberikan kontribusi berupa wawasan mengenai pola komunikasi dan prosesi ritual dalam upacara Garebeg

Kata kunci : Komunikasi Ritual, Etnografi Komunikasi, Garebeg, Yogyakarta

Nama jurnal : Jurnal Komunikasi ASPIKOM Volume :Vol 3, No 4 (2018)

Doi : http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v3i4.189

Link pdf : jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/189/137

(9)

DARI DESENTRALISASI JARINGAN KE [DE]SENTRALISASI KUASA: DINAMIKA, KEKUATAN DAN PUKULAN BALIK

Rendy Pahrun Wadipalapa

ABSTRAK

Kuasa bekerja dalam jaringan di mana di dalamnya tiap aktor selalu dalam posisi menjalankan dan dijalankan kekuasaan. Kuasa tidak bisa dimiliki, tetapi disirkulasikan, saling didiseminasikan, dan dipertukarkan dalam sebaran jejaring yang luas. Masingmasing aktor menginginkan tetap dalam sirkulasi antar dan intra jaringan sehingga mampu mengikuti arusnya untuk bisa bertahan. Upaya desentralisasi jaringan telah mengubah keseimbangan kekuasaan politik. Namun demikian, bentuk teknologi komunikasi jaringan sosial saat ini, meskipun memiliki nilai yang sangat besar untuk dimanfaatkan sebagai kekuatan dan konsolidasi politik, juga sangat berisiko mengalami pukulan balik. Sistem desentralisasi yang ada saat ini, dalam beberapa hal memiliki celah dan terpusat, dalam beberapa aspek masih tampak sentralistis.

Mereka terlalu rentan terhadap pembalasan dan kontrol negara.

Kata kunci : kuasa, desentralisasi, jaringan

Nama jurnal : Jurnal Komunikasi ASPIKOM Volume : Vol 1, No 6 (2013)

Doi : http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v1i6.52

Link pdf : jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/52/51

(10)

NEGOSIASI CITRA BUDAYA MASYARAKAT MULTIKULTURAL

Dasrun Hidayat, Engkus Kuswarno, Feliza Zubair, Hanny Hafiar

ABSTRAK

Citra Lampung sebagai pesona budaya Indonesia melalui konsep slogan Sang Bumi Khua Jukhai adalah fenomena yang dikaji. Slogan sebagai objek kajian memiliki makna yang setiap saat dapat dinegosiasikan. Slogan ini bermakna bahwa Lampung sebagai satu bumi dua pintu. Satu bumi yaitu tanah Lampung. Khua Jukhai artinya dua pintu yakni pribumi dan nonpribumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis negosiasi citra budaya masyarakat multikultural di Tanah Siger melalui slogan Lampung Sang Bumi Khua Jukhai. Penelitian ini dikaji melalui metode kualitatif dengan studi kasus. Proposisi kasus bersifat tunggal yang didasarkan pada tujuan untuk membangun makna secara sistemik mengenai ragam pesona budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Lampung sangat kompleks dengan multikultur. Pesona budaya Tanah Siger secara spirit dapat dirasakan melalui makna-makna yang terkandung di dalam slogan Sang Bumi Khua Jukhai. Makna terinternalisasi pada perilaku individu yang terbuka, ramah (Nemui-Nyimah), mudah bergaul (Nengah Nyampokh), suka tolong-menolong (Sakai Sambayan), amanah terhadap gelar (Juluk Adok) dan menjaga harga diri (Piil Pusenggikhi). Nilai-nilai tersebut juga menjadi rekam jejak tentang reputasi warga Lampung.

Reputasi pula yang menjadi modal pemerintah setempat dalam mengenalkan kota Lampung atau city branding. Pesona budaya Tanah Siger berupa ikon kerajinan maupun destinasi wisata. City branding dilakukan melalui negosiasi citra budaya meliputi analisis situasi insight membuat dan memperkenalkan slogan, mengimplementasikan dan menjaga nilai yang ada pada message platform slogan serta melakukan evaluasi atau monitoring.

Kata kunci : branding, negosiasi citra, message platform, slogan.

Nama jurnal : Jurnal Komunikasi ASPIKOM Volume : Vol 3, No 2 (2017)

Link pdf : jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/125/119

(11)

STRATEGI PUBLIC RELATIONS HOTEL DALAM MEMBENTUK CITRA OBJEK WISATA

Poppy Ruliana, Ririh Dwiantari

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran melalui pendekatan public relations antara hotel dengan masyarakat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi public relations sebagai salah satu strategi dari komunikasi pemasaran terpadu dapat membentuk citra produk camping park Hotel X. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model perencanaan strategi Public Relations dari Cutlip, Center & Broom (2009) metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data melalui tahap reduksi data, tahap penyajian data, tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi data, Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perencanaan strategi PR yang dikemukakan oleh Cutlip, Center &

Broom dapat mendukung penelitian ini.

Kata kunci : public relations, citra, pemasaran

Nama jurnal : Jurnal Komunikasi ASPIKOM Volume : Vol 2, No 4 (2015)

Doi : http://dx.doi.org/10.24329/aspikom.v2i4.76

Link pdf : jurnalaspikom.org/index.php/aspikom/article/view/76/74

Referensi

Dokumen terkait

Setelah meneliti ada tidaknya hubungan atau pengaruh antara kegiatan pemasaran digital dan perilaku konsumen secara online secara parsial terhadap peningkatan

“Hmm pekerjaan, kalau saya sih ngga ngomong pekerjaan ya karena memang ya pekerjaan kan sesuatu yang seharusnya dijalani karena saya hidup dari keluarga yang

Ketika bangunan tersebut ingin menjadi pusat aktivitas seni dan olahraga bagi remaja, maka bangunan tersebut harus menciptakan ruang dan fasilitas yang berfungsi

Saya adalah mahasiswa Program Pasca Sarjana Ilmu Keperawatan, Kekhususan Keperawatan Medikal Bedah Universitas Indonesia yang sedang melakukan penelitian untuk mengetahui

Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah apakah perintah mengasihi itu adalah perintah baru? Bukankah intisari dari hukum Taurat adalah kasih: kasihilah Tuhan Allahmu dengan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar siswa antara penggunaan model pembelajaran Make a Match dengan model pembelajaran

AP1000 sebagai desain PWR berdasarkan teknologi teruji dari desain PWR lainnya yang dibuat oleh Westinghouse dengan penguatan pada sistem keselamatan pasif

penarikan ponton pertama – tama gara – gara (aggregate) yang ada di ponton dipindahkan secara perlahan ke rakit, setelah beberapa saat orang rakit