PENGARUH LIKUIDITAS, PROFITABILITAS DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUBSEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK
INDONESIA (BEI) PERIODE 2014-2018
Nur Zaskia Romahdani Irwandaru Dananjaya
Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma
ABSTRAK
Revolusi industri 4.0 merupakan tantangan berat bagi perusahaan untuk dapat terus berinovasi agar tetap terus berkembang dan dapat bersaing ketat. Perusahaan untuk terus bekembang dan bersaing memerlukan struktur modal yang optimal. Struktur modal yang optimal adalah kondisi dimana perusahaan dapat menggunakan kombinasi hutang dan ekuitas yang ideal dan tepat sasaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal baik secara parsial maupun simultan pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014-2018. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda dengan alat analisis software SPSS versi 23 yang digunakan untuk membantu pengujian model ini. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling.
Objek yang digunakan pada penelitian ini yaitu Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2014-2018. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa data laporan keuangan tahunan dari 10 perusahaan manufaktur dengan 5 tahun periode penelitian. Teknik analisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji hipotesis dan koefisien determinasi.Hasil penelitian menunjukkan secara parsial, variabel likuiditas dan ukuran perusahaan berpengaruh negative terhadap struktur modal. Sedangkan profitabilitas tidak terdapat pengaruh terhadap struktur modal. Secara simultan variabel likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal.
Kata Kunci : Likuiditas, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Struktur Modal
ABSTRACT
The industrial revolution 4.0 is a tough challenge for companies to be able to continue to innovate in order to keep growing and be able to compete fiercely. Companies to continue to develop and compete require an optimal capital structure. The optimal capital structure is a condition where the company can use a combination of debt and equity that is ideal and right on target. The purpose of this study was to determine the effect of liquidity, profitability and company size on capital structure both partially and simultaneously in food and beverage sub-sector
manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2014-2018 period.This research uses multiple regression analysis method with SPSS software analysis tool version 23 which is used to help test this model. The sampling technique used purposive sampling. The object used in this study is the Food and Beverage Subsector Manufacturing Companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2014-2018 period. The data used is secondary data in the form of annual financial report data from 10 manufacturing companies with a 5 year study period. Quantitative analysis techniques using descriptive statistics, classical assumption test, multiple linear regression analysis, hypothesis testing and the coefficient of determination.The results showed that partially, the liquidity variable and firm size had a negative effect on the capital structure. Meanwhile, profitability has no effect on capital structure. Simultaneously, the variables of liquidity, profitability and firm size affect the capital structure.
Keywords: Liquidity, Profitability, Company Size, Capital Structure
PENDAHUULUAN
Perkembangan globalisasi saat ini telah berkembang pesat, terlebih dengan adanya revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur (www.wartaekonomi.com). Revolusi industri 4.0 dapat memberikan berbagai peluang dan kesempatan bagi dunia industri untuk meningkatkan produktivitas.
Perusahaan dituntut untuk dapat terus melakukan inovasi-inovasi sehingga dapat bersaing di era revolusi industri 4.0 (www.samahitawirotama.com). Perusahaan juga dituntut untuk dapat menerapkan teknologi yang dapat menjadi kunci untuk bertahan dan bersaing di masa revolusi industri 4.0. Industri manufaktur berperan penting sebagai sektor andalan dalam memberikan kontribusi terbesar terhadap
perekonomian nasional
(www.kemenperin.go.id).
Sektor makanan dan minuman merupakan salah satu sektor unggulan dari sektor manufaktur di Indonesia. Tingginya nilai industri makanan dan minuman menyebabkan sektor ini berkontribusi besar terhadap PDB dari Indonesia.Sektor makanan minuman diharapkan memiliki prospek yang cerah dimasa depan dan
mempunyai potensi untuk terus bertumbuh seiring bertambahnya jumlah penduduk sehingga dapat memacu pertumbuhan industri manufaktur nasional.
Keputusan pendanaan perusahaan meyangkut keputusan tentang bentuk dan komposisi pendanaan yang akan dipergunakan oleh perusahaan (Husnan, 1996:253). Tujuan perusahaan melakukan keputusan pendanaan adalah untuk menentukan tingkat struktur modal yang optimal.
Struktur modal merupakan pembelanjaan permanen dimana mencerminkan perimbangan antara hutang jangka panjang dengan modal sendiri (Riyanto, 2011:22). Struktur modal merupakan kombinasi antara hutang, saham preferen dan ekuitas yang digunakan perusahaan untuk mendapatkan modal (Brigham dan Houston, 2006). Struktur modal perlu dioptimalkan karena dengan struktur modal yang baik dapat mendukung kegiatan operasional perusahaan dengan lebih baik pula (Putri dan Mulia, 2016).
Struktur modal yang optimal adalah kondisi dimana suatu perusahaan dapat menggunakan kombinasi hutang dan ekuitas secara ideal dan tepat sasaran. Banyak faktor yang mempengaruhi struktur modal didalam
suatu perusahaan. Pada penelitian ini mengambil tiga faktor yang mempengaruhi struktur modal yaitu likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan.
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk membayar finansial jangka pendek tepat pada waktunya (Sartono, 2010:116). Likuiditas berguna untuk dapat mengetahui kemampuan dalam membiayai dan memenuhi kewajiban atau hutang pada saat ditagih atau pada saat jatuh tempo (Kasmir, 201:145).
Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemapuan dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang, dan sebagainya (Harahap, 2011:304).
Profitabilitas dapat mempengaruhi struktur modal perusahaan dimana perusahaan yang menghasilkan laba lebih besar cenderung mempunyai laba ditahan yang lebih besar pula sehingga dapat memenuhi kebutuhan dananya untuk melakukan ekspansi dari sumber internal perusahaan (Brigham dan Houston, 2011:43). Ukuran perusahaan merupakan cerminan besar kecilnya perusahaan (Huang dan Song, 2006).
Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan dimana perusahaan yang lebih besar akan lebih mudah mendapatkan pinjaman dari luar baik dalam bentuk utang maupun modal saham karena biasanya perusahaan besar disertai dengan reputasi yang cukup baik dimata masyarakat (Wimelda dan Marlinah, 2013).
Penentuan besar kecilnya ukuran perusahaan dapat ditentukan berdasarkan total penjualan, total aktiva, rata-rata tingkat penjualan, dan rata-rata total aktiva (Seftianne dan Handayani, 2011).
Berdasarkan latar belakang penelitian struktur modal ini ada beberapa alasan mengapa peneliti melakukan
penelitian ini. Pertama, struktur modal merupakan kegiatan utama dalam kegiatan pendanaan yang dijalan suatu perusahaan.
Kedua, penelitian ini dilakukan karena adanya penelitian terdahulu yang berbeda- beda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal. Ketiga, penelitian ini bertujuan untuk menguji likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
TELAAH TEORI Teori Struktur Modal
1. Pecking Order Theory
Dalam (Seftianne dan Handayani, 2011) pecking order menjelaskan bahwa perusahaan cenderung menggunakan sumber pendanaan internal yang banyak untuk mendanai kegiatan operasional perusahaan. Sumber pendanaan internal lebih disukai oleh perusahaan dibandingkan sumber pendanaan eksternal.
Hal tersebut dikarenakan sumber pendanaan eksternal dapat membahayakan perusahaan atau berisiko untuk perusahaan apabila perusahaan tidak dapat melunasi kewajibannya.
2. Miller dan Modigliani Theory
Teori struktur modal modern dimulai oleh Franco Modigliani dan Merton H. Miller pada tahun 1958. Teori ini menyatakan bahwa rasio hutang tidak relevan dan tak ada struktur modal yang optimal. Nilai perusahaan bergantung pada arus kas yang akan dihasilkan dan bukan pada rasio utang dan ekuitas. Inti dari teori ini adalah tidak ada rasio hutang yang optimal dan rasio hutang tidak menjelaskan nilai perusahaan.
Asumsi yang digunakan dalam teori ini adalah tidak ada pajak, tidak ada asimetri informasi, dan tidak ada biaya transaksi.
3. Asymmetric Information Theory
Menurut Brealey dan Myers (2003: 511), Asymmetric information theory menyatakan bahwa manajer mempunyai pengetahuan yang lebih luas daripada investor. Hal ini dapat dibuktikan dengan perubahan harga saham akibat suatu keputusan yang diambil manajer.
Asymmetric information theory merupakan suatu teori yang mengemukakan bahwa manajer perusahaan akan mempunyai informasi yang lebih banyak mengenai prospek dan risiko yang dihadapi perusahaan. Keadaan ini memungkinkan manajer menggunakan informasi yang diketahuinya untuk mengambil keputusan, khususnya keputusan pendanaan perusahaan.
4. Agency Theory
Teori ini dikemukakan oleh Michael C.
Jensen dan William H. Meckling pada tahun 1976, yang menyebutkan bahwa manajemen merupakan agen dari pemegang saham, sebagai pemilik perusahaan (principal) (Wahidahwati 2002). Dalam penelitian Wahidahwati (2005), teori keagenan menjelaskan bahwa perusahaan yang memisahkan fungsi kepemilikan akan rentan terhadap konflik keagenan. Penyebab konflik antara manajer dengan pemegang saham berkaitan dengan aktifitas pencarian dana dan bagaimana dana tersebut diinvestasikan
Modal
Modal merupakan kelebihan nilai aset yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruh hutang- hutangnya (Munawir, 2011).
Pengertian Struktur Modal
Struktur modal adalah kombinasi atau perimbangan antara hutang dan modal sendiri (saham preferen dan saham biasa) . Struktur Modal dapat diukur dengan
perhitungan berikut ini:
Likuiditas
Likuiditas adalah kemampuan perusahaan
dalam memenuhi kewajiban
perusahaannnya. Likuiditas dapat diukur dengan perhitungan berikut ini:
Profitabilitas
Profitabilitas adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (Joni dan Lina, 2010). Profitabilitas dapat diukur dengan perhitungan
berikut ini:
Ukuran Perusahaan
Ukuran perusahaan merupakan cerminan besar kecilnya perusahaan (Huang dan Song,2006).
Ukuran Perusahaan dapat diukur dengan perhitungan berikut ini:
KERANGKA PEMIKIRAN
Pengaruh Likuiditas terhadap Struktur Modal
Likuiditas (CR) berguna untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membiayai dan memenuhi kewajban atau hutang pada saat ditagih atau pada saat jatuh tempo (Kasmir, 2009:129). Semakin tinggi liquidity (CR), maka akan mengurangi penggunaan hutang (Ramlall, 2009). Sesuai dengan pecking order theory bahwa perusahaan yang likuiditasnya (CR) tinggi lebih memilih pendanaan dengan dana internal, sehingga lunasnya hutang lancar akan menurunkan tingkat hutang perusahaan.
Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:
H1: Likuiditas berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan
Pengaruh Profitabilitas terhadap Struktur Modal
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Dengan demikian dapat dikatakan profitabilitas perusahaan merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari aktivitas yang dilakukan pada periode akuntansi. Brigham dan Houston (2001:42), menyatakan bahwa tingkat pengembalian yang tinggi dari aktivitas perusahaan memungkinkan perusahaan untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan dengan dana yang dihasilkan secara internal. Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:
H2: Profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan
Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal
Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya suatu perusahaan dimana perusahaan yang besar akan lebih mudah mendapatkan pinjaman dari luar baik dalam bentuk hutang maupun modal saham karena biasanya perusahaan besar disertai dengan reputasi yang cukup baik di mata masyarakat (Sartono, 2010). Perusahaan dengan aset yang semakin besar menandakan bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang memiliki skala ukuran yang besar.
Semakin besar perusahaan, maka perusahaan tidak mempunyai kendala untuk memperoleh pembiayaan dari pihak luar dan terkait juga dengan tingkat risiko, pada perusahaan besar cenderung lebih rendah karena perusahaan yang besar memiliki kemampuan jaminan lebih besar sehingga dapat lebih menyakinkan kreditur. Dengan
demikian maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:
H3: Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan
Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal.
Struktur modal berkenaan dengan kemampuan perusahaan mendapatkan dana untuk membuka bisnis dan juga mengembangkan bisnis usahanya. Sumber modal terdiri dari modal internal dan juga modal eksternal (Riyanto, 2011). Untuk mendapat pendanaan dari luar maka banyak yang perlu dipertimbangkan seperti likuiditas yaitu bagaimana kemampuan tingkat pengembalian akan hutang saat jatuh tempo dan dana internal yang dimiliki untuk membayar hutang. Profitabilitas dimana kemampuan perusahaan dalam menhasilkan laba yang dapat digunakan terlebih dulu dari pada dana dari ekternal. Ukuran perusahaan merupakan ukuran atau besarnya kapitalisasi pasar yang dimiliki perusahaan, yang menggambarkan kemampuan finansial perusahaan dalam suatu periode tertentu dan biasanya digambarkan dengan besarnya kapitalisasi pasarnya. Dengan demikian maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:
H4: Pengaruh likuiditas, profitabilitas, struktur aktiva dan ukuran perusahaan terhadap struktur modal
METODE PENELITIAN Objek Penelitian
Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Likuiditas, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Stuktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Subsektor Makanan dan Minuman yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2014-2018”.
Teknik Penentuan Sampel
Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling.
Jenis dan Sumber Data
Data sekunder diperoleh dari website resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id dan situs resmi saham Ok www.sahamok.com serta website resmi perusahaan dalam bentuk data yang telah dipublikasikan berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2014 – 2018.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik dokumentasi yaitu dengan mencari dan mengumpulkan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan para perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman periode 2014 2018. Teknik browsing yaitu dengan mem-browsing laporan keuangan tahunan selama periode 2014 – 2018 pada website resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) dan website dari masing-masing perusahaan serta daftar nama perusahaan manufaktur yang di dapat dari
website resmin Saham Ok
(www.sahamok.com). Studi Pustaka yaitu dengan mempelajari berbagai sumber literatur ataupun dengan mengutip langsung seperti jurnal – jurnal penelitian yang bersangkutan, penelitian terdahulu, buku, dan sumber – sumber literatur lainnya yang bersangkutan dengan judul penelitian.
Teknik Analisis
Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan regresi berganda.
Adapun tahapan – tahapan sebelum dilakukannya uji regresi linear berganda terhadap model yaitu uji normalitas, uji multikolinearitas, uji autokerelasi, dan uji heteroskedastisitas dengan menggunakan software SPSS v23. Kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis yang terbagi dalam uji parsial dan uji simultan. Persamaan linier yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut:
Y = α + β1LK1 + β2PR2 + β3UP3 + e Keterangan:
Y = Struktur Modal α = Konstanta
β1,2,3 = Penaksir Koefisien Regresi LK1 = Likuiditas
PR2 = Profitabilitas UP3 = Ukuran Perusahaan e = Error
HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif
Hasil pengujian statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai minimum struktur modal sebesar 0,16 dan nilai maksimum sebesar 1,87. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya struktur modal pada sampel penelitian ini bekisar antara 0,16 sampai
1,87 dengan rata-rata (mean) 0,8348 pada standar deviasi sebesar 0,46863. Nilai rata- rata (mean) lebih besar dari standar deviasi yaitu 0,8348 > 0,46863 yang mengartikan bahwa sebaran nilai struktur modal baik.
Nilai struktur modal tertinggi pada PT.
Prasidha Aneka Niaga Tbk tahun 2018 yaitu 1,87. Sedangkan nilai struktur modal terendah pada PT. Ultra Jaya Milk Industry Tbk tahun 2018 yaitu 0,16.
Hasil pengujian statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai minimum likuiditas sebesar 0,75 dan nilai maksimum sebesar 8,64. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya likuiditas pada sampel penelitian ini bekisar antara 0,75 sampai 8,64 dengan rata-rata (mean) 2,5264 pada standar deviasi sebesar 1,84846. Nilai rata-rata (mean) lebih besar dari standar deviasi yaitu 2,5264 >
1,84846 yang mengartikan bahwa sebaran nilai likuiditas baik. Nilai likuiditas tertinggi pada PT. Delta Djakarta Tbk tahun 2017 yaitu 8,64. Sedangkan nilai likuiditas terendah pada PT. Tri Banyan Tirta Tbk tahun 2016 yaitu 0,75.
Hasil pengujian statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai minimum profitabilitas sebesar -0,19 dan nilai maksimum sebesar 0,38. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya profitabilitas pada sampel penelitian ini bekisar antara - 0,19 sampai 0,38 dengan rata-rata (mean) 0,1090 pada standar deviasi sebesar 0,1171.
Nilai rata-rata (mean) lebih kecil dari standar deviasi yaitu 0,1090 < 0,1171 yang mengartikan bahwa sebaran nilai profitabilitas tidak baik. Nilai profitabilitas tertinggi pada PT. Delta Djakarta Tbk tahun 2014 yaitu 0,38. Sedangkan nilai profitabilitas terendah pada PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk tahun 2018 yaitu -0,19.
Hasil pengujian statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai minimum ukuran perusahaan sebesar 25,89 dan nilai maksimum sebesar 32,27. Hal ini menunjukkan bahwa besarnya ukuran
perusahaan pada sampel penelitian ini bekisar antara 25,89 sampai 32,27 dengan rata-rata (mean) 28,9310 pada standar deviasi sebesar 2,00173. Nilai rata-rata (mean) lebih besar dari standar deviasi yaitu 28,9310 > 2,00173 yang mengartikan bahwa sebaran nilai ukuran perusahaan baik. Nilai ukuran perusahaan tertinggi pada PT.
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk tahun 2017 yaitu 32,27. Sedangkan nilai ukuran perusahaan terendah pada PT. Prasidha Aneka Niaga Tbk tahun 2015 dan 2016 yaitu 25,89.
Hasil Uji Kolmogorov-Smirnov Test menunjukkan secara keseluruhan data variabel independen dan dependen terdistribusi secara normal. Dalam hal ini ditunjukan dengan diperoleh nilai Asymp.
Sig. (2-tailed) 0,200. Hal ini dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal dikarenakan nilai signifikansi 0,200 > 0,05, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Grafik Normal P-Plot menunjukan bahwa titik- titik menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Dari gambar tersebut dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi secara normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
Hasil Uji Multikloneritas, diperoleh nilai Tolerance Likuiditas sebesar 0,805, Profitabilitas sebesar 0,623, dan Ukuran perusahaan sebesar 0,741. Sedang nilai VIF Likuiditas sebesar 1,242 , Profitabilitas sebesar 1,605 dan Ukuran perusahaan sebesar 1,350. Hal ini dapat disimpulkan bahwa nilai tolerance likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan ≥ 0,10 dan VIF likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan ≤ 10. Maka dapat disimpulkan data penelitian ini tidak terjadi multikloneritas dan dinyatakan uji multikloneritas terpenuhi.
H0 : Tidak terjadi autokorelasi H1 : Terjadi autokorelasi Pengambilan keputusan:
Jika nilai D-W > 2, maka H0 ditolak Jika nilai D-W < 2, maka H1 ditolak Hasil uji autokorelasi diatas menunjukan nilai D-W adalah 1,137, ini menandakan bahwa nilai D-W berada kurang dari 2 sehingga tidak terjadi autokorelasi.
grafik scatterplot menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak dan baik di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga antara variabel independen dan dependen tidak saling berinteraksi.
Hasil Uji Regresi Linear Berganda diperoleh persamaan regresi variabel likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan adalah sebagai berikut.
Struktur Modal = 2,723 – 0,157 X1 – 0,696 X2 – 0,49 X3 +e
Dari persamaan regresi diatas maka dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Nilai (α) sebesar 2,723 dan bertanda positif, hal tersebut menunjukkan bahwa jika variabel independen tidak diikut sertakan maka nilai variabel dependen yaitu struktur modal sebesar2,723.
2. Variabel likuiditas (X1) memiliki arah hubungan yang negatif. Jika asumsi variabel lain tetap maka likuiditas memiliki nilai koefisien sebesar 0,157.
Hal tersebut menunjukan bahwa jika terjadi kenaikan 1% pada variabel likuiditas, maka struktur modal akan turun sebesar 0,157.
3. Variabel profitabilitas (X2) memiliki arah hubungan yang negatif. Jika asumsi variabel lain tetap maka profitabilitas memiliki nilai koefisien sebesar 0,696.
Hal tersebut menunjukan bahwa jika terjadi kenaikan 1% pada variabel profitabilitas, maka struktur modal akan turun sebesar 0,696.
4. Variabel ukuran perusahaan (X3) memiliki arah hubungan yang negatif.
Jika asumsi variabel lain tetap maka ukuran perusahaan memiliki nilai koefisien sebesar 0,49. Hal tersebut menunjukan bahwa jika terjadi kenaikan 1% pada variabel ukuran perusahaan maka struktur modal akan turun sebesar 0,49.
Berdasarkan tabel 4.10 Hasil Uji Simultan (F) diperoleh Sig. F 0,000. Nilai Sig. F lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan H4
diterima dan Ho ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap struktur modal.
Koefisien determinasi diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,801 yang artinya hubungan antara variabel independent (likuiditas, profitabilitas dan ukura perusahaan) dan variabel dependen (struktur modal) sangat erat. Korelasi antara variabel dependen dan independen bersifat positif. Artinya jika nilai variabel-variabel independen naik maka akan direspon dengan kenaikan nilai struktur modal.Nilai R square diperoleh dari hasil kuadrat dari R yaitu 0,801 x 0,801 = 0,642. Berarti kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians dari variabel terikatnya adalah sebesar 64,2%. Berarti terdapat 35,8% (100%- 64,2%) varians variabel terikat yang dijelaskan oleh faktor lain. Nilai Adjusted R –Square sebesar 0,618. hal ini berarti 61,8%
variasi struktur modal dijelaskan oleh variasi faktor-faktor likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan sedangkan sisanya sebesar 32,2% dijelaskan oleh variabel lain
yang tidak diteliti.
Hasil Uji Parsial (Uji t) diperoleh hasil sebagai berikut:
H1: Likuiditas berpengaruh terhadap Struktur Modal.
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh bahwa tingkat signifikansi 0,000 > 0,05. maka H1 diterima atau H0 ditolak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas berpengaruh terhadap struktur modal.
Hasil dari penelitian pada 10 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2014-2018 ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh negatif tingkat likuiditas terhadap struktur modal. Pengaruh negatif tersebut menggambarkan bahwa semakin tingkat likuiditas meningkat maka tingkat struktur modal akan menurun. Hal tersebut dikarenakan perusahaan memiliki asset lancar dan lebih berusaha untuk menggunakan asset lancar tersebut terlebih dahulu dibanding dengan hutang untuk pendanaan dan pembiayaan dalam perusahaan. Hal ini sesuai dengan teori pecking order bahwa perusahaan yang mempunyai likuiditas tinggi lebih memilih menggunakan pendanaan internal daripada dana eksternal (hutang).
Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ni Luh Ayu dan Made Rusmala (2016), Eviani (2015), Ni Ketut Novianti dan Ni Putu Ayu (2018) Retno Y dan M. Kholiq (2016), Cahyaning dan Titik M (2017) yang mengindikasikan bahwa likuiditas berpengaruh negatif signifikan terhadap
struktur modal. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Putu Artha (2017) dan Shelly (2016) mengindikasikan tidak adanya pengaruh antara likuiditas terhadap struktur modal.
H2 : Profitabilitas berpengaruh terhadap struktur modal
Profitabilitas berdasarkan hasil pengujian bahwa nilai signifikan sebesar 0,126. Nilai signifikan tersebut bernilai >
0,05 maka H2 ditolak atau H0 diterima. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel profitabilitas tidak berpengaruh terhadap struktur modal.
Hasil dari penelitian pada 10 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2014-2018 menunjukkan tidak berpengaruh profitabilitas terhadap struktur modal. Tidak berpengaruhnya tingkat profitabilitas terhadap tingkat struktur modal mengindikasikan bahwa setiap perubahan yang terjadi pada tingkat profitabilitas baik peningkatan maupun penurunan tidak mempengaruhi tingkat struktur modal.
Dimana perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi justru memiliki tingkat hutang yang rendah. Hal tersebut dikarenakan perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi memiliki sumber dana internal yang berlimpah. Sebagaimana sesuai dengan pecking order theory menyatakan bahwa perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sumber dana dari dalam atau pendanaan internal dari pada pendanaan eksternal.
Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Retno dan M.Kholiq (2016), dan Cahyaning dan Titik M (2017) yang menyatakan bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap struktur modal.
Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Putri dan Mulia (2016) yang menunjukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap struktur modal.
H3 : Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal
Ukuran perusahaan berdasarkan hasil pengujian bahwa nilai signifikan sebesar 0,047. Nilai signfikan tersebut bernilai <
0,05 maka H3 diterima atau H0 ditolak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variabel ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal.
Hasil dari penelitian pada 10 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2014-2018 menunjukkan ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif terhadap struktur modal. Pengaruh negatif ukuran perusahaan terhadap tingkat struktur modal mengindikasikan bahwa setiap perusahaan yang memiliiki ukuran perusahaan yang besar cenderung tidak menggunakan dana ekternal seperti hutang dalam menjalankan operasinya. Dimana perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan yang besar justru memiliki tingkat hutang yang rendah.
Hal tersebut dikarenakan perusahaan dengan ukuran perusahaan yang besar memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan dikenal masyarakat sehingga memiliki sumber dana internal yang berlimpah dan laba yang ditahan yang besar pula. Oleh karena itu perusahaan yang memperoleh keuntungan yang tinggi mempunyai dana internal yang tinggi yang digunakan untuk pendanaan aktifitas operasinya memiliki tingkat hutangnya rendah. Sebagaimana sesuai dengan pecking order theory menyatakan bahwa perusahaan lebih memilih untuk menggunakan sumber dana dari dalam atau pendanaan internal dari pada pendanaan eksternal.
Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Seftianne dan Handayani (2011), Cindy dan Nurul (2017), Angrita dan Eilien (2017), dan Jemmi dkk (2013) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal. Namun hasil penelitian yang
dilakukan oleh Joni dan Lina (2010), Putu Hary dan I Gusti (2015), dan Ida Bagus dan Made Rusmala (2015) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap struktur modal
H4 : Likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap struktur modal.
Hasil Uji Simultan (F) diperoleh Sig.
F 0,000. Nilai Sig. F lebih kecil dari 0,05 maka dapat dikatakan H4 diterima dan Ho
ditolak. Hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap struktur modal.
Uji hipotesis keempat menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) variabel independen yaitu likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap struktur modal pada 10 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman dengan periode 5 tahun yang menjadi objek penelitian. Hal tersebut mengindikasikan bahwa setiap perubahan yang terjadi pada variabel independen yaitu likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan maka akan mempengaruhi variabel dependen yaitu struktur modal. Dalam penelitian ini variabel independen yaitu variabel likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan bernilai negatif dimana setiap terjadinya perubahan kenaikan pada setiap variabel independen maka variabel dependen struktur modal akan mengalami penurunan.
Hasil analisis penelitian ini signifikan mengindikasikan bahwa perusahaan menggunakan ketiga variabel independen (likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan) secara bersamaan dalam menentukan keputusan pendanaan yang tepat.
KESIMPULAN
1. Hasil dari penelitian pada 10 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2014-2018 secara parsial menunjukkan hasil sebagai berikut:
A. Hasil dari penelitian pada 10 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2014-2018 menunjukkan tingkat likuiditas berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Pengaruh negatif tersebut menggambarkan bahwa semakin tingkat likuiditas meningkat maka tingkat struktur modal akan menurun. Hal tersebut dikarenakan perusahaan memiliki asset lancar dan lebih berusaha untuk menggunakan asset lancar tersebut terlebih dahulu dibanding dengan hutang untuk pendanaan dan pembiayaan dalam perusahaan.
B. Hasil dari penelitian pada 10 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2014-2018 menunjukkan tidak berpengaruh profitabilitas terhadap struktur modal. Tidak berpengaruhnya tingkat profitabilitas terhadap tingkat struktur modal mengindikasikan bahwa setiap perubahan yang terjadi pada tingkat profitabilitas baik peningkatan maupun penurunan tidak mempengaruhi tingkat struktur modal.
Dimana perusahaan yang memiliki tingkat profitabilitas yang tinggi justru memiliki tingkat hutang yang rendah.
C. Hasil dari penelitian pada 10 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2014-2018 menunjukkan tingkat ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap struktur modal. Pengaruh negatif tersebut menggambarkan bahwa jika tingkat ukuran perusahaan mengalami peningkatan maka tingkat struktur modal perusahaan akan mengalami penurunan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa setiap perusahaan yang memiliiki ukuran perusahaan yang
besar cenderung tidak menggunakan dana ekternal seperti hutang dalam menjalankan operasinya. Hal tersebut dikarenakan perusahaan dengan ukuran perusahaan yang besar memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan dikenal masyarakat sehingga memiliki sumber dana internal yang berlimpah dan laba yang ditahan yang besar pula.
2. Hasil dari penelitian pada 10 perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI periode 2014-2018 secara simultan menunjukkan bahwa likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap struktur modal. Hal tersebut mengindikasikan bahwa setiap perubahan yang terjadi pada variabel independen yaitu likuiditas, profitabilitas dan ukuran perusahaan maka akan mempengaruhi variabel dependen yaitu struktur modal.
DAFTAR PUSTAKA
Algifari, M. Si. 2016. Statistika Induktif Untuk Ekonomi dan Bisnis.
Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
Ambarwati, S. 2010. Manajemen Keuangan Lanjut. Edisi Pertama. Graha Ilmu.
Yogyakarta.
Bambang, Riyanto. 2001. Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE Bambang, Riyanto. 2002. Dasar-Dasar
pembelanjaan perusahaan. Edisi keempat. Yoyakarta: BPFE
Bhawa, I.B.M.D., dan Made, R.D.S. 2015.
“Pengaruh Ukuran Perusahaan, Likuiditas, Profitabilitas, Dan Risiko Bisnis Terhadap Struktur Modal Perusahaan Farmasi”. E- Jurnal Manajemen Unud, Vol.4, No.7. Hal 1946-1966
Brealey, Myers, Marcus.2008. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan Perusahaan.
Jilid 1. Jakarta:Erlangga.
Brigham, Eugene F dan Joel F Houston.
2001. Manajemen Keuangan. Edisi Delapan. Jakarta.
Brigham, Eugene F. and Joel F, Houston.
2011. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan.Buku 2.Edisi 11.Jakarta : Selemba Empat.
Brigham, Eugene F., dan Houston. 2006.
Fundamental of financial management: Dasar- Dasar Manajemen Keuangan. Edisi10.
Jakarta: Salemba Empat
Carnevela, C. R., & Widyawati, N. 2017.
Pengaruh Pertumbuhan Penjualan, Ukuran Perusahaan, dan Struktur Aktiva Terhadap Struktur Modal. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen (JIRM), 6(3).
Denziana, A., & Yunggo, E. D. 2017.
Pengaruh Profitabilitas, Struktur Aktiva, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Struktur Modal Perusahaan Pada Perusahaan Real Estate And Property Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 8(1).
Eviani, A. D. 2016. Pengaruh struktur aktiva, pertumbuhan penjualan, dividend payout ratio, likuiditas dan profitabilitas terhadap struktur modal. Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi, 11(2).
Firnanti, F. 2011. Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 13(2), 119-128.
Ghozali, I. dan A. Chariri. 2007. Teori Akuntansi. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam 2018. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25. Edisi 9. Semarang : Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Edisi Ketigas. Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro
Githira, Wanyoike charles & Tabitha Nasieku. 2015. Capital Structure Determinants among Companies Quoted in Securities Exchange in East Africa. International Journal of Education and Research, Vol. 3, No.5, May 2015. Hlm. 483-496.
ISSN: 2411-5681.
Gitman. 2003. Principles of Managerial Finance.
Hadianto, Bram. 2008. “Pengaruh Struktur Aktiva, Ukuran, Likuiditas dan Profitabilitas terhadap Struktur Modal Emiten Sektor Ritel di Bursa Efek Indonesia: Sebuah pengujian Hipotesis Pecking order”. Jurnal Ilmiah Akuntansi.
Vol.7 No.1
Harahap, S.S. 2011. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Edisi Pertama.
PT Raja Grafindo Persada.Jakarta.
Harahap, Sofyan Syafri. 2010. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Edisi 9. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Hartono, J. 2014. Teori Portopolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta:
BPFE.
Horne,James C. Van Dan John M Wachowicz.Jr. 2012. Prinsip – Prinsip Manajemen Keuangan.
Edisi Kedua Belas, Buku Kedua.
Penerbit: Salemba Empat, Jakarta.
Huang, S.G.H., & Song F.M. 2006.
Determinant of Capital Structure:
Evidence from China. China Economic Review. Vol. 17, Hlm.14- 35.
Husnan, S. 1996. Manajemen Keuangan Teori dan Penerapan. Edisi Keempat. BPFE. Yogyakarta.
Insiroh, L. 2014. Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Aset, Dan Struktur Aset Terhadap Struktur Modal. Jurnal Ilmu Manajemen (JIM), 2(3).
Ismaida, P., & Saputra, M. 2016. Pengaruh Pertumbuhan Penjualan, Profitabilitas, Ukuran, Dan Aktivitas Perusahaan Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Property Dan Real Estate Yang Terdaftar Di BEI Periode 2012- 2014. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi, 1(1), 221-229.
Joni, J., & Lina, L. 2010. Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 12(2), 82-97.
Juliantika, N. L. A. A. M., & Dewi, M. R.
2016. Pengaruh Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, Likuiditas, dan Risiko Bisnis Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Property Dan Realestate. E-Jurnal Manajemen, 5(7).
Kartika, Andi. 2009. “Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur yang
Go Publik di BEI”. Dinamika keuangan dan Perbankan. Vol. 1 No.2
Kartini, S. A. D., & HM Wahyuddin, M. S.
2019. Pengaruh Profitabilitas, Struktur Aktiva dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal (Studi Kasus pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Kasmir, 2012. Analisa Laporan Keuangan.
Edisi Revisi. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Kasmir. 2009. Pengantar Manajemen Keuangan. Jakarta: Kencana
Kasmir. 2011. Analisis Laporan Keuangan.
Cetakan Keempat. Rajawali Pers.Jakarta
Kasmir. 2013. Analisis Laporan Keuangan.
Jakarta: Rajawali Pers.
Kasmir. 2015. Analisis Laporan Keuangan, Edisi kesatu, cetakan kedelapan.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Kasmir. 2017. Analisis Laporan Keuangan.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Krisnanda, P.H., dan Wiksuana, I.G.B.
2015. “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Pertumbuhan Penjualan dan Non-Debt Tax ShieldTerhadap Struktur Modal pada Perusahaan Telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia”. EJurnal Manajemen, Vol. 4, No.5. Hal 1434-1451
Liem, Jemmi Halim., Wemer R Murhadi., Bertha Silvia Sutejo. 2013.
“Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Struktur Modal
Pada Industri Consumer Goods yang terdaftar di BEI Periode 2007-2011”. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya.
Vol.2 No.1 Hal.1-7
Marston, C., dan Polei, A. 2004. “Corporate Reporting On The Internet by
German Companies”.
International Journal Accounting Information System. Vol.8 No.1 Mayangsari, Sekar. 2001. Analisis Faktor-
Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pendanaan Perusa- haan:Pengujian Pecking Order Hypothesis. Media Riset Akuntansi, Auditing, dan Informasi, Vol. 1 No.3, hlm. 1-26.
Munawir. 2011. Analisa Laporan Keuangan. Penerbit Liberty, Yogyakarta.
Novitasari, C., & Mildawati, T. 2017.
Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Perusahaan Manufaktur. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi (JIRA), 6(7).
Nugrahani, Sarsa, Meta, dan Sampurno, Djoko. R. 2012. Analisis Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Pertumbuhan Penjualan, Ukuran Perusahaan dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2010.
Diponogoro Business Review. 1 (1):
pp: 1-9.
Pertiwi, N. K. N. I., & Darmayanti, N. P. A.
2018. Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Struktur Aktiva dan Kebijakan Dividen Terhadap Struktur Modal Perusahaan Manufaktur di BEI. E-Jurnal
Manajemen Universitas Udayana, 7(6).
Ramlall, Indranarain. 2009. Determinant of Capital Structure Among Non- Quoted Mauritian Firms Under Specificity of Leverage: Looking for a Modified Pecking Order Theory. International Research Journal of Finance and Economics,31 (31), pp: 83-92.
Riyanto, B. 2011. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta: BPFE.
Santika, Rista Bagus dan Bambang Sudiyanto. 2011. Menentukan struktur modal pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Indonesia. Dinamika Keuangan dan Perbankan. Nopember 2011.Vol.3, No.2. Hlm. 172-182. ISSN 1979- 4878.
Sartono, A. 2010. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi Keempat.
Yogyakarta: BPFE.
Seftianne dan Handayani, Ratih. 2011.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Publik Sektor Manufaktur. Jurnal Bisnis dan Akuntansi. 13 (1): hlm:
39-56
Sheikh, Nadeem. Ahmad. dan Wang, Zongjun. 2011. Determinants of Capital Structure, An Empirical Study of Firm in Manufacturing Industry of Pakistan. Internasional Journal of Managerial Finance.
37(2): pp: 117-133.
Sjahrial, Dermawan., dan Djahotman Purba.
2013. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Mitra Wacana Media
Sutrisno, 2009. Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Edisi Pertama. Cetakan Ketujuh. Penerbit Ekonisia. Yogyakarta.
Syahyunan. 2013. Manajemen Keuangan : (Perencanaan, Analisis, dan Pengendalian Keuangan). Medan:
USU press.
Tarjo. 2005. Analisa Free Cash Flow dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Kebijakan Utang pada Perusahaan Publik di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol.8 No.1, hlm. 82-104.
Titman, S., dan Robert, W. 1998. The Determinants of Capital Structure Choice. Journal of Finance. Vol 42, pp 1–19.
Wahidahwati. 2002. Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Kepimilikan Institusional pada Kebijakan Hutang Perusahaan: Sebuah Perspektif Theory Agency. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, Vol.5 No.1, hlm. 1-16.
Wigati, T.P. 2014. “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderating (Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2012)”.
Skripsi. Universitas Diponegoro.
Wimelda, Linda. dan Marlinah, Aan. 2013.
Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Publik Sektor Non Keuangan. Media Bisnis. Pp: 200- 2013.
Wirawan, P. A. 2017. Pengaruh struktur aktiva, Profitabilitas, Ukuran
Perusahaan dan Likuiditras terhadap struktur moda pada perusahaan sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2015. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 9(1), 1-11.
Yudhiarti, R., & Mahfud, M. K. 2016.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal (Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode Tahun 2010-2014).
Diponegoro Journal of Management, 5(3), 462-474.
www.wartaekonomi.com www.samahitawirotama.com www.kemenperin.go.id www.bisnis.tempo.com www.sahamok.com www.idx.co.id