BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI
TAHUN 2021 NOMOR 100
PERATURAN WALI KOTA SUKABUMI
TANGGAL : 30 DESEMBER 2021
NOMOR : 100 TAHUN 2021
TENTANG : KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH
Sekretariat Daerah Kota Sukabumi
Bagian Hukum 2021
WALI KOTA SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT
PERATURAN WALI KOTA SUKABUMI
NOMOR 100 TAHUN 2021 TENTANG
KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH
WALI KOTA SUKABUMI,
Menimbang : a. bahwa untuk menindaklanjuti kebijakan penyederhanaan birokrasi guna mewujudkan organisasi yang lebih proporsional, efektif, dan efisien, maka Peraturan Wali Kota Sukabumi Nomor 56 Tahun 2020 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah perlu diubah dan disesuaikan kembali;
b. bahwa untuk tertib administrasi dan kepastian hukum penyesuaian sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu ditetapkan Peraturan Wali Kota Sukabumi tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah;
Mengingat ...
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kota Kecil dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia tanggal 14 Agustus 1950) sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 13 Tahun 1954 tentang Pengubahan Undang-Undang Nomor 16 dan 17 Tahun 1950 (Republik Indonesia Dahulu) tentang Pembentukan Kota-Kota Besar Dan Kota-Kota Kecil di Jawa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1954 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 551);
2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 1995 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Sukabumi dan Kabupaten Daerah Tingkat II Sukabumi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 8, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3584);
5. Peraturan ...
5. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 187, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6402);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6037) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6477);
7. Peraturan Daerah Kota Sukabumi Nomor 7 Tahun 2020 tentang Pembentukan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Kota Sukabumi Tahun 2020 Nomor 7, Tambahan Lembaran Daerah Kota Sukabumi Nomor 62);
Memperhatikan : 1. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah beberapa kali diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;
2. Peraturan ...
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2021 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional;
3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyederhanaan Struktur Organisasi pada Instansi Pemerintah untuk Penyederhanaan Birokrasi;
4. Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 061/5875/OTDA Tanggal 10 September 2021 Hal Pertimbangan Penyederhanaan Struktur Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN WALI KOTA SUKABUMI TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam peraturan Wali Kota ini, yang dimaksud dengan:
1. Daerah Kota yang selanjutnya disebut Daerah adalah Kota Sukabumi.
2. Pemerintahan ...
2. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintah Daerah dan dewan perwakilan rakyat Daerah menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
3. Pemerintah Daerah adalah kepala Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah otonom.
4. Wali Kota adalah Wali Kota Sukabumi.
5. Wakil Wali Kota adalah Wakil Wali Kota Sukabumi.
6. Sekretariat Daerah adalah Sekretariat Daerah Kota Sukabumi.
7. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Sukabumi.
8. Asisten Sekretaris Daerah adalah Asisten Sekretaris Daerah Kota Sukabumi.
9. Jabatan Fungsional yang selanjutnya disingkat JF adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.
BAB II ...
BAB II
KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS POKOK, FUNGSI, DAN TATA KERJA
Bagian Kesatu Kedudukan
Pasal 2
Sekretariat Daerah merupakan unsur staf yang mempunyai tugas pokok membantu Wali Kota dalam penyusunan kebijakan dan pengoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas perangkat Daerah serta pelayanan administratif dipimpin oleh seorang Sekretaris Daerah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Wali Kota.
Bagian Kedua Susunan Organisasi
Pasal 3
(1) Susunan organisasi Sekretariat Daerah terdiri atas:
a. Sekretaris Daerah;
b. asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, terdiri atas:
1. bagian pemerintahan;
2. bagian hukum; dan
3. bagian kesejahteraan rakyat.
c. asisten perekonomian dan pembangunan terdiri atas:
1. bagian perekonomian;
2. bagian administrasi pembangunan; dan 3. bagian pengadaan barang dan jasa.
d. asisten administrasi umum terdiri atas:
1. bagian umum;
2. bagian organisasi; dan
3. bagian protokol, komunikasi, dan tata usaha pimpinan.
(2) Bagan ...
(2) Bagan struktur organisasi Sekretariat Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran peraturan Wali Kota ini.
Bagian Ketiga Tugas Pokok dan Fungsi
Pasal 4
(1) Sekretariat Daerah mempunyai tugas pokok membantu Wali Kota dalam penyusunan kebijakan dan pengoordinasian administratif terhadap pelaksanaan tugas Perangkat Daerah serta pelayanan administratif.
(2) Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Sekretariat Daerah menyelenggarakan fungsi:
a. pengoordinasian penyusunan kebijakan Daerah;
b. pengoordinasian pelaksanaan tugas satuan kerja Perangkat Daerah;
c. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah;
d. pelayanan administratif dan pembinaan aparatur sipil negara pada instansi Daerah; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Wali Kota terkait dengan tugas dan fungsinya.
Bagian ...
Bagian Keempat Tata Kerja Paragraf 1 Umum Pasal 5
(1) Dalam melaksanakan tugas, setiap pimpinan pada Sekretariat Daerah dan kelompok JF wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Pemerintah Daerah serta dengan instansi lain di luar Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas masing-masing.
(2) Setiap pimpinan pada Sekretariat Daerah wajib mengawasi bawahannya masing-masing dan bila terjadi penyimpangan agar mengambil langkah- langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(3) Setiap pimpinan pada Sekretariat Daerah wajib memimpin dan mengoordinasi bawahan masing- masing dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.
(4) Setiap pimpinan pada Sekretariat Daerah wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing dan menyiapkan laporan berkala setiap waktunya.
(5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan pada Sekretariat Daerah dari bawahannya wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan.
(6) Dalam pelaksanaan tugas setiap pimpinan pada Sekretariat Daerah dan dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahan masing-masing, pimpinan pada Sekretariat Daerah wajib mengadakan rapat berkala.
Paragraf ...
Paragraf 2 Hal Berhalangan
Pasal 6
Dalam hal Sekretaris Daerah berhalangan menjalankan tugasnya, Wali Kota atau Wakil Wali Kota atau pejabat yang berwenang sesuai tugasnya menunjuk pelaksana harian dari pejabat struktural yang eselonnya satu tingkat di bawah Sekretaris Daerah untuk mewakilinya.
BAB III
BIDANG TUGAS UNSUR–UNSUR SEKRETARIAT DAERAH
Bagian Kesatu Sekretaris Daerah
Pasal 7
(1) Sekretaris Daerah mempunyai tugas sebagai berikut:
a. mengoordinasi penyusunan program kerja Sekretariat Daerah berdasarkan rencana strategis dalam hal penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, pembangunan dan perekonomian, serta administrasi umum;
b. membantu dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah dalam hal penyelenggaraan administrasi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, pembangunan dan perekonomian, serta administrasi umum lainnya;
c. memimpin, mengoordinasi, mengawasi, dan mengendalikan seluruh kegiatan di lingkungan Sekretariat Daerah;
d. membina dan mengoordinasi kegiatan Perangkat Daerah;
e. melaksanakan koordinasi dengan instansi vertikal;
f. membina dan menyelenggarakan administrasi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat, pembangunan dan perekonomian, serta administrasi umum lainnya;
g. menerima ...
g. menerima dan melaksanakan hasil pembinaan dan pengawasan yang dilaksanakan oleh Wakil Wali Kota;
h. meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Pemerintah Daerah;
i. memberikan saran dan pertimbangan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam pelaksanaan tugasnya;
j. memberikan pelayanan teknis administratif kepada Wali Kota dan seluruh Perangkat Daerah;
k. mempertanggungjawabkan tugas secara teknis operasional dan administratif kepada Wali Kota atau Wakil Walikota; dan
l. melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Wali Kota sesuai dengan tugas dan fungsinya.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretaris Daerah membawahkan:
a. asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat;
b. asisten perekonomian dan pembangunan; dan c. asisten administrasi umum.
Bagian Kedua
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pasal 8
(1) Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat dipimpin oleh seorang asisten, mempunyai tugas membantu Sekretaris Daerah dalam penyusunan kebijakan Daerah di bidang pemerintahan dan hukum, dan pengoordinasian penyusunan kebijakan Daerah di bidang kesejahteraan rakyat, serta bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. pengoordinasian perumusan program kerja di lingkungan asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat berdasarkan rencana strategis Sekretariat Daerah sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyusunan ...
b. penyusunan kebijakan Daerah di bidang pemerintahan dan hukum;
c. pengoordinasian penyusunan kebijakan Daerah di bidang kesejahteraan rakyat;
d. pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah di bidang pemerintahan, hukum, dan kesejahteraan rakyat;
e. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang pemerintahan dan hukum;
f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah terkait pencapaian tujuan kebijakan, dampak yang tidak diinginkan, dan faktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan kebijakan di bidang kesejahteraan rakyat;
g. penyiapan pelaksanaan pembinaan administrasi pemerintahan dan pembangunan serta sumber daya aparatur di bidang pemerintahan, hukum, dan kesejahteraan rakyat;
h. pembinaan kemampuan dan prestasi kerja pegawai di lingkungan asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat;
i. pengoreksian, penyempurnaan, dan pemarafan atau penandatanganan naskah dinas yang menjadi kewenangannya;
j. pertanggungjawaban tugas di lingkungan asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat secara operasional dan administratif kepada Sekretaris Daerah; dan
k. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat membawahkan:
a. bagian pemerintahan;
b. bagian hukum; dan
c. bagian kesejahteraan rakyat.
Paragraf ...
Paragraf 1 Bagian Pemerintahan
Pasal 9
(1) Bagian pemerintahan dipimpin oleh seorang kepala bagian, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan daerah, pengoordinasian perumusan kebijakan daerah, pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah, pelaksanaan pembinaan administrasi di bidang administrasi pemerintahan, administrasi kewilayahan dan kerja sama dan otonomi daerah, serta membantu dan bertanggung jawab kepada asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. penyusunan rencana operasional di lingkungan bagian pemerintahan berdasarkan program kerja asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan Daerah di bidang administrasi pemerintahan, administrasi kewilayahan, dan kerja sama dan otonomi daerah;
c. penyiapan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan Daerah di bidang administrasi pemerintahan, administrasi kewilayahan, dan kerja sama dan otonomi daerah;
d. penyiapan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah di bidang administrasi pemerintahan, administrasi kewilayahan, dan kerja sama dan otonomi daerah;
e. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang administrasi pemerintahan, administrasi kewilayahan, dan kerja sama dan otonomi daerah;
f. penyiapan ...
f. penyiapan bahan pelaksanaan pembinaan administrasi di bidang administrasi pemerintahan, administrasi kewilayahan, dan kerja sama dan otonomi daerah;
g. pembinaan dan pemberian motivasi pegawai di bagian pemerintahan dalam upaya peningkatan produktivitas dan pengembangan karier;
h. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di lingkungan bagian pemerintahan; dan
i. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala bagian pemerintahan membawahkan subbagian kerja sama dan administrasi pemerintahan, Kelompok JF dan jabatan pelaksana.
Pasal 10
(1) Subbagian kerja sama dan administrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) pemerintahan dipimpin oleh seorang kepala subbagian, bertanggung jawab kepada kepala bagian pemerintahan, dan bertugas sebagai berikut:
a. merencanakan kegiatan subbagian kerjasama dan administrasi pemerintahan berdasarkan rencana operasional bagian pemerintahan;
b. menyiapkan bahan pelaksanaan perumusan kebijakan di bidang kerja sama Daerah di dalam dan luar negeri;
c. melaksanakan pengolahan data kerja sama Daerah di dalam dan luar negeri;
d. melaksanakan pengendalian dan perumusan data hasil kerja sama Daerah di dalam dan luar negeri;
e. melaksanakan fasilitasi, pembinaan dan pengawasan kerja sama Daerah di dalam dan luar negeri;
f. melaksanakan ...
f. melaksanakan penyusunan laporan hasil pelaksanaan kerja sama Daerah di dalam dan luar negeri;
g. mengadministrasikan penyelenggaraan kerja sama Daerah di dalam dan luar negeri;
h. melaksanaan evaluasi kerja sama Daerah;
i. melaksanakan fasilitasi forum asosiasi pemerintah kota seluruh Indonesia (APEKSI);
j. menyiapkan bahan perumusan kebijakan daerah dibidang administrasi pemerintahan;
k. menyiapkan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas di bidang kependudukan dan pencatatan sipil, kesatuan bangsa dan politik dalam negeri, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat;
l. memfasilitasi forum komunikasi pimpinan Daerah;
m. memfasilitasi koordinasi pelaksanaan tugas antar instansi pemerintah di Daerah;
n. melaksanakan fasilitasi dan koordinasi proses pengusulan, pengangkatan dan pemberhentian Wali Kota dan Wakil Wali Kota;
o. memfasilitasi pengusulan izin dan cuti Wali Kota dan Wakil Wali Kota;
p. melaksanakan fasilitasi dan koordinasi persiapan dan pelaksanaan pemilihan umum;
q. melaksanakan fasilitasi dan koordinasi proses administrasi pergantian antar waktu pimpinan dan anggota legislatif;
r. menyiapkan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan Daerah bidang kerjasama dan administrasi pemerintahan; dan s. melaksanaan tugas kedinasan lainnya yang
diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala subbagian kerja sama dan administrasi pemerintahan membawahkan jabatan pelaksana pada subbagian kerja sama dan administrasi pemerintahan.
Pasal ...
Pasal 11
Kelompok JF sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (2) yang diberi tugas tambahan sub koordinator, terdiri atas:
a. Kelompok sub-substansi administrasi kewilayahan, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi administrasi kewilayahan berdasarkan rencana operasional bagian pemerintahan;
2. melaksanakan fasilitasi dan koordinasi pembentukan, penghapusan, penggabungan dan pemekaran wilayah kecamatan dan/atau kelurahan;
3. melaksanakan koordinasi penegasan batas Daerah, kecamatan, kelurahan, serta nama lain dan/atau pemindahan ibu kota kecamatan;
4. memfasilitasi penyelesaian batas wilayah administrasi antar Daerah;
5. melaksanakan fasilitasi toponimi dan pemetaan wilayah;
6. menyiapkan bahan penetapan kode dan data kewilayahan;
7. menyusun bahan kebijakan pelimpahan sebagian kewenangan Wali Kota kepada Camat;
8. menyusun bahan kebijakan pengelolaan dana kelurahan;
9. mengumpulkan dan mengolah data pembinaan kecamatan dan kelurahan;
10. memfasilitasi pembuatan telaahan, evaluasi, dan saran tindak pembinaan perangkat kecamatan dan kelurahan;
11. menyusun petunjuk pelaksanaan pembentukan, penghapusan, dan penggabungan wilayah administrasi rukun tetangga dan rukun warga;
12. menyusun petunjuk pelaksanaan administrasi rukun tetangga dan rukun warga;
13. menyusun bahan kebijakan teknis pengembangan lembaga pemberdayaan masyarakat;
14. melaksanakan ...
14. melaksanakan pembinaan lembaga pemberdayaan masyarakat;
15. melakukan pengumpulan dan analisis data profil kelurahan;
16. melakukan pembinaan pelaksanaan penyusunan data profil kelurahan;
17. melakukan evaluasi perkembangan kelurahan;
18. melaksanakan lomba kelurahan tingkat kota dan fasilitasi lomba kelurahan tingkat provinsi;
19. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan Daerah bidang administrasi kewilayahan; dan
20. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
b. Kelompok sub-substansi otonomi Daerah, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi otonomi Daerah berdasarkan rencana operasional bagian pemerintahan;
2. menyusun bahan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD);
3. menghimpun Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD);
4. menyusun bahan Laporan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kota Sukabumi;
5. menyusun bahan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota dan Wakil Wali Kota;
6. menyusun bahan Laporan Akhir Masa Jabatan (AMJ) Wali Kota dan Wakil Wali Kota;
7. mengumpulkan dan mengolah bahan untuk penyusunan pedoman pembinaan urusan pemerintahan yang menjadi urusan otonomi Daerah;
8. memfasilitasi dan mengoordinasikan evaluasi penyelenggaraan Pemerintahan Daerah oleh pemerintah pusat dan provinsi;
9. mengumpulkan ...
9. mengumpulkan dan mengolah bahan penyampaian ringkasan laporan penyelenggaraan pemerintahan Daerah kepada masyarakat;
10. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan Daerah bidang otonomi Daerah; dan
11. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
Paragraf 2 Bagian Hukum
Pasal 12
(1) Bagian hukum dipimpin oleh seorang kepala bagian, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan daerah, pengoordinasian perumusan kebijakan daerah, pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah, pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang perundang- undangan, bantuan hukum dan dokumentasi dan informasi hukum, serta membantu dan bertanggung jawab kepada asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. penyusunan rencana operasional di lingkungan bagian hukum berdasarkan program kerja asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan Daerah di bidang perundang-undangan, bantuan hukum, serta dokumentasi dan informasi hukum;
c. penyiapan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan Daerah di bidang perundang- undangan, bantuan hukum, serta dokumentasi dan informasi hukum;
d. penyiapan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah di bidang perundang- undangan, bantuan hukum, serta dokumentasi dan informasi hukum;
e. penyiapan ...
e. penyiapan bahan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang perundang-undangan, bantuan hukum, serta dokumentasi dan informasi hukum;
f. pembinaan dan pemberian motivasi pegawai di bagian hukum dalam upaya peningkatan produktivitas dan pengembangan karier;
g. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di lingkungan bagian hukum;
dan
h. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala bagian hukum membawahkan Kelompok JF dan jabatan pelaksana.
Pasal 13
Kelompok JF sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) yang diberi tugas tambahan sub koordinator, terdiri atas:
a. Kelompok sub-substansi perundang-undangan, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi perundang-undangan berdasarkan rencana operasional bagian hukum;
2. menyiapkan bahan penyusunan produk hukum Daerah;
3. melaksanakan harmonisasi dan sinkronisasi produk hukum Daerah;
4. menyiapkan bahan penjelasan Wali Kota dalam proses penetapan peraturan Daerah;
5. menyiapkan bahan analisa dan kajian produk hukum Daerah;
6. melaksanakan pembinaan penyusunan produk hukum Daerah;
7. menyiapkan bahan administrasi pengundangan dan autentifikasi produk hukum Daerah
8. melaksanakan ...
8. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan produk hukum Daerah;
dan
9. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
b. Kelompok sub-substansi bantuan hukum, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi bantuan hukum berdasarkan rencana operasional bagian hukum;
2. melaksanakan koordinasi permasalahan hukum dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah;
3. melaksanakan fasilitasi bantuan hukum, konsultasi hukum dan pertimbangan hukum serta perlindungan hukum bagi unsur Pemerintah Daerah dalam sengketa hukum baik di dalam maupun di luar pengadilan;
4. melaksanakan koordinasi dan fasilitasi kerjasama dalam penanganan perkara hukum;
5. melaksanakan koordinasi dan evaluasi penegakan dan perlindungan hak asasi manusia (HAM);
6. menyiapkan bahan penyusunan pendapat hukum (legal opinion);
7. melaksanakan evaluasi dan pelaporan terhadap hasil penanganan perkara sengketa hukum;
8. menyusun, merumuskan, dan mengoreksi konsep bantuan hukum, dan rencana aksi nasional hak asasi manusia;
9. merencanakan dan menyiapkan bahan yang diperlukan untuk bantuan hukum dan rencana aksi nasional hak asasi manusia;
10. membuat telaahan, evaluasi, dan perumusan kembali bantuan hukum; dan
11. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
c. Kelompok ...
c. Kelompok sub-substansi dokumentasi dan informasi hukum, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi dokumentasi dan informasi hukum berdasarkan rencana operasional bagian hukum;
2. melaksanakan inventarisasi dan dokumentasi produk hukum Daerah dan peraturan perundang- undangan lainnya;
3. menghimpun serta mengolah data dan informasi sebagai bahan dalam rangka pembentukan kebijakan Daerah;
4. melaksanakan pengelolaan jaringan dokumentasi dan informasi hukum;
5. memberikan pelayanan administrasi informasi produk hukum;
6. melaksanakan sosialisasi, penyuluhan, dan diseminasi produk hukum Daerah maupun peraturan perundang-undangan lainnya;
7. mengumpulkan dan mengolah data untuk penyusunan pedoman pembinaan bidang pendokumentasian produk hukum, kelurahan sadar hukum, dan keluarga sadar hukum;
8. menyusun dan menyiapkan produk hukum yang akan diundangkan dalam lembaran Daerah dan berita Daerah;
9. melaksanakan publikasi peraturan Daerah dan peraturan Wali Kota;
10. melaksanakan unifikasi dan kodifikasi produk hukum Daerah dan naskah dinas lainnya;
11. melaksanakan pemonitoran dan pembinaan kegiatan yang berkaitan dengan pendokumentasian produk hukum Daerah dan informasi hukum di tingkat kecamatan dan kelurahan;
12. merencanakan dan menyiapkan bahan yang diperlukan untuk kegiatan penyuluhan hukum, kelurahan sadar hukum, dan lomba keluarga sadar hukum;
13. melaksanakan ...
13. melaksanaan evaluasi dan pelaporan terhadap dokumentasi dan informasi produk hukum Daerah; dan
14. melaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
Paragraf 3
Bagian Kesejahteraan Rakyat Pasal 14
(1) Bagian kesejahteraan rakyat dipimpin oleh seorang kepala bagian, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengoordinasian perumusan kebijakan daerah, pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan daerah di bidang keagamaan, kesejahteraan sosial dan kesejahteraan masyarakat, serta membantu dan bertanggung jawab kepada asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. penyusunan rencana operasional di lingkungan bagian kesejahteraan rakyat berdasarkan program kerja asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan daerah di bidang keagamaan, kesejahteraan sosial dan kesejahteraan masyarakat;
c. penyiapan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah di bidang keagamaan, kesejahteraan sosial dan kesejahteraan masyarakat;
d. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah terkait pencapaian tujuan kebijakan, dampak yang tidak diinginkan, dan faktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan kebijakan di bidang keagamaan, kesejahteraan sosial dan kesejahteraan masyarakat;
e. pemantauan ...
e. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di lingkungan bagian kesejahteraan rakyat; dan
f. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala bagian kesejahteraan rakyat membawahkan Kelompok JF dan jabatan pelaksana.
Pasal 15
Kelompok JF sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) yang diberi tugas tambahan sub koordinator, terdiri atas:
a. Kelompok sub-substansi bina mental spiritual, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi bina mental spiritual berdasarkan rencana operasional bagian kesejahteraan rakyat;
2. menyiapkan data tentang sarana peribadatan, sarana pendidikan agama dan pendidikan keagamaan;
3. menyiapkan bahan perumusan kebijakan yang berhubungan dengan sarana peribadatan, sarana pendidikan agama dan pendidikan keagamaan;
4. menyiapkan bahan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka pengembangan sarana peribadatan, sarana pendidikan agama dan pendidikan keagamaan;
5. menyiapkan bahan penyusunan petunjuk pelaksanaan di bidang sarana peribadatan, sarana pendidikan agama dan pendidikan keagamaan;
6. menyiapkan bahan pertimbangan pemberian bantuan di bidang sarana peribadatan, sarana pendidikan agama dan pendidikan keagamaan;
7. menyiapkan ...
7. menyiapkan bahan, mengoordinasikan dan melakukan perumusan kebijakan Daerah bidang lembaga dan kerukunan keagamaan;
8. menyiapkan dan mengoordinasikan bahan pedoman pembinaan lembaga keagamaan dan kerukunan umat beragama;
9. melakukan pembinaan, fasilitasi dan pengembangan kerja sama antar lembaga keagamaan dan kerukunan umat beragama;
10. menyiapkan bahan pengolahan data, saran, pertimbangan serta koordinasi kegiatan dan penyusunan laporan program pembinaan umat beragama dan kerja sama antar lembaga keagamaan;
11. melakukan koordinasi lintas sektor dan pertemuan/rapat-rapat koordinasi di bidang kerukunan umat beragama dan serta kerja sama antar lembaga keagamaan;
12. memfasilitasi dan mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan kerukunan umat beragama dan aliran serta kerja sama antar lembaga keagamaan;
13. memfasilitasi dan megoordinasikan kegiatan musyawarah antar umat beragama dan aliran kepercayaan;
14. menyiapkan bahan dan mengoordinasikan kegiatan forum kerukunan umat beragama dan konsultasi kerukunan hidup antar umat beragama dan aliran kepercayaan;
15. melakukan koordinasi kerja sama sosial kemasyarakatan dan konsultasi penanggulangan secara dini masalah dan kasus kerukunan hidup antar umat beragama dan aliran kepercayaan;
16. melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan kerukunan umat beragama dan aliran kepercayaan;
17. menyiapkan bahan dan melakukan pemantauan, serta evaluasi dan pelaporan kebijakan Daerah bidang lembaga dan kerukunan keagamaan;
18. mengumpulkan dan mengolah data untuk penyusunan pedoman pembinaan dalam bidang keagamaan;
19. menyiapkan ...
19. menyiapkan bahan koordinasi perencanaan pelaksanaan urusan haji dan umroh;
20. memfasilitasi dalam rangka pembinaan di bidang keagamaan;
21. menyiapkan bahan pengaturan bantuan sarana pendidikan keagamaan dan lembaga keagamaan;
22. memonitor pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan kerukunan hidup beragama dan hal keagamaan;
23. mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan kegiatan kelompok sub-substansi bina mental spiritual; dan
24. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
b. Kelompok sub-substansi kesejahteraan sosial, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi kesejahteraan sosial berdasarkan rencana operasional bagian kesejahteraan rakyat;
2. menyiapkan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan pemerintah Daerah di bidang sosial, transmigrasi, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
3. menyiapkan bahan pengoordinasian pelaksanaan kebijakan pemerintah Daerah di bidang sosial, transmigrasi, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
4. menyiapkan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan pemerintah Daerah di bidang sosial, transmigrasi, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
5. menyiapkan bahan pelayanan administrasi penyelenggaraan urusan pemerintah bidang sosial, transmigrasi, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
6. menyiapkan ...
6. menyiapkan bahan fasilitasi pemberian hibah dan bantuan sosial kepada badan atau lembaga, organisasi masyarakat, kelompok masyarakat dan individu atau keluarga;
7. menyiapkan bahan pembinaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan hibah dan bantuan sosial kepada badan atau lembaga, organisasi masyarakat, kelompok masyarakat dan individu atau keluarga;
8. mengumpulkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan di bidang kesejahteraan sosial;
9. melaksanakan identifikasi dan inventarisasi usaha untuk meningkatkan kesejahteraan sosial;
10. memonitor pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial;
11. membina dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial;
12. memfasilitasi pelaksanaan penyaluran dana bantuan sosial untuk peningkatan kesejahteraan sosial;
13. mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan kegiatan kelompok sub-substansi kesejahteraan sosial; dan;
14. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
c. Kelompok sub-substansi kesejahteraan masyarakat, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi kesejahteraan masyarakat berdasarkan rencana operasional bagian kesejahteraan rakyat;
2. menyiapkan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan pemerintah Daerah di bidang pendidikan, kesehatan, kepemudaan dan olahraga, dan bidang pariwisata;
3. menyiapkan ...
3. menyiapkan bahan pengoordinasian pelaksanaan kebijakan pemerintah Daerah di bidang pendidikan, kesehatan, kepemudaan dan olahraga, dan bidang pariwisata;
4. menyiapkan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah di bidang pendidikan, kesehatan, kepemudaan dan olahraga, dan bidang pariwisata;
5. menyiapkan bahan pelayanan administrasi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang pendidikan, kesehatan, kepemudaan dan olahraga, pariwisata dan kemasyarakatan lainnya;
6. menyiapkan bahan dan data tentang kegiatan pendidikan dan kesehatan;
7. melaksanakan pembinaan dan pemberian bantuan bagi pengembangan kegiatan pendidikan dan kesehatan;
8. mengoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan pendidikan dan kesehatan;
9. memfasilitasi penilaian keluarga sakinah;
10. memfasilitasi penilaian sekolah sehat dalam penerapan usaha kesehatan sekolah;
11. memonitor pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan;
12. memfasilitasi dan melaksanakan pembinaan kegiatan bulan bakti gotong royong masyarakat (BBGRM);
13. melakukan koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan bakti siliwangi manunggal satata sariksa (BSMSS), TNI manunggal membangun desa (TMMD), dan karya bakti TNI;
14. mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan kegiatan kelompok sub-substansi kesejahteraan masyarakat; dan
15. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
Bagian ...
Bagian Ketiga
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pasal 16
(1) Asisten perekonomian dan pembangunan dipimpin oleh seorang asisten, mempunyai tugas membantu Sekretaris Daerah dalam penyusunan kebijakan Daerah dan pengoordinasian penyusunan kebijakan Daerah di bidang perekonomian, administrasi pembangunan, pengadaan barang dan jasa serta bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. pengoordinasian perumusan program kerja di lingkungan asisten perekonomian dan pembangunan berdasarkan rencana strategis Sekretariat Daerah sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. pengoordinasian penyusunan kebijakan Daerah di bidang perekonomian, administrasi pembangunan, pengadaan barang dan jasa;
c. pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah di bidang perekonomian, administrasi pembangunan, pengadaan barang dan jasa;
d. penyusunan kebijakan Daerah di bidang pengadaan barang dan jasa;
e. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang pengadaan barang dan jasa;
f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah terkait pencapaian tujuan kebijakan, dampak yang tidak diinginkan, dan faktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan kebijakan di bidang perekonomian dan administrasi pembangunan;
g. pembinaan kemampuan dan prestasi kerja pegawai di lingkungan asisten perekonomian dan pembangunan;
h. pengoreksian, penyempurnaan, dan pemarafan atau penandatanganan naskah dinas yang menjadi kewenangannya;
i. pertanggungjawaban ...
i. pertanggungjawaban tugas di lingkungan asisten perekonomian dan pembangunan secara operasional dan administratif kepada Sekretaris Daerah; dan
j. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), asisten perekonomian dan pembangunan membawahkan:
a. bagian perekonomian;
b. bagian administrasi pembangunan; dan c. bagian pengadaan barang dan jasa.
Paragraf 1 Bagian Perekonomian
Pasal 17
(1) Bagian perekonomian dipimpin oleh seorang kepala bagian, mempunyai tugas melaksanakan pengoordinasian perumusan kebijakan Daerah, pengoordinasian pelaksanaan tugas perangkat Daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang pembinaan badan usaha milik Daerah dan badan layanan umum Daerah, pengembangan dunia usaha, pengendalian dan distribusi perekonomian, serta membantu dan bertanggung jawab kepada asisten perekonomian dan pembangunan dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. penyusunan rencana operasional di lingkungan bagian perekonomian berdasarkan program kerja asisten perekonomian dan pembangunan serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan Daerah di bidang pembinaan badan usaha milik Daerah dan badan layanan umum Daerah, pengembangan dunia usaha, serta pengendalian dan distribusi perekonomian;
c. penyiapan ...
c. penyiapan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas Perangkat Daerah di bidang badan usaha milik Daerah dan badan layanan umum Daerah, pengembangan dunia usaha, serta pengendalian dan distribusi perekonomian;
d. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah terkait pencapaian tujuan kebijakan, dampak yang tidak diinginkan, dan faktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan kebijakan di bidang pembinaan badan usaha milik Daerah dan badan layanan umum Daerah, pengembangan dunia usaha, serta pengendalian dan distribusi perekonomian;
e. pembinaan dan pemberian motivasi pegawai di bagian perekonomian dalam upaya peningkatan produktivitas dan pengembangan karier;
f. pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di lingkungan bagian perekonomian; dan g. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang
diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala bagian perekonomian membawahkan Kelompok JF dan jabatan pelaksana.
Pasal 18
Kelompok JF sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) yang diberi tugas tambahan sub koordinator, terdiri atas:
a. Kelompok sub-substansi pembinaan badan usaha milik Daerah dan badan layanan umum Daerah, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi pembinaan badan usaha milik Daerah dan badan layanan umum Daerah berdasarkan rencana operasional bagian perekonomian;
2. menyiapkan bahan perumusan penetapan kebijakan teknis pengelolaan Kelompok sub- substansi pembinaan badan usaha milik Daerah dan badan layanan umum Daerah;
3. menyiapkan ...
3. menyiapkan bahan pembinaan pengelolaan badan usaha milik Daerah dan badan layanan umum Daerah;
4. melakukan analisa perkembangan dan pencapaian kinerja badan usaha milik Daerah dan badan layanan umum Daerah;
5. melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan badan usaha milik Daerah dan badan layanan umum Daerah; dan 6. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang
diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
b. Kelompok sub-substansi pengembangan dunia usaha, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi pengembangan dunia usaha berdasarkan rencana operasional bagian perekonomian;
2. menyusun bahan perumusan kebijakan di bidang pengembangan dunia usaha dan produksi;
3. menyiapkan bahan penyusunan petunjuk teknis pembinaan di bidang pengembangan dunia usaha dan produksi;
4. mengumpulkan dan mengolah bahan dan data serta analisa pelaksanaan kegiatan pengembangan dunia usaha dan produksi;
5. memfasilitasi kegiatan dan pembinaan di bidang pengembangan dunia usaha dan produksi;
6. melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait terhadap pelaksanaan kegiatan pengembangan dunia usaha dan produksi;
7. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
c. Kelompok sub-substansi pengendalian dan distribusi perekonomian, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi pengendalian dan distribusi perekonomian berdasarkan rencana operasional bagian perekonimoian;
2. menyusun ...
2. menyusun bahan perumusan kebijakan di bidang pengendalian dan distribusi perekonomian;
3. menyusun bahan dan petunjuk teknis pembinaan di bidang pengendalian dan distribusi perekonomian;
4. melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait terhadap pelaksanaan kegiatan di bidang pengendalian dan distribusi perekonomian;
5. mengumpulkan dan mengolah data pelaksanaan kegiatan administrasi pengendalian dan distribusi perekonomian;
6. fasilitasi kegiatan dan pembinaan di bidang pengendalian dan distribusi perekonomian;
7. melaksanakan pemantauan dan evaluasi serta pelaporan di bidang pengendalian dan distribusi perekonomian; dan
8. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
Paragraf 2
Bagian Administrasi Pembangunan Pasal 19
(1) Bagian administrasi pembangunan dipimpin oleh seorang kepala bagian, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengoordinasian perumusan kebijakan program dan kegiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah, pengoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah, pengoordinasian pemantauan dan evaluasi pembangunan Daerah, pengoordinasian pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang penyusunan program, pengendalian program dan evaluasi dan pelaporan, serta membantu dan bertanggung jawab kepada asisten perekonomian dan pembangunan dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. penyusunan ...
a. penyusunan rencana operasional di lingkungan bagian administrasi pembangunan berdasarkan program kerja asisten perekonomian dan pembangunan serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan Daerah di bidang penyusunan program, pengendalian program dan evaluasi dan pelaporan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
c. penyiapan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas dibidang penyusunan program, pengendalian program dan evaluasi dan pelaporan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
d. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan terkait pencapaian tujuan kebijakan, dampak yang tidak diinginkan, dan faktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan kebijakan di bidang penyusunan program, pengendalian program dan evaluasi dan pelaporan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
e. pengoordinasian, pengumpulan serta analisa data dan informasi pembangunan untuk perencanaan program dan kegiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
f. pengoordinasian, sinkronisasi, dan harmonisasi program dan kegiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah dengan rencana kerja pemerintah Daerah dan rencana pembangunan jangka menengah Daerah;
g. pengoordinasian dan perumusan kebijakan penganggaran urusan pendukung Sekretariat Daerah;
h. pengoordinasian penyusunan pelaporan kinerja maupun pelaporan penyelenggaraan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
i. pembinaan dan pemberian motivasi pegawai di bagian administrasi pembangunan dalam upaya peningkatan produktivitas dan pengembangan karier; dan;
j. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam ...
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala bagian administrasi pembangunan membawahkan Kelompok JF dan jabatan pelaksana.
Pasal 20
Kelompok JF sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (2) yang diberi tugas tambahan sub koordinator:
a. Kelompok sub-substansi penyusunan program, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi penyusunan program berdasarkan rencana operasional bagian administrasi pembangunan;
2. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan perencanaan program dan kegiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
3. menyiapkan pengumpulan data dan informasi pembangunan untuk penyusunan perencanaan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
4. melaksanakan sinkronisasi program dan kegiatan dalam perencanaan urusan pendukung Sekretariat Daerah dengan rencana pembangunan Daerah;
5. menyiapkan bahan dan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana kerja anggaran pelaksanaan program dan kegiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
6. menyiapkan bahan perumusan rencana strategis, rencana kinerja, perjanjian kinerja, pohon kinerja, peta proses bisnis, kampanye kinerja, pakta integritas dan rencana aksi Sekretariat Daerah
7. menyiapkan data dan informasi perencanaan program dan kegiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah dalam sistem informasi pemerintahan Daerah (SIPD);
8. melaksanakan ...
8. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kelompok sub- substansi penyusunan program; dan
9. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
b. Kelompok sub-substansi pengendalian program, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi pengendalian program berdasarkan rencana operasional bagian administrasi pembangunan;
2. menyiapkan bahan perumusan kebijakan pengendalian pelaksanaan program pembangunan Daerah;
3. melaksanaan monitoring serta pelaporan pengendalian pelaksanaan program pembangunan Daerah;
4. menyusun pedoman, petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dalam rangka pengendalian, monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan Daerah;
5. melaksanakan koordinasi dan fasilitasi dalam rangka pelaksanaan pengendalian serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan Daerah;
6. mencatat, menyusun rekomendasi dan menindaklanjuti hasil temuan pengendalian, monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan Daerah;
7. mengolah dan menyajikan data hasil pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program pembangunan Daerah;
8. menyusun hasil pengendalian, evaluasi dan pelaporan sebagai bahan perumusan kebijakan pengendalian pelaksanaan program pembangunan Daerah;
9. melaksanakan ...
9. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kelompok sub- substansi pengendalian program; dan
10. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
c. Kelompok sub-substansi evaluasi dan pelaporan, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub- substansi evaluasi dan pelaporan berdasarkan rencana operasional bagian administrasi pembangunan;
2. menyusun rencana pemantauan, evaluasi dan pelaporan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
3. menyiapkan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
4. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
5. menyusun pedoman, petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program dan kegiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
6. melaksanakan koordinasi dan fasilitasi dalam rangka pelaksanaan pemantauan, evaluasi dan pelaporan program dan kegaiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
7. mencatat, menyusun rekomendasi dan menindaklanjuti hasil temuan pemantauan dan evaluasi program dan kegaiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
8. mengolah dan menyajikan data hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegaiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
9. menyusun ...
9. menyusun hasil evaluasi dan pelaporan sebagai bahan perumusan kebijakan program dan kegaiatan urusan pendukung Sekretariat Daerah;
10. menyiapkan bahan yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja dan laporan penyelenggaraan pemerintahan Daerah urusan pendukung Sekretariat Daerah;
11. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas kelompok sub- substansi evaluasi dan pelaporan; dan
12. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
Paragraf 3
Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pasal 21
(1) Bagian pengadaan barang dan jasa dipimpin oleh seorang kepala bagian, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan Daerah, pengoordinasian perumusan kebijakan Daerah, pengoordinasian pelaksanaan tugas perangkat Daerah, pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang pengelolaan pengadaan barang dan jasa, pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik, pembinaan dan advokasi pengadaan barang dan jasa, serta membantu dan bertanggung jawab kepada asisten perekonomian dan pembangunan dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. penyusunan rencana operasional di lingkungan bagian pengadaan barang dan jasa berdasarkan program kerja asisten perekonomian dan pembangunan serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan ...
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan Daerah di bidang pengelolaan pengadaan barang dan jasa, pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik, pembinaan dan advokasi pengadaan barang dan jasa;
c. penyiapan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan Daerah di bidang pengelolaan pengadaan barang dan jasa, pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik, pembinaan dan advokasi pengadaan barang dan jasa;
d. penyiapan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas perangkat Daerah di bidang pengelolaan pengadaan barang dan jasa, pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik, pembinaan dan advokasi pengadaan barang dan jasa;
e. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan kebijakan Daerah terkait pengelolaan pengadaan barang dan jasa, pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik, pembinaan dan advokasi pengadaan barang dan jasa;
f. pembinaan dan pemberian motivasi pegawai di bagian pengadaan barang dan jasa dalam upaya peningkatan produktivitas dan pengembangan karier; dan
g. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala bagian pengadaan barang dan jasa membawahkan Kelompok JF dan jabatan pelaksana.
Pasal 22
Kelompok JF sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) yang diberi tugas tambahan sub koordinator, terdiri atas:
a. Kelompok sub-substansi pengelolaan pengadaan barang dan jasa, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan ...
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi pengelolaan pengadaan barang dan jasa berdasarkan rencana operasional bagian pengadaan barang dan jasa;
2. melaksanakan inventarisasi paket pengadaan barang atau jasa;
3. melaksanakan riset dan analisis pasar barang atau jasa;
4. melaksanakan penyusunan strategi pengadaan barang atau jasa;
5. melaksanakan penyiapan dan pengelolaan dokumen pemilihan beserta dokumen pendukung lainnya dan informasi yang dibutuhkan;
6. mengelola pemilihan penyedia barang atau jasa melalui kelompok kerja pengadaan;
7. melaksanakan penyusunan dan pengelolaan katalog elektronik lokal atau sektoral;
8. membantu perencanaan dan pengelolaan kontrak pengadaan barang atau jasa pemerintah;
9. melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengadaan barang atau jasa pemerintah; dan
10. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
b. Kelompok sub-substansi pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik berdasarkan rencana operasional bagian pengadaan barang dan jasa;
2. melaksanakan pengelolaan seluruh sistem informasi pengadaan barang atau jasa (termasuk akun pengguna sistem pengadaan secara elektronik) dan infrastrukturnya;
3. melaksanakan pelayanan pengadaan barang atau jasa pemerintah secara elektronik;
4. memfasilitasi ...
4. memfasilitasi pelaksanaan registrasi dan verifikasi pengguna seluruh sistem informasi pengadaan barang atau jasa;
5. mengidentifikasi kebutuhan pengembangan sistem informasi;
6. melaksanakan pengembangan sistem informasi yang dibutuhkan oleh unit kerja pengadaan barang atau jasa;
7. melaksanakan pelayanan informasi pengadaan barang atau jasa pemerintah kepada masyarakat luas;
8. mengelola informasi kontrak;
9. mengelola informasi manajemen barang atau jasa hasil pengadaan;
10. melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan pengelolaan layanan pengadaan secara elektronik; dan
11. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
c. Kelompok sub-substansi pembinaan dan advokasi pengadaan barang dan jasa, dengan tugas sebagai berikut:
1. merencanakan kegiatan kelompok sub-substansi pembinaan dan advokasi pengadaan barang dan jasa berdasarkan rencana operasional bagian pengadaan barang dan jasa;
2. melaksanakan pembinaan bagi para pelaku pengadaan barang atau jasa pemerintah, terutama para pengelola pengadaan barang atau jasa dan personel unit kerja pengadaan barang atau jasa;
3. melaksanakan pengelolaan manajemen pengetahuan pengadaan barang atau jasa;
4. melaksanakan pembinaan hubungan dengan para pemangku kepentingan;
5. melaksanakan pengelolaan dan pengukuran tingkat kematangan unit kerja pengadaan barang atau jasa;
6. melaksanakan ...
6. melaksanakan analisis beban kerja unit kerja pengadaan barang atau jasa;
7. melaksanakan pengelolaan personil unit kerja pengadaan barang atau jasa;
8. melaksanakan pengembangan sistem insentif personel unit kerja pengadaan barang atau jasa;
9. memfasilitasi implementasi standarisasi layanan pengadaan secara elektronik;
10. melaksanakan pengelolaan dan pengukuran kinerja pengadaan barang atau jasa pemerintah;
11. melaksanakan bimbingan teknis, pendampingan, dan/atau konsultasi proses pengadaan barang atau jasa pemerintah di lingkungan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan kelurahan;
12. melaksanakan bimbingan teknis, pendampingan, dan/atau konsultasi penggunaan seluruh sistem informasi pengadaan barang atau jasa pemerintah;
13. melaksanakan layanan penyelesaian sengketa kontrak melalui mediasi;
14. melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kegiatan pembinaan dan advokasi pengadaan barang atau jasa; dan
15. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
Bagian Keempat Asisten Administrasi Umum
Pasal 23
(1) Asisten administrasi umum dipimpin oleh seorang asisten, mempunyai tugas membantu Sekretaris Daerah dalam pelaksanaan kebijakan, penyusunan kebijakan Daerah dan pengoordinasian penyusunan kebijakan Daerah di bidang umum, organisasi, protokol dan komunikasi pimpinan serta bertanggung jawab kepada Sekretaris Daerah dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. pengoordinasian ...
a. pengoordinasian perumusan program kerja di lingkungan asisten administrasi umum berdasarkan rencana strategis Sekretariat Daerah sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang umum, protokol dan komunikasi pimpinan;
c. penyusunan kebijakan Daerah di bidang organisasi;
d. pengoordinasian pelaksanaan tugas perangkat Daerah di bidang organisasi;
e. penyiapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi di bidang umum, organisasi, protokol dan komunikasi pimpinan;
f. pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang organisasi;
g. penyiapan pelaksanaan pembinaan administrasi dan aparatur sipil negara pada instansi Daerah;
h. pembinaan kemampuan dan prestasi kerja pegawai di lingkungan asisten administrasi umum;
i. pengoreksian, penyempurnaan, dan pemarafan atau penandatanganan naskah dinas yang menjadi kewenangannya;
j. pertanggungjawaban tugas di lingkungan asisten administrasi umum secara operasional dan administratif kepada Sekretaris Daerah; dan k. pelaksanaan tugas kedinaan lainnya yang
diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), asisten administrasi umum membawahkan:
a. bagian umum;
b. bagian organisasi; dan
c. bagian protokol, komunikasi, dan TU pimpinan.
Paragraf 1 ...
Paragraf 1 Bagian Umum
Pasal 24
(1) Bagian umum dipimpin oleh seorang kepala bagian, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pelaksanaan kebijakan dan pemantauan dan evaluasi di bidang keuangan, rumah tangga dan perlengkapan, serta membantu dan bertanggung jawab kepada asisten administrasi umum, dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. penyusunan rencana operasional di lingkungan bagian umum berdasarkan program kerja asisten administrasi umum serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan, rumah tangga dan perlengkapan;
c. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi serta pelaporan pelaksanaan kebijakan di bidang keuangan, rumah tangga dan perlengkapan;
d. pembinaan dan pemberian motivasi pegawai di bagian umum dalam upaya peningkatan produktivitas dan pengembangan karier; dan e. pelaksanaan tugas kedinasan lainnya yang
diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Susunan organisasi bagian umum terdiri atas:
a. subbagian keuangan;
b. subbagian rumah tangga; dan c. subbagian perlengkapan.
Pasal 25 ...
Pasal 25
(1) Subbagian keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) huruf a dipimpin oleh seorang kepala subbagian, bertanggung jawab kepada kepala bagian umum, dan bertugas:
a. merencanakan kegiatan subbagian keuangan berdasarkan rencana operasional bagian umum;
b. merencanakan kegiatan pengelolaan anggaran, keuangan, dan pertanggungjawaban anggaran di lingkungan Sekretariat Daerah;
c. menyusun dan melaksanakan kebijakan anggaran, perbendaharaan dan pertanggungjawaban di lingkungan Sekretariat Daerah;
d. melaksanakan teknis pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, anggaran dan pertanggungjawaban dilingkungan Sekretariat Daerah;
e. melaksanakan tugas penatausahaan keuangan di lingkungan Sekretariat Daerah;
f. melaksanakan pengelolaan perbendaharaan, anggaran dan pertanggungjawaban;
g. melaksanakan pembinaan dan fasilitasi perbendaharaan, anggaran dan pertanggungjawaban di lingkungan Sekretariat Daerah;
h. melaksanakan sistem pengendalian intern;
i. melakukan evaluasi dan pelaporan fungsi perbendaharaan, anggaran dan pertanggungjawaban di lingkungan Sekretariat Daerah; dan
j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala subbagian keuangan membawahkan jabatan pelaksana yang ada pada subbagian keuangan.
Pasal 26 ...
Pasal 26
(1) Subbagian rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) huruf b dipimpin oleh seorang kepala subbagian, bertanggung jawab kepada kepala bagian umum, dan bertugas:
a. merencanakan kegiatan subbagian rumah tangga berdasarkan rencana operasional bagian umum;
b. melaksanakan urusan rumah tangga Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta Sekretariat Daerah;
c. melaksanakan kebijakan pengamanan, pemeliharaan barang perlengkapan, sarana dan prasarana serta menjaga kebersihan kantor di lingkup Sekretariat Daerah;
d. melaksanakan kebijakan pengamanan, pemeliharaan barang perlengkapan, sarana dan prasarana, menjaga kebersihan dan pemeliharaan rumah jabatan;
e. melaksanakan kebijakan pengelolaan, penggunaan, pengendalian dan pemeliharaan kendaraan dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta Sekretariat Daerah serta kendaraan dinas operasional dan sewa kendaraan;
f. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan urusan rumah tangga Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta Sekretariat Daerah;
g. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala subbagian rumah tangga membawahkan jabatan pelaksana yang ada pada subbagian rumah tangga.
Pasal 27 ...
Pasal 27
(1) Subbagian perlengkapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) huruf c dipimpin oleh seorang kepala subbagian, bertanggung jawab kepada kepala bagian umum, dan bertugas:
a. merencanakan kegiatan subbagian perlengkapan berdasarkan rencana operasional bagian umum;
b. menyiapkan perlengkapan dalam kegiatan pelaksanaan acara-acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah baik upacara rutin maupun acara keprotokolan lainnya;
c. mengumpulkan dan mengolah data bahan kebijakan, penyusunan petunjuk teknis pengadministrasian inventarisasi dan penganalisaan kebutuhan barang Sekretariat Daerah;
d. melaksanakan inventarisasi barang perlengkapan Sekretariat Daerah dan rumah jabatan;
e. melaksanakan analisis dan penelitian terhadap rencana kebutuhan barang perlengkapan Sekretariat Daerah dan rumah jabatan;
f. melaksanakan kebijakan pengadaan perlengkapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta Sekretariat Daerah;
g. melaksanakan kebijakan pengelolaan, penggunaan, pengendalian dan distribusi barang perlengkapan Sekretariat Daerah dan rumah jabatan;
h. melaksanakan penyiapan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota serta Sekretariat Daerah;
i. melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan urusan perlengkapan Sekretariat Daerah dan rumah jabatan;
j. melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsi.
(2) Dalam ...
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kepala subbagian perlengkapan membawahkan jabatan pelaksana yang ada pada subbagian perlengkapan.
Paragraf 2 Bagian Organisasi
Pasal 28
(1) Bagian organisasi dipimpin oleh seorang kepala bagian, mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan Daerah, pengoordinasian perumusan kebijakan Daerah, pengoordinasian pelaksanaan tugas perangkat Daerah, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang kelembagaan dan analisis jabatan, pelayanan publik dan tata laksana, dan kinerja dan reformasi birokrasi, serta membantu dan bertanggung jawab kepada asisten administrasi umum dalam hal pelaksanaan fungsi:
a. penyusunan rencana operasional di lingkungan bagian organisasi berdasarkan program kerja asisten administrasi umum serta petunjuk pimpinan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;
b. penyiapan bahan perumusan kebijakan Daerah di bidang kelembagaan dan analisis jabatan, pelayanan publik dan tata laksana serta kinerja dan reformasi birokrasi;
c. penyiapan bahan pengoordinasian perumusan kebijakan Daerah di bidang kelembagaan dan analisis jabatan, pelayanan publik dan tata laksana serta kinerja dan reformasi birokrasi;
d. penyiapan bahan pengoordinasian pelaksanaan tugas perangkat Daerah di bidang kelembagaan dan analisis jabatan, pelayanan publik dan tata laksana serta kinerja dan reformasi birokrasi;
e. penyiapan bahan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang kelembagaan dan analisis jabatan, pelayanan publik dan tata laksana serta kinerja dan reformasi birokrasi;
f. pembinaan ...