Doi : Penerbit: LPPM Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA
DI KELAS VIII-D MTs SWASTA DARUL IHSAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016
ATAILLAH
Madrasah Tsanawiah Swasta (MTsS) Darul Ihsan, Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23373, Indonesia
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah penerapan model pembelajaran quantum teaching terhadap hasil belajar siswa materi sistem pencernaan pada manusia di kelas VIII-D MTs Swasta Darul Ihsan Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa nilai rata-rata siklus I sebesar 76,15 dan siklus II sebesar 88,08 dengan peningkatan ketuntasan siklus I sebesar 76,92% menjadi 92,31, %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran quantum teaching dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan pada manusia di VIII-D MTs Swasta Darul Ihsan.
Kata Kunci: Quantum Teaching, Hasil Belajar, Sistem Pencernaan pada Manusia.
Abstract
This study aims to find out how the application of the quantum teaching learning model to student learning outcomes in the digestive system material in humans in class VIII-D MTs Swasta Darul Ihsan 2015/2016 Academic Year. This type of research is classroom action research with a descriptive approach. Based on the results of the study note that the average value of the first cycle of 76.15 and 88.08 for the second cycle with an increase in completeness of the first cycle of 76.92% to 92.31,%.
So it can be concluded that the application of the quantum teaching learning model can improve student learning outcomes in the material digestive system in humans in VIII-D MTs Swasta Darul Ihsan.
Keywords: Quantum Teaching, Learning Outcomes, Digestive System in Humans.
PENDAHULUAN
Pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia sejak dari manusia dilahirkan ke dunia. Pendidikan dapat dipandang sebagai suatu sistem. Pendekatan sistem dalam pendidikan merupakan upaya memahami keseluruhan unsur pendidikan. Pendidikan merupakan keseluruhan yang terpadu dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi dan melaksanakan fungsi pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam mencapai tujuan pendidikan terdapat peran pendidik yang sangat penting dalam membimbing, baik kepribadian yang berkenaan dengan dimensi jasmani, rohani, akal maupun moral (Basri, Hasan, 2013:20-26).
Ataillah (Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching …)
Seorang pendidik diharuskan memiliki kompetensi dalam melaksanakan kewajibannya sebagai guru. Kompetensi merupakan kemampuan pendidik untuk menciptakan situasi belajar yang kondusif, efektif dan menyenangkan melalui strategi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pembelajaran yang diajarkan melalui situasi belajar tersebut dapat membuat peserta didik dengan mudah menerima dan memahami materi yang diajarkan oleh guru. Penerapan strategi yang baik, dapat mencapai tujuan sesuai dengan apa yang diinginkan.
Kenyataannya, di Indonesia kualitas guru masih rendah dan belum memiliki profesionalisme sebagai seorang tenaga pendidik dalam menjalankan tugasnya pada proses belajar mengajar. Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki peringkat ketiga paling rendah adalah provinsi Aceh. Pendidikan di Aceh masih rendah disebabkan banyak faktor, salah satunya disebabkan oleh sering terjadi konflik dan bencana seperti terjadinya konflik bersenjata dan tsunami yang berdampak pada mental masyarakat Aceh, seperti pola pikir yang tidak kontruktif serta trauma yang mendalam sehingga berdampak pada proses belajar mengajar.
Kualitas guru yang rendah dapat berakibat pada kertertinggalan pendidikan di daerah tersebut. Walaupun guru bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan dalam bidang pendidikan, tetapi pendidikan berpedoman kepada tenaga pengajar yaitu guru. Rendahnya kualitas guru terdapat hampir pada berbagai bidang studi yang ada, tak terkecuali pada bidang studi IPA. Ilmu IPA adalah ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang materi yang meliputi struktur, susunan, sifat dan perubahan-perubahan materi serta energi yang menyertainya. Kehidupan yang dijalani saat sekarang ini tidak terlepas dari berbagai bahan IPA. Ilmu IPA memiliki kedudukan yang terpenting dan penghubung terhadap ilmu-ilmu yang lainnya. Manfaat yang didapatkan dalam mempelajari bidang studi IPA adalah
Ataillah (Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching …)
pemahaman tentang suatu proses yang terjadi di alam sekitar kita (Susilowati, Endang dan Tarti Harjani, 2013: 4-6).
Bidang studi IPA yang sangat erat kaitannya dengan alam dan kehidupan sehari-hari, namun tak sedikit siswa menganggap pelajaran IPA sebagai suatu pelajaran yang sukar dimengerti. Hal tersebut seharusnya dapat menuntut guru lebih variatif dalam penggunaan model yang akan diterapkan pada pembelajaran berlangsung. Guru yang tidak menerapkan model pembelajaran, menjadikan sebagian siswa merasa bosan dan timbul perasaan tidak senang terhadap bidang studi IPA dan akan berdampak pada nilai akhir pelajaran IPA nantinya.
Penggunaan model yang variatif dapat membantu guru melaksanakan tugas sebagai pendidik dengan waktu yang tersedia serta memanfaatkan fasilitas yang ada. Model pembelajaran yang variatif juga dapat menjadikan siswa lebih semangat serta merasa tertarik mengikuti pembelajaran penuh dan berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran variatif yang dapat menuntun siswa aktif dan menyenangkan dalam menghadapi pembelajaran IPA, khususnya sistem pencernaan pada manusia adalah model pembelajaran quantum teaching.
Model pembelajaran quantum teaching merupakan cara belajar yang menyenangkan dengan memanfaatkan segala fasilitas yang ada yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Model Pembelajaran quantum teaching berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas dan interaksi yang mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar.
Pembelajaran quantum teaching menerapkan berbagai interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar mencakup unsur-unsur untuk belajar afektif. Interaksi yang dilakukan dapat mengubah kemampuan peserta didik yang dapat bermanfaat bagi dirinya dan orang lain (DePorter, Bobbi, 2004: 3-5).
Ataillah (Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching …)
Hasil observasi awal lapangan di Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Darul Ihsan yang merupakan salah satu sekolah favorit di Kabupaten Aceh Besar, didapati dalam proses pembelajaran berlangsung guru tidak menggunakan model pembelajaran. Siswa yang duduk dibarisan depan dengan seksama mendengarkan guru menjelaskan materi pembelajaran, sedangkan siswa yang duduk dibelakang berbicara dengan temannya tanpa memperhatikan guru dan terdapat juga siswa yang melamun pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Proses pembelajaran dengan tidak menggunakan model pembelajaran, tentunya dapat membuat siswa cepat bosan dan menjadikan siswa tidak bersemangat dalam menerima materi yang diajarkan.
Wawancara yang dilakukan dengan beberapa siswa kelas VIII-Dan MTs Swasta Darul Ihsan, siswa tersebut menyatakan kurangnya memahami materi yang yang diajarkan oleh gurunya. Siswa tidak memiliki buku pegangan, oleh karena itu siswa hanya diberi catatan, sedikit penjelasan mengenai materi yang telah dicatat dan kemudian diberikan soal latihan. Guru yang memberikan soal latihan kepada siswa, selanjutnya dikerjakan oleh guru itu sendiri. Siswa tidak diberi kesempatan mengerjakan soal di depan kelas, karena guru tersebut menganggap siswanya kurang memiliki kemampuan untuk mengerjakan soal yang diberikan. Kondisi ini tentu akan berdampak pada siswa itu sendiri, sehingga siswa menjadi tidak aktif dan kurangnya rasa percaya diri mereka.
Berdasarkan hasil wawancara awal dengan guru mata pelajaran IPA, waktu yang terbatas menjadikan hambatan guru dalam menyampaikan materi. Waktu yang tidak cukup, membuat siswa harus melanjutkan belajar sendiri di rumah. Pemilihan materi sistem perencanaan pada manusia didasarkan pada penyesuaian dengan silabus pada kurikulum.
Selain itu, sebagian siswa belum dapat menganalisis sistem pernapasan pada manusia dan memahami gangguan pada sistem pernapasan serta upaya menjaga kesehatan sistem pernapasan. Kesulitan siswa dalam memahami materi hirdolisis garam terlihat pada hasil
Ataillah (Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching …)
belajar siswa tahun lalu dengan nilai rata-rata 51,0. Nilai yang diperoleh tidak mencapai KKM yang telah ditetapkan sekolah, sedangkan KKM sekolah itu adalah 65.
Berbagai permasalahan yang ditemukan oleh penulis pada saat melakukan observasi awal yang telah diuraikan di atas, bisa diatasi dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat, menuntut keaktifan siswa, serta menyenangkan pada saat kegiatan belajar mengajar dilaksanakan. Banyak model pembelajaran yang dapat diterapkan dengan memperhatikan unsur-unsur di atas (seperti; menuntut keaktifan siswa, menyenangkan dan keunggulan- keunggulan lainnya), salah satunya adalah model quantum teaching. Model quantum teaching merupakan model pembelajaran yang menyenangkan dengan memanfaatkan segala fasilitas yang ada untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran dengan menggunakan model quantum teaching, dapat menerapkan berbagai interaksi yang terdapat di dalam dan di sekitar proses atau momen belajar yang berlangsung serta mencakup unsur-unsur belajar yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimanakah penerapan model pembelajaran quantum teaching terhadap hasil belajar siswa materi sistem pencernaan pada manusia di kelas VIII-D MTs Swasta Darul Ihsan Tahun Pelajaran 2015/2016.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif.
Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Swasta Darul Ihsan yang beralamat di Jln. Tgk. Glee Iniem, Desa Siem, Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar. Pelaksanaan penelitian ini berlangsung pada semester ganjil yang direncanakan akan berjalan pada Bulan Agustus-Oktober 2015, tahun pelajaran 2015/2016.
Subjek penelitian merupakan sumber data yang dimintai informasinya sesuai dengan masalah penelitian. Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas VIII-D yang terdiri dari 26 orang siswa. Pemilihan kelas ini dikarenakan hasil belajar siswa rendah di kelas tersebut dan juga penulis mengajar di kelas tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
Ataillah (Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching …)
penelitian ini adalah melalui tes hasil belajar siswa, observasi aktivitas siswa, angket respon siswa dan observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis statistik deskriptif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian diuraikan dalam tahapan yang berupa silkus-siklus pembelajaran yang dilakukan dalam proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Pada Pra siklus diketahui bahwa dari 26 siswa, diperoleh 15 siswa yang sudah tuntas dalam memahami materi struktur dan fungsi tumbuhan dan terdapat 11 siswa yang belum tuntas dalam memahami pembelajaran tersebut. Hasil persentase ketuntasan yang didapatkan pada pra siklus adalah 57,7% dengan nilai rata-rata 73. Nilai tertinggi adalah 90 dan nilai terendah adalah 60. Pada pra siklus, hingga guru peneliti melakukan tahap siklus I.
Siklus I
Pembelajaran pada siklus I ini dilaksanaakan pada 31 Agustus sampai dengan 2 September dengan alokasi waktu untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah (5 x 40 menit) dengan mampu menggambar model pada berbagai bahan dan beragam teknik.
Prosedur pelaksanaan pada siklus I meliputi tahap perencanaan siklus I, tahap tindakan siklus I, tahap observasi siklus I, dan tahap refleksi siklus I.
a. Tahap Perencanaan Siklus I
Pada tahap perencanaan, peneliti mempelajari kurikulum sekolah kelas VIII-D, membuat silabus, merancang Rencana Pelaksanaan pembelajaran, Lembar Kegiatan Siswa, dan membuat tes siklus I serta kisi-kisinya. Pada tahap ini, peneliti mengacu pada penggunaan model quantum teaching.
b. Tahap Pelaksanaan Siklus I
1. Pertemuan pertama
Ataillah (Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching …)
Pelaksanaan proses pembelajaran pertemuan pertama bertujuan agar siswa dapat mampu memahami berbagai bahan dan zat makanan.
2. Pertemuan kedua
Prosedur pelaksanaan pertemuan kedua sama dengan pertemuan pertama. Pada pertemuan kedua ini materi yang diajarkan adalah tentang memahami sistem organ pencernaan.
3. Pertemuan ketiga
Pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada tanggal 2 September 2015. Sesuai dengan pemberitahuan peneliti pada pertemuan sebelumnya, bahwa akan diadakan tes pada pertemuan ini.
c. Tahap Observasi Siklus I
Pada tahap ini, guru yang manjadi observasi melaksanakan pengamatan secara langsung terhadap aktivitas guru dan aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung.
d. Tahap Refleksi Siklus I
Berdasarkan hasil observasi pada tindakkan pembelajaran siklus I, diketahui masih banyak kekurangan yang dilakukan guru, diantaranya: Siswa kurang termotivasi, Kemampuan prasyarat siswa masih kurang, sehingga ada beberapa siswa yang belum siap dan belum paham. Serta adanya kegiatan siswa selain diskusi pembelajaran yang tidak terperhatikan dan ada kelompok yang kurang memahami cara mengerjakan LKS.
Siklus II
Pelaksanaan pembelajaran siklus II merupakan tindakan perbaikan dari pelaksanaan pembelajaran siklus I dalam penelitian ini. Pembelajaran pada siklus II ini dilaksanaakan pada 14 -16 September 2015 dengan alokasi waktu untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) adalah (3 x 40 menit) dengan materi memahami enzim pencernaan, dan memahami berbagai penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan serta menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan.
Ataillah (Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching …)
a. Tahap Perencanaan Siklus II
Pada tahap perencanaan, peneliti mempelajari kurikulum sekolah kelas VIII-D, membuat silabus, merancang Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP), Lembar Kegiatan Siswa (LKS), dan membuat soal tes siklus 2. Rencana Pelaksanaan pembelajaran berisi skenario pembelajaran yang merupakan perbaikan siklus pertama dan harus dilaksanaan dalam pembelajaran, agar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dapat dicapai.
b. Tahap pelaksanaan Siklus II
1. Pertemuan pertama
Pelaksanaan proses pembelajaran pertemuan pertama bertujuan agar siswa dapat memahami enzim pencernaan, dan memahami berbagai penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan serta menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan.
2. Pertemuan Kedua
Pertemuan kedua ini dilaksanakan pada tanggal 16 September 2015. Sesuai dengan informasi sebelumnya, bahwa pada pertemuan ini akan dilaksanakan tes siklus II.
c. Tahap Observasi Siklus II
Observer melaksanakan observasi terhadap aktivitas guru dan aktifitas siswa selama pembelajaran berlangsung.
d. Refleksi (Reflection)
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data yang diperoleh guru dan pengamatselama tatap muka pada siklus kedua terlihat adanya keberhasilan baik dari pihak guru maupun siswa.
Angket Respon Siswa
Setelah pelaksanaan pembelajaran siklus I dan siklus II selesai, guru membagikan angket kepada siswa untuk mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap model
Ataillah (Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching …)
pembelajaran Quantum Teaching pada materi yang sudah diajarkan di MTs Swasta Darul Ihsan.
Pada angket respon siswa didapatkan bahwa lebih dari 80% siswa senang terhadap komponen pembelajaran respon siswa positif terhadap penerapan model pembelajaran Quantum Teaching pada materi memahami enzim pencernaan, dan memahami berbagai
penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan.
Tabel 1. Hasil tes Prasiklus, siklus I dan Siklus II
No Nama Siswa
Hasil belajar siswa
Prasiklus Siklus I Siklus II
1 Ade Raudhatul Izzah 62 80 84
2 Adellya Khumairah 80 88 92
3 Aderina Amellia 65 78 88
4 Aura Adilla 84 86 94
5 Cut Fuja Nuriyanda 65 65 85
6 Dinda Akhina 68 85 95
7 Farah Phoenna 60 60 70
8 Fira Bilqis Luqyana 68 80 90
9 Haura Al Kasyfiya 66 80 92
10 Ichwani 70 70 82
11 Isna Safira 85 90 100
12 Mariya Ulfah 65 78 89
13 Muthmainnah 82 82 94
14 Najla Farah Fadhillah 85 85 97
15 Nirwana 70 76 84
16 Nova Ilya Rahmi 90 90 98
17 Nur Ismahani 67 80 88
18 Nurhaliza 85 87 92
19 Nurul Rahimi 86 89 86
20 Putri Miska Raihana 68 70 70
21 Raisatuddina 60 70 80
22 Ridhia Zahraini 78 80 88
23 Sallu Khairiah 80 82 90
24 Silmi Lisani 65 70 80
25 Zahratun Oula 68 75 89
26 Zulfia 76 82 93
Jumlah 1898 2058 2290
Rata-rata 73 79,15 88,08
Persentase Ketuntasan 57,7% 76,92% 92,31%
Ataillah (Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching …)
PEMBAHASAN
Pelaksanaan pembelajaran pada penelitian ini dilakukan dengan mengikuti model pembelajaran Quantum Teaching. Berdasarkan pelaksanaan dan observasi yang dilakukan pada siklus I dan siklus II diperoleh hasil bahwa aktivitas guru mengelola pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching pada siklus I adalah baik dengan rata-rata 4,47 dan pada siklus II berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata 4,79. Hasil observasi terhadap aktivitas guru pada siklus II mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. Sedangkan observasi terhadap aktivitas siswa pada siklus I tidak aktif karena belum semua aspek aktivitas siswa berada pada toleransi waktu yang diberikan, akan tetapi pada siklus II aktivitas siswa sudah aktif (baik) karena setiap aspek aktivitas siswa berada pada toleransi waktu yang diberikan. Sesuai hasil observasi tersebut diketahui aktivitas siswa pada siklus II mengalami peningkatan jika dibandingkan pada siklus I.
Selanjutnya hasil belajar siswa yang diperoleh pada siklus I menunjukkan bahwa dari 26 siswa yang mengikuti tes siklus I, siswa yang tuntas berjumlah 20 siswa sedangkan yang tidak tuntas berjumlah 6 siswa. Sedangkan pada siklus II diperoleh hasil bahwa dari 26 siswa yang mengikuti tes siklus II, siswa yang tuntas berjumlah 24 siswa, sedangkan yang tidak tuntas berjumlah 2 siswa. Pada Prasiklus siswa yang tuntas adalah sebanyak 11 siswa sedangkan yang tidak tuntas juga 15 siswa. Sehingga diketahui bahwa hasil belajar siswa terus meningkat.
Berdasarkan kriteria keberhasilan tindakan, siswa tuntas secara individual jika memperoleh nilai minimal 70 dan siswa dikatakan tuntas secara klasikal apabila ≥ 80% siswa tuntas secara individual. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Pencernaan pada Manusia di VIII-D MTs Swasta Darul Ihsan.
Ataillah (Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching …)
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan tentang penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching Materi Sistem Pencernaan pada Manusia di VIII-D MTs Swasta Darul Ihsan, dapat disimpulkan bahwa: “Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Pencernaan pada Manusia di VIII-D MTs Swasta Darul Ihsan.
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Quantum Teaching pada pembelajaran, guru memiliki kewajiban untuk berikan rambu-rambu atau
patokan yang jelas tentang materi dan informasi apa saja yang harus dicari oleh siswa.
Sedangkan pada siswa Diharapkan lebih meningkatkan konsentrasi dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Basri, Hasan. (2013). Landasan Pendidikan. Jawa Barat: CV. Pustaka Setia.
Susilowati, Endang dan Tarti Harjani, 2013: 4-6).
DePorter, Bobbi dkk. (2010). Quantum Teaching (terj. Nilandari Ary). Bandung: Kaifa.