OPTIMALISASI PENGGUNAAN PRODUKSI DALAM NEGERI
Latar Belakang
Peningkatan penggunaan TKDN diharapkan mampu mengakselerasi tingkat produktivitas nasional demi mendukung pemulihan ekonomi pasca Covid 19.
2017 “Saya minta agar TKDN harus ditempatkan sebagai kebijakan strategis yang harus dijalankan secara
konsisten” dalam Ratas Evaluasi Implementasi TKDN
4,97%
2,97%
-5,32%
-3,49%
-2,19%
Axis Title
Tren Pertumbuhan Ekonomi Indonesia y-o-y Q4 Q1 Q2 Q3 Q4
2020
2021
Historical Record, instruksi dan ajakan Presiden Jokowi dalam peningkatan penggunaan TKDN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi
“Presiden Jokowi memerintahkan agar proyek dari APBN dan stimulus terkait pandemi covid 19
menggunakan produk dalam negeri atau TKDN”
Peningkatan produktivitas nasional yang dipicu dengan peningkatan penggunaan TKDN
merupakan salah satu kunci akselerasi ekonomi
“Produk dalam negeri, gaungkan. Gaungkan juga
benci produk luar negeri. Bukan hanya cinta, tapi
juga benci. Jadi cinta barang kita, tapi benci produk
luar negeri”
Latar Belakang
BUMN diharapkan menjadi pelopor peningkatan penggunaan produk dalam negeri sebagaimana telah menjadi prioritas pemerintah ke depan .
Target Pemerintah terkait peningkatan
TKDN dalam RPJMN 2020 - 2024
50%
Di 2024
Dalam rangka menguatkan struktur industri dalam negeri dan
mengurangi ketergantungan produk impor, nilai TKDN rerata sebesar 43,3% pada tahun 2020 dan naik menjadi 50% pada tahun 2024
“Meminta semua pihak untuk memperbanyak Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam proyek proyek yang dikerjakan. Luhut secara khusus meminta BUMN untuk memastikan TKDN dalam setiap proyek yang digarap” Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, 29 Juli 2020
“Peningkatan utilisasi TKDN merupakan kunci utama agar Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri di sector Farmasi, khususnya dalam hal produksi bahan baku obat.” Menteri Prindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, 27 Mei 2020
“Tentu catatan dari Pasar Digital (PaDi) UMKM sendiri kalua kita lihat masih juga ada beberapa barang Asing yang masuk. Nah karena itu kita juga sekarang memperkuat daripadanya TKDN”
MenBUMN, Erick Tohir 18 Maret 2020 dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR
4
Tiga permasalahan utama peningkatan utilisasi TKDN
AVAILABILITY
Rendahnya Tingkat Produksi (Supply) barang dan atau jasa local yang disebabkan oleh :
• Minimnya produsen domestic terkait
penyediaan, pengolahan dan distribusi bahan baku produk atau jasa terkait
Compatibility
Tingginya Trust Issue penggunaan produk dalam negeri, akibat :
• Rendahnya nilai safety product.
• Belum terstandarnya spec atau kualitas produksi
• Belum optimalisasinya uji reliability local product
Affordability
Kurang kompetitifnya harga produk domestic, yang disebabkan oleh :
• Tidak optimalnya biaya Operasional dan maintenance
• Tingginya Bea Masuk Bahan Baku
• Tidak adanya Preferensi harga antara user dan produsen
PENTINGANNYA DUKUNGAN KOLABURASI ANTARA TIGA PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM IMPLEMENTASI TKDN Pemerintah (Government) Pemangku kebijakan yg melakukan
harmonisasi peraturan agar user dan produsen dapat melakukan pengadaan barang atau jasa
Produsen (Penyedia) Menyediakan barang dan atau jasa dan juga memiliki sertifikasi TKDN
Pengguna (user)
Kementerian/lembaga/
BUMN yang melakukan
pengadaan barang atau jasa
Perpres : No. 16 Tahun 2018 Tentang
Perubahan atas
Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Permen Perindustrian No. 57 Tahun 2006
Tentang
Penunjukan Surveyor sebagai Pelaksana verifikator capaian TKDN atas barang dan jasa
produksi dalam negeri
Permen BUMN No.
08/2019 Tentang
Pedoman Pengadaan B/J dilingkungan BUMN
Permenperin No. 16/2011 Tentang
Ketentuan dan Tatacara Perhitungan TKDN dan BMP PTK 007 Rev. 4/2017
Tentang
Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai KKKS Permen ESDM No. 15/2013
Tentang
Penggunaan Produk Dalam Negeri Pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
REGULASI TKDN
Peraturan pemerintah : No. 29 Tahun 2018 Tentang
Tentang Pemberdayaan Industri
Permenperin No. 29/2017 Tentang
Tentang “ Ketentuan dan Tata Cara Perhitugan Nilai TKDN Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam & Komputer Tablet”
Permen Kominfo No. 27/2015 Tentang
Persyaratan Teknis Alat dan/atau Perangkat Perangkat
Telekomunikasi Berbasis Standar
Teknologi Long Term Evolution
PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 16 TAHUN 2011
Tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri
PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 04 TAHUN 2017
Tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya
PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 29 TAHUN 2017
Tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam dan Komputer Tablet
PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 16 TAHUN 2020
Tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Farmasi
PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 22 TAHUN 2020
Tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Elektronika dan Telematika
PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN NOMOR 27 TAHUN 2020
Tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle)
Saat ini ada 6 Ketentuan Dan Tata Cara Perhitungan TKDN
COST BASED
MATERIAL BASED
MATERIAL + PROCESS BASED
PROCESS BASED
COST + PROCESS BASED
COST + PROCESS BASED
KEPPRES N O . 24 T AHUN 2018
KETUA
Menko. Bid. Kemaritiman
WAKIL KETUA
Menko. Bid. Perekonomian Ketua Harian
Menteri Perindustrian
Anggota :
- Menteri Dalam Negeri - Menteri Keuangan - Menteri Pertanian - Menteri Kesehatan - Menteri ESDM
- Menteri Perhubungan - Menteri Perdagangan - Menteri PUPERA
- Menteri Pendidikan& Kebudayaan
- Menteri Riset, Teknologi & Pendidikan Tinggi - Menteri KOMINFO
- Menteri BUMN
- Jaksa Agung RI - Sekretaris Kabinet - Ka. BPPT
- Ka. BKPM - Ka. BPKP - Ka. LKPP - Ketua KPPU
- Ketua Umum KADIN
Sekeretaris
Sekjen Kementerian Perindustrian
Tim Nasional
P3DN
KUALITAS KAPASITAS Evaluasi
Quality
Menghitung Kemampuan Perusahaan KONSEP SUPPLY
SURVEY & VERIFIKASI INDUSTRI PENUNJANG
RENCANA BELANJA/
PENGADAAN
INFORMASI WILAYAH KERJA
PENGGUNA
barang dan jasa Dalam
Negeri
supply kebutuhan barang dan jasa
Dalam Negeri KONSEP DEMAND
SURVEY & VERIFIKASI INDUSTRI PENGGUNA BARANG
01
03 02
05
06 04
07
Evaluasi Kemampuan Supply Demand produk Dalam Negeri
Neraca Komoditas Industri Dalam Negeri
Masterlist
Analisa Kebijakan yang menghambat Industri Dalam Negeri
Subtitusi impor
Peluang Investasi
Pohon Industri Dalam Negeri
MONITORING PENINGKATAN INDUSTRI DALAM NEGERIPENGGUNAAN INDUSTRI DALAM NEGERI
1
Supply Chain Industri Dalam Negeri2
3
4
Kebijakan Existing VS Ekosistem Industri Dalam Negeri
Kebijakan Existing VS Transfer Teknologi
Target Penggunaan Produk Dalam Negeri disetiap Pengadaan (Road Map TKDN)
1
2
3
KOMITMEN
SERTIFIKAT TKDN
VS Kontrak PengadaanPersaingan masing-masing industri
TKDN MONITORING
INDUSTRI DALAM NEGERI MENJADI
LOKOMOTIF PERTUMBUHAN INDUSTRI
DAN PEREKONOMIAN NASIONAL
P3DN MENDORONG INDUSTRI DALAM NEGERI MENJADI LOKOMOTIF PEREKONOMIAN NASIONAL
KONSEP P3DN
GAMBARAN UMUM
Implementasi program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN) merupakan kebijakan
strategis yang memberikan multiplier effectterhadap pertumbuhan perekonomian nasional
Implementasi dari kebijakan P3DN mampu :
Mewujudkan industri yang mandiri, berdaya saing, maju dan hijau
Membuka kesempatan bekerja
Meningkatkan kemakmuran & kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan
Mewujudkan industri nasional sebagai penggerak perekonomian nasional
Contoh keberhasilan implementasi TKDN pada sektor hulu migas. Dari enam tahun terakhir terjadi
peningkatan penggunaan kandungan lokal daritahun 2016 sebesar 54% menjadi 60% di tahun 2019 yang menunjukan pertumbuhan industri dalam negeri serta penyerapan tenaga kerja lokal dalam mensuplai kebutuhan di sektor hulu migas
6
Pemetaan Implementasi TKDN per sektorDeskripsi Oil and Gas Coal and Mining
Agriculture and
Food Healthcare Transportation and Logistic
Building &
Infrastructure ICT and Telecom
Industrial Manufacturing
Consumer Product and
Retail
Government and Institutions
Power and Utilities
Financial Services
Defence Industry
1. Sosialisasi TKDN
2. Pembentukan Tim TKDN
3. Pembuatan Regulasi TKDN 4. Sertifikat TKDN
Produk 5. Verifikasi TKDN
Proyek
6. Penerapan Sanksi TKDN
7. Penerapan TKDN Capex - Opex
8.
Verifikasi Kemampuan Industri
Ket : Sudah Berjalan Dalam Proses Belum Berjalan
Kegiatan 2021 2022
Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4
1 Workshop TKDN bagi Kementerian yg belum memiliki kebijakan TKDN khusus sektor 2 Pembentukan Tim P3DN masing-masing kementerian
3 Identifikasi kemampuan industri dalam negeri pada sektor tersebut. Metodologi: Verifikasi Kemampuan Industri, Focus Group Discussion
4 FGD perhitungan TKDN sesuai karakteristik sektor
5 Penyusunan peta jalan (roadmap) peningkatan TKDN masing – masing sektor
6 Penyusunan regulasi/ peraturan menteri tentang ketentuan tata cara perhitungan TKDN bagi sektor tersebut berserta roadmap peningkatan TKDN
7 Implementasi TKDN
8 Monitoring dan Evaluasi TKDN
PROGRAM KERJA TKDN DI KEMENTERIAN
Kegiatan 2021 2022
Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4
1 Workshop TKDN dan Pemetaan Kluster BUMN Prioritas
2 Pembentukan Tim P3DN Kementerian BUMN (Ketua, Perwakilan masing – masing kluster BUMN)
3
Perumusan regulasi/ kebijakan P3DN dalam pengadaan barang & jasa di lingkungan BUMN:
a. Kewajiban Penggunaan Produk Dalam Negeri b. Sertifikat TKDN, Evaluasi Prefrensi Harga c. Monitoring Penggunaan Produk Dalam Negeri 4 Pelatihan perhitungan self-assessment TKDN per kluster 5 Self assessment TKDN di masing – masing BUMN
6 Verifikasi TKDN Capex-Opex BUMN
7 Verifikasi Kemampuan Industri Penunjang 8 Penyusunan roadmap TKDN BUMN
9 Pembuatan dashboard E-Monitoring TKDN BUMN 10 Utilisasi dashboard E-Monitoring TKDN BUMN 11 Peningkatan TKDN di masing – masing BUMN
PROGRAM KERJA TKDN DI BUMN
CONCLUSION
Indikasi target TKDN
Sumber: Perpres 18/2020. RPJMN 2020-2024
Sumber: Permenperin 15/2020. Renstra Kemenperin 2020-2024
Tahun
2021 2022 2023 2024 Nilai capaian penggunaan produk
dalam negeri dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah
48% 49,5% 50,9% 52,5%
Produk industri yang mendapatkan
sertifikat TKDN (produk per tahun) 6.500 7.000 7.500 8.000
Nilai Pengadaan 2021 2022 2023 2024
Nilai Capex BUMN
Sumber: Permen BUMN 8/2020. Renstra BUMN 2020-2024
Rp 532 T Rp 577 T Rp 627 T Rp 680 T Belanja Kementerian/ Lembaga
Sumber: UU 9/2020. APBN 2021
Rp 1.032 T
Data APBN belum tersedia
Total Rp 1.564 T
Mengacu pada implementasi TKDN di sektor hulu migas yg sudah established (slide 1), dengan nilai TKDN tahun 2020 sebesar 57% dari nilai pengadaan sebesar 8.498 juta USD maka terdapat optimalisasi penggunaan produk dalam negeri sebesar 4.844 Juta USD atau Rp 68,4 Triliun
Nilai pendapatan verifikasi TKDN pada sektor hulu migas tahun 2020 sebesar Rp 27,3 Miliar
Pada tahun 2021 nilai belanja modal BUMN dan belanja kementerian sebesar Rp 1.564 Triliun. Jika target nilai TKDN tahun 2021 sebesar 48% dapat tercapai maka terdapat penggunaan produk dalam negeri sebesar Rp 750,7 Triliun.
Dari nilai tersebut, nilai potensi pendapatan kegiatan verifikasi TKDN BUMN dan kementerian sebesar Rp 300,4 Miliar
Dukungan Pemerintah yang dibutuhkan
Perumusan regulasi P3DN pengadaan barang dan jasa baik dalam pemerintah maupun BUMN
Kementerian terkait perlu segera membuat daftar barang diwajibkan
Sertifikasi TKDN
• Sertifikasi TKDN 2021 5.641 Produk
• Sertifikasi TKDN 2008 – 2021 24.960 Produk
No Nama Proyek Investasi (T Rp) PIC Lokasi Status
1 Jalan Tol Semarang Harbour (26,16 Km)*, Jateng
18.70 Kementerian PUPR Semarang Persiapan, Market Sounding
KPBU – konstruksi 2021 2 Underground Simpang Lima,
Jateng
0.80 Kementerian PUPR Semarang Perencanaan – DED
3
Jalan Tol Makassar - Maros - Sungguminasa - Takalar (Mamminasata) (48,12 Km), Sulsel*
9.20 Kementerian PUPR Sulawesi Selatan Perencaaan – market sounding
4
Penambahan Lingkup Jalan Tol Solo - Yogya - Kulon Progo , Jateng dan DI Yogyakarta - Penambahan ruas Solo – Yogyakarta – Kulon Progo (93,14 Km)*
28.6 Pemda Kalimatan Timur Semarang, DI Yogyakarta Izin BPTJ, selesai tender kontraktor. Targer operasi 2023
Seksi I & II : operasional Seksi III & IV : Pengadaan Lahan
6
Penambahan Lingkup Jalan Tol Bogor Ring Road semula sepanjang 11 Km menjadi 29 Km, Jabar Penambahan ruas Salabenda – Dramaga – Caringin (18 Km)*
2.40 Kementerian PUPR Jawa Barat Kajian
7
Penambahan Lingkup Jalan Tol Ngawi - Kertosono - Kediri menjadi 108 Km
1.80 Kementerian PUPR Jawa Timur Operasional
8 Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban (37,7 Km)
6.00 Kementerian PUPR Jawa Barat Market Sounding KPBU
9 Jalan Tol Samarinda - Bontang (94 km)
10.70 Kementerian PUPR Kalimantan Timur Kajian Pra-desain
10
Jalan Akses Exit Toll Menuju Jalan Nasional Terdekat (188 Km)
NA Kementerian PUPR
11
Jalan Tol Gedebage - Tasikmalaya - Cilacap (206,65 Km)
34.00 Kementerian PUPR Jawa Barat - Jawa Tengah PQ kontraktor, rencana operasional 2024
12
Jalan Tol Medan - Binjai - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera
Hutama Karya Sumatera Utara
13
Jalan Tol Pekanbaru - Kandis - Dumai bagian dari 8 ruas Trans Surnatera
Hutama Karya Riau
14
Jalan Tol Kisaran - Tebing Tinggi - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera
Hutama Karya Sumatera Utara
15
Jalan Tol Sigli - Banda Aceh - bagian dari 8 ruas Trans Sumatera
Hutama Karya Aceh 5
Penambahan Lingkup Jalan Tol Depok - Antasari semula sepanjang 21,5 Km menjadi 27,9 Km, Jabar - Penambahan ruas
NA Kementerian PUPR Jawa Barat
PROYEK STRATEGIS NASIONAL
2020 - 2024
JALAN DAN JEMBATAN
No Nama Proyek Investasi (T Rp) PIC Lokasi Status
16 Jalan Tol Binjai - Langsa - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Aceh & Sumatera Utara
17
Jalan Tol Bukittinggi - Padang Panjang Lubuk Alung - Padang - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Sumatera Barat
18
Jalan Tol Rantau Prapat - Kisaran - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Sumatera Utara
19
Jalan Tol Langsa - Lhokseumawe - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Aceh
20 Jalan Tol Lhokseumawe - Sigli - bagian clari Trans Sumatera
Hutama Karya Aceh
21
.Jalan Tol Pekanbaru Payakumbuh - Buki+-tinggi Trans Sumatera Bangkinang – Trans Sumatera
Hutama Karya Sumatera Barat & Riau
22
Jalan Tol Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Prapat - Tarutung - Sibolga - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Sumatera Utara
23
Jalan tol Betung (Sp. Sekayu) - Ternpino - Jambi - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Jambi & Sumatera Selatan
24 Jalan Tol Jarmbi - Rengat - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Sumatera Selatan
25 Jalan tol Rengat - Pekanbaru - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Riau & Sumatera Utara
26
Jalan Toi Dumai - Sp. Sigambal - Rantau Prapat - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Riau & Sumatera Utara
27
Jalan Tol Simpang Indralaya. - Muara Enirn - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Sumatera Selatan
28
Jaian Tol Muara Enim - Lubuk Linggau - Lahat - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Sumatera Selatan
29
Jalan Tol Lubuk Linggau - Curup Bengkulu - bagian dari Trans Sumatera
Hutama Karya Sumatera Selatan &
Bengkulu
PROYEK STRATEGIS NASIONAL
2020 - 2024
JALAN DAN JEMBATAN
No Nama Proyek Investasi (T Rp) PIC Lokasi Tahun
1 MRT Jakarta North – South Corridor 39,5 PT Mass Rapid Transit Jakarta DKI Jakarta 2018 - 2024 (Fase II)
2 Light Rail Transit Jakarta, Bogor,
Depok and Bekasi 23 PT Adhi Karya, PT INKA, PT Kereta Api
(Persero) DKI Jakarta and West Java 2015 - 2019
3 Light Rail Transit Jakarta 9,8 JAKPRO DKI Jakarta 2019-2022
4
Penyeleggaraan Angkutan Massal Berbasis Rel Wilayah Badung – Buleleng
Bali (Fase II)
5
Jakarta Mass Rapid Transit (MRT) North - South (Bundaran HI - Kota - Ancol Barat)
PT Mass Rapid Transit Jakarta DKI Jakarta
6
Light Rail Transit (LRT) Provinsi Sumatera Selatan (Metro Palembang)
12,5 Sumatera Selatan
7
Kereta Api Logistik Lahat - Muara Enim - Prabumulih - Tarahan/
Lampung dan Prabumulih - Kertapatil Palembang
Sumatera Selatan
PROYEK STRATEGIS
NASIONAL 2020 – 2024
PERKERETAAPIAN
No Nama Proyek Investasi (T Rp) PIC Lokasi Status 1 Pengembangan Bandara Adi
Sumarmo
1.40 PT Angkasa Pura I &
Kementerian Perhubungan
Jawa Tengah Selesai
2 Pengembangan Bandara Internasional Lombok Praya
1.80 PT Angkasa Pura I &
Kementerian Perhubungan
Nusa Tenggara Barat Kontruksi 16%, target operasi awal 2021
3 Pembangunan Bandar Udara Nabire 1.20 Kementerian Perhubungan Papua Barat Konstruksi , target operasi 2021
4 Pembangunan Bandar Udara Baru Siboru Fak Fak
0.80 Kementerian Perhubungan Papua Barat Kontruksi
5 Bandar Udara Komodo - Labuan Bajo
1.10 Kementerian Perhubungan Nusa Tenggara Timur Operasional
6 Bandara Udara Kediri 9.00 KPBU Kemenhub-PT
Gudang Garam
Jawa Timur
7 Bandar Udara Bali Utara 21.00 Kementerian perhubungan Bali Masuk PSN, rencana operasional
2023
PROYEK STRATEGIS
NASIONAL 2020 – 2024
BANDAR UDARA
No Nama Proyek Investasi (T Rp) PIC Lokasi Status
1 Pelabuhan Patimban 43.2 Kementerian Perhubungan Jawa Barat Kontruksi
2 Pelabuhan Makassar New Port
Tahap 1B dan 1C 2.80 PT Pelindo IV Sulawesi Selatan Konstruksi dan Mulai Beroperasi
3 Pelabuhan Mamuju 0.02 Dishubla Mamuju North Sumatra
4 Proyek Lanjutan Pembangunan
Pelabuhan Pantoloan 0.40 PT Pelindo IV Sulawesi Tenggara Operasional
5 Pelabuhan Sanur - Nusa
Ceringan/Lembongan 0.20 Pemda Bali Bali Perencanaan, kontruksi 2020-2021
Terminal Multipurpose Labuan Bajo 0.40 Kementerian Perhubungan Nusa Tenggara Timur Konstruksi Pelabuhan Likupang
0.20 Kementerian Perhubungan Sulawesi Utara Kontruksi (bagian dari perencanaan KEK Likupang)
Pengembangan Pelabuhan Sorong
dan Pelabuhan Arar 1.10 Kementerian Perhubungan
– Penugasan Pelindo IV
Papua Barat Kontruksi tahap I, integrasi dengan KEK Sorong
6 Pelabuhan Sanur – Nusa
Ceningan/Lembongan 0,4 Kementerian Perhubungan Bali Kontruksi (JO HK-Virama)
Pengembangan Pelabuhan Terminal
Kijing 5.00 Kementerian Perhubungan Kalimantan Barat Target operasional Des 2020
7 Pelabuhan KEK Maloy 23 Kementerian Perhubungan Kalimantan Timur
PROYEK STRATEGIS
NASIONAL 2020 – 2024
PELABUHAN
1
MRT Jakarta East – West Corridor (Cikarang-
Balaraja)
Concept Kereta Api 117 PT Mass Rapid
Trans Jakarta KPBU DKI Jakarta 2020 - 2027
2
LRT/ART kawasan Gresik- Bangkalan-Mojokerto-
Surabaya-Sidoarjo- Lamongan (Gerbangkertosusila)
Concept Kereta Api 12 Kementerian
Perhubungan - BPTJ
APBN/ APBD
Provinsi Jawa Timur 2020-2022
3 LRT Ruas Bandara I Ngurah
Rai Bali Concept Kereta Api 5 PT Nindya Karya Swasta Bali 2020-2022
4 Kereta Api Semi Cepat
Jakarta – Surabaya Concept Kereta Api 60 Kementerian
Perhubungan APBN Pulau Jawa 2022-2026
5
Light Rail Transit (Lrt) Tangerang Selatan : Rawa
Buntu - Tangerang - Bandara Soekarno - Hatta)
Concept Kereta Api 0,9 Pemerintah KPBU Greater Jakarta 2020-2022
6
Railway Track - New (Light Rail Transit (Lrt) Jakarta :
Kelapa Gading - Jakarta International Stadium)
Concept Kereta Api 2,2 PT JAKPRO
(PERSERODA) KPBU Kelapa Gading - Jakarta
International Stadium 2019-2021
8 LRT Bandung Raya Concept Kereta Api 1,1 Pemerintah Provinsi
Jawa Barat APBD Jawa Barat 2022-2024
9 LRT Semarang Concept Kereta Api 1,4 Pemerintah Kota
Semarang APBD Jawa Tengah 2022-2024
10 LRT Pulo Gabung -
Kebayoran Lama FS Kereta Api 15
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta & PT Pembangunan Jaya
KPBU DKI Jakarta 2021-2024
11
LRT LRT Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-
Karo)
Concept Kereta Api 11,6
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan
KRNA
KPBU Provinsi Sumatera Utara 2021-2024
Penanggung jawab Skema Pendanaan Lokasi Tahun
Investasi (Rp Triliun)
No Nama Proyek Tahap Kategori Infrastruktur