27 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan dikota malang, pemilihan lokasi penelitian Kota Malang. Hal tersebut dikarenakan konsumen Camille beauty beraneka ragam dan tersebar luas di seluruh Indonesia.
B. Jenis Penelitian
Peneliti ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam melakukan penelitian, Menurut Sekaran (2003) pendekatan kuantitatif merupakan metode untuk menentukan atau mengetahui apakah dugaan tertentu dapat dibuktikan, Data dapat bersifat kuantitatif (seperti yang umumnya dikumpulkan melalui pertanyaan terstruktur. Penelitian ini merupakan penelitian survei, yaitu penelitian lapangan yang meminta pendapat responden yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner atau daftar pertanyaan sebagai alat pengumpulan data.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori (explanatory research). Menurut Sugiyono (2017), explanatory research merupakan metode penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel- variabel yang diteliti serta pengaruh antara variabel satu dengan variabel lainnya.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi menurut Sekaran (2003) adalah mengarah pada seluruh atau kelompok orang, peristiwa, atau hal-hal yang menarik yang ingin diketahui peneliti. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen produk masker Camille beauty yang ada di Malang.
2. Sampel
Sekaran (2003) Sampel merupakan bagian dari populasi. Hal Ini terdiri dari beberapa anggota yang dipilih. Dengan kata lain, beberapa, tetapi tidak semua, elemen populasi akan terbentu. Dengan mempelajari sampel, peneliti harus dapat menarik kesimpulan yang dapat digeneralisasikan untuk populasi yang diinginkan.
Hair et al (2010) menyarankan bahwa ukuran sampel yang sesuai bervariasi dari 100 hingga 200 responden. Sedangkan menurut Ferdinand (2006) mereka menyatakan bahwa besar kecilnya sampel tergantung pada banyaknya indikator yang digunakan untuk semua variabel, jumlah sampel sama dengan jumlah indikator dikalikan dengan jumlah antara 5 sampai 10.
Oleh karena itu, pengambilan sampel teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
n = 18 × 7(5 sampai 10) 126 responden
Keterangan : n = Jumlah sampel
Penelitian ini terdapat 18 indikator dan dipilih angka 7 sebagai angka pengkalinya, karena untuk mendapatkan nilai yang berkisar antara 100 sampai 200 dan untuk mempermudah mendapatkan responden yang di inginkan. Karena kepentingan untuk mengelola data penelitian, peneliti menambahkan 40 responden lagi, Dari data tersebut sinilah peneliti mengumpulkan sampel Perhitungan tersebut digunakan untuk menyederhanakan pengolahan data dan untuk mendapatkan hasil pengujian yang lebih baik.
Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan salah satu teknik non probability sampling yaitu purpose sampling karena tidak diketahui jumlah anggota yang pasti pada populasi penelitian sehingga peneliti menentukan pengambilan sampel dengan menetapkan karakteristik tertentu yaitu dengan karateristik :
a. Konsumen Camille beauty yang bertempat tinggal di wilayah kota Malang
b. Berjenis kelamin Pria dan Wanita c. Usia 17 hingga 25 tahun
d. Pernah membeli dan mencari info tentang produk masker Camille beauty melalui media sosial
D. Definisi Operasional Variable
Variabel Penelitian Variabel berasal dari bahasa inggris “variable”
dengan arti ubahan faktor tak tetap atau gejala yang dapat diubah-ubah. Dalam judul “pengaruh Electronic Word Of Mouth (E-WOM), Brand Image, Brand Trust terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk masker camille beauty (studi kasus pada konsumen produk masker Camille beauty di Kota Malang)”. Berdasarkan variabel diatas maka berikut dilampirkan masing masing deifinisi teori,operasional dan kemudia indikator didalam penelitian ini:
Tabel 3.1 Definisi Operasional; Variabel Penelitian No variabel Definisi teori Definisi
operasional Indikator Sumber
1. Electronic word of mouth (X1)
eWOM adalah pernyataan positif atau negatif yang dibuat oleh calon konsumen, konsumen aktual, atau mantan konsumen tentang suatu produk atau bisnis yang dapat diakses oleh banyak orang atau institusi melalui Internet.
Rekomendasi konsumen Camille beauty yang telah membeli atau belum membeli produk masker organic, bisa berupa
informasi yang positif maupun negative.
1. Bantuan Platform (Platform Assistance) kepercayaan
konsumen terhadap platform yang digunakan
2. Melampiaskan perasaan negative (Venting negative feelings)
keinginan untuk mengungkapkan ketidakpuasan konsumen terhadap
produk atau
perusahaan.
3. Kepedulian terhadap pelanggan lain (Concern for other consumers) Motif concern for other customer merupakan keinginan untuk mebantu orang lain untuk mendapatkan informasi dalam
(Hennig- Thurau et al., 2004) (I. W. G.
D. Putra, 2018)
melakukan keputusan pembelian.
4. Peningkatan diri yang positif
(Extraversion/positiv e self-enhancement) keinginan konsumen untuk berbagi pengalaman
konsumen mereka untuk meningkatkan citra diri mereka sebagai pembeli yang cerdas.
5. Keuntungan sosial (Social benefits) keinginan untuk berbagi informasi dan berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Konsumen dapat menulis komentar di platform opini, yang menunjukkan partisipasi mereka dalam komunitas virtual
6. Membantu
perusahaan (Helping the company) keinginan konsumen untuk membantu bisnis. Alasan ini berasal dari kepuasan konsumen terhadap
produk dan
menciptakan
keinginan untuk membantu bisnis yang tertarik
7. Mencari saran (Advice seeking) keinginan untuk
mencari saran dan rekomendasi dari konsumen lain.
2. Brand image (X2)
persepsi dan keyakinan dimiliki oleh konsumen tercermin di benak dan kenangan dari konsumen itu sendiri
Pemikiran dan keyakinan yang ingin diciptakan penjual kepada konsumen, sehingga merek tersebut ada dalam memori konsumen
1. Citra pembuat (corporate image), keanggotaan asosiasi yang telah dilihat oleh konsumen untuk suatu produk/jasa yang meliputi popularitas,
Aaker (1993), Rahmadani
(2019)
ketika melihat/ingat
kredibilitas dan jaringan perusahaan.
2. Citra pengguna (user image)
Citra pengguna adalah sekelompok asosiasi yang dirasakan oleh konsumen terhadap pengguna yang menggunakan barang atau jasa, termasuk pengguna itu sendiri, gaya hidup atau kepribadiannya, dan status sosial.
3. Citra product (product image) seperangkat asosiasi yang dirasakan oleh konsumen terhadap suatu produk, yang meliputi atribut produk, manfaat konsumen,
kegunaannya,dan jaminannya Brand trust
(X3)
konsumen bersedia untuk mempercayai merek bahkan jika beresiko karena ada
harapan bahwa merek
akan memberikan hasil positif
Citra merek Camille beauty yang
dipresepsikan oleh konsumen mengenai sebuah merek, dimana hal ini menyangkut dimana seseorang konsumen menggambarkan bahwa apa yang mereka rasakan pada masker organic brand Camille beauty
1. Kepercayaan (Trust) Didefinisikan sebagai manifestasi konsumsi yang mempercayai suatu produk atau layanan melalui merek.
2. Dapat diandalkan (Rely)
Sebagai keyakinan Tigkatan dalam suatu produk atau layanan dapat dipanggil melalui karakteristik sebuah merek.
3. Jujur (Honest) diartikan sebagai tingkat kepercayaan merek bahwa suatu produk atau layanan adalah produk atau layanan (merek) yang jujur.
4. Keamanan (Safe) didefinisikan sebagai tingkat keamanan yang diyakini konsumen pada suatu
Menurut Chaudhuri
&
Holbrook (2001) (Chasun,
2019)
merek, produk, atau layanan
Keputusan pembelian (Y)
Pada tahap evaluasi,
konsumen membentuk preferensi merek dalam set pilihan, konsumen bahkan dapat membentuk keputusan
pembelian produk yang paling mereka sukai
Ketertarikan konsumen dalam membeli atau memilih produk, proses dimana calon konsumen Camille beauty menentukan keputusan pembeliannya untuk membeli produk masker organik
1. Pemilihan produk Sebelum mengambil keputusan pembelian, seorang konsumen selalu memilih apa merek produk dan dari mana produk itu diproduksi.
2. Pemilihan agen Sebelum mengambil keputusan pembelian, konsumen biasanya juga
mempertimbangkan siapa penyalur barang atau produk.
3. Masa pembelian konsumen akan menentukan waktu pembelian jika
barang yang
dibutuhkan atau diinginkan konsumen ingin dibeli.
4. Total/Jumlah pembelian
Seorang Konsumen akan memutuskan jumlah pembelian jika mereka telah memutuskan untuk membeli suatu barang atau produk dari suatu bisnis.
Menurut Kotler &
Armstrong (2016:188) (Hasbi &
Oktini, 2018)
E. Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam variabel penelitian dijelaskan sebagai berikut:
Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber yang tidak melalui media perantara. Data primer secara khusus dikumpulkan oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan peneliti. Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individual atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kegiatan dan hasil pengujian. Data
primer yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dengan cara menyebar kuisioner yang disebar kepada responden.
F. Teknik Pengumpulan Data
Dalam Mengumpulkan data peneliti menggunakan survey Kuisioner. Peneliti melakukan survey dengan cara membagikan kuisioner kepada pelanggan maupun calon pelanggan masker organic Camille beauty di Kota Malang. Penyebaran kuisioner dilakukan dengan menyebarkan kuesioner melalui media sosial atau online. Peneliti menggunakan kuesioner online untuk penelitian ini, yang disebarkan melalui instgram peneliti melalui https://www.instagram.com/lifdadzn/ dan Instagram reseller Camille beauty https://www/instagram.com/omahbeautymalang/ dengan link google form yang disebarkan https://bit.ly/3Pz8ID0. Kuesioner online ini disebarkan melalui story insagtram yang berisi permohonan kesediaan waktu bagi konsumen masker organic Camille untuk mengisi kuesioner. kemudian dikolom Instagram reseller Camille beauty dikota Malang dengan cara komentar dan menyapa konsumen camille beauty melalui mention/komentar dengan permohonan kesediaan waktunya untuk mengisi kuesioner online yang diberikan, selain itu peneliti pun dapat menyebarkannya dalam jumlah banyak dalam waktu yang relative singkat.
G. Teknik Pengukuran Variable
Menurut Sekaran (2003) Skala pengukuran merupakan alat atau mekanisme yang digunakan oleh individu untuk membedakan variabel yang satu dengan yang lain dalam suatu hal yang menarik untuk diteliti. Ada empat jenis skala dasar, yaitu: nominal, ordinal, interval, dan rasio
Penelitian ini menggunakan skala interval menurut Sekaran (2003) Skala interval memungkinkan peneliti untuk melakukan operasi aritmatika berdasarkan data yang diperoleh dari responden. Skala interval ini tidak hanya mengelompokkan individu ke dalam kategori tertentu dan menentukan urutan kelompok, tetapi juga mengukur perbedaan besarnya preferensi antar individu, karena lebih menekankan pada nilai aritmatika, maka skala interval lebih kuat
dari skala nominal dan ordinal. skala interval menentukan perbedaan, keteraturan, dan kesamaan besarnya perbedaan suatu variabel.
Dalam penelitian ini peneliti memilih metode skala Likert, skala Likert adalah metode yang mengukur sikap dengan menyatakan diri setuju atau tidak setuju dengan subjek, objek dan peristiwa tertentu. untuk setiap pilihan jawaban yang tersedia, sehingga memudahkan untuk menentukan rata-ratanya
Responden diminta untuk mengurutkan pilihan yang ditunjukkan pada sebagai angka dari 1 sampai 5. Dimana angka tersebut diartikan sebagai sebagai berikut :
Tabel 3.2 Bobot Nilai Skala Likert Keterangan Bobot Nilai Sangat Tidak Setuju 1
Tidak Setuju 2
Netral 3
Setuju 4
Sangat Setuju 5
H. Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif yang dinyatakan dengan angka. Pengolahan data dilakukan dengan metode statistik yang dibantu dengan program SPSS. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rentang skala, uji alat uji hipotesis, analisis regresi linier berganda klasik dan pengujian hipotesis.
1. Rentang Skala
Rentang skala merupakan alat yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi variabel yang diteliti. Menurut Umar (2000) kriteria penentuan tren respons dari responden ditentukan berdasarkan rata-rata nilai respons yang dihitung menggunakan interval skala. rumus yang digunakan untuk menentukan rentang skala sebagai berikut :
Rs=𝑛(𝑚−1)
𝑚
Keterangan :
RS = Rentang Skala n = Jumlah sampel
m = Jumlah alternatif jawaban setiap item
Berdasarkan hasil penghitungan, data yang diperoleh kemudian diolah melalui penilaian dari setiap pernyataan jawaban responden, setelah itu hasil tersebut dikumpulkan untuk diambil kesimpulan dari masing – masing variabel berdasarkan jawaban responden sebagai berikut :
Tabel 3.3 Rentang Skala Rentang
skala
Electronic word of mouth
Brand image Brand trust Keputusan pembelian 133-266 Sangat buruk Sangat buruk Sangat buruk Sangat tidak
berminat
227-399 Buruk Buruk Buruk Tidak berminat
400-533 Cukup baik Cukup bagus Cukup bagus cukup
534-667 Baik Bagus Bagus Berminat
668-801 Sangat baik Sangat bagus Sangat bagus Sangat berminat
I. Uji Instrumen 1. Uji Validalitas
Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung untuk setiap elemen dengan nilai pada tabel r. Jika nilai r hitung lebih besar dari nilai r tabel dan positif sama dengan lebih besar dari 0,30 maka pernyataan tersebut dapat dikatakan valid (Sugiyono, 2014).
Rumus korelasinya adalah sebagai berikut : 𝑛 ∑𝑋𝑌 − (∑𝑋)(∑𝑌) [𝑛 ∑𝑋2 − (∑𝑋)2][𝑁 ∑𝑌2 –(∑𝑌)2] Keterangan :
rxy = korelasi antara variabel X dan Y n = jumlah responden
X = skor buat instrumen r
=
Y = skor total item instrument
∑X = jumlah skor x
∑Y = jumlah skor y
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan alat ukur angket yang merupakan indikator dari variabel. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach's alpha.
Suatu data dikatakan sempurna jika reliabilitasnya lebih besar dari 0,60 Reliabilitas dikatakan tinggi jika alpha antara 0,70-0.90 dan cukup reliabel atau cukup reliabel jika lebih besar dari 0,50 data tersebut dikatakan dapat diandalkan (Arikunto, 2006), dengan rumus sebagai berikut :
𝑟 = ( 𝑘
−
𝑘 − 1) (1 −∑σb2 σr2 )
Keterangan :
r = reliabilitas instrumen K = banyaknya butir pertanyaan
∑𝜎𝑏2 = jumlah varian butir dikuadratkan 𝜎𝑟2 = jumlah varian total dikuadratkan
J. Uji Asumsi Klasik
Model regresi yang baik harus memiliki distribusi data normal atau mendekati normal dan bebas dari asumsi regresi.Uji hipotesis regresi dalam penelitian ini terdiri dari:
1. Uji Normalitas
Seperti namanya, uji normalitas adalah uji normalitas data, Uji normalitas bertujuan untuk memeriksa apakah dalam metode regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya berdistribusi normal (Ghozali, 2013 : 160). Model regresi yang baik terdiri dari data yang terdistribusi normal atau mendekati normal atau yang tidak menggunakan dua metode termasuk analisis grafis dan analisis statistik.
Analisis grafis adalah cara termudah untuk melihat normalitas dari residual dengan memeriksa histogram yang membandingkan data pengamatan dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Uji statistik lain dari yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residunya adalah uji statistik nonparametrik Kolmogrov-Smirnov (KS).
nilai signifikansi hasil uji Kolmogrov-Smirnov (KS) melebihi 0,05, sehingga hipotesis normalitas terpenuhi.
2. Uji Multikoneritas
Multikolinearitas terjadi jika terdapat hubungan linier yang erat atau sempurna antara beberapa atau semua variabel bebas dari model regresi. Uji multikolinearitas bertujuan untuk memeriksa apakah model regresi menemukan adanya korelasi antara variabel bebas (independen).
Korelasi model regresi antar variabel independen tidak boleh terjadi adalah (Ghozali, 2013: 105).
Untuk memverifikasi adanya multikolinearitas, dapat dilakukan dengan menganalisis korelasi antar variabel dan menghitung nilai toleransi dan deviasi faktor inflasi (VIF). Multikolinearitas terjadi jika nilai tolerance lebih kecil dari 0,1 yang artinya tidak ada korelasi antar variabel independen yang nilainya lebih besar dari 95%. Dan nilai VIF lebih besar dari 10, jika VIF kurang dari 10 maka dapat dikatakan variabel independen yang digunakan dalam model dapat diandalkan dan objektif.
3. Uji Heteroskedastisitas
Menurut Ghozali (2013:139), uji heteroskedastisitas bertujuan untuk memverifikasi apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians sebesar residu dari satu pengamat ke pengamat lainnya. disebut homoskedastisitas karena Data ini mengumpulkan data yang mewakili berbagai dimensi.
Menurut Ghozali (2013: 142) salah satu cara untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas adalah dengan melakukan uji Glejser. Uji Glejser mengusulkan untuk meregresikan nilai absolut residual ke variabel
independen Hasil probabilitas dikatakan signifikan jika nilai signifikansi di atas tingkat kepercayaan.
4. Uji Autokolerasi
Menurut Ghozali (2012:10) uji autokorelasi bertujuan untuk memeriksa apakah dalam model regresi terdapat korelasi antara kesalahan konfusi pada periode-t dengan kesalahan konfusi pada periode t-1 (sebelumnya). Pengujian autokorelasi dilakukan dengan nilai dari tabel Durbin Watson yaitu batas atas (du) dan batas bawah (dL). Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:
a. Jika 0 < d < dL, maka terjadi autokorelasi positif.
b. Jika dL < d < du, maka tidak ada kepastian terjadi autokorelasi atau tidak.
c. Jika d-dL < d < 4, maka terjadi autokorelasi negatif.
d. Jika 4 –du < d < 4 –dL, maka tidak ada kepastian terjadi autokorelasi atau tidak
e. Jika du < d < 4 –du, maka tidak terjadi autokorelasi positif maupun negatif.
K. Analisis Regresi Linier Berganda
Model yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah model umum persamaan regresi linier berganda (analisis regresi berganda) dan pengolahannya menggunakan alat SPSS. Malhotra, (2010) mengatakan bahwa analisis Regresi berganda melibatkan satu variabel terikat dan dua atau lebih variabel bebas. Pertanyaan yang diajukan dalam konteks regresi bivariat juga dapat dijawab melalui regresi berganda dengan mempertimbangkan variabel independen tambahan. Moore et al. (2006) Tujuan dari analisis regresi berganda adalah menggunakan variabel bebas yang nilainya diketahui untuk memprediksi nilai dari nilai terikat tunggal. Setiap nilai prediktor ditimbang, bobot yang menunjukkan kontribusi relatifnya terhadap prediksi keseluruhan. Menurut Sekaran (2003) Jika lebih dari satu prediktor diregresi secara bersama-sama terhadap variabel kriteria, dikenal sebagai
analisis regresi berganda. Dalam penelitian ini digunakan rumus persamaan regresi berganda untuk menganalisis data Bentuk persamaan regresi berganda adalah sebagai berikut :
Y = b0 + b1 x1 + b2 x2 + b3 x3+ e Keterangan :
Y = Variabel keputusan pembelian b0 = Konstanta regresi berganda b1 – b2 = Koefisien regresi
x1 = Variabel Electronic Word Of Mouth x2 = Variabel Brand Image
x3 = Variabel Brand Trust e = Variabel diluar penelitian
L. Uji Hipotesis
Menurut Veazie (2015) Pengujian hipotesis adalah proses dimana kita dapat menginformasikan penilaian kebenaran atau kesalahan hipotesis.
Pengujian hipotesis statistic formal adalah metode yang membandingkan nilai spesifik data suatu statistik dengan distribusi sampling statistic seperti yang tersirat oleh nilai hipotesis dari hipotesis statistik. Ghozali (2018) uji hipotesis dapat dilakukan dengan dua pengujian yaitu, untuk menguji Hipotesis 1 dan Hipotesis 2 menggunakan uji t dan untuk menguji Hipotesis 3 menggunakan uji f:
1. Uji t (parsial)
Uji t parsial digunakan untuk mengetahui apakah suatu variabel independen benar-benar berpengaruh terhadap variabel dependen (Lupiyoadi & Ikhsan, 2015) Dalam pengujian ini ingin diketahui apakah secara terpisah suatu variabel independen memberikan kontribusi yang signifikan terhadap variabel dependen. ini dilakukan dengan membandingkan amplitudo variabel dependen. Nilai t dihitung dengan t
tabel. Kriteria uji-t dengan taraf signifikansi (α) = 0,05 ditentukan sebagai berikut:
a. Jika probabilitas (sig t) ≥ α (0.05) atau t hitung ≤ t tabel maka Ho diterima Ha ditolak, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen.
b. Jika probabilitas (sig t) ≤ α (0.05) atau t hitung ≥ t tabel maka Ho ditolak Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dari variabel independen terhadap variabel dependen.
2. Uji F (Simultan)
Uji simultan berguna untuk meguji sebuah variable bebas, apakah variable bebas mempunyai pengaruh secara bersama – sama terhadap variabel terikat. (Lupiyoadi & Ikhsan, 2015) Dalam pengujian ini ingin diketahui apakah pengaruh variabel bebas (Electronic word of mouth dan Brand Image dan brand trust ) terhadap variabel terikat (keputusan pembelian) secara bersamaan
a. Jika probabilitas (signifikansi) ≥ 0,05 (α) atau F hitung ≤ F Tabel berarti hipotesis tidak terbukti, sehingga H0 diterima Ha ditolak. yang artinya tidak terdapat pengaruh signifikan simultan variabel independen terhadap variabel dependen.
b. Jika probabilitas (signifikansi) ≤ 0,05 (α) atau F hitung ≥ F Tabel berarti hipotesis tidak terbukti, sehingga H0 ditolak Ha diterima. yang artinya terdapat pengaruh signifikan simultan variabel independen terhadap variabel dependen.