• Tidak ada hasil yang ditemukan

GEMA HANURA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN POLITIK : Studi Kasus DPD Partai Hanura Jawa Barat.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "GEMA HANURA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN POLITIK : Studi Kasus DPD Partai Hanura Jawa Barat."

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

GEMA HANURA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN POLITIK ( Studi Kasus DPD Partai Hanura Jawa Barat )

SKRIPSI

diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Kewarganegaraan

Oleh:

DAFIN NURMAWAN NIM. 0806982

JURUSAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

(2)

GEMA HANURA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN POLITIK (Studi Kasus DPD Partai Hanura Jawa Barat)

Oleh

Dafin Nurmawan

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

© Dafin Nurmawan 2014

Universitas Pendidikan Indonesia

Januari 2014

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhya atau sebagian,

(3)

LEMBAR PENGESAHAN

SKRIPSI

GEMA HANURA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN POLITIK ( Studi Kasus DPD Partai Hanura Jawa Barat )

disusun oleh: DAFIN NURMAWAN

NIM. 0806982 Pembimbing I

Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si NIP. 19700814 199402 1 001

Pembimbing II

Syaifullah, S.Pd., M.Si NIP. 19721112 199903 1 001

Mengetahui

Ketua Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia

(4)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu ABSTRAK

Dafin Nurmawan, (0806982): GEMA HANURA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN POLITIK (Studi Kasus DPD Partai Hanura Jawa Barat)

Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) adalah salah satu partai politik

yang berkembang di Indonesia. Partai HANURA tergolong partai baru di

Indonesia yang didirikan pada tahun 2006.

Berbicara masalah pendidikan politik, Partai HANURA memiliki materi

tersendiri dan kegiatan-kegiatan untuk mendukung penyampaian materi dalam

pelaksanaan pendidikan politik. Partai HANURA memiliki organisasi sayap

sebagai media tersendiri untuk melaksanakan pendidikan politik. Organisasi sayap

Partai HANURA memiliki peran sebagai media dalam hal pelaksanaan

pendidikan politik.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi

kasus untuk mengetahui pendidikan politik yang dilaksanakan. Teknik

pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara secara mendalam, observasi,

studi dokumentasi dan catatan lapangan.

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan secara umum bahwa : 1) Materi

yang digunakan oleh Partai HANURA dalam pelaksanaan pendidikan politik

menekankan kepada falsafah dan dasar-dasar perjuangan partai. 2) Penggunaan

metode dalam pendidikan politik ke kader dan masyarakat dibedakan oleh Partai

HANURA yaitu dengan meotde struktur kepada kader dan metode kultur kepada

masyarakat. 3) Partai HANURA memaksimalkan organisasi sayap untuk

membantu pelaksanaan pendidikan politik untuk mencakup ruang yang terbatas.

4) Pendidikan politik yang dilakukan oleh Partai HANURA kepada kader

(5)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pemahaman politik untuk dapat menjadikan kader yang memimiliki kesadaran

tingggi dalam berpolitik serta loyal terhadap partai dibuktikan dengan mendukung

segala bentuk perjuangan yang dilakukan Partai HANURA.

ABSTRACT

Dafin Nurmawan, (0806982): GEMA HANURA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN POLITIK (Studi Kasus DPD Partai Hanura Jawa Barat)

Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) is one of the growing political

party in Indonesia. Party HANURA relatively new party in Indonesia, which was

established in 2006.

Talking about political education, HANURA party has its own materials

and activities to support the delivery of content in the implementation of political

education. HANURA party has its own wing of the organization as a medium for

carrying out political education. HANURA Party wing organizations have a role

as a medium of political education in terms of implementation.

This study used a qualitative approach with a case study method to

determine the political education conducted. Data collection techniques are

performed in-depth interviews, observation, field study documentation and

records.

Based on the results of research in the field in general that: 1) The material

used in the implementation of the Party's political education HANURA emphasize

the philosophy and foundations of the party struggle. 2) The use of the method in

(6)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

the meotde HANURA Party cadres structure and methods of culture to the

community. 3) Maximize HANURA Party wing organizations to assist in the

implementation of political education to include a limited space. 4) political

education conducted by the party cadres HANURA to confirm the existence of the

party as a party cadre. Cadres were given understanding to be able to make

political cadres memimiliki tingggi consciousness in politics and proved loyal to

(7)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR ISI

E. Lokasi dan Subjek Penelitian ... 6

F. Struktur Organisasi Skripsi ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan tentang Partai Politik ... 9

1. Pengertian Partai Politik ... 9

2. Teori Asal-Usul Partai Politik ... 13

3. Tujuan Dan Fungsi Partai Politik ... 16

4. Sistem Kepartaian Dan Tipologi Partai Politik ... 21

5. Klasifikasi Partai Politik ... 25

6. Gaya Kepemimpinan Partai Politik ... 30

7. Partai Politik Dalam Negara Demokratis ... 31

8. Partai Politik Di Indonesia ... 32

B. Tinjauan Pendidikan Politik ... 33

1. Pengertian Pendidikan Politik ... 33

2. Fungsi Pendidikan Politik ... 39

3. Tujuan Pendidikan Politik ... 41

4. Bentuk-Bentuk Pendidikan Politik ... 45

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian ... 52

1. Penelitian Kualitatif ... 52

2. Metode Penelitian ... 54

B. Teknik Pengumpulan Data ... 55

1. Jenis Data ... 55

2. Teknik Pengumpilan Data ... 55

C. Tahap-Tahap Penelitian ... 59

1. Persiapan Penelitian ... 59

2. Pelaksanaan Penelitian ... 59

D. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ... 60

1. Reduksi Data ... 62

2. Display Data ... 63

(8)

x

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian ... 64

1. Sejarah Berdirinya Partai HANURA ... 64

2. Visi Dan Misi Partai HANURA ………... 67

3. Kebijakan Partai HANURA …... 69

4. Program Kerja Dan Kegiatan Partai HANURA …………... 71

5. Falsafah Dasar Perjuangan Partai HANURA ... 73

6. Partai HANURA DPD Jawa Barat ... 75

B. Deskripsi Hasil Penelitian ... 76

1. Deskripsi Hasil Wawancara ... 76

2. Deskripsi Hasil Observasi ... 92

C. Pembahasan Hasil Penelitian ... 95

1. Materi Dan Kegiatan Pendidikan Politik Partai HANURA ... 96

2. Pendekatan, Metode Dan Evaluasi Pendidikan Politik Partai HANURA ... 114

3. Hambatan Dalam Pelaksanaan Pendidikan Politik Partai HANURA ... 129

4. Upaya-Upaya Dakam Menghadapi Hambatan Pendidikan Politik Oleh Partai HANURA ... 135

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 142

B. Saran ... 143

DAFTAR PUSTAKA ……… 145 LAMPIRAN-LAMPIRAN

RIWAYAT PENULIS

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

(9)
(10)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Setiap partai politik membutuhkan kader-kader yang berkualitas.

Begitupun dengan Partai HANURA. Karena dengan adanya kader yang

berkualitas bisa mengukur eksistensi partai politik dalam persaingan

perebutan kekuasaan. Karena bisa di bilang partai politik adalah alat

perebut kekuasaan yang sah. Pendidikan politik harus diberikan oleh partai

politik kepada kader-kader partai politk tersebut. Hal ini diungkapkan oleh

Budiardjo (2008: 397) bahwa partai politik merupakan sarana bagi warga

negara untuk turut serta atau berpartisipasi dalam proses pengelolaan

negara.

Partai HANURA merupakan partai politik baru pada pemilu 2009.

Pada pemilu pertamanya, khususnya daerah pemilihan Jawa Barat Partai

HANURA mendapatkan perolehan suara sebanyak 624.725 suara. Dengan

perolehan suara yang didapat menempatkan Partai HANURA di urutan 8

(delapan) daerah pemilihan Jawa Barat. Dari sumber yang didapat

(www.kpujabar.com) jumlah suara ini adalah dari perhitungan keseluruhan daerah pemilihan Jawa Barat.

Pendidikan politik di Partai HANURA saat ini sudah berlangsung.

Salah satu pendidikan politik yang sedang berlangsung adalah kaderisasi.

Kaderisasi adalah salah satu kegiatan pendidikan politik di mana partai

(11)

2

[Type text]

juga pendidikan politik yang dilakukan partai politik seperti diadakannya

penyuluhan ataupun seminar.

Partai HANURA telah melakukan berbagai upaya dalam melakukan

rekrutmen. Meskipun dikenal dengan banyaknya mantan petinggi militer

di Partai HANURA akan tetapi mereka sudah pensiun, dan telah menjadi

warga masyarakat biasa, di mana hak-hak politiknya sama dengan warga

(12)

3

[Type text]

HANURA tidak mengenal dikotomi sipil-militer dan pengelompokan

unsur-unsur kekuatan politik aliran, karena itu hanya akan melemahkan

keberadaan kita sebagai bangsa.

Pendidikan politik yang dilakukan oleh partai politik bertujauan untuk

membentuk kader partai yang berkualitas. Namun pendidikan politik oleh

partai politik tidak hanya diberikan kepada kader, masyarakat pun kini

perlu mendapatkan pendidikan politik oleh partai politik untuk

mensosialisasikan keberadaan partai untuk bertarung di pemilu. Sejauh ini

pendidikan politik masih memfokuskan kepada kader dengan tujuan untuk

membentuk kader yang berkualitas untuk mendukung perjuangan partai.

Para pemuda pun menjadi sasaran Partai HANURA untuk

menciptakan kader yang berkualitas. Partai HANURA sebagai wadah

perjuangan yang bercita-cita mewujudkan kemandirian bangsa dan

kesejahteraan rakyat, menyadari arti pentingnya keberadaan pemuda

dalam mendukung terwujudnya cita-cita tersebut secara nyata di

masyarakat, untuk itu di perlukan adanya organisasi Kepemudaan Partai

sebagai wadah perjuangan yang dapat mengakomodir seluruh elemen

pemuda di masyarakat sebagai basis utama pendukung partai.

Atas dasar itulah maka Partai HANURA mendirikan Gerakan Muda

Hati Nurani Rakyat (GEMA HANURA). Selain sebagai wadah pemuda

partai yang menitikberatkan pada penggalangan pemuda dan pemilih

pemula yang menjadi kader Partai HANURA, GEMA HANURA juga

merupakan media resonansi partai kepada masyarakat dalam wujud karya

bakti pemuda, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang

mencerminkan Pancaran Sanubari Rakyat.

Berdasarkan observasi awal penulis diketahui bahwa orientasi

kegiatan GEMA HANURA didasarkan pada 2 (dua) aspek, pertama aspek

kegiatan dibidang kepemudaan partai yang meliputi : Organisasi,

Kaderisasi, Penggalangan Massa dan Pemilih Pemula (Galihmula) dan

yang kedua meliputi kegiatan yang menyentuh langsung pokok

(13)

4

[Type text]

Ekonomi Kerakyatan, Kesejahteraan Sosial, Hukum, Advokasi,

Pemberdayaan Perempuan, Pendidikan dan Seni Budaya serta Olah raga

yang di harapkan dapat bersinergi dan menjadi bagian yang tidak

terpisahkan dari tujuan berdirinya Partai HANURA.

Sebagai organisasi sayap Partai HANURA, GEMA HANURA

dituntut untuk selalu melaksanakan kegiatan dibidang kepemudaan partai

atau kegiatan yang menyentuh langsung pokok permasalahan di

masyarakat. Kegiatan-kegiatan tersebut tidak lain untuk memberikan

pendidikan politik melalui media Partai Politik. Akan tetapi

kegiatan-kegiatan yang terlihat mudah dan rutin dilaksanakan sering sekali

mendapat kendala. Misalnya pada saat melaksanakan kegiatan di bidang

kepemudaan baik dalam hal organisasi maupun kaderisasi sering kali

mendapat kendala. Kendala atau masalah yang sering terjadi biasanya para

generasi muda terjebak dalam sikap pragmatis dengan cara berpikir selalu

instan yang dimiliki oleh para pemuda.

GEMA HANURA tentunya sangat peduli dalam memberikan

pendidikan politik kepada generasi muda. Dalam hal ini GEMA

HANURA tidak henti-hentinya memberikan perbaikan kepada para

pemuda dengan memberikan pendidikan politik yang tidak menyimpang

dari ideologi bangsa. Hal yang sangat sederhana biasanya GEMA

HANURA dalam melaksanakan kegiatan dibidang kepemudaan selalu

memberikan motivasi supaya para pemuda bisa berpikir kreatif dan

inovatif dalam berkarya akan mewujudkan kemandirian hidup dan bisa

menjauhkan dari langkah yang pragmatis.

Sejauh ini peran partai politik sebagai media pendidikan politik

berlangsung dengan baik dan secara terus menerus. Berdasarkan peneliti

terdahulu, ditemukan berbagai macam pendidikan politik yang dilakukan

oleh partai politik. Salah satunya partai poltik melakukan pendidikan

politik melalui media halaqoh (Iqbal, 2011) bahwa kontribusi halaqoh

memiliki pengaruh dalam meningkatkan efektifitas rekrutmen kader partai

(14)

5

[Type text]

Islamiyah untuk menanamkan nilai-nilai islam dalam semua aspek

kehidupan termasuk juga ranah politik untuk mensejahterakan ummat.

Selain dengan halaqoh, pendidikan politik dilakukan juga melalui

berbagai mekanisme rekrutmen yang ada di partai politik. Hal ini

berdasarkan hasil peneliti terdahulu yang ditemukan bahwa pendidikan

politik juga diberikan pada saat rekrutmen yang dilakukan partai politik

tersebut. Pendidikan politik yang dilakukan biasanya dengan melakukan

diskusi yang bertujuan memberikan motivasi dan masukan kepada

pemimpin terpilih (Anneu, 2011).

Pendidikan politik memang tidak hanya dilakukan oleh partai semata,

akan tetapi partai politik merupakan ujung tombak bagi keberlangsungan

pendidikan politik di masyarakat. Makna yang terkandung dalam

pendidikan politik yakni menciptakan warga negara yang melek politik.

Hal ini didasari oleh pandangan Kantraprawira (1988:54) bahwa

“pendidikan politik sebagai salah satu fungsi struktur politik dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan politik rakyat agar mereka dapat

berpartisipasi secara nasional dalam sistem politiknya”.

Pelaksanaan pendidikan politik pada dasarnya harus memperhatikan

nilai-nilai dan kultur yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Partai

politik harus mampu membaca nilai-nilai ini dalam menentukan

pendidikan politik yang akan diberikan kepada masyarakat. Pendidikan

politik harus didasarkan pula pada tujuan partai tersebut sehingga tidak

melenceng dari cita-cita yang ingin diwujudkan. Sebagai upaya dalam

pembangunan demokrasi di Indonesia, partai politik harus memberikan

pendidikan politik yang sesuai dengan kebutuhan warga masyarakat.

Pendidikan politik yang dimiliki setiap partai politik tentunya akan

mempengaruhi kualitas partai politik tersebut, begitupun dengan Partai

HANURA. Partai HANURA akan menjadi kekuatan politik yang sangat

menakutkan apabila memiliki kader-kader yang berkualitas. Namun, hal

itu tidak lepas bagaimana pendidikan politik yang diberikan kepada setiap

(15)

6

[Type text]

SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN POLITIK (STUDI KASUS TERHADAP DPD PARTAI HANURA JAWA BARAT)”.

B. Identifikasi dan Rumusan Masalah

Masalah pokok dari penelitian yang akan dilaksanakan adalah partai

politik sebagai media pendidikan politik yang baik dan bisa membentuk

kader-kader yang berkualitas.

Agar masalah pokok itu bisa dirumuskan dengan sistematis, maka

penulis merumuskan sub permasalahan sebagai berikut :

1. Bagaimana bentuk materi dan kegiatan pendidikan politik yang

dilakukan oleh Partai HANURA terhadap kadernya ?

2. Bagaimana proses pendekatan, metode dan evaluasi pendidikan politik

yang dilakukan Partai HANURA ?

3. Apa hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Partai HANURA dalam

memberikan pendidikan politik terhadap kadernya ?

4. Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan oleh Partai HANURA untuk

mengatasi hambatan dalam memberikan pendidikan politik terhadap

kadernya ?

C. Tujuan Penelitian a. Tujuan Umum

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

pendidikan politik seperti apa yang diberikan partai politik sebagai

media pendidikan politik terhadap kadernya.

b. Tujuan Khusus

1. Mengetahui bentuk materi dan kegiatan pendidikan politik di Partai

HANURA terhadap kadernya.

2. Mengetahui proses pendekatan, metode dan evaluasi pendidikan

politik Partai HANURA.

3. Mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi Partai HANURA

(16)

7

[Type text]

4. Mengetahui upaya-upaya untuk mengatasi hambatan-hambatan

yang dihadapi Partai HANURA dalam memberikan pendidikan

politik.

D. Manfaat Penelitian 1. Secara teoritis

Secara teoritis penelitian ini berguna bagi pengembangan ilmu

pengetahuan khususnya pendidikan politik sebagai bagian dari kajian

Pendidikan Kewarganegaraan supaya terbentuk warga negara yang

sadar akan perananannya sebagai insan politik dan dapat berperan aktif

dalam berbagai kehidupan politik.

2. Secara praktis

a. Bagi Partai HANURA diharapkan dapat menjadi bahan masukan

dalam proses rekrutmen kader ke depan.

b. Bagi para kader HANURA diharapkan dapat memberikan

pemahaman mengenai kaderisasi yang dilakukan oleh Partai

HANURA.

c. Bagi masyarakat diharapkan dapat memberi informasi kepada

masyarakat apabila akan bergabung menjadi anggota partai politik

dan bisa memilih yang mana pendidikan politik yang baik yang

diberikan oleh partai politik.

E. Lokasi dan Subjek Penelitian a. Lokasi Penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ini penulis mengambil lokasi di

kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Hanura Jawa Barat.

b. Subjek Penelitian

Subjek penelitan yang menjadi sampel penelitiannya seperti yang

dikemukakan oleh Nasution (1996:32) bahwa:

(17)

8

[Type text]

secara “purposive” bertalian dengan purpose atau tujuan tertentu.

Sering pula responden diminta untuk menunjuk orang lain yang dapat memberikan informasi, kemudian responden ini diminta pula menunjuk orang lain dan seterusnya. Cara ini lazim disebut

snowball sampling yang dilakukan secara serial atau berurutan.

Berdasarkan pengertian diatas subjek penelitian kualitatif adalah

pihak-pihak yang menjadi sasaran penelitian atau sumber yang dapat

memberikan informasi dipilih secara purposive bertalian dengan

tujuan tertentu. Subyek dalam penelitian ini adalah pengurus Dewan

Pimpinan Daerah Partai Hanura Jawa Barat.

F. Struktur Organisasi Skripsi

Struktur organisasi skripsi berisi rincian tentang urutan penulisan

dari setiap bab dan bagian bab skripsi mulai dari bab satu hingga bab

E. Lokasi dan Subjek Penelitian

F. Struktur Organisasi Skripsi

BAB II Tinjauan Pustaka

A. Tinjauan Tentang Partai Politik

B. Tinjauan Tentang Pendidikan Politik

BAB III Metode Penelitian

A. Metode Penelitian

B. Teknik Pengumpulan Data

C. Tahap-Tahap Penelitian

(18)

9

[Type text]

BAB IV Hasil Penelitian dan Pembahasan

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

B. Deskripsi Hasil Penelitian

C. Pembahasan Hasil Penelitian

BAB V Penutup

A. Kesimpulan

(19)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian 1. Penelitian Kualitatif

Pada tahap ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif sebagai pendekatan penelitian. Pemilihan pendekatan kualitatif oleh peniliti

karena peneliti ingin mengetahui lebih detail tentang proses

pelaksanaan pendidikan politik di partai HANURA.

Selanjutnya Menurut Sugiyono (2010: 9) mendefinisikan penelitian

kualitatif sebagai berikut:

Penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah (sebagai lawannya adalah eksperimen), di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari generalisasi.

Lain halnya menurut Danial dan Nanan (2009: 60) mengemukakan

pendekatan kualitatif bahwa :

Pendekatan kualitatif berdasarkan penomenologis menuntut pendekatan yang holistik, artinya menyeluruh, mendudukkan suatu kajian dalam suatu konstruksi ganda. Melihat suatu objek dalam

suatu konteks „natural‟ alamiah apa adanya bukan parsial.

Menurut Subana (2009:17), penlitian kualitatif adalah penelitian

yang perlu dilakukan sesuai suatu masalah diteliti secara kuantitatif,

(20)

53

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

penelitian kualitatif. Metode kualitatif dalam penelitian ini dipilih

karena dua alasan. Pertama, permasalahan yang dikaji dalam penelitian

ini membutuhkan sejumlah data lapangan yang sifatnya aktual dan

konstektual. Kedua, pemilihan ini didasarkan pada keterkaitan masalah

yang dikaji dengan sejumlah data primer dari subjek penelitian yang

tidak dapat dipisahkan dari latar belakang alamiahnya. Di samping itu,

metode kualitatif mempunyai adaptabilitas yang tinggi, sehingga

meungkinkan penulis untuk senantiasa menyesuaikan diri dengan

situasi yang berubah-ubah yang dihadapi dalam penelitian ini.

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus.

Menurut Arikunto (1980: 215) sebagai berikut :

Ditinjau dari lingkup wilayahnya, maka penelitian kasus hanya meliputi daerah atau subjek yang sempit, tetapi ditinjau dari sifat penelitian, penelitian kasus lebih mendalam dan membicarakan kemungkinan untuk memecahkan masalah yang aktual dengan mengumpulkan data, menyusun dan mengaflikasikannya dan menginterprestasikannya.

Dengan menggunakan desain ini diharapkan peneliti dapat

memperoleh informasi yang mendalam tentang pendidikan politik,

penelitian yang dilakukan secara komperhensif menggunakan

fakta-fakta, sehingga untuk bisa mengungkap fakta-fakta tentang pendidikan

politik, penulis tidak hanya melakukan wawancara dengan bertatap

muka dengan subjek penelitian, namun juga mempelajari latar belakang

(21)

54

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dalam penelitian ini, penulis merupakan instrument penting yang

berusaha mengungkapkan data secara mendalam dengan dibantu oleh

beberapa teknik pengumpulan data lainnya. Sebagaimana yang

dikemukakan oleh Lincoln dan Guba (Sugiyono, 2008: 306) bahwa :

The instrumen of choice in naturalistic inquiry is the human. We shall see that other of instrumentation may be used in later phases of the inquiry, but the human is the initial and continuing mainstay. But if the human instrumen has been used extensively in earlier stages of inquiry, so that an instrument can be constructed that is grounded in the data that the human instrument product

Selanjutnya Nasution (Sugiyono, 2008: 306) menyatakan :

Dalam penelitian kualitatif, tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama. Alasannya ialah bahwa, segala sesuatu belum mempunya bentuk yang pasti. Masalah, fokus penelitian, fojus penelitian, prosedur penelitian, hipotesis yang digunakan, bahkan hasil yang diharapkan...

Selain itu, penelitian ini lebih banyak menggunakan pendekatan

antar personal, artinya selama proses penelitian penulis akan lebih

banyak mengadakan kontak atau berhubungan dengan orang-orang di

lingkungan lokasi penelitian, dengan demikian diharapkan peneliti

dapat lebih leluasa mencari informasi dan mendapatkan data yang

lebih terperinci tentang berbagai hal yang diperlukan untuk

kepentingan penelitian. Selain itu juga berusaha mendapatkan

pandangan dari orang di luar sistem dari subjek penelitian, atau dari

pengamatan, untuk menjaga subjekfitas hasil penelitian.

(22)

55

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Menurut Arikunto (2006:160) bahwa metode penelitian adalah

cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data

penelitiannya. Mengenai metode penelitian, peneliti menggunakan

metode studi kasus. Menurut Danial (2009: 63) mengenai metode studi

kasus adalah sebagai berikut:

Metode studi kasus adalah metode yang intensif dan teliti tentang pengungkapan latar belakang, status, dan interaksi lingkungan terhadap individu, kelompok, intuisi dan komunitas masyarakat tertentu. Metode ini akan melahirkan prototipe atau karakteristik tertentu yang khas dari kajiannya.

Sehingga dapat ditegaskan bahwa metode studi kasus ialah metode

yang dimaksudkan memberi gambaran yang lebih jelas tentang

situasi-situasi yang sedang terjadi saat sekarang untuk mengangkat fakta dan

menyajikannya secara akurat apa adanya.

Dipilihnya metode studi kasus dalam penelitian ini dikarenakan

pada observasi awal peneliti menemukan berbagai macam fenoma

pendidikan politik yang dilakukan oleh partai HANURA, sehingga

peneliti bertujuan untuk menggambarkan berkenaan dengan proses

pendidikan Politik Partai HANURA secara sistematis dan lebih jelas

secara faktual dan akurat mengenai fakta-fakta yang ada, hal ini sesuai

dengan Danial (2009: 63) yang mengatakan bahwa penelitian studi

kasus bertujuan menyajikan fenomena yang terjadi sekarang dan apa

adanya.

(23)

56

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Jenis data yang dipilih peneliti adalah data primer dan data

sekunder. Data primer merupakan informasi dalam bentuk lisan yang

langsung diperoleh peneliti dari sumber aslinya di lapangan, sedangkan

data sekunder yang peneliti gunakan adalah data tertulis yang diperoleh

dari berbagai sumber yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Data

primer yang dipilih peneliti adalah informasi lisan dari pengurus dan

pimpinan dari DPD Partai Hanura Jawa Barat. Sedangkan data sekunder

yang akan dijadikan rujukan adalah berupa buku-buku, atau

artikel-artikel yang sesuai dan berhubungan dengan masalah penelitian.

Penelitian kualitatif memerlukan sumber data yang sesuai dengan

tujuan penelitian. Sumber data merupakan situasi yang wajar atau

natural setting yang dapat memberikan data dan informasi yang sesuai

dengan tujuan penelitian. Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti

menentukan sumber data yang terdiri atas orang dan benda. Orang

sebagai informan sedangkan benda merupakan sumber data dalam

bentuk dokumen seperti artikel dan berita yang mendukung tercapainya

tujuan penelitian.

2. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik-teknik pengumpulan data yang diaplikasikan

mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif ini sebagai berikut.

a. Wawancara

Menurut Sugiyono (2010:137), wawancara digunakan

sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan

(24)

57

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dar

responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya

sedikit/kecil. Wawancara merupakan satu teknik pengumpulan data

dengan cara lisan terhadap responden, dengan menggunakan

pedoman wawancara yang telah disediakan.

Wawancara menurut Esterberg (Sugiyono, 2010:231)

adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide

melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam

suatu topik tertentu. Dalam penelitian ini wawancara yang akan

dipergunakan adalah wawancara terbuka. Peneliti melakukan

wawancara guna menggali informasi mengenai mekanisme

pendidikan politik, yang mana yang diwawancarai mengetahui dan

menyadari bahwa mereka diwawancarai.

Dalam penelitian ini, peneliti melakukan wawancara

langsung dengan melakukan tatap muka dengan sejumlah informan,

yaitu pengurus Partai Hanura di tempat penelitian dan dan

wawancara yang lebih formal dengan menggunakan lembaran yang

di dalamnya berisi garis besar pertanyaan penelitian. Hal ini

dilakukan agar peneliti dapat menjalin komunikasi dua arah yang

baik.

Menurut Nasution (2003:73), tujuan wawancara dalam

penelitian kualitatif ialah untuk mengetahui apa yang dikandung

dalam pikiran dan hati orang lain, bagaimana pandangannya tentang

(25)

58

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tujuan dari wawancara dalam penelitian ini ialah untuk

memperoleh data dan informasi yang berkenaan dengan pendapat

dari Pengurus DPD Partai HANURA Jawa Barat tentang

pelaksanaan Pendidikan Politik Partai HANURA.

b. Observasi

Observasi menurut Hadi (Sugiyono, 2010:145) merupakan

suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari

berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang

terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Menurut

Nasution (2003:59) data observasi berupa deskripsi yang faktual,

cermat, dan terperinci mengenai keadaan lapangan, kegiatan

manusia, dan situasi sosial, serta konteks dimana kegiatan-kegiatan

itu terjadi.

Menurut Sugiyono (2010:145), teknik pengumpulan data

dengan observasi digunakan bila penelitian berkenaan dengan

perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila

responden yang diamati tidak terlalu besar. Dalam melakukan

penelitian, peneliti mengamati langsung keadaan di DPD Partai

HANURA agar mendapat informasi serta fakta yang terjadi atau

sedang berlangsung dengan cara mengamati, melihat, serta

mengikuti kegiatan yang dilakukan dalam melaksanakan pendidikan

(26)

59

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dari teknik observasi ini, penulis langsung meneliti

ketempat yang menjadi lokasi penelitian yakni Kantor Pengurus

DPD Partai HANURA Provinsi Jawa Barat, dan langsung meneliti

bagaimana proses Pendidikan Politik di Partai HANURA.

Seperti yang dikemukakan oleh Danial (2009: 77) bahwa

observasi ialah:

Alat yang digunakan untuk mengamati; dengan melihat, mendengarkan, merasakan, mencium, mengikuti, segala hal yang terjadi dengan cara mencatat/merekam segala sesuatunya tentang orang atau kondisi suatu fenomena tertentu.

Hal-hal yang diobservasikan pada penelitian ini adalah

menggali informasi tentang proses pendidikan politik partai

HANURA.

c. Studi Dokumentasi

Menurut Danial (2009:79) mengemukakan bahwa studi

dokumentasi ialah :

Mengumpulkan sejumlah dokumen yang diperlukan sebagai bahan data informasi sesuai dengan masalah penelitian, seperti peta, data, statistic dan nama pegawai, data siswa, data penduduk; garafik, gambar, surat-surat, poto akte, dsb.

Teknik dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini

dilakukan dengan cara melihat, menganalisa data-data yang berupa

dokumentasi yang berkaitan dan menunjang penelitian ini, seperti

(27)

60

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Peneliti menggunakan teknik studi dokumentasi agar

memperkuat hasil dari wawancara dan observasi sebelumnya.

Misalnya, foto berbagai kegiatan yang dilakukan di DPD Partai

Hanura Jawa Barat, AD/ART Partai Hanura Jawa Barat dan

sebagainya. Dokumen yang telah diperoleh guna mendukung data

dari hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan.

d. Catatan Lapangan (field Note)

Peneliti membuat catatan singkat mengenai pokok-pokok

pembicaraan dan pengamatan seputar pendidikan politik yang

dilakukan oleh partai HANURA provinsi jawa barat. Seperti yang

diungkapkan Moleong (2007: 153) bahwa catatan lapangan adalah

catatan tertulis tentang apa yang didengar, dilihat, dialami, dan

dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi terhadap

data dalam penelitian kualitatif.

Catatan lapangan menurut Nasution (2003:98) merupakan

apa yang dicatat dalam buku catatan atau kertas lepas. Catatan

lapangan dengan sendirinya singkat dan padat karena dilakukan

sambil mengadakan observasi dan wawancara. Dalam tahap ini,

peneliti mencatat segala hal yang menjadi jawaban atas pertanyaan

yang berkaitan dengan masalah penelitian.

(28)

61

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Agar penelitian yang dilakukan peneliti bisa efektif sesuai dengan

tujuan yang telah ditetapkan. Maka peneliti mengacu pada prosedur

penelitian yang terbagi kedalam dua tahapan penelitian. Diantaranya :

1. Persiapan penelitian

Kegiatan pertama yang dilakukan peneliti sebagai tahap awal

dalam proses penyusunan adalah mempersiapkan agar penelitian

berjalan dengan lancar. Persiapan yang dilakukan oleh peneliti adalah

sebagai berikut:

a. Peneliti mengajukan beberapa judul untuk disepakati oleh Tim

Pertimbangan Penulisan Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan.

b. Setelah judul disepakati, peneliti mengajukan proposal kepada

Tim Pertimbangan Penulisan Jurusan Pendidikan

Kewarganegaraan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.

c. Proposal penelitian tersebut diseminarkan dihadapan tim dosen

penguji untuk mendapatkan koreksi, masukan sekaligus perbaikan

hingga mendapatkan pengesahan serta persetujuan dari ketua Tim

Pertimbangan Penulisan Skripsi (TPPS) yang selanjutnya

direkomendasikan untuk mendapatkan pembimbing skripsi.

2. Pelaksanaan Penelitian

Sebelum penelitian dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan

pra penelitian (observasi awal) yang berguna untuk dapat melihat lebih

jauh apa yang menjadi masalah dalam pembelajaran dikelas serta

(29)

62

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

untuk dijadikan objek penelitian. Dalam hal pelaksanaannya penelitian

ini melakukan beberapa kegiatan yang diantaranya ialah :

a. Menentukan responden yang akan di teliti, sekaligus

menghubunginya.

b. Mengadakan penelitian dengan responden.

c. Melakukan studi dokumentasi serta membuat catatan yang

diperlukan dan dianggap berkaitan dengan masalah penelitian.

d. Sambil memproses data, penulis juga mengkaji literature-literatur

yang berkaitan dengan judul penelitian.

e. Setelah data di dapat, maka data tersebut diolah sehingga mendapat

kesimpulan.

Setelah melakukan pra observasi, langkah selanjutnya yang

dilakukan dalam tahap persiapan penelitian ialah :

a. Mengajukan surat permohonan penelitian kepada jurusan

Pendidikan Kewarganegaraan.

b. Kemudian mengajukan surat tersebut kepada Fakultas Pendidikan

Ilmu Pengetahuan Sosial dengan dilengkapi oleh Proposal

Penelitian, Kwitansi SPP, Fotocopy Kartu Tanda Mahasiswa

(KTM).

c. Lalu menyerahkan surat tersebut kepada Badan Administrasi dan

Keuangan dengan dilengkapi persyaratan-persyaratan yang sama

dengan sebelumnya.

d. Menyerahkan surat permohonan izin penelitian dari Rektor

Universitas pendidikan Indonesia UPI bandung kepada Kantor

(30)

63

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

e. Menyerahkan surat permohonan izin kepada DPD Partai

HANURA Provinsi Jawa Barat, dan mengadakan pembicaraan

dengan maksud dan tujuan kepada pengurus DPD Partai HANURA

Jawa Barat.

D. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Menurut Moleong (2007: 280) mengemukakan tentang analisis data adalah analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan

mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar

sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja.

Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah

mengolah atau menganalisis data. Data yang terkumpul yang berasal

dari hasil wawancara dengan menggunakan pedoman penyusunan

wawancara, melakukakn observasi, studi dokumentasi dan pengamatan

dalam bentuk catatan lapangan kemudian dikumpulkan dan disatukan.

Dalam analisis data kualitatif dituntut adanya data yang lengkap sebagai

satu syarat suatu analisis. Analisis data yang akan berbentuk data

kualitatif dideskripsikan melalui kata-kata dengan menggambarkan

keadaan yang ada yang selanjutnya menarik kesimpulan, hal ini sesuai

dengan Moleong (2007 : 280) bawa analisis data dilakukan dengan

mengorganisasikan data kedalam suatu pola.

Menurut Mahsun (2006: 222), dalam penelitian kualitatif yang

mendasarkan diri bukan pada paradigma metodologis deduktif, tetapi

induktif, suatu paradigma yang bertitik tolak dari yang khusus ke yang

(31)

64

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

deduktif. Konseptualisasi, kategorisasi, dan deskripsi dikembangkan atas

dasar kejadian (indicidence) yang terjadi dilapanagan.

Menurut Mahsun (2006 : 245) mengenai analisis data ialah sebagai

berikut :

Analisis kualitatif terlihat keterpaduan antara tahap penyedian data dengan tahap analisis data sebagai suatu yang bersifat melingkar (siklus). Mulai dari penyusunan data ke dalam pola-pola, kategori, fokus, tema, atau permasalahan tertentu, sampai pada upaya melakukan display data dan membuat generalisasi.

Mahsun menggambarkan urutannya sebagai berikut :

Table 3.1 Alur analisi data menurut Mahsun (2006) dengan diadaptasi oleh peneliti

Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat

pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data Data Display Data Collection

Data Reduction

(32)

65

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dalam periode tertentu. Miles dan Huberman 1984 (Sugiyono, 2010:

246), mengemukakan bahwa “aktifitas dalam analisis data kualitatif

dilakukan secara interaktif dan dilakukan secara terus menerus sampai

tuntas, sehingga datanya sudah jenuh”. Aktifitas dalam analisis data

meliputi: data reduction, data display, dan conclusion

drawing/verification. Penjelasan mengenai aktifitas analisis data kualitatif

adalah sebagai berikut:

a. Reduksi data

Reduksi data bertujuan untuk mempermudah pemahaman

terhadap data yang telah terkumpul dari hasil catatan lapangan

dengan cara merangkum dan mengklarifikasikan sesuai masalah

yang diteliti yakni Pendidikan Politik yang dilakukan oleh partai

HANURA.

Dalam tahap ini peneliti memilah hal-hal yang penting yang

menjadi pokoknya kemudian merangkum data yang diperoleh dari

tempat penelitian sehingga akan didapatkan gambaran yang lebih

mengerucut lagi tentang hasil pengamatan.

b. Display (penyajian data)

Setelah dilakukan reduksi data, menurut Sugiyono

(2010:249) langkah selanjutnya adalah display data. Dalam tahap

ini peneliti membuat gambaran dari keseluruhan data yang

(33)

66

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

bentuk matriks, hal ini dilakukan agar peneliti dapat menguasai

data secara garis besar.

Penyajian data berupa teks naratif, matriks, garfik, untuk

melihat gambaran data yang diperoleh secara keseluruhan atau

bagian-bagain tertentu dan kemudian dilakukan klasifikasi.

Penyajian data yang disusun secara singkat, jelas, terperinci dan

menyeluruh akan memudahkan dalam memahami gambaran

terhadap aspek yang diteliti. Penyajian data dalam penelitian ini

lebih banyak dituangkan dalam bentuk uraian sesuai dengan hasil

penelitian yang diperoleh.

c. Menarik kesimpulan atau verifikasi

Langkah ketiga yaitu kesimpulan dilakukan peneliti dengan

maksud untuk mencari makna, penjelasan yang dilakukan

terhadap data yang dikumpulkan dengan mencari hal-hal yang

penting. Agar memperoleh kesimpulan yang tepat maka

kesimpulan tersebut kemudian diverifikasi selama penelitian

berlangsung.

Dalam tahap ini, peneliti membuat kesimpulan secara

menyeluruh terhadap data yang telah diperoleh dengan mencari

data yang sifatnya relevan dengan penelitian ini sebagai

(34)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Daftar Pustaka

Adi Saputra, Kosasih. (2008). Tradisi Tarbiyah Sebagai Sarana Pendidikan Politik

Partai Keadailan Sejahtera (Skripsi). Tidak diterbitkan

Affandi, Idrus. (1993). Analisis Buku Political Education R Brownhill dan Patricia

Smart (Makalah). Bandung: Lab PPKN IKIP.

Affandi, Idrus. (1996). Kepeloporan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Dalam

Pendidikan Politik (Disertasi). Tidak Diterbitkan.

Alwasilah, A.Chaedar. (2002). Pokoknya Kualitatif: Dasar-dasar Merancang dan

Melakukan Penelitian Kualitatif. Jakarta. Pustaka Jaya.

Alfian. (1992). Pemikiran Dan Perubahan Politik Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka

Utama.

Amal, Ichlasul (Ed). (1988). Teori-Teori Mutakhir Partai Politik. Yogyakarta: Tiara

Wacana.

Arikunto, S. (1980). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT Rineka

Cipta.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT Rineka

Cipta.

Arpanudin, Iqbal. (2011). Kontribusi Halaqah Dalam Meningkatkan Efektifitas

Rekrutmen Kader Partai Keadilan Sejahtera (Skripsi). Tidak Diterbitkan.

Basrowi dan Suwandi. (2008).Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka.

Brownhill, R, dan Patricia Smart. (1989). Political Education. London and New York: Routladge.

(35)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Utama.

Budiardjo, Miriam. (2000). Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta; PT Gramedia Pustaka

Utama.

Budiardjo, Miriam. (2008). Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta; PT Gramedia Pustaka Utama.

Dahliany, Anneu. (2011). Pola Rekrutmen Pemimpin Partai Politik Dalam Meningkatkan

Kinerja Partai Politik (Skripsi). Tidak Diterbitkan.

Danial, Endang dan Wasriah, Nanan. (2009). Metode Penulisan Karya Ilmiah, Bandung; Laboratorium PKn Universitas Pendidikan Indonesia.

Darmawan, Cecep. 2009. Pemberdayaan dan Kinerja DPRD. Bandung: Pustaka Aulia Press.

Fadjar, Mukhtie. 2008. Partai Politik Dalam Perkembangan Sistem Ketatanegaraan

Indonesia. Malang: Institute For Strengthening Transition Society Studies

Firmanzah. (2008). Mengelola Partai Politik. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Gatara, AA Sahid. (2009). Ilmu Politik Memahami dan Menerapkan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Hamalik, Oemar. (2001). Kurikulum dalam Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.

Harun, Rochajat. (2006). Komunikasi Politik Sebagai Suatu Pengantar. Bandung: Mandara Maju.

Hidayat, Komarudin dan Azyumardi Azra. 2007. Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan

Masyarakat Madani. Jakarta: ICC UIN Jakarta.

Huntington, Samuel P (2003). Tertib Politik Ditengah Pergeseran Kepentingan Massa. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

(36)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Indrawijaya, Adam Ibrahim. 2010. Teori, Perilaku, dan Budaya Organisasi. Bandung: PT Refika Aditama.

Kantaprawira, Rusadi. (1988). System Politik Indonesia Suatu Model Pengantar. Bandung: Sinar Baru.

Karim, M. Rusli (1993). Perjalanan Partai Politik Indonesia. Jakarta : Rajawali Pers

Kartono, Kartini. (1996). Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung: Mandar Maju.

Kartono, Kartini. (2009). Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung: Mandar Maju.

Koesoemahatmadja. (1978). Fungsi dan Struktur Pamong Praja. Bandung : Alumni

Mahsun. (2006). Metode Penelitian Bahasa. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Marbun, B. N. (2005). Kamus Politik. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan

May Rudi, T. (1992). Pengantar Ilmu Politik. Bandung : Eresco.

Moleong, L. J. (2000). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2004). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Moleong, L. J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Nasution, S. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.

Nasution, S. (2009). Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.

Nazir, M. (1988). Metode penelitian. Jakarta: Ghalia Remaja.

Nanie, Nasrullah dan Amril Ghaffar Sonny. (2004). Partai Politik, Partisipasi Politik dan

(37)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Ridha, Abu. (2002). Pengantar Pedidikan Politik Dalam Islam. Bandung: Syamsul Cipta

Media.

Rifai, Anam, Khoirudin Abbas, dkk. 2010. Partai Politik, Demokrasi, dan Kebijakan Publik.

Malang: Averroes Press.

Rinie, Meka. S. (2005). Sosialisasi Partai Politik Islam Dalam Meningkatkan Kesadaran

Politik Anggota. (Skripsi). Tidak Diterbitkan.

Rush, M dan Philip Althoff. (2001). Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: Rajawali Press.

Rodee, Clymer Carlton. (1983). Pengantar Ilmu Politik. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Sastroamiodjo, S. (1995). Perilaku Politik. Semarang : IKIP Semarang.

Shaleh, R Komarudin. (2005). Implikasi Pendidikan Politik Di Pondok Pesantren

Terhadap Perilaku Politik Santri (Tesis). Tidak Diterbitkan.

Subana dan Sudrajat. (2009). Dasar-Dasar Penelitian Ilmiah. Bandung: CV. Pustaka Setia

Sudiono, Dian. (2004). Peranan Badan Perwakilan Desa dalam Meningkatkan

Kesadaran Politik Masyarakat Desa di Era Otonomi Daerah (Skripsi). Tidak

Diterbitkan.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

Surbakti, Ramlan (1999). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Widiasarana

Indonesia.

(38)

Dafin Nurmawan, 2014

Gema Hanura sebagai media pendidikan politik

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Umarudin Masdar, dkk. (1999). Mengasah Naluri Publik Memahami Nalar Politik.

Yogyakarta : LkiS

Undang-Undang No. 2 Tahun 2008 Tentang Partai Politik.

Undang-Undang No. 31 Tahun 2002 Tentang Partai Politik.

Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Gambar

Table 3.1 Alur analisi data menurut Mahsun (2006) dengan  diadaptasi oleh peneliti

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, di

Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah

Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen)

Adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah

Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen)

Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen)

Metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti

Dengan berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang digunakan untuk meneliti pada keadaan objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti ialah