EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI
DI PT.POS INDONESIA (PERSERO) INDRAMAYU 45200
SKRIPSI
DisusununtukMemenuhi Salah Satu SyaratGuna Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia
Oleh:
RHESA AMALIA PUTRI 1003253
EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI
DI PT.POS INDONESIA (PERSERO) INDRAMAYU 45200
Oleh
Rhesa Amalia Putri
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S.pd) pada Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia
© 2014 Rhesa Amalia Putri
Universitas Pendidikan Indonesia
Oktober 2014
Hak Cipta dilindungi undang-undang.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL
TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI PT.POS INDONESIA
(PERSERO) INDRAMAYU 45200
Disetujui dan disahkan oleh:
Pembimbing
Dr.Hj.Nani Imaniyati,M.Si. NIP.196101061987032002
Mengetahui,
Ketua Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran
PENGARUH GAYA TRANSFORMASIONAL TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI PT.POS INDONESIA(PERSERO) INDRAMAYU 45200
Oleh:
dikajidalampenelitianiniadalahbelummaksimalnyaperolehanefektivitaskerjapegawai di PT.Pos Indonesia (Persero) Indramayu, yang ditandaidenganhasillaporankinerjakaryawan di setiaptriwulan. Penelitianiniterdiridariduavariabelyaitu Gaya KepemimpinanTransformasional
(X) danEfektivitasKerjaPegawai (Y).
Penelitianinibertujuanuntukmengetahuitingkatkepemimpinantransformasional
,tingkatefektivitaskerjapegawaidanmengetahuiseberapabesarpengaruhtingkatkepemimpinantransf ormasionalterhadaptingkatefektivitaskerjapegawai.
Metodepenelitian yang digunakanadalahmetodeSurvey.
Ukuranpopulasipenelitianiniadalahpegawai di PT.PosIndonesia(Persero)Indramayu yang
berjumlah 61 orang. Teknikpengumpulan data yang
digunakanadalahwawancaradanpenyebaranangketdenganmenggunakanskalarating scale. Teknikanalisis data yang digunakanadalahanalisisregresisederhana.
Berdasarkanhasilpenelitian di PT.Pos Indonesia (Persero) Indramayu, diperolehinformasibahwaterdapatpengaruhpositifdansignifikangayakepemimpinantransformasion
alterhadapefektivitaskerjapegawai, Namundemikian,
efektivitaskerjapegawaitidakhanyadipengaruhiolehgayakepemimpinantransformasionalsaja, adafaktor lain yang jugaberpengaruh, yang tidakdikajidalampenelitianini
Kata Kunci: Gaya KepemimpinanTransformasional, EfektivitasKerja
ABSTRACT
THE INFLUENCE OF TRANSFORMATIONAL LEARDERSHIP STYLE TO WORKING EFFECTIVENESS OF EMPLOYEES IN PT.POS INDONESIA (PERSERO)INDRAMAYU
45200
By :
RhesaAmaliaPutri
1003253
This Script is guided by:
Dr.Hj. NaniImaniyati,M.Si.
The issue that is analyzed in this study is the working effectiveness of the employees in PT.Pos Indonesia (Persero) Indramayu which is not yet maximum. Which is characterized by the performance result obtained by employees in each quarter. This study consist of two variables :transformasional leadership style (X) and working effectiveness of employees (Y). This study aims to determine the level of transformational leadership style, to know the level working effectiveness of employees, and than to know how much the transformational leadership style level influence the working effectiveness of employees.
The method used for this study is a survey method. The size of this study population were employees in PT.Pos Indonesia (Persero) Indramayu were 61. Data collection technique is done by conducing interviews and giving questionnaire using rating scale measurement. The data analysis technique used is a simple regression analysis.
Based on the research result in PT.Pos Indonesia (Persero)Indramayu, obtained the information that there is a positive and significant effect the transformational leadership style to working effectiveness of employees.However, effectiveness of employees in PT.Pos Indonesia (persero)Indramayu is not only influenced by transformational leadership style there are the other factors (epsilon) which also affects which are not examined in this research.
DAFTAR ISI
RHESA AMALIA PUTRI ... Error! Bookmark not defined.
BERITA ACARA ... Error! Bookmark not defined.
PERNYATAAN... Error! Bookmark not defined.
ABSTRAK ... Error! Bookmark not defined.
ABSTRACT ... Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI... 1
DAFTAR TABEL ... 5
DAFTAR GAMBAR ... 7
DAFTAR LAMPIRAN ... 8
BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.
1.1 Latar Belakang... Error! Bookmark not defined. 1.2 Indentifikasi dan Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined. 1.2.1 Indentifikasi Masalah ... Error! Bookmark not defined. 1.2.2 Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined. 1.3 Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 1.3.1 Tujuan Umum ... Error! Bookmark not defined. 1.3.2 Tujuan Khusus ... Error! Bookmark not defined. 1.4 Manfaat Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
BAB II KAJIAN PUSTAKA, PENELITIAN TERDAHULU YANG
RELEVAN,KERANGKA PEMIKIRAN,DAN HIPOTESISError! Bookmark not
defined.
2.1.1.1 Definisi Kepemimpinan ... Error! Bookmark not defined. 2.1.1.2 Teori-Teori Kepemimpinan ... Error! Bookmark not defined. 2.1.1.3 Efektivitas Kepemimpinan... Error! Bookmark not defined. 2.1.2 Kepemimpinan Transformasional .. Error! Bookmark not defined. 2.1.2.1 Definisi Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not defined. 2.1.2.2 Karakteristik Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not defined. 2.1.2.3 Pedoman untuk Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not defined.
2.1.3 Efektivitas Kerja ... Error! Bookmark not defined. 2.1.3.1 Konsep Efektivitas Kerja ... Error! Bookmark not defined.
2.1.3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektiviatas KerjaError! Bookmark not
defined.
2.1.3.3 Kriteria Efektivitas Kerja ... Error! Bookmark not defined. 2.1.3.4 Pengukuran Efektivitas Kerja ... Error! Bookmark not defined. 2.2 Penelitian Terdahulu yang Relevan ... Error! Bookmark not defined. 2.3 Kerangka Pemikiran... Error! Bookmark not defined. 2.4 Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.
BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN Error! Bookmark not defined.
3.3.4.1. Uji Validitas ... Error! Bookmark not defined. 3.3.4.2 Uji Reliabilitas ... Error! Bookmark not defined.
3.3.5. Pengujian Persyaratan Analisis DataError! Bookmark not defined. 3.3.5.1. Uji Normalitas ... Error! Bookmark not defined. 3.3.5.2.Uji Homogenitas ... Error! Bookmark not defined. 3.3.5.3. Uji Linieritas ... Error! Bookmark not defined. 3.3.6. Teknik Analisis Data ... Error! Bookmark not defined. 3.3.6.1.Teknik Analisis Data Deskriptif ... Error! Bookmark not defined. 3.3.6.2. Teknik Analisis Data Inferensial ... Error! Bookmark not defined. 3.3.7.Pengujian Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANError! Bookmark not defined.
4.1.Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.1.1.Objek Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.1.2. Gambaran Karakteristik RespondenError! Bookmark not defined. 4.1.2.1.Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis KelaminError! Bookmark not
defined.
4.1.2.2.Karakteristik Responden Berdasarkan UsiaError! Bookmark not defined. 4.1.2.3.Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat PendidikanError! Bookmark not
defined.
4.1.2.4.Karakteristik Berdasarkan Masa KerjaError! Bookmark not defined. 4.1.3. Gambaran Variabel Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.1.3.1. Gambaran Variabel Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not
defined.
4.1.3.2. Gambaran Variabel Efektivitas Kerja pegawaiError! Bookmark not defined. 4.1.4. Pengujian Persyaratan Analisis DataError! Bookmark not defined.
4.1.5. Pengujian Hipotesis ... Error! Bookmark not defined. 4.2. Pembahasan Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.
4.2.1. Gaya Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not defined. 4.2.2. Efektivitas Kerja Pegawai ... Error! Bookmark not defined.
4.2.3. Pengaruh gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai PT.Pos Indonesia (Persero)Indramayu.Error! Bookmark not defined.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... Error! Bookmark not defined.
5.1. Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined. 5.2. Saran ... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Total Nilai SMKI selama 3 tahun terakhir (12 Triwulan)Error! Bookmark not defined. Tabel 2 Penelitian Terdahulu yang Relevan mengenai Gaya Kepemimpinan
Transformasional dan Efektivitas Kerja... Error! Bookmark not defined. Tabel 3 Operasional Variabel ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4 Populasi Penelitian ... Error! Bookmark not defined. Tabel 5 Jumlah Item Angket ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 6 Hasil Uji Validitas Variabel X (Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not
defined.
Tabel 7 Hasil Uji Validitas Variabel Y (Efektivitas Kerja)Error! Bookmark not defined. Tabel 8 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X dan Y ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 9 Distribusi Pembantu untuk Pengujian NormalitasError! Bookmark not defined. Tabel 10 Model Tabel Uji Barlett ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 11 Kriteria Penafsiran Deskripsi ... Error! Bookmark not defined. Tabel 12 Batas-batas Nilai r (Korelasi) ... Error! Bookmark not defined. Tabel 13 Data pegawai berdasarkan jenis kelamin Error! Bookmark not defined. Tabel 14 Data Pegawai Berdasarkan Usia ... Error! Bookmark not defined. Tabel 15 Data pegawai berdasarkan tingkat pendidikanError! Bookmark not defined. Tabel 16 Data pegawai berdasarkan masa kerja .... Error! Bookmark not defined. Tabel 17 Kriteria Analisis Data Deskripsi ... Error! Bookmark not defined. Tabel 18 Tabel hasil rata-rata variabel X ... Error! Bookmark not defined.
Tabel 19 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Pengaruh IdealError! Bookmark not
defined.
Tabel 20 Tanggapan Responden terhadap Indikator Motivasi InspirasiError! Bookmark not
defined.
Tabel 21 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Stimulasi IntelektualError! Bookmark not
defined.
Tabel 22 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Konsiderasi IndividuError! Bookmark not
defined.
Tabel 23 Tanggapn Responden Terhadap Efektivitas kerja PegawaiError! Bookmark not
defined.
Tabel 24 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Kualitas KerjaError! Bookmark not
Tabel 25 Tanggapan Responden Terhdap Indikator Kuantitas KerjaError! Bookmark not
defined.
Tabel 26 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Waktu KerjaError! Bookmark not
defined.
Tabel 27 Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas data .. Error! Bookmark not defined.
pengaruh ideal ... Error! Bookmark not defined. Tabel 30 Perolehan skor berdasarkan tanggapan responden terhdap indikator
konsiderasi individu ... Error! Bookmark not defined. Tabel 31 Perolehan skor berdasarkan tanggapan responden terhdap variabel Y
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Tiga Perfektif Efektivitas ... Error! Bookmark not defined.
Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Model Analisis Perilaku LuthansError! Bookmark not
defined.
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 SuratPenelitian
Lampiran 2 StrukturOrganisasiPT.PosIndonesia(Persero)Indramayu
Lampiran 3 InstrumenPenelitian
Lampiran 4 UjiValiditasdanUjiReliabilitas
Lampiran 5 HasilPengumpulan Data
Lampiran 6 UjiNormalitas
Lampiran 7 UjiHomogenitas
Lampiran 8 UjiLinieritas
Lampiran 9 UjiAnalisisRegresi
Lampiran 10 FrekuensiBimbingan
Lampiran 11 LembarPersetujuanSidang
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada suatu organisasi atau perusahaan, kesuksesan atau kegagalan suatu organisasi
sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan dalam organisasi tersebut. Perusahaan
dituntut untuk mampu mengahadapi tantangan dari luar maupun dari dalam perusahaan,
sehingga perusahaan mampu menjaga kelangsungan perusahaannya.
Peran pimpinan dalam suatu perusahaan sangat menentukan dalam pencapaian tujuan
organisasi atau perusahaan. Salah satu tanggung jawab kepemimpinan yang paling penting
dan paling sulit adalah memandu dan memudahkan proses dan pembuatan suatu perubahan
besar dalam organisasi. Orang cenderung untuk menolak perubahan besar karena banyak
alasan, termasuk rasa tidak percaya, keraguan tentang kebutuhan akan perubahan,
ketakutan dan kerugian ekonomis, ketakutan kehilangan status dan kekuasaan, ketakutan
akan kegagalan pribadi, persepsi bahwa perubahan tidak konsisten dengan nilai (Gary
Yukl, dalam Supriyanto 2010:359). Fungsi lain dari kepemimpinan adalah pengarahan.
Pengarahan meliputi bagaimana meningkatkan dan menilai kerja pegawai. Penilaian dapat
diartikan secara luas dan secara sempit. Penilaian dalam arti luas untuk mengevaluasi kerja
organisasi (instansi), sedangkan dalam arti sempit adalah untuk menilai kerja pegawai.
Penilaian kerja merupakan kegiatan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan seorang
pada ukuran-ukuran yang telah disepakati bersama dalam standar kerja (Husaini
Usman,2010:487).
Banyak peneliti di bidang kepemimpinan menyatakan bahwa kepemimpinan adalah
masalah memotivasi pengikut (pegawai) untuk mencapai tujuan yang dijabarkan oleh
pemimpin, termasuk bahwa peran pemimpin adalah membuat suatu makna bagi para
pengikutnya(Marshall Sashkin&Molly G.Sashkin,2011:4). Salah satu tanggung jawab
kepemimpinan yang paling penting dan paling sulit adalah memadu dan memudahkan
proses pembuatan suatu perubahan besar dalam suatu organisasi. Kepemimpinan dapat
dikatakan sebagai cara dari seorang pemimpin dalam mengarahkan, mendorong dan
mengatur seluruh unsur-unsur dalam kelompok atau organisasinya untuk mencapai suatu
tujuan organisasi yang diinginkan sehingga menghasilkan kerja pegawai yang efektif.
Dengan meningkatkan kinerja pegawai berarti tercapainya hasil kerja seseorang atau
pegawai dalam mewujudkan tujuan organisasi atau perusahaan. Perusahaan yang baik
adalah organisasi yang sudah menjalankan untuk pencapaian maksimal tujuan perusahaan.
Jika pencapaian tujuan tersebut dapat diraih maka pelaksanaan dalam pencapaian tujuan
tersebut bisa dikatakan efektif.
PT. Pos Indonesia Indramayu merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi. PT Pos berupaya terus untuk
meningkatkan profesionalitasnya dalam layanan jasa komunikasi, melalui pembinaan
sumber daya manusianya yang terarah dan berkesinambungan. Strategi PT Pos
yang berkualitas sangat berkaitan dengan kinerja karyawan dalam perusahaan yang pada
akhirnya akan menentukan kinerja sebuah organisasi. Namun yang menjadi
permasalahannya adalah bagaimana mengupayakan agar karyawan dapat menampilkan
pekerjaan yang efektif dan optimal?
Berkaitan dengan tugas pada pegawai PT.Pos Indonesia, efektivitas kerja karyawan
dapat diamati dari kesesuaian antara beban kerja yang diberikan dengan hasil kerja, baik
secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan
tugas dengan penuh tanggug jawab.
Bedasarkan dari data yang diinformasikan manajer SDM kantor pos Indramayu, Ibu
Euis bahwa data efektivitas kinerja di Kantor Pos Indramayu peningkatannya tidak
signifikan dan belum maksimal. Hal ini sesuai dari data yang diperoleh dari hasil
rekapitulasi data tiga tahun terakhir (12 triwulan) penilaian kinerja karyawan dengan nilai
SMKI (Sistem Manajemen Kinerja Individu), SMKI adalah Sistem Manajemen Kinerja
Individu sebagai alat ukur tingkat kinerja karyawan di PT Pos (Persero). Dengan adanya
nilai SMKI.PT Pos dapat mengetahui tingkat kinerja karyawannya selama setiap triwulan.
Berikut data pencapian penilaian kinerja yang belum maksimal dapat dilihat pada tabel
berikut:
Tabel 1
Total Nilai SMKI selama 3 tahun terakhir (12 Triwulan)
2011
PT Pos Indonesia (Persero) Indramayu sebagai perusahaan pelayanan jasa sudah
seharusnya memberi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Untuk mendapatkan
pelayanan yang demikian, pegawai kantor harus efektif dalam menjalankan pekerjaannya.
Namun pada prakteknya, sering kali ditemukan pegawai yang tidak bekerja efektif
sebagaimana mestinya. Misalnya saja para pegawai datang terlambat masuk kerja atau
dalam kegiatan kantor,bahkan ada meninggalkan kantor sebelum jam kerja berakhir. Selain
kurang maksimal, sehingga terkadang mereka memberikan pelayanan yang kurang
memuaskan terhadap masyarakat. Disinilah dituntut kepemimpinan seorang kepala kantor
dalam mengelola para bawahannya agar lebih efektif dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawabnya demi menciptakan citra yang bagus terhadap pelayanan masyarakat.
Pemimpin yang sukses apabila pemimpin tersebut mampu menjadi menjadi
motivator (pendorong) dan creator (pencipta) bagi bawahannya dengan menciptakan
suasana budaya kerja yang dapat terlaksana dengan baik sesuai tujuan perusahaan.
Pemimpin seperti itu adalah pemimpin transformasional yaitu pemimpin yang
menginspirasi bawahannya untuk mengutamakan kepentingan organisasi diatas
kepentingan pribadi, sehingga akan membuat bawahannya menjadi lebih termotivasi dalam
mencurahkan upaya pada pekerjaannya (Robbins, 2006:472).
Untuk mencapai efektivitas kerja yang diinginkan kepala kantor harus menjalankan
fungsi dan tugas dengan cara memotivasi para pegawainya dan juga selalu berkomunikasi,
agar para pegawainya menyadari bahwa mereka memang dibutuhkan dan tidak
dibeda-bedakan, sehingga mereka mengerjakan pekerjaaan mereka dengan sebaik-baiknya demi
kemajuan bersama. Kepala kantor juga dibutuhkan untuk mengontrol kegiatan para
pegawai apakah berjalan dengan tujuan yang hendak di capai atau tidak. Kepala kantor dan
pegawai haruslah saling bekerjasama dalam usaha pencapaian tersebut. Masing-masing
mereka harus menyadari tugas dan tanggung jawabnya dan harus dikerjakan secara efektif
pula. Hal ini mendorong penulis untuk upaya memahami dan memecahkan masalah yang
Kepemimpinan Transformasional Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai di PT.Pos
Indonesia (Persero) Indramayu”
1.2 Indentifikasi dan Rumusan Masalah
1.2.1 Indentifikasi Masalah
Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kinerja pegawai di lingkungan
kerjanya, seperti faktor budaya organisasi, kompensasi, pengawasan, teladan
kepemimpinan, dan lain sebagainya, namun karena keterbatasan waktu dan teori, penulis
hanya mengkaji satu faktor khusus dan dominan dalam masalah penelitian ini yang
menyangkut kepemimpinan dan efektivitas kerja yang diterapkan.
Secara langsung, kepemimpinan dapat mempengaruhi sikap mental pegawai dalam
bekerja. Jika kepemimpinan yang diterapkan mampu diadaptasi dengan baik, maka tingkat
efektivitas kerja akan tinggi, tetapi sebaliknya jika gaya kepemimpinan yang diterapkan
kurang ideal, maka efektivitas kerja pegawai dalam melaksanakan pekerjaan di tempat
kerja mereka akan menurun, dan hal ini dapat menghambat tujuan dan pencapaian
organisasi.
Gaya kepemimpinan merefleksikan kemampuan pemimpin dalam mengarahkan
pegawai, memberi motivasi, dan membimbing langsung agar mereka mampu memberikan
kinerja yang optimal kepada perusahaan, dan tidak dapat dipungkiri bahwa posisi
Seperti yang dijelaskan pada uraikan di atas , maka untuk memperjelas dan
memudahkan pemahaman mengenai permasalahan yang akan diteliti, terlebih dahulu perlu
mengindentifikasi masalah yang dirasa penting untuk diteliti serta merumuskan masalah kedalam pernyataan berikut:“gaya kepemimpinan kepala kantor pos indramayu belum
sepenuhnya efektif sehingga hal ini menyebabkan efektivitas kerja pegawai di rasa masih rendah”
1.2.2Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang diadakannya penelitian ini, maka dapat
diindentifikasikan permasalahan berikut :
1. Bagaimana tingkat efektivitas kepemimpinan transformasional kepala kantor Pos
Indramayu ?
2. Bagaimana tingkat efektivitas kerja pegawai di Kantor Pos Indramayu ?
3. Bagaimana Pengaruh antara kepemimpinan transformasional kepala kantor
terhadap efektivitas kerja pegawai di Kantor Pos Indramayu?
1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperolah gambaran mengenai
pengaruh kepemimpinan transformasional kepala kantor terhadap efektivitas kerja pegawai
di kantor Pos Indramayu sebagai bahan rujukan untuk meningkatkan kualitas dan
1.3.2 Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kepemimpinan transformasional
kepala kantor dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di Kantor Pos
Indramayu.
2. Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai tingkat efektivitas kerja
pegawai di kantor Pos Indramayu
3. Untuk mengetahui besarnya mengaruh kepemimpinan transformasional kepala
kantor terhadap efektivitas kerja pegawai di kantor Pos Indramayu.
1.4 Manfaat Penelitian
Beberapa manfaat yang dapat penulis kemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
1. Segi Teoritis
Dilihat dari segi teoritis diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan
disiplin ilmu Pendidikan Manajemen Perkantoran, yaitu dalam konteks tipe
kepemimpinan khususnya mengenai kepemimpinan transformasional kepala kantor dan
efektivitas kerja pegawai
2. Segi Operasional
Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan dapat memberikan masukan bagi
kepala kantor di lapangan mengenai kepemimpinan transformasional dalam suatu
organisasi/perusahaan. Selain itu juga diharapkan hasil penelitian ini dapat
memberikan kontribusi bagi peningkatan kepemimpinan transformasional manajer
yang berpengaruh terhadap efektivitas kerja pegawai.
b. Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pengembangan pola
pikir peneliti, khususnya dalam upaya memahami kepemimpinan transformasional
kepala kantor dan pengaruhnya terhadap efektivitas kerja pegawai.
c. Bagi pegawai
Diharapkan bisa memberikan pemahaman tentang pemimpin mereka dan memberikan
motivasi agar terus semangat dalam bekerja sehingga para pegawai dapat
memberikan kontribusi yang baik bagi efektivitas kinerja perusahaan.
d. Bagi pembaca
Diharapkan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dan dapat dijadikan
BAB III
METODE DAN DESAIN PENELITIAN
3.1 Objek dan Subjek Penelitian
Objek penelitian ini adalah pengaruh pengaruh gaya kepemimpinan transformasional
kepala kantor terhadap efektivitas kerja pegawai di Kantor Pos Indramayu. Objek penelitian
terdiri dari varibel bebas yaitu gaya kepemimpinan transformasional yang indikatornya
yaitu: Idealized influence (Pengaruh yang Ideal), Inspirational motivation (Inspiratif),
Intellectual stimulation (Stimulasi Intelektual), Individualized consideration (Pertimbangan
pribadi) dan variabel terikatnya adalah efektivitas pegawai, yang indikatornya adalah
kualitas kerja, kuantitas kerja,dan waktu kerja.
Adapun subjek yang ditelitinya adalah populasi dari seluruh pegawai tetap di PT. Pos
Indonesia (Persero) Indramayu 45200.
3.2 Metode Peneltian
Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan
data penelitiannya, sehingga permasalahan yang sedang diteliti dapat dipecahkan. Metode
dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survey deskriptif dan verifikatif. Metode
survey digunakan karena penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuatitatif dan
menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data.
Menurut Sugiyono (2011:9) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang
tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain”. Tujuan dari
deskriptif adalah membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, factual dan
akurat, mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.
Menurut Suharsimi Arikunto (2010:135) penelitian verifikasi “Pada dasarnya ingin
menguji kebenaran dari suatu hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan”Dalam penelitian semacam ini landasan teori mulai diperlukan tetapi bukan
digunakan sebagai landasan untuk menentukan kriteria pengukuran terhadap gejala yang diamati dan akan diukur”.
Dalam penelitian ini, metode penelitian yang akan digunakan adalah metode survey, yaitu
penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah individu atau unit analisis, sehingga ditemukan
fakta atau keterangan secara faktual mengenai gejala suatu kelompok atau perilaku individu,
dan hasilnya dapat digunakan sebagai bahan pembuatan rencana atau pengambilan
keputusan. Penelitian survey menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan datanya.
Menurut Kerlinger yang dikutip oleh Sugiyono (2011:5), yang dimaksud dengan metode survei yaitu: „Metode penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data
yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga
3.3 Desain Penelitian
3.3.1.Operasional Variabel
Definisi variabel digunakan untuk menghindari perbedaan penafsiran serta kekeliruan
yang mungkin terjadi terhadap istilah-istilah yang dipergunakan. Dengan definisi variabel maka permasalahan yang diteliti akan terarah. Menurut Sugiyono (2010:58) “variabel
penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannnya”. Dalam penelitian ini ada dua variabel yang akan dibahas, yaitu:
a.Variabel bebas (X) adalah Gaya Kepemimpinan
b. Variabel terikat (Y) adalah Efektivitas Kerja
Skala pengukuran dalam menjaring data penelitian ini seluruhnya diukur dalam skala ordinal seperti dijelaskan dalam operasionalisasi variabel sebelumnya, yaitu “Skala yang
berjenjang yaitu jarak data yang satu dengan yang lainnya tidak sama” (Sugiyono,
Tabel 1 Bass dan avolio (Gary Yukl, 2010:305)
(Y)
3.3.2. Populasi dan Sampel Penelitian
3.3.2.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang
populasi sasaran yaiutu populasi ynag akan menjadi cakupan kesimpulan penelitian. Jadi
apabila sebuah penelitian dikeluarkan kesimpulan, maka menurut etika penelitian
kesimpulan tersebut hanya untuk populasi sasaran yang telah ditentukan.
Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Pengaruh
Kepemimpinan Transformasional Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai pada Kepala
Kantor Pos Indramayu, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah para
pegawai yang ada pada lingkungan kantor Pos Indramayu. Adapun data populasi dalam
penelitian ini sebagai berikut:
Tabel 2 Populasi Penelitian
No. Populasi Jumlah Populasi
1. Manajer 8
2. KPC (Kantor Pos Cabang) 16
3. STAF 36
JUMLAH 61
Berdasarkan tabel di atas maka dapat dilihat bahwa yang menjadi populasi adalah
Berdasarkan penjelasan di atas, mengingat jumlah karyawan yang berada di
Kantor Pos Indramayu pada Tabel.3.2 berjumlah 61 orang maka subjek populasinya
diambil semua karena kurang dari 100 sehingga penelitian ini merupakan penelitian
populasi.
3.3.3.Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan sebuah prosedur untuk memperoleh data dalam usaha
pemecahan permasalahan dengan menggunakan teknik-teknik tertentu,sehingga data yang
diharapkan dapat terkumpul dan benar-benar relevan dengan permasalahan yang hendak
dipecahkan.
Adapun teknik pengumpulan data adalah suatu teknik yang dipergunakan untuk
mengumpulkan data yang berkaitan dengan permasalahan penyusunan.
Sugiyono (2010:156) mengungkapkan bahwa “pengumpulan data dapat dilakukan
dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara.”
Berdasarkan sifatnya, teknik pengumpul data dikelompokan menjadi empat golongan,
yaitu:
(Winarno Surakhmad,1998:162)
Teknik pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam kelancaran
dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang
digunakan adalah sebagai berikut:
3.3.3.1. Wawancara
Pengumpulan data melalui teknik wawancara biasanya digunakan untuk mengungkapkan
masalah sikap dan persepsi seorang secara langsung dengan sumber data. Wawancara
berisikan pertanyaan peneliti kepada Manajer SDM untuk mendapatkan data empiric sehingga
memperoleh fenomena-fenomena yang terjadi di PT.Pos Indonesia (Persero) Indramayu.
3.3.3.2. Angket atau Kuesioner
Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data melalui formulir-formulir yang
berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan
orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan untuk
mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti (Mardalis:
2008: 66). Dalam pengisian angket, responden tinggal memilih alternatif jawaban dengan
cara membulatkan salah satu jawaban yang dianggap paling tepat.
Contoh :
No. Variabel Indikator No. Item
3. Menetapkan skala penelitian kuesioner. Skala penelitian jawaban kuesioner
menggunkan skala lima kategori rating scale, tiap alternative jawaban diberi skor dari
rentang 1-5.
4. Melakukan uji instrumen
Sebelum pengumpulan data yang sebenarnya dilaukan angket yang akan digunakan
terlebih diuji cobakan, pelaksanaan uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui
kekurangan-kekurangan pada item angket.
3.3.4.Pengujian Instrumen Penelitian
Instrument sebagai alat pengumpulan data perlu diuji kelayakannya, karena akan
menjamin suatu data yang dikumpulkan. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji
kemampuan dari pernyataan-pernyataan yang diajukan dalam menjaring criteria yang
diharapkan oleh peneliti.
Pengujian instrument ini dilakukan melalui pegujian validitas dan pengujian reliabilitas.
Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (1998:135) bahwa “Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliable”.
Uji coba instrument penelitian ini dilakukan kepada 20 orang responden, yaitu 20 orang
Tabel 3
Jumlah Item Angket
No. Variabel Jumlah Item Angket
1 Kepemimpinan Transformasional (X) 15
2 Efektivitas Kerja (Y) 11
Total 26
3.3.4.1. Uji Validitas
Pengujian yang pertama yaitu pengujian validitas. Menurut Suharsimi Arikunto, (1992 :
136) Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu
instrument. Suatu instrument yang valid dan sahih memiliki validitas yang tinggi.Sebaiknya
instrument yang valid dan sahih memiliki validitas yang tinggi. Sebaiknya instrument yang
kurang berarti memiliki validitas yang rendah.Uji validitas dilakukan untuk mengetahui valid
atau tidaknya kuisioner yang disebar.
Menghitung validitas bertujuan untuk menilai ketepatan alat pengumpul data tersebut
Sambas Ali Muhidin (2010:26), Langkah kerja yang dapat dilakukan dalam rangka
mengukur validitas instrument penelitian adalah sebagai berikut:
1. Menyebarkan instrument yang akan diuji validitasnya, kepada responden yang bukan
reponden sesungguhnya.
2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen.
3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran datayang
terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa kelengkapan pengisian item angket.
4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang diperoleh.
Dilakukan untuk mempermudah perhitungan atau pengolahan data selanjutnya.
5. Memberikan/menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang sudah diisi pada
tabel pembantu.
6. Menghitung nilai koefisien Product Moment Correlation untuk setiap bulir/item angket
dari skor-skor yang diperoleh. Angka-angka di atas selanjutnya dimasukan ke dalam
rumus koefisien Karl Pearson, dan diperoleh :
∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑ ∑
Dimana :
r
xy = Koefisien korelasi antara butir soal (X) dengan skor total (Y) darisuatu variabel
(∑X2
) = Kuadrat jumlah skor X ∑Y2
= Kuadrat jumlah skor Y
7. Menentukan nilai tabel koefisien korelasi pada derajat bebas (db)= n-2 dan α= 5%
8. Membuat kesimpulan, dengan cara membandingkan nilai hitng rxy dan nilai tabel r.
Kriteria jika nilai hitung r lebih besar (>) dari nilai tabel r, maka item instrument
dinyatakan valid. Kriteria kelayakan sebagai berikut: rxy > rtabel berarti valid atau
sebaliknya.
Untuk memudahkan penulis dalam melakukan uji validitas penulis menggunakan bantuan
software Microsoft Excel 2010
Tabel 4
Hasil Uji Validitas Variabel X (Kepemimpinan Transformasional
No. Item rhitung rtabel Keterangan
Pada tabel diatas disimpulkan bahwa uji coba instrument dengan jumlah item 15 hasilnya
valid semua, sehingga instrument yang dibuat layak untuk dilakukan penyebaran angket kepada
responden sebenarnya yaitu pegawai kantor Pos Indramayu. Kemudian berlanjut pengujian
validitas terhadap variabel Y.
Tabel 5
Hasil Uji Validitas Variabel Y (Efektivitas Kerja)
No. Item rhitung rtabel Keterangan
1 0.554 0,444 Valid
Sumber: hasil pengolahan data uji coba instrument
Selanjutnya untuk hasil pengolahan data uji coba instrument pada variabel Y
(efektivitas kerja) dapat disimpulkan bahwa uji coba instrument dengan jumlah item 15
hasilnya valid semua, sehingga instrument yang dibuat layak untuk disebarkan kepada
3.3.4.2 Uji Reliabilitas
Pengujian alat pengumpulan data yang kedua adalah pengujian reliabilitas
instrumen.Suatu instrument pengukuran dikatakan reliable jika pengukurannya konsisten dan
cermat akurat.Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi dari instrument sebagai
alat ukur, sehingga hasil pengukuran dapat dipercaya. Instrumen penelitian yang dapat
dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok
subjek yang sama (homogen) diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur
dalam diri subjek memang belum berubah. Dalam hal ini, relatif sama berarti tetap adanya
toleransi terhadap perbedaan-perbedaan kecil diantara hasil beberapa kali pengukuran.
Tinggi rendahnya reliabilitas, secara empirik ditunjukan oleh suatu angka yang disebut
koefisien reliabilitas. Secara teoritis, besarnya koefisien reliabilitas berkisar antara 0,00
sampai dengan ± 1,00 dan interprestasinya selalu mengacu pada koefisien yang positif. Dalam
konteks ini, koefisien reliabilitas yang mendekati nilai satu, menunjukan tingginya tingkat
kepercayaan, kehandalan atau tingkat konsistensi dari instrument penelitian dalam mengukur
apa yang hendak diukur.
Formula yang digunakan untuk menguji reliabilitas instrument dalam penelitian adalah koefisien alfa (α) dari Cronbach (1995), yaitu (Arikunto, 2006: 196):
Dimana :
Rumus varians = St2 ∑
∑
r11 = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan ∑ = jumlah varians butir
= varians total
N = jumlah responden
Menurut Sambas Ali Muhidin (2010:31), langkah kerja yang dapat dilakukan dalam
rangka mengukur reliabilitas instrumen penelitian adalah sebagai berikut :
1. Menyebarkan intrumen yang akan diuji reliabilitasnya, kepada responden yang
bukan responden sesungguhnya.
2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen .
3. Memeriksa perlengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran data
yang terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa perlengkapan pengisian item
angket.
4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang
diperoleh. Dilakukan untuk mempermudah perhitungan atau pengolahan data
selanjutnya.
5. Memberikan/ menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang sudah diisi
= ∑
∑
7. Menghitung nilai koefisien alfa, selanjutnya dimasukan ke dalam rumus koefisien
alfa, yaitu :
∑
Keterangan :
r11 = reliabilitas instrumen
k = banyaknya butir pertanyaan ∑ = jumlah varians butir
St2 = varians total
8. Membuat nilai tabel koefisien pada derajat bebas (db) = n-2
9. Membuat kesimpulan dengan membandingkan nilai hitung r dan nilai tabel r,
dengan tingkat signifikasi 0,05.
Jika rhitung > rtabel , maka item pertanyaan dikatakan reliabel.
Jika rhitung ≤ rtabel , maka item pertanyaan dinyatakan tidak reliable
Untuk memudakan dalam pengujian reliabilitas ini, penulis menggunakan batuan
Tabel 6
Hasil Uji Reliabilitas Variabel X dan Y
No. Variabel
Hasil
Keterangan
1. Kepemimpinan Transformasional 0.809 0,444 Reliabel
2. Efektivitas Kerja 0.893 0,444 Reliabel
Sumber: Hasil Pengolahan Data Uji Coba Instrumen
3.3.5. Pengujian Persyaratan Analisis Data
3.3.5.1. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan sebagai syarat dilakukannya uji parametrik. Uji normalitas ini
digunakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis tersebut berdistribusi
normal atau tidak. Pengujian normalitas, diuji dengan menggunakanLiliefors tes t dengan
bantuan Microsoft Office Excel 2010.
Menurut Arikunto (2006:314), Jika berdistribusi normal maka proses selanjutnya dalam
pengujian hipotesis dapat menggunakan perhitungan statistic parametrik. Jika tidak berdistribusi
normal maka dapat menggunakan perhitungan statistic non parametrik.
Langkah–langkah pengujian normalitas data dengan Liliefors(Sambas Ali Muhidin, 2010:93-95)
adalah sebagai berikut:
1. Susunlah data dari kecil ke besar. Setiap data ditulis sekali, meskipun ada beberapa
data.
2. Periksa data beberapa kali munculnya bilangan-bilangan itu (frekuensi harus ditulis).
3. Dari frekuensi susun frekuensi kumulatifnya.
4. Berdasarkan frekuensi kumulatif hitunglah proporsi empirik (observasi).
5. Hitung nilai Z untuk mengetahui theoritical proportion pada tabel Z.
6. Menghitung theoritical proportion.
7. Bandingkan empirical proportion dengan theoritical proportion, kemudian carilah
selisih terbesar didalam titik observasi antara kedua proporsisi.
8. Buat kesimpulan dengan kriteria uji, tolak jika D hitung > D tabel dengan derajat
kebebasan (dk) (0,05)
9. Memasukkan besaran seluruh angka tersebut ke dalam tabel distribusi berikut:
Tabel 7
Distribusi Pembantu untuk Pengujian Normalitas
X F Fk Sn( Z Sn( - [ ]
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Sumber : Sambas Ali Muhidin (2010:94)
Keterangan :
Kolom 5 : Nilai Z, formula, Z = = ̅,
dimana ̅ = ∑ dan S = √∑
(∑ )
Kolom 6 :Theoritical Proportion (tabel z) : Proporsi kumulatif luas Kurva Normal Baku dengan cara melihat nilai z pada tabel distribusi normal.
Kolom 7 : Selisih Empirical Propotion dengan Theoritical Propotion dengan cara mencari selisih kolom (4) dan kolom (6).
Kolom 8 : Nilai Mutlak, artinya semua nilai harus bertanda positif. Tandai selisih mana yang paling besar nilainya. Nilai tersebut adalah D hitung.
Selanjutnya menghitung D tabel pada = 0,05 dengan cara
. kemudian membuat
kesimpulan dengan kriteria :
D hitung < D tabel, maka diterima, artinya data berdistribusi normal. D hitung D tabel, maka ditolak, artinya data tidak berdistribusi normal.
3.3.5.2.Uji Homogenitas
Pengujian homogenitas digunakan untuk kepentingan akurasi data dan kepercayaan
terhadap hasil penelitian. Pengujian homogenitas merupakan uji perbedaan antara dua
kelompok, yaitu dengan melihat perbedaan varians kelompoknya. Pengujian homogenitas ini
mengasumsikan bahwa skor setiap variabel memiliki varians yang homogen (Sambas Ali
Muhidin, 2010:96).
Uji statistika yang akan digunakan adalah uji Barlett dengan menggunakan bantuan
Microsoft Office Excel 2010. Kriteria yang digunakannya adalah apabila nilai hitung 2> nilai
(Sambas Ali Muhidin, 2010 : 96)
Dimana :
Si2 = Varians tiap kelompok data
dbi= n-1 = Derajat kebebasan tiap kelompok
B = Nilai Barlett ∑
S2gab = Varians gabungan
∑ ∑
Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengujian homogenitas varians ini
(Sambas Ali Muhidin, 2010:97), adalah:
1. Menentukan kelompok-kelompok data dan menghitung varians untuk tiap kelompok
tersebut.
2. Membuat tabel pembantu untuk memudahkan proses penghitungan, dengan model tabel
sebagai berikut :
Tabel 8
Model Tabel Uji Barlett
Sampel db=n-1 Log db. Log db.
1
2
3
…
4. Menghitung log dari varians gabungan.
5. Menghitung nilai Barlett.
6. Menghitung nilai .
7. Menentukan nilai dan titik kritis.
8. Membuat kesimpulan, dengan kriteria sebagai berikut :
Jika nilai hitung < dari nilai tabel, maka diterima atau variasi data
dinyatakan homogen.
Jika nilai hitung dari nilai tabel, maka diterima atau variasi data
dinyatakan tidak homogen.
3.3.5.3. Uji Linieritas
Uji linieritas menjadi salah satu syarat untuk analisis data yang menggunakan uji
parametrik. Menurut Sambas Ali Muhidin (2010:99) menyatakan bahwa:
“Teknik analisis data yang didasarkan pada asumsi linieritas adalah analisis hubungan. Teknik analisis statistika yang dimaksud adalah teknik yang terkait dengan korelasi, khususnya korelasi Product Moment, termasuk di dalamnya teknik analisis regresi dan analisi jalur (path analysis)”.
Uji linieritas dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dengan
variabel bebas bersifat linier. Uji linieritas dilakukan dengan uji kelinieran regresi. Uji linieritas
dihitung dengan bantuan Microsoft Office Excel 2010.
1. Menyusun tabel kelompok data variabel x dan variabel y
2. Menghitung jumlah kuadrat regresi ( dengan rumus:
= ∑
3. Menghitung jumlah kuadrat regresi b a ( , dengan rumus:
= b. ∑ ∑ ∑
4. Menghitung jumlah kuardat residu ( dengan rumus:
= ∑
5. Menghitung rata-rata kuadrat regresi a ( ) dengan rumus:
=
6. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a ( ) dengan rumus:
7. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu ( ) dengan rumus:
=
8. Menghitung jumlah kuadrat error dengan rumus:
= ∑ ∑ ∑
Untuk menghitung urutkan data x mulai dari data yang paling kecil sampai data
yang paling besar berikut disertai pasangannya.
11. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat error ( dengan rumus:
12. Mencari nilai uji F dengan rumus:
F =
13. Menentukan kriteria pengukuran : Jika nilai uji F < nilai tabel F, maka distribusi
berpola linier.
14. Mencari nilai pada taraf signifikansi 95% atau = 5% menggunakan rumus:
dimana db TC = k-2 dan db E = n-k
15. Membandingkan nilai uji F dengan nilai tabel F kemudian membuat kesimpulan. Jika < , maka dinyatakan berpola linier.
Jika , maka dinyatakan tidak berpola linier.
3.3.6. Teknik Analisis Data
Analisis data menurut Uep Tatang Sontani dan Sambas Ali Muhidin (2011:158) yaitu “Upaya mengolah daa menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat data tersebut
dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian”. Tujuan dilakukannya analisis antara lain untuk
mendeksripsikan data, sehingga dapat dipahami karakteristiknya, juga untuk menarik
kesimpulan tentang karakteristik populasi berdasarkan data yang telah diperoleh. Kesimpulan
3.3.6.1.Teknik Analisis Data Deskriptif
Teknik analisis data penelitian secara deskriptif dilakukan melalui statistika deskriptif,
yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat
generalisasi hasil penelitian. Termasuk dalam teknik analisis data statistik deskriptif antara
lain penyajian data melalui tabel, grafik, diagram, presentase, frekuensi, perhitungan mean,
median atau modus.
Analisis data ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah
dirumuskan dalam rumusan masalah. Untuk menjawab rumusan masalah no.1 dan rumusan
masalah no.2, maka teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yakni
untuk mengetahui gambaran mengenai gaya kepemimpinan transformasional, dan untuk
mengetahui gambaran mengenai efektivitas kerja.
Cara untuk mempermudah dalam mendeskripsikan variabel penelitian, digunakan
kriteria tertentu yang mengacu pada rata-rata skor kategori angket yang diperoleh dari
responden.Kemudian untuk mengetahui jarak rentang pada interval pertama sampai dengan
interval kelima digunakan rumus sebagai berikut :
Rentang = skor maksimal – skor minimal = 5 – 1 = 4
Lebar Interval = rentang/banyaknya interval = 4/5 = 0,8
Jadi, interval pertama meemiliki batas bawah 1; interval kedua memiliki batas bawah
1,8; interval ketiga memiliki batas bawah 2,6; interval keempat memiliki batas bawah 3,4; dan
Tabel 9
Kriteria Penafsiran Deskripsi
Penafsiran
X Y
1 – 1,7 Sangat tidak efektif Sangat rendah
1,8 – 2,5 Tidak efektif Rendah
2,6 – 3,3 Cukup efektif Cukup
3,4 – 4,1 Efektif Tinggi
4,2 – 5 Sangat efektif Sangat tinggi
Sumber : Diadaptasi dari skor kategori Likert skala 5 (Sambas dan Maman, 2007 : 146).
3.3.6.2. Teknik Analisis Data Inferensial
Teknik analisis data inferensial meliputi statistik parametrik yang digunakan untuk data
interval dan ratio serta statistik non parametriks yang digunakan untuk data nominal dan ordinal.
Inferential statistics membahas mengenai cara menganalisis data serta mengambil kesimpulan
yang berkaitan dengan estimasi parameter dan pengujian hipotesis. Teknik analisis data
inferensial dilakukan dengan statistik inferesial, yaitu statistik yang digunakan untuk
menganalisis data dengan membuat kesimpulan yang berlaku umum ciri data inferensial adalah
kepemimpinan transformasional kepala kantor (X) terhadap variabel Efektivitas kerja pegawai
(Y).
3.3.7.Pengujian Hipotesis
Langkah terakhir dalam kegiatan analisis data adalah dengan melakukan uji hipotesis.
Tujuan dari pengujian hipotesis ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang
cukup jelas dan dipercaya antara variabel independen dan variabel dependen. Melalaui pengujian
hipotesis ini akan diambil kesimpulan menerima atau menolak hipotesis.
Langkah-langkah pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, adalah sebagai
berikut:
1. Menentukan rumusan dan
: = 0 : Tidak terdapat pegaruh yang positif gaya kepemimpinan transformasional
(variabel X) terhadap efektivitas kerja pegawai (variabel Y).
H1: β>0: Terdapat pengaruh yang positif gaya kepemimpinan transformasional
(variabel X) terhadap efektivitas kerja pegawai (variabel Y).
2. Membuat Persamaan Regresi
Menurut Sambas Ali Muhidin (2010 : 105), regresi sederhana berguna untuk mempelajari
hubungan antara dua variabel. Model persamaan regresi sederhana adalah: Ŷ = a + bX
Dimana : Ŷ: variabel tak bebas (nilai duga)
a : penduga bagi intersap (α)
3. MenghitungMenentukan uji statistika yang sesuai. Uji statistika yang digunakan
adalah uji F, yaitu F =
Untuk melakukan uji F, dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
a. Menghitung jumlah kuadran regresi ( dengan rumus:
= ∑
b. Menghitung jumlah kuadrat regresi b a ( , dengan rumus:
= b. ∑ ∑ ∑
c. Menghitung kuadrat residu (JK res), dengan rumus:
= ∑
d. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi a ( ), dengan rumus:
=
e. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a ( ), dengan rumus:
f. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu ( ), dengan rumus:
=
g. Menghitung F, dengan rumus: F =
4. Menentukan nilai kritis dengan derajat kebebasan untuk
Dengan kriteria pengujian: jika nilai uji F > , maka tolak yang menyatakan bahwa
tidak ada pengaruh antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap efektivitas kerja
pegawai.
6. Membuat kesimpulan.
Untuk mengetahui hubungan antara variabel X dengan variabel Y dicari dengan menggunakan
rumus koefisien korelasi. Koefisien korelasi dalam penelitian ini menggunakan Korelasi Product
Moment yang dikembangkan oleh Karl Pearson (Sambas Ali Muhidin, 2010:26), seperti berikut:
= ∑ ∑ ∑ √[ ∑ ∑ ] [ ∑ ∑ ]
Koefisien korelasi (r) menunjukkan derajat korelasi antara variabel X dan variabel Y. Nilai
koefisien korelasi harus terdapat dalam batas-batas: -1 < r < +1. Tanda positif menunjukkan
adanya korelasi positif atau korelasi antara kedua variabel yang berarti. Setiap kenaikan nilai
variabel X maka akan diikuti dengan penurunan nilai Y, dan berlaku sebaliknya.
Jika nilai r = +1 atau mendekati +1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan
positif
Jika nilai r = -1 atau mendekati -1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan
negatif.
Jika nilai r = 0, maka korelasi variabel yang diteliti tidak ada sama sekali atau sangat lemah.
0,00 – 0,199 Sangat lemah
0,20 – 0,399 Lemah
0,40 – 0,599 Cukup Kuat
0,60 – 0,799 Kuat
0,80 – 1,00 Sangat kuat
Sumber : Sugiyono (2011 : 183)
Selanjutnya untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y, maka
digunakan koefisien determinasi (KD) dengan rumus:
KD = x 100%
dimana:
KD = Koefisien Determinasi
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
1.1. Kesimpulan
Berdasarkanhasilpenelitian yang dilakukanpenulispadaPT.Pos Indonesia (Persero)
Indramayumengenaipengaruhgayakepemimpinantransformasionalterhadapefektivitaskerjape
gawai, makadapatditarikkesimpulanberdasrkanpermaslahanpenelitianberikut :
1. Permasalahanpertama,
dalampenelitianiniadalahbagaimanagambarantingkatgayakepemimpinantransformasi
onalkepalakantorPT.Pos Indonesia (persero) Indramayuberadapadakategoritinggi.
Artinya para pegawaiPT.Pos Indonesia (persero)
Indramayuberanggapanbahwagayakepemimpinantransformasionalkepalakantorsudah
efektif. Terdapatdariindikatorkepemimpiantransformasionalyaituterdiridaripengaruh
ideal, motivasiinspiratif, stimulasiintelektual, konsiderasiindividu.
2. Permasalahankedua,
dalampenelitianiniadalahbagaimanatingkatefektivitaskerjapegawaiPT.Pos Indonesia
(persero) Indramayudinilaiberadapadakategoritinggi.
DenganindikatorKualitaskerja,kuantitaskerja, danwaktukerja.
3. Pengaruhgayakepemimpinantransformasionalterhadapefektivitaskerjapegawaiyaituse
besar 25,83% dansisanya 74,17% dipenagruhiolehfaktor lain yang
dilakukanmenunjukanbahwaterdapatpengaruhpositifdansignifikananataravariabelgay
akepemimpinantransformasionalterhadapefektivitaskerjapegawai.
1.2. Saran
1. Berdasarkanhasilpenelitian yang telahdilakukan,
hasilpenelitianinimenunjukanbahwapelaksanaangayakepemimpinantransformasio
2. Olehkarenaitupimpinanharusdapatmempertahnkanbahkanditingkatkanlagiyaitude
nganmemperhatikantingkatkebutuhan para
pegawaikarenahaliniakansecaralangsungberpengaruhterhadapkinerjapegawaidala
mmelaksanakantugas-tugasnya.
3. HasilpenelitianmenunjukanbahwaefektivitaskerjapegawaiPT.Pos Indonesia
(persero)Indramayu, menunjukantingkattinggi.
olehkarenaituharusdapatdipertahankanbahkanperluditingkatkanlagidenganlebihme
mperhatikanfaktorkondisilingkungankerja. Hal
inidapatdilakukandenganmenambahfasilitaslingkungankerja,
sehinggalebihmenciptakankondisilingkungankerja yang kondusif agar
terciptanyakinerja yang lebihtinggidan optimal. Dengansumberdayamanusia yang
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. (1992). ProsedurPenelitian.Jakarta : PT. RinekaCipta..
Arikunto,Suharsimi. (2002). ProsedurPenelitian, SuatuPendekatanPraktek. Jakarta : PT. RinekaCipta.
Arikunto, Suharsimi. (2006). ProsedurPenelitian, SuatuPendekatanPraktek. Jakarta : PT. RinekaCipta.
Asri, NeniAndhini . (2002). Hubungan Gaya
KepemimpinanTransformasionalDenganEfektivitasKerjaKaryawanPad aBagian SDM danLogistikKandantelBandung,Divisi Regional III PT Telkom Tbk.JurnalPendidikanmanajemenPerkantoran UPI tahun 2002.
AtmosudirjoPrajudi. (1989).
Dasar-DasarAdministrasiManajemendanManajemen Kantor. Jakarta :GunungAgung.
Bass, B. M. & Avolio, B. J.. (1993). Transformational Leadership and Organizational Culture. Public Administration Quarterly, Vol. 17, No. 1, pp. 112-121
Bass, B. M. & Avolio, B. J.. (1994). Improving Organizational Effectiveness through Transformational Leadership. Thousand Oaks, CA : Sage.
Bass, B.M. (1997). Personal Selling and Transactional/Transformational Leadership. Journal of Personal Selling & Sales Management, Vol. XVII, No. 3 (Summer 1997, Pages 19-28)
Bass,B. M. (1985). Leadership and Performance. N. Y,: Free Press.
Dubrin Andrew J., (2009). Leadership (Terjemahan), EdisiKedua, Jakarta :Prenada Media.
Gibson, et.al,.(1997) .Organisasidanmanajemen (prilaku – struktur – proses)
Hasibuan, Malayu S.P. (2000). ManajemenSumberDayaManusia,Yogyakarta :
Mardalis.(2008). MetodePenelitianSuatuPendekatan Proposal. Jakarta: BumiAksara.
Mariah, Siti (2013). PengaruhKepemimpinanTerhadapEfektivitasKerjaPegawai di DinasPendapatanPengelolaanKeuangandanAset Daerah (DPPKAD) KabupatenSumedang. JurnalPendidikanManajemenPerkantoran UPI Tahun 2013.
Muhidin, Sambas Ali danMaman Abdurrahman.(2007). AnalisisKorelasi, Regresi, danJalurdalamPenelitian.Bandung :PustakaSetia.
Muhidin, Sambas Ali.(2010). Statistika 1 PengantarUntukPenelitian.Bandung :KaryaAndhikaUtama.
Muhidin, Sambas.A, danAtingSumantri. (2006).
AplikasiStatistikDalamPenelitian.Bandung: PustakaSetia.
Peters, J., Dobbins, R., & Johnson, B. (1996).Restructuring And Organisational Culture In School. Sydney: National Schools Network
Riduwan.(2009). MetodedanTeknikMenyusun Proposal Penelitian. Bandung: Alphabeta
Sedarmayanti.(2001). SumberDayaManusiadanProduktivitasKerja. Bandung:BandarMaju.
Siagian.P.Sondang,(1985). ManajemenSumberDayaManusia. Bandung :Aksarabaru.
Sontani, UepTatangdan Sambas Ali Muhidin.(2011).
DesainPenelitianKuantitatif. Bandung: KaryaAndhikaUtama.
Streer.M.Richard.(1985). EfektivitasOrganisasi(Alihbahasa Magdalena Janin). Jakarta :Erlangga.
Sugiyono .(2010). MetodePenelitianKuantitatifKualitatifdanR&D.Bandung :Alfabeta
Supriyanto, Ahmad Sani, danMasyhuriMachfudz. (2010).
MetodologiRisetManajemenSumberdayaManusia. Malang:UIN Maliki Press.
Suwatno.(1996). Manajemen Modern TeoridanAplikasi. Bandung: Zafira
Syafruddin, S. (2004).StatitikTerapanUntukPenelitian.Jakarta: Grasindo
The Liang Gie. (1982). AsasAsasmanjemen. Bandung :Mandarmaja
The Liang Gie. (1992). AdministrasiPerkantoran Modern. (EdisiKeempat) Yogyakarta : Liberty.
Thoha, Miftah. (2009). PerilakuOrganisasi
(Konsepdasardanperilakunya).Jakarta :Rajawali Press.
Warsito, Herman. (1992). PengantarMetodologiPenelitian.Jakarta: PT.Gramedia.
Yukl, Gary A. (2005). KepemimpinanDalamOrganisasi, edisikelima. Jakarta: PT.INDEKS.