• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH GAYA TRANSFORMASIONAL TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI PT.POS INDONESIA(PERSERO) INDRAMAYU 45200.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH GAYA TRANSFORMASIONAL TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI PT.POS INDONESIA(PERSERO) INDRAMAYU 45200."

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI

DI PT.POS INDONESIA (PERSERO) INDRAMAYU 45200

SKRIPSI

DisusununtukMemenuhi Salah Satu SyaratGuna Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan (S.Pd.) pada Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia

Oleh:

RHESA AMALIA PUTRI 1003253

(2)

EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI

DI PT.POS INDONESIA (PERSERO) INDRAMAYU 45200

Oleh

Rhesa Amalia Putri

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S.pd) pada Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pendidikan Indonesia

© 2014 Rhesa Amalia Putri

Universitas Pendidikan Indonesia

Oktober 2014

Hak Cipta dilindungi undang-undang.

(3)

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL

TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI PT.POS INDONESIA

(PERSERO) INDRAMAYU 45200

Disetujui dan disahkan oleh:

Pembimbing

Dr.Hj.Nani Imaniyati,M.Si. NIP.196101061987032002

Mengetahui,

Ketua Program Studi Pendidikan Manajemen Perkantoran

(4)

PENGARUH GAYA TRANSFORMASIONAL TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI PT.POS INDONESIA(PERSERO) INDRAMAYU 45200

Oleh:

dikajidalampenelitianiniadalahbelummaksimalnyaperolehanefektivitaskerjapegawai di PT.Pos Indonesia (Persero) Indramayu, yang ditandaidenganhasillaporankinerjakaryawan di setiaptriwulan. Penelitianiniterdiridariduavariabelyaitu Gaya KepemimpinanTransformasional

(X) danEfektivitasKerjaPegawai (Y).

Penelitianinibertujuanuntukmengetahuitingkatkepemimpinantransformasional

,tingkatefektivitaskerjapegawaidanmengetahuiseberapabesarpengaruhtingkatkepemimpinantransf ormasionalterhadaptingkatefektivitaskerjapegawai.

Metodepenelitian yang digunakanadalahmetodeSurvey.

Ukuranpopulasipenelitianiniadalahpegawai di PT.PosIndonesia(Persero)Indramayu yang

berjumlah 61 orang. Teknikpengumpulan data yang

digunakanadalahwawancaradanpenyebaranangketdenganmenggunakanskalarating scale. Teknikanalisis data yang digunakanadalahanalisisregresisederhana.

Berdasarkanhasilpenelitian di PT.Pos Indonesia (Persero) Indramayu, diperolehinformasibahwaterdapatpengaruhpositifdansignifikangayakepemimpinantransformasion

alterhadapefektivitaskerjapegawai, Namundemikian,

efektivitaskerjapegawaitidakhanyadipengaruhiolehgayakepemimpinantransformasionalsaja, adafaktor lain yang jugaberpengaruh, yang tidakdikajidalampenelitianini

Kata Kunci: Gaya KepemimpinanTransformasional, EfektivitasKerja

(5)
(6)

ABSTRACT

THE INFLUENCE OF TRANSFORMATIONAL LEARDERSHIP STYLE TO WORKING EFFECTIVENESS OF EMPLOYEES IN PT.POS INDONESIA (PERSERO)INDRAMAYU

45200

By :

RhesaAmaliaPutri

1003253

This Script is guided by:

Dr.Hj. NaniImaniyati,M.Si.

The issue that is analyzed in this study is the working effectiveness of the employees in PT.Pos Indonesia (Persero) Indramayu which is not yet maximum. Which is characterized by the performance result obtained by employees in each quarter. This study consist of two variables :transformasional leadership style (X) and working effectiveness of employees (Y). This study aims to determine the level of transformational leadership style, to know the level working effectiveness of employees, and than to know how much the transformational leadership style level influence the working effectiveness of employees.

The method used for this study is a survey method. The size of this study population were employees in PT.Pos Indonesia (Persero) Indramayu were 61. Data collection technique is done by conducing interviews and giving questionnaire using rating scale measurement. The data analysis technique used is a simple regression analysis.

Based on the research result in PT.Pos Indonesia (Persero)Indramayu, obtained the information that there is a positive and significant effect the transformational leadership style to working effectiveness of employees.However, effectiveness of employees in PT.Pos Indonesia (persero)Indramayu is not only influenced by transformational leadership style there are the other factors (epsilon) which also affects which are not examined in this research.

(7)

DAFTAR ISI

RHESA AMALIA PUTRI ... Error! Bookmark not defined.

BERITA ACARA ... Error! Bookmark not defined.

PERNYATAAN... Error! Bookmark not defined.

ABSTRAK ... Error! Bookmark not defined.

ABSTRACT ... Error! Bookmark not defined.

KATA PENGANTAR ... Error! Bookmark not defined.

DAFTAR ISI... 1

DAFTAR TABEL ... 5

DAFTAR GAMBAR ... 7

DAFTAR LAMPIRAN ... 8

BAB I PENDAHULUAN ... Error! Bookmark not defined.

1.1 Latar Belakang... Error! Bookmark not defined. 1.2 Indentifikasi dan Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined. 1.2.1 Indentifikasi Masalah ... Error! Bookmark not defined. 1.2.2 Rumusan Masalah ... Error! Bookmark not defined. 1.3 Tujuan Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 1.3.1 Tujuan Umum ... Error! Bookmark not defined. 1.3.2 Tujuan Khusus ... Error! Bookmark not defined. 1.4 Manfaat Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

BAB II KAJIAN PUSTAKA, PENELITIAN TERDAHULU YANG

RELEVAN,KERANGKA PEMIKIRAN,DAN HIPOTESISError! Bookmark not

defined.

(8)

2.1.1.1 Definisi Kepemimpinan ... Error! Bookmark not defined. 2.1.1.2 Teori-Teori Kepemimpinan ... Error! Bookmark not defined. 2.1.1.3 Efektivitas Kepemimpinan... Error! Bookmark not defined. 2.1.2 Kepemimpinan Transformasional .. Error! Bookmark not defined. 2.1.2.1 Definisi Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not defined. 2.1.2.2 Karakteristik Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not defined. 2.1.2.3 Pedoman untuk Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not defined.

2.1.3 Efektivitas Kerja ... Error! Bookmark not defined. 2.1.3.1 Konsep Efektivitas Kerja ... Error! Bookmark not defined.

2.1.3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektiviatas KerjaError! Bookmark not

defined.

2.1.3.3 Kriteria Efektivitas Kerja ... Error! Bookmark not defined. 2.1.3.4 Pengukuran Efektivitas Kerja ... Error! Bookmark not defined. 2.2 Penelitian Terdahulu yang Relevan ... Error! Bookmark not defined. 2.3 Kerangka Pemikiran... Error! Bookmark not defined. 2.4 Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.

BAB III METODE DAN DESAIN PENELITIAN Error! Bookmark not defined.

(9)

3.3.4.1. Uji Validitas ... Error! Bookmark not defined. 3.3.4.2 Uji Reliabilitas ... Error! Bookmark not defined.

3.3.5. Pengujian Persyaratan Analisis DataError! Bookmark not defined. 3.3.5.1. Uji Normalitas ... Error! Bookmark not defined. 3.3.5.2.Uji Homogenitas ... Error! Bookmark not defined. 3.3.5.3. Uji Linieritas ... Error! Bookmark not defined. 3.3.6. Teknik Analisis Data ... Error! Bookmark not defined. 3.3.6.1.Teknik Analisis Data Deskriptif ... Error! Bookmark not defined. 3.3.6.2. Teknik Analisis Data Inferensial ... Error! Bookmark not defined. 3.3.7.Pengujian Hipotesis ... Error! Bookmark not defined.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANError! Bookmark not defined.

4.1.Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.1.1.Objek Penelitian ... Error! Bookmark not defined. 4.1.2. Gambaran Karakteristik RespondenError! Bookmark not defined. 4.1.2.1.Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis KelaminError! Bookmark not

defined.

4.1.2.2.Karakteristik Responden Berdasarkan UsiaError! Bookmark not defined. 4.1.2.3.Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat PendidikanError! Bookmark not

defined.

4.1.2.4.Karakteristik Berdasarkan Masa KerjaError! Bookmark not defined. 4.1.3. Gambaran Variabel Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

4.1.3.1. Gambaran Variabel Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not

defined.

4.1.3.2. Gambaran Variabel Efektivitas Kerja pegawaiError! Bookmark not defined. 4.1.4. Pengujian Persyaratan Analisis DataError! Bookmark not defined.

(10)

4.1.5. Pengujian Hipotesis ... Error! Bookmark not defined. 4.2. Pembahasan Hasil Penelitian ... Error! Bookmark not defined.

4.2.1. Gaya Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not defined. 4.2.2. Efektivitas Kerja Pegawai ... Error! Bookmark not defined.

4.2.3. Pengaruh gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai PT.Pos Indonesia (Persero)Indramayu.Error! Bookmark not defined.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... Error! Bookmark not defined.

5.1. Kesimpulan ... Error! Bookmark not defined. 5.2. Saran ... Error! Bookmark not defined.

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Total Nilai SMKI selama 3 tahun terakhir (12 Triwulan)Error! Bookmark not defined. Tabel 2 Penelitian Terdahulu yang Relevan mengenai Gaya Kepemimpinan

Transformasional dan Efektivitas Kerja... Error! Bookmark not defined. Tabel 3 Operasional Variabel ... Error! Bookmark not defined. Tabel 4 Populasi Penelitian ... Error! Bookmark not defined. Tabel 5 Jumlah Item Angket ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 6 Hasil Uji Validitas Variabel X (Kepemimpinan TransformasionalError! Bookmark not

defined.

Tabel 7 Hasil Uji Validitas Variabel Y (Efektivitas Kerja)Error! Bookmark not defined. Tabel 8 Hasil Uji Reliabilitas Variabel X dan Y ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 9 Distribusi Pembantu untuk Pengujian NormalitasError! Bookmark not defined. Tabel 10 Model Tabel Uji Barlett ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 11 Kriteria Penafsiran Deskripsi ... Error! Bookmark not defined. Tabel 12 Batas-batas Nilai r (Korelasi) ... Error! Bookmark not defined. Tabel 13 Data pegawai berdasarkan jenis kelamin Error! Bookmark not defined. Tabel 14 Data Pegawai Berdasarkan Usia ... Error! Bookmark not defined. Tabel 15 Data pegawai berdasarkan tingkat pendidikanError! Bookmark not defined. Tabel 16 Data pegawai berdasarkan masa kerja .... Error! Bookmark not defined. Tabel 17 Kriteria Analisis Data Deskripsi ... Error! Bookmark not defined. Tabel 18 Tabel hasil rata-rata variabel X ... Error! Bookmark not defined.

Tabel 19 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Pengaruh IdealError! Bookmark not

defined.

Tabel 20 Tanggapan Responden terhadap Indikator Motivasi InspirasiError! Bookmark not

defined.

Tabel 21 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Stimulasi IntelektualError! Bookmark not

defined.

Tabel 22 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Konsiderasi IndividuError! Bookmark not

defined.

Tabel 23 Tanggapn Responden Terhadap Efektivitas kerja PegawaiError! Bookmark not

defined.

Tabel 24 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Kualitas KerjaError! Bookmark not

(12)

Tabel 25 Tanggapan Responden Terhdap Indikator Kuantitas KerjaError! Bookmark not

defined.

Tabel 26 Tanggapan Responden Terhadap Indikator Waktu KerjaError! Bookmark not

defined.

Tabel 27 Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas data .. Error! Bookmark not defined.

(13)

pengaruh ideal ... Error! Bookmark not defined. Tabel 30 Perolehan skor berdasarkan tanggapan responden terhdap indikator

konsiderasi individu ... Error! Bookmark not defined. Tabel 31 Perolehan skor berdasarkan tanggapan responden terhdap variabel Y

(14)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tiga Perfektif Efektivitas ... Error! Bookmark not defined.

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Model Analisis Perilaku LuthansError! Bookmark not

defined.

(15)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 SuratPenelitian

Lampiran 2 StrukturOrganisasiPT.PosIndonesia(Persero)Indramayu

Lampiran 3 InstrumenPenelitian

Lampiran 4 UjiValiditasdanUjiReliabilitas

Lampiran 5 HasilPengumpulan Data

Lampiran 6 UjiNormalitas

Lampiran 7 UjiHomogenitas

Lampiran 8 UjiLinieritas

Lampiran 9 UjiAnalisisRegresi

Lampiran 10 FrekuensiBimbingan

Lampiran 11 LembarPersetujuanSidang

(16)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada suatu organisasi atau perusahaan, kesuksesan atau kegagalan suatu organisasi

sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan dalam organisasi tersebut. Perusahaan

dituntut untuk mampu mengahadapi tantangan dari luar maupun dari dalam perusahaan,

sehingga perusahaan mampu menjaga kelangsungan perusahaannya.

Peran pimpinan dalam suatu perusahaan sangat menentukan dalam pencapaian tujuan

organisasi atau perusahaan. Salah satu tanggung jawab kepemimpinan yang paling penting

dan paling sulit adalah memandu dan memudahkan proses dan pembuatan suatu perubahan

besar dalam organisasi. Orang cenderung untuk menolak perubahan besar karena banyak

alasan, termasuk rasa tidak percaya, keraguan tentang kebutuhan akan perubahan,

ketakutan dan kerugian ekonomis, ketakutan kehilangan status dan kekuasaan, ketakutan

akan kegagalan pribadi, persepsi bahwa perubahan tidak konsisten dengan nilai (Gary

Yukl, dalam Supriyanto 2010:359). Fungsi lain dari kepemimpinan adalah pengarahan.

Pengarahan meliputi bagaimana meningkatkan dan menilai kerja pegawai. Penilaian dapat

diartikan secara luas dan secara sempit. Penilaian dalam arti luas untuk mengevaluasi kerja

organisasi (instansi), sedangkan dalam arti sempit adalah untuk menilai kerja pegawai.

Penilaian kerja merupakan kegiatan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan seorang

(17)

pada ukuran-ukuran yang telah disepakati bersama dalam standar kerja (Husaini

Usman,2010:487).

Banyak peneliti di bidang kepemimpinan menyatakan bahwa kepemimpinan adalah

masalah memotivasi pengikut (pegawai) untuk mencapai tujuan yang dijabarkan oleh

pemimpin, termasuk bahwa peran pemimpin adalah membuat suatu makna bagi para

pengikutnya(Marshall Sashkin&Molly G.Sashkin,2011:4). Salah satu tanggung jawab

kepemimpinan yang paling penting dan paling sulit adalah memadu dan memudahkan

proses pembuatan suatu perubahan besar dalam suatu organisasi. Kepemimpinan dapat

dikatakan sebagai cara dari seorang pemimpin dalam mengarahkan, mendorong dan

mengatur seluruh unsur-unsur dalam kelompok atau organisasinya untuk mencapai suatu

tujuan organisasi yang diinginkan sehingga menghasilkan kerja pegawai yang efektif.

Dengan meningkatkan kinerja pegawai berarti tercapainya hasil kerja seseorang atau

pegawai dalam mewujudkan tujuan organisasi atau perusahaan. Perusahaan yang baik

adalah organisasi yang sudah menjalankan untuk pencapaian maksimal tujuan perusahaan.

Jika pencapaian tujuan tersebut dapat diraih maka pelaksanaan dalam pencapaian tujuan

tersebut bisa dikatakan efektif.

PT. Pos Indonesia Indramayu merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara

(BUMN) yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi. PT Pos berupaya terus untuk

meningkatkan profesionalitasnya dalam layanan jasa komunikasi, melalui pembinaan

sumber daya manusianya yang terarah dan berkesinambungan. Strategi PT Pos

(18)

yang berkualitas sangat berkaitan dengan kinerja karyawan dalam perusahaan yang pada

akhirnya akan menentukan kinerja sebuah organisasi. Namun yang menjadi

permasalahannya adalah bagaimana mengupayakan agar karyawan dapat menampilkan

pekerjaan yang efektif dan optimal?

Berkaitan dengan tugas pada pegawai PT.Pos Indonesia, efektivitas kerja karyawan

dapat diamati dari kesesuaian antara beban kerja yang diberikan dengan hasil kerja, baik

secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan

tugas dengan penuh tanggug jawab.

Bedasarkan dari data yang diinformasikan manajer SDM kantor pos Indramayu, Ibu

Euis bahwa data efektivitas kinerja di Kantor Pos Indramayu peningkatannya tidak

signifikan dan belum maksimal. Hal ini sesuai dari data yang diperoleh dari hasil

rekapitulasi data tiga tahun terakhir (12 triwulan) penilaian kinerja karyawan dengan nilai

SMKI (Sistem Manajemen Kinerja Individu), SMKI adalah Sistem Manajemen Kinerja

Individu sebagai alat ukur tingkat kinerja karyawan di PT Pos (Persero). Dengan adanya

nilai SMKI.PT Pos dapat mengetahui tingkat kinerja karyawannya selama setiap triwulan.

Berikut data pencapian penilaian kinerja yang belum maksimal dapat dilihat pada tabel

berikut:

Tabel 1

Total Nilai SMKI selama 3 tahun terakhir (12 Triwulan)

(19)

2011

PT Pos Indonesia (Persero) Indramayu sebagai perusahaan pelayanan jasa sudah

seharusnya memberi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Untuk mendapatkan

pelayanan yang demikian, pegawai kantor harus efektif dalam menjalankan pekerjaannya.

Namun pada prakteknya, sering kali ditemukan pegawai yang tidak bekerja efektif

sebagaimana mestinya. Misalnya saja para pegawai datang terlambat masuk kerja atau

dalam kegiatan kantor,bahkan ada meninggalkan kantor sebelum jam kerja berakhir. Selain

(20)

kurang maksimal, sehingga terkadang mereka memberikan pelayanan yang kurang

memuaskan terhadap masyarakat. Disinilah dituntut kepemimpinan seorang kepala kantor

dalam mengelola para bawahannya agar lebih efektif dalam melaksanakan tugas dan

tanggung jawabnya demi menciptakan citra yang bagus terhadap pelayanan masyarakat.

Pemimpin yang sukses apabila pemimpin tersebut mampu menjadi menjadi

motivator (pendorong) dan creator (pencipta) bagi bawahannya dengan menciptakan

suasana budaya kerja yang dapat terlaksana dengan baik sesuai tujuan perusahaan.

Pemimpin seperti itu adalah pemimpin transformasional yaitu pemimpin yang

menginspirasi bawahannya untuk mengutamakan kepentingan organisasi diatas

kepentingan pribadi, sehingga akan membuat bawahannya menjadi lebih termotivasi dalam

mencurahkan upaya pada pekerjaannya (Robbins, 2006:472).

Untuk mencapai efektivitas kerja yang diinginkan kepala kantor harus menjalankan

fungsi dan tugas dengan cara memotivasi para pegawainya dan juga selalu berkomunikasi,

agar para pegawainya menyadari bahwa mereka memang dibutuhkan dan tidak

dibeda-bedakan, sehingga mereka mengerjakan pekerjaaan mereka dengan sebaik-baiknya demi

kemajuan bersama. Kepala kantor juga dibutuhkan untuk mengontrol kegiatan para

pegawai apakah berjalan dengan tujuan yang hendak di capai atau tidak. Kepala kantor dan

pegawai haruslah saling bekerjasama dalam usaha pencapaian tersebut. Masing-masing

mereka harus menyadari tugas dan tanggung jawabnya dan harus dikerjakan secara efektif

pula. Hal ini mendorong penulis untuk upaya memahami dan memecahkan masalah yang

(21)

Kepemimpinan Transformasional Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai di PT.Pos

Indonesia (Persero) Indramayu”

1.2 Indentifikasi dan Rumusan Masalah

1.2.1 Indentifikasi Masalah

Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya kinerja pegawai di lingkungan

kerjanya, seperti faktor budaya organisasi, kompensasi, pengawasan, teladan

kepemimpinan, dan lain sebagainya, namun karena keterbatasan waktu dan teori, penulis

hanya mengkaji satu faktor khusus dan dominan dalam masalah penelitian ini yang

menyangkut kepemimpinan dan efektivitas kerja yang diterapkan.

Secara langsung, kepemimpinan dapat mempengaruhi sikap mental pegawai dalam

bekerja. Jika kepemimpinan yang diterapkan mampu diadaptasi dengan baik, maka tingkat

efektivitas kerja akan tinggi, tetapi sebaliknya jika gaya kepemimpinan yang diterapkan

kurang ideal, maka efektivitas kerja pegawai dalam melaksanakan pekerjaan di tempat

kerja mereka akan menurun, dan hal ini dapat menghambat tujuan dan pencapaian

organisasi.

Gaya kepemimpinan merefleksikan kemampuan pemimpin dalam mengarahkan

pegawai, memberi motivasi, dan membimbing langsung agar mereka mampu memberikan

kinerja yang optimal kepada perusahaan, dan tidak dapat dipungkiri bahwa posisi

(22)

Seperti yang dijelaskan pada uraikan di atas , maka untuk memperjelas dan

memudahkan pemahaman mengenai permasalahan yang akan diteliti, terlebih dahulu perlu

mengindentifikasi masalah yang dirasa penting untuk diteliti serta merumuskan masalah kedalam pernyataan berikut:“gaya kepemimpinan kepala kantor pos indramayu belum

sepenuhnya efektif sehingga hal ini menyebabkan efektivitas kerja pegawai di rasa masih rendah”

1.2.2Rumusan Masalah

Sesuai dengan latar belakang diadakannya penelitian ini, maka dapat

diindentifikasikan permasalahan berikut :

1. Bagaimana tingkat efektivitas kepemimpinan transformasional kepala kantor Pos

Indramayu ?

2. Bagaimana tingkat efektivitas kerja pegawai di Kantor Pos Indramayu ?

3. Bagaimana Pengaruh antara kepemimpinan transformasional kepala kantor

terhadap efektivitas kerja pegawai di Kantor Pos Indramayu?

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1 Tujuan Umum

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperolah gambaran mengenai

pengaruh kepemimpinan transformasional kepala kantor terhadap efektivitas kerja pegawai

di kantor Pos Indramayu sebagai bahan rujukan untuk meningkatkan kualitas dan

(23)

1.3.2 Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kepemimpinan transformasional

kepala kantor dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di Kantor Pos

Indramayu.

2. Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai tingkat efektivitas kerja

pegawai di kantor Pos Indramayu

3. Untuk mengetahui besarnya mengaruh kepemimpinan transformasional kepala

kantor terhadap efektivitas kerja pegawai di kantor Pos Indramayu.

1.4 Manfaat Penelitian

Beberapa manfaat yang dapat penulis kemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut :

1. Segi Teoritis

Dilihat dari segi teoritis diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan

disiplin ilmu Pendidikan Manajemen Perkantoran, yaitu dalam konteks tipe

kepemimpinan khususnya mengenai kepemimpinan transformasional kepala kantor dan

efektivitas kerja pegawai

2. Segi Operasional

(24)

Dengan adanya penelitian ini maka diharapkan dapat memberikan masukan bagi

kepala kantor di lapangan mengenai kepemimpinan transformasional dalam suatu

organisasi/perusahaan. Selain itu juga diharapkan hasil penelitian ini dapat

memberikan kontribusi bagi peningkatan kepemimpinan transformasional manajer

yang berpengaruh terhadap efektivitas kerja pegawai.

b. Bagi Peneliti

Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pengembangan pola

pikir peneliti, khususnya dalam upaya memahami kepemimpinan transformasional

kepala kantor dan pengaruhnya terhadap efektivitas kerja pegawai.

c. Bagi pegawai

Diharapkan bisa memberikan pemahaman tentang pemimpin mereka dan memberikan

motivasi agar terus semangat dalam bekerja sehingga para pegawai dapat

memberikan kontribusi yang baik bagi efektivitas kinerja perusahaan.

d. Bagi pembaca

Diharapkan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dan dapat dijadikan

(25)

BAB III

METODE DAN DESAIN PENELITIAN

3.1 Objek dan Subjek Penelitian

Objek penelitian ini adalah pengaruh pengaruh gaya kepemimpinan transformasional

kepala kantor terhadap efektivitas kerja pegawai di Kantor Pos Indramayu. Objek penelitian

terdiri dari varibel bebas yaitu gaya kepemimpinan transformasional yang indikatornya

yaitu: Idealized influence (Pengaruh yang Ideal), Inspirational motivation (Inspiratif),

Intellectual stimulation (Stimulasi Intelektual), Individualized consideration (Pertimbangan

pribadi) dan variabel terikatnya adalah efektivitas pegawai, yang indikatornya adalah

kualitas kerja, kuantitas kerja,dan waktu kerja.

Adapun subjek yang ditelitinya adalah populasi dari seluruh pegawai tetap di PT. Pos

Indonesia (Persero) Indramayu 45200.

3.2 Metode Peneltian

Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan

data penelitiannya, sehingga permasalahan yang sedang diteliti dapat dipecahkan. Metode

dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian survey deskriptif dan verifikatif. Metode

survey digunakan karena penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuatitatif dan

menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data.

Menurut Sugiyono (2011:9) penelitian deskriptif merupakan penelitian yang

(26)

tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain”. Tujuan dari

(27)

deskriptif adalah membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, factual dan

akurat, mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Menurut Suharsimi Arikunto (2010:135) penelitian verifikasi “Pada dasarnya ingin

menguji kebenaran dari suatu hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan”Dalam penelitian semacam ini landasan teori mulai diperlukan tetapi bukan

digunakan sebagai landasan untuk menentukan kriteria pengukuran terhadap gejala yang diamati dan akan diukur”.

Dalam penelitian ini, metode penelitian yang akan digunakan adalah metode survey, yaitu

penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah individu atau unit analisis, sehingga ditemukan

fakta atau keterangan secara faktual mengenai gejala suatu kelompok atau perilaku individu,

dan hasilnya dapat digunakan sebagai bahan pembuatan rencana atau pengambilan

keputusan. Penelitian survey menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan datanya.

Menurut Kerlinger yang dikutip oleh Sugiyono (2011:5), yang dimaksud dengan metode survei yaitu: „Metode penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data

yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, sehingga

(28)

3.3 Desain Penelitian

3.3.1.Operasional Variabel

Definisi variabel digunakan untuk menghindari perbedaan penafsiran serta kekeliruan

yang mungkin terjadi terhadap istilah-istilah yang dipergunakan. Dengan definisi variabel maka permasalahan yang diteliti akan terarah. Menurut Sugiyono (2010:58) “variabel

penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh

peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannnya”. Dalam penelitian ini ada dua variabel yang akan dibahas, yaitu:

a.Variabel bebas (X) adalah Gaya Kepemimpinan

b. Variabel terikat (Y) adalah Efektivitas Kerja

Skala pengukuran dalam menjaring data penelitian ini seluruhnya diukur dalam skala ordinal seperti dijelaskan dalam operasionalisasi variabel sebelumnya, yaitu “Skala yang

berjenjang yaitu jarak data yang satu dengan yang lainnya tidak sama” (Sugiyono,

(29)

Tabel 1 Bass dan avolio (Gary Yukl, 2010:305)

(30)
(31)

(Y)

3.3.2. Populasi dan Sampel Penelitian

3.3.2.1 Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang

(32)

populasi sasaran yaiutu populasi ynag akan menjadi cakupan kesimpulan penelitian. Jadi

apabila sebuah penelitian dikeluarkan kesimpulan, maka menurut etika penelitian

kesimpulan tersebut hanya untuk populasi sasaran yang telah ditentukan.

Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah Pengaruh

Kepemimpinan Transformasional Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai pada Kepala

Kantor Pos Indramayu, maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah para

pegawai yang ada pada lingkungan kantor Pos Indramayu. Adapun data populasi dalam

penelitian ini sebagai berikut:

Tabel 2 Populasi Penelitian

No. Populasi Jumlah Populasi

1. Manajer 8

2. KPC (Kantor Pos Cabang) 16

3. STAF 36

JUMLAH 61

Berdasarkan tabel di atas maka dapat dilihat bahwa yang menjadi populasi adalah

(33)

Berdasarkan penjelasan di atas, mengingat jumlah karyawan yang berada di

Kantor Pos Indramayu pada Tabel.3.2 berjumlah 61 orang maka subjek populasinya

diambil semua karena kurang dari 100 sehingga penelitian ini merupakan penelitian

populasi.

3.3.3.Teknik dan Alat Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan sebuah prosedur untuk memperoleh data dalam usaha

pemecahan permasalahan dengan menggunakan teknik-teknik tertentu,sehingga data yang

diharapkan dapat terkumpul dan benar-benar relevan dengan permasalahan yang hendak

dipecahkan.

Adapun teknik pengumpulan data adalah suatu teknik yang dipergunakan untuk

mengumpulkan data yang berkaitan dengan permasalahan penyusunan.

Sugiyono (2010:156) mengungkapkan bahwa “pengumpulan data dapat dilakukan

dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara.”

Berdasarkan sifatnya, teknik pengumpul data dikelompokan menjadi empat golongan,

yaitu:

(34)

(Winarno Surakhmad,1998:162)

Teknik pengumpulan data merupakan salah satu aspek yang berperan dalam kelancaran

dan keberhasilan dalam suatu penelitian. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang

digunakan adalah sebagai berikut:

3.3.3.1. Wawancara

Pengumpulan data melalui teknik wawancara biasanya digunakan untuk mengungkapkan

masalah sikap dan persepsi seorang secara langsung dengan sumber data. Wawancara

berisikan pertanyaan peneliti kepada Manajer SDM untuk mendapatkan data empiric sehingga

memperoleh fenomena-fenomena yang terjadi di PT.Pos Indonesia (Persero) Indramayu.

3.3.3.2. Angket atau Kuesioner

Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data melalui formulir-formulir yang

berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan

orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan untuk

mendapatkan jawaban atau tanggapan dan informasi yang diperlukan oleh peneliti (Mardalis:

2008: 66). Dalam pengisian angket, responden tinggal memilih alternatif jawaban dengan

cara membulatkan salah satu jawaban yang dianggap paling tepat.

Contoh :

(35)

No. Variabel Indikator No. Item

(36)

3. Menetapkan skala penelitian kuesioner. Skala penelitian jawaban kuesioner

menggunkan skala lima kategori rating scale, tiap alternative jawaban diberi skor dari

rentang 1-5.

4. Melakukan uji instrumen

Sebelum pengumpulan data yang sebenarnya dilaukan angket yang akan digunakan

terlebih diuji cobakan, pelaksanaan uji coba ini dimaksudkan untuk mengetahui

kekurangan-kekurangan pada item angket.

3.3.4.Pengujian Instrumen Penelitian

Instrument sebagai alat pengumpulan data perlu diuji kelayakannya, karena akan

menjamin suatu data yang dikumpulkan. Proses ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji

kemampuan dari pernyataan-pernyataan yang diajukan dalam menjaring criteria yang

diharapkan oleh peneliti.

Pengujian instrument ini dilakukan melalui pegujian validitas dan pengujian reliabilitas.

Hal ini sesuai dengan pendapat Arikunto (1998:135) bahwa “Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliable”.

Uji coba instrument penelitian ini dilakukan kepada 20 orang responden, yaitu 20 orang

(37)

Tabel 3

Jumlah Item Angket

No. Variabel Jumlah Item Angket

1 Kepemimpinan Transformasional (X) 15

2 Efektivitas Kerja (Y) 11

Total 26

3.3.4.1. Uji Validitas

Pengujian yang pertama yaitu pengujian validitas. Menurut Suharsimi Arikunto, (1992 :

136) Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan kesahihan suatu

instrument. Suatu instrument yang valid dan sahih memiliki validitas yang tinggi.Sebaiknya

instrument yang valid dan sahih memiliki validitas yang tinggi. Sebaiknya instrument yang

kurang berarti memiliki validitas yang rendah.Uji validitas dilakukan untuk mengetahui valid

atau tidaknya kuisioner yang disebar.

Menghitung validitas bertujuan untuk menilai ketepatan alat pengumpul data tersebut

(38)

Sambas Ali Muhidin (2010:26), Langkah kerja yang dapat dilakukan dalam rangka

mengukur validitas instrument penelitian adalah sebagai berikut:

1. Menyebarkan instrument yang akan diuji validitasnya, kepada responden yang bukan

reponden sesungguhnya.

2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen.

3. Memeriksa kelengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran datayang

terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa kelengkapan pengisian item angket.

4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang diperoleh.

Dilakukan untuk mempermudah perhitungan atau pengolahan data selanjutnya.

5. Memberikan/menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang sudah diisi pada

tabel pembantu.

6. Menghitung nilai koefisien Product Moment Correlation untuk setiap bulir/item angket

dari skor-skor yang diperoleh. Angka-angka di atas selanjutnya dimasukan ke dalam

rumus koefisien Karl Pearson, dan diperoleh :

∑ ∑ ∑

Dimana :

r

xy = Koefisien korelasi antara butir soal (X) dengan skor total (Y) dari

suatu variabel

(39)

(∑X2

) = Kuadrat jumlah skor X ∑Y2

= Kuadrat jumlah skor Y

7. Menentukan nilai tabel koefisien korelasi pada derajat bebas (db)= n-2 dan α= 5%

8. Membuat kesimpulan, dengan cara membandingkan nilai hitng rxy dan nilai tabel r.

Kriteria jika nilai hitung r lebih besar (>) dari nilai tabel r, maka item instrument

dinyatakan valid. Kriteria kelayakan sebagai berikut: rxy > rtabel berarti valid atau

sebaliknya.

Untuk memudahkan penulis dalam melakukan uji validitas penulis menggunakan bantuan

software Microsoft Excel 2010

Tabel 4

Hasil Uji Validitas Variabel X (Kepemimpinan Transformasional

No. Item rhitung rtabel Keterangan

(40)

Pada tabel diatas disimpulkan bahwa uji coba instrument dengan jumlah item 15 hasilnya

valid semua, sehingga instrument yang dibuat layak untuk dilakukan penyebaran angket kepada

responden sebenarnya yaitu pegawai kantor Pos Indramayu. Kemudian berlanjut pengujian

validitas terhadap variabel Y.

Tabel 5

Hasil Uji Validitas Variabel Y (Efektivitas Kerja)

No. Item rhitung rtabel Keterangan

1 0.554 0,444 Valid

Sumber: hasil pengolahan data uji coba instrument

Selanjutnya untuk hasil pengolahan data uji coba instrument pada variabel Y

(efektivitas kerja) dapat disimpulkan bahwa uji coba instrument dengan jumlah item 15

hasilnya valid semua, sehingga instrument yang dibuat layak untuk disebarkan kepada

(41)

3.3.4.2 Uji Reliabilitas

Pengujian alat pengumpulan data yang kedua adalah pengujian reliabilitas

instrumen.Suatu instrument pengukuran dikatakan reliable jika pengukurannya konsisten dan

cermat akurat.Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi dari instrument sebagai

alat ukur, sehingga hasil pengukuran dapat dipercaya. Instrumen penelitian yang dapat

dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok

subjek yang sama (homogen) diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur

dalam diri subjek memang belum berubah. Dalam hal ini, relatif sama berarti tetap adanya

toleransi terhadap perbedaan-perbedaan kecil diantara hasil beberapa kali pengukuran.

Tinggi rendahnya reliabilitas, secara empirik ditunjukan oleh suatu angka yang disebut

koefisien reliabilitas. Secara teoritis, besarnya koefisien reliabilitas berkisar antara 0,00

sampai dengan ± 1,00 dan interprestasinya selalu mengacu pada koefisien yang positif. Dalam

konteks ini, koefisien reliabilitas yang mendekati nilai satu, menunjukan tingginya tingkat

kepercayaan, kehandalan atau tingkat konsistensi dari instrument penelitian dalam mengukur

apa yang hendak diukur.

Formula yang digunakan untuk menguji reliabilitas instrument dalam penelitian adalah koefisien alfa (α) dari Cronbach (1995), yaitu (Arikunto, 2006: 196):

(42)

Dimana :

Rumus varians = St2 ∑

r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan ∑ = jumlah varians butir

= varians total

N = jumlah responden

Menurut Sambas Ali Muhidin (2010:31), langkah kerja yang dapat dilakukan dalam

rangka mengukur reliabilitas instrumen penelitian adalah sebagai berikut :

1. Menyebarkan intrumen yang akan diuji reliabilitasnya, kepada responden yang

bukan responden sesungguhnya.

2. Mengumpulkan data hasil uji coba instrumen .

3. Memeriksa perlengkapan data, untuk memastikan lengkap tidaknya lembaran data

yang terkumpul. Termasuk di dalamnya memeriksa perlengkapan pengisian item

angket.

4. Membuat tabel pembantu untuk menempatkan skor-skor pada item yang

diperoleh. Dilakukan untuk mempermudah perhitungan atau pengolahan data

selanjutnya.

5. Memberikan/ menempatkan skor (scoring) terhadap item-item yang sudah diisi

(43)

= ∑

7. Menghitung nilai koefisien alfa, selanjutnya dimasukan ke dalam rumus koefisien

alfa, yaitu :

Keterangan :

r11 = reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan ∑ = jumlah varians butir

St2 = varians total

8. Membuat nilai tabel koefisien pada derajat bebas (db) = n-2

9. Membuat kesimpulan dengan membandingkan nilai hitung r dan nilai tabel r,

dengan tingkat signifikasi 0,05.

Jika rhitung > rtabel , maka item pertanyaan dikatakan reliabel.

Jika rhitung ≤ rtabel , maka item pertanyaan dinyatakan tidak reliable

Untuk memudakan dalam pengujian reliabilitas ini, penulis menggunakan batuan

(44)

Tabel 6

Hasil Uji Reliabilitas Variabel X dan Y

No. Variabel

Hasil

Keterangan

1. Kepemimpinan Transformasional 0.809 0,444 Reliabel

2. Efektivitas Kerja 0.893 0,444 Reliabel

Sumber: Hasil Pengolahan Data Uji Coba Instrumen

3.3.5. Pengujian Persyaratan Analisis Data

3.3.5.1. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan sebagai syarat dilakukannya uji parametrik. Uji normalitas ini

digunakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah data yang dianalisis tersebut berdistribusi

normal atau tidak. Pengujian normalitas, diuji dengan menggunakanLiliefors tes t dengan

bantuan Microsoft Office Excel 2010.

Menurut Arikunto (2006:314), Jika berdistribusi normal maka proses selanjutnya dalam

pengujian hipotesis dapat menggunakan perhitungan statistic parametrik. Jika tidak berdistribusi

normal maka dapat menggunakan perhitungan statistic non parametrik.

(45)

Langkah–langkah pengujian normalitas data dengan Liliefors(Sambas Ali Muhidin, 2010:93-95)

adalah sebagai berikut:

1. Susunlah data dari kecil ke besar. Setiap data ditulis sekali, meskipun ada beberapa

data.

2. Periksa data beberapa kali munculnya bilangan-bilangan itu (frekuensi harus ditulis).

3. Dari frekuensi susun frekuensi kumulatifnya.

4. Berdasarkan frekuensi kumulatif hitunglah proporsi empirik (observasi).

5. Hitung nilai Z untuk mengetahui theoritical proportion pada tabel Z.

6. Menghitung theoritical proportion.

7. Bandingkan empirical proportion dengan theoritical proportion, kemudian carilah

selisih terbesar didalam titik observasi antara kedua proporsisi.

8. Buat kesimpulan dengan kriteria uji, tolak jika D hitung > D tabel dengan derajat

kebebasan (dk) (0,05)

9. Memasukkan besaran seluruh angka tersebut ke dalam tabel distribusi berikut:

Tabel 7

Distribusi Pembantu untuk Pengujian Normalitas

X F Fk Sn( Z Sn( - [ ]

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Sumber : Sambas Ali Muhidin (2010:94)

Keterangan :

(46)

Kolom 5 : Nilai Z, formula, Z = = ̅,

dimana ̅ = ∑ dan S = √∑

(∑ )

Kolom 6 :Theoritical Proportion (tabel z) : Proporsi kumulatif luas Kurva Normal Baku dengan cara melihat nilai z pada tabel distribusi normal.

Kolom 7 : Selisih Empirical Propotion dengan Theoritical Propotion dengan cara mencari selisih kolom (4) dan kolom (6).

Kolom 8 : Nilai Mutlak, artinya semua nilai harus bertanda positif. Tandai selisih mana yang paling besar nilainya. Nilai tersebut adalah D hitung.

Selanjutnya menghitung D tabel pada = 0,05 dengan cara

. kemudian membuat

kesimpulan dengan kriteria :

 D hitung < D tabel, maka diterima, artinya data berdistribusi normal.  D hitung D tabel, maka ditolak, artinya data tidak berdistribusi normal.

3.3.5.2.Uji Homogenitas

Pengujian homogenitas digunakan untuk kepentingan akurasi data dan kepercayaan

terhadap hasil penelitian. Pengujian homogenitas merupakan uji perbedaan antara dua

kelompok, yaitu dengan melihat perbedaan varians kelompoknya. Pengujian homogenitas ini

mengasumsikan bahwa skor setiap variabel memiliki varians yang homogen (Sambas Ali

Muhidin, 2010:96).

Uji statistika yang akan digunakan adalah uji Barlett dengan menggunakan bantuan

Microsoft Office Excel 2010. Kriteria yang digunakannya adalah apabila nilai hitung 2> nilai

(47)

(Sambas Ali Muhidin, 2010 : 96)

Dimana :

Si2 = Varians tiap kelompok data

dbi= n-1 = Derajat kebebasan tiap kelompok

B = Nilai Barlett

S2gab = Varians gabungan

∑ ∑

Langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pengujian homogenitas varians ini

(Sambas Ali Muhidin, 2010:97), adalah:

1. Menentukan kelompok-kelompok data dan menghitung varians untuk tiap kelompok

tersebut.

2. Membuat tabel pembantu untuk memudahkan proses penghitungan, dengan model tabel

sebagai berikut :

Tabel 8

Model Tabel Uji Barlett

Sampel db=n-1 Log db. Log db.

1

2

3

(48)

4. Menghitung log dari varians gabungan.

5. Menghitung nilai Barlett.

6. Menghitung nilai .

7. Menentukan nilai dan titik kritis.

8. Membuat kesimpulan, dengan kriteria sebagai berikut :

 Jika nilai hitung < dari nilai tabel, maka diterima atau variasi data

dinyatakan homogen.

 Jika nilai hitung dari nilai tabel, maka diterima atau variasi data

dinyatakan tidak homogen.

3.3.5.3. Uji Linieritas

Uji linieritas menjadi salah satu syarat untuk analisis data yang menggunakan uji

parametrik. Menurut Sambas Ali Muhidin (2010:99) menyatakan bahwa:

“Teknik analisis data yang didasarkan pada asumsi linieritas adalah analisis hubungan. Teknik analisis statistika yang dimaksud adalah teknik yang terkait dengan korelasi, khususnya korelasi Product Moment, termasuk di dalamnya teknik analisis regresi dan analisi jalur (path analysis)”.

Uji linieritas dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dengan

variabel bebas bersifat linier. Uji linieritas dilakukan dengan uji kelinieran regresi. Uji linieritas

dihitung dengan bantuan Microsoft Office Excel 2010.

(49)

1. Menyusun tabel kelompok data variabel x dan variabel y

2. Menghitung jumlah kuadrat regresi ( dengan rumus:

= ∑

3. Menghitung jumlah kuadrat regresi b a ( , dengan rumus:

= b. ∑ ∑ ∑

4. Menghitung jumlah kuardat residu ( dengan rumus:

= ∑

5. Menghitung rata-rata kuadrat regresi a ( ) dengan rumus:

=

6. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a ( ) dengan rumus:

7. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu ( ) dengan rumus:

=

8. Menghitung jumlah kuadrat error dengan rumus:

= ∑ ∑ ∑

Untuk menghitung urutkan data x mulai dari data yang paling kecil sampai data

yang paling besar berikut disertai pasangannya.

(50)

11. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat error ( dengan rumus:

12. Mencari nilai uji F dengan rumus:

F =

13. Menentukan kriteria pengukuran : Jika nilai uji F < nilai tabel F, maka distribusi

berpola linier.

14. Mencari nilai pada taraf signifikansi 95% atau = 5% menggunakan rumus:

dimana db TC = k-2 dan db E = n-k

15. Membandingkan nilai uji F dengan nilai tabel F kemudian membuat kesimpulan.  Jika < , maka dinyatakan berpola linier.

 Jika , maka dinyatakan tidak berpola linier.

3.3.6. Teknik Analisis Data

Analisis data menurut Uep Tatang Sontani dan Sambas Ali Muhidin (2011:158) yaitu “Upaya mengolah daa menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat data tersebut

dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian”. Tujuan dilakukannya analisis antara lain untuk

mendeksripsikan data, sehingga dapat dipahami karakteristiknya, juga untuk menarik

kesimpulan tentang karakteristik populasi berdasarkan data yang telah diperoleh. Kesimpulan

(51)

3.3.6.1.Teknik Analisis Data Deskriptif

Teknik analisis data penelitian secara deskriptif dilakukan melalui statistika deskriptif,

yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau

menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat

generalisasi hasil penelitian. Termasuk dalam teknik analisis data statistik deskriptif antara

lain penyajian data melalui tabel, grafik, diagram, presentase, frekuensi, perhitungan mean,

median atau modus.

Analisis data ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah

dirumuskan dalam rumusan masalah. Untuk menjawab rumusan masalah no.1 dan rumusan

masalah no.2, maka teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yakni

untuk mengetahui gambaran mengenai gaya kepemimpinan transformasional, dan untuk

mengetahui gambaran mengenai efektivitas kerja.

Cara untuk mempermudah dalam mendeskripsikan variabel penelitian, digunakan

kriteria tertentu yang mengacu pada rata-rata skor kategori angket yang diperoleh dari

responden.Kemudian untuk mengetahui jarak rentang pada interval pertama sampai dengan

interval kelima digunakan rumus sebagai berikut :

Rentang = skor maksimal – skor minimal = 5 – 1 = 4

Lebar Interval = rentang/banyaknya interval = 4/5 = 0,8

Jadi, interval pertama meemiliki batas bawah 1; interval kedua memiliki batas bawah

1,8; interval ketiga memiliki batas bawah 2,6; interval keempat memiliki batas bawah 3,4; dan

(52)

Tabel 9

Kriteria Penafsiran Deskripsi

Penafsiran

X Y

1 – 1,7 Sangat tidak efektif Sangat rendah

1,8 – 2,5 Tidak efektif Rendah

2,6 – 3,3 Cukup efektif Cukup

3,4 – 4,1 Efektif Tinggi

4,2 – 5 Sangat efektif Sangat tinggi

Sumber : Diadaptasi dari skor kategori Likert skala 5 (Sambas dan Maman, 2007 : 146).

3.3.6.2. Teknik Analisis Data Inferensial

Teknik analisis data inferensial meliputi statistik parametrik yang digunakan untuk data

interval dan ratio serta statistik non parametriks yang digunakan untuk data nominal dan ordinal.

Inferential statistics membahas mengenai cara menganalisis data serta mengambil kesimpulan

yang berkaitan dengan estimasi parameter dan pengujian hipotesis. Teknik analisis data

inferensial dilakukan dengan statistik inferesial, yaitu statistik yang digunakan untuk

menganalisis data dengan membuat kesimpulan yang berlaku umum ciri data inferensial adalah

(53)

kepemimpinan transformasional kepala kantor (X) terhadap variabel Efektivitas kerja pegawai

(Y).

3.3.7.Pengujian Hipotesis

Langkah terakhir dalam kegiatan analisis data adalah dengan melakukan uji hipotesis.

Tujuan dari pengujian hipotesis ini yaitu untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang

cukup jelas dan dipercaya antara variabel independen dan variabel dependen. Melalaui pengujian

hipotesis ini akan diambil kesimpulan menerima atau menolak hipotesis.

Langkah-langkah pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, adalah sebagai

berikut:

1. Menentukan rumusan dan

: = 0 : Tidak terdapat pegaruh yang positif gaya kepemimpinan transformasional

(variabel X) terhadap efektivitas kerja pegawai (variabel Y).

H1: β>0: Terdapat pengaruh yang positif gaya kepemimpinan transformasional

(variabel X) terhadap efektivitas kerja pegawai (variabel Y).

2. Membuat Persamaan Regresi

Menurut Sambas Ali Muhidin (2010 : 105), regresi sederhana berguna untuk mempelajari

hubungan antara dua variabel. Model persamaan regresi sederhana adalah: Ŷ = a + bX

Dimana : Ŷ: variabel tak bebas (nilai duga)

a : penduga bagi intersap (α)

(54)

3. MenghitungMenentukan uji statistika yang sesuai. Uji statistika yang digunakan

adalah uji F, yaitu F =

Untuk melakukan uji F, dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

a. Menghitung jumlah kuadran regresi ( dengan rumus:

= ∑

b. Menghitung jumlah kuadrat regresi b a ( , dengan rumus:

= b. ∑ ∑ ∑

c. Menghitung kuadrat residu (JK res), dengan rumus:

= ∑

d. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi a ( ), dengan rumus:

=

e. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat regresi b/a ( ), dengan rumus:

f. Menghitung rata-rata jumlah kuadrat residu ( ), dengan rumus:

=

g. Menghitung F, dengan rumus: F =

4. Menentukan nilai kritis dengan derajat kebebasan untuk

(55)

Dengan kriteria pengujian: jika nilai uji F > , maka tolak yang menyatakan bahwa

tidak ada pengaruh antara gaya kepemimpinan transformasional terhadap efektivitas kerja

pegawai.

6. Membuat kesimpulan.

Untuk mengetahui hubungan antara variabel X dengan variabel Y dicari dengan menggunakan

rumus koefisien korelasi. Koefisien korelasi dalam penelitian ini menggunakan Korelasi Product

Moment yang dikembangkan oleh Karl Pearson (Sambas Ali Muhidin, 2010:26), seperti berikut:

= ∑ ∑ ∑ √[ ∑ ∑ ] [ ∑ ∑ ]

Koefisien korelasi (r) menunjukkan derajat korelasi antara variabel X dan variabel Y. Nilai

koefisien korelasi harus terdapat dalam batas-batas: -1 < r < +1. Tanda positif menunjukkan

adanya korelasi positif atau korelasi antara kedua variabel yang berarti. Setiap kenaikan nilai

variabel X maka akan diikuti dengan penurunan nilai Y, dan berlaku sebaliknya.

 Jika nilai r = +1 atau mendekati +1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan

positif

 Jika nilai r = -1 atau mendekati -1, maka korelasi antara kedua variabel sangat kuat dan

negatif.

 Jika nilai r = 0, maka korelasi variabel yang diteliti tidak ada sama sekali atau sangat lemah.

(56)

0,00 – 0,199 Sangat lemah

0,20 – 0,399 Lemah

0,40 – 0,599 Cukup Kuat

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,00 Sangat kuat

Sumber : Sugiyono (2011 : 183)

Selanjutnya untuk mengetahui besarnya pengaruh variabel X terhadap variabel Y, maka

digunakan koefisien determinasi (KD) dengan rumus:

KD = x 100%

dimana:

KD = Koefisien Determinasi

(57)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

1.1. Kesimpulan

Berdasarkanhasilpenelitian yang dilakukanpenulispadaPT.Pos Indonesia (Persero)

Indramayumengenaipengaruhgayakepemimpinantransformasionalterhadapefektivitaskerjape

gawai, makadapatditarikkesimpulanberdasrkanpermaslahanpenelitianberikut :

1. Permasalahanpertama,

dalampenelitianiniadalahbagaimanagambarantingkatgayakepemimpinantransformasi

onalkepalakantorPT.Pos Indonesia (persero) Indramayuberadapadakategoritinggi.

Artinya para pegawaiPT.Pos Indonesia (persero)

Indramayuberanggapanbahwagayakepemimpinantransformasionalkepalakantorsudah

efektif. Terdapatdariindikatorkepemimpiantransformasionalyaituterdiridaripengaruh

ideal, motivasiinspiratif, stimulasiintelektual, konsiderasiindividu.

2. Permasalahankedua,

dalampenelitianiniadalahbagaimanatingkatefektivitaskerjapegawaiPT.Pos Indonesia

(persero) Indramayudinilaiberadapadakategoritinggi.

DenganindikatorKualitaskerja,kuantitaskerja, danwaktukerja.

3. Pengaruhgayakepemimpinantransformasionalterhadapefektivitaskerjapegawaiyaituse

besar 25,83% dansisanya 74,17% dipenagruhiolehfaktor lain yang

(58)

dilakukanmenunjukanbahwaterdapatpengaruhpositifdansignifikananataravariabelgay

akepemimpinantransformasionalterhadapefektivitaskerjapegawai.

1.2. Saran

1. Berdasarkanhasilpenelitian yang telahdilakukan,

hasilpenelitianinimenunjukanbahwapelaksanaangayakepemimpinantransformasio

(59)

2. Olehkarenaitupimpinanharusdapatmempertahnkanbahkanditingkatkanlagiyaitude

nganmemperhatikantingkatkebutuhan para

pegawaikarenahaliniakansecaralangsungberpengaruhterhadapkinerjapegawaidala

mmelaksanakantugas-tugasnya.

3. HasilpenelitianmenunjukanbahwaefektivitaskerjapegawaiPT.Pos Indonesia

(persero)Indramayu, menunjukantingkattinggi.

olehkarenaituharusdapatdipertahankanbahkanperluditingkatkanlagidenganlebihme

mperhatikanfaktorkondisilingkungankerja. Hal

inidapatdilakukandenganmenambahfasilitaslingkungankerja,

sehinggalebihmenciptakankondisilingkungankerja yang kondusif agar

terciptanyakinerja yang lebihtinggidan optimal. Dengansumberdayamanusia yang

(60)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. (1992). ProsedurPenelitian.Jakarta : PT. RinekaCipta..

Arikunto,Suharsimi. (2002). ProsedurPenelitian, SuatuPendekatanPraktek. Jakarta : PT. RinekaCipta.

Arikunto, Suharsimi. (2006). ProsedurPenelitian, SuatuPendekatanPraktek. Jakarta : PT. RinekaCipta.

Asri, NeniAndhini . (2002). Hubungan Gaya

KepemimpinanTransformasionalDenganEfektivitasKerjaKaryawanPad aBagian SDM danLogistikKandantelBandung,Divisi Regional III PT Telkom Tbk.JurnalPendidikanmanajemenPerkantoran UPI tahun 2002.

AtmosudirjoPrajudi. (1989).

Dasar-DasarAdministrasiManajemendanManajemen Kantor. Jakarta :GunungAgung.

Bass, B. M. & Avolio, B. J.. (1993). Transformational Leadership and Organizational Culture. Public Administration Quarterly, Vol. 17, No. 1, pp. 112-121

Bass, B. M. & Avolio, B. J.. (1994). Improving Organizational Effectiveness through Transformational Leadership. Thousand Oaks, CA : Sage.

Bass, B.M. (1997). Personal Selling and Transactional/Transformational Leadership. Journal of Personal Selling & Sales Management, Vol. XVII, No. 3 (Summer 1997, Pages 19-28)

Bass,B. M. (1985). Leadership and Performance. N. Y,: Free Press.

(61)

Dubrin Andrew J., (2009). Leadership (Terjemahan), EdisiKedua, Jakarta :Prenada Media.

Gibson, et.al,.(1997) .Organisasidanmanajemen (prilaku – struktur – proses)

(62)

Hasibuan, Malayu S.P. (2000). ManajemenSumberDayaManusia,Yogyakarta :

Mardalis.(2008). MetodePenelitianSuatuPendekatan Proposal. Jakarta: BumiAksara.

Mariah, Siti (2013). PengaruhKepemimpinanTerhadapEfektivitasKerjaPegawai di DinasPendapatanPengelolaanKeuangandanAset Daerah (DPPKAD) KabupatenSumedang. JurnalPendidikanManajemenPerkantoran UPI Tahun 2013.

Muhidin, Sambas Ali danMaman Abdurrahman.(2007). AnalisisKorelasi, Regresi, danJalurdalamPenelitian.Bandung :PustakaSetia.

Muhidin, Sambas Ali.(2010). Statistika 1 PengantarUntukPenelitian.Bandung :KaryaAndhikaUtama.

Muhidin, Sambas.A, danAtingSumantri. (2006).

AplikasiStatistikDalamPenelitian.Bandung: PustakaSetia.

Peters, J., Dobbins, R., & Johnson, B. (1996).Restructuring And Organisational Culture In School. Sydney: National Schools Network

Riduwan.(2009). MetodedanTeknikMenyusun Proposal Penelitian. Bandung: Alphabeta

(63)

Sedarmayanti.(2001). SumberDayaManusiadanProduktivitasKerja. Bandung:BandarMaju.

Siagian.P.Sondang,(1985). ManajemenSumberDayaManusia. Bandung :Aksarabaru.

Sontani, UepTatangdan Sambas Ali Muhidin.(2011).

DesainPenelitianKuantitatif. Bandung: KaryaAndhikaUtama.

Streer.M.Richard.(1985). EfektivitasOrganisasi(Alihbahasa Magdalena Janin). Jakarta :Erlangga.

Sugiyono .(2010). MetodePenelitianKuantitatifKualitatifdanR&D.Bandung :Alfabeta

Supriyanto, Ahmad Sani, danMasyhuriMachfudz. (2010).

MetodologiRisetManajemenSumberdayaManusia. Malang:UIN Maliki Press.

Suwatno.(1996). Manajemen Modern TeoridanAplikasi. Bandung: Zafira

Syafruddin, S. (2004).StatitikTerapanUntukPenelitian.Jakarta: Grasindo

The Liang Gie. (1982). AsasAsasmanjemen. Bandung :Mandarmaja

The Liang Gie. (1992). AdministrasiPerkantoran Modern. (EdisiKeempat) Yogyakarta : Liberty.

Thoha, Miftah. (2009). PerilakuOrganisasi

(Konsepdasardanperilakunya).Jakarta :Rajawali Press.

Warsito, Herman. (1992). PengantarMetodologiPenelitian.Jakarta: PT.Gramedia.

Yukl, Gary A. (2005). KepemimpinanDalamOrganisasi, edisikelima. Jakarta: PT.INDEKS.

(64)

Gambar

Tabel 1 Total Nilai SMKI selama 3 tahun terakhir (12 Triwulan)
Tabel 1 Operasional Variabel
Tabel 2 Populasi Penelitian
Tabel 3 Jumlah Item Angket
+7

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Berdasarkan data hasil belajar yang didapat, diketahui bahwa tingkat ketuntasan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri 4 Pupuan dalam mata pelajaran penjasorkes khususnya pada

Himpunan Peraturan Gubernur Tahun 2014 1... Himpunan Peraturan Gubernur Tahun 2014

Menurut American Institute of Cartiefied Publik Accountansts (AICPA) yang dikutip oleh Zaki Baridwan (2004:1) akuntansi adalah suatu kegiatan jasa yang fungsinya

Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang paling berperan menyebabkan timbulnya kecenderungan kenakalan remaja adalah faktor keluarga yang kurang

Pada gambar 8, dapat dilihat karakteristik rasio koefisien perpindahan panas untuk pipa dalam dengan penambahan louvered strip insert bahwa pada 2.500 &lt; Re &lt; 15.000

Menurut Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara nomor: SKEP 347-XII-1999 tentang Standar Rancang Bangun dan/atau Rekayasa Fasilitas dan Peralatan

Beifungsi untuk menahan atap emper HI dan atap tratag, merupakan sistem konstruksi tradisional Jawa Kedudukan saka goco berdampingan dengan tiang besi dan pada