• Tidak ada hasil yang ditemukan

AS2005 Astronomi & Lingkungan Exoplanet & Exolife

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "AS2005 Astronomi & Lingkungan Exoplanet & Exolife"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

AS2005 Astronomi & Lingkungan

Exoplanet & Exolife

(2)

Lanjutan penjelasan mengenai metode pencarian Eksoplanet

2

(3)

3

1. Kecepatan Radial (Spektroskopi Doppler)

2. Astrometri

3. Fotometri Transit

4. Gravitational Microlensing

5. Pencitraan Secara Langsung (Direct Imaging)

6. Pulsar Timing

7. Reflection/emission modulations

8. Polarimetri (pemantulan radiasi bintang di atmosfer planet)

Metode Pencarian Planet Ekstrasolar

(4)

Jelaskanlah mengenai metode ini.

Berikan juga contoh hasil pengamatannya.

Metode Pulsar Timing

4

(5)

Jelaskanlah mengenai metode ini.

Berikan juga contoh hasil pengamatannya.

Metode Reflection/Emission Modulations

5

(6)

Jelaskanlah mengenai metode ini.

Berikan juga contoh hasil pengamatannya.

Metode Polarimetri

6

(7)

Penemuan Exoplanet Berdasarkan Tahun Penemuan (Data sampai 2020)

7

(8)

8

Habitable Zone

8

(9)

Habitable Worlds

Offers environmental conditions where some form of life could originate or survive.

(NOT whether the planet has life or not).

Growing evidence for:

- Habitability of Early Mars

- Habitability of Oceans of Europa (moon of Jupiter)

Artists’ rendition of what Early Mars may have looked like

Photo of Jupiter with moons Europa (near Red Spot) and Callisto (left) - 2001 Cassini Spacecraft image.

(10)

10

Habitable Zone (HZ):

wilayah dalam orbit yang berpusat pada

bintang, dimana pada planet mirip Bumi yang berada pada wilayah tersebut, mendukung

untuk tumbuhnya kehidupan.

HZ merupakan irisan dari dua wilayah:

Circumstellar habitable zone (CHZ)

Galactic habitable zone (GHZ)

Definisi

(11)

11

HZ bergantung pada faktor-faktor:

Evolusi, usia, dan aktivitas bintang pusat

Atmosfer, magnetosfer, dan jarak planet ke bintang pusat

Kestabilan sistem keplanetan

Lingkungan galaktik dari sistem keplanetan

Definisi

(12)

12

Habitable Zone (Ukuran Bintang)

(13)

13

Karenanya, saat mencari mekanisme yang mengawali kehidupan di Bumi, kita tidak tahu kemana perhatian kita seharusnya terutama diarahkan:

Atmosfer

Lautan

Sistem hidrotermal

Permukaan Bumi

Lapisan bawah permukaan Bumi

Kutub es

Periode waktu setelah tumbukan besar atau erupsi gunung api

Danau

Sungai

atau lainnya.

Kehidupan Di Bumi

(14)

14

Ini diperumit dengan adanya kebolehjadian asal kehidupan di Bumi berawal dari luar

angkasa  hipotesis panspermia

Kebolehjadian transfer bentuk kehidupan microbial dari satu planet ke planet lainnya.

Transfer seperti itu bukan hanya mungkin bagi Mars – Bumi, tapi sulit dihindari jika kehidupan ternyata muncul lebih dulu

dalam sejarah Mars.

Hipotesis Panspermia

(15)

15

5% batuan yang dilontarkan dari Mars mendarat di Bumi.

Bakteri bisa bertahan dari tumbukan yang

dibutuhkan untuk melontarkan batuan Mars ke angkasa, saat pemanasan saat memasuki atmosfer Bumi, dan saat menubruk

permukaan Bumi (Mastrapa et al. 2001).

Hipotesis Panspermia

(16)

16

Berada dalam batuan yang terlontar

tersebut, bakteri bisa bertahan terhadap fluks radiasi kosmik (Horneck et al. 1994).

Kebolehjadian panspermia antarbintang juga digagas menjadi kemungkinan

mekanisme awal kehidupan di Bumi (Napier 2004).

Hipotesis Panspermia

(17)

17

Saat ini, seberapa besar peran hipotesis

panspermia sulit ditentukan secara ilmiah karena ketiadaan alat untuk menguji

hipotesis tersebut.

 bagaimana pandangan saintis saat ini tentang hipotesis panspermia?

Hipotesis Panspermia

(18)

18

Sebagai pendekatan praktis (sebagaimana yang banyak dianut dalam studi mengenai habitability pada objek astrofisika), konsep habitable tidak mengacu pada “di mana makhluk hidup bisa eksis”, tapi pada “di mana air dalam bentuk cair bisa eksis”.

Habitability

(19)

19

Keberadaan air dalam bentuk cair menjadi media reaksi biokimia yang mengawali

timbulnya kehidupan

Fraksi alam semesta dimana air dapat

berada dalam bentuk cair, dirujuk sebagai habitable universe.

Habitability

(20)

20

Didefinisikan oleh Hart (1979):

daerah dimana air bisa berada dalam bentuk cair di permukaan planet.

 rentang jarak orbit dimana permukaan planet bisa distabilisasi oleh proses iklim dan proses geofisika

sedemikian rupa sehingga temperatur dan tekanan

memungkinkan keberadaan air dalam bentuk cair (T = 273-647 K, P = 0,006-220 bar)

Habitable Zone

(21)

21

Temperatur permukaan planet bergantung pada:

jumlah energi bintang induk yang sampai ke permukaannya

distribusi spektral energi bintang induk

properti radiatif atmosfer planet (absorpsi, hamburan, emisi)

properti refleksi (albedo) permukaan planet dan awan

Habitable Zone

(22)

22

Habitable Zone (Temperatur Bintang)

(23)

23

Habitable Zone

(24)

24

HZ cenderung bergerak ke arah luar, karena bintang deret utama menjadi semakin

terang

Luminositas Matahari berubah dari keadaan awal 0,75 L menjadi yang sekarang 1 L

Untuk kehidupan bisa berevolusi menjadi

kehidupan tingkat tinggi, planet harus selalu berada di dalam HZ selama evolusi bintang

Habitable Zone

(25)

25

Continously Habitable Zone (CHZ):

wilayah dimana planet tetap berada dalam HZ untuk selang waktu tertentu hab

Untuk kasus Bumi, makhluk berintelegensi tinggi membutuhkan waktu ~4 Ga. Selang waktu ini biasanya diambil untuk harga hab

Sebagian ilmuwan mengambil harga hab = 3 Ga

Untuk kasus bentuk kehidupan mikrobiologi: hab

= 1 Ga

Habitable Zone

(26)

26

Habitable Zone

Continuosly HZ, untuk hab = 1 Ga Source: Lectures in Astrobiology, Vol. II

(27)

27

Habitable Zone

(28)

28

Berdasarkan kesimpulan dari Hart:

Ratio ro/ri menjadi semakin kecil untuk bintang yang makin kecil massanya.

Konvergen ro=ri untuk bintang dengan massa M ~ 0,83 M

Bintang dingin bermassa rendah (yang kelas spektrumnya lebih lanjut dari K1) tidak

memiliki CHZ

Habitable Zone

(29)

29

Komposisi, ekstensi, dan ketebalan atmosfer adalah faktor penting dalam masalah habitability

Kasting et al. memberikan definisi yang lebih akurat tentang HZ dengan mengikutsertakan peran

atmosfer

Model iklim satu dimensi untuk planet mirip Bumi yang memiliki atmosfer CO2, H20, N2, dan

keberadaan air dalam bentuk cair dipermukaannya Habitable Zone & Atmosfer Planet

(30)

30

Kasting et al.:

Pinggir luar: didefiniskan dari jarak planet ke bintang induk dimana pembentukan awan CO2 dimulai. Awan ini akan

mendinginkan permukaan planet dengan meningkatkan albedonya

Pinggir dalam: karena jarak planet yang dekat dengan bintang induknya, terjadi kehilangan air lewat peristiwa photolysis

Air menguap menuju stratosfer

Radiasi UV memecah molekul air menjadi H2 dan O

Hidrogen (H2) lepas dari atmosfer

moist greenhouse effect

Habitable Zone & Atmosfer Planet

(31)

31

Untuk Bumi, HZ diperkirakan berada pada:

0,95 < CHZ < 1,15 au

Habitable Zone & Atmosfer Planet

(32)

32

Habitable Zone

(33)

33

Gliese 581:

Bintang katai merah di rasi Libra

Massa: 0,31 M

Jarak: 20,3 thc

Kelas Spektrum:

M2,5V

Magnitudo (V):

10,550

HZ: 0,09-0,20 AU

Habitable Zone Pada Bintang Gliese 581

(34)

34

Jumlah planet yang terdeteksi: 4 buah

Planet terkecil:

Nama: Gliese 581 e

Massa: 1,94 M

Salah satu

exoplanet terkecil (pada bintang

normal) yang

dideteksi sampai saat ini

Habitable Zone Pada Bintang Gliese 581

(35)

35

Statistik Katalog Habitable Exoplanets (26 Nov. 2013)

--> data di-update via http://phl.upr.edu/projects/habitable- exoplanets-catalog

http://phl.upr.edu/

(36)

36

10 Exoplanet Potensial Layak Huni

(37)

37

(38)

38

Milky Way: Home of Billions of Stars

(39)

39

Lokasi Exoplanet Yang Saat Ini Dideteksi

(40)

40

Pertama kali digagas tahun 1991 oleh

Guillermo Gonzalez

(Iowa State University) dan Donald Brownlee &

Peter Ward (Washington University)

7 - 9 kiloparsek (23.000 - 29.000 tahun cahaya) dari pusat galaksi

Galactic Habitable Zone

(41)

41

Batasan jarak ke pusat galaksi:

Terlalu dekat: sumber radiasi ionisasi transien (misalnya supernova, GRB) dan tumbukan komet.

Terlalu jauh: evolusi kimiawi galaksi, terutama kelimpahan unsur berat (misalnya karbon)

Galactic Habitable Zone

(42)

42

Galactic Habitable Zone

(43)

43

Terraforming

(44)

44

Terraforming: proses hipotesis pada

benda langit (planet, satelit, atau lainnya) yang dilakukan untuk mengubah

atmosfernya, temperatur, topografi

permukaan, atau ekologinya, agar mirip seperti Bumi dan bisa ditinggali oleh

makhluk-makhluk Bumi

Definisi

(45)

45

Mars

Venus

Europa

Titan

Kandidat Dalam Tata Surya

(46)

46

Memiliki elemen-elemen yang dibutuhkan manusia:

Air, yang mungkin berada dalam keadaan beku di tudung es di kutub planet

Karbon dan oksigen dalam bentuk karbon dioksida (CO2)

Nitrogen

Komposisi atmosfer:

95,3% karbon dioksida

2,7% nitrogen

1,6% argon

0,2% oksigen

Kasus: Mars

Pandangan NASA mengenai terraforming di Mars:

https://www.nasa.gov/press- release/goddard/2018/mars- terraforming

(47)

47

Properti mirip Bumi:

Periode rotasi 24j 37m (Bumi: 23j 56m).

Kemiringan sumbu orbit: 24 (Bumi 23,5).

Gravitasi permukaan: sepertiga Bumi

Cukup dekat dengan Matahari sehingga bisa mengalami musim. Jarak Mars-Matahari

sekitar 50% lebih jauh dari jarak Bumi- Matahari.

Kasus: Mars

(48)

48

Perubahan yang dilakukan:

1. Membangun atmosfer:

Sublimasi karbon dioksida

Pengimportan amonia, hidrokarbon, hidrogen

Pemakaian perfluorocarbon

2. Membangun kandungan air

Sumber air: pelelehan air di kutub-kutub dan

lapisan bawah tanah, dari asteroid, hujan buatan (setelah meningkatkan temperatur)

Kasus: Mars

(49)

49

Perubahan yang dilakukan:

3. Meningkatkan temperatur

Orbiting mirror.

Mengubah albedo. Salah satunya dengan memperkenalkan makhluk hidup.

Pemakaian senjata nuklir.

Mengimport bahan bakar fossil.

Menggunakan tumbukan asteroid untuk melepaskan uap air (sebagai gas rumah kaca) ke udara. Lebih baik lagi jika

asteroidnya mengandung amonia.

4. Menjaga atmosfernya tidak lepas

Medan magnetik artifisial dan proteksi dari radiasi matahari

Kasus: Mars

(50)

50

Proses Terraforming Mars

(51)

51

(52)

52

To improve life here, to extend

life to there, to find life beyond

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan air yang kurang dari satu kur menjadi najis jika terkena najis walaupun tidak berubah warna, rasa, atau baunya.. • Keraguan menentukan

Analisa data dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, artinya bahwa data yang terkumpul tersebut kemudian digambarkan dengan kata-kata, dipisahkan menurut

Sehubungan dengan kondisi kinerja pegawai, maka pertanyaan penelitian adalah apakah ada pengaruh kompetensi dan profesionalisme kerja terhadap kinerja karyawan pada

Peserta didik tunadaksa yang mengikuti pendidikan lanjutan seperti SMPLB akan terus berada dalam lingkungan yang sama dan suatu ketika anak-anak harus keluar menghadapi

Dalam perkembangan perlindungan terhadap nasabah bank, maka dibentuklah Otoritas Jasa KeuanganB. berdasarkan lembaga sejenis yang ada pada negara lain sebagai

Evaluasi jangka pendek daari pelatihan ini adalah dengan cara mengukur pening- katan pengetahuan peserta pelatihan yaitu pimpinan keperawatan yang terdiri dari Kasie, kepala

Analisis titik impas umumnya berhubungan dengan proses penentuan tingkat produksi untuk menjamin agar kegiatan usaha yang dilakukan dapat membiayai sendiri (self financing).

8QGDQJ8QGDQJ 1RPRU 7DKXQ WHQWDQJ 3HPHULQUDEVR 'DHUDK /HPEDUDR 1HJDUD 5HSXEOLN ,QGRQHVLD7DKXQ 1RPRU 7DPEDKDQ /HPEDUDQ 1HJDUD 5FSXEOLN ,QGRQHVLD 1RPRU VHEDJDLUQDQD WHODK