46 BAB IV
PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
4.1 Penyajian Data
4.1.1 Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT. Masa Manunggal Mandiri yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang usaha furniture yang memproduksi berbagai produk kursi. Perusahaan ini berkedudukan di Jl. Kepatihan Industri No.10 Gresik. Produk yang dihasilkan adalah Olympic dan Frontline dimana dalam setiap bulannya akan berganti ganti jenis model dan warna.
Visi perusahaan adalah untuk menjadi perusahaan furniture yang maju dan berkembang pesat. Manajemen memulai transformasi dari organisasi tingkatan tradisional menuju ke sebuah organisasi yang lebih fleksibel.
Membuat mimpi menjadi nyata untuk konsumen melalui merk dan produk yang dijual.
4.1.2 Lokasi Perusahaan
Lokasi perusahaan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan suatu usaha, terutama menjamin efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mempertimbangkan keadaan lokasi yang akan ditempati untuk mendirikan perusahaan.
Adapun alasan PT. Masa Manunggal Mandiri dalam memilih lokasi di Jl. Kepatihan Industri No. 10 adalah sebagai berikut :
1. Faktor Tempat
Lokasi perusahaan berada tepat tidak jauh dari Jalan Raya, sehingga lokasi ini memiliki tempat yang strategis yang mempunyai sarana dan prasarana yang lengkap.
2. Faktor Tenaga Kerja
Jika ditinjau dari segi lokasi, tenaga kerja mudah didapatkan karena letak perusahaan berada dikawasan industri dan akses jalan selalu dilalui masyarakat sekitar, sehingga mudah diketahui oleh pencari kerja.
3. Faktor Transportasi
Kelancaran transportasi mudah dijangkau oleh karyawan.
4.1.3 Struktur Organisasi Perusahaan
Sebagai kelengkapan menjalankan administrasi didalam perusahaan diperlukan adanya suatu organisasi yang baik, hal ini dimaksudkan agar setiap bagian organisasi menjalankan tugasnya tidak mengganggu tugas dari bagian lainnya. Adapun struktur organisasi PT. Masa Manunggal Mandiri adalah sebagai berikut :
48
Gambar 4.1
STRUKTUR ORGANISASI PT. Masa Manunggal Mandiri
Sumber : Data Perusahaan
Komisaris
Ka. Bagian Pemasaran Ka. Bagian
Produksi
Penjualan Ka. Bagian
Keuangan
Petugas Gudang Pengawasan
Produksi
Direktur Utama
Keterangan :
Garis Komando Maintanance
Pembukuan
Distribusi Kasir
Adapun uraian tugas dan tanggung jawab masing – masing bagian dijelaskan sebagai berikut:
1. Komisaris
a. Mengangkat dan memberhentikan pimpinan sesuai dengan rapat dewan komisaris.
b. Memberikan dana investasi kepada perusahaan dan membubarkan perusahaan sesuai dengan kondisi perusahaan.
c. Memberikan pertimbangan dan kebijaksanaan khusus kepada pimpinan bilamana diperlukan.
2. Direktur Utama
a. Mengangkat dan memberhentikan kepala – kepala yang dianggap tidak produktif.
b. Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kelangsungan hidup perusahaan.
c. Memberikan masukan dan kebijakan bilamana diperlukan para kepala bagian.
3. Kepala Bagian Produksi
a. Membuat rencana kerja dan melakukan proses produksi.
b. Memberikan pertimbangan dan saran yang berguna pada masing – masing bagian dibawahnya.
c. Membuat perencanaan dan realisasi atas biaya produksi untuk diajukan kepada kepala bagian keuangan.
50
Kepala bagian produksi membawahi beberapa bagian yang terlibat dalam proses produksi antara lain :
1. Pengawas Produksi
- Melakukan pengawasan terhadap jalannya proses produksi yang harus sesuai dengan rencana kerja yang ada.
- Melakukan pengawasan terhadap para karyawan yang terlibat dalam proses produksi.
- Membuat perhitungan jam kerja lembur karyawan bilamana diperlukan.
- Memberikan tindakan dan peringatan kepada karyawan yang mangkir dalam menyelesaikan pekerjaan.
2. Petugas Gudang
- Menyediakan perlengkapan dan alat – alat kerja yang dibutuhkan keryawan dalam proses produksi.
- Menyediakan BBM, pelumas dan spare parts bilamana diperlukan.
- Membuat laporan harian pemakaian BBM, pelumas, spare parts dan perlengkapan lainnya yang digunakan selama proses produksi.
- Membuat laporan persediaan produk jadi yang ada digudang.
3. Maintanance
- Bertanggung jawab terhadap kinerja mesin produksi dan membuat laporan jam kerja mesin.
- Bertanggung jawab terhadap kerusakan mesin melakukan perbaikan terhadap mesin bila terjadi kerusakan.
- Membuat laporan pemakaian spare parts dan melaporkannya pada bagian gudang.
4. Kepala Bagian Keuangan
a. Membuat laporan posisi keuangan rutin setiap bulannya dan dilaporkan kepada Direktur Utama.
b. Memberikan pertimbangan rencana anggaran biaya yang dibuat oleh masing – masing kepala bagian.
Kepala bagian keuangan membawahi beberapa bagian antara lain : 1. Kasir
- Melakukan semua pembayaran – pembayaran tunai kepada supplier.
- Melakukan pembayaran – pembayaran kepada para karyawan (gaji, premi, bonus, tunjangan dan lain – lain ).
- Melakukan pembayaran – pembayaran rutin perusahaan (pajak, astek, listrik, air, telepon dan lain – lain ).
2. Pembukuan
- Melakukan pencatatan terhadap transaksi – transaksi keuangan.
- Mencatat semua penerimaan dan pengeluaran baik kas maupun bank.
52
5. Kepala Bagian Pemasaran
a. Memonitoring fluktuasi harga dipasaran.
b. Melakukan usaha – usaha dan strategi – strategi pemasaran dan penjualan yang dapat meningkatkan hasil penjualan.
c. Membuat laporan hasil penjualan secara berkala dan melaporkannya kepada pimpinan.
4.1.4 Tujuan Perusahaan
Setiap perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya mempunyai suatu tujuan yang hendak dicapai. Penentuan tujuan oleh perusahaan merupakan pedoman penentuan arah kegiatan perusahaan yang sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.
Demikian pula “PT. Masa Manunggal Mandiri” mempunyai tujuan yaitu :
1. Tujuan Jangka Pendek
a. Meningkatkan volume pendapatan b. Memperluas daerah pemasaran 2. Tujuan Jangka Panjang
a. Mencapai keuntungan semaksimal mungkin b. Ekspansi perusahaan
c. Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan
4.2 Analisis Data
4.2.1 Laporan Keuangan Perusahaan
Adapun laporan keuangan PT. Masa Manunggal Mandiri untuk tahun 2011 adalah sebagai berikut :
54
AKTIVA PASSIVA
AKTIVA LANCAR HUTANG LANCAR
KAS Rp 26.333.600 HUTANG DAGANG Rp 398.565.876
BANK Rp 295.080.162 HUTANG PAJAK Rp 83.269.917
PIUTANG DAGANG Rp 620.387.281
PIUTANG LAIN-LAIN Rp 7.541.800 TOTAL HUTANG Rp 481.835.793
PERSEDIAAN BARANG Rp 834.653.032
TOTAL AKTIVA LANCAR ……….. Rp 1.783.995.875
AKTIVA TETAP EKUITAS
INVENTARIS KANTOR Rp 40.200.000 MODAL SAHAM Rp 300.000.000
AKM. PENYU. INVENTARIS KANTOR Rp (21.736.271) LABA (RUGI) S/D TAHUN 2010 Rp 407.308.907 18.463.729
Rp LABA (RUGI) BERJALAN Rp 642.481.571
KENDARAAN Rp 50.000.000
AKM. PENYU. KENDARAAN Rp (20.833.333) TOTAL MODAL Rp 1.349.790.478
29.166.667 Rp TOTAL AKTIVA TETAP………. Rp 47.630.396
TOTAL AKTIVA Rp 1.831.626.271 TOTAL PASSIVA Rp 1.831.626.271
Sumber Data : Data Diolah
PER 31 DESEMBER 2011 TABEL 4.1
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI NERACA
PENDAPATAN :
PENJUALAN Rp 7.424.369.168
HARGA POKOK PENJUALAN :
PERSEDIAAN BARANG AWAL Rp 804.558.708
PEMBELIAN Rp 6.417.287.272
7.221.845.980 Rp
PERSEDIAAN BARANG AKHIR 2011 Rp (834.653.032)
TOTAL HPP ……… Rp (6.387.192.948)
LABA BRUTO ……… Rp 1.037.176.220
BIAYA OPERASIONAL :
BIAYA GAJI KARYAWAN Rp 134.000.000
BIAYA KEPERLUAN KANTOR Rp 3.692.440
BIAYA LISTRIK Rp 40.835.650
BIAYA TELPON Rp 7.704.600
BIAYA SPARE PART KENDARAAN Rp 13.667.267
BIAYA TRANSPORTASI Rp 22.112.500
BIAYA PERJALANAN DINAS Rp 13.441.202
BIAYA LAIN - LAIN Rp 14.990.000
BIAYA ADMINISTRASI BANK Rp 1.994.900
BIAYA PENYUSUTAN INVENTARIS KANTOR Rp 8.040.000
BIAYA PENYUSUTAN KENDARAAN Rp 5.000.000
TOTAL BIAYA USAHA ……… Rp (265.478.558) LABA USAHA ……… Rp 771.697.662
PENDAPATAN JASA GIRO Rp 1.347.772
PAJAK JASA GIRO Rp 269.555
PENDAPATAN JASA GIRO Rp 1.617.327
LABA USAHA SEBELUM PAJAK ………. Rp 773.314.989
PAJAK PENGHASILAN Rp (130.833.417)
LABA / ( RUGI ) NETTO SETELAH PAJAK ………. Rp 642.481.571 Sumber Data : Data Diolah
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI LAPORAN LABA / RUGI PERIODE – JANUARI S/D DESEMBER 2011
TABEL 4.2
56
Jumlah Peredaran Bruto Tahun 2011 ………
Penghasilan Kena Pajak ………
1 PKP yang memperoleh fasilitas :
( Rp 4.800.000.000 : Rp 7.424.369.168 ) X Rp 773.314.000 =Rp 499.962.639 2 PKP yang tidak memperoleh fasilitas :
773.314.989
Rp - Rp 499.962.639 =Rp 273.352.350
PPh Terutang :
50% X 25% X Rp 499.962.639 = Rp 62.495.330 25% X Rp 273.352.350 = Rp 68.338.088 130.833.417 Rp
PPh Terutang ……… = Rp 130.833.417
PPh 25 ………. = Rp (47.563.500)
Kurang Bayar ……… Rp 83.269.917 Sumber Data : Data Diolah
TABEL 4.3
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN
TAHUN 2011
7.424.369.168 Rp
773.314.989 Rp
MODAL
MODAL AWAL Rp 300.000.000
LABA USAHA S/D TAHUN 2010 Rp 407.308.907
MODAL USAHA ……… Rp 707.308.907
LABA / ( RUGI ) TAHUN 2011 Rp 642.481.571
TOTAL MODAL AKHIR ………... Rp 1.349.790.478 Sumber Data : Data Diolah
TABEL 4.4
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI LAPORAN PERUBAHAN MODAL
PER 31 DESEMBER 2011
58
NO NAMA BARANG TAHUN HARGA AKM. PENYUSUTAN NILAI BUKU TARIF PENYUSUTAN NILAI BUKU
PEROLEHAN PEROLEHAN PENYUSUTAN TAHUN 2011 PER DES 2011
I INVENTARIS KANTOR
1 KOMPUTER SERVER JUN 2010 Rp 3.675.000 Rp 1.454.688 Rp 2.220.313 GL I 20% Rp 735.000 Rp 1.485.313 2 STAVOL MOTOR 500 VA MASUGAWA JUN 2010 Rp 210.000 Rp 83.125 Rp 126.875 GL I 20% Rp 42.000 Rp 84.875 3 MS. WINDOWS XP HOME JUN 2010 Rp 1.175.000 Rp 465.104 Rp 709.896 GL I 20% Rp 235.000 Rp 474.896 4 MONITOR LCD SAMSUNG 943+18.5" JUN 2010 Rp 1.300.000 Rp 514.583 Rp 785.417 GL I 20% Rp 260.000 Rp 525.417 5 UPS ICA 682 B 1200 VA JUN 2010 Rp 1.445.000 Rp 571.979 Rp 873.021 GL I 20% Rp 289.000 Rp 584.021 6 POMPA UNTUK SUMUR JULI 2010 Rp 4.100.000 Rp 1.537.500 Rp 2.562.500 GL I 20% Rp 820.000 Rp 1.742.500 7 MEJA KANTOR AGT 2010 Rp 670.000 Rp 237.292 Rp 432.708 GL I 20% Rp 134.000 Rp 298.708 8 MESIN PRINTER AGT 2010 Rp 750.000 Rp 265.625 Rp 484.375 GL I 20% Rp 150.000 Rp 334.375 9 EXH FAN AGT 2010 Rp 2.486.000 Rp 880.458 Rp 1.605.542 GL I 20% Rp 497.200 Rp 1.108.342 10 AC KANTOR AGT 2010 Rp 4.826.000 Rp 1.709.208 Rp 3.116.792 GL I 20% Rp 965.200 Rp 2.151.592 11 KOMPUTER JUL 2010 Rp 8.850.000 Rp 3.318.750 Rp 5.531.250 GL I 20% Rp 1.770.000 Rp 3.761.250 12 PRINTER LQ-2190 JUL 2010 Rp 4.900.000 Rp 1.837.500 Rp 3.062.500 GL I 20% Rp 980.000 Rp 2.082.500 13 AC KANTOR JAN 2011 Rp 1.938.000 Rp 484.000 Rp 1.454.000 GL I 20% Rp 387.600 Rp 1.066.400 14 LEMARI KABINET 2 PINTU NOP 2011 Rp 1.400.000 Rp 233.333 Rp 1.166.667 GL I 20% Rp 280.000 Rp 886.667 15 CPU NOP 2011 Rp 2.475.000 Rp 103.125 Rp 2.371.875 GL I 20% Rp 495.000 Rp 1.876.875
40.200.000
Rp Rp 13.696.271 Rp 26.503.729 Rp 8.040.000 Rp 18.463.729
II KENDARAAN
1 MOBIL COLD DIESEL 100 PS JUN 2010 Rp 50.000.000 Rp 15.833.333 Rp 34.166.667 GL II 10,00% Rp 5.000.000 Rp 29.166.667 50.000.000
Rp Rp 15.833.333 Rp 34.166.667 Rp 5.000.000 Rp 29.166.667 90.200.000
Rp Rp 29.529.604 Rp 60.670.396 Rp 13.040.000 Rp 47.630.396
Sumber Data : Data Diolah -
TABEL 4.5
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI PERHITUNGAN AKTIVA DAN PENYUSUTAN
PER – 31 DESEMBER 2011
METODE PENYUSUTAN
SUB TOTAL………
SUB TOTAL………
TOTAL………
4.2.2 Koreksi Fiskal Atas Perbedaan Tetap
Terhadap pengakuan dan biaya yang terjadi pada PT. Masa Manunggal Mandiri periode 2011 diatas, akan dilakukan evaluasi dan analisa lebih lanjut sehingga dapat diketahui pendapatan dan biaya atau beban yang diperkenankan dalam undang – undang pajak penghasilan yang berlaku yaitu :
a. Biaya Lain – lain
Biaya Lain - Lain Rp 14.990.000
Biaya Perjamuan Tamu ( Koreksi Positif ) Rp (5.384.600)
Jumlah Setelah Dikoreksi Rp 9.605.400
Berdasarkan Undang – Undang Perpajakan No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dalam Undang – Undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008, seperti yang disebutkan dalam Pasal 9 ayat 1 Undang – Undang PPh, yang menyebutkan semua jenis biaya yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto perusahaan adalah biaya-biaya yang dikeluarkan atau dibebankan oleh perusahaan untuk kepentingan pribadi atau yang bukan merupakan objek pajak maka harus dikoreksi positif.
60
b. Biaya Perjalanan Dinas
Biaya Perjalanan Dinas Rp 13.441.202
Biaya Rekreasi Dirut dan Keluarga ( Koreksi Positif ) Rp (4.500.000)
Jumlah Setelah Dikoreksi Rp 8.941.202
Berdasarkan Undang – Undang Perpajakan No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dalam Undang – Undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008, seperti yang disebutkan dalam Pasal 9 ayat 1 Undang – Undang PPh, yang menyebutkan semua jenis biaya yang tidak dapat dikurangkan dari penghasilan bruto perusahaan adalah biaya-biaya yang dikeluarkan atau dibebankan oleh perusahaan untuk kepentingan pribadi atau yang bukan merupakan objek pajak maka harus dikoreksi positif.
c. Pendapatan Jasa Giro
Berdasarkan Undang – Undang Perpajakan No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dalam Undang – Undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008, Pendapatan jasa giro sebesar Rp.
1.617.327,00 menurut Undang – undang perpajakan tidak dapat dikreditkan karena pendapatan tersebut sudah dikenakan PPh bersifat final sehingga perlu dilakukan koreksi fiskal negatif.
4.2.3 Koreksi Fiskal Atas Perbedaan Waktu
Dari analisa perbedaan waktu akan dapat diketahui perbedaan waktu pengakuan pendapatan dan biaya tertentu menurut undang – undang pajak penghasilan yang terdapat pada PT. Masa Manunggal Mandiri.
Adapun kebijakan akuntansi yang berkaitan dengan penyusutan aktiva tetap adalah sebagai berikut:
a. Biaya Penyusutan Kendaraan
Berdasarkan Undang – Undang Perpajakan No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dalam Undang – Undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008, Seperti yang sudah tercantum dalam Pasal 11 dan 11A mengenai tarif Penyusutan. Dalam biaya penyusutan kendaraan terdapat perbedaan tarif secara komersial pada table 4.5 dikenakan tarif 10% dengan masa manfaat 10 tahun menggunakan metode garis lurus sedangkan secara perpajakan pada table 4.6, kendaraan dikenakan tarif 12,5% ( kelompok 2 ) dengan masa manfaat 8 tahun. Sehingga perlu dilakukan koreksi negatif.
Biaya Penyusutan Sebelum Koreksi ( Komersial ) Rp 5.000.000
Koreksi Negatif Rp 1.250.000
Biaya Penyusutan Setelah Koreksi ( Fiskal ) Rp 6.250.000
b. Biaya Penyusutan Inventaris
Berdasarkan Undang – Undang Perpajakan No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dalam Undang – Undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008, Seperti yang sudah tercantum dalam
62
Pasal 11 dan 11A mengenai tarif Penyusutan. Sehingga untuk biaya penyusutan inventaris juga terdapat perbedaan tarif, secara komersial pada table 4.5 dikenakan tarif sebesar 20% dengan masa manfaat 5 tahun, sedangkan secara perpajakan pada table 4.6 inventaris dikenakan tarif 25% ( kelompok I ) dengan masa manfaat 4 tahun.
Sehingga perlu dilakukan koreksi negatif.
Biaya Penyusutan Sebelum Koreksi ( Komersial ) Rp 8.040.000
Koreksi Negatif Rp 2.010.000
Biaya Penyusutan Setelah Koreksi ( Fiskal ) Rp 10.050.000
Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat Daftar Penyusutan aktiva Tetap pada PT. Masa Manunggal Mandiri Tahun 2011, pada tabel berikut ini:
NO NAMA BARANG TAHUN HARGA AKM. PENYUSUTAN NILAI BUKU TARIF
PEROLEHANPEROLEHAN PENYUSUTAN KOMERSIAL KOREKSI +(-) FISKAL KOMERSIAL FISKAL
I INVENTARIS KANTOR
1 KOMPUTER SERVER JUN 2010 Rp 3.675.000 Rp 1.454.688 Rp 2.220.313 GL I 25% Rp 735.000 Rp (183.750) Rp 918.750 Rp 1.485.313 Rp 1.301.563 2 STAVOL MOTOR 500 VA MASUGAWA JUN 2010 Rp 210.000 Rp 83.125 Rp 126.875 GL I 25% Rp 42.000 Rp (10.500)Rp 52.500 Rp 84.875 Rp 74.375 3 MS. WINDOWS XP HOME JUN 2010 Rp 1.175.000 Rp 465.104 Rp 709.896 GL I 25% Rp 235.000 Rp (58.750)Rp 293.750 Rp 474.896 Rp 416.146 4 MONITOR LCD SAMSUNG 943+18.5" JUN 2010 Rp 1.300.000 Rp 514.583 Rp 785.417 GL I 25% Rp 260.000 Rp (65.000)Rp 325.000 Rp 525.417 Rp 460.417 5 UPS ICA 682 B 1200 VA JUN 2010 Rp 1.445.000 Rp 571.979 Rp 873.021 GL I 25% Rp 289.000 Rp (72.250)Rp 361.250 Rp 584.021 Rp 511.771 6 POMPA UNTUK SUMUR JULI 2010 Rp 4.100.000 Rp 1.537.500 Rp 2.562.500 GL I 25% Rp 820.000 Rp (205.000) Rp 1.025.000 Rp 1.742.500 Rp 1.537.500 7 MEJA KANTOR AGT 2010 Rp 670.000 Rp 237.292 Rp 432.708 GL I 25% Rp 134.000 Rp (33.500)Rp 167.500 Rp 298.708 Rp 265.208 8 MESIN PRINTER AGT 2010 Rp 750.000 Rp 265.625 Rp 484.375 GL I 25% Rp 150.000 Rp (37.500)Rp 187.500 Rp 334.375 Rp 296.875 9 EXH FAN AGT 2010 Rp 2.486.000 Rp 880.458 Rp 1.605.542 GL I 25% Rp 497.200 Rp (124.300) Rp 621.500 Rp 1.108.342 Rp 984.042 10 AC KANTOR AGT 2010 Rp 4.826.000 Rp 1.709.208 Rp 3.116.792 GL I 25% Rp 965.200 Rp (241.300) Rp 1.206.500 Rp 2.151.592 Rp 1.910.292 11 KOMPUTER JUL 2010 Rp 8.850.000 Rp 3.318.750 Rp 5.531.250 GL I 25% Rp 1.770.000 Rp (442.500) Rp 2.212.500 Rp 3.761.250 Rp 3.318.750 12 PRINTER LQ-2190 JUL 2010 Rp 4.900.000 Rp 1.837.500 Rp 3.062.500 GL I 25% Rp 980.000 Rp (245.000) Rp 1.225.000 Rp 2.082.500 Rp 1.837.500 13 AC KANTOR JAN 2011 Rp 1.938.000 Rp 484.000 Rp 1.454.000 GL I 25% Rp 387.600 Rp (96.900)Rp 484.500 Rp 1.066.400 Rp 969.500 14 LEMARI KABINET 2 PINTU NOP 2011 Rp 1.400.000 Rp 233.333 Rp 1.166.667 GL I 25% Rp 280.000 Rp (70.000)Rp 350.000 Rp 886.667 Rp 816.667 15 CPU NOP 2011 Rp 2.475.000 Rp 103.125 Rp 2.371.875 GL I 25% Rp 495.000 Rp (123.750) Rp 618.750 Rp 1.876.875 Rp 1.753.125
40.200.000
Rp Rp 13.696.271 Rp 26.503.729 Rp 8.040.000 Rp (2.010.000) Rp 10.050.000 Rp 18.463.729 Rp 16.453.729
II KENDARAAN
1 MOBIL COLD DIESEL 100 PS JUN 2010 Rp 50.000.000 Rp 15.833.333 Rp 34.166.667 GL II 12,50% Rp 5.000.000 Rp (1.250.000)Rp 6.250.000 Rp 29.166.667 Rp 27.916.667 50.000.000
Rp Rp 15.833.333 Rp 34.166.667 Rp 5.000.000 Rp (1.250.000) Rp 6.250.000 Rp 29.166.667 Rp 27.916.667 90.200.000
Rp Rp 29.529.604 Rp 60.670.396 Rp 13.040.000 Rp (3.260.000)Rp 16.300.000 Rp 47.630.396 Rp 44.370.396 Sumber Data : Diolah
METODE PENYUSUTAN
PENYUSUTAN TAHUN 2011 NILAI BUKU PER DES 2011
SUB TOTAL………
SUB TOTAL………
TOTAL………
64
Koreksi Fiskal Atas Perhitungan Laba Rugi
KOMERSIAL FISKAL
POSITIF NEGATIF PENDAPATAN :
PENJUALAN Rp 7.424.369.168 Rp - Rp - Rp 7.424.369.168
HARGA POKOK PENJUALAN Rp (6.387.192.948) Rp - Rp - Rp (6.387.192.948) LABA BRUTO ……….. Rp 1.037.176.220 Rp - Rp - Rp 1.037.176.220
BIAYA OPERASIONAL ;
BIAYA GAJI KARYAWAN Rp 134.000.000 Rp - Rp - Rp 134.000.000 BIAYA KEPERLUAN KANTOR Rp 3.692.440 Rp - Rp - Rp 3.692.440 BIAYA LISTRIK Rp 40.835.650 Rp - Rp - Rp 40.835.650 BIAYA TELPON Rp 7.704.600 Rp - Rp - Rp 7.704.600 BIAYA SPARE PART KENDARAAN Rp 13.667.267 Rp - Rp - Rp 13.667.267 BIAYA TRANSPORTASI Rp 22.112.500 Rp - Rp - Rp 22.112.500 BIAYA PERJALANAN DINAS Rp 13.441.202 Rp 4.500.000 Rp - Rp 8.941.202 BIAYA LAIN - LAIN Rp 14.990.000 Rp 5.384.600 Rp - Rp 9.605.400 BIAYA ADMINISTRASI BANK Rp 1.994.900 Rp - Rp - Rp 1.994.900 BIAYA PENYUSUTAN INVENTARIS KANTOR Rp 8.040.000 Rp - Rp 2.010.000 Rp 10.050.000 BIAYA PENYUSUTAN KENDARAAN Rp 5.000.000 Rp - Rp 1.250.000 Rp 6.250.000 TOTAL BIAYA USAHA ……….… Rp 265.478.558 Rp 9.884.600 Rp 3.260.000 Rp 258.853.958 LABA USAHA………… Rp 771.697.662 Rp (9.884.600) Rp (3.260.000) Rp 778.322.262 PENDAPATAN JASA GIRO BERSIH Rp 1.617.327 Rp - Rp (1.617.327) Rp - LABA USAHA SEBELUM PAJAK …. Rp 773.314.989 Rp 9.884.600 Rp (4.877.327) Rp 778.322.262 PAJAK PENGHASILAN Rp (130.833.417) Rp 130.833.417 Rp - Rp -
LABA USAHA SETELAH PAJAK ……. Rp 642.481.571 Rp 140.718.017 Rp (4.877.327) Rp 778.322.262 -
- Sumber Data : Diolah
TABEL 4.7
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI LAPORAN LABA - RUGI '' FISKAL '' PERIODE – JANUARI S/D DESEMBER 2011
KOREKSI FISKAL
Untuk Tahun Pajak 2011 ada beberapa tarif untuk menghitung Pajak Terutang, yaitu : Tarif bagi Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap yaitu sebesar 25%. Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp. 50.000.000.000 ( lima puluh miliar rupiah ) mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50%
(lima puluh persen ) dari tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp. 4.800.000.000 ( empat miliar delapan ratus juta rupiah ).
Jumlah Peredaran Bruto Tahun 2011 ………
Penghasilan Kena Pajak ………
1 PKP yang memperoleh fasilitas :
( Rp 4.800.000.000 : Rp 7.424.369.168 ) X Rp 778.322.000 =Rp 503.200.409
2 PKP yang tidak memperoleh fasilitas : 778.322.262
Rp - Rp 503.200.409 =Rp 275.121.853
PPh Terutang :
50% X 25% X Rp 503.200.409 = Rp 62.900.051 25% X Rp 275.121.853 = Rp 68.780.463 131.680.514 Rp
PPh Terutang ……… = Rp 131.680.514
PPh 25 ………. = Rp (47.563.500)
Kurang Bayar ……… Rp 84.117.014
Sumber Data : Diolah
TABEL 4.8
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI PERHITUNGAN PAJAK PENGHASILAN
PER - 31 DESEMBER 2011
7.424.369.168 Rp
778.322.262 Rp
66
Karena peredaran bruto tahun 2011 sebesar Rp. 7.424.369.168,00 (lebih dari Rp. 4.800.000.000,00) sesuai tabel 4.3 Maka perhitungan tarif pajak penghasilan adalah menghitung terlebih dahulu dasar pengenaan sesuai tarif pajak penghasilan Berdasarkan Undang – Undang Perpajakan No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dalam Undang – Undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008 sesuai dengan yang sudah dijelaskan dalam Undang - Undang Pajak Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) dan Pasal 31E yaitu dengan perhitungan sebagai berikut :
Pertama , menghitung bagian penghasilan kena pajak dari peredaran bruto:
Rp. 4.800.000.000,00 dibagi peredaran bruto Rp. 7.424.369.168,00 dikalikan dengan laba bersih Rp. 773.314.000,00 hasilnya Rp.499.962.639,00.
Kedua , menghitung bagian penghasilan kena pajak sisanya yaitu :
Laba bersih Rp. 773.314.000,00 dikurangi dengan hasil bagian penghasilan kena pajak dari peredaran bruto Rp. 499.962.639,00, maka hasilnya adalah Rp. 273.352.350,00.
Untuk menghitung pajak terutang adalah sebagai berikut :
Pertama , dikenakan tarif pajak penghasilan pasal 31 E yaitu hasil dari perhitungan bagian penghasilan kena pajak dari peredaran bruto sebesar Rp. 499.962.639,00 dikalikan 50% dikalikan 25% hasilnya Rp.62.495.330,00.
Kedua , dikenakan tarif pajak penghasilan pasal 17 yaitu hasil dari perhitungan bagian penghasilan kena pajak sisanya sebesar Rp.273.352.350,00 dikalikan 25% hasilnya Rp. 68.338.088,00.
Jadi total pajak terutang tahun 2011 adalah sebesar Rp. 130.833.417,00.
Dan kurang bayar atas pajak penghasilan adalah sebesar Rp.83.269.917,00 yang diperoleh dari pajak terutang sebesar Rp. 130.833.417,00 dikurangi angsuran PPh pasal 25 tahun 2011 sebesar Rp. 47.563.500,00.
Setelah dikoreksi fiskal, perhitungan pajak penghasilan mengalami perubahan pada tabel 4.8 Yaitu pajak terutang dihitung dari laba fiskal sebesar Rp. 778.322.262,00, dengan perhitungan sebagai berikut :
Pertama , menghitung bagian penghasilan kena pajak dari peredaran bruto:
Rp. 4.800.000.000,00 dibagi peredaran bruto Rp. 7.424.369.168,00 dikalikan dengan laba bersih Rp. 778.322.000,00 hasilnya Rp.503.200.409,00
Kedua , menghitung bagian penghasilan kena pajak sisanya yaitu :
Laba bersih Rp. 778.322.262,00 dikurangi dengan hasil bagian penghasilan kena pajak dari peredaran bruto Rp. 503.200.409,00, maka hasilnya adalah Rp. 275.121.853,00.
Untuk menghitung pajak terutang adalah sebagai berikut :
Pertama , dikenakan tarif pajak penghasilan pasal 31 E yaitu hasil dari prhitungan bagian penghasilan kena pajak dari peredaran bruto sebesar Rp.503.200.409,00 dikalikan 50% dikalikan 25% hasilnya Rp.62.900.051,00.
68
Kedua , dikenakan tarif pajak penghasilan pasal 17 yaitu hasil dari perhitungan bagian penghasilan kena pajak sisanya sebesar Rp.275.121.853,00 dikalikan 25% hasilnya Rp. 68.780.463,00.
Jadi total pajak terutang tahun 2011 adalah sebesar Rp. 131.680.514,00.
Dan kurang bayar atas pajak penghasilan adalah sebesar Rp.84.117.014,00 yang diperoleh dari pajak terutang sebesar Rp. 131.680.514,00 dikurangi angsuran PPh pasal 25 tahun 2011 sebesar Rp. 47.563.500,00.
Dari hasil diatas dapat dihitumg Pajak Penghasilan Pasal 25 menurut Undang – Undang PPh yang harus dibayar sendiri setiap bulannya untuk tahun 2012. Sehingga PPh Pasal 25/29 ( kurang bayar ) terdapat selisih Rp.83.269.917,00 dikurangi Rp. 84.117.014,00 sama dengan Rp.847.097,00.
Pada tabel 4.9 Untuk perhitungan angsuran PPh 25 tahun 2011 terdapat peraturan baru yaitu tarif bagi Wajib Pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap yang dalam tahun 2011 sebesar 25% . Wajib Pajak badan dalam negeri dengan peredaran bruto sampai dengan Rp.50.000.000.000,00 ( lima puluh miliar ) mendapat fasilitas berupa pengurangan tarif sebesar 50% ( lima puluh persen ) dari tarif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) yang dikenakan atas Penghasilan Kena Pajak dari bagian peredaran bruto sampai dengan Rp. 4.800.000.000,00 ( empat miliar delapan ratus juta rupiah ).
Sehingga perhitungan angsuran PPh pasal 25 PT. Masa Manunggal Mandiri adalah sebagai berikut :
Jumlah Peredaran Bruto Tahun 2011 ………
Penghasilan Kena Pajak ………
1 PKP yang memperoleh fasilitas :
( Rp 4.800.000.000 : Rp 7.424.369.168 ) X Rp 778.322.000 =Rp 503.200.409
2 PKP yang tidak memperoleh fasilitas : 778.322.262
Rp - Rp 503.200.409 =Rp 275.121.853
PPh Terutang :
50% X 25% X Rp 503.200.409 = Rp 62.900.051 25% X Rp 275.121.853 = Rp 68.780.463 PPh Terutang ……… Rp 131.680.514 Angsuran PPh 25 Tahun 2012
X 1/12 = Sumber Data : Diolah
131.680.514
Rp Rp 10.973.376 TABEL 4.9
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI PERHITUNGAN ANGSURAN PPh PASAL 25
PER - 31 DESEMBER 2011
7.424.369.168 Rp
778.322.262 Rp
70
Karena peredaran bruto tahun 2011 sebesar Rp. 7.424.369.168,00 (lebih dari Rp. 4.800.000.000,00) sesuai tabel 4.9 Maka perhitungan tarif pajak penghasilan adalah menghitung terlebih dahulu dasar pengenaan sesuai tarif pajak penghasilan Berdasarkan Undang – Undang Perpajakan No. 7 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah terakhir dalam Undang – Undang Perpajakan No. 36 Tahun 2008 sesuai dengan yang sudah dijelaskan dalam Undang - Undang Pajak Pasal 17 ayat (1) huruf b dan ayat (2a) dan Pasal 31E yaitu dengan perhitungan sebagai berikut :
Pertama , menghitung bagian penghasilan kena pajak dari peredaran bruto:
Rp. 4.800.000.000,00 dibagi peredaran bruto Rp. 7.424.369.168,00 dikalikan dengan laba bersih Rp. 778.322.000,00 hasilnya Rp.503.200.409,00
Kedua , menghitung bagian penghasilan kena pajak sisanya yaitu :
Laba bersih Rp. 778.322.262,00 dikurangi dengan hasil bagian penghasilan kena pajak dari peredaran bruto Rp. 503.200.409,00, maka hasilnya adalah Rp. 275.121.853,00.
Untuk menghitung pajak terutang adalah sebagai berikut :
Pertama , dikenakan tarif pajak penghasilan pasal 31 E yaitu hasil dari prhitungan bagian penghasilan kena pajak dari peredaran bruto sebesar Rp.503.200.409,00 dikalikan 50% dikalikan 25% hasilnya Rp.62.900.051,00.
Kedua , dikenakan tarif pajak penghasilan pasal 17 yaitu hasil dari perhitungan bagian penghasilan kena pajak sisanya sebesar Rp.275.121.853,00 dikalikan 25% hasilnya Rp. 68.780.463,00.
Jadi total pajak terutang tahun 2011 adalah sebesar Rp. 131.680.514,00.
Dan kurang bayar atas pajak penghasilan adalah sebesar Rp.84.117.014,00 yang diperoleh dari pajak terutang sebesar Rp. 131.680.514,00 dikurangi angsuran PPh pasal 25 tahun 2011 sebesar Rp. 47.563.500,00.
Dari hasil pajak terutang tersebut dibagi 12 sehingga angsuran PPh pasal 25 yang dibayar perbulan untuk tahun 2012 sebesar Rp.10.973.400,00. ( Pembulatan)
72
Laba bersih setelah pajak sebesar Rp. 641.634.474,00 merupakan selisih laba sebelum pajak secara komersial sebesar Rp. 771.697.662,00 ditambah pendapatan jasa giro Rp. 1.617.327,00 dikurangi dengan PPh terutang yang dihitung berdasarkan laba sebelum pajak secara fiskal sebesar Rp. 131.680.514,00.
PENDAPATAN :
PENJUALAN Rp 7.424.369.168
HARGA POKOK PENJUALAN :
PERSEDIAAN BARANG AWAL Rp 804.558.708
PEMBELIAN Rp 6.417.287.272
7.221.845.980 Rp
PERSEDIAAN BARANG AKHIR 2011 Rp (834.653.032)
TOTAL HPP ………... Rp (6.387.192.948) LABA BRUTO ……… Rp 1.037.176.220
BIAYA OPERASIONAL :
BIAYA GAJI KARYAWAN Rp 134.000.000
BIAYA KEPERLUAN KANTOR Rp 3.692.440
BIAYA LISTRIK Rp 40.835.650
BIAYA TELPON Rp 7.704.600
BIAYA SPARE PART KENDARAAN Rp 13.667.267
BIAYA TRANSPORTASI Rp 22.112.500
BIAYA PERJALANAN DINAS Rp 13.441.202
BIAYA LAIN - LAIN Rp 14.990.000
BIAYA ADMINISTRASI BANK Rp 1.994.900
BIAYA PENYUSUTAN INVENTARIS KANTOR Rp 8.040.000 BIAYA PENYUSUTAN KENDARAAN Rp 5.000.000
TOTAL BIAYA USAHA ……… Rp (265.478.558) LABA USAHA ………. Rp 771.697.662
PENDAPATAN JASA GIRO Rp 1.617.327
LABA USAHA SEBELUM PAJAK ……….. Rp 773.314.989
PAJAK PENGHASILAN Rp (131.680.514)
LABA / ( RUGI ) NETTO SETELAH PAJAK ……… Rp 641.634.474 Sumber Data : Diolah
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI LAPORAN LABA / RUGI PERIODE – JANUARI S/D DESEMBER 2011
TABEL 4.10
Laporan perubahan modal mengalami perubahan yaitu besarnya modal akhir secara komersial sebesar Rp. 1.349.790.478,00 menjadi sebesar Rp. 1.348.943.381,00 setelah dikoreksi fiskal, hal ini terjadi karena pengaruh dari Laporan Laba Rugi yang mengalami perubahan laba tahun 2011 sebesar Rp. 642.481.571,00 menjadi Rp. 641.634.474,00 setelah dikoreksi fiskal.
MODAL
MODAL AWAL Rp 300.000.000
LABA USAHA S/D TAHUN 2010 Rp 407.308.907
MODAL USAHA ……… Rp 707.308.907
LABA / ( RUGI ) TAHUN 2011 Rp 641.634.474
TOTAL MODAL AKHIR ………..Rp 1.348.943.381
Sumber Data : Diolah
TABEL 4.11
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI LAPORAN PERUBAHAN MODAL
PER 31 DESEMBER 2011
74
AKTIVA PASSIVA
AKTIVA LANCAR HUTANG LANCAR
KAS Rp 26.333.600 HUTANG DAGANG Rp 398.565.876
BANK Rp 295.080.162 HUTANG PAJAK Rp 84.117.014
PIUTANG DAGANG Rp 620.387.281
PIUTANG LAIN-LAIN Rp 7.541.800 TOTAL HUTANG Rp 482.682.890
PERSEDIAAN BARANG Rp 834.653.032
TOTAL AKTIVA LANCAR ……….. Rp 1.783.995.875
AKTIVA TETAP EKUITAS
INVENTARIS KANTOR Rp 40.200.000 MODAL SAHAM Rp 300.000.000
AKM. PENYU. INVENTARIS KANTOR Rp (21.736.271) LABA (RUGI) S/D TAHUN 2010 Rp 407.308.907 18.463.729
Rp LABA (RUGI) BERJALAN Rp 641.634.474
KENDARAAN Rp 50.000.000
AKM. PENYU. KENDARAAN Rp (20.833.333) TOTAL MODAL Rp 1.348.943.381
29.166.667 Rp
TOTAL AKTIVA TETAP………. Rp 47.630.396
TOTAL AKTIVA Rp 1.831.626.271 TOTAL PASSIVA Rp 1.831.626.271
Sumber Data : Diolah
TABEL 4.12
PT. MASA MANUNGGAL MANDIRI NERACA "FISKAL"
PER 31 DESEMBER 2011
Pengaruh koreksi fiskal di neraca adalah perubahan rekening hutang pajak sebesar Rp. 83.269.917,00 menjadi sebesar Rp. 84.117.014,00 setelah dikoreksi fiskal.
4.3 Interpretasi
4.3.1 Analisa Pengaruh Perbedaan Pengakuan Pendapatan dan Biaya Terhadap Laporan Keuangan
Perbedaan pengakuan pendapatan dan biaya antara akuntansi dan perpajakan disebabkan karena adanya perbedaan tetap dan perbedaan waktu seperti yang telah diuraikan diatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan koreksi atas penyesuaian – penyesuaian sehingga akan dihasilkan laporan keuangan yang bersifat khusus, yaitu laporan keuangan fiskal.
Berdasarkan hasil analisis pada pembahasan sebelumnya, maka dapat diketahui bahwa perbedaan pengakuan pendapatan dan biaya antara ketentuan yang terdapat dalam Undang - Undang No. 36 tahun 2008 tentang pajak penghasilan akan berpengaruh terhadap laba sebelum pajak yang diperoleh perusahaan, yaitu antara komersial sebesar Rp.642.481.571,00 dan Rp. 641.634.474,00 sehingga terdapat selisih laba sebelum pajak sebesar Rp.847.097,00
Disamping itu, Laporan Laba Rugi mengalami perubahan penempatan akun yaitu akun pendapatan jasa giro sebesar Rp. 1.617.327,00 secara komersial penambahan hasilnya diikutkan pada perhitungan pajak terutang, yang seharusnya secara fiskal pendapatan jasa giro
76
penambahannya tidak diikutkan pada perhitungan pajak terutang tetapi menjadi penambah laba usaha setelah pajak.
Akibat dari perubahan laporan laba rugi, laporan perubahan modal mengalami perubahan besarnya modal akhir yang secara komersial sebesar Rp. 1.349.790.478,00 Menjadi sebesar Rp. 1.348.943.381,00 setelah dikoreksi fiskal. Sehingga di neraca akun laba tahun 2011 secara komersial sebesar Rp. 642.481.571,00 menjadi sebesar Rp. 641.634.474,00 Setelah dikoreksi fiskal. Disamping itu, adanya perubahan laba tahun 2011 yang diperoleh perusahaan akan berpengaruh terhadap besarnya perhitungan pajak penghasilan secara komersial kurang bayar tahun 2011 sebesar Rp.130.833.417,00 menjadi sebesar Rp. 131.680.514,00 sehingga pada neraca secara komersial akun hutang pajak sebesar Rp. 83.269.917,00 menjadi sebesar Rp. 84.117.014,00 Secara fiskal.
Kesalahan perhitungan Pajak Terutang dan kesalahan dalam pencatatan di Neraca, dan Laba – Rugi, berakibat Laporan Perubahan Modal ( Ekuitas ) tidak dapat dipertanggungjawabkan.