• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PELATIHAN PENYUSUNAN LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LAPORAN PELATIHAN PENYUSUNAN LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PELATIHAN PENYUSUNAN LEARNING OUTCOME PROGRAM STUDI

PROGRAM STUDI S1: TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN (THP) PROGRAM STUDI S2: TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN (THP) PROGRAM STUDI S3: TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN (THP)

Oleh:

TEAM DEPARTEMEN THP

DEPARTEMEN TEKNOLOGI HASIL PERAIRAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR

2012

(2)

PARAMETER, DESKRIPSI DAN LEARNING OUTCOME BERBASIS KKNI Tabel 1. Program studi Teknologi Hasil Perairan (S1)

Parameter Diskripsi Unsur-Unsur Deskripsi

Deskripsi Generik KKNI

Learning Outcome Program Studi

Kemampuan di Bidang Kerja

Mampu melakukan

Kemampuan di bidang kerja terkait

Mampu memanfaatkan IPTEKS dalam bidang keahliannya dan mampu

beradaptasi terhadap situasi yang dihadapi dalam penyelesaian masalah

Mampu menerapkan kaidah-kaidah ilmu dasar, teknologi dan seni di bidang karakterisasi, transportasi dan penanganan bahan baku, bioteknologi, pengolahan dan pengembangan produk, serta standardisasi mutu produk baik pangan maupun non pangan dalam menyelesaikan permasalahan dan meningkatkan peran pengolahan hasil perikanan atau perairan dengan konsep zero waste yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dengan metode

Interaksi proses, alat dan bahan

Mampu mengaplikasikan ilmu dan teknologi yang dimiliki untuk menangani dan mengolah hasil perikanan atau perairan, menyiapkan, merancang, mengembangkan dan menjamin mutu produk hasil perikanan; mengelola dan merawat alat pengolahan;

melakukan uji mutu dan pengendalian mutu, menerapkan prinsip-prinsip keamanan pangan dan pemasaran hasilnya

Menunjukkan hasil

Deskripsi kualitas hasil

Mampu mengidentifikasi, menganalisis permasalahan bidang pascapanen hasil perairan dan menginterpretasikan/menyajikan beberapa alternatif

(3)

solusi rancangan dan membuat keputusan pilihan berdasarkan pertimbangan keilmuan teknologi hasil perairan.

Dalam kondisi

Standar proses dan hasil kerja

Menguasai prinsip dan teknik deteksi dan upaya mempertahankan mutu bahan baku, prinsip dan teknik penanganan dan transportasi bahan baku, prinsip dan teknik karakterisasi bahan baku hasil perairan

Lingkup Kerja Berdasarkan Bidang yang Dikuasai

Menguasai pengetahuan

Lingkup kajian dan bidang ilmu

Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan tertentu secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu

memformulasikan penyelesaian

masalah prosedural.

Menguasai prinsip dan teknik eksplorasi pemanfaatan mikro dan makroorganisme perairan;

proses produksi senyawa aktif dari sumberdaya hayati perairan; evaluasi keamanan produk perairan secara mikrobiologi dan biokimiawi serta identifikasi mikroorganisme hasil perairan.

Untuk dapat melakukan

Lingkup kerja Menguasai prinsip dan teknik pengolahan hasil perairan secara konvensional dan modern untuk menghasilkan produk pangan dan non-pangan, pengolahan hasil samping dan limbah industri perikanan;

(4)

Kemampuan Manajerial

Mampu mengelola

Tingkat manajerial

Mampu mengambil keputusan strategis berdasarkan analisis informasi dan data, dan memberikan petunjuk dalam memilih berbagai alternatif solusi

(1) Mampu melakukan supervisi, monitoring dan evaluasi di dalam manajemen dan bisnis industri hasil perairan sesuai dengan prinsip dasar standarisasi industri hasil perairan;

(2) Mampu menganalisis data dan informasi serta memanfaatkannya untuk mengambil keputusan yang tepat di dalam manajemen dan bisnis industri hasil perairan

(3) Mampu mengkaji dan memahami pustaka yang berkaitan dengan eksplorasi bahan baku, penanganan dan pengolahan serta pengembangan industri hasil perairan, mendiskusikan, menulis, serta menyajikan dalam laporan hasil penelitian secara mandiri atau kelompok.

Dan memiliki sikap

Sikap khusus yang

dipersyaratkan

Bertanggungjawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi

tanggungjawab atas pencapaian hasil kerja organisasi

(1) Mampu diberitanggungjawab dan bertanggungjawab atas pekerjaan dalam lingkup manajemen dan industri hasil perikanan/perairan.

(2) Mampu bertanggung jawab pada pekerjaan secara mandiri dan dapat diberi tanggung jawab atas pencapaian hasil kerja kelompok. Komunikatif, estetis, etis, apresiatif, partisipatif, serta berjiwa enterpreneur, ramah lingkungan dan berkelanjutan

(5)

Tabel 2 Learning Outcomes Program Sarjana THP

Pernyataan Kompetensi: Setelah menyelesaikan studi di Program Studi Teknologi Hasil Perairan, lulusan mampu...

Dijabarkan lebih lanjut menjadi berbagai learning outcomes berikut ini...

1. Learning Outcomes 1 (Perikanan): mampu menjelaskan dan mengidentifikasi Jenis ikan, lingkungan hidup, pengaruh metode penangkapan, metode budidaya, pakan, musim, umur panen terhadap karakteristik bahan baku ikan, keistimewaan ikan sebagai bahan pangan dan non pangan, hubungan antara konsumsi pangan hasil perikanan dengan pemenuhan kebutuhan gizi (Angka Kecukupan Gizi)

2. Learning Outcomes 2 (Lingkup Kimia dan Analisis Hasil Perikanan): mampu menjelaskan tentang struktur dan sifat kimia/komponen hasil perikanan, perubahan kimia selama pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatan serta prinsip, metodologi dan teknik analisis hasil perikanan baik kualitatif, kuantitatif, fisik, kimia dan biologi.

3. Learning Outcomes 3 (Lingkup Mikrobiologi dan Keamanan Hasil Perikanan): mampu menjelaskan, mengidentifikasi, mengkultur mikroba patogen dan pembusuk di hasil perikanan, mikroba bermanfaat dalam sistem hasil perikanan, pengaruh sistem hasil perikanan terhadap pertumbuhan, daya tahan mikroba dan pengendalian mikroba, serta mampu menjelaskan dan menerapkan Cara Produksi Hasil Perikanan Olahan yang Baik / Good Manufacturing Practices dan Sanitation Standard Operating Procedures dan /atau Hazard Analysis Critical Control Point

4. Learning Outcomes 4 (Lingkup Rekayasa dan Proses Hasil Perikanan): mampu menjelaskan dan menerapkan tentang karakteristik hasil perikanan, prinsip pengawetan hasil perikanan, rinsip-prinsip keteknikan hasil perikanan, prinsip-prinsip pengolahan hasil perikanan, bahan dan metode pengemasan, sanitasi dan higiene, serta pengelolaan air dan limbah.

5. Learning Outcomes 5 (Lingkup Perancangan, Produksi dan Pengendalian Produksi, Pengembangan Produk Hasil Perikanan Bernilai Tambah) : mampu menjelaskan dan terampil tentang perancangan, produksi dan

(6)

pengendalian produksi, pengembangan produk hasil perikanan bernilai tambah yang berkualitas dan berdaya saing secara efektif dan efisien.

6. Learning Outcomes 6 (Lingkup Pengetahuan Industri Hasil Perikanan): mampu menjelaskan dan menerapkan pengetahuan tentang industri, organisasi, peraturan, dan tata cara yang berkaitan dengan pengolahan produk bernilai tambah terutama memadukannya dari hulu hingga hilir secara sinergis/terintegrasi.

7. Learning Outcomes 7 (Lingkup Pangan, Gizi dan Kesehatan): mampu menjelaskan hubungan antara konsumsi pangan hasil perikanan dengan pemenuhan kebutuhan gizi/angka kecukupan gizi (AKG), kesehatan dan kebugaran. . 7. Learning Outcomes 7: Lingkup bioteknologi hasil perairan dan aplikasinya: mampu menjelaskan dan terampil

tentang ilmu pengetahuan di bidang bioteknologi yang mencakup screening, isolasi, dan karakterisasi mikroorganisme hasil perairan serta komponen aktif hasil mikro dan makroorganism hasil perairan untuk pengembangan pangan dan nonpangan.

8. Learning Outcome 8 (Lingkup Peran Ahli Teknologi Hasil Perikanan di Masyarakat): mampu memahami dan mempraktekkan aspek keprofesian dalam bidang teknologi hasil perikanan di masyarakat, khususnya dalam membantu memecahkan permasalahan di masyarakat dengan mempertimbang-kan faktor sosial dan ekonomi.

9. Learning Outcome 9 (Lingkup Kecakapan Hidup/Soft Skills): mampu dan terampil dalam berkomunikasi, berpikir kritis dalam pemecahan masalah, menghargai etika, integritas, penghargaan terhadap keberagaman, berinteraksi, mengakuisisi berbagai sumber informasi dan belajar sepanjang hayat serta mampu mengorganisir (pengelolaan waktu, sumberdaya manusia, teamwork, pengelolaan kegiatan dll), berjiwa kewirausahaan/entrepreuner.

(7)

Tabel 3 Learning Outcome dan Pemberian Mandat kepada Mata Ajaran (Program Sarjana)

NOMOR LO MATA AJARAN

1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 0

1 1

1 2

1 3

1 4

1 5

1 6

1 7

1 8

1 9

2 0

2 1

2 2

2 3

2 4

2 5

2 6

2 7

2 8

2 9

3 0

3 1

3 2

3 3

3 4

3 5

3 6

3 7

3 8

3 9

4 0

LO 1

LO 2

LO 3

LO 4

LO 5

LO 6

LO 7

LO 8

LO 9

LO 10

(8)

Kode Mata Ajaran:

No Mata Ajaran Kode Mata

Ajaran Nama Mata Ajaran SKS

1. MSP 223 Ikhtiologi 3(2-3)

2. MSP 222 Avertebrata Air 3(2-3)

3. IKN 101 Pengantar Ilmu Perikanan dan Kelautan 2(2-0)

4. BIO 212 Mikrobiologi Dasar 3(2-3)

5. BIK 200 Biokimia Umum 3(2-3)

6. STK 211 Metode Statistika 3(2-2)

7. KOM 201 Metode Karya Ilmiah 3(2-2)

8. THP200 Dasar-dasar Teknologi Hasil Perairan 3(2-1)

9. THP211 Pengetahuan Bahan Baku Industri Hasil Perairan 3(2-3)

10. THP231 Teknologi Pengolahan Hasil Perairan I 3(2-3)

11. THP212 Fisiologi, Formasi dan Degradasi Metabolit Hasil Perairan. 3(2-3)

12. THP213 Penanganan Hasil Perairan 3(2-3)

13. THP221 Biokimia Hasil Perairan 3(2-3)

14. THP222 Mikrobiologi Hasil Perairan 3(2-3)

15. THP214 Karakteristik Makro- dan Mikroskopis Bahan Baku Hasil

Perairan 3(2-3)

16. THP223 Pengujian Bahan Baku dan Produk Hasil Perairan 3(2-3)

17. THP232 Teknologi Pengolahan Hasil Perairan II 3(2-3)

18. THP33 Teknologi Produk Tradisional Hasil Perairan 3(2-3) 19. THP311 Teknologi Penanganan &Transportasi Biota Perairan 3(2-3) 20. THP321 Mikroorganisme dan Fermentasi Hasil Perairan 3(2-3)

(9)

21. THP312 Pengantar Desain Alat Uji Praktis dan Metode Deteksi Mutu

Bahan Baku Hasil Perairan 3(2-3)

22. THP332 Diversifikasi dan Pengembangan Produk Perairan 3(3-2) 23. THP323 Bioteknologi Hasil Perairan

24. THP333 Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Hasil Samping

Perairan 3(2-3)

25. THP334 Teknologi Pengolahan Kitin dan Kitosan 3(2-3)

26. THP300 Standardisasi dan Integrated Quality Assurance 3(2-3)

27. THP335 Perencanaan Industri Hasil Perairan 3(2-3)

28. THP323 Dasar-dasar Farmaseutika Hasil Periran 3(2-3)

29. THP336 Teknologi Industri Tumbuhan Laut 3(2-3)

30. THP496 Teknologi dan Industri Pengolahan Minyak Ikan Metode Karya

Ilmiah 3(2-3)

31. THP324 Biotoksikologi Hasil Perairan 3(2-3)

32. THP432 Teknologi Pengolahan dan Recovery Limbah Industri Hasil

Perairan 3(2-3)

33. THP497 Magang 4(2-6)

34. IKN401 Praktek Terpadu Usaha Pengolahan Perikanan 3(1-6) 35. IKN301/303 Praktek Terpadu Usaha Perikanan Budidaya/Tangkap 3(1-6)

36. IKN302 Praktek Jasa Lingkungan Perairan 3(1-6)

37. IKN305 Perencanaan Bisnis Perikanan dan Kelautan 1(1-0) 38. IKN306 Pengembangan Jatidiri Perikanan dan Kelautan 2(2-0)

39. THP498 Seminar 1(0-1)

40. THP499 Tugas Akhir (Skripsi) 6(6-0)

Subtotal SKS 59 SKS

Gambar

Tabel 2  Learning Outcomes Program Sarjana THP
Tabel 3  Learning Outcome dan Pemberian Mandat kepada Mata Ajaran (Program Sarjana)

Referensi

Dokumen terkait

Pelaku usaha yang terlibat dalam distribusi kopi robusta adalah petani, pengumpul kecamatan, pengumpul kabupaten, industri kopi bubuk, dan konsumen. Kesejahteraan petani kopi

Tujuan penyusunan Tugas Akhir ini adalah merancang suatu system WipLL yang mampu mengakomodasikan semua kebutuhan pertukaran informasi untuk semua instansi pemerintahan

KU3 mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan

Berdasarkan rumusan masalah yang menjadi fokus peneiitian tersebut, maka untuk memberikan gambaran tentang manajemen Proyek Operasi dan Perawatan Fasiiitas di lingkungan

Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi iptek di bidang agroteknologi dengan menerapkan nilai humaniora berdasarkan kaidah, tata cara, etika ilmiah

Kemampuan seekor trichograma betina untuk memarasit 100 butir telur hama penggerek batang dan 100 butir telur inang pengganti corcyra dapat dilihat pada Tabel 6.. Dari 100 butir

Dalam molase masih banyak kandungan zat yang dapat dimanfatkan sebagai media pertumbuhan mikroba, hal tersebut dikarenakan molase masih mengandung

Dalm pemhaman Karate-do murni yang berlndaskan Zen ia tidak dianggap sebagai sebuah bentuk pertarungan, namun didefinisikan lebih jauh sebagai sebuah bentuk