• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM MANAJEMEN PENGELOLAAN AIR MINUM MINERAL ISI ULANG PADA HYDRO O2 WATER BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SISTEM MANAJEMEN PENGELOLAAN AIR MINUM MINERAL ISI ULANG PADA HYDRO O2 WATER BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK CODEIGNITER SKRIPSI"

Copied!
91
0
0

Teks penuh

(1)

FRAMEWORK CODEIGNITER

SKRIPSI

Diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Komputer

Universitas Ubudiyah Indonesia

Oleh :

NAMA : AHMAD ROZA NIM : 181041020080

PROGRAM STUDI S1 TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA

TAHUN 2020

(2)

i

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis panjatkan puji syukur kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat dan anugerah kepada penulis, serta shalawat dan salam tak lupa penulis haturkan kepada Rasullulah Muhammad, SAW yang membawa suri tauladan dan sumber inspirasi penulis dalam menyelesaikan laporan skripsi ini dengan judul "Sistem Manajemen Pengelolaan Air Minum Mineral Isi Ulang Pada Hydro O2 Water Berbasis Web Menggunakan Framework CodeIgniter”. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana komputer pada program studi S-1 Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Ubudiyah Indonesia.

Pada kesempatan ini dengan segala hormat dan kerendahan hati penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan skripsi ini, khususnya kepada:

1. Ayah dan Bunda tercinta yang selalu mendoakan dan memberi motivasi tiada henti dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

2. Ibu Dr. Marniati, M. Kes selaku Rektor Ubudiyah Indonesia.

3. Bapak M. Bayu Wibawa, S.Kom, M.MSI, selaku Ketua Program Studi Strata-1 (S-1) Teknik Informatika serta yang telah banyak memberikan bantuan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini.

(3)

ii kelancaran skripsi ini.

5. Bapak Zalfie Ardian, S.Kom, M.Eng, dan Bapak Zuhar Musliana, S.ST, M.T sebagai penguji I dan penguji II yang telah memberi masukan yang positif untuk menyempurnakan laporan tugas akhir penulis.

6. Seluruh dosen yang telah memberikan ilmu dan bimbingannya serta para staf akademik yang banyak membantu dan melayani penulis selama menempuh studi di Universitas Ubudiyah Indonesia.

7. Teman-teman seperjuangan Teknik Informatika Non Reguler seangkatan yang telah memberikan motivasi untuk terus melanjutkan penyelesaian tugas akhir ini.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca untuk perbaikan di masa yang akan datang. Akhirnya penulis berharap, semoga skripsi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi penulis sendiri dan umumnya bagi para pembaca.

Banda Aceh, Juli 2020 Penulis,

(4)

iii

tahun 2008 hingga sekarang. Permasalahan pada sistem pendataan penjualannya adalah belum adanya sistem untuk dapat mengetahui jumlah pendapatan harian, bulanan maupun tahunan dari semua penjualan yang dilaporkan oleh para pekerja serta jumlah galon yang di supply oleh pelanggan secara realtime. Sistem yang digunakan pada worksheet microsoft excel juga tidak adanya singkronisasi data antar pekerja dengan pemilik usaha dikarenakan masih bersifat single file. Berdasarkan hal tersebut, penulis berupaya untuk merancang sistem manajemen pengelolaan berbasis web yang bertujuan untuk memudahkan pemilik usaha dalam mengelola penjualannya dari segi pendapatan, penjualan serta pengeluarannya secara realtime dan sistematis. Pada penulisan ini dijelaskan tahapan dalam membuat aplikasi, yaitu studi literatur, menemukan masalah, perancangan sistem, pengujian sistem, analisa sistem dan pembuatan laporan. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang menekankan kedalaman data yang didapat oleh penulis dengan hasil yang dapat memberikan kemudahan kepada pemilik usaha untuk melihat dan mengelola laporannya baik berdasarkan hari, bulan maupun tahunan.

(5)

iv

in 2008 until now. The problems on sales data collection system is the absence of a system to be able to know the number of daily income, monthly or annual income of all sales reported by workers and the number of gallons supplied by customers in real time. The system used in microsoft excel worksheets also lacks data synchronization between workers and business owners. Based on this, the author seeks to design a web-based management system that aims to facilitate business owners in managing their sales in terms of revenue, sales and expenses in real time and systematically. At this writing explained the stages in making an application, namely the study of literature, finding problems, system design, system testing, system analysis and making reports. This research uses qualitative methods that emphasize the depth of data obtained by the author with results that can make it easy for business owners to view and manage their reports either by day, month or yearly.

Keywords : Management System, Drinking Water Depot, Microsoft Excel, Website.

(6)

v

Kata Pengantar ... i

Abstrak ... iii

Daftar Isi ... v

Daftar Gambar ... vii

Daftar Tabel ... ix BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 1 1.2. Identifikasi Masalah ... 3 1.3. Batasan Masalah ... 3 1.4. Tujuan Penelitian ... 4 1.5. Manfaat Penelitian ... 4 1.6. Keaslian Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Hydro O2 Water ... 7

2.2. Air Minum Mineral ... 8

2.3. Reverse Osmosis (RO) ... 8

2.4. Website ... 9

2.5. Basis Data ... 9

2.6. XAMPP (X Apache MySQL PHP Perl) ... 10

2.7. MySQL ... 11

2.8. PHP (Hypertext Preprocessor) ... 12

2.9. Pemrograman Berorientasi Objek ... 14

2.10. Model View Controller (MVC) ... 15

2.11. CodeIgniter ... 17

2.12. UML ... 19

2.13. Use Case Diagram ... 19

(7)

vi

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian ... 27

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian ... 27

3.3. Alat dan Bahan ... 28

3.4. Objek dan Alur Penelitian ... 29

3.5. Gambaran Umum Sistem ... 31

3.6. Perancangan Sistem ... 32

3.6.1. Use Case Diagram ... 32

3.6.2. Activity Diagram ... 36

3.6.3. Entity Relationship Diagram (ERD) ... 39

3.6.4. Database ... 40

3.6.5. User Interface (UI) ... 47

3.7. Metode Pengujian Sistem ... 53

3.8. Tampilan Format Laporan ... 53

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Rancangan Sistem ... 55

4.2 Tampilan Sistem Informasi ... 55

4.2.1 Tampilan Sistem Admin / Operator Operasional ... 55

4.2.2 Tampilan Sistem User / Operator Penjualan ... 66

4.3 Pengujian Sistem ... 69

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Kesimpulan ... 76

5.2 Saran ... 76

DAFTAR PUSTAKA ... 78

(8)

vii

Gambar 2.1. Tambilan Utama Basis Data XAMPP ... 11

Gambar 2.2. Logo PHP ... 12

Gambar 2.3. PHP 7 ... 13

Gambar 2.4. Prinsip Kerja PHP ... 13

Gambar 2.5. Konsep Pemograman Berorientasi Objek ... 14

Gambar 2.6. Cara Kerja MVC ... 16

Gambar 2.7. Notasi Activity Diagram ... 22

Gambar 2.8. Contoh Pembuatan Entitas ... 23

Gambar 2.9. Contoh Atribut suatu entitas ... 24

Gambar 3.1. Alur Penelitian ... 29

Gambar 3.2. Gambaran Umum Sistem ... 31

Gambar 3.3. Use Case Diagram Admin ... 34

Gambar 3.4. Use Case Diagram User ... 36

Gambar 3.5. Activity Diagram User atau Operator Penjualan ... 37

Gambar 3.6. Activity Diagram Operator Operasional ... 38

Gambar 3.7. Entity Relationship Diagram (ERD) ... 39

Gambar 3.8. Form Login ... 48

Gambar 3.9. Form Halaman Utama ... 48

Gambar 3.10. Form Penjualan ... 49

Gambar 3.11. Form Operasional ... 49

Gambar 3.12. Form Pengaturan Operasional ... 50

Gambar 3.13. Form Tambah Pekerja ... 50

(9)

viii

Gambar 4.1. Form Login ... 56

Gambar 4.2. Form Menu Utama ... 56

Gambar 4.3. Form Manajemen Website Profile ... 57

Gambar 4.4. Form Manajemen User atau Pengguna ... 58

Gambar 4.5. Form Pengaturan Pekerja ... 58

Gambar 4.6. Form Pengaturan Pelanggan ... 59

Gambar 4.7. Form Pengaturan Beban Operasional ... 59

Gambar 4.8. Form Inventaris Barang ... 60

Gambar 4.9. Form Laporan Pendapatan Operasional Harian ... 61

Gambar 4.10. Form Laporan Penjualan ... 61

Gambar 4.11. Form Laporan Biaya Operasional ... 62

Gambar 4.12. Form Tabel Operasional Non Penjualan ... 63

Gambar 4.13. Form Pengisian Operasional Non Penjualan ... 63

Gambar 4.14. Form Posisi Pinjaman Pekerja ... 64

Gambar 4.15. Form Pembayaran Pinjaman Pekerja ... 64

Gambar 4.16. Form Riwayat Penerimaan Hutang Pekerja ... 65

Gambar 4.17. Form Penerimaan Setoran Pekerja ... 65

Gambar 4.18. Form Permintaan Pembatalan ... 66

Gambar 4.19. Form Laporan Penjualan ... 67

Gambar 4.20. Form Tambah Pelanggan Berdasarkan Role ... 68

(10)

ix

Tabel 1.1. Keaslian Penelitian ... 5

Tabel 2.1. Struktur direktori pada CodeIgniter ... 18

Tabel 2.2. Notasi Pada Diagram Use Case ... 20

Tabel 2.3. Relasi-relasi dalam Diagram Use Case ... 20

Tabel 2.4. Simbol Diagram Aktivity ... 21

Tabel 2.5. Simbol Entity Relationship Diagram (ERD) ... 25

Tabel 3.1. Tabel User ... 40

Tabel 3.2. Tabel Pekerja ... 41

Tabel 3.3. Tabel Pelanggan ... 41

Tabel 3.4. Tabel Inventaris ... 42

Tabel 3.5. Tabel Role Pekerja ... 43

Tabel 3.6. Tabel Beban ... 43

Tabel 3.7. Tabel Transaksi ... 44

Tabel 3.8. Tabel Transaksi Detail ... 45

Tabel 3.9. Tabel Transaksi Kredit Pelanggan ... 45

Tabel 3.10. Tabel Transaksi Operasional ... 46

Tabel 3.11. Tabel Transaksi Bayar Hutang Pekerja ... 47

Tabel 3.12. Pengujian Sistem Metode Blackbox Testing ... 53

Tabel 3.13. Laporan Penjualan Harian / Range Harian ... 54

Tabel 3.14 Laporan Pengeluaran Beban Harian / Range Harian ... 54

Tabel 4.1. Tabel Pengujian Form Login ... 70

Tabel 4.2. Tabel Pengujian Form Manajemen Website Profile ... 70

(11)

x

Tabel 4.6. Tabel Pengujian Form Pengaturan Beban Operasional ... 71

Tabel 4.7. Tabel Pengujian Form Inventaris Barang ... 71

Tabel 4.8. Tabel Pengujian Form Laporan Pendapatan Harian ... 72

Tabel 4.9. Tabel Pengujian Form Laporan Laporan Penjualan ... 72

Tabel 4.10. Tabel Pengujian Form Laporan Beban Biaya Operasional ... 72

Tabel 4.11. Tabel Pengujian Form Beban Operasional Non Penjualan ... 73

Tabel 4.12. Tabel Pengujian Form Pembayaran Hutang Pekerja ... 73

Tabel 4.13. Tabel Pengujian Form Penerimaan Setoran Pekerja ... 73

Tabel 4.14. Tabel Pengujian Form Tambah Pelanggan Oleh Pekerja ... 74

Tabel 4.15. Tabel Pengujian Form Submitting Laporan Pekerja ... 74

(12)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dengan berkembangnya teknologi filtrasi yang saat ini sudah sangat maju, banyak pengusaha Depot Air Minum beralih menggunakan teknologi filtrasi populer dengan membran dan pengolahan air minum mineral berbasis Reverse Osmosis System. Salah satunya yaitu usaha Hydro O2 Water milik bapak Agusma yang sudah memulai usaha sejak tahun 2008 silam. Dengan berkembangnya teknologi dan pengalaman serta bertambahnya pelanggan, membuat usaha Hydro O2 Water ini tidak hanya memikirkan usaha dari segi ekonomi, tetapi juga dari segi manajemen pekerjaan dan sistem informasi untuk mengelola laporan penjualan sehingga pemilik usaha dapat melihat perkembangan usahanya sudah sejauh apa dan seperti apa.

Latar belakang permasalahan yang terjadi adalah pemilik usaha masih sulit untuk mendapatkan statistik penjualan secara lebih cepat dimana setiap harinya pekerja yang mengantarkan air galon ke rumah pelanggan membuat laporan kerja mereka pada worksheet excel pribadi per group pengantaran mereka. Setelah laporan penjualan yang dibuat oleh pekerja selesai, pemilik usaha atau operator operasional harus mengambil nilai akhir laporan penjualan mereka dan

(13)

mengimput pada worksheet excel laporan penjualan dikarenakan belum adanya singkronisasi data antar laporan operator penjualan dengan laporan operator operasional. Sistem laporan yang dikerjakan pekerja juga bersifat single file dimana laporan harian pekerja pada hari ini akan berganti dengan laporan harian minggu yang akan datang. Sehingga pemilik usaha atau operator operasional harus mem-backup setiap minggunya laporan penjualan yang pekerja buat. Apabila pemilik usaha atau operator operasional lupa dalam mem-backup data penjualan minggu sebelumnya, rekapan nilai penjualan menjadi tidak valid dikarenakan tertimpanya laporan harian yang baru dikerjakan pekerja.

Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti merancang aplikasi sistem manajemen pengelolaan air minum isi ulang berbasis web yang bertujuan untuk mengoptimalkan laporan kerja harian, bulanan maupun tahunan dari hasil pengantaran pekerja / operator penjualan serta mengoptimalkan pengumpulan data laporan harian yang menjadi tugas mingguan pemilik usaha atau operator operasional.

Hasil dari penelitian ini mengharapkan sesuatu yang dirancang dapat membantu para pekerja atau operator penjualan dan pemilik usaha atau operator operasional dalam mengelola laporan penjualan harian, bulanan maupun tahunan mereka hingga pencatatan pengeluaran operasional yang digunakan setiap harinya sehingga tidak terjadinya penimpaan data laporan harian oleh pekerja dan pemilik usaha dapat melihat laporan penjualan-penjualan sebelumnya secara realtime dan sistematis.

(14)

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang ada, masalah yang dapat di identifikasikan pada penelitian ini adalah :

1. Belum adanya sistem untuk mengsingkronisasikan worksheet antara laporan operator penjualan dengan laporan operator operasional dan sistem laporan harian pekerja yang masih bersifat single file sehingga mengakibatkan tertimpanya histori laporan penjualan minggu sebelumnya.

2. Pencatatan laporan penjualan belum maksimal sehingga pemilik usaha masih sulit untuk mendapatkan laporan penjualan realtime dan berapa jumlah pendapatan harian, bulanan maupun tahunan dari semua penjualan serta jumlah galon yang di supply kepada pelanggan.

1.3. Batasan Masalah

Tujuan adanya batasan masalah ini adalah untuk menghindari pembahasan lebih meluas dari penelitian yang diteliti, adapun masalah pada penelitian ini adalah :

1. Aplikasi yang dibangun pada Hydro O2 Water ini hanya sebatas laporan penjualan pekerja beserta beban pengeluaran maupun pinjaman yang mereka gunakan untuk dijadikan laporan harian kepada pemilik usaha. 2. Teknologi yang dihasilkan yaitu aplikasi berbasis website (offline) yang

dibangun menggunakan framework CodeIgniter (CI) 3. Pengujian aplikasi menggunakan metode blackbox testing.

(15)

4. Objek penelitian pada tugas akhir ini adalah usaha dagang air minum mineral isi ulang Hydro O2 Water milik bapak Agusma.

1.4. Tujuan Penelitian

Merancang Aplikasi Sistem Manajemen Pengelolaan Air Minum Mineral Isi Ulang Pada Hydro O2 Water Berbasis Web yang digunakan untuk memudahkan pekerja / operator penjualan dan pemilik usaha / operator operasional dalam mengelola penjualannya serta pemilik usaha dapat mengontrol jumlah penjualan dan jumlah pengeluaran operasional pekerja dalam harian, bulanan atau tahunan secara lebih cepat melalui sistem ini.

1.5. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diperoleh dengan dibuatnya aplikasi pendataan ini adalah sebagai berikut :

1. Membantu pekerja yang membuat laporan lebih sistematis dalam pencatatan penjualan galonnya kepada pelanggan dan mempermudah operator operasional dalam mensingkronisasikan data penjualan dengan operasional penjualan.

2. Pemilik usaha dapat memantau jumlah hutang yang dipinjam setiap bulannya oleh pekerja untuk bisa disusutkan kepada gaji bulanan pekerja. 3. Memudahkan pemilik usaha dalam mengelola penjualannya dari segi

(16)

1.6. Keaslian Penelitian

Berdasarkan hasil dari penelitian literatur, terdapat beberapa penelitian sejenis dengan cara yang berbeda yang berhubungan dengan penelitian ini dan dapat dijadikan acuan dan referensi untuk penelitian ini sebagai berikut :

Tabel 1.1. Keaslian Penelitian

No Peneliti Judul Metode

1. Rendy Rian Chrisna Putra, Ita Lestari (2018)

Aplikasi Pemesanan Air Mineral Berbasis Android Pada PT. Citra Golden Tunggal Pangkalpinang.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode research and development (R&D)

2. Dhian Sandra Dwi Artanto, Maman Somantri, Adian Fathur Rochim (2011) Sistem Pendataan Depot Air Minum Isi Ulang Berbasis Web

Metode penelitian yang digunakan adalah teknik pengumpulan menggunakan metode kuantitatif

3. Adi Tia Rahmat (2018)

Sistem Informasi Penjualan Air Minum Isi Ulang

Metode penelitian yang digunakan adalah teknik pengumpulan menggunakan metode kualitatif

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan memiliki persamaan yaitu pada jurnal poin 3 yang berhubungan dengan pendataan untuk menghasilkan laporan penjualan, sedangkan perbedaan yang terdapat dari ke 3 (tiga) penelitian pada poin di atas yaitu : poin 1 peneliti mengkhususkan produk aplikasi untuk kepada konsumen atau pelanggan dalam hal pemesanan air minum dan

(17)

mengetahui stok air yang tersedia. poin ke 2 peneliti menerapkan sistem pendataan depot dan memberikan informasi berupa data depot, sertifikasi , peraturan pemerintah, serta artikel tentang air minum tidak dikhususkan kepada pelanggan ataupun pemilik usaha. Sedangkan pada jurnal poin ke 3 memiliki perbedaan pada output dan basis aplikasi yang menggunakan sistem berbasis desktop dan bersifat poin of sales (POS) yang digunakan pada penjualan dan pembelian di tempat usaha dan menghasilkan struk penjualan kepada konsumen.

(18)

7 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Hydro O2 Water

Ketersediaan air siap minum menjadi usaha yang populer dan banyak peminatnya, dimana selain kebutuhan utama manusia untuk mendapatkan air bersih siap minum adapun kebiasaan manusia yang saat ini malas atau enggan untuk mengolah atau memasak air minum secara individu.

Hydro O2 Water adalah usaha dagang air minum mineral isi ulang yang dikelola oleh bapak Agusma. Usaha ini melayani pengantaran galon baik antar Kota Banda Aceh maupun seputaran perbatasan Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Usaha ini berdiri sejak tahun 2008 yang dimulai dengan pengisian yang diantar-antar ke rumah tetangga terdekat. Seiring bertambahnya pelanggan, pada tahun 2010 dimulainya beroperasi dengan mengantarkan galon menggunakan kendaraan dengan sistem antar jemput harian yang sudah terjadwalkan. Dengan berkembangnya teknologi dan pengalaman serta bertambahnya pelanggan, membuat usaha Hydro O2 Water ini tidak hanya memikirkan usaha dari segi ekonomi, tetapi juga dari segi manajemen pekerjaan dan sistem informasi untuk mengelola laporan penjualan sehingga pemilik usaha dapat melihat perkembangan usahanya sudah sejauh apa dan seperti apa.

(19)

2.2. Air Minum Mineral

Menurut Radianta Triarmadja (2019), Air bersih merupakan kebutuhan pokok manusia yang meliputi air yang dikonsumsi, untuk mandi, mencuci, memasak, minum dan lain-lain. Kebutuhan air tiap orang per hari diturunkan dengan anggapan bahwa setiap keluarga terdiri dari 4 sampai 5 orang, atau diambil rerata 4,5 orang per pelanggan. Kebutuhan air minum juga bergantung pada iklim yang kadang-kadang lebih signifikan pengaruhnya dibanding faktor jumlah penduduk.

2.3. Reverse Osmosis (RO)

Reverse Osmosis adalah proses filtrasi yang menggunakan tekanan lebih besar dari tekanan osmotik untuk mengalirkan air melalui membran semi-permaebel yang menyaring zat-zat terlarut di satu sisi dan memungkinkan air bersih siap minum untuk lolos ke sisi lain (Khatri, 2015). Teknologi filtrasi reverse osmosis (RO) sudah banyak digunakan dalam skala rumah tangga. Proses filtrasi pada inlet digunakan untuk menyaring bahan padat besar di dasar maupun melayang. Air yang tersaring masuk ke proses selanjutnya, sedangkan material kasar kembali ke sumber.

Cara kerja sistem Reverse Osmosis (RO) dengan cara menghilangkan sedimen dan klorin dari air dengan prefilter sebelum melalui membran semipermeable untuk menghilangkan padatan terlarut. Setelah air keluar dari membran RO, air melewati postfilter untuk memproses air minum sebelum masuk

(20)

ke keran khusus. Sistem reverse osmosis memiliki berbagai tahap tergantung pada jumlah prefilter dan postfilter nya.

2.4. Website

Web adalah fasilitas internet yang menghubungkan berbagai situs pengguna secara lokal dan sedunia. Format dasar web adalah dokumen teks yang disebut sebagai halaman web (web page), yang memiliki berbagai kode HTML (Hypertext Markup Language) melekat untuk memberikan format halaman serta link ke halaman - halaman lainnya. Halaman – halaman yang terhubung tersebut dapat disimpan kedalam server. Kode–kode HTML adalah karakter alfanumerik sederhana yang dapat diketik dengan editor teks. Kebanyakan prosesor mendukung fitur publikasi web yang memungkinkan dokumen teks dikonversikan ke format HTML (Ramadhan, 2006).

2.5. Basis Data

Menurut Widodo dan Kurnianingtyas (2017), sebuah database management systems (DBMS) adalah data yang saling berhubungan yang dikelompokkan dalam sebuah tabel atau beberapa tabel dan sebuah aplikasi program yang mengatur cara mengakses data tersebut. Kumpulan dari data tersebut biasanya disebut basis data atau database, yang berisikan informasi yang nyata untuk sebuah perusahaan.

Managemen data meliputi struktur informasi penyimpanan dan mekanisme untuk memanipulasi informasi yang ada dalam basis data. Sistem basis data

(21)

adalah kumpulan dari file yang berhubungan dan program yang membolehkan pengguna untuk mengakses dan merubah file ini. Tujuan utama dari sistem basis data adalah menyediakan suatu pandangan abstrak tentang data. Terdapat tiga jenis bahasa komputer yang digunakan saat kita ingin membangun dan memanipulasi sebuah basis data, yaitu:

1. Data Definition Language (DDL) 2. Data Manipulation Language (DML) 3. Data Control Language (DCL)

2.6. XAMPP (X Apache MySQL PHP Perl)

XAMPP adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl. Dengan kata lain, XAMPP meliputi sejumlah program web lengkap yang biasa digunakan untuk pemula (Nugroho, 2013 : 1).

Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl. Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan web server yang mudah digunakan dan dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis. Untuk mendapatkanya dapat mendownload langsung dari web resminya. Dengan menggunakan XAMPP, tidak perlu lagi menginstall dan mengkonfigurasi server web apache, PHP dan MySQL secara manual. XAMPP juga menyediakan opsi untuk menggunakan versi PHP

(22)

berdasarkan Versi XAMPP nya. Berikut tampilan dari XAMPP yang dibuka dengan menggunakan browser dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Tampilan Utama Basis Data XAMPP

2.7. MySQL

MySQL adalah sistem manajemen database SQL yang bersifat Open Source dan paling populer saat ini. Sistem database MySQL mendukung beberapa fitur seperti multithreaded, multi-user, dan SQL database management sistem (DBMS). Database ini dibuat untuk keperluan sistem database yang cepat, handal dan mudah digunakan. Kelebihan dari MySQL adalah sebagai berikut :

1. Source MySQL dapat diperoleh dengan mudah dan gratis. 2. Sintaksnya lebih mudah dipahami dan tidak rumit.

3. Pengaksesan database dapat dilakukan dengan mudah.

4. MySQL merupakan program yang multithreaded, sehingga dapat dipasang pada server yang memiliki multi CPU.

5. Didukung program-program umum seperti C, C++, Java, Perl, PHP, Python, dsb.

(23)

6. Bekerja pada berbagai platform.

7. Memiliki jenis kolom yang cukup banyak sehingga memudahkan konfigurasi sistem database.

8. Memiliki sistem sekuriti yang cukup baik dengan verifikasi host. 9. Mendukung ODBC untuk sistem operasi Windows.

2.8. PHP (Hypertext Preprocessor)

Hypertext Preprocessor atau lebih akrap dengan sapaan PHP merupakan bahasa pemrograman script server-side yang didesain untuk pengembangan web. PHP disebut bahasa pemrograman server-side karena diproses pada komputer server. Hal ini berbeda dengan bahasa pemrograman client-side seperti Javascript yang diproses di dalam web browser (Miftahul Jannah dan Sarwandi, 2019).

Keuggulan menggunakan bahasa pemograman PHP diantaranya adalah web server yang mendukung PHP dapat ditemukan di mana - mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah dan memiliki kecepatan yang lebih baik dibandingkan dengan ASP maupun Java.

Gambar 2.2. Logo PHP

PHP dapat digunakan secara gratis dan bersifat Open Source. PHP dirilis dalam lisensi PHP License, sedikit berbeda dengan lisensi GNU General Public

(24)

License yang biasa digunakan untuk proyek Open Source. Perkembangan PHP mulai dari versi Personal Home Page/Form Interpreter hingga versi terbaru pada saat ini adalah Hypertext Preprocessor 7 atau lebih dikenal dengan PHP 7.

Gambar 2.3. PHP 7

Kelebihan menggunakan bahasa pemrograman PHP diantarnya adalah memiliki community yang besar, mudah dipelajari, pengembangan cepat, perkembangannya pesat dan bersifat Open Source. Prinsip kerja bahasa pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman yang dikategorikan kepada server side programming, yang artinya bahasa pemrograman ini memerlukan penerjemah, dalam hal ini web server untuk menjalankannya. Berikut ini diberikan gambaran tentang cara kerja bahasa pemrograman PHP.

(25)

2.9. Pemrograman Berorientasi Objek

Menurut Iksanuddin (2019), Pemrograman berorientasi objek atau Object Oriented Programming (OOP) merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi di dalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Dalam pemrograman berbasis objek, kita dituntut untuk memahami dan memetakan masalah kedalam class serta memecahkan masalah kedalam class-class yang lebih kecil dan simpel agar solusi yang dibuat lebih spesifik.

Gambar 2.5. Konsep Pemograman Berorientasi Objek

Setiap class dalam OOP mempunyai method atau fungsi serta property atau atribut. Method dalam class secara mudah diartikan sebagai segala kemampuan dari class atau apa saja yang dapat dilakukan oleh sebuah class. Sedangkan property adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh class. Dalam OOP, property dan method dalam class saling bekerjasama membangun sebuah solusi dari suatu masalah. Keunggulan pemrograman berbasis objek antara lain sebagai berikut :

1. Modularitas : program yang dibuat dapat dipecah menjadi modul-modul yang lebih kecil dan nantinya digabungkan menjadi solusi yang utuh.

(26)

2. Fleksibilitas : karena setiap solusi dibuat dalam bentuk class, ketika terjadi perubahan maka hanya class tersebut saja yang perlu dirubah. 3. Ekstensibilitas : penambahan method atau property dapat dilakukan

dengan sangat mudah.

4. Mudah di maintain : karena setiap class berdiri sendiri, maka untuk memaintain class tersebut jauh lebih mudah.

5. Keamanan code : adanya visibilitas yang memberikan fitur keamanan dimana developer lain tidak bisa dengan bebas menggunakan fitur yang ada pada sebuah objek.

6. Waktu development lebih cepat : karena reusable otomatis dapat mempersingkat waktu pengembangan program.

2.10. Model View Controller (MVC)

Model View Controller (MVC) merupakan suatu konsep yang cukup populer dalam pembangunan aplikasi web, berawal pada bahasa pemrograman Small Talk, MVC memisahkan pengembangan aplikasi berdasarkan komponen utama yang membangun sebuah aplikasi seperti manipulasi data, user interface, dan bagian yang menjadi kontrol aplikasi (Supono dan Virdiandry, 2018 : 112).

Terdapat 3 jenis komponen yang membangun suatu MVC pattern dalam suatu aplikasi yaitu :

1. View, merupakan bagian yang menangani presentation logic. Pada suatu aplikasi web bagian ini biasanya berupa file template HTML, yang diatur oleh controller. View berfungsi untuk menerima dan merepresentasikan

(27)

data kepada user. Bagian ini tidak memiliki akses langsung terhadap bagian model.

2. Model, biasanya berhubungan langsung dengan database untuk memanipulasi data (insert, update, delete dan search), menangani validasi dari bagian controller, namun tidak dapat berhubungan langsung dengan bagian view.

3. Controller, merupakan bagian yang mengatur hubungan antara bagian model dan bagian view, controller berfungsi untuk menerima request dan data dari user kemudian menentukan apa yang akan diproses oleh aplikasi.

Gambar 2.6. Cara Kerja MVC (Supono dan Virdiandry, 2018 : 113)

Dengan menggunakan prinsip MVC dalam suatu aplikasi dapat dikembangkan sesuai dengan kemampuan developernya, yaitu programmer yang menangani bagian model dan controller, sedangkan designer yang menangani

(28)

bagian view, sehingga penggunaan arsitektur MVC dapat meningkatkan maintanability dan organisasi kode. Walaupun demikian dibutuhkan komunikasi yang baik antara programmer dan designer dalam menangani variabel-variabel yang akan ditampilkan.

2.11. CodeIgniter

CodeIgniter adalah Sebuah framework php yang bersifat open source dan menggunakan metode MVC (Model, View, Controller) untuk memudahkan developer atau programmer dalam membangun sebuah aplikasi berbasis web tanpa harus membuatnya dari awal (Destiningrum, 2017).

Dalam situs resmi codeigniter, (Official Website CodeIgniter, 2002) menyebutkan bahwa codeigniter merupakan framework PHP yang kuat dan sedikit bug. Codeigniter ini dibangun untuk para pengembang dengan bahasa pemrogram PHP yang membutuhkan alat untuk membuat web dengan fitur lengkap.

Framework Codeigniter dikembangkan oleh Rick Ellis, CEO Ellislab, Inc. kelebihan dari framework codeigniter jika dibandingkan dengan framework lain adalah sebagai berikut :

1. Gratis (Open-Source) Kerangka kerja Codeigniter memiliki lisensi dibawah Apache / BSD open-source sehingga bersifat bebas atau gratis. 2. Berukuran kecil Ukuran yang kecil merupakan keunggulan tersendiri jika

dibandingkan framework lain yang berukuran besar dan membutuhkan resource yang besar dan juga dalam eksekusi maupun penyimpanannya.

(29)

3. Menggunakan konsep M-V-C Codeigniter merupakan konsep M-V-C (Model-View-Controller) yang memungkinkan pemisahan antara layer application-logic dan presentation. Dengan konsep ini kode PHP, query Mysql, Javascript dan CSS dapat saling dipisah-pisahkan sehingga ukuran file menjadi lebih kecil dan lebih mudah dalam perbaikan kedepannya atau maintenance.

Berikut penjelasan daripada struktur direktori codeigniter dengan nama folder beserta fungsinya pada tabel 2.1. dibawah ini:

Tabel 2.1. Struktur direktori pada CodeIgniter

Apllication Cache Menyimpan cache

Config File-file konfigurasi

Controller Menyimpan File Controller

Core File core

Helper File-file helper

Hook Satuan file yang diload

Languange File bahasa

Libraries File librari

Logs File log

Models File-file model

Third Party file pihak ketiga / plugin

View File view

System Menyimpan cache

(30)

2.12. UML

UML singkatan dari Unified Modeling Language yang berarti bahasa pemodelan standar. UML memiliki sintaks dan semantik, ketika kita membuat model menggunakan konsep UML ada aturan-aturan yang harus diikuti. UML bukan hanya sekedar diagram, tetapi juga menceritakan konteksnya (Muslihuddin dan Oktavianto, 2016 : 59).

UML diaplikasikan untuk maksud tertentu, biasanya digunakan antara lain untuk :

1. merancang perangkat lunak.

2. Sarana komunikasi antara perangkat lunak dengan proses bisnis.

3. Menjabarkan sistem secara rinci untuk analisis dan mencari apa yang diperlukan sistem.

4. Mendokumentasi sistem yang ada, proses-proses dan organisasinya.

UML telah diaplikasikan dalam bidang investasi perbankan, lembaga kesehatan, departemen pertahanan, sistem terdistribusi, sistem pendukung alat kerja, retail, sales dan supplier.

2.13. Use Case Diagram

UML menyediakan serangkaian gambar dan diagram yang sangat baik. Beberapa diagram memfokuskan diri pada ketangguhan teori object-oriented dan sebagian lagi memfokuskan pada detail rancangan dan konstruksi. Semua dimaksud sebagai sarana komunikasi antartim programmer maupun dengan pengguna. (Oktafianto dkk, 2016 : 57)

(31)

Komponen pembentuk diagram use case adalah : 1. Aktor (actor), menggambarkan pihak-pihak yang berperan dalam sistem; 2. Use case, aktivitas / sarana yang disiapkan oleh bisnis / sistem; 3. Hubungan (link), aktor mana saja yang terlibat dalam use case ini. Simbol notasi dan relasi dalam diagram use case yang diantaranya digambarkan sebagai berikut :

Tabel 2.2. Notasi Pada Diagram Use Case

Notasi Nama Keterangan

Use case Aktivitas atau sarana yang disiapkan oleh bisnis / sistem

Actor Pihak-pihak yang terlibat dalam sistem

Tabel 2.3. Relasi-relasi dalam Diagram Use Case

Notasi Relasi Fungsi

Asosiasi

Komunikasi antar actor dan use case yang berpartisipasi pada use case atau use case memiliki interaksi dengan actor.

Extend

Relasi use case tambahkan ke sebuah use case yang ditambahkan dapat berdiri sendiri walau tanpa use case tambahan itu.

Include

Relasi use case dimana proses bersangkutan akan dilanjutkan ke proses yang dituju.

Generalisasi Fungsi yang satu ini adalah fungsi yang umum dari yang lainnya.

(32)

2.14. Activity Diagram

John Satzinger, 2010, dalam buku System Analysis and Design in a Changing World menyatakan bahwa “Activity Diagram” adalah sebuah diagram alur kerja yang menjelaskan berbagai kegiatan pengguna (atau sistem), orang yang melakukan masing-masing aktivitas dan aliran sekuensial dari aktivitas tersebut (Triandini dan Suardika, 2012 : 37). Activity Diagram dibuat berdasarkan sebuah atau beberapa use case yang berfungsi diantaranya adalah untuk memperlihatkan aktifitas proses pada sistem, membantu memahami proses secara keseluruhan serta untuk menggambarkan proses bisnis dan urutan aktivitas sebuah sistem.

Penjelasan daripada simbol-simbol aktivity diagram beserta fungsinya digambarkan pada tabel 2.4. berikut :

Tabel 2.4. Simbol Diagram Aktivity

No Gambar Nama Keterangan

1 Activity

Memperlihatkan bagaimana masing – masing kelas antarmuka saling berinteraksi satu sama lain.

2 Action

State dari sistem yang

mencerminkan eksekusi dari suatu aksi.

3 Initial Node Bagaimana objek dibentuk atau diawali.

4 Activity Final

Node

Bagaimana objek dibentuk dan diakhiri.

(33)

5 Decision

Digunakan untuk menggambarkan suatu keputusan / tindakan yang harus diambil pada posisi tertentu.

6 Line

Connector

Digunakan untuk menghubungkan satu simbol dengan simbol lainnya.

2.15. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Marimin dan Haryo (2006), Entity Relationship Diagram (ERD) digunakan untuk mengidentifikasi data yang akan diambil, disimpan dan dipanggil kembali (retrive) untuk keperluan-keperluan tertentu dalam mendukung kegiatan yang dilakukan oleh organisasi. ERD juga digunakan untuk mengidentifikasi asal data yang dibutuhkan dan dilaporkan.

Dalam rekayasa perangkat lunak, sebuah Entity-Relationship Model (ERM) merupakan abstrak dan konseptual representasi data. Entity-Relationship adalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model data semantik sistem. Dimana sistem seringkali memiliki basis data relasional, dan ketentuannya bersifat top-down. Diagram untuk menggambarkan model Entitiy-Relationship ini disebut Entitiy Relationship diagram, ER diagram, atau ERD.

ERD (model data) merupakan alat yang digunakan dalam analisis untuk menggambarkan kebutuhan data dan asumsi-asumsi dalam sistem yang akan dibangun / dikembangkan secara terstruktur dari atas ke bawah. Model data ini juga diatur pada tahapan SDLC dalam mendesain database. Pembuatan ERD

(34)

membutuhkan pemahaman terhadap sistem dan komponen-komponen yang menyusunnya.

Untuk mempermudah dalam perancangan database, maka digunakan Entity Relationship Diagram (ERD). ERD diutamakan untuk permodelan dari desain konseptual. Entity Relationship Diagram menggambarkan struktur dan keterkaitan tabel-tabel data yang menyusun database secara detail. ERD merupakan representasi data sebagai entitas, atribut dan relasi.

Entitas menggambarkan kumpulan dari segala data, biasanya dilambangkan dengan menggunakan kota segi empat seperti ditunjukkan Gambar 2.8.

Gambar 2.8. Contoh Pembuatan Entitas

Entitas selanjutnya dijelaskan dengan atribut yang ada di dalamnya atau sering kali disebut elemen data. Atribut atau elemen data merupakan unit terkecil dari data yang dapat menjelaskan apa yang dimiliki oleh suatu entitas (karakteristik dari entitas). Entitas dalam konteks ini adalah komponen data.Dengan kata lain, diagram ER menggambarkan struktur logis dari database. Misalnya entitas pegawai memiliki atribut seperti yang terlihat pada gambar 2.9. Sedangkan relasi menjelaskan keterkaitan di antara dua entitas yang berbeda misalnya pegawai bekerja pada suatu departemen.

(35)

Gambar 2.9. Contoh atribut suatu entitas

Sifat hubungan atau relasi antar entitas dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu hubungan Satu-ke-Satu to-One Relationship), Satu-ke-Banyak (One-to-Many Relationship) dan Banyak-ke-Banyak (Many-(One-to-Many Relationship).

One-to-One Relationship akan terjadi jika setiap entitas dalam suatu himpunan entitas hanya berhubungan dengan suatu entitas pada himpunan entitas lain dan sebaliknya. One-to-Many Relationship terjadi jika setiap entitas dalam suatu himpunan entitas dapat berhubungan dengan beberapa entitas pada himpunan entitas lain, tetapi tidak sebaliknya. Many-to-Many Relationship terjadi jika setiap entitas dalam suatu himpunan entitas dapat berhubungan dengan beberapa entitas pada himpunan entitas lain, demikian juga sebaliknya.

Berikut beberapa notasi dan simbol yang terdapat pada Entity Relationship Diagram (ERD) pada tabel 2.5.

(36)

Tabel 2.5. Simbol Entity Relationship Diagram (ERD)

No Simbol Keterangan

1

Entitas

Kumpulan dari objek yang dapat diidentifikasikan secara unik.

2

Relasi

Relasi yaitu hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entitas. Jenis hubungan antara lain : satu ke satu, satu ke banyak dan banyak ke banyak.

3

Atribut

Atribut yaitu karakteristik dari entity atau relasi yang merupakan penjelasan detail tentang entitas.

4

Hubungan

Hubungan antara entity dengan

atributnya dan himpunan entitas dengan himpunan relasinya.

2.16. Black Box Testing

Black box testing adalah pengujian spesifikasi yaitu menguji suatu fungsi apakah dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan atau tidak yang berfokus pada persyaran fungsional perangkat lunak. Dengan demikian pengujian black box memungkinkan perekayasaan perangkat lunak mendapatkan serangkaian kondisi input suatu program. Selain menggunakan dua metode di atas, pengujian sistem dilakukan dengan cara menganalisis kesalahan yang ada, adapun kesalahan yang dimaksud adalah sebagai berikut (Verdiansah, 2012) :

(37)

2. Kesalahaan waktu proses;

3. Kesalahan logika (logical error); dan 4. Pemeliharaan sistem.

(38)

27 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang penulis gunakan pada penulisan akhir ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu dengan cara mengumpulkan, menyusun serta menganalisis data dengan tujuan untuk mengembangkan aplikasi pendataan air minum mineral isi ulang berbasis website.

Penelitian menggunakan metode kualitatif menekankan pada kedalaman data yang didapatkan oleh peneliti. Semakin dalam dan detail data yang didapatkan, maka semakin baik kualitas dari penelitian kualitatif ini.

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan pada usaha dagang air minum isi ulang berbasis Reverse Osmosis System milik bapak Agusma. Penelitian ini dilakukan selama 6 (enam) bulan, mulai dari Desember 2019 s/d Mei 2020. Penelitian selama 6 bulan dimulai dengan tahapan pengumpulan data, perancangan dan pembuatan aplikasi hingga pengujian sistem aplikasi.

(39)

3.3. Alat dan Bahan

Dalam menjalankan penelitian ini, penulis menggunakan beberapa alat bantu yaitu berupa perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) antara lain sebagai berikut :

1. Perangkat Keras (Hardware)

Berikut beberapa perangkat keras yang akan digunakan peneliti dalam menyelesaikan tugas akhir ini adalah 1 (satu) unit laptop dengan spesifikasi minimal prosesor intel core i3 dan RAM minimal 8GB. .NET Framework 4.5 diperlukan untuk menginstal Visual Studio Code. Visual Studio memerlukan .NET Framework 4.6.1 yang akan diinstal selama penataan.

2. Perangkat Lunak (Software)

Berikut merupakan beberapa spesifikasi perangkat lunak pendukung yang dibutuhkan penulis dalam penyelesaian tugas akhir ini :

1) Visual Studio Code sebagai media kode editor untuk penulisan sintaks atau koding program.

2) XAMPP sebagai media database server dan sekaligus sebagai web server yang digunakan.

3) StarUML sebagai media aplikasi untuk mendesain diagram use case, activity diagram dan entity relationship diagram (ERD).

4) Browser sebagai media melihat hasil user interface dari perancangan aplikasi yang sudah disajikan.

(40)

5) CodeIgniter version 3.1.11 sebagai framework yang penulis gunakan untuk perancangan pembangunan website.

3.4. Objek dan Alur Penelitian

Objek yang dikaji pada penelitian ini adalah rancangan Aplikasi Pendataan Air Minum Mineral Isi Ulang secara lengkap beserta laporannya. Alur penelitian ini memiliki beberapa tahapan penelitian, berikut akan penulis jabarkan tahapan alur proses penelitian beserta penjelasan di tiap tahapan penelitian yang dilakukan pada gambar 3.1. dibawah ini :

Studi Literatur & Pengumpulan Data Menentukan Permasalahan Perancangan Sistem Implementasi & Pengujian Sistem Pembuatan Lapoaran Gambar 3.1. Alur Penelitian

(41)

Pada gambar 3.1. menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam tahapan ini. Berikut penjelasan dari setiap tahapan-tahapannya :

1. Studi Literatur dan Pengumpulan Data

Pada tahapan ini dilakukan untuk mencari informasi maupun referensi melalui jurnal, skripsi yang berhubungan dengan pendataan air mineral isi ulang serta referensi dari buku atau E-Book. Sedangkan informasi yang diperoleh didapat melalui wawancara dengan dan pemilik usaha dan beberapa pekerja di depot isi ulang.

2. Menentukan Permasalahan

Pada tahapan ini penulis melakukan identifikasi terhadap permasalahan yang terjadi pada saat pekerja melakukan pengimputan data laporan harian mereka yang selama ini terkendala terhadap efisiensi waktu dan mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan menerapkan sistem aplikasi berbasis website.

3. Perancangan Sistem

Pada tahapan ini penulis merancang diagram sistem yang akan digunakan untuk mengembangkan aplikasi pendataan air minum mineral isi ulang ini diantaranya diagram use case, diagram activity, diagram ERD, user interface (UI) hingga perancangan database.

4. Implementasi dan Pengujian Sistem

Pada tahapan ini penulis melakukan implementasi langsung kepada pekerja berdasarkan analisa dari permasalahan yang ada dan melakukan pengujian sistem melalui metode blackbox testing.

(42)

5. Pembuatan Laporan

Pada tahapan ini penulis mendokumentasikan hasil penelitian dalam bentuk laporan. Dokumentasi meliputi hasil uji coba aplikasi, analisa sistem serta kesimpulan dari penulis terhadap perancangan yang sudah dibangun.

3.5. Gambaran Umum Sistem

Gambaran umum sistem yang akan dibangun adalah sistem aplikasi yang bersifat terpusat pada satu database. Setiap laporan dari kelompok pekerja memiliki fasilitas sistem yang sama, admin terlebih dahulu mendaftarkan user pekerja, kemudian pekerja mengerjakan laporannya melalui sistem. Gambaran umum sistem dapat dilihat pada gambar 3.2. dibawah ini :

Client Web Database

Gambar 3.2. Gambaran Umum Sistem

Penjelasan pada gambaran umum di atas adalah client yang sebagai admin dan pengguna mengakses aplikasi menggunakan website yang melakukan request data kepada web kemudian web menyampaikan request ke database untuk mendapatkan data yang diinginkan client. Setelah database membaca permintaan data dari web kemudian database merespon dan memberikan permintaan data yang diminta dari web yang kemudian ditampilkan kepada client.

Request Request

(43)

3.6. Perancangan Sistem

Perancangan sistem ini bertujuan untuk dapat melihat gambaran interaksi antara pengguna dengan sistem maupun interaksi antara sistem dengan database yang akan dibangun, tools yang akan digunakan pada proses perancangan ini antara lain :

1. Use Case Diagram 2. Diagram Activity

3. Entity Relationship Diagram (ERD) 4. Database

5. User Interface 6. Blackbox testing

3.6.1. Use Case Diagram

Use Case Diagram pada perancangan ini bertujuan untuk menunjukkan kebutuhan fungsional sistem atau interaksi antara komponen dengan pengguna. Pada sistem yang akan dibangun ini perancangan use case diagram dibagi menjadi 2 (dua) yaitu use case diagram admin dan use case diagram operator.

1. Admin / Operator Operasional a. Kelola Operasional

Data yang diolah pada bagian ini adalah operator dapat menambah biaya operasional gudang atau beban operasional non penjualan dari pekerja dan mengelola penerimaan setoran harian pekerja serta mengelola hutang pekerja.

(44)

b. Kelola Laporan Kerja

Data yang ditampilkan pada bagian ini adalah admin dapat melihat laporan penjualan dan operasional harian pekerja maupun bulanan, serta dapat melihat laporan beban operasional yang dikeluarkan setiap bulannya.

c. Kelola Pengaturan

Data yang diolah pada bagian ini adalah admin dapat mengelola struktur pekerja yang termasuk menambah data pekerja dan menambah struktur role pekerja. Adapun admin dapat menambahkan pelanggan untuk dikelompokkan ke dalam struktur role pekerja. Serta dapat mengelola kategori pengeluaran beban operasional yang dibutuhkan pekerja.

Gambaran daripada use case diagram admin atau operator operasional dapat dilihat pada gambar 3.3 berikut ini :

(45)
(46)

2. Operator Penjualan a. Membuat Laporan

Data yang diolah pada bagian ini adalah pekerja atau operator penjualan yang membuat laporan harian mereka mendata jumlah penjualan dan jumlah galon yang sudah didistribusikan kepada pelanggan serta mencatat pengeluaran yang dibutuhkan pekerja berdasarkan hasil penjualan mereka. Output dari laporan yang dihasilkan adalah berupa data penjualan yang diteruskan secara otomatis melalui sistem kepada admin setelah user melakukan submit laporan. Laporan dapat juga dicetak menjadi laporan berbentuk format pdf.

b. Mengelola Pelanggan

Data yang diolah pada bagian ini adalah user atau pekerja yang membuat laporan harian mereka mendata pelanggan baru atau pelanggan yang sudah lama bergabung untuk menentukan hari langganan atau pengantaran kepada pelanggan.

Gambaran daripada use case diagram pekerja atau operator penjualan dapat dilihat pada gambar 3.4 berikut ini :

(47)

Gambar 3.4. Use Case Diagram Operator

3.6.2. Activity Diagram

Activity Diagram pada perancangan sistem ini menggambarkan diagram alur kerja yang menjelaskan beberapa kegiatan user atau pengguna dalam menggunakan sistem. Aktivitas diawali dengan sistem autentikasi pada bagian user dengan menggunakan username dan password. Akun dari setiap user didaftarkan dan diverifikasi oleh seorang admin. Setelah user berhasil login, sistem akan mengalihkan ke halaman dashboard penjualan. Pada halaman ini proses bisnis dimuali dimana user mengelola dan mendata hasil penjualannya kepada sistem. Berikut akan digambarkan alur proses diagram aktivitas user pada gambar 3.5. dibawah ini.

(48)
(49)
(50)

3.6.3. Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram pada rancangan ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara data dengan basis data berdasarkan objek data yang mempunyai hubungan antar relasi. Untuk menggambarkannnya, digunakan beberapa model dan simbol, berikut rancangan gambar dari Entity Relationship Diagram.

(51)

3.6.4. Database

Pada perancangan sebuah sistem aplikasi ini, sebuah basis data atau database sangat diperlukan guna mendukung segala penyimpanan data yang digunakan oleh sistem. Rancangan tabel dalam database pada perancangan aplikasi ini antara lain adalah sebagai berikut :

1. Tabel User

Tabel user berfungsi untuk menampung data-data user yang hendak menggunakan aplikasi yang diantaranya seperti admin dan petugas. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.1. dibawah ini.

Tabel 3.1. Tabel User

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

id_user int 11 Primary Key

nama varchar 128 username varchar 128 email varchar 128 image varchar 128 password varchar 256 role_id int 11 Role_pekerja int 11 date_create int 11 last_log datetime 2. Tabel Pekerja

Tabel pekerja berfungsi untuk menampung data-data pekerja yang dikelompokkan berdasarkan role atau unit kerja dari setiap pengantaran

(52)

yang ditetapkan oleh pemilik usaha. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.2. dibawah ini.

Tabel 3.2. Tabel Pekerja

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

id_pekerja int 11 Primary Key

nama varchar 128 alamat varchar 128 no_hp varchar 128 tgl_bergabung int 11 gaji_pokok int 128 pinjaman int 11 role_pekerja_id int 11 3. Tabel Pelanggan

Tabel pelanggan berfungsi untuk menampung data-data pelanggan yang dikelompokkan berdasarkan role pelanggan dan ditetapkan oleh pelanggan itu sendiri hari berlangganan yang dia inginkan. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.3. dibawah ini.

Tabel 3.3. Tabel Pelanggan

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

id_pelanggan int 11 Primary Key

nama_pelanggan varchar 128 alamat varchar 128 no_hp varchar 128 tgl_berlangganan int 11 id_hari int 11 id_pekerja_role int 11 galon_sblmnya int 11

(53)

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

galon_kosong int 11

galon_antar int 11

galon_kredit int 11

last_update datetime

is_del enum (aktif, hapus)

4. Tabel Inventaris

Tabel inventaris berfungsi untuk menampung data-data galon yang tersedia dan galon yang berada di tempat pelanggan maupun galon yang sudah tidak terpakai lagi, sehingga pemilik usaha dapat mengelola kebutuhan galon yang diperlukan. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.4. dibawah ini.

Tabel 3.4. Tabel Inventaris

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

id_barang int 11 Primary Key

nama_barang varchar 128

jumlah int 11

create_at int 11

status int 11

5. Tabel Role Pekerja

Tebel role pekerja berfungsi untuk menampung data unit kerja yang bertujuan untuk mengelompokkan hari pengantaran dan kelompok pelanggan, sehingga pemilik usaha dapat mengelola rute pengantaran

(54)

yang diperlukan sehingga tidak terjadinya pengantaran dengan tujuan yang berulang. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.5. dibawah ini.

Tabel 3.5. Tabel Role Pekerja

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

id_role int 11 Primary Key

rolemember varchar 128 id_kendaraan varchar 128 merk_mobil varchar 128 warna_mobil Varchar 128 harga_jual Int 128 is_active Int 11 6. Tabel Beban

Tebel beban berfungsi untuk menampung data-data pengeluaran operasional harian maupun bulanan pekerja, sehingga pemilik usaha dapat mengelola pengeluaran apa saja yang menjadi kebutuhan utama dan pengeluaran apa saja yang menjadi kebutuhan pendukung. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.6. dibawah ini.

Tabel 3.6. Tabel Beban

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

id_beban int 11 Primary Key

nama_beban varchar 128

role_beban int 11

(55)

7. Tabel Transaksi

Tebel transaksi berfungsi untuk menampung data-data setiap transaksi yang dikelompokkan dengan id_role baik transaksi dari operator penjualan maupun transaksi dari operator operasional. Setiap id transaksi dikategorikan dengan tanda status sebagai acuan id transaksi mana yang sudah selesai atau masih sedang di proses. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.7. dibawah ini.

Tabel 3.7. Tabel Transaksi

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

id_transaksi int 11 Primary Key

id_role int 11 Id_hari Int 11 tanggal_trx date tot_gal_kosong int 11 tot_gal_antar int 11 tot_gal_sisa int 11 tot_bruto int 11 tot_neto int 11 tot_neto2 int 11 tot_kredit int 11 tot_pelbayarbb int 11 tot_operasional int 11 status enum

8. Tabel Transaksi Detail

Tabel transaksi detail berfungsi untuk menampung data data detail dari setiap id dari tabel transaksi. Dalam tabel ini yang dikelompokkan

(56)

adalah data detail transaksi dari penjualan galon yang diantar kepada pelanggan yang berelasi dengan tabel pelanggan. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.8. dibawah ini.

Tabel 3.8. Tabel Transaksi Detail

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

id int 11 Primary Key

id_transaksi int 11 id_pelanggan int 11 id_role int 11 id_hari int 11 detgal_sblm int 11 detgal_kosong int 11 detgal_antar int 11 detgal_kredit int 11 last_update datetime

9. Tabel Transaksi Kredit Pelanggan

Tabel transaksi kredit pelanggan berfungsi untuk menampung data data detail pelanggan yang melakukan pembayaran atau pelunasan galon yang sebelumnya ber status hutang dari setiap id transaksi dari tabel transaksi. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.9. dibawah ini.

Tabel 3.9. Tabel Transaksi Kredit Pelanggan

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

Id int 11 Primary Key

(57)

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan id_pelanggan int 11 jlh_galkosong int 11 jlh_bayar int 11 tgl_bayar date id_role int 11 id_hari int 11 status enum last_update datetime

10. Tebel Transaksi Operasional

Tabel transaksi operasional berfungsi untuk menampung data data detail operasional yang dikeluarkan pekerja setiap harinya dari setiap id transaksi dari tabel transaksi. Tabel ini juga menampung data pengeluaran operasional dari operator operasional. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.10. dibawah ini.

Tabel 3.10. Tabel Transaksi Operasional

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

id int 11 Primary Key

id_transaksi int 11 id_beban int 11 id_peminjam int 11 jlh_beban int 11 tgl_beban date id_role int 11 last_update datetime

(58)

11. Tabel Transaksi Bayar Hutang Pekerja

Tabel transaksi bayar hutang pekerja berfungsi untuk menampung data data pekerja yang sudah melunaskan hutang bulanannya. Operator yang dapat mengelola tabel ini adalah operator operasional. Struktur tabel dapat dilihat pada tabel 3.11. dibawah ini.

Tabel 3.11. Tabel Transaksi Bayar Hutang Pekerja

Attribute / Fields Tipe Data Size Keterangan

id int 11 Primary Key

id_transaksi int 11 id_role Int 11 id_pekerja Int 11 tgl_bayar date jlh_bayar int 11 last_update datetime

3.6.5. User Interface (UI)

Perancangan User Interface (UI) pada penelitian ini bertujuan untuk menampilkan gambaran perancangan yang akan dirancang untuk menjadikan hasil akhir berupa aplikasi sistem manajemen pendataan air minum mineral isi ulang berbasis website. Berikut beberapa gambaran mockup atau konsep desain dasar dari aplikasi yang ingin dibangun.

(59)

1. Form Login

Form login merupakan halaman khusus bagi setiap user yang ingin masuk kedalam aplikasi.

Gambar 3.8. Form Login 2. Form Halaman Utama

Form halaman utama bertujuan untuk menampilkan halam pembuka bagi user yang baru login dan menampilkan menu-menu yang diberikan akses oleh admin.

(60)

3. Form Penjualan

Form penjualan bertujuan untuk halaman pekerja yang hendak membuat laporan harian mereka berdasarkan role yang sudah dibatasi dan ditetapkan oleh admin.

Gambar 3.10. Form Penjualan 4. Form Operasional

Form operasional bertujuan untuk halaman admin atau pengelola website atau pemilik usaha untuk mengontrol hasil penjualan yang sudah diselesaikan oleh pekerja di menu penjualan.

(61)

5. Form Pengaturan Operasional

Form pengaturan operasional bertujuan untuk halaman admin atau pengelola website atau pemilik usaha untuk mengelola kebutuhan usaha seperti penambahan pekerja, penambahan pelanggan, penambahan beban operasional dan penambahan inventaris barang.

Gambar 3.12. Form Pengaturan Operasional 6. Form Tambah Pekerja

Form tambah pekerja bertujuan untuk halaman admin atau pengelola website atau pemilik usaha untuk menambah, mengedit atau menghapus pekerja mereka.

(62)

7. Form Tambah Pelanggan

Form tambah pelanggan bertujuan untuk halaman admin atau pengelola website atau pemilik usaha untuk menambah, mengedit atau menghapus pelanggan mereka. Modul halaman ini juga ditampilkan di halaman penjualan pada saat pekerja ingin menambahkan pelanggan baru mereka dengan klasifikasi yang sudah ditetapkan oleh admin.

Gambar 3.14. Form Tambah Pelanggan 8. Form Tambah Beban Operasional

Form tambah beban operasional bertujuan untuk halaman admin atau pengelola website atau pemilik usaha untuk menambah, mengedit atau menghapus beban yang dibutuhkan oleh pekerja maupun beban yang dikeluarkan oleh pemilik usaha sendiri. Modul halaman ini juga ditampilkan di halaman penjualan pada saat pekerja ingin menambahkan beban yang belum dikelompokkan oleh admin dengan klasifikasi yang sudah ditetapkan oleh admin.

(63)

Gambar 3.15. Form Tambah Beban Operasional 9. Form Inventaris Barang

Form inventaris barang adalah halaman kontrol bagi admin atau pengelola website atau pemilik usaha untuk mengelola jumlah galon yang mereka miliki, baik jumlah galon masuk maupun jumlah galon yang keluar (rusak atau pecah).

(64)

3.7. Metode Pengujian Sistem

Metode pengujian sistem pada aplikasi pendataan air minum mineral isi ulang ini adalah dengan menggunakan metode blackbox testing. Tujuan dilakukannya pengujian adalah untuk memastikan apakah setiap fitur ataupun setiap modul telah bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Bentuk pengujian sistem dengan metode blackbox testing nantinya akan ditampilkan dalam format tabel sebagai berikut :

Tabel 3.12 Pengujian Sistem Metode Blackbox Testing

No Fungsional Sistem Hal Pengujian Hasil

1 Fungsional 1 1. Hal Pengujian 1 2. Hal Pengujian 2

Bekerja/Tidak Bekerja Bekerja

2 Fungsional 2 1. Hal Pengujian 1 2. Hal Pengujian 2

Bekerja/Tidak Bekerja Bekerja

3 Fungsional 3 1. Hal Pengujian 1 2. Hal Pengujian 2

Bekerja/Tidak Bekerja Bekerja

Referensi Bab dapat dilihat pada BAB II Tinjauan Pustaka poin 2.4.

3.8. Tampilan Format Laporan

Berikut format laporan yang akan menjadi output dari aplikasi pendataan air minum mineral isi ulang berbasis web yang diantaranya seperti tabel laporan pendapatan dan operasional penjualan yang menampilkan seluruh laporan penjualan berdasarkan unit role pekerja yang menampilkan jumlah galon yang mereka antar, jumlah pengeluaran operasional mereka serta jumlah pendapatan bersih yang mereka setor kepada pemilik usaha. Contoh format laporan penjualan dan operasional pekerja dapat dilihat pada tabel 3.14. dibawah ini.

(65)

Tabel 3.13. Laporan Penjualan Harian / Range Harian Berdasarkan Role Pekerja

No Role

Pekerja Tanggal Galon

Pelanggan BB Operasional Pendapatan Kotor Pendapatan Bersih 1 2 3 4 5 6 7 8 1 HYDRO 06 Mei 2020 164 120.000 160.000 984.000 704.000 2 NAFI 06 Mei 2020 225 170.000 160.000 1.125.000 795.000 3 O2 06 Mei 2020 197 140.000 500.000 1.182.000 542.000 4 5 TOTAL 430.000 820.000 3.291.000 2.041.000

Adapun admin atau operator operasional atau pemilik usaha dapat melihat laporan yang menampilkan seluruh jumlah operasional baik yang dikeluarkan oleh operator operasional penjualan, pemilik usaha atau yang sudah pasti kepada operator penjualan yang pekerja butuhkan untuk operasional penjualan harian mereka. Contoh format tabel laporan beban operasional dapat dilihat pada tabel 3.14. dibawah ini.

Tabel 3.14. Laporan Pengeluaran Beban Harian / Range Harian Berdasarkan Role No Pengeluaran Beban Operasional Jumlah

1 2 3 1 Minyak Mobil 80.000 2 Uang Makan 60.000 3 Tempel Ban 25.000 4 Pinjaman Pekerja 500.000 TOTAL 665.000

(66)

55 4.1. Hasil Rancangan Sistem

Pada bab ini akan membahas pengujian berdasarkan hasil perancangan dari sistem yang telah dibuat. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan kinerja dari sistem dan untuk mengetahui apakah rangkaian sistem aplikasi sudah berjalan optimal seperti yang sudah direncanakan.

4.2. Tampilan Sistem Informasi

Tampilan sistem informasi ini di sajikan berdasarkan dari sisi pengguna. User yang menggunakan aplikasi ini dibagi menjadi 2 jenis user, yaitu user admin atau operator operasional dan user pekerja atau operator penjualan yang tampilan sistem informasinya sebagai berikut.

1. Tampilan sistem Admin / Operator Operasional a. Form Login

Form login berfungsi sebagai akses masuk setiap user atau pengguna aplikasi untuk masuk ke dalam sistem. user yang dapat login hanya user yang sudah di daftarkan akunnya oleh admin. Tampilan form login dapat dilihat pada gambar 4.1. di bawah ini.

(67)

Gambar 4.1. Form Login

b. Form Menu Utama

Form menu utama akan tampil setelah akses login berhasil dilakukan, pada form ini hanya berisi berupa gambaran yang menjadi identitas aplikasi beserta tampilan menu menu yang dapat digunakan untuk pengolahan data dan sebagainya. Tampilan form menu utama dapat dilihat pada gambar 4.2. di bawah ini.

(68)

c. Form Manajemen Website Profile

Form managemen website profile berfungsi untuk mengkonfigurasi nama beserta identitas aplikasi apabila nantinya dibutuhkan perubahan identitas oleh pemilik. Tampilan form menajemen website profile dapat dilihat pada gambar 4.3. di bawah ini.

Gambar 4.3. Form Manajemen Website Profile

d. Form Manajemen User atau Pengguna

Form manajemen user berfungsi sebagai pengelolaan user yang menggunakan aplikasi. Admin default dapat membuat user akun baru baik level usernya sebagai admin maupun user atau operator. Tampilan form manajemen user atau pengguna dapat dilihat pada gambar 4.4. di bawah ini.

Gambar

Gambar 2.1. Tampilan Utama Basis Data XAMPP
Gambar 2.3. PHP 7
Diagram  untuk  menggambarkan  model  Entitiy-Relationship  ini  disebut  Entitiy  Relationship diagram, ER diagram, atau ERD
Gambar 2.9. Contoh atribut suatu entitas
+7

Referensi

Dokumen terkait

Maksud tujuan untuk menunjang kebutuhan tersebut, maka dikembangkan perangkat- perangkat Natural Language Processing (NLP), salah satunya adalah POS Tagger. POS

merupakan suara atau bunyi yang dihasilkan dari suatu benda. Berikut contoh dokumentasi yang digunakan untuk audio. Game Objek adalah kontainer untuk.. semua komponen

Sementara itu, pembiayaan investasi masyarakat antara lain berasal dari kredit perbankan, pasar modal, belanja modal BUMN dan swasta, realisasi investasi langsung serta aliran

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap kualitas pelayanan pada Hotel Merpati di Pontianak. Metode penelitian

perbandingan antara solusi numerik menggunakan jaringan fungsi radial basis dan menggunakan OHAM, diperoleh kesimpulan bahwa solusi numerik dari OHAM dengan perhitungan sampai orde

Keterbatasan analisis data sekunder dari analisis hasil Riskesdas 2007, adalah tidak bisa menilai secara optimal semua faktor risiko terhadap status kekebalan

Nilai tahanan jenis yang tercatat yang merupakan hasil pengukuran menggunakan alat geolistrik tahanan jenis dapat diproses lebih lanjut untuk menghasilkan sebuah gambaran