• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLA KALIMAT PERINTAH DALAM BAHASA ANGKOLA MANDAILING

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "POLA KALIMAT PERINTAH DALAM BAHASA ANGKOLA MANDAILING"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

POLA KALIMAT PERINTAH DALAM BAHASA

ANGKOLA MANDAILING

KARYA ILMIAH DIKERJAKAN O L E H DRS. IRWAN NIP. 131 925 646

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS SASTRA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini.

Karya ilmiah ini diberi judul Pola Kalimat Perintah Dalam Bahasa Angkola Mandailing. Dalam menyusun Karya Ilmiah ini penulis banyak mengalami kesuitan-kesulitan, namun berkat bantuan dari semua pihak, akhirnya dapat diselesaikan juga.

Akhirnya penulis mengharapkan kritik-kritik dan saran demi penyempurnaan Karya Ilmiah ini.

Medan, Januari 2009

Penulis,

D r s. IRWAN NIP. 131 925 646

(3)

BAB I PENDAHULUAN

Di daerah-daerah yang mempunyai bahasa sendiri yang dipelihara oleh rakyatnya dengan baik-baik (misalnya bahasa Jawa, Sunda, Madura dan sebagainya) bahasa-bahasa itu akan dihormati dan dipelihara juga oleh negara.

Bahasa-bahasa itupun merupakan sebagian dari kebudayaan Indonesia yang hidup. Penjelasan Undang-undang Dasar Republik Indonesia 1945 pasal 36 di atas sungguh mengingatkan kita tentang satu lambang kebanggaan daerah dan lambang identitas daerah yang perlu dikembangkan, karena hal tersebut adalah salah satu unsur kebudayaan Indonesia yang hidup.

Bahasa daerah di samping unsur budaya seperti yang disebutkan di atas, juga penting untuk memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara, yang dimiliki semua masyarakat Indonesia, lebih menantikan kehadiran perbendaharaan kata, dari bahasa-bahasa daerah daripada dari bahasa asing, oleh karena itu pengiventarisasian dan penelitian-penelitian bahasa-bahasa daerah yang ada di nusantara sangat diperlukan.

Bahasa Angkola/Mandailing adalah salah satu bahasa yang ada di nusantara Bahasa Angkola/Mandailing merupakan bahasa penghubung. Pemakainya hampir di seluruh lapisan masyarakat seperti : pengetua-pengetua adat, pedagang, pengusaha, bahkan dalam dunia pendidikanpun bahasa Angkola/Mandailing ini masih dipergunakan sebagai bahasa pengantar sampai

(4)

Mengingat di atas maka penulis pada kesempatan ini ingin mencoba menganalisis Pola Kalimat Perintah Dalam Bahasa Angkola Mandailing.

(5)

BAB II

POLA KALIMAT PERINTAH DALAM BAHASA MANDAILING

2.1. Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang memerintah sesuatu dengan mengharapkan tanggapan berupa tindakan (Sibarani, 1997 : 124). Berdasarkan fungsinya dalam hubungan situasi kalimat perintah mengharapkan tanggapan yang berupa tindakan dari orang yang diajak bicara.

Apabila kita menyelidiki kalimat dari salah bahasa, maka dengan segera kita dapat membeda-bedakan skema-skema atau type-type tertentu artinya kalimat-kalimat itu dibangun menurut pola-pola tatap dan tertentu. Pola-pola yang semacam itu termasuk kepunyaan kolektif. Satu masyarakat yang sama bahasanya.

2.1.1. Ciri-Ciri Kalimat Perintah

Kalimat perintah dalam bahasa Indonesia dapat dikenal dalam penggunaannya antara lain dengan :

1. Pemakaian bentuk tata bahasa yang khusus yaitu bentuk yang tidak memakai alawan /me-/.

2. Pemakaian bentuk partikel /lah-/.

3. Berdasarkan ciri formalnya kalimat ini memiliki pola intonasi kalimat berita dan ditandai dengan tanda/!/.

(6)

Dalam bahasa Mandailing kalimat perintah sangat produktif dalam penggunaannya misalnya : 1. Juguk ma! Duduklah! 2. Pamatao ma! Perhatikanlah! 3. Oban pangkur i!

Bawa cangkul itu! 4. I sadu ma ho!

Dinasalah kalian! 5. Kehe ma homu!

Pergilah kalian! 6. Buat jolo surat i!

Ambilkan dulu surat itu! 7. Inum ma tes i!

Minumlah teh itu! 8. Pio omak mu!

Panggil ibu kau! 9. Angkat meja i!

Angkat meja itu! 10. mausk homu tu bagas!

(7)

11. Mulak ma homu! Pulanglah kalian! 12. Ayak ma hambing i!

Usirlah kambing itu! 13. Ambungkon osar i!

Buang sampah itu!

14. Tu sada ma jo santongkin! Kemarilah kau sebentar! 15. Tutup pintu i!

Tutup pintu itu!

Ada beberapa ciri-ciri kalimat perintah pada bahasa Mandailing yaitu :

1. Pemakaian bentuk tata bahasa yang khusus yaitu bentuk yang memakai awalan/mar-/

2. Lebih banyak menggunakan partikel/-ma/

3. Berdasarkan ciri formalnya kalimat ini dalam penulisannya ditandai dengan tanda/!/

2.2. Pola Kalimat Perintah a. Kalimat perintah suruhan. b. Kalimat perintah larangan. c. Kalimat perintah nasehat. d. Kalimat perintah ajakan.

(8)

g. Kalimat perintah bujukan. h. Kalimat perintah permintaan. i. Kalimat perintah desakan.

2.3. Pola Kalimat Perintah Suruhan

Struktur pola kalimat perintah suruhan dalam bahasa Mandailing berpola seperti di bawah ini :

1. Tu son jol ho! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Kemarilah kau dulu!”

2. Juguk ho! ison! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) (Kel.T) “Duduk kau disini!”

3. Buat pingan i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Ambil piring itu!”

4. Kehe ho!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Pergi kau!”

5. Oban indahan i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Antar nasi itu!”

(9)

6. Ambungkon osar i!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Buang sampah itu!”

7. Ayah hambing i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Usir kambing itu!”

8. Pasimpu hepeng i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Simpang uang itu!”

9. Basu pinggan i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Cuci piring itu!”

10. Masuk ho tu bagas!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) (Keterangan.T) “Masuk kau ke rumah!”

11. Maridi homu i aek! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) (Ket. T) “Mandi kau di sungai!”

12. Modom homu ipas! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (F.Adj) “Tidur kamu cepat!”

(10)

13. Gosok ipon ho! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O(Frase Nominal) “Gosok gigi kau!”

14.. Inum tesi!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Minum air itu!”

15. Pio Omak ho! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O(Frase Nominal) “Panggil mamamu!”

16. Ramban anjing i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal)

“Lempar anjing itu!”

17. Ipas homu mulak! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O(Frase Verbal) “Cepat kamu pulang!”

Berdasarkan contoh di atas, maka pola kalimat perintah suruhan yaitu : P + S = (O), (Keterangan)

2.2.2. Pola kalimat perintah Permintaan

Dalam bahasa Mandailing kalimat permintaan ini untuk memberikan bentuk lebih lunak atau lebih hormat dan halus. Struktur kalimat permintaan dalam bahasa Mandailing memiliki pola seperti ini,

(11)

Contoh :

1. Dison jolo homu satongkin! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Kemari kamu sebentar!”

2. Pangan parjolo indahan homu!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O(Frase Nominal) “Makan dulu nasi kamu!”

3. Jalakin ma kunci i lemari! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Carilakanlah kunci ini kepadany!”

4. Lehen ma pangkur on tu sia!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O(Frase Nominal) “Berikanlah cangkul ini kepadanya!”

5. Roma ho tu bagasku! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Datanglah kau ke rumahku!”

6. Maradian ma homu satongkin! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket

“Beristirahatlah kamu sebentar!”

7. Inum ma susu on saotik! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Minumlah susu ini sedikit!”

(12)

8. Tubasi ma buku i i parjagalan! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Belilah buku itu di toko!”

9. Pataru ma ia tu bagas ni ompung! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Antarlah dia ke rumah nenek!”

10. Patas ma duhut i sabat! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket

“Bersihkanlah rumput itu di bawah!”

Berdasarkan contoh di atas, maka pola kalimat perintah permintaan yaitu : P + S + (O), (Keterangan)

2.2.3. Pola Kalimat Perintah Larangan

Kalimat perintah larangan dalam bahasa Mandailing memiliki struktur pola kalimat yang berpola seperti di bawah ini :

1. Ulangan membaca buku P (Frase Verbal) S (Frase Nominal)

“Jangan kau bacan buku itu!”

2. Ulang kehe sasada ho!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) (O (Frase Nominal) “Jangan kau pergi sendiri!”

3. Ulangi baen mancit Roha ni alak!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal)

(13)

4. Ulang I oban mulak eme i!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Jangan menyakiti hati orang!”

5. Ulang ma kehe ho tu harangan! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket

“Jangan pergi kau ke hutan!”

6. Ulangan dokon songoni! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Jangan bicara begitu!”

7. Ulangan pamogo ho bajungkit! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Verbal) “Cepat kamu pulang!”

8. Ulang kayok manuk i!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Jangan potong ayan itu!!”

9. Ulangan ma manghina hami ho! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Verbal) “Jangan menghina kami!”

10. Ulang ho gadis tano on!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Jangan kau jual tanah itu!”

(14)

11. Ulang maridi ho i aek! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Verbal) “Jangan mandi kau di sungai!”

Berdasarkan contoh di atas maka pola kalimat perintah larangan yaitu : Ulang + P + S (O), (Ket)

2.2.4. Pola Kalimat Perintah Nasihat

Kalimat perintah nasihat ini biasanya mengandung isi yang baik dan benar menurut etika atau norma budaya dalam masyarakat pemakai bahasa Mandailing sehingga nasihat itu dilaksanakan.

Kalimat perintah nasihat dalam bahasa Mandailing memiliki struktur kalimat yang berpola seperti dibawah ini, yaitu :

1. Denggan-denggan ma Ho itano doli! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket

“Baik-baiklah kau di tanah rantau!”

2. Marsiarjar ma Ho na ringgas! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Adj)

“Rajinlah kau belajar!”

3. Tolongma orangtuamu karejo! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Bantulah orangtuamu bekerja!”

4. Pature ma tanaoman i denggan! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Adj) “Rajinlah kau belajar!”

(15)

5. Tangionma poda ni orang tua! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Nominal) “Dengarlah nasihat orang tua!”

6. Marsiajarma Ho anso pintar! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Adj) “Belajarlah kamu supaya pintar!”

7. Jagoma anggimu i bagas! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Jagalah adikmudi rumah!”

8. Jago-jagoma Ho tu sia! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Hati-hatilah kau padanya!”

Berdasarkan contoh di atas aka pola kalimat perintah nasihat yaitu : P + S (O), (Ket)

2.2.5. Pola Kalimat Perintah Ajakan

Kalimat ajakan dalam bahasa Mandailing berdasarkan fungsinya dalam hubungan situasi juga mengharapkan suatu tanggapan yang berupa tindakan, hanya perbedaannya tindakan itu disini bukan hanya dilakukan oleh orang yang berbicara atau penuturnya.

(16)

Kalimat perintah ajakan dalam bahasa Mandailing mempunyai struktur kalimat yang berpola, yaitu :

1. Ketabo marsiajar tu perpustakaan!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Marilah belajar ke perpustakaan!”

2. Merangkat hita saunari! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket

“Ayo kita berangkat sekarang!”

3. Are ita buat mangga i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Ayo kita ambil mangga itu!”

4. Ketabo hita juguk i jolo! P (Frase Verbal) Ket “Marilah kita duduk di depan!”

Berdasarkan kalimat di atas maka pola kalimat perintah ajakan : 1. P + S (O), (Ket)

2. Are + P (O) 3. Ketabo + P (Ket)

2.2.6. Pola Kalimat Perintah Pertimbangan

Kalimat perintah pertimbangan adalah kalimat perintah yang digunakan untuk memberikan pertimbangan kepada pesapa untuk melakukan sesuatu. Dalam bahasa Mandailing kalimat perintah pertimbangan memiliki struktur kalimat yang berpola seperti di bawah ini:

(17)

1. Dokkon ma tu sia!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Katakan saja padanya!”

2. Gotap ma on! P (Frase Verbal) Ket “Potong saja ini!”

3. Itanom ma on! P (Frase Verbal) Ket “Ditanam saja ini!”

4. Pangan ma keu on! P (Frase Verbal) Ket “Makanlah kue ini!”

5. Kehe ma ho parjolo! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Pergilah kau dahulu!”

6. Buat ma on! P (Frase Verbal) Ket “Ambillah ini!”

7. Umma ma ia!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Ciumlah dia!”

(18)

8. Modom ma ho! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Tidulah kau!”

9. Oban ma ia! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Bawalah dia!”

10. Jagalma tano i! P (Frase Verbal) Ket “Juallah tanah itu!”

11. Dotma ho tu sodum! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Ikutlah kau kesana!”

12. Jagukma ison! P (Frase Verbal) Ket “Duduklah kau ke sana!”

13. Tangkapma manuk! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Tangkaplah ayam itu!”

14. Liginma anggimi! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Lihatlah adikmu!”

(19)

15. Ayakma hambing i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Usir kambing itu!”

16. Roma tu sodum! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Datanglah kesana!”

17. Marsiajar ho! i sodum! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Belajar kau disana!”

Berdasarkan contoh di atas maka pola kalimat perintah pertimbangan yaitu S = P (O), (Ket

2.2.7. Pola Kalimat Perintah Paksaan

Dalam bahasa Mandailing kalimat perintah paksaan memiliki struktur kalimat.

1. Angkon paiaskan ho saba i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Harus kau bersihkan sawah itu!”

2. Angkon ioban do pangaon tu si! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket “Harus kau bawa makanan ke situ!”

(20)

3. Angkon namanga do ho! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Engkau harus makan!”

4. Angkon naipasang ho do lilin i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Nominal) “Engkau harus pasang lilin itu!”

5. Angkon naibuat homu do hepeng!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Nominal) “Kalian harus ambil uang itu!”

6. Angkon i tulis ho do surat i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Nominal) “Harus kau tulis surat itu!”

7. Angkon naipalap ho do tu sodum! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket

“Harus kau jemput ke sana!”

8. Angkon naipake ho do sipatu i! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Nominal) “Duduklah kau ke sana!”

9. Angkon na kehe do sonnari i homu! P (Frase Verbal) Ket

(21)

10. Angkon na mangoban eme i homu! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal) S (Frase Nominal) “Kamu harus membawa padi itu!”

11. Angkon igotap ho obukni!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) O (Frase Nominal) “Harus kau potong rambutmu!”

12. Angkon masianjar homu! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal)

“Kalian harus berlajar!”

13. Angkon juguk i son hita! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal)

“Harus kau potong rambutmu!”

14. Angkon na i gadis ho do bagas on! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket

“Engkau harus jual rumah itu!”

15. Angkon na masuk sikolah ho!

P (Frase Verbal) O (Frase Nominal) S (Frase Nominal) “Kau harus masuk sekolah!”

Berdasarkan contoh di atas, maka pola kalimat perintah paksaan, yaitu : P + S (O), (Ket)

(22)

2.2.8. Pola Kalimat Perintah Harapan

Penyapa dalam hal ini meyakinkan pesapa agar mau melakukan tindakan sesuai dengan dinyatakannya dalam kalimat perintahnya dan dia mengharapkan bahwa pesapa akan melakukan tindakan itu.

Dalam bahasa Mandailing kalimat perintah memiliki struktur yang berpola seperti dibawah ini:

1. Kehe i bagas on ma hamu jolo, da! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal)

“Dirumahlah kamu dulu ya!”

2. Harjo on cagot da! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal)

“Kerjakan itu besok ya!”

3. Ambungkon osar i, da! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal)

“Buang sampah itu!”

4. Ligin ma anggaimi! Satongkin, da1 P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket

“Lihat adikmu sebentar!”

5. Marlajat ma hamu! Cogot, da P (Frase Verbal) O (Frase Nominal) Ket

(23)

6. Paipas ma pinggan! i, da! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket

“Bersihkan piring itu, ya!”

7. Kehe ma hamu! cogot, da! P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) Ket

“Pergilah kamu besok, ya!”

8. Mulak ma hamu! Sonnari, da! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal) Ket

“Pulanglah kamu sekarang, ya!”

9. Manganama indahan! i, ida! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal) Ket

“Makanlah nasi itu, ya!”

10. Oban ma pangkur! Tu saba, da! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal) Ket

“Bawalah cangkul itu ke sawah, ya!”

Berdasarkan contoh di atas, maka pola kalimat perintah harapan, yaitu : 1. P + S + da

2. P + S + da + (Ket), (O)

2.2.9. Pola Kalimat Perintah Bujukan

Kalimat perintah bujukan ini biasanya diperuntukkan anak kecil supaya pesapa mau melakukan sesuatu yang disuruh oleh penyapa.

(24)

1. Marmayam ma dohot anggimi! i sodum P (Frase Verbal) O (Frase Nominal) Ket

“Bermainlah dengan adikmu di sana!”

2. Mangan jolo indahan i da! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal) Ket

“Makan dulu nasi itu, yat!”

3. Modom homu! Sonnari, da! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal) Ket

“Tidur kamu sekarang!”

4. Marsikola hamu! Cogot, da! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal) Ket

“Sekolah kamu besok, ya!”

5. Inum jolo susu on, da! P (Frase Verbal) O (Frase Nominal)

“Minum dulu susu itu, ya!”

Berdasarkan contoh di atas, maka pola kalimat perintah bujukan, yaitu P + S + (O), (Ket)

2.2.10. Pola Kalimat Perintah Desakan

Kalimat perintah desakan ini biasanya digunakan jika penyapa ingin mendesak pesapa untuk melakukan tindakan sesuai dengan isi kalimat perintahnya.

Dalam bahasa Mandailing, kalimat perintah desakan memiliki struktur seperti di bawah ini :

(25)

1. Dokhon ma tu sia!

P (Frase Verbal) S (Frase Nominal) “Katakanlah padanya!” 2. Pa ipas ma! P (Frase Verbal) “Cepalath” 3. Maridi ma! P (Frase Verbal) “Mandilah” 4. Paurot ma! P (Frase Verbal) “Usirlah” 5. Ligin ma! P (Frase Verbal) “Lihatlah” 6. Jalakin ma! P (Frase Verbal) “Cepatlah” 7. Kehe ma! P (Frase Verbal) “Pergilah”

(26)

8. Jaguk ma! P (Frase Verbal) “Duduklah” 9. Gadis ma! P (Frase Verbal) “Juallah” 10. Lojong ma! P (Frase Verbal) “Larilah”

Berdasarkan contoh di atas, maka pola kalimat perintah desakan, yaitu : P + ma

(27)

BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1. Kesimpulan

1. Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa lambang suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

2. Bahasa selalu berubah sesuai dengan perkembangan dan pengaruh yang didapatnya dari lingkungan bahasa. Perubahan terjadi karena adanya interelasi berbagai macam keperluan dan sistem hubungan yang makin terbuka dan mudah antara satu dengan yang lain.

3. Pada umumnya pola kalimat perintah bahasa Mandailing memiliki kesamaan bentuk yaitu predikat mendahulukan subjek.

a. Kalimat perintah suruhan Tu so jolo homu

P = tu son jolo S = homu “kemarilah kau”

b. Kalimat perintah permintaan Pangan parjolo indahanmu! P = pangan parjolo

O = indahanmu

(28)

c. Kalimat perintah larangan Ulangan ho mambaca buku i! P = ulang ho mambaca O = buku i

“Jangan kau membaca buku itu!” d. Kalimat perintah nasehat

Marsiajar ma homu anso pintar! P = marsiajar ma

S = homu

Ket = anso pintar

“Belajarlah kamu supaya pintar!” e. Kalimat perintah ajakan

Kotabo juguk i jolo! P = ketabo juguk Ket = ijolo

“Marilah duduk di depan!” f. Kalimat perintah pertimbangan

Dokon ma tu sia! P = dokon ma S = tu sia

“Katakanlah kepadanya!” g. Kalimat perintah paksaan

(29)

P = angkon paiaskon S = homu

Keterangan = saba i

“Harus kau bersihkan sawah itu!” h. Kalimat perintah harapan

Harjo on cogot da! P = harjo on

Keterangan = cogot da “Kerjakan besok ya!” i. Kalimat perintah bujukan

Marmayam ma dohot anggimu, da! P = marmayam ma

S = anggimu, da

“Bermainlah dengan adikmu, ya!” j. Kalimat perintah desakan

Ligin ma! P = ligin ma “Lihatlah!”

4. Ciri-ciri dalam bahasa Mandailing :

1. Pemakaian bentuk yang tidak memakai awalan yaitu bentuk yang memakai awalan/mar-/

(30)

3. Berdasarkan ciri formalnya kalimat ini dalam penulisannya ditandai dengan tanda (!)

5. Kalimat perintah adalah kalimat suruh atau kalimat yang memerintahkan sesuatu dengan menggunakan intonasi walaupun hanya terdapat salah satu unsur kalimat dan mengharapkan tanggapan berupa tindakan.

Ada beberapa jenis kalimat perintah yang terdapat dalam bahasa Mandailing : a. Kalimat perintah suruhan

Tu son jolo homu

b. Kalimat perintah permintaan Pangan parjolo indahanmu! c. Kalimat perintah larangan

Ulang ho mambaca buku i! d. Kalimat perintah nasehat

Denggan-denggan ma ho i tano doli! e. Kalimat perintah ajakan

Are merangkat hita sonari! f. Kalimat perintah pertimbangan

Dokon ma tu sia!

g. Kalimat perintah paksaan Homu angkon paiaskon sahab i!

h. Kalimat perintah harapan I bagus son homu jolo!

(31)

i. Kalimat perintah bujukan Basa jo pinggan i!

j. Kalimat perintah desakan Paias ma!

6. Tiap-tiap kata atau frase dalam kalimat termasuk kategori tertentu, misalnya terdapat kategori nominal, verbal, akjektival, dan adverbia. Untuk kategori frase dibedakan frase nominal, frase verbal, frase adjektival dan frase preposisi.

7. Fungsi kalimat perintah yang dipakai pada bahasa Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal yaitu sebagai penyampaian maksud suruhan untuk memperoleh tanggapan dari orang yang disapa.

3.2. Saran

1. Melihat pentingnya kedudukan dan fungsi bahasa daerah di Indonesia kiranya pada ahli bahasa perhatian lebih terhadap lembaga pendidikan yang memiliki tujuan sebagai cikap bakal pengembangan bahasa, khususnya bahasa daerah. 2. Rasa cinta terhadap bahasa ibu (mother language) baik oleh penutur asli atau

bukan, perlu hendaknya diberikan dukungan agar terwujudnya pelestarian dan kemurnian bahasa yang menjadi aset bangsa.

3. Perlu kiranya penyatuan pendapat dari beberapa teori-teori kebahasaan oleh para limuan yang berbeda-beda tentang linguistik dan ketatabahasaan.

4. Penelitian terhadap bahasa daerah (bahasa Mandailing) ini, khususnya mengenai kalimat perintah dapat menjadi satu langkah awal yang baik bagi

(32)

5. Semoga Karya Ilmiah ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya mahasiswa-mahasiswa yang ada di jurusan Sastra Derah Fakultas Sastra.

(33)

DAFTAR PUSTAKA

Anwarsyah, 1993. Dasar-Dasar Metode Penelitian, Medan, IKIP Arikunto, Suharisimi, 1996. Prosedur Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta

Badudu, J. S, 1984. Inilah Bahasa Indonesia Yang Benar, Jakarta : PT. Gramedia Chaer, Andul, 1994, Linguistik Umum, Jakarta : Rineka Cipta

Darjowidjojo, Soejono, 1987. Linguistik Teori dan Terapan, Jakarta : Arcan. Fokker, A. A, 1980. Pengantar Sintaksis Indonesia, Jakarta : Pranadya

Paramitha.

Keraf, Gorys, 1984. Tata Bahasa Indonesia, Jakarta : Nusah Indah

Kridalaksana, Harimurti, 1986. Kelas Kota Dalam Bahasa Indonesia, Jakarta : Gramedia Pustaka Umum.

Narbuko, Cholid, 1997. Metode Penelitian, Jakarta : Bumi Aksara

Parera, Jos, Daniel, 1983. Pengantar Linguistik Umum, Seri A, Jakarta : Nusa Indah.

Samsuri, 1982, Analisis Bahasa, Jakarta : Airlangga Sibarani, Robert, 1997. Leksikografi, Medan : USU Press

Sibarani, Robert. 1997. Sintaksis Bahasa Batak Toba, Medan : USU Press Surakhmad, Winarno, 1994. Pengantar Penelitian Ilmiah, Bandung : Tarsito. Tarigan Henry Guntur, 1984. Pengajar Kosa Kata, Bandung : Angksa Tarigan Henry Guntur, 1985. Prinsip Dasar Sintaksis, Bandung : Angksa

Tim Penyusun Kamus, 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka.

Verhaar, J.W.N, 1997. Pengantar Linguistik, Jilid I, Gajah Mada University Press : Jogyakarta.

(34)

Yudi, Cahyono, Bambang, 1995. Kristal-Kristal Ilmu Bahasa, Surabaya : Arilangga University Press.

(35)

DATA INFORMAN

Nama : Asmara Dalimunte Umur : 60 tahun

Agama : Islam

Pekerjaan : Kepala Desa Hutapungkut Alamat : Desa Hutapungkut Julu

Nama : Amsil Matondang Umur : 56 tahun

Agama : Islam Pekerjaan : Petani

Alamat : Desa Hutapungkut Julu

Nama : Suntut Lubis Umur : 60 tahun Agama : Islam

Pekerjaan : Kepala Sekolah

(36)

DAFTAR INFORMAN

Nama : Nalim Lubis Umur : 80 tahun Agama : Islam

Pekerjaan : Petani (Ketua Adat) Alamat : Desa Hutapungkut Julu

Nama : Partomuan Hamonangan Lubis Umur : 27 tahun

Agama : Islam Pekerjaan : Petani

Alamat : Desa Hutapungkut Julu

Nama : Suryani Matondan Umur : 17 tahun

Agama : Islam

Pekerjaan : SMUN 1 Kotanopan Alamat : Desa Hutapungkut Julu

(37)

Lampiran

DATA PENELITIAN

1. Kalimat Perintah Suruhan

™ Tu son jolo ho! “Kamrilah kau!” ™ Juguk ho dison! “Duduk kau disini!” ™ Buat pinggan it! “Ambil piring itu!” ™ Kehe ho! “Pergi kau!” ™ Oban indahan i! “ Bawa nasi itu!” ™ Ambungkon Osar i! “Buang sampah itu!” ™ Ayak hambeng i! “Usir kambing itu!”

™ Pasimpu hepeng i! “Simpanan uang itu!” ™ Basu pinggan i! “Cuci piring itu!”

™ Masuk ho tu bagas! “Masuk kau ke rumah!” ™ Maridi homu i aek! “Tidur kalian cepat!” ™ Modum homu copat! “Gosok gigimu!”

™ Gosok iponmu! “Minum teh ini!” ™ Inum tes i! “Minum teh ini!” ™ Poin ayahmu! “Panggil ayahmu!” ™ Sapu pakarangan i! “Sapu halaman itu!” ™ Remban anjing i! “Lempar anjing itu!”

(38)

2. Kalimat Perintah Permintaan

™ Dison jolo homu satongkin! “Disini dulu engkau sebentar!” ™ Pangan parjolo indahanmu! “Makan dulu nasimu!”

™ Modom ma homu satongkin! “Tidurlah kamu sebentar!” ™ Pakai jolo sipatu i! “Pakai dulu sepatu itu!” ™ Jalakin jolo kunci i lemari! “Carikanlah cangkul ini

kepadanya!”

™ Lehenma pangkur on tu sia! “Berikanlah cangkul ini

kepadanya!”

™ Ro ma tu bagasku! “Datanglah ke rumahku!”

™ Maradian ma homu sangokin! “Beristirahatlah kamu sebentar!” ™ Pinjamkon ma hepeng i tu ahu! “Pinjamkanlah uang itu padaku!” ™ Tabusima buku i iparjagalan! “Belilah buku itu di toko!”

™ Pataruma ia tu bagas ni ompung i! “Antarkanlah dia ke rumah nenek!”

™ Paias ma duhut i saba! “Bersihkanlah rumput dibawah!”

3. Kalimat Perintah Larangan

™ Ulang ho mambaca bukui! “Jangan kau membaca buku itu” ™ Ulangan kehe sasada ho! “Jangan kau pergi sendirian!” ™ Ulang ioban mulak eme i! “Jangan dibawa pulang padi itu!” ™ Ulangmakehe ho tu harangan! “Jangan kau pergi ke hutan!” ™ Ulang dokon songon i! “Jangan kau berkata begitu!”

(39)

Lampiran

DATA PENELITIAN

1. Kalimat Perintah Suruhan

™ Tu son jolo ho! “Kemarilah kau!” ™ Juguk ho dison! “Duduk kau disini!” ™ Buat pinggan i! “Ambil piring itu!” ™ Kehe ho! “Pergi kau!” ™ Oban indahan i! “Bawa nasi itu!” ™ Ambungkon osar i! “Buang sampah itu!” ™ Ayak hambeng i! “Usir kambing itu!” ™ Pasimpu hepeng i! “Simpan uang itu!” ™ Basu pinggan i! “Masuk kau ke rumah!” ™ Masuk ho tu bagas! “Mandi kamu di sungai!” ™ Maridi homu i aek! “Tidur kalian cepat!” ™ Modum homu copat! “Gosok gigimu!”

™ Inum tes i! “Minum teh ini!” ™ Poin ayahmu! “Panggil ayahmu! ™ Sapu pekarangan i! “Sapu halaman itu!” ™ Remban anjing i! “Lempar anjing itu!”

(40)

2. Kalimat Perintah Permintaan

™ Dison jolo homu satongkin! “Disini dulu engkau sebentar!” ™ Pangan parjolo indahanmu! “Makan dulu nasimu!”

™ Modom ma homu satongkin! “Tidurlah kamu sebentar!” ™ Pakai jolo sipatu i! “pakai dulu sepatu itu!”

™ Jalakin jolo kunci i lemari! “Carikan dulu kunci di lemari!” ™ Lehenma pangkur on tu sia! “Berikanlah cangkul ini kepadany” ™ Ro ma tu bagasku! “Datanglah ke rumahku!”

™ Maradian ma homu satongkin! “Beristirahatlah kamu sebentar!” ™ Pinjamkon ma hepeng i tu ahu! “Pinjamkanlah uang itu padaku!” ™ Tabusima buku i iparjagalan! “Belilah buku itu di toko!”

™ Pataruma ia tu bagas ni ompung i! “Antarkanlah dia ke rumah nenek!”

™ Paias ma duhut i saba! “Bersihkanlah rumput di sawah!”

3. Kalimat Perintah Larangan

™ Ulang ho mambaca buku i! “Jangan kau membaca buku itu” ™ Ulangan kehe sasada ho! “Jangan kau pergi sendirian!” ™ Ulang ioban mulak eme i! “Jangan dibawa pulang padi itu!” ™ Ulangan kehe ho tu harangan! “Jangan kau pergi ke hutan!” ™ Ulang dokon songon i! “Jangan kau berkata begitu!” ™ Ulang impamago ho bajungki! “Jangan kau hilangkan bajuku!” ™ Ulang kayok manuk i! “Jangan kau potong ayam itu!”

(41)

™ Ulang buat hepeng ia! “Jangan ambil uangnya!”

™ Ulang marlogu i kamar on! “Jangan bernyanyi di kamar ini!” ™ Ulang marlogu i kamar on! “Jangan bernyanyi di kamar ini!” ™ Ulang maridi i aek ho! “Jangan mandi di sungai kau!”

4. Kalimat Perintah Nasehat

™ Marsiajar ma ho anso pintar! “Belajarlah supaya pintar!” ™ Paturema tanomani denggan! “Rawatlah tanaman ini yang baik! ™ Jagoma anggimi i bagas! “Jagalah adikmu di rumah!” ™ Tangionma poda ni orang tua! “Dengarlah nasihat orang tua!” ™ Jago-jagoma ho i dalan! “Hati-hatilah kau di jalan!” ™ Ringgasma ho kehe tu kantor! “Rajinlah kau pergi ke kantor!” ™ Jadima ho anak na denggan! “Jadilah kau anak yang baik!

5. Kalimat Perintah Ajakan

™ Katabo marsiajar tu perpustakaan! “ Marilah belajar ke perpustakaan!”

™ Marangkat hita sonar! “Ayo kita berangkat sekrang!” ™ Are ita buat mangga i! “Ayo kita ambil mangga itu!” ™ Ketabo juguk i jolo! “Marilah duduk di depan!” 6. Kalimat Perintah Pertimbangan

™ Dokon ma tusia! “Katakan saja padanya” ™ Gotap ma on! “Potong saja ini!”

(42)

™ Kehe ma ho parjolo! “Pergilah kau dahulu!” ™ Buat ma on! “Ambillah ini!” ™ Umma ma ia! “Ciumlah dia!”

™ Modom ma ho! “Tidurlah kau!” ™ Oban ma ia! “Juallah tanah itu!” ™ Jagal ma tano i! “Juallah kau kesana!” ™ Judukma ison! “Duduklah kau disana!” ™ Tangkap ma manuk i! “Tangkaplah ayam itu!” ™ Liginma anggimi! “Lihatlah adikmu!” ™ Roma tusodum! “Datanglah ke sana!” ™ Marsiajar ho isodum! “Belajarlah kau disana!” 7. Kalimat Perintah Paksaan

™ Angkon paiaskon ho saba i! “Harus kau bersihkan sawah itu!’ ™ Angkon ioban ho panganon tu si! “Harus bawa makanan ke situ!” ™ Angkon namangan do ho! “Engkau harus makan!”

™ Angkon naipasang ho do lilin! “Harus kau pasang lilin itu!” ™ Angkon i tulis ho do surat i! “Harus kau tulis surat itu!”

™ Angkon naialap ho do tu sodum! “Harus ka jemput kesana!” ™ Angkon naipake ho do siaptu i! “Harus kau pakai kau pakai

sepatu itu!”

™ Angkon kehe do sonnari homu! “Harus pergi sekarang kamu!” ™ Angkon ma mangoban emei homu! “Kamu harus membawa padi

(43)

™ Angkon igotap ho obuki! “Harus kau potong rambutmu!” ™ Angkon marsiajar homu! “Kalian harus belajar!”

™ Angkon juguk i son hita! “Kita harus duduk di situ!” ™ Angkon na igafis ho do bagas on! “Engkau harus jual rumah itu!” ™ Angkon ma masuk sikolah ho! “Kau harus masuk sekolah!”

8. Kalimat Perintah Harapan

™ I bagas on ma hamu jolo, da! “Di rumahlah kamu dulu, ya!” ™ Harjo on cogot, da! “Kerjakan itu besok, ya!” ™ Ambungkon osar i da! “Buang sampah itu!”

™ Marlayar ma hamu i bagus, da! “Lihat adikmu sebentar yat!” ™ Kehe ma homu cogot, da! “Pergilah kamu beso, ya!” ™ Paipas ma pingga i,da “Bersihkanlah piring itu, ya!” ™ Mulak ma hamu sonari, da! “Pulanglah kamu sekarang, ya!” ™ Manganma indahan i,da! “Makanlah nasi ini, ya!” ™ Obanma pangkur tu saba, da! “Bawalah cangkul ini ke sawah, ya!” 9. Kalimat Perintah Bujukan

™ Marmayam ma dohot anggimi i sodum! “Bermainlah dengan adikmu di sana!”

™ Mangan jolo indahan i,da! “Makan dulu nasi itu, ya!” ™ Modom hamu sonnari, da! “Tidur kamu sekarang, ya!” ™ Marsikola hamu cogot, da! “Sekolah kamu besok, ya!” ™ Inum jolo susu on, da! “Minum dulu susu ini, ya!”

(44)

™ Dokhon ma tu sia! “katakana padanya!” ™ Paipas ma! “Cepatlah!”

™ Maridi ma! “Mandilah” ™ Paurot ma! “Usirlah” ™ Ligin ma! “Lihatlah” ™ Jalakin ma! “Pergilah” ™ Kehe ma! “Duduklah” ™ Gadis ma! “Juallah” ™ Lojong ma! “Larilah”

(45)

Referensi

Dokumen terkait

Pada karya seni rupa eksperimental tugas akhir ini, terdapat kemiripan dengan karya Bagus Pandega yang berjudul “Rotation Inside The Valley” , yang secara visual

dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dana Bantuan

Pembuatan aplikasi ini melalui beberapa tahapan dari pembuatan rancangan (design) input, output dan flowchart serta pembuatan program. Hasil akhir yang penulis harapkan dapat

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Rektor setelah mendapat

Dengan memanfaatkan fasilitas database pada Micr.Visual Basic 6.0 dan bekerja pada sistem operasi windows 2000, sehingga memudahkan dalam pembuatan program ini.Dimana perancangan

(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai sistem pengendalian dan pengawasan internal Poltesa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan mekanisme penerapannya diatur dalam

KELOMPOK KERJA GURU (KKG) MADRASAH IBTIDAIYAH KECAMATAN GENUK KOTA

"Bernard dari Chartres pernah berkata bahwa kita laksana orang kerdil di bahu- bahu para raksasa, sehingga kita dapat melihat lebih dari pada mereka, dan melihat hal-hal yang