• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRANSAKSI DALAM KOMUNIKASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TRANSAKSI DALAM KOMUNIKASI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 14:


TRANSAKSI DALAM KOMUNIKASI

PROGRAM KEAHLIAN KOMUNIKASI PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Oleh: Sutisna Riyanto

(2)

CAPAIAN PEMBELAJARAN

Mahasiswa mampu:

❑ Mendefinisikan komunikasi transaksional menggunakan kata 2 sendiri.

❑ Menjabarkan sifat dan bentuk komunikasi transaksional.

❑ Menjelaskan konsep dasar ego, sikap/posisi kehidupan, dan skenario dalam komunikasi transaksional.

❑ Mendeskripsikan tahapan 2 proses komunikasi transaksional.

❑ Mendeskripsikan faktor 2 yang mempengaruhi proses komunikasi

transaksional

(3)

PRINSIP TRANSAKSIONAL DALAM KOMUNIKASI

Salah satu prinsip: komunikasi bersifat transaksional

! Ada yang dipertukarkan, masing 2 memberi dan menerima Ada komunikasi yang khusus dirancang dan dilakukan dalam proses transaksi

➡ Bentuk konkritnya: negosiasi atau tawar menawar.

➡ Misalnya di dalam proses jual beli, pembicaraan rencana kerjasama, dsb.

Ego, sikap hidup, dan skenario keberhasilan menentukan

transaksi dalam komunikasi

(4)

EGO MENDASARI TRANSAKSI

Ego adalah:

✓ Struktur psikologis yang berhubungan dengan konsep tentang diri, diatur oleh prinsip realitas dan ditandai oleh kemampuan untuk

menoleransi frustasi.

✓ Diatur oleh prinsip realitas, berkaitan dengan yang praktis dan mungkin, misalnya dalam mengingat, merencanakan, dan menimbang situasi,

memungkinkan kompromi antara fantasi dari id dan realitas dunia luar.

✓ Dasar untuk perkembangan yang disadari tentang perasaan diri sebagai

individu yang berbeda.

(5)

EGO = KOMPONEN PEMBENTUK PERILAKU

3 komponen membentuk perilaku (Psiko-analisis, Sigismund Schlomo Freud/

1856-1939):

1. Id: ada sejak lahir, aspek kepribadian, sepenuhnya disadari, perilaku

naluriah dan primitive, sumber energi psikis, komponen utama kepribadian.

Didorong prinsip kesenangan, untuk kepuasan segera dari keinginan dan kebutuhan

2. Superego: aspek kepribadian tentang standar internalisasi moral dan cita- cita (dari orang tua atau masyarakat), tentang benar dan salah, memberi pedoman penilaian. Dua bagian: yang ideal dan hati nurani.

3. Ego: komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani

dengan realitas

(6)

JENIS EGO

1. Ego anak

2

: Gerak & dorongan hati alamiah sprt bayi. Ungkapan ingin tahu, tidak peduli, bosan, keinginan spontan/emosional, tanggapan tidak

terprediksi, dsb (verbal). Perilaku menangis, merajuk, berputar-putar,

goyang2 agt tubuh, angkat bahu, menggigit jari, tergelak-gelak, dsb. (non- verbal).

2. Ego dewasa: Sikap dan perilaku individu thd realitas yg tengah berlangsung berdasarkan bbg informasi objektif. Contoh: perilaku2 yg menunjukkan

kemampuan mengorganisasikan, adaptasi thd kondisi/situasi, pengujian realitas, perkiraan kemungkinan2, memperhitungkan secara netral, dsb.

3. Ego orang tua: Pola perilaku yg dibentuk/diperoleh dari sumber2 eksternal, terutama orang tua. Misalnya: sikap dan perilaku prasangka, kritis,

menasehati orang lain, dsb.

(7)

TIPE TRANSAKSI

1. TRANSAKSI KOMPLEMENTER:

Ego yang dituju = diberikan pihak lain (sama/tidak)

= transaksi Sejajar (uncrossed transaction)

Pernyataan2 yang dilontarkan saling melengkapi 2. TRANSAKSI SILANG:

Ego yg dituju ≠ ego diberikan pihak lain 3. TRANSAKSI ULTERIOR:

Penyampai dan penerima melibatkan ego berganda:

a. Trans. angular: pesan ke dua ego sekaligus (eksplisit/tersurat & implisit/tersirat) b. Trans. dupleks: dua pihak = dua ego tumpang-tindih (eksplisit/ tersurat & implisit/

tersirat)

(8)

Contoh Transaksi Komplementer

Mhs A

Or.tua Dewasa

Anak2

Mhs B

Or.tua Dewasa

Anak2

Mhs A

Or.tua Dewasa

Anak2

Mhs B

O.tua Dewasa

Anak2

A: “Saya sudah mengingatkan, jangan lewat jalur itu, macet.” (dewasa) B: “Ah, suka-suka saya dong” (anak

2

)

A: “Saya punya kucing bagus di rumah” (anak

2

)

B: “Saya punya yang lebih bagus” (anak

2

)

Antara dua ego beda

Antara dua ego sama

(9)

Contoh Transaksi Silang

Mhs A

Orang tua

Dewasa

Anak anak

Mhs B

Orang tua

Dewasa

Anak anak

Mhs A: “Nanti sore bantu aku menyelesaikan proposal fieldtrip ya …..” (dewasa ke dewasa)

Mhs B: “Gak bisa. Siapa yang mengerjakan tugas

laporan pratikum aku?” (anak

2

ke orang tua)

(10)

Contoh Transaksi Ulterior

Mhs A

Or.tua Dewasa

Anak2

Mhs B

Or.tua Dewasa

Anak2

Mhs A

Or.tua Dewasa

Anak2

Mhs B

O.tua Dewasa

Anak2

A: Malam minggu nanti mau ke mana?

(dewasa ke dewasa)

Tersirat: “Kita main PS yuk ……

“(anak

2

ke anak

2

)

B: “Tidak kemana-mana, di rumah saja” (dewasa ke dewasa)

Tersirat: “Ayuk …. (anak

2

ke anak

2

) A: “Malam minggu ini di lapangan

Sempur ada Slank lho ….” (dewasa ke dewasa)

Tersirat: “Nonton yuk …” (ke anak

2

) B: “Kalo gitu, saya mau nonton sampai

pagi….” (anak

2

ke dewasa)

Transaksi dupleks

Transaksi angular

(11)

SIKAP/POSISI KEHIDUPAN


Harris, T.A. I’m OK – Your’re OK. Alih Bahasa: Y.A. Handoko dan Gabriel. Jakarta: Penerbit Erlangga, 1977.

ORANG LAIN

OK TDK OK

DIRI SEND IRI

OK

SAYA OK KAMU OK:

P

aling ideal; didasari keyakinan diri yang baik & pandangan positif t h d p o r g l a i n ( t m s k k e l e m a h a n n y a ) ; C a k u p a n informasi banyak (ttg diri/org lain)

SAYA OK KAMU TDK OK:

Biasa mencari ok dgn cara sendiri; Cermin sikap merasa selalu benar, tindakannya selalu tepat, tdk perduli kata org lain; Sulit m e m p e r o l e h d o r o n g a n - d u k u n g a n - pengukuhan dll krn anggap tdk ada org lain yang ok.

TDK OK

SAYA TDK OK KAMU OK:

E

kspresi ketidak-berdayaan relatif thd org lain; Anggap diri banyak k e k u r a n g a n d i b a n d i n g lingkungannya

SAYA TDK OK KAMU TDK OK:

Cermin pgalaman hidup dlm kondisi tidak OK dan tdk cukup memperoleh dorongan dari kehidupannya untuk membentuk ok shg akhirnya menyerah. Secara ekstrim:

”asal hidup”, menyendiri.

(12)

SKENARIO KEBERHASILAN

ORANG LAIN

SUKSES GAGAL

DIRI SEND IRI

SUK SES

SUKSES VS SUKSES:

P

aling ideal; Yakin thd

kemampuannya seyakin thd org lain (menyampaikan gagasan, mencari solusi masalah,

mencapai tujuan.

SUKSES VS GAGAL:

Akan mendorong dominasi salah satu pihak; manipulasi transaksi satu kpd yg lain; Pola komunikasi menjadi agresif lawan sub-missif.

GA GAL

GAGAL VS SUKSES:

Cermin ketidak-percayaan salah satu pihak thd lainnya; Akan

menempatkan diri di posisi lemah, menganggap pihak lain yg akan sukses; menumbuhkan interaksi submisif lawan agresif.

GAGAL VS GAGAL:

Menunjukan sikap tdk yakin thd diri dan pihak lain. Komunikasi akan berlangsung dlm suasana saling curiga, perilaku

komunikasi sub-missif, dan transaksi yang negatif. Contoh: transakasi narkoba.

(13)

CONTOH KOMUNIKASI TRANSAKSI: NEGOSIASI

1. PERSIAPAN: penyiapan materi, sumberdaya, personel, waktu, tempat, dsb.

2. PENJAJAGAN: pengenalan suasana, pengenalan lawan, prediksi suasana

3. PENAWARAN: Harga, kualitas, kuantitas, spesifikasi teknis, dsb.

4. TAWAR MENAWAR: alot, panas (?), cari keuntungan, dsb.

5. PENGESAHAN: Administrasi, legalisasi, aturan2

pelaksanan

(14)

Taktik 2 Bertransaksi dlm Negosiasi

1. DELEGASI: sepasang, menyerang + menawarkan

2. MEMBATASI DIRI: kurang wewenang, kurang pemahaman, penundaan 3. MENGALIHKAN PERHATIAN: angkat masalah tidak penting

4. MENGEJAR TERUS: pertanyaan positif, jawaban “ya”, mengapa?

5. PENUNDAAN: istirahat, redakan ketegangan, cari alternatif baru

6. MEMBATASI WAKTU: efisiensi, mengurangi kedalaman pembahasan

7. KETERBUKAAN: tumbuhkan kepercayaan, pahami batas 8. PEMBICARAAN ALTERNATIF: porsi lbh tinggi, harga tdk

sepenuhnya

9. PENDEKATAN TDK FORMAL: keakraban, kekeluargaan

(15)

Konfrontasi dalam transaksi

1. MENGOREK SEJAK AWAL: cari tahu keadaan, cari kelemahan

2. SIKAP TIDAK BERSAHABAT: dingin, emosional, dsb.

4. SELALU TDK PUAS: interpretasi miring, bicarakan kembali

5. MENGGUNAKAN CARA MEMAKSA:

suap, surat kaleng, “backing”, dsb.

3. SELALU INGIN UNTUNG: mendapat dahulu

baru memberi

(16)

PUSTAKA

Harris T.A. 1977. I’m OK – Your’re OK. Alih Bahasa: Y.A. Handoko dan Gabriel. Penerbit Erlangga, Jakarta.

Scatt B. 1985. Strategi dan Teknik Negosiasi. PT Pustaka Binaman

Pressindo, Jakarta.

(17)

Terimakasih

Selamat belajar

Referensi

Dokumen terkait

Kepemilikan asset adalah jumlah asset yang dimiliki oleh responden yang diukur dengan kepemilikian lahan/sawah/tanah, kendaraan, dan barang elektronik. Sebagian besar yaitu

Sasis Scooterist melakukan suatu komunikasi untuk mempertahakan kekompakannya, dalam hal ini Sasis Scooterist melakukan sebuah pola komunikasi yang dapat menjaga

Untuk mengurangi ketimpangan dalam kebutuhan pembiayaan dan penguasaan pajak antara Pusat dan Daerah telah diatasi dengan adanya perimbangan keuangan antara Pusat dan Daerah (dengan

Dilihat dari pihak istimewa terhadap manajemen laba, banyak penelitian yang berasumsi bahwa transaksi hubungan istimewa mempunyai hubungan yang sangat dekat

Pada kesempatan ini kami atas nama kelompok peserta Program PDPT yang tergabung pada Desa Wonorejo mengucapkan terimakasih khusus kepada Dinas Kelautan dan

Koperasi Kelompok Tani Lisung Kiwari (KKT Lisung Kiwari) merupakan salah satu bentuk lembaga sosial ekonomi yang hadir di tengah-tengah komunitas petani padi sawah di Desa

NO URUT NOMOR PORSI NAMA NAMA AYAH ALAMAT KABUPATEN PROPINSI JENIS SETORAN KETERANGAN 2538 1200033953 RINI PUSPA INDARSIH HENDRO WASITO PRAWIRODIRJAN GM 2 /620 RT52 RW16 YOGYA

Hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam organisasi di antaranya adalah rencana- rencana yang coba disusun oleh pengelola organisasi, seperti rencana kerja atau kegiatan