• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "1 Universitas Kristen Petra"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1.1. Latar Belakang Masalah

Olahraga menembak adalah salah satu jenis olahraga yang dapat membentuk kepribadian seseorang. Melalui olahraga menembak, seseorang dilatih dan dituntut untuk dapat berkonsentrasi tinggi, mampu mengendalikan diri, berani mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Seiring dengan bertambahnya masyarakat yang gemar olahraga menembak baik itu berburu maupun tembak sasaran, banyak pula digunakan bermacam- macam senjata api, mulai dari yang sederhana sampai dengan jenis senjata yang memerlukan keahlian dan pengalaman yang cukup dalam menggunakannya. Bagi para pemula yang ingin menyalurkan hobi menembak tentu akan merasa kesulitan dalam menentukan senjata maupun perlengkapan lainnya yang akan digunakan dalam olahraga menembak ini.

Olahraga menembak baik itu berburu maupun tembak sasaran di Indonesia mulai banyak diminati, terutama oleh para eksekutif dan pengusaha dari yang muda sampai usia lanjut yang ingin menyalurkan hobinya tersebut. Hewan yang diburu biasanya adalah hewan pengganggu (hama) contoh pada umumnya adalah babi hutan, monyet, gajah dan harimau (kasus tertentu). Dengan lokasi berburu di daerah pegunungan yang bagi rata-rata penduduk di daerah tersebut merasa babi hutan adalah pengganggu atau hama bagi lahan pertanian mereka. Karena itu selain membantu memberantas hama bagi para petani, berburu juga sebagai penyalur bakat dan hobi para penggemar olahraga menembak berburu. Untuk tembak sasaran lebih sering dilombakan dalam pertandingan menembak.

Tembak sasaran sendiri terdiri atas bermacam nomor pertandingan yang

dilombakan yaitu, Shot Gun, nomor angin (Air Pistol, Air Rifle Match dan Air

Rifle Hunting, Running Targe ) nomor api (Standard Pistol, Sport Pistol, Centre

Fire Pistol, Rapid Fire Pisto ). Tembak sasaran juga melombakan nomor tembak

reaksi atau yang dikenal dengan “Practical Shooting”. Tembak reaksi adalah

olahraga menembak yang sangat menarik dan menantang dimana anda akan

bertemu dengan anggota tembak reaksi hampir dari setiap golongan masyarakat.

(2)

Dalam tembak reaksi mempunyai 3 macam nomor yang dilombakan yaitu divisi pistol, divisi shotgun, divisi rifle dengan caliber minimal 9mm

PERBAKIN (Persatuan Menembak Sasaran Dan Berburu Seluruh Indonesia) sendiri adalah suatu wadah organisasi berada di tiap-tiap daerah yang menaungi club-club olahraga menembak yang ada di daerahnya masing-masing.

Dimana Perbakin berusaha untuk membantu dan mengarahkan masyarakat yang menggemari olahraga menembak baik itu berburu maupun tembak sasaran.

Untuk dapat menyalurkan bakat ataupun hobi olahraga menembak berburu, para penggemar olahraga ini pertama-tama harus masuk dalam wadah organisasi (club) olahraga menembak, sebelum menjadi anggota PERBAKIN contohnya di daerah Jawa Timur adalah Brawijaya Shooting Club, Brawijaya Practical Shooting Club, Dewa Ruci, Bhayangkara Shooting Club dan Patriot. Club ini banyak dijumpai di tiap-tiap daerah. Mereka harus memiliki senjata api yang dikhusukan untuk berburu maupun tembak sasaran, dan juga harus dilengkapi dengan izin resmi kepemilikan senjata dari POLRI, yang hanya diberikan kepada individu yang telah layak memiliki senjata api. Dalam pemberian izin kepemilikan senjata api sangatlah ketat dan tidak semua orang dapat memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Serta harus melewati beragam test baik secara teori maupun fisik, mulai dari psikotest, test menembak target, sampai dengan pengetahuan tentang senjata.

Menggunakan senjata api tentunya memiliki tanggung jawab yang besar,

tidak dapat digunakan dengan ceroboh karena telah terjadi beberapa kasus yang

berakibat fatal akibat kurang berhati-hati dalam menggunakan senjata. Di

kalangan Perbakin sendiri tidak ada buku panduan dan semacamnya yang dapat

membantu para penggemar olahraga ini untuk mengenali jenis-jenis senjata dan

peralatan yang digunakan, maupun tips & trick tentang panduan berburu dan

tembak sasaran serta bagaimana cara mengoperasikan dan merawat senjata yang

benar, yang selama ini sering menjadi kendala bagi para anggota PERBAKIN

pemula yang ingin menekuni olahraga menembak. Maka untuk membantu para

penggemar olahraga menembak berburu dan tembak sasaran, khususnya untuk

para pemula yang ingin menekuni olahraga menembak, dibuat sebuah

perancangan komunikasi visual yang berupa pembuatan buku panduan senjata api

(3)

olahraga berburu dan kompetisi tembak sasaran. Buku ini berisi tentang beragam jenis senjata dan perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan menembak olahraga berburu dan tembak sasaran, panduan untuk berburu dan tembak sasaran sampai dengan cara mengoperasikan senjata yang baik dan benar untuk mencegah hal-hal yang dapat berakibat fatal serta langkah-langkah merawat senjata yang baik. Oleh karena itu bagi para anggota PERBAKIN pemula diharapkan buku hasil perancangan ini dapat membantu dan menerapkan bagaimana menjadi anggota yang baik.

1.2. Rumusan Masalah

a. Bagaimana merancang buku panduan yang efektif bagi anggota PERBAKIN pemula.

b. Bagaimana mengaplikasikan elemen-elemen desain yang estetis pada perancangan buku panduan tentang senjata api berburu dan kompetisi tembak sasaran. Sehingga buku tersebut selain bermanfaat juga enak dibaca dan mampu menarik minat pembaca.

c. Bagaimana merancang media promosi yang tepat untuk buku panduan ini.

1.3. Batasan Masalah

Perancangan buku ini membatasi pada masalah tata cara dan penggunaan senjata api untuk olahraga menembak berburu dan kompetisi tembak sasaran.

1.4. Tujuan Perancangan

a. Merancang buku panduan yang efektif bagi anggota PERBAKIN pemula b. Mengaplikasikan elemen-elemen desain yang estetis pada perancangan buku

panduan tentang senjata api berburu dan kompetisi tembak sasaran.

c. Merancang media promosi yang tepat untuk buku panduan ini.

1.5. Manfaat Perancangan

Hasil kajian dan perancangan diharapkan dapat memberikan manfaat atau

sumbangan, diantaranya:

(4)

a. Bagi Ilmu Pengetahuan

Dengan adanya perancangan buku panduan ini diharapkan dapat memberikan suatu pendekatan yang baru tentang olahraga menembak baik berburu maupun target serta dapat memberikan manfaat referensi bagi perancangan yang lain.

b. Bagi Mahasiswa

Dengan adanya perancangan ini diharapkan mahasiswa dapat menganalisa dan mengumpulkan data serta memberikan solusi perancangan komunikasi visual sebagai modal dalam membuat buku panduan yang lain.

c. Bagi Desain Komunikasi Visual Petra

Diharapkan hasil perancangan komunikasi visual ini dapat berguna dan bermanfaat bagi DKV.

d. Bagi pembaca, penggemar olahraga menembak

Perancangan ini dapat membantu para pembaca ataupun penggemar olahraga menembak berburu dan target sasaran di kalangan PERBAKIN sendiri dalam mengenal lebih jauh tentang olahraga ini. Dan dapat mengenali bermacam jenis senjata dan perlengkapan yang biasa digunakan dalam olahraga ini, Sampai dengan panduan menembak berburu maupun target sasaran serta cara- cara pengoperasian dan perawatan senjata benar. Sehingga dapat memudahkan pembaca maupun penggemar olahraga ini khususnya para anggota PERBAKIN pemula.

1.6. Metodologi Perancangan 1.6.1 Metode Pengumpulan Data 1.6.1.1 Data Primer

Metode Wawancara

Metode wawancara termasuk salah satu metode pengumpulan data dengan

cara bertanya langsung kepada responden. Wawancara merupakan suatu proses

interaksi dan komunikasi secara langsung. (Singarimbun, Effendi 131-2)

Wawancara akan dilakukan dengan narasumber dari komunitas Perbakin serta

instansi-instansi yang berkaitan dengan perkembangan olahraga menembak.

(5)

1.6.1.2 Data Sekunder

Yang dimaksud dengan data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang tersedia melalui publikasi dan informasi yang dikeluarkan di berbagai organisasi atau perusahaan termasuk majalah jurnal (Ruslan 30).

a. Metode Kepustakaan

Metode ini adalah cara dengan mengkaji informasi melalui media-media cetak seperti koran, buku, majalah, jurnal. Ini termasuk teknik observasi dengan tidak langsung.

b. Internet

Metode ini dilakukan dengan penelitian terhadap data yang ada lewat jaringan internet. Data tersebut biasanya berupa artikel atau komentar-komentar seseorang.

c. Metode Dokumentasi Data

Metode Dokumentasi data dalam hal ini yang dimaksudkan adalah dengan penelitian historis dokumenter yang dilakukan dengan mengumpulkan dokumen dengan mengali, memotret, meniru, dan sejenisnya. Dokumentasi ini berupa buku, gambar, foto, arsip, film.

1.6.2 Metode Analisa Data 1.6.2.1 Analisis Kualitatif

Metode yang digunakan bersifat deskriptif, maksudnya meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa dengan tujuan untuk membuat deskripsi, gambaran mengenai fakta-fakta sifat-sifat hubungan antar fenomena yang diselidiki.(Nazir 63) Untuk memperoleh data-data yang diperlukan, pertama-tama harus mengenali sumber data. Setelah mengenali data langkah selanjutnya adalah mengklasifikasikan data yang dikumpulkan tersebut.

Dari data-data yang diperoleh dianalisa kembali, untuk mendapatkan insight dari target sasaran.

Kemudian diambil kesimpulan dari hasil analisa, asumsi akhir berupa

opini atau pendapat akhir yang menjelaskan semua data-data secara luas yang

telah diperoleh dan dianalisa. Kesimpulan tersebut harus dapat

(6)

dipertanggungjawabkan dan menunjang perancangan komunikasi visual yang dilakukan.

1.6.2.2 USP (Unique Selling Promotion)

Teknik ini menganalisa keunikan olahraga menembak yang kemudian

diangkat untuk menjadi nilai lebih.

(7)

1.7. Skematik Perancangan

Gambar 1.1 Skematika Perancangan Latar Belakang Masalah

Rumusan Masalah

Penentuan Tujuan Perancangan

Metodologi Penelitian

Analisis Data

Sintesis

Perencanaan Media

Penentuan Tuj. Media Strategi Media Program Media Budget Media

Perencanaan

Tujuan Kreatif Strategi Kreatif Perancangan Budget Kreatif

Final Art Work

Observasi Wawancara Angket Pustaka

Gambar

Gambar 1.1 Skematika Perancangan Latar Belakang Masalah

Referensi

Dokumen terkait

Pi’il pesenggiri merupakan pandangan hidup atau pedoman hidup masyarakat suku Lampung, konsep dan arti pi’il pesenggiri tersebut antara individu yang satu dengan yang

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa siswa di SMA Negeri Kecamatan Tangerang Kota Tangerang memiliki kebutuhan yang tinggi akan layanan online self-help dengan menampilkan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel independen yang merupakan komponen fraud triangle terhadap kecurangan laporan keuangan (financial statement

Sedangkan yang belum terpasang semua yaitu seat cover (B) dan shift lever cover belum terpasang (A).. Pemasangan cover set eksterior. Pengerjaan mobil diwajibkan memasangkan

Tepung terigu yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis hard flour dengan merk Cakra Kembar mengandung protein 12-13% (Astawan 2002). Penurunan protein pada mie

Perairan Morosari yang terletak di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak merupakan perairan tempat terjadinya percampuran antara air darat dan laut. Fluktuasi kualitas perairan

kapasitas baterai adalah tegangan pada baterai, semakin penuh kapasitas baterai, maka nilai tegangan baterai juga semakin naik. Dengan mengetahui parameter batas pengisian