TRANSFER RADIATIF
-Interaksi Foton dengan Materi-
Proas I, 5, 7 Oktober 2021
Bahan: Carroll-Ostlie Bab 9, [Erika_Böhm-
Vitense]_Introduction_to_Stellar_Astr_vol2 Bab 4 & Rybicki
Transfer radiatif
◦ Dalam kuliah sebelumnya disebutkan,
intensitas radiasi konstan jika tidak ada emisi dan absorpsi/hamburan sepanjang jalan
yang ditempuh radiasi hingga ke pengamat
◦ Kita akan meninjau radiasi yang melewati
materi yang dapat menyerap, mengemisikan dan/atau menghamburkan radiasi keluar
atau masuk kedalam berkas yang ditinjau.
◦ Akan diturunkan persamaan yang mengatur evolusi intensitas.
Transfer radiatif
◦ Dalam hal ini radiasi dianggap menjalar sebagai partikel, sehingga sifat-sifat
gelombang dari cahaya (refleksi, refraksi, difraksi) diabaikan.
Emisi
Semua proses yang menambah foton ke dalam berkas cahaya disebut emisi.
◦ Koefisien emisi j adalah energi yang
dipancarkan per satuan waktu per satuan sudut ruang per satuan volume pada
rentang frekuensi antara dan + d, sehingga :
dE = j dV d dt d
Absorpsi
Semua proses yang menghilangkan foton dari berkas cahaya disebut absorpsi.
◦ Koefisien absorpsi diukur dari pengurangan intensitas radiasi setelah melalui medium,
yang bergantung juga pada intensitas mula- mula, dan jarak yang ditempuh berkas
cahaya
dI = -
I dsAbsorpsi
◦ Untuk dua medium yang terdiri dari materi yang sama tetapi dengan kerapatan berbeda, pengurangan
intensitas berbeda juga, sehingga
bisa diurai menjadi dua komponen :
=
adalah koefisien absorpsi yang tidak bergantung pada kerapatan, hanya pada jenis medium.Persamaan Transfer Radiasi
◦ Tinjau elemen volume seperti gambar di bawah ini:
◦ radiasi dengan intensitas Iν masuk ke elemen volume itu, proses absorpsi mengurangi
intensitasnya sebesar
◦ Sedangkan proses emisi menambah intensitasnya dengan jν ds
◦ Maka perubahan intensitasnya:
→ pers. transfer radiasi
ds I
ds j
ds I
dI = − +
Persamaan Transfer Radiasi
◦ Bagaimana I jika tidak ada absorpsi?
◦ Bagaimana I jika tidak ada emisi?
Kedalaman/tebal optis
◦ Pers transf radiasi lebih sederhana jika didefinisikan kedalaman/tebal optis (optical depth) τν sebagai :
◦ Tebal optis diukur sepanjang arah yang berlawanan dengan arah lintasan foton.
◦ 𝜏𝜈 = 0 di permukaan, sehingga jika pers di atas diintegrasikan akan memberikan:
0 − 𝜏𝜈 = − 0𝑠 𝛼𝜈 𝑑𝑠 𝜏𝜈 = 0𝑠 𝜅𝜈 𝜌𝑑𝑠
ds ds
d
= −
= −
Kedalaman/tebal optis
Pers. Transfer radiasi:
◦ Tinjau kasus dengan absorpsi saja, 𝑑𝐼𝜈
𝐼𝜈 = −𝛼𝜈𝑑𝑠
lalu integrasikan dari 𝑠 = 0 saat 𝐼 = 𝐼0,𝜈 hingga 𝑠 saat 𝐼 = 𝐼𝜈
න
0
𝑠 𝑑𝐼𝜈
𝐼𝜈 = න
0 𝑠
−𝛼𝜈𝑑𝑠 = −𝜏𝜈 𝐼𝜈 = 𝐼𝜈,0𝑒−𝜏𝜈
◦ Jika 𝜏𝜈 = 1, maka 𝐼𝜈 = 0.37𝐼𝜈,0
◦ Pada umumnya kita hanya dapat melihat menembus objek hingga 𝜏𝜈 ≈ 1 (akan ditunjukkan di belakang
bahwa tebal optis rata-rata adalah 1)
◦ Gas dengan 𝜏𝜈 ≫ 1 disebut tebal secara optik (optically thick), sedangkan gas dengan 𝜏𝜈 ≪ 1 disebut tipis
secara optik (optically thin)
ds j
ds I
dI = − +
Mean Free Path
◦ Cara pandang lain untuk memahami
koefisien absorpsi adalah melalui mean free path(jalan bebas rata-rata)
◦ Mean Free Path (l): jarak rata-rata yang dapat ditempuh oleh foton sebelum
diserap.
◦ Probabilitas sebuah foton untuk menjalar paling sedikit sejauh
adalah 𝑒−𝜏𝜈karena 𝐼𝜈
𝐼𝜈,0 = 𝑒−𝜏𝜈
Mean Free Path
◦ Kedalaman optis rata-rata yang dapat ditempuh foton adalah 1 (buktikan!)
1
0
0
=
=
− −
d e
d e
= 1
=
l
1 = 1
l =
Persamaan Transfer Radiasi
◦ Ingat persamaan transfer radiasi
◦ Dengan definisi τν
maka persamaan transfer radiasi dapat ditulis : 𝐼𝜈
𝑑𝜏𝜈 = 𝐼𝜈 − 𝑗𝜈 𝛼𝜈
◦ Definisikan fungsi sumber 𝑆𝜈 = 𝑗𝜈
𝛼𝜈
◦ Maka 𝐼𝜈
𝑑𝜏𝜈 = 𝐼𝜈 − 𝑆𝜈
ds j
ds I
dI = − +
ds d = −
Arti Fungsi Sumber
◦ Fungsi sumber Sν dari suatu medium
merupakan ukuran kemampuan medium itu untuk berperan sebagai sumber cahaya
◦ Fungsi sumber menggambarkan bagaimana foton-foton yang awalnya bergerak di dalam berkas dihapuskan (karena diserap atau
dihamburkan ke arah lain) dan digantikan oleh foton-foton dari gas di sekitar di sepanjang
jalan yang dilalui berkas
◦ Satuan fungsi sumber seperti intensitas, Wm-3sr-1
Fungsi Sumber
◦ Untuk benda hitam dalam keadaan kesetimbangan termodinamik, fungsi sumber sama dengan fungsi Planck
1 1
2
/ 2
3
= −
= h kT
e c
B h
S
Persamaan Transfer Radiasi
Persamaan transfer radiasi:
I S
d
dI = −
Dengan : d = − ds = − ds
S = j → Fungsi sumber
Dengan mengalikan dengan faktor integrasi 𝑒−𝜏𝜈 pers diferensial di atas dapat diintegrasikan,
hasilnya adalah solusi formal persamaan transfer radiasi
Persamaan Transfer Radiasi
Integrasikan dari 𝜏𝜈 saat 𝐼 = 𝐼0,𝜈 hingga 𝜏𝜈= 0 saat 𝐼 = 𝐼𝜈
diperoleh solusi formal persamaan transfer radiasi:
−− =
−
, e 0 S e d
I
I o
−− +
=
, 0
0 e S e d
I I
𝑑 𝐼𝜈𝑒−𝜏𝜈
𝑑𝜏𝜈 = −𝑆𝜈𝑒−𝜏𝜈
න
𝜏𝜈 0
𝑑 𝐼𝜈𝑒−𝜏𝜈 = − න
𝜏𝜈 0
𝑆𝜈𝑒−𝜏𝜈𝑑𝜏𝜈
Persamaan Transfer Radiasi
−− +
=
, 0
0 e S e d
I I
Kasus I : Jika medium tidak mampu menghasilkan emisi pada frekuensi 𝜈, maka S = 0
= I e− I 0,
Ini adalah sisa intensitas radiasi yang sampai ke pengamat, setelah mengalami absorpsi
Persamaan Transfer Radiasi
Kasus II : Jika S tidak bergantung pada kedalaman, atau S = konstan, maka :
) 1
, (
0
= I e− + S − e− I
Suku pertama dari sisi kanan adalah sisa radiasi awal yang masih bisa sampai ke pengamat
setelah mengalami absorpsi.
Suku kedua adalah cahaya yang tercipta di dalam medium dan terpancar sampai ke
pengamat
Persamaan Transfer Radiasi
Kasus III : Jika S tidak bergantung pada kedalaman, dan I0= 0, maka :
) 1
(
= S − e− I
Rumus itu adalah emisi dari gas yang berpendar.
Untuk kasus optis tipis, << 1, uraikan suku
eksponensial di atas dalam deret Taylor dan ambil dua suku pertama, maka diperoleh :
SI =
Persamaan Transfer Radiasi
Dari definisi
Jika << 1 dan κ besar, maka ρs kecil.
κ besar di dalam garis absorpsi, jika sumber
cahaya tidak kelihatan dan gas berkerapatan rendah itu memancarkan cahaya, maka pada panjang gelombang yang biasanya terjadi
absorpsi (misalnya λ=6563Ǻ), akan terjadi emisi yang kuat.
s
=
Jika >> 1, dan gas bersifat sebagai benda hitam, maka
Tidak bergantung pada κ dan I0
S B
I = =
garis emisi Gas Prisma
Spektrum kontinu Slit
5000 K 6000 K
Cermin
Hukum Kirchhoff
Lihat pembahasan di Erika Böhm Vitense Bab 4
Persamaan Transfer Radiasi
Pada spektrum bintang umumnya kita melihat adanya garis absorpsi.
Hal itu dapat diinterpretasikan bahwa bagian dalam bintang yang beroptis tebal adalah
sumber cahaya yang menghasilkan I0,. Bagian luar bintang (atmosfir bintang) adalah bagian yang lebih dingin dan lebih renggang, yang
pada tertentu yang koefisien absorbsinya besar menghasilkan garis serapan.
Garis serapan menjadi petunjuk bahwa semakin dalam ke dalam bintang temperatur makin
tinggi.
Persamaan Transfer Radiasi pada atmosfir bintang - plane parallel atmosphere
θ
“surface”
n
Perubahan medan radiasi dalam arah θ di dalam elemen volum = absorpsi + emisi
j ds I
dI ( ) = − ( )+
ds
Pada dasarnya 𝑑𝑠 diukur sesuai lintasan cahaya dan 𝑑𝜏 diukur
berlawanan lintasan cahaya, sehingga tidak menyatakan ketebalan geometrik tertentu di atmosfir bintang (karena bergantung ). Untuk mendefinisikan ukuran yang lebih mencerminkan ketebalan geometris, digunakan tebal optis vertikal (arah tegak lurus permukaan), dengan menganggap lapisan atmosfir tipis sehingga pendekatan plane parallel bisa dilakukan.
𝑑𝐼𝜈(𝜃)
𝑑𝜏𝜈,𝑠 = 𝐼𝜈 − 𝑆𝜈
𝜏𝜈,𝑠 : tebal optis sepanjang s
Persamaan Transfer Radiasi
Persamaan transfer radiasi 𝑑𝐼𝜈(𝜃)
𝑑𝜏𝜈,𝑠 = 𝐼𝜈(𝜃) − 𝑆𝜈 menjadi:
dengan adalah tebal optis vertikal
S = j → Fungsi sumber
Dengan mengalikan dengan faktor integrasi 𝑒−𝜏𝜈sec 𝜃 pers diferensial diatas dapat diintegrasikan
Kedalaman optis dalam arah vertikal:
𝜏𝜈 = 𝜏𝜈,𝑠 cos 𝜃
cos 𝜃 𝑑𝐼𝜈(𝜃)
𝑑𝜏𝜈 = 𝐼𝜈(𝜃) − 𝑆𝜈 𝑑𝜏𝜈 = −𝛼𝜈𝑑𝑠 cos 𝜃
Intensitas di Permukaan
) sec (
e )
, 0
(
0sec
S
d
I =
−Solusi numerik dari intensitas di permukaan bisa diperoleh kalau kita tahu bentuk fungsi S yang bergantung pada kedalaman optis .
Untuk kasus Local Temperature Equilibrium (LTE), S =B (fungsi Planck)
Misalnya S merupakan fungsi linier dari kedalaman optis
a b
S ( ) = +
Masukkan ke dalam persamaan diatas, dapat diperoleh :
(0, ) a b cos
I = +
Interpretasi
To observer n
θ
Dari observer, θ menjadi indikator posisi titik sumber cahaya dari pusat piringan bintang.
sin θ = ρ/r → perbandingan antara jarak titik dari pusat lingkaran bintang dan radius piringan bintang.
θ r
ρ
Interpretasi
◦ Dari hasil
(0, ) a b cos
I = +
Semakin besar θ, posisi semakin ke tepi, semakin kecil I penggelapan tepi
(limb darkening)
Dengan membandingkan S dan I
dapat disimpulkan bahwa di pusat piringan ( = 0) kita melihat ke kedalaman optis = 1 di tepi ( =
/2) kita melihat ke kedalaman = 0
a b
S ( ) = +
I (0,
) = a + b cos
Limb darkening
Sumber : NASA
Fluks
◦ Jumlah energi yang diterima pengamat berhubungan dengan fluks
Ω adalah sudut ruang, 𝑑Ω = sin 𝜃 𝑑𝜃𝑑𝜙
sehingga
−=
12
1)
(
I d
F
Dengan μ = cos θ
𝐹𝜈 𝜏𝜈 = න 𝐼𝜈 cos 𝜃 𝑑Ω
Fluks
Untuk radiasi isotropik, I sama ke semua arah, jadi I tidak bergantung pada θ.
−=
12
1)
(
I d
F
Integral diatas hasilnya adalah nol
Artinya fluks ada kalau radiasi tidak isotropik di tempat pengukuran dilakukan.
Berbeda dengan intensitas rata-rata, jika isotropik, Jν = Iν
Fluks Permukaan
◦ Anggap tidak ada radiasi masuk dari luar permukaan ke dalam bintang,
2 / untuk
0
=
I
maka F
( 0 ) = 2
01I
d
Jika dimasukkan ke
rumus untuk fluks, diperoleh:
(0, ) a b cos
I = +
(
)
a b
F ( 0 ) = +
32Interpretasi
Artinya fluks di permukaan sama dengan fungsi sumber pada kedalaman = 2/3
3
, 2
) 0
( =
=
S
F
Ini adalah Eddington-Barbier relation
Untuk kasus LTE:
) ( )
0 (
3
, 2
T B
F =
=
a b
S ( ) = +
Bandingkan dengan rumus pendekatan fungsi sumber:
Catatan: seringkali astrofisikawan mendefinisikan 𝑎𝑠𝑡𝑟𝑜𝑝ℎ𝑦𝑠𝑖𝑐𝑎𝑙 𝑓𝑙𝑢𝑥 = 𝐹/𝜋 , sehingga satuan
astrophysical fluks = satuan intensitas
Interpretasi
4 4
3 2 3
2
) 0
( = = =
=
T T
F
Temperatur efektif bintang didefinisikan sebagai
temperatur yang membuat fluks seperti yang diamati keluar dari permukaan bintang :
4
Teff
F =
Artinya temperatur efektif adalah temperatur pada kedalaman = 2/3. Pada “tebal optis ini pula fotosfer bintang didefinisikan, yaitu lapisan di mana cahaya tampak bintang berasal dan menghasilkan spektrum kontinu. Fotosfer dianggap sebagai “permukaan”
bintang.
Jika diintegrasikan untuk seluruh frekuensi, dapat diperoleh: