• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. ANALISA DAN PEMBAHASAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

29

Universitas Kristen Petra 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Obyek Penelitian

Dalam penelitian ini, data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Kuesioner dibagikan kepada 100 orang Sidoarjo yang memenuhi kriteria, dimana kriteria tersebut adalah orang yang berdomisili di Kecamatan Krian dan Kecamatan Candi, yang memiliki utang atau pernah berutang. Pada bagian berikut akan dideskripsikan karakteristik responden penelitian yang meliputi jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, serta penghasilan perbulan. Berikut karakteristik responden yang disajikan pada tabel-tabel di bawah ini:

Tabel 4.1 Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Presentase

Pria 42 42

Wanita 58 58

Total 100 100

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat diketahui bahwa responden dengan jenis kelamin pria sebanyak 42 orang (42%), dan jenis kelamin wanita sebanyak 58 orang (58%) hasil ini memberikan informasi bahwa sebagian besar responden yaitu berjenis kelamin wanita.

Tabel 4.2 Usia

Usia Frekuensi Presentase

18-25 tahun 20 20

26-35 tahun 30 30

36-45 tahun 37 37

46-55 tahun 13 13

(2)

30

Universitas Kristen Petra Tabel 4.2 Usia (sambungan)

Total 100 100

Berdasarkan Tabel 4.2 diatas, dapat diketahui bahwa responden dengan usia 18- 25 tahun yaitu sebanyak 20 orang (20%), usia 26-35 tahun sebanyak 30 orang (30%), usia 36-45 tahun yaitu sebanyak 37 orang (37%), dan usia 46-55 tahun yaitu sebanyak 13 orang (13%). Hasil ini menjunjukan bahwa sebagian besar masyarakat Kecamatan Krian dan Kecamatan Candi yang diteliti yaitu, responden yang berusia 36-45 tahun, yang memiliki utang atau pernah berutang.

Tabel 4.3 Pendidikan

Pendidikan Frekuensi Presentase

Tidak menempuh pendidikan 6 6

SD 4 4

SMP 12 12

SMA 40 40

Diploma 11 11

Sarjana (S1) 27 27

Total 100 100

Berdasarkan Tabel 4.3 menunjukan bahwa responden dengan pendidikan terakhir sekolah dasar atau SD yaitu sebanyak 4 orang (4%), pendidikan terakhir sekolah menengah pertama atau SMP yaitu sebanyak 12 orang (12%), pendidikan terakhir sekolah menengah atas atau SMA yaitu sebanyak 40 orang(40%), pendidikan terakhir Diploma yaitu sebanyak 11 orang (11%), pendidikan terakhir sarjana atau S1 yaitu sebanyak 27 orang (27%), dan yang tidak menempuh pendidikan yaitu sebanyak 6 orang (6%). Hasil ini memberikan informasi bahwa sebagaian besar responden memiliki pendidikan terakhir SMA.

(3)

31

Universitas Kristen Petra Tabel 4.4 Pekerjaan

Jenis pekerjaan Frekuensi Presentase

Pegawai swasta 60 60

Pegawai negeri 3 3

Pedagang 26 26

Pengrajin 1 1

Tidak bekerja 10 10

Total 100 100

Berdasarkan Tabel 4.4 diketahui 60 orang (60%) memiliki jenis pekerjaan sebagai pegawai swasta, 3 orang (3%) memiliki jenis pekerjaan pegawai negeri, 26 orang (26%) memiliki jenis pekerjaan pedagang, dan 1 orang (1%) memiliki jenis pekerjaan sebagai pengrajin. Hanya 10 orang (10%) yang tidak berkerja. Hasil ini menunjukan bahwa sebagaian besar responden adalah pegawai swasta.

Tabel 4.5 Penghasilan

Penghasilan Frekuensi Presentase

Rp 1.000.000-Rp2.000.000 24 24

Rp 2.000.001-Rp3.000.000 29 29

Rp 3.000.001-Rp4.000.000 17 17

Rp 4.000.001-Rp5.000.000 19 19

Lebih dari Rp 5.000.001 11 11

(4)

32

Universitas Kristen Petra Tabel 4.5 Penghasilan (sambungan)

Total 100 100

Berdasarkan Tabel 4.5 diketahui 29 orang (29%) responden memiliki penghasilan perbulan Rp1.000.000 s.d. Rp2.000.000, 27 orang (27%) responden memiliki penghasilan Rp 2.000.001 s.d. Rp3.000.000, 14 orang (14%) responden memiliki penghasilan Rp 3.000.001 s.d. Rp4.000.000, 19 orang (19%) responden memiliki penghasilan Rp 4.000.001 s.d. Rp5.000.000, dan 11 orang (11%) memiliki penghasilan Lebih dari Rp 5.000.001. Hasil ini menunjukan bahwa sebagaian besar responden memiliki pendapatan rata-rata antara Rp 1.000.000 s.d. Rp 2.000.000 perbulan.

4.2 Analisa Data

4.2.1 Partial Least Square

Analisa data menggunakan Partial Least Square (PLS) yang digunakan untuk menguji hipotesis, validitas, dan reliabilitas dengan program SmartPLS. Berikut langkah-langkah analisa.

4.2.2.1 Mengambar Diagram Path Penelitian

Gambar struktural untuk memvisualisasikan hubungan antar variable-variable penelitian ini disajikan pada gambar dibawah ini:

Gambar 4.1 Hasil Akhir Diagram Path Penelitian

(5)

33

Universitas Kristen Petra 4.2.2.2 Evaluasi outer model

Untuk mengevaluasi outer model akan dilakukan uji convergent validity, discriminant validity dan composite reliability.

1. Convergent validity

Uji validitas menggunakan convergent validity pengukuran dapat dilihat melalui nilai loading factor. Indikator dikatakan memenuhi convergent validity jika mempunyai nilai loading factor diatas 0,6 (>0,6) atau memiliki nilai Average Variant Extracted (AVE) di atas 0,5 (>0,5). Nilai loading factor dan AVE masing-masing adalah sebagai berikut:

Tabel 4.6 Nilai Loading Factor

Variabel Indikator Nilai Loading Factor

SC

SC1 0.614

SC2 0.739

SC3 0.919

SC4 0.809

SC5 0.863

FL

FL1 0.728

FL2 0.735

FL3 0.801

FL4 0.809

FL5 0.774

SS

SS1 0.707

SS2 0.768

SS3 0.883

SS4 0.810

SS5 0.777

KU KU1 0.948

KU2 0.932

(6)

34

Universitas Kristen Petra Tabel 4.7 Nilai AVE

Variabel Average Variance Extracted (AVE)

Self Control (SC) 0.633

Financial Literacy (FL) 0.593

Status Sosial (SS) 0.626

Keputusan Utang (KU) 0.883

Tabel 4.9. menunjukan bahwa semua indikator memiliki nilai loading factor>0,6.

Dan Tabel 4.10. nilai Average Variant Extracted (AVE) menunjukan nilai >0,5 dinyatakan memenuhi kriteria. Hasil ini membuktikan bahwa semua indikator pada penelitian ini dinyatakan valid karena AVE telah melebihi 0,5.

Tabel 4.8 Nilai Cronbach Alpha

Variabel Cronbach's Alpha

Self Control (SC) 0.857

Financial Literacy (FL) 0.833

Status Sosial (SS) 0.852

Keputusan Utang (KU) 0.869

Uji reliabilitas diperkuat dengan Cronbach Alpha, ketika nilainya diatas 0,6 maka indikator yang digunakan dinyatakan reliabel. Pada nilai cronbach alpha semua indikator valid karena nilai diatas 0,6.

2. Discriminant validity

Tabel dibawah ini menunjukan nilai cross loading masing-masing indikator.

Untuk menguji discriminant validity, digunakan nilai cross loading. Jika nilai cross loading setiap indikator pada variabel bersangkutan lebih besar dibandingkan dengan nilai cross loading pada variabel laten lainnya maka dikatakan memenuhi discriminant validity.

Tabel 4.9 Nilai Cross Loading

Indikator Variabel

SC FL SS KU

SC1 0.614 0.197 -0.051 0.057

(7)

35

Universitas Kristen Petra Tabel 4.9 Nilai Cross Loading (sambungan)

SC2 0.739 0.269 -0.104 0.084 SC3 0.919 0.190 -0.122 0.166 SC4 0.809 0.206 -0.172 0.119 SC5 0.863 0.173 -0.190 0.121

FL1 0.125 0.728 0.130 0.203

FL2 0.133 0.735 -0.021 0.089

FL3 0.346 0.801 0.126 0.171

FL4 0.215 0.809 0.079 0.229

FL5 0.133 0.774 0.278 0.245

SS1 -0.038 0.136 0.707 0.198

SS2 -0.151 0.070 0.768 0.158

SS3 -0.208 0.104 0.883 0.307

SS4 -0.149 0.157 0.810 0.157

SS5 -0.100 0.243 0.777 0.248

KU1 0.151 0.273 0.277 0.948

KU2 0.126 0.218 0.261 0.932

Tabel 4.12. menunjukan masing-masing indikator pada variabel penelitian memiliki nilai cross loading paling besar dibandingkan dengan variabel lain.

Contohnya cross loading dari SC1 terhadap variabel Self Control adalah 0,614 dan lebih besar dibandingkan nilai cross loading terhadap variabel keputusan utang financial literacyl, dan status sosial. Hal ini menunjukan bahwa masing-masing indikator yang digunakan untuk setiap variabel dikatakan valid.

3. Composite reliability

Nilai yang diterima untuk tingkat composite reliability adalah lebih besar dari 0,6 (>0,6). Composite reliability menguji akurasi, konsistensi, dan ketepatan indicator dalam mengukur variable. Berikut adalah tabel nilai composite reliability:

Tabel 4.10 Nilai Composite Reliability Variabel Composite Reliability

Self Control (SC) 0.895

Financial Literacy (FL) 0.879

Status Sosial (SS) 0.893

keputusan utang (KU) 0.938

(8)

36

Universitas Kristen Petra Setiap variabel pada tabel diatas memiliki nilai composite reliability diatas 0,6 sehingga dinyatakan bahwa setiap indikator reliabel karena memenuhi kriteria untuk menguji composite reliability.

4.2.2.3 Evaluasi Inner Model

Uji Inner Model dilakukan dengan melihat R-square dari setiap variabel laten endogennya. Nilai R-square pada penelitian ini dengan angka sebagai berikut:

Tabel 4.11 Nilai R-Square

Dapat dilihat melalui Tabel 4.14. bahwa nilai R-Square pada penelitian ini diperoleh 0,149 atau sebesar 14,9% yang artinya variabel-variabel independen dalam penelitian ini yaitu, Self Control, Financial Literacy, dan Status sosial mempengaruhi keputusan utang sebesar 14,9%.

Model PLS Ƞ= γ1*SC + γ2*FL + γ3*SS + ζ (4.1) Dimana:

Ƞ= Keputusan Utang SC= Self Control FL= Financial Literacy SS= Status Sosial ζ= Eror

4.2.2.4 Uji Hipotesa t

Uji hipotesa dilakukan untuk melihat penerimaan atau penolakan hipotesa.

Kriteria pengujian adalah H0 diterima apabila t statistic < 1,96.

Tabel 4.12 Nilai t-statistic

Nilai

Kritis t Statistics Keterangan SC -> KU 1,96 1.425 H0 gagal tolak FL -> KU 1,96 1.661 H0 gagal tolak

Variabel Endogen R Square

Keputusan Utang (KU) 0.149

(9)

37

Universitas Kristen Petra Tabel 4.12 Nilai t-statistic (sambungan)

SS -> KU 1,96 2.913 H0 ditolak

Berdasarkan hasil uji hipotesa t yang menunjukkan hasil bahwa nilai t-statistic Self Control sebesar 1.425 yang nilainya lebih kecil dari 1.96 yang berarti bahwa Self Control tidak berpengaruh terhadap keputusan utang. Financial Literacy sebesar 1.661 yang nilainya lebih kecil dari 1.96 yang berarti bahwa Financial Literacy tidak berpengaruh terhadap keputusan utang. Sedangkan nilai t-statistic Status sosial sebesar 2.913 yang berarti Status Sosial berpengaruh terhadap keputusan utang.

4.2.2 Cross Tabulation

Dalam penelitian ini, analisa cross tabulation dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dengan jumlah utang, penghasilan dengan jumlah utang, dan penghasilan dengan barang konsumsi selain kebutuhan.

Tabel 4.13 Analisis Crosstab Antara Pendidikan Dengan Jumlah Utang

Pendidikan

Jumlah Utang

Total Rp

1.000.000 – Rp 2.000.000

Rp 2.000.001

– Rp 3.000.000

Rp 3.000.001

– Rp 4.000.000

Rp 4.000.001

– Rp 5.000.000

Lebih dari Rp 5.000.00

0

Tidak menempuh pendidikan

0 1 1 3 1 6

SD 0 0 0 3 1 4

SMP 0 0 1 6 5 12

SMA 1 5 6 20 8 40

Diploma 0 1 2 3 5 11

Sarjana

(S1) 0 0 6 11 10 27

(10)

38

Universitas Kristen Petra Table 4.13 menunjukan analisis crosstab antara pendidikan dengan jumlah utang.

Diketahui terdapat 20 responden dengan pendidikan SMA yang memiliki utang Rp 4.000.001 – Rp 5.000.000 dan 11 responden dengan pendidikan Sarjana (S1) yang memiliki utang Rp 4.000.001 – Rp 5.000.000. Responden dalam keputusan untuk pengambilan utang tidak ada hubunganya dengan pendidikan yang telah ditempuh.

Dapat disimpulkan bahwa tingginya tingkat pendidikan masi membuat responden mengambil utang.

Tabel 4.14 Analisis Crosstab Antara Penghasilan Dengan Jumlah Pengeluaran Pembelian Barang Komsumsi Selain Kebutuhan

Penghasilan

Jumlah Pengeluaran Pembelian Barang Konsumsi selain Kebutuhan

Total Rp

1.000.000 – Rp 2.000.000

Rp 2.000.001

– Rp 3.000.000

Rp 3.000.001

– Rp 4.000.000

Rp 4.000.001

– Rp 5.000.000

Lebih dari Rp 5.000.000

Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000

3 3 5 7 6 24

Rp 2.000.001 – Rp 3.000.000

1 6 12 7 3 29

Rp 3.000.001 – Rp 4.000.000

1 3 4 7 2 17

Rp 4.000.001 – Rp 5.000.000

0 4 3 6 6 19

Lebih dari Rp

5.000.000 1 0 3 3 4 11

Tabel 4.14 menunjukan analisis crosstab antara penghasilan dengan jumlah barang konsumsi selain kebutuhan. Diketahui bahwa pengeluaran yang dilakukan untuk membeli barang konsumsi selain kebutuhan responden tidak memperdulikan

(11)

39

Universitas Kristen Petra penghasilan yang telah didapatkan. Dari table 4.14 menunjukan jika penghasilan Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000 menggunakan penghasilan untuk membeli barang konsumsi selain kebutuhan melebihi dari penghasilan terdapat 21 responden, dengan penghasilan Rp 2.000.001 –Rp 3.000.000 menggunakan penghasilan untuk membeli barang konsumsi selain kebutuhan melebihi dari penghasilan terdapat 22 responden.

Dapat disimpulkan bahwa penghasilan tidak membuat responden membatasi jumlah pembelian yang digunakan untuk membeli barang selain kebutuhan.

Tabel 4.15 Analisis Crosstab Antara Penghasilan Dengan Jumlah Jenis Barang Konsumsi Selain Kebutuhan

Penghasilan

Jumlah Jenis Barang Konsumsi bukan Kebutuhan

Total 1 Jenis 2 Jenis 3 Jenis 4 Jenis

Lebih dari 4 jenis

Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000

2 2 4 6 10 24

Rp 2.000.001 – Rp 3.000.000

1 3 8 8 9 29

Rp 3.000.001 – Rp 4.000.000

0 2 2 4 9 17

Rp 4.000.001 – Rp 5.000.000

0 1 1 8 9 19

Lebih dari Rp

5.000.000 0 0 0 1 10 11

Table 4.15 menunjukan analisis crosstab antara jumlah barang konsumsi selain kebutuhan dengan pembayaran yang digunakan untuk membeli barang selain kebutuhan. Dilihat dari penghasilan Rp 1.000.000 hingga lebih dari Rp 5.000.000 bahwa responden mengambil barang konsumsi selain kebutuhan terdapat lebih dari 4

(12)

40

Universitas Kristen Petra jenis, atau responden lebih banyak membeli barang konsumsi selain kebutuhan dalam 1 bulan. Dapat disimpulkan bahwa penghasilan tidak membuat responden membatasi pembelian barang konsumsi selain kebutuhan, dapat dilihat dari tabel menunjukan rata-rata mengkonsumsi barang selain kebutuhan lebih dari 4 jenis selama sebulan.

4.3 Pembahasan

Melalui hasil uji hipotesa yang telah dilakukan menunjukan bahwa Self Control tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan utang, Financial Literacy tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan utang, dan Status Sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan utang masyarakat Sidoarjo.

Responden dalam menentukan keputusan utang, sangat setuju jika tidak berpikir terlebih dahulu untuk berbelanja barang dengan utang. Tidak adanya rasa peduli dengan hari esok, tidak memikirkan konsekuensi serta penghasilan yang didapatkan. Responden hanya ingin membelanjakan uangnya sekarang untuk memenuhi keinginannya. Barang yang dibeli oleh responden untuk memenuhi keinginan, berupa barang konsumsi bukan kebutuhan seperti barang untuk hobi, make up, barang bermerek (baju, sepatu, dan tas), furniture rumah, barang elektronik, barang antik, barang otomotif, dan accessories (jam tangan, sabuk, kacamata, dan case hp). Hal ini didukung melalui uji cross tab yang telah dilakukan, bahwa tidak ada hubungan antara penghasilan dengan pengeluaran terhadap barang konsumsi selain kebutuhan. Lebih dari 50% masyarakat Sidoarjo tidak dapat mengontrol pengeluaran, yang dilakukan untuk membeli barang konsumsi selain kebutuhan.

Dengan penghasilan yang didapat responden rela membelanjakan lebih dari jumlah penghasilannya, untuk membeli barang konsumsi selain kebutuhan selama sebulan.

Dapat disimpulkan bahwa, masyarakat Sidoarjo tidak dapat mengontrol diri dalam melakukan pembelian barang-barang konsumsi selain kebutuhan.

Rata–rata responden setuju bahwa keputusan utang masyarakat Sidoarjo dilakukan tanpa adanya pertimbangan terlebih dahulu, responden tidak mengetahui besarnya bunga pinjaman atau bunga utang yang diambil, jangka waktu serta jenis angunan juga tidak termasuk hal yang dipertimbangkan, serta reponden hanya paham

(13)

41

Universitas Kristen Petra menghitung berdasarkan pinjaman pokok, tanpa mengetahui jenis bunga yang sedang berlaku, dan tidak mengetahui bahwa membayar cicilan sudak termasuk bunga. Hal ini didukung melalui uji cross tab yang telah dilakukan, tidak adanya hubungan antara pendidikan dengan jumlah utang. Walaupun pendidikan responden tinggi, namun tetap mengambil utang konsumtif yang jumlahnya cukup besar dan melebihi dari penghasilan perbulan. Dapat disimpulkan bahwa, pendidikan tinggi tidak menjamin responden tidak mengambil utang.

Masyarakat Sidoarjo setuju bahwa memiliki rumah dilingkungan mewah dan membangun rumah agar terlihat mewah itu penting, mengadakan “berkatan” yang dilakukan untuk hari-hari yang tidak terlalu penting seperti, merayakan kenaikan jabatan, membeli mobil baru, dan setelah merenovasi rumah, membeli produk terbaru yang sedang trend, dan memiliki satu motor tidak cukup. Hal ini didukung dengan hasil cross tab yang telah dilakukan, sebesar 47% responden membeli barang konsumsi selain kebutuhan lebih dari 4 jenis selama sebulan. Dapat disimpulkan bahwa, masyarakat Sidoarjo mengambil keputusan utang dikarenakan ingin menaikan status sosial di lingkunganya. Hal ini didukung oleh hasil presurvei yaitu sebesar 56,7% masyarakat Sidoarjo setuju bahwa status sosial penting untuk dijaga.

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian Chien dan Devaney (2001) yaitu, status sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan utang yang dilakukan untuk menaikan status sosial.

Referensi

Dokumen terkait

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series mulai tahun 2016 sampai 2018 meliputi harga produsen kentang tingkat di Indonesia, Jawa Barat,

Wilayah di sekitar stasiun curah hujan Indramayu, misalnya, merupakan wilayah yang cenderung mengalami kondisi ekstrim basah baik pada skala waktu 3, 6, maupun

Salah satu arah pengembangan pembangunan perumahan rumah sangat sederhana ini adalah kawasan Sematang Borang yang masih memiliki lahan basah dalam bentuk lahan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan akademik yang wajib diikuti oleh setiap mahasiswa S1 untuk mengembangkan kemampuan berkehidupan masyarakat sesuai dengan

Dari penelitian-penelitian yang dilakukan dengan pendekatan LEAP terlihat bahwa pendekatan ini lebih menonjolkan sektor biofuel dari sisi energi dan ekonomi, dengan

Perkara yang penting dalam integrasi ICT ialah setiap strategi itu harus menjurus kepada keperluan P&amp;P dan sebagai satu cara untuk guru dan pelajar menyelesaikan masalah

Alamat Penyedia : Kawasan Industri Pulo Gadung

Masih banyak lagi metode Machine Learning (ML) yang dapat digunakan dan dikembangkan oleh para peneliti untuk memprediksi kestabilan dari suatu lereng yang