• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Implementasi Restorative Justice Dalam Penyelesaian Tindak Pidana Penganiayaan Dengan Pelaku Anak (Studi Kasus Di Polresta Surakarta).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Implementasi Restorative Justice Dalam Penyelesaian Tindak Pidana Penganiayaan Dengan Pelaku Anak (Studi Kasus Di Polresta Surakarta)."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

(2) Faktor-faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan diversi dalam penyelesaian perkara anak sebagai pelaku tindak pidana oleh Polresta Surakarta, adalah : anak tidak

Tujuan dari penelitian ini adalah: Pertama , untuk mengetahui dan mengkaji penerapan restorative justice terhadap suatu kasus tindak pidana pencurian yang terjadi

Penyelesaian Kasus Tindak Pidana Penganiayaan Sebagaimana Dimaksud Pasal 351 ayat (1) dan Ayat (2) Melalui Restorative Justice di Wilayah Polresta Pontianak. Muladi,

Landasan teori yang digunakan sebagai pendekatan ( approach ) untuk menganalisis dan menerapkan pendekatan restorative justice dalam kasus penyelesaian tindak pidana

Dalam memandang penyelesaian perkara tindak pidana ringan dari perspektif restorative justice maka penyelesaian melalui sarana mediasi penal dapat dipandang sebagai hal yang

Secara prinsip melalui Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 telah mengedepankan pendekatan restorative justice dan proses diversi sebagai upaya penyelesaian

Untuk itulah perlu alternatif penyelesaian perkara tindak pidana ringan yang berperspektif pendekatan restorative justice , yaitu suatu pendekatan yang lebih menitikberatkan

Faktor-faktor yang menghambat BAPAS dalam menangani kasus tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh anak dibawah umur dengan menggunakan diversi dan restorative justice dalam